Pagi..

Kurasakan cahaya matahari menyinari kamarku. Silau. Kemudian aku menyingkirkan selimut yang kugunakan. Kulihat aku mengenakan paKaian lengkap. PaKaian yang sedari kemarin sore sebelum ayah dan ibu pergi ke bandara. Jadi.. kegiatan bersama Kai dari sore saat hujan hingga malam itu…cuma..MIMPI?!

Aaargh! Aku frustasi!

Mana bisa kejadian indah bersama malaikat khayangan itu cuma mimpi?

Kemudian aku melihat kearah jam kesayanganku terlihat disana jarum menunjukkan..

pukul.. 07.10!

cial! Aku segera mandi asal dan menggunakan seragam tidak rapi lalu mengendarai motor merah kesayanganku dengan brutal membelah jalanan Seoul. Dengan menyalip mobil-mobil menuju sekolah.

"OH SEHUN! KELUAR! KERJAKAN HALAMAN 34-56 DI PERPUSTAKAAN!" songsaenim memarahi diriku ini ! Apesnya hari ini.. aku berjalan lunglai menuju perpustakaan dipojok sekolah dilantai dua. Hanya nerd dan anak bertekad baja yang mau berjalan jauh ke bagian pojok yang jauh itu.

Dan aku patenkan.. Aku tidak termasuk! Aku hanya terpaksa!

SKIP TIME..

Sudah pukul 01.21 PM,

Diriku yang cerdas tampan membahana ini masih berkutat.. sudah sampai halaman 55, anak hebat tapi..

"Akhirnya soal keenam yang bisa ku kerjakan dari 45 soal yang ada.. Uiih.. Pegalnya.." kurenggangkan tubuhku seenak jidat.

=AUTHOR SIDE=

Tak melihat ada seseorang disampingnya yang hendak menyapanya dari dekat. Alhasil orang disebelah Sehun itu tersampar tangan panjang Sehun.

BUGH!

Sehun langsung gelagapan melihat siapa yang tidak sengaja dipukulnya.

Dan..

"Aanghss.. appo.." namja manis itu duduk berjongkok disamping kursi yang diduduki Sehun sambil memegangi perutnya.

Dan.. namja manis itu adalah..

"K..Kai?" Sehun panic setengah mati. Ingin ia penggal tangannya yang telah meluKai malaikat itu!

"Mianhae.. G..Gwenchana?" Sehun berusaha mengangkat Kai untuk berdiri tapi yang terjadi Sehun malah ikut terjatuh.

Lantai bangku bagian pojok perpustakaan tempat Sehun dan Kai saat ini tidak diberi karpet sehingga licin.

Yang ada, Sehun kini berada dibawah Kai. Kai meringkuk dalam pangkuan Sehun. ia memegangi perutnya yang sakit.

Perlahan Sehun menyenderkan tubuhnya di bagian pojok tembok. Meja perpustakaan yang banyak dan tinggi-tinggi itu membuat keduanya tertutupi.

Kai masih setia duduk dipangkuan dan rengkuhan Sehun. Sehun sedari tadi mengelus-elus perut Kai mencoba menghilangkan sakitnya.

=AUTHOR SIDE END=

=SEHUN POV..=

Sejenak gue berfikir.. 'Beginikah rasanya saat kelak Kai mengandung anakku? Aku akan mengelus perutnya seperti ini? Senangnya..' tapi kemudian ku tampik semua khayalan tingkat tingginya yang pasti tak mungkin tercapai itu.

"Se.. angh.. Sehunna.. tanganmuh.." Kai melenguh.

"N..ne?" akupun tersadar. Ternyata.. tanganku tengah mengelus nipple Kai dari luar kemeja Kai dan tangan satunya mengelus adik Kai yang imut itu dari luar celananya! Segera ku tarik tanganku kembali.

"Omo! Mi..mianhae Kai.." wah aku jadi panic. Kemudian suasana jadi hening. Kami terdiam lama.

SETELAH SEMI LAMA KEMUDIAN..

"Sehunna.. appo.." Kai memegangi perutnya.

"Mianhae, aku akan bertanggung jawab", gila.. gue kayak habis nglakuin yang iya-iya sama manis-ku ini.. tapi yah aku emang ng-rape dia barusan, hehe

"Jeongmal?" Kai menolehkan wajahnya kebelakang memandangku. Aku segera mengangguk mantap.

"Sehunna, Kai mengantuk.. bisakah Kai tidur sebentar?" Kai mengesampingkan posisi duduknya dipangkuanku.

"Tentu" aku berusaha terlihat tenang. yehet!

BRUGH!

Tubuhku dikesampingkan oleh Kai sehingga kini aku tertidur di lantai.

"Kenapa Kai?" aku memandang heran pada Kai.

"Aku mengantuk.." ia mengucek matanya imut. Aah.. ingin sekali aku memeluknya sayang.

"Kalau begitu tidurlah Kai" aku berusaha bersuara selembut mungkin.

"Ne.." kemudian ia dengan indahnya jatuh menidurkan tubuhnya di lenganku.

AAAA! UMMA! APPA! ANAKMU INI SUNGGUH BERUNTUNG!

"K..Kai? Apa yang kau lakukan?" aku berusaha menenangkan nafasku yang tak teratur.

"Kai mau tidur dipelukan Sehun.." Kai merapatkan tubuhnya padaku. Astaga! Lebih baik dari kejatuhan duren (?)

"Sehun juga tidur ya?" kini matanya yang sayu memandangku imut. Segera ku kecup ujung kepalanya.

"Ne, tidurlah yang nyenyak" ia mengangguk kemudian mengambil tanganku yang tidak ia gunakan sebagai bantal yaitu tangan kananku untuk melingkar di pinggangnya,

"Sehunna.. peluk Kai.." Kai memohon. Hehe.. dengan senang hati bidadari..

HUG!

Kupeluk erat tubuhnya. Ia menelusupkan wajahnya di dadaku.

"Sehunna hangat.. johae" ia berkata.. AAA! Kai menyukaiku!?

"Hm?" ku longgarkan sedikit pelukanku agar aku bisa melihat wajahnya. Ia sudah tertidur dengan lelapnya. Ku kecup pucuk kepalanya lalu kueratkan kembali palukanku seolah aku tak ingin ia pergi.

Astaga.. Entah mengapa kok jadi begini:

"Ya! Oh Sehun! Irreona! Dasar anak pemalas!" terdengar suara namja tua yang uugh! Menggangguku!

Perlahan kubuka mataku.. dan..

"ASTAGA! PARK AJUSHI! KENAPA GELAP SEKALI?" aku hanya melihat Park ajushi di pintu perpustakaan membawa senter. Ruangan perpustakaan kenapa tiba-tiba gelap sekali?

"Kau itu yang tukang tidur! Kau ketiduran sampai malam! Sekarang sudah jam 8 malam anak nakal! Cepat pulang! Atau ku kunci! Untung aku patroli, kalau tidak kau mungkin dimangsa hantu sekolah!" Park ajushi selaku satpam dengan sangat baik hatinya membentakku..

NYESEK BRO.. DITINGGAL KAI CHAGI..

At Home..

=AUTHOR SIDE=

"Huuh.. tidak ada eomma dan appa, jadi sepi.." Sehun berjalan menuju meja belajarnya.

"Eh!? Soal dari songsaenim!" Sehun langsung menumpahkan seluruh isi tasnya. Ia takut jika soalnya hilang! Harus dikumpulkan besok! Padahal tadi ia langsung buru-buru pulang dan hanya mengambil tasnya di meja perpustakaan! Kalau sampai soalnya tertinggal matilah Sehun besok.

Seluruh buku pelajaran dan bangkai tikus (?) berjatuhan dari dalam tasnya lalu benda terakhir yang terjatuh adalah..

SRAAAK….

"SOALNYA! YES KETEMU!" Sehun langsung memungutnya dan berloncat-loncat sejenak. Kemudian melihat.

"Loh.. kok sudah diisi semua? Lengkap dengan cara-cara mengerjakannya.. dan.. jawabanku tadi dihapus.. salah ya?" Sehun membalik-balik lembar soalnya.

"Apa ini?" Sehun memandang secarik kertas warna hitam yang tertempel di halaman terakhir soal matematikanya.

"Semoga aku bisa membantumu dengan mengerjakan ini Sehun-sii.. from.. eeem.. Kim.. Jong.. In.." Sehun mengerutkan alisnya. Perasaan dia pernah dengar nama ini.. tapi di mana ya…

Dimana..

Dimana..

(Sehun nyanyi ayu ting-ting -_-)

Di..

"KAI!" Sehun berteriak hingga membangunkan fosil purba Raurus.

"Aku tidak percaya.." Sehun memandang takjub kertas berisi 45 soal yang sudah dikerjakan semuanya itu.. jadi Sehun dibiarkan tidur dan Kai mengerjakan soalnya? Padahal Sehun tadi sudah jahat sekali memukul perut bidadari itu..

Astaga.. suami macam apa kau Sehun?

"Gomawo, yeobo! Saranghae!" Sehun menciumi kertas hitam yang Kai tempelkan di soal tadi.

Malam ini Sehun tidur dengan nyenyak.

==TBC==

Yang ini pendek dan gak mesum sama sekali (bo'ong) ada mesumnya sedikit. Cuma dikit kok.. hehe

Sedikit kehilangan ide buat mesum, karena HunKai jarang nongol..

Review ya..