Tittle
Quietus
Cast
Cho Kyuhyun, Kim Kibum and Other.
Genre
Fantasy Romance
Warning
bahasa tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD yang baik dan benar. hati-hati typo(s).
Disclaimer
Mereka milik diri mereka sendiri, orang tua dan SMEnt tapi untuk Leeteuk, Heechul dan Yesung mereka adalah milik Lizz juga cerita abal ini murni dari otak lizz.
Warning
Alur maju mundur cantik jadi yang ada huruf blok hitam itu kejadian masa lalu dan tulisan biasa itu kejadian masa depan oke.
.
.
Happy Reading ^^
.
.
[~Lizz_L_L~]
.
.
"Apa yang kalian lakukan kemana sang putri berada, cepat cari putriku atau kepala kalianlah yang akan menjadi gantinya?!" teriak sang raja Cho hangeng yang terlihat murka saat tidak mendapati Putri mahkota serta anak kesayangannya tidak berada di kediamannya sementara pelayan setianya tergeletak pingsan dengan tulang rusuk yang retak dan tulang kakinya yang bergeser dan hampir terpisah dari engselnya serta luka baret yang menghiasi kulitnya masih tergeletak lemah di rawat oleh beberapa orang tabib.
"Baik yang mulia" serentak para jendral serta prajurit menundukan kepalanya hormat kepada yang mulia raja dan bergegas pergi menyebar ke seluruh pelosok.
"Yang mulia ayo segera tinggalkan istana utama kita harus segera pergi dari sini sebelum para verrine datang dan menemukan Anda, nyawa Anda adalah yang paling penting untuk saat ini yang mulia" ucap Kasim Shindong menatap khawatir akan keselamatan rajanya meski dia atau semua orang di kerajaan ini mati yang mulia rajanya harus tetap hidup karena nyawa rajanya adalah pusat dari kejayaan kerajaan.
"Kau pikir aku akan pergi saat tau anakku di culik oleh makhluk sialan itu hah~" teriak sang raja mengeram marah menatap sang Kasim dan bergegas pergi untuk ikut mencari anak kesayangannya yang entah ada di mana.
"Yang mulia Putri mahkota ada di atas atap hall utama dia berada dalam bahaya bersama dengan salah satu verrine, semua prajurit segera ke arah hall bentuk barisan pertahanan utamakan keselamatan sang putri dan jangan biarkan makhluk kegelapan itu lolos" terdengar perintah lantang sang jendral besar yang jelas memasuki pendengaran sang raja. Mendengar hal itu raja hangeng bergegas berlari menuju ke luar hall utama agar bisa melihat putri mahkotanya yang tengah di sandera oleh salah satu verrine dan benar saja Putri cantiknya berada dalam rengkuhan mahkluk menjijikan pemakan jiwa itu tepat di atas menara tinggi yang menjulang di depannya.
"Apa yang kalian lakukan cepat selamatkan anakku" perintah sang raja dengan raut wajah penuh ketakutan dan kemarahan melihat anaknya yang berada di atas puncak hall dan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, demi Tuhan hanya Kyuhyun satu-satunya keturunannya.
Kibum mengamati ke arah bawah yang terlihat seperti kerumunan semut yang mengerubuti gula, kini tatapannya hanya terfokus pada seorang dengan pakaian mewahnya yang terlihat sedikit mencolok di antara yang lainnya. "Ayahmu~" jedanya tenang tanpa berniat menolehkan kepalanya pada Kyuhyun. "dia terlihat menyedihkan" ucap Kibum menatap wajah pucat Hangeng intens. "bagaimana jika aku mematahkan lehermu dan membunuhmu tepat di depan mata kepala ayahmu?!" tanya Kibum dengan nada kelewat tenang menatap wajah pucat hangeng dari tempatnya berada.
"Maka kau akan ikut mati bersamaku juga, aku tak akan membiarkan diriku mati di tanganmu dengan mudah asal kau tau" balas Kyuhyun dengan nada suara yang tidak kalah dinginnya menatap wajah tampan Kibum dengan tajam. Kibum tersenyum simpul menanggapi ucapan gadis yang ada dalam gendongannya itu.
"Sayangnya aku tidak bisa melakukan itu meski aku ingin, demi menyelamatkan tahtahku, aku harus membawamu hidup-hidup, aku membutuhkanmu tuan putri~" ucap Kibum pada akhirnya. Melempar Kyuhyun ke udara saat manik silvernya melihat empat orang menyerang dan melompat tepat ke arahnya secara bersamaan, empat jendral itu menyerang sang verrine yang terlihat tenang tak tergoyahkan, namun sayang serangan lemah seperti itu tidak mampu menandinginya pedang besar dengan sulur tajam yang akan menjerat siapa saja yang coba mendekati tuannya secara otomatis menjadi sebuah perisai Hidup yang melindungi Kibum ketika Kibum menebaskan pedangnya sulur-sulur berwarna hitam dengan duri runcing itu langsung aktif dan menjalar menyerang dan membuat pertahanan dari serangan yang di layangkan keempat jendral dari berbagai sisi sementara bagian tajamnya hanya fokus dengan target yang di inginkan Kibum, pedang milik Kibum adalah pedang hidup yang memiliki emosi membunuh yang kuat serta haus akan darah salah satu pedang terhebat dari legenda tiga pedang. Dengan gerakan cepat Kibum melempar Kyuhyun ke udara bersamaan dengan dirinya yang menepis semua serangan serta mendorong mundur keempat jendral besar itu menjauh dari jangkauannya dalam sepersekian detik setelahnya Kibum mendongak ke atas menatap Kyuhyun yang menunjukan wajah terkejut dan pucatnya karena di lempar ke udara begitu saja dalam ketinggian seratus tujuh belas meter di atas tanah, tenang Kibum menangkap tangan kiri Kyuhyun seolah tak merasakan berat sama sekali Kibum melambungkan tubuh Kyuhyun sekali lagi~lebih tepatnya melempar Kyuhyun~untuk memberi ruang agar dirinya mampu bergerak dengan lebih leluasa menepis serangan musuhnya dan menangkap tangan Kiri Kyuhyun lagi secara bersamaan dengan dirinya yang menghindar dari serangan salah satu jendral membuat Kyuhyun sekali lagi terlontar ke udara terlihat seolah sedang terbang terombang-ambing di atas udara dengan tangan yang saling bertaut dengan tangan Kibum, namun karena begitu kuatnya tarikan tangan Kibum membuat persendian Kyuhyun sedikit berpindah tempat hingga terdengar Derik tulang milik Kyuhyun yang bergeser akibat gerakan mendadak yang di lakukan Kibum saat menghindari serangan ke empat jendelanya yang berusaha menyelamatkan dirinya. Kyuhyun hanya bisa meringis sakit tanpa menjerit, etika seorang putri.
"Astaga...Kyuhyun~" jerit Hangeng yang melihat putrinya di lempar sembarangan ke udara oleh Kibum dan di tangkap dengan sangat tidak biasa bahkan Kibum tak mengindahkan raut wajah kesakitan yang di keluarkan oleh Kyuhyun. Kibum memegangi tubuh Kyuhyun dengan satu tangan sementara tangan Kanannya masih sibuk beradu pedang dengan ke empat jendral itu yang tak membiarkannya untuk menjauh dan semakin memojokannya. Kibum terpojok namun meski dia berada di posisi genting raut wajahnya sama sekali tidak berubah, terlihat datar dan dingin seolah dia bisa mengatasi segalanya bahkan raut wajah dingin stoicnya tidak pernah berubah dan tercemar oleh sebuah kecemasan.
"Tetaplah waspada jangan biarkan dia keluar dari istana apapun yang terjadi" teriak salah satu jendral namun belum sempat ucapannya di dengar oleh semua orang Kibum telah lenyap dari hadapan mereka semua membuat semua orang terkejut kaget karena hilangnya sosok makhluk kegelapan berserta putri mahkota mereka. kibum melompat dengan sangat tinggi menaiki atap dan berlari dengan kecepatan penuh bagai tak terlihat tanpa ada seorangpun yang menyadari keberadaannya.
"Sialan kemana dia pergi cepat cari, jangan biarkan dia membawa yang mulia Putri mahkota, blokade semua jalan tangkap dia hidup atau mati dan pastikan jika yang mulia Putri mahkota dalam keadaan selamat." perintah dari seorang jendral tertinggi kepada ratusan anak buahnya.
"Baik jendral" jawab mereka serempak dan menyebar membentuk formasi untuk mencari keberadaan Kyuhyun.
"Kyuhyun~anakku" bisik Hangeng terduduk dengan wajah pucat dan air mata yang mulai mengalir di pipinya. Hangeng bahkan tidak pernah membayangkan jika nasib anaknya akan berakhir menjadi santapan mahkluk kegelapan clan Verrine.
[~Lizz_L_L~]
"Hoaaamm~ah ngantuk sekali, aku ingin semua hari berubah menjadi hari Minggu dan aku mengutuk yang namanya hari Senin" teriak Kyuhyun dengan wajah setengah terpejam masih terlihat mengantuk.
"Cih~pagi-pagi sudah mematahkan semangat orang bisa tidak sekali-kali kau tidak mengerutu, memangnya kau saja yang membenci hari Senin" balas Eunhyuk seraya menghempaskan pantatnya di kursi sebelah Kyuhyun.
"Pasti kau begadang karena memainkan game baru yang ku beri waktu itu kan?!" tebak Changmin ikut menimpali dan duduk di depan Kyuhyun yang kini sudah menelungkupkan kepalanya di atas meja.
"Tidak~aku bahkan kemarin tidak menyentuh kekasihku sama sekali Cwang, ini semua karena mimpiku, eh~apa kalian pernah bermimpi sebuah kejadian yang sangat mirip dengan kejadian nyata yang pernah kalian alami, seperti djejavu misalnya?!" tanya Kyuhyun yang membuka matanya menatap ke arah dua orang teman yang sama-sama idiot dan balas menatapnya dengan tampang bodoh tingkat maksimum.
"Ah~lupakan saja, berbicara dengan kalian sama saja berbicara dengan anak TK kalian bahkan tidak akan mengerti dengan apa yang aku maksud" ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan dan mulai kembali menelungkupkan kepalanya dia atas meja kembali.
"Yak~evil apa maksudmu apa kau tak tau jika aku adalah manusia paling jenius di muka bumi ini" ujar Changmin merasa tidak terima di samakan dengan orang bodoh sementara Eunhyuk hanya bisa mencibir Kyuhyun dengan wajah malasnya.
Kyuhyun menatap keluar jendela melihat sekumpulan awan kumulus tak menghiraukan ocehan changmin setelahanya iris selelehan karamel miliknya terfokus pada gerakan seirama beberapa daun yang berderak pelan di permainankan oleh angin sepoi pagi itu sesaat tatapan matanya menangkap sebuah sosok pemuda dengan dandanan dan gaya berpakaian yang terlihat aneh berdiri di atas cambang pohon menghadap tepat kerahnya seketika membuat Kyuhyun menengakkan tubuhnya untuk bisa mengamati pemuda dengan pakaian yang tidak biasa di kenakan oleh orang pada umumnya namun, pakaian yang melekat di tubuhnya seolah menambah pelengkap kesempurnaannya bahkan kesan tampan dan misterius semakin menguar dari dalam dirinya sementara surai gelapnya terlihat melambai di tiup angin. Entah kenapa saat mata mereka bertemu seolah waktu terasa berhenti dengan sendirinya seolah hanya mereka berdua saja yang terlihat hidup bahkan anginpun seolah dengan untuk datang dan menganggu moment magis di antara keduanya.
Iris selelehan karamel milik Kyuhyun bertubrukan dengan manik silver pemuda itu, mereka saling menatap dalam kebekuan yang nyaman hingga tatapan mata pemuda itu terlihat meredup sendu menatap ke arah Kyuhyun bibir semerah darah milik pemuda itu bergerak perlahan tanpa suara mengucapkan sebuah kata yang sama sekali tidak bisa di mengerti oleh Kyuhyun namun entah kenapa melihat wajah pemuda itu membuat perasaan Kyuhyun seakan di remas oleh tangan tak kasat mata dan membuatnya seolah merasakan kesedihan di hatinya.
"...Kyu...Kyuhyun, yak~bangulah, cepat" sentak Eunhyuk menggoyangkan tubuh Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah tertidur. Kyuhyun mengerjabkan matanya tidak mengerti dan tatapannya sekali lagi dia layangkan ke arah pohon dimana dia melihat sosok pemuda itu namun tempat itu kosong tidak ada tanda-tanda keberadaan pemuda itu di sana.
"Kurasa aku bermimpi, mimpi aneh itu lagi" bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri dan membuka buku pelajaran yang sudah akan di mulai tanpa tau jika hal yang baru saja dia alaminya bukan sekedar mimpi. Karena jauh di atas atap berdirilah sosok laki-laki dengan manik silvernya menatap langit dengan surai panjang gelapnya yang telah di permainkan oleh angin.
"Kyu~aku menemukanmu, apa kau bisa mengingatku?!" tanyanya seperti sebuah bisikan samar pada angin. "Aku tau kau tidak akan mengingatku sama seperti sebelumnya, tapi bisakah kau tidak mati dengan cepat setelah bertemu denganku, aku hanya sangat merindukanmu, Kyuhyunku~" ucap Kibum dengan nada sedih yang tidak bisa di sembunyikannya. Kibum takut jika mendekati Kyuhyun maka Kyuhyunnya akan langsung terkena kesialan dan berakhir dengan dirinya yang tewas karena sebuah wabah penyakit atau kecelakaan karena memang seperti itulah takdirnya dan Kyuhyun, Kibum hanya bisa melihat Kyuhyun dari jauh tanpa bisa merengkuhnya sebuah kutukan panjang yang akan selalu menyiksanya karena sebuah dosa terlarang yang telah di tanamnya bersama Kyuhyun ribuan tahun silam, sebuah dosa suci yang bernama CINTA.
.
.
.
•°•°•
Awan hitam mengelayut rendah di atas langit, menguarkan hawa dingin yang semakin terasa menusuk kulit sejak beberapa saat yang lalu. Terlihat seorang pemuda dengan surai gelapnya keluar dari sebuah kafe dengan arsitektur yang terlihat klasik namun terkesan nyaman dan hangat. Pemuda itu berdiri lama di depan kafe melemparkan manik segelap malamnya ke arah langit mendung yang terlihat di atasnya dengan tatapan yang sulit di artikan, sesaat jemarinya mulai merapatkan syal yang melingkar hangat di lehernya dan mendesah setelahnya. Pemuda itu hanya tidak ingin kembali lemah karena udara yang tidak bersahabat dengannya akhir-akhir ini hingga membuatnya jatuh sakit dan berakhir dengan meringkuk di atas tempat tidurnya seharian dan membuatnya merasa semakin sakit.
"Malam ini pasti akan terasa dingin sekali" gumamnya masih setia berdiri di depan kafe seraya memasukan jemarinya kedalam saku celana panjangnya mencoba menghalau dingin yang seakan menemukan jemari miliknya yang sudah membeku sejak tadi.
Pemuda itu terlihat menghirup udara panjang dan menghembuskannya secara perlahan dengan langkah ringan pemuda itu kembali berjalan pelan meninggalkan kafe tempatnya berdiri. Namun. belum sempat dia berjalan terlalu jauh seorang pelayan wanita berlari keluar dari dalam kafe drngan tergesah mulai mengejar sang pemuda bersurai gelap itu.
"Tuan~maaf..." sang wanita dengan wajah memerah serta menunduk dalam saat manik segelap malam pemuda itu menatap intens kearahnya. Pemuda itu berbalik saat merasa ada seseorang yang memanggilnya, dan benar saja seorang pelayan wanita berlari kecil ke arahnya seraya menyodorkan sebuah tas dengan ukuran sedang ke arah pemuda itu.
Sesaat pemuda itu terlihat bingung namun akhirnya dia memekik pelan seolah tersadar dari kebodohannya. "Ah~terima kasih" ucap pemuda itu sekali lagi tersenyum tampan menunjukan senyum pembunuhnya yang seketika membuat pegawai kafe itu terlihat menunduk malu-malu dengan pipi yang semakin bersemu merah, pemuda bebrsurai gelap itu mengulurkan tangannya mengambil tas kertas yang di sodorkan oleh pegawai kafe yang isinya adalah sebuah makanan khas favorit ibunya yang tadi dia pesan, setelahnya pemuda itu berjalan pergi meninggalkan sang pegawai yang masih memamerkan senyum anehnya.
Tanpa di sadarinya seorang pemuda dengan surai coklat karamelnya berlari kencang berlawanan arah dengannya dan tanpa sengaja menabrak bahu pemuda itu hingga tas berisi makanan yang ada di pengangannya terlepas dan jatuh ke atas tanah.
"Maafkan aku~maafkan aku, aku sedang terburu-buru" ucap sang pemuda manis seraya membukukan badannya mengambil tas yanh tergeletak dan menyerahkan pada pemuda bersurai gelap itu, pemuda itu menatap Kyuhyun dan diam seribu bahasa, pemuda itu masih mengamatinya dengan tatapan menilai, Pemuda manis itu mendongak dan seketika iris selelehan karamel dan manik gelap pemuda itu bertabrakan seolah menyalurkan sebuah sengatan listrik statis yang mengejutkan keduanya.
Deg
Deg
Deg
Mereka diam saling menatap dan mengamati tanpa kata, mencoba untuk meresapi setiap waktu yang seolah-olah terasa membeku seketika. Mereka masih terpaku satu sama lainnya hingga sebuah suara membuyarkan kebekuan magis yang mengelilingi mereka dengan teriakan lantangnya.
"Kyu ayo cepat, apa yang kau lakukan di sana?!" teriak Changmin yang tanpa sadar telah menyadarkan dari jerat manik gelap yang seolah menenggelamkannya dalam pusaran aneh tanpa batas namun terasa nyaman dan menyenangkan, Kyuhyun sedikit gelagapan dan tersadar dari kebekuannya menatap ke arah Changmin yang menunggunya tidak sabar. Sekali lagi Kyuhyun menoleh ke arah pemuda itu seolah mengirimkan sebuah sinyal aneh yang terasa sangat familiar di antara keduanya, Kyuhyun mengeleng pelan dan bergegas menyusul Changmin meninggalkan sang pemuda bersurai gelap itu yang masih setia menatapnya dalam kebisuan.
Pemuda itu memegang dadanya yang terasa berdegung berisik. "Siapa dia. Dadaku~rasanya aneh?!" gumamnya pada angin dingin yang berhembus membelai anak-anak rambutnya, pemuda itu menghela nafas panjang dan kembali memasukan jemarinya ke dalam saku celananya perlahan membalikkan tubuhnya dan mulai berjalan ke arah yang sebaliknya dengan pikiran yang semakin berkecamuk, entah kenapa wajah pemuda manis itu mengingatkan dia pada seseorang wanita yang selalu muncul dalam mimpinya.
"Mungkin aku hanya terlalu lelah" ucap sang pemuda itu memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya dan membuat kepalanya pusing lagi karena insomnia akut yang di deritanya akhir-akhir ini. Tanpa pemuda itu sadari langkah Kyuhyun terhenti tubuhnya berbalik menatap punggung pemuda bersurai gelap itu yang mulai menjauh. Ada sedikit kernyitan di dahi pemuda manis itu namun entah kenapa menatap punggung yang semakin lama semakin tak terlihat jelas membuat hatinya seketika di dinding rasa kecewa, entah kenapa Kyuhyun mengharapkan pemuda itu berbalik dan menoleh kepadanya.
"Berbaliklah~kumohon" gumam Kyuhyun dan entah kenapa Kyuhyun tak ingin kecewa saat ini dan benar saja dengan cepat Tuhan mengabulkan permohonannya karena tak berapa lama pemuda bersurai gelap itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Kyuhyun dan lagi-lagi iris selelehan karamel miliknya dan manik segelap malam pemuda itu kembali bertemu, tanpa sadar sebuah senyuman melengkung singgah di bibir keduanya, mereka saling membalas senyum satu sama lain dengan binar aneh di mata keduanya yang membuat masing-masing mereka terlihat berkilau. Kyuhyun berjalan mundur masih menatap pemuda itu seraya mengigit bibirnya gemas bercampur dengan rasa malu dan senang yang membuncah di hatinya dan bergegas berlari menyusul Changmin yang kembali berteriak di belakangnya, Kyuhyun merasakan sensasi perasaan aneh yang merasuk dalam hatinya, pertama kali dia merasakan hal ini pada seorang pemuda yang baru pertama kali dia temui, pemuda asing yang terasa sangat dekat dengannya, aneh memang tapi itulah kenyataan yang Kyuhyun rasakan.
sementara pemuda itu menunduk dengan wajah cerah dan senyum yang tak kalah lebar dari milik Kyuhyun dengan jantung yang kembali berdetak menghentak seakan ingin meledak dari rongga dadanya.
"Bodoh~" ucapnya mengatai dirinya sendiri dan kembali meneruskan langkah kakinya dengan senyum yang tidak pernah hilang dari wajah datarnya.
[~Lizz_L_L~]
Pemuda pemilik mata silver itu menginjakkan kakinya ke atas tanah rerumputan dan kembali berlari semakin menjauh dari kawasan istana dengan sekali hentakan kuat Kibum berhasil melayang dan melewati pagar pembatas dan berhasil keluar dari istana menuju hutan, pemuda berwajah datar itu menolehkan kepalanya ke arah belakang dan tidak mendapati seorangpun yang mengejarnya meski dia tau sebagai manusia seperti mereka akan sangat sulit berlari dengan kecepatan yang sama sepertinya. Setelah di rasa aman Kibum pemuda bermata silver itu menurunkan~sedikit menghempaskan putri mahkota ke atas tanah, tanpa membuang kesempatan Kyuhyun menyentak kasar lengan pemuda datar itu hingga cengkraman tangannya terlepas dari tangan Kyuhyun. Meski sedikit terkejut Kibum bisa menyembunyikan kekagetannya dalam raut wajah datar miliknya seraya menatap tajam gadis cantik yang kini berjalan mundur menjauhi dirinya.
"Jangan mendekat~" ancam Kyuhyun mematahkan sebuah ranting pohon suci yang tanpa sengaja di temukannya di dalam hutan itu, sepertinya Kyuhyun mulai menyesal dengan keputusannya sendiri yang melemparkan dirinya ke dalam gengaman makhluk kegelapan yang terkutuk itu.
Kibum menatap Kyuhyun dengan ekspresi sama datar dingin dan tanpa ekspresi yang berarti, tidak mengindahkan ancaman Kyuhyun dan berjalan semakin mendekati sang gadis yang terlihat menatap pemuda tampan itu dengan tatapan cemas dan waspada.
"Kau tidak akan bisa menang melawanku hanya dengan bersenjatakan ranting pohon suci itu" ucap Kibum tenang menatap wajah kesal gadis yang ada di depannya. Kyuhyun mengakui kebodohannya sekilas dia melirik ranting pohon suci menyedihkan yang ada dalam gengaman tangannya dan membuatnya menghela semakin keras karena kesal. Dia akui memang itu merupakan senjata terbodoh yang pernah Kyuhyun pilih untuk melawan makhluk kegelapan macam Kibum. tidak ingin menyerah dengan usaha pertahanan dirinya Kyuhyun mulai memukulkan ranting Pohon suci yang di penuhi oleh daun-daun berwarna lavender yang mengrumbul tepat di ujungnya ke wajah datar Kibum berkali-kali berniat menyalurkan sedikit rasa kesalnya dan sebagai bentuk pertahanan diri pada pemuda datar itu meski setelahnya dia harus mati setidaknya dia masih berusaha melawan dan tidak diam saja. Kibum diam menerima serangan kekanakan milik Kyuhyun, namun tak berapa lama perempatan siku terlihat menyembul di dahinya melihat tingkah kekanakan yang di lakukan Kyuhyun padanya, pada wajahnya. Tenang Kibum menangkap pergelangan tangan Kyuhyun yang masih terlihat antusias menganiyaya wajah tampannya dengan ranting pohon suci itu dan menghentikan pergerakan tangan pemuda manis itu yang kini terlihat menatapnya marah dan tidak suka.
"Kau tidak bisa membunuhku dengan itu" ucap Kibum menatap iris selelehan karamel milik Kyuhyun yang terlihat sedikit bersinar di dalam remang-remang malam yang semakin larut. "Kau lemah" ucapnya lagi dengan raut wajah datarnya menatap wajah Kyuhyun yang memberenggut semakin merasa kesal karena Kibum dengan sengaja mengatainya lemah.
"Apa jeleknya dengan hal itu, setidaknya aku masih berusaha memberikan perlawanan padamu" ucap Kyuhyun dengan dahi mengernyit tidak suka. Kibum menatap ranting pohon suci yang masih ada di tangannya.
"Sepertinya efeknya sudah menurun" ucap Kibum sedikit ambigu.
"Hah~" tanpa sadar Kyuhyun mengeluarkan suaranya dengan tatapan tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh pemuda bersurai kelam itu.
Kibum kembali memfokuskan tatapannya ke arah Kyuhyun. "Singkirkan ranting pohon suci itu, kau tidak akan pernah bisa menang melawanku dengan itu, aku terlalu kuat untuk di kalahkan dengan ranting kecil seperti itu" ucap Kibum mengangkat tangan kanannya dan mengambil ranting pohon suci dari tangan Kyuhyun dan membuangnya begitu saja membuahkan sebuah pekikan protes bernada tak terima keluar dari bibir Kyuhyun. Tak lama Kibum menghempaskan tangan Kyuhyun yang dia gengam sejak tadi hingga membuat gadis itu sedikit oleng dan jatuh terduduk.
"Hei~kasar sekali" ucap Kyuhyun tak terima saat dengan sadisnya Kibum menghempaskannya dengan sengaja.
"Kau tidak akan kubiarkan lepas dariku dan aku tak akan berbuat lunak padamu meski kau adalah calon ratu negeri ini" jawab Kibum menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan. "Asal kamu masih tetap bernyawa tidak masalah bagiku melenyapkan kaki dan tanganmu" tambahnya lagi mengatakan dengan nada kelewat santai seolah pemuda itu tengah berdiskusi tentang masalah cuaca dengan gadis cantik yang setengah mengeram itu.
Kyuhyun balas menatap manik berwarna silver milik Kibum dan mendesah setelahnya, sepertinya gadis itu terlalu malas untuk membalas pemuda bersurai kelam itu. "Apa yang bisa kulakukan dengan keadaanku saat ini, mencoba kaburpun percuma, asal kau tau, gara-gara Kau sendi lengan kiriku bergeser dan kaki kananku terkoyak pedang, aku tidak sebodoh yang kau kira dengan keadaan seperti ini nekad memutuskan untuk kabur dan berkeliaran di dalam hutan dengan darah yang berceceran di mana-mana dan berakhir dengan di serang oleh binatang buas meski pada akhirnya aku tetap akan mati setidaknya saat ini aku masih aman bersamamu" ucap Kyuhyun panjang lebar berusaha menekan suaranya agar terdengar sedatar mungkin.
"Pantas saja aku mencium bau darah sejak tadi dan sepertinya mereka juga memikirkan hal yang sama sepertimu" jawab Kibum menatap sekelilingnya dan menemukan beberapa serigala dan anjing liar yang mengintip dari celah semak-semak mencoba mengintai mereka karena tertarik dengan bau darah milik Kyuhyun namun selama ada Kibum di samping Kyuhyun para binatang hutan itu tidak akan berani bergerak dan menyerang gadis itu.
"Itu bukan salahku, kau yang membuatku terluka seperti ini" ucap Kyuhyun menatap Kibum dengan tatapan sinis. Kibum terdiam masih berdiri angkuh menatap Kyuhyun yang terduduk di tanah masih dengan memegangi lengan kirinya yang terasa nyut-nyutan sejak tadi.
"Hei~apa benar jika verrine seperti kalian jika memakan daging manusia yang di penuhi dengan kekuatan suci maka akan membuat kalian memiliki kekuatan yang semakin besar?!" tanya Kyuhyun sedikit penasaran dengan pertanyaan yang hampir setiap hari berkeliaran di kepala cantiknya.
Kibum menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit di artikan dan mendesah setelahnya. "Mana mungkin ada yang seperti itu, pada dasarnya kekuatan kegelapan dan kekuatan suci saling bertentangan jadi tidak mungkin ada hal yang seperti kau bicarakan itu" jawab Kibum. Entah kenapa setelah mendengar jawaban Kibum Kyuhyun sedikit merasa lega.
"Kenapa?! Apa kau takut jika aku akan memakanmu?!" tanya Kibum mensejajarkan wajahnya tepat di depan wajah Kyuhyun yang mendelik terkejut.
"Y~ya...jauhkan wajahmu dariku, kau membuatku kaget dan berhentilah menakut-nakuti dan menunjukan wajah menyebalkan milikmu sedekat ini dengan wajahku" teriak Kyuhyun terkejut dan berusaha meredam rasa malunya karena melihat wajah tampan Kibum yang sangat dekat dengan wajahnya secara mendadak, Kibum menatap gadis cerewet itu dengan tatapan malas.
"Kau berisik sekali, tidurlah" ucap Kibum seraya menancapkan jarum entah apa itu ke leher Kyuhyun dan seketika membuat gadis itu ambruk seketika ke atas tanah. Kibum mengamati wajah tenang Kyuhyun yang tertidur akibat bius yang di berikannya dan secara perlahan dirinya mulai mendudukan pantatnya di sebelah Kyuhyun untuk menjaga gadis itu, sekali lagi Kibum mendesah menatap langit malam dengan pikiran yang berkelana jauh, setelahnya Kibum kembali menatap wajah cantik sang putri mahkota mengelus pipi merah merona selembut bayi itu dengan usapan lembut.
"Cantik~" gumamnya pada angin dingin yang berhembus memainkan surai panjangnya yang terkepang acak di belakang punggungnya dengan anak-anak rambut yang menjuntai membelai pipinya kala angin dingin itu datang padanya, sungguh sosok Kibum saat ini terlihat seperti sebuah pahatan sempurna duduk tenang dengan di terangi sinar rembukan malam itu.
[~Lizz_L_L~]
Tuk
Tuk
Tuk
Terlihat seorang pemuda bersurai kuning keemasan duduk di atas sebuah kursi berputar di dalam sebuah ruangan gelap dengan kaca besar yang menampilkan pemandangan malam dengan jari yang mengetuk-ngetuk ke atas meja kerjanya seraya menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Tidak berapa lama pemuda itu berdiri menuangkan sebuah cairan merah beraroma khas ke dalam sebuah gelas berkaki yang sebelumnya telah di isi dengan es batu. Pemuda itu memasukan satu tangannya kedalam saku celana panjangnya dan berjalan perlahan mendekati jendela kaca besar dan sesekali lidahnya mengecap rasa manis minuman yang ada di tangannya.
"Sepertinya kau belum menyerah tentangnya~percayalah Kim Kibum aku akan membuat hidupmu menderita lebih lama dan merasakan air mata darah seribu kali sampai kau tidak tahan dan memutuskan untuk mati saat kau melihatnya merengang nyawa di depanmu ratusan kali" ucapnya seraya tertawa gila dengan manik matanya yang menyala merah di dalam kegelapan.
"Aku tidak akan berhenti menyiksamu karena kau berani merebut apa yang seharusnya menjadi milikku" ucapnya lagi dengan nada penuh kepuasan.
.
.
.
•°•°•
"Hei~hei~anak-anak tenanglah, astaga, kang Sora berhenti berlarian di dalam kelas, dan Kim kangin, im jae bum berhenti berkelahi dan duduk di bangku kalian masing-masing, ya~kalian" teriak sang guru terlihat frustasi melihat anak didiknya yang sama sekali tak menggubrisnya dan malah asyik dengan kegiatan mereka masing-masing.
Sang guru Malang itu menatap ke arah Kyuhyun dan kawan-kawannya tepatnya menatapa ke arah kim heechul yang balas menatap malas guru tercintanya itu.
"Lady Hee bisakah kau membantuku lagi kali ini, kumohon?!" ucap sang guru. Heechul menghembuskan nafas panjang sementara Kyuhyun dan Eunhyuk terkikik melihat raut wajah menyedihkan gurunya yang sama sekali tidak terlihat berwibawa itu.
"Ayolah Heechulie lakukan saja bukankah kau sudah biasa melakukan hal itu" ucap Kyuhyun menepuk pundak temannya itu.
"Hah~baiklah baiklah" jawab Heechul pada akhirnya bangkit berdiri dari kursinya, membuat sang guru menerbitkan senyum penuh harap dalam tatapannya.
"Ehem-ehem" dehem Heechul mengetes suaranya dan menghela nafas panjang sebelum mengeluarkan kekuatannya. "Kang Sora berhenti berlari atau aku akan mematahkan kakimu, kangin jaebum duduk di tempat kalian atau aku akan membuang kalian dari lantai dua saat ini juga, suzy, jihyon taruh alat make up kaluan atau aku akan mendandani kalian dan menelanjangi kalian sekarang juga dan kau shim Changmin angkat kepalamu atau aku akan menyuruh penjaga kantin untuk melarangmu memasuki kantin selamanya" teriak Heechul lantang dengan aura setannya membuat seisi kelas mengerling takut menatap penampakan mengerikan Heechul, entah kenapa pemuda cantik yang memiliki nama seperti nama sang ibu dan memiliki kepribadian yang hampir mirip itu mampu membuat kelas kembali tenang tanpa ada kekacauan yang berarti.
"Silahkan lanjutkan pak" ucap Heechul dan duduk manis menatap sang guru yang menatapnya takjub dan penuh rasa terima kasih.
"Baiklah sebelum kita memulai pelajaran bapak akan memberitahukan jika mulai hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, ayo masuklah dan perkenalkan dirimu" ucap sang guru melambaikan tangannya dan mempersilahkan pemuda bersurai gelap itu memasuki kelas, Kyuhyun sedikit terhenyak menatap kepada seorang pemuda dengan tato di wajahnya dan memiliki mata silver indah dengan postur tubuh yang mengoda mulai memasuki kelas namun bukan hal itu yang membuat Kyuhyun seakan melihat langit runtuh di atas kepalanya, pemuda itu entahlah rasanya Kyuhyun pernah melihat wajah familiar pemuda itu.
"Ayo perkenalkan dirimu"
Pemuda bersurai gelap itu menatap wajah-wajah asing di dalam kelasnya yang balas melihatnya dengan tatapan penasaran yang kentara namun manik silvernya berhenti tepat di mana Kyuhyun berada, manik silver itu menatap intens ke dalam iris selelehan karamel milik Kyuhyun. "Perkenalkan namaku Kim Kibum, aku pindahan dari Jepang mohon bantuannya" ucap Kibum dan menundukan kepalanya singkat.
"Baiklah Kibum kau boleh duduk di bangku kosong yang ada di belakang Baekhyun, Baekhyun angkat tanganmu" ucap sang guru pada pemuda yang terlihat tersenyum seraya mengangkat tangannya.
"Oh ya Kim Kibum sbelumnya di sekolah ini memiliki beberapa peraturan dan siswa di sini dilarang memiliki rambut panjang dan membuat tatto di bagian tubuh manapun kau mengerti bapak harap kau segera membenahi penampilanmu besok" ucap sang guru. Kibum menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap sang guru, memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya angkuh menatap sang guru dengan tatapan tajam mengintimidasi.
"Begitukah~sepertinya kau harus bertanya kepada kepala sekolah dan mengklarifikasi peraturan itu songsaenim" ucap Kibum datar dan mengacuhkan sang guru yang melongoh terkejut melihat sikap angkuh Kibum namun apa daya Kibum terlalu menakutkan untuknya. Berbeda dengan ekspresi semua murid wanita yang melongoh takjub bahkan di lady Hee terlihat terpesona dengan sosok menawan itu. Kibum menoleh sekilas kearah Kyuhyun yang sama menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan dan kembali berjalan menuju bangkunya.
TBC
Untuk selanjutnya lizz akan update satu2 fic sesuai dengan mood lizz dan lizz akan update dua hari sekali oke dan selama bulan Ramadhan lizz bakal batasi update ff dengan genre dewasa dan akan mulai menulis cerita dewasa setelah Ramadhan. Oke akhir kata REVIEW please.
