Snow..
Desember..
"Jonginnie, pegangan yang benar chagi, kau bisa jatuh.." Sehun memandang Kai yang sedari tadi memilih milih lagu di i-phone nya. Headset kanan dipakainya sedang headset kiri terpasang di telinga Sehun. mereka barusaja pulang dari TTS SHS. Sehun mengayuh sepedanya dengan santai, Kai duduk didepannya (diantara kursi pengayuh dan setang kan biasanya ada sambungan lurus yang biasa buat bonceng depan itu looo..yang khusus sepeda cowok biasanya ada). dan itu terlihat seperti pemandangan romantic bagi para fujoshi.. khe..khe..
"Ne.." Kai tersenyum manis meski Sehun tak dapat melihatnya. Kai segera memegang setang sepeda bagian tengah. Rambut pirang milik Kai diterpa angin membelai wajah Sehun dibelakangnya. Membuat Sehun menutup matanya sesaat meresapi lembut dan wangi rambut namja-nya itu.
"Sehun awas, kita akan menabrak bunga aster!" Kai memekik imut. Sehun membuka matanya dan segera membenarkan jalur sepedanya.
"Itu masih setengah meter dari kita Jonginnie.." Sehun mengusak rambut pirang Kai sayang.
"Hehe" Kai hanya tertawa garing.
"Oppa!" seorang anak JHS terlihat seperti memanggil Sehun dan Kai dari depan yeoja itu menghadang jalan. Sehun terpaksa melakukan rem mendadak dan memeluk Kai dengan sigap dan erat saat Kai hampir terjelembab kedepan.
"Ada apa kau bocah? Kau hampir membuat Kai ku terluka" Sehun memandang sinis anak perempuan berambut lurus itu.
"Aku Sulli, aku.. menyukaimu oppa, sejak kau sering melewati kompleks TTS School.. maukah oppa menjadi namjachingu ku?" Sulli, anak dengan lencana class C IX TTS JHS itu menyodorkan sesuatu pada Sehun. coklat berbentuk hati berbungkus mika transparan berpita merah, terlihat amat indah dan mewah. Dari aksesoris Sulli, dapat dilihat bahwa Sulli adalah anak terpandang. Sehun sendiri melihat beberapa anak laki-laki yang berkerumun bersembunyi dibalik tembok TTS JHS mengamati Sulli. Wajah mereka terlihat kecewa.
SREET.. Sehun mengambil coklat itu dari tangan Sulli. Sulli segera mendongakkan kepalanya kemudian memandang kearah Sehun dengan senyum mengembang.
"Untuk kalian!" Sehun berteriak kemudian melempar coklat itu pada kerumunan namja dibalik tembok. Sulli memandang arah coklatnya melayang dan jatuh.
"Hei itu punyaku!"
"Tidak! Punyaku!"
"kemarikan!"
"Kau yang berikan!"
"Ini buatan Sulli ku!"
"Enak saja mengaku! milikku tahu!"
Kumpulan namja TTS JHS itu berebut mendapatkan coklat buatan Sulli.
Kemudian Sulli memandang nanar kearah Sehun.
"Kau padahal sudah tahu kalau aku sudah berpacaran dengannya.." Sehun menunjuk pipi kiri Kai dan menusuk-nusuk pipi Kai yang sedang mem-pout kan pipinya imut karena Kai sulit mencerna kejadian dihadapannya, sedaritadi Kai bertanya apa yang sebenarnya terjadi tapi diacuhkan (Kelewat pinter.. tapi masalah cinta.. miskin pandangan!)
"Ta.. tapi oppa…" Sulli merengek.
"Kau sulit diberi tahu ya.." Sehun menarik dagu Kai untuk memalingkan wajah kearahnya. Kemudian..
CHU~!
APA? SEHUN MENCIUM NAMJA MANIS BERNAMA KIM JONG IN DIDEPAN UMUM?
Tik-tik-tik-tik-tik.. (lama bener bang.. -_-'' )
"Eungh.. emh.. angh.. Se..S.. Sehunnah.." Kai mendesah diantara aktifitas berciuman bersama pangerannya yang seenak jidat merape nipplenya dari luar(?)
"Oppa.." Sulli menangis.
Setelah itu Sehun terpaksa melepas ciumannya karena Kai yang memukul ringan bahunya karena kai kehabisan oksigen.
Wajah Sehun terlihat tidak rela saat ciuman itu terlepas. Kai hanya dapat menundukkan kepalanya, tanggannya masih setia mengalung dileher Sehun. ia sembunyikan kepalanya di dada bidang Sehun. Sehun mengusap punggung Kai dengan lembut.
"Kau sudah tahu betapa aku mencintai namja tan ini kan? Kalau begitu jangan pernah muncul dihadapanku.. arra" Sehun terdengar seperti memerintah.
"Oppa.." Sulli menutup bibirnya shock.
"Dan jangan panggil aku Oppa.. kau tahu, meski tinggiku 188cm dan tinggi istriku ini 187cm, aku dan istriku ini masih berumur 10 tahun, kau amat tua dan terlalu pendek sekaligus jelek untuk jadi pendampingku, noona" setelah mengatakan itu Sehun langsung mengayuh sepedanya kembali meninggalkan Sulli yang terpaku disana.
"A.. AAPA? DIA? MEREKA BERDUA? Jadi..?! tua aku 4 tahun? Huaaa! Umma! Aku tua sekali!" Sulli berlari menuju mobil pribadinya dan bergegas pulang kerumahnya.
"Chagiya.. turun?" sehun menawarkan Kai untuk turun karena mereka sudah sampai garasi bawah tanah gedung apatermen mereka.
"yeobo, kau mendengarku kan?" Sehun memandangi wajah Kai yang diam, matanya tidak berkedip sama sekali. Masih dalam posisi yang sama sejak Sehun selesai mencium sekaligus merapenya (?) tadi, tangannya setia mengalung di leher putih Sehun.
Sehun yang gemas segera memarkirkan sepedanya dan mengangkat Kai bidal.
Kai masih tidak sadar juga. Sehun pun akhirnya mengulum telinga Kai. Seme lapar (?)
"Angh.. anghh.. Se.. Sehun? ap.. apa yang kau.. aaah.." Kai bicara tidak jelas
"Akan ku buat kau mendesah dan sulit untuk bicara karena sedari tadi kau mendiamkanku chagiya.." Sehun berkata sambil menggigiti telinga Kai gemas.
##TBC##
Ini bukan cerita mesum oke.. jadi aku gak akan bikin NC di ff ini.. tenang aja.. hehe
Sehun dan Kai adalah anak dengan otak super yang sering bolos.. (?) karena selalu kencan tentunya.. (hehe)
Review please
