Warning: Typo(s), ooc(inside), Fem-masato
Pairing: Ren x Masato
Rated: T
Saya hanya pinjem character dari Uta no Prince sama aja
Happy reading~
Don't like don't read!
Chapter 2;
Setelah upacara penerimaan murid baru selesai, Masato segera berjalan menuju kelasnya (Author gak nyebutin kelasnya-_-)
Saat ini suasana kelas cukup ramai dengan murid-murid yang saling berkenalan satu sama lain. Sementara Masato sendiri tidak ambil pusing, ia langsung duduk menuju bangku yang letaknya berseblahan dengan jendela. Ia tidak peduli dengan murid-murid lain yang mulai berbasa-basi –hal yang selalu dilakukan saat mereka baru saja mengenal.
Tidak lama setelah itu, bel masuk telah berbunyi. Semua siswa yang sedari tadi berkeliaran, kembali ketempat duduk mereka masing-masing.
Masato menyangga dagunya dengan salah satu dari tangannya sembari melihat keluar jendela. Dia memang tidak suka bersosialisasi.
Dan secara tiba-tiba, suasana kelas berubah menjadi ricuh. Bahkan sangat ricuh. Atau secara spesifiknya, para gadis-gadis yang ada dikelas ini berteriak-teriak-kecuali Masato tentunya. Memangnya kenapa mereka bisa berteriak-teriak'sih?
Dan itu membuat Masato jengah. Ia menoleh, melihat beberapa gadis-gadis yang ada dikelasnya melihat kedepan kelas dengan pandangan terkesima dan berbinar-binar. Memangnya apa yang membuat mereka seperti itu?
Dan pandangan Masato berlaih pada sosok tiga pemuda yang –mungkin- membuat gadis-gadis disekolah ini berteriak-teriak. Iris sapphire Masato bertemu dengan iris biru langit dari pemuda berambut jingga –salah satu dari ketiga pemuda tersebut.
Masato terbelalak, mendapati sosok pemuda berambut jngga tersebut. Dia…
Bukankah dia adalah pemuda yang ia temui ditaman belakang? Dan pemuda itu'lah yang menunjukan ruang auditorium.
"Pagi semua~" sambut pemuda berambut blonde dengan senyum manis yang membuat para gadis-gadis semakin ricuh. Pemuda itu memiliki rambut blonde dengan iris emerald yang terbingkai oleh kacarmata.
"Setelah kalian mengikuti upacara penerimaan siswa baru, kami akan menemani kalian selama 2 hari ini untuk mengenal sekolah ini. Atau bisa disebut dengan masa orientasi" pemuda berambut raven menambahkan.
Semua gadis-gadis yang ada disana mengikuti penjelasan dengan baik, atau bisa dibilang mereka sedang mengamati wajah ketiga pemuda tampan tersebut?
"Perkenalkan, namaku Ichinose Tokiya. Kami adalah osis disini" ujar pemuda berambut raven tersebut.
"Aku Shinomiya Natsuki~" pemuda berambut blonde itu tersenyum ceria.
"Jinguji Ren" dan pemuda berambut jingga itu akhirnya angkat bicara juga, dan itu membuat seisi kelas menjadi ricuh. Beberapa gadis disini nosebleed, melihat ketampanan ketiga pemuda itu.
"Sudah, semuanya harap tenang. Baiklah, Ren, kau yang mengabsen" ujar pemuda berambut raven yang bernama Tokiya tersebut. Sementara pemuda berambut jingga disampingnya, telah siap dengan daftar absensi ditangannya.
Sementara Ren memanggil nama satu per satu, Masato kembali memandang keluar jendela. Ia merasa tidak enak, karena sedari tadi ia merasa bahwa pemuda berambut jingga it uterus mengamatinya. Walaupun itu hanya sesaat.
"Hijirikawa Masato"
Dan dengan cepat gadis berambut biru tua tersebut mengangkat tangannya, dan menoleh kearah Ren yang sedang mengabsen namanya.
Kedua iris keduanya saling bertemu, membuat Masato blushing sendiri. Mungkin ia blushing karena Ren memandangnya dengan penuh arti?
Jeda sejenak, sebelum akhirnya Ren melanjutkan kegiatan mengabsennya itu. Sementara Tokiya dan Natsuki masih berdiri disampingnya. Tokiya berdiri dengan melipat tangannya didepan dada, irisnya mengamati satu per satu murid-murid disini. Sementara Natsuki sibuk melambaikan tangan sambil tersenyum ramah pada gadis-gadis yang melambai kearahnya.
"Baiklah, sepertinya semuanya sudah masuk" ujar Ren setelah mengabsen semua murid disini. Ia lalu memberikan daftar absensi itu kepada Tokiya, sementara Tokiya menerimanya dengan wajah datar.
.
.
Kegiatan selama masa orientasi ini dilanjutkan dengan berkeliling sekolah.
Semua siswi-siswi disini tampak antusias, kecuali Masato yang hanya menanggapinya dengan wajah datar. Sementara para murid laki-laki yang lain –sama hal nya dengan Masato-, mereka tampak biasa saja. Beberapa juga menanggapinya dengan bosan.
"Ini adalah gedung olahraga" jelas Natsuki dengan senyum ramahnya.
Disampingnya berdiri pemuda berambut raven yang bernama Tokiya.
Sedari tadi mereka berdualah yang menjelaskan mengenai tempat-tempat yang ada disekolah ini. Dan tentu saja, barisan terdepan adalah para gadis-gadis yang ingin bersama dengan kedua pemuda tampan tersebut. Sementara Masato adalah satu-satunya gadis yang berada dibarisan belakang.
"Kau bisa tertinggal nanti" ujar Ren tiba-tiba berjalan disamping Masato.
Gadis berambut biru tua itu berjengit kaget, melihat kakak kelasnya yang berjalan disampingnya. Bukannya Ren seharusnya ikut menjelaskan didepan bersama Natsuki dan Tokiya?
"Ah, kau seperti sedang melihat hantu saja"
Kata-kata itu begitu familiar bagi Masato. Tapi kapan?
"Kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Masato dengan wajah bertanya. Ren tersenyum lembut, lalu mengangguk pelan. "Oh ya, aku ingat sekarang!"
Dan kata-kata Masato membuat Ren tersenyum cerah. Jadi gadis yang pernah ia temui 7 tahun yang lalu itu masih mengingatnya? Oh, betapa senangnya ia sampai…
"Kau pemuda yang kemarin'kan? Jadi itu kenapa kau bisa dengan –seenaknya- beristirahat, karena kau osis?"
Ren tersenyum, walaupun didalam hatinya harapannya telah pupus. Karena Masato masih belum mengingat dirinya. Apa gadis berambut biru tua itu benar-benar Masato? Tapi jika bukan, kenapa nama kedua gadis itu begitu mirip? Selain itu keduanya juga mempunyai wajah yang mirip.
"Oh ya, terimakasih untuk yang kemarin" ujar Masato dengan wajah tertunduk karena malu.
Ren tersenyum, "Jika kau tidak tau jalan, lebih baik dengarkan baik-baik penjelasan didepan. Apa kau mau tersesat lagi, Lady?" Ren bertanya dengan nada menggoda, sementara Masato sendiri menanggapi dengan wajah dingin.
"Kenapa kau selalu saja memanggilku 'lady'?" tanya Masato dengan wajah –sedikit- sebal. Walaupun wajah Masato tetap datar, tapi ia tau bahwa gadis itu sedikit sebal dengan pertanyaannya.
"Karena kau mirip dengan seseorang"
"Siapa yang kau maksud? Apa dia benar-benar mirip denganku?"
"Iya, dia sangat mirip denganmu. Hanya saja, saat itu umurnya mungkin masih 10 tahun"
"Siapa dia?"
"7 tahun yang lalu aku bertemu dengannya disuatu pesta dan setelah itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Walaupun begitu,… aku masih dapat mengingat namanya, tapi jika aku memberitahumu…" Ren menggantungkan kalimatnya.
Masato menaikkan sebelah alisnya, memandang Ren dengan wajah yang penasaran. "Kenapa jika memberitahuku?" tanya Masato penasaran.
"Bukankah kita baru saja berkenalan, lady? Kenapa kau jadi ingin mengetahui gadis yang kau sendiri tidak perlu tau?" Ren bertanya dengan seringai menggoda.
Dengan cepat, Masato memandang lurus lagi. Dibalik semua itu, sebenarnya Masato ingin menyembunyikan rona pada wajahnya karena Ren memanggilnya dengan sebutan 'lady'.
"Ya teserah kau saja. Tapi yang jelas, aku tidak punya saudara kembar jadi…" Masato memberi jeda sejenak. "Aku sedikit penasaran seperti apa gadis yang kau maksud mirip denganku itu" lanjutnya.
"Aku mungkin akan cerita siapa dia sebenarnya… tapi nanti"
Masato menoleh kearah Ren yang tersenyum. Tapi Masato tau, senyum itu seperti senyum pahit. "sebenarnya kau mencintai gadis itu?" tanya Masato dengan wajah innocent. Ren yang mendengar pertanyaan Masato, membuat iris biru langitnya terbelalak.
"Kenapa kau beranggapan seperti itu?" tanya Ren dengan wajah –yang tanpa disadari oleh Masato- sedikit merona.
"Dari caramu bercerita tentangnya, mungkin?"
Ren berpikir sejenak. Apa benar dia memang mencintai Masato yang dulu ia temui? Jika tidak, kenapa dia selalu memikirkan gadis itu hingga saat ini?
'Apa aku mencintainya?' batin Ren.
Jika itu benar, siapa gadis disampingnya? Apa dia Masato yang dulu ia kenal? Dan alasan satu-satunya yang membuat Ren tidak yakin adalah…
'Kenapa Masato tidak mengingatku?'
.
.
.
TBC
Chapter 2 selesai juga
Gomen ceritanya pendek banget, akhirnya juga nggantung. (Habisnya author kehilangan ide dan cara satu-satunya hanya dengan tbc-_-)
Oke, terimakasih buat yang udah baca. Jangan lupa review nya
