Tittle: Relationship Between Giant and Sky
Main cast: Baekhyun, Chanyeol
Pairing: Chanbaek
Genre: romance
Rated: T+ (or semi M?)
Note: this is YAOI or boys love. Dont read if you dont like :)
.
.
.
"Hyung? Apa kau sudah siap?"
Baekhyun dengan cepat mengemas dompet dan beberapa peralatan yang biasa ia bawa ke dalam tas saat sehun memasuki kamarnya. Tangannya meraih jaket jeans berwarna biru miliknya lalu mengenakannya.
"Sebentar lagi, aku belum menemukan ponselku. kau keluarlah lebih dulu"
Sehun hanya mengangguk lalu keluar seperti perintah Baekhyun. Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Kemana ponsel sialannya itu? Sebelumnya Baekhyun tak pernah khawatir karena selalu ada Chanyeol, pria itu sangat hafal dengan sifat pelupa Baekhyun.
Baekhyun tahu betul jika berjauhan dengan Chanyeol bisa membuat dirinya sekacau ini. Karena memang bukan untuk yang pertama kalinya kekasih rahasianya itu melakukan proses shooting di luar negeri dan jauh dengan dirinya.
Baekhyun bisa saja meminta tolong member lain untuk menelepon ponselnya, tetapi sialnya ponsel itu dalam mode silent. Baekhyun mengobrak-abrik selimut dan boneka-boneka rilakkuma pemberian Chanyeol diatas ranjangnya. Tapi nihil, ponsel bercasing hitam dengan motif hati berwarna merah kesayangannya itu belum kunjung memunculkan wujudnya.
"Ayolah ponsel.. tidak bisakah kau mengatakan dimana dirimu?"
Yakinlah, jika itu benar-benar terjadi maka kau yang akan lari terbirit-birit, Byun.
Saat ia hampir menyerah, matanya menangkap pintu kamar mandi yang terbuka. Ah! Bagaimana ia bisa sangat pelupa? Pria manis itu segera melesat ke dalam kamar mandi dan ternyata benar, ponsel itu tergeletak disamping wastafel. Ia lupa meninggalkannya disini saat mengirim pesan pada Chanyeol tadi. Mengapa mengirim pesan di kamar mandi? Karena Baekhyun melakukannya sembari melakukan aktifitas paginya di atas kloset kamar mandi. Yeah, you khow what i mean.
"Hyung sebaiknya kau cepat—"
"Aku siap! Aku sudah menemukannya!"
Sehun hanya menggeleng pelan menatap Baekhyun yang dengan semangat mengangkat ponselnya tinggi-tinggi, seperti telah menemukan harta karun yang berharga saja. Oh, tentu saja berharga. Ketika tidak ada Chanyeol disampingnya, maka ponsel menjadi sangat berharga karena hanya benda itu yang dapat membuatnya mengetahui kabar Chanyeol disana.
Sehun mengikuti Baekhyun yang sudah keluar dorm mereka lebih dulu. Baekhyun telah duduk dengan manis didalam van, disamping jendela. Baekhyun selalu memilih tempat disamping jendela jika tidak ada Chanyeol. Karena kekasihnya itu tidak akan memperbolehkannya duduk disamping jendela, entah itu di pesawat, bus, atau mobil seperti ini dengan alasan keamanan dirinya. Terkadang Baekhyun rindu dengan sikap overprotective pria itu.
Van telah berjalan, Sehun heran dengan tingkah Baekhyun yg cepat sekali berubah. Tadi ia tampak bersemangat, tapi kini wajahnya tertekuk kembali.
"Chanyeol hyung masih belum memberimu kabar?"
Baekhyun menggeleng pelan. Jawaban Sehun tepat sasaran. Tidak, tidak ada yang tahu hubungan spesial antara Chanyeol dan Baekhyun. Sehun dan member lainnya hanya tahu mereka bersahabat, sangat dekat. Dan semua sudah tahu kebiasaan kedua pria bertahun lahir sama tersebut, jadi mereka tidak terkejut, heran ataupun curiga dengan perilaku keduanya.
"Belum, aku takut terjadi sesuatu dengannya sehun-ah"
"Hmm.. kau tahu kan dia shooting di hutan, hyung. Jadi mungkin saja disana tidak ada signal kan?"
Kepalanya kembali mengangguk-angguk sembari bibirnya mengerucut lucu. Sejak keberangkatan Chanyeol ke brunei, pria itu belum membalas satupun pesan darinya. Dan itu membuatnya sangat cemas.
"Kau benar.. tapi tetap saja aku khawatir."
"Kau tenang saja, Chanyeol hyung bisa menjaga dirinya dengan baik, hyung."
"Tapi dia sangat ceroboh"
Baekhyun membuka kaca disampingnya saat van yang mereka naiki berhenti di traffic light. Matanya terpejam menikmati hembusan angin dari luar. Kepalanya mendongak keatas, hari ini sangat cerah, langit berwarna biru muda dengan gumpalan-gumpalan awan putih yang bergerak teratur.
Tentang awan, Baekhyun ingat saat Chanyeol menggambarkan dirinya sebagai awan. Ia pun tak tahu mengapa pria itu beranggapan seperti itu. Ia berjanji akan bertanya tentang hal itu ketika Chanyeol pulang.
Mata Baekhyun melebar saat melihat diatas langit terdapat sebuah awan besar berbentuk menyerupai.. gajah? Baekhyun jadi teringat saat dia mengatakan ingin melihat gajah, Chanyeol pun berpura-pura menjadi gajah dan membuat gestur belalai menggunakan tangan untuk menghiburnya. Ahh.. Baekhyun benar-benar dilanda kerinduan saat ini.
Dilihatnya sekali lagi awan itu. Sebelum awan itu berubah bentuk, dengan cepat Baekhyun mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya lalu memotret awan berbentuk gajah tersebut.
"Kau membuang waktumu untuk memotret awan? Lebih baik kau mengambil gambarku saja, hyung"
Baekhyun mencibir saat melihat Sehun yang berpose disampingnya.
"Awan itu lebih lucu dari wajahmu hahaha"
Baekhyun mengabaikan Sehun yang cemberut karena ucapannya barusan. Setelah sedikit mengedit gambar itu, Baekhyun memutuskan untuk mengunggahnya di akun Instagram miliknya.
Baekhyun diam-diam melirik ke arah Sehun, memastikan pria itu tidak sedang memperhatikannya. Setelah dilihatnya Sehun sedang berselca-ria, ia lalu segera mengirim Direct Message pada akun instagram Chanyeol.
Pria berwajah manis itu mengirim foto selca mereka berdua lalu mengetikkan pesan dibawahnya
'Aku merindukanmu.. bahkan apapun yang kulihat tampak seperti dirimu saat ini. Beri tahu aku bahwa kau baik-baik saja disana secepatnya okay? I love you my elephant!"
Baekhyun tersenyum senang saat pesan itu telah terkirim. Van kembali berjalan, Baekhyun menutup lagi kaca mobilnya lalu bersenandung pelan.
"Kau benar-benar aneh. Kau gelisah karena kehilangan ponsel, lalu kemudian bersemangat, tak berapa lama kau tampak lesu, dan sekarang kau bahagia lagi. Sepertinya obatmu habis, hyung."
Dan Sehun hanya dapat mengaduh saat sedetik kemudian sebuah jitakan mendarat di kepalanya.
.
.
.
Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan senyum merekah. Hari ini Chanyeol akan pulang kembali ke Korea, dan ia tidak sabar menantikkan kedatangan kekasihnya tersebut.
Tangan kirinya mengusak rambut basahnya dengan handuk, sementara tangan kanannya meraih ponsel yg ia letakkan diatas ranjang. Ia menjatuhkan bokongnya disana lalu tersenyum semakin lebar saat melihat pesan dari Chanyeolnya.
'Hai baby? Aku sedang dalam perjalanan pulang saat ini. Bisa kau cek akun instagrammu?'
Baekhyun segera menyentuh ikon instagram di menu smartphone-nya setelah keluar dari fitur pesan singkat. Yang pertama kali ia lihat adalah menu Direct Message . Ada banyak pesan untuknya disana, tapi matanya langsung tertuju pada pesan dari Chanyeol. Pesan itu dikirim tiga jam yang lalu.
'Elephant? Sepertinya julukan darimu untukku bertambah lagi huh? Apakah awan itu tampak seperti diriku? Aku juga merindukanmu baby, aku baik-baik saja. Kau bisa melihat wajahku yang masih tetap tampan di postingan terbaruku'
Tampan katanya? Baekhyun rasa tingkat kenarsisan pria tinggi itu meningkat lagi. Tapi saat melihat postingan Chanyeol yang menampilkan dirinya sedang berpose menampilkan deretan gigi putihnya, ia setuju jika kekasihnya itu tampan—tidak, sangat tampan. Walaupun begitu, wajah tampannya tampak lelah, rambut hitamnya juga terlihat basah karena keringat.
"Apa wajahku terlihat sangat tampan disana?"
Baekhyun tersentak saat tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakangnya. Baekhyun buru-buru membalikkan badannya dan menemukan kekasih tercintanya berdiri di depan pintu kamar sambil merentangkan tangan.
"Chanyeol!"
Tubuh Chanyeol mundur beberapa langkah karena Baekhyun menubrukkan tubuh padanya terlalu kuat. Chanyeol terkekeh dan membalas pelukan pria manis tersebut.
"Miss me?"
"No." Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Chanyeol yang sedang memandangnya bingung. "But I miss you so fcking damn badly much"
Senyum Baekhyun mengembang, begitupun Chanyeol. Tangan Chanyeol terulur keatas, mengacak surai coklat Baekhyun. Melihat ada sesuatu yang berbeda, Baekhyun meraih jemari Chanyeol yang ada di atas kepalanya. Matanya membulat melihat jari kelingking kekasihnya yang terbalut plester
"Apa ini?" Chanyeol menarik tangannya, lalu menggaruk tengkuknya kikuk.
"Itu.. hanya luka kecil"
Baekhyun menatapnya datar dan menusuk. Chanyeol yang awalnya tersenyum kini memekik kesakitan akibat cubitan maut dari Baekhyun di perutnya. Ia mengusap-usap bekas cubitan itu dengan gerakan cepat.
"Kau memang benar-benar ceroboh"
Baekhyun memasang wajah marah, membuat Chanyeol menghela nafas berat. Diusapnya pipi kanan Baekhyun dengan lembut.
"Maaf, aku tahu aku ceroboh. Maaf sudah membuatmu khawatir hm? Tapi aku janji akan lebih berhati-hati lagi." Chanyeol mencubit ujung hidung Baekhyun hingga membuat lelaki manis itu mengerucutkan bibirnya. "Apa aku dimaafkan?"
Chanyeol tersenyum lega saat Baekhyun menganggukkan kepalanya manja. Yang lebih tinggi meraih kedua pipi yang lebih pendek, lalu mengecup keningnya sayang.
.
.
.
"Noona, kau mau membantuku kan?"
Chanyeol memberikan ponselnya pada Yoora—kakak kandungnya— yang kini menatapnya bingung.
"Membantu apa?"
"Membantuku agar terlihat keren"
Yoora memutar bola matanya malas, terkadang adik tersayangnya itu memang sedikit idiot dan menyebalkan. Karena jadwal sedang kosong, Chanyeol memutuskan untuk berkunjung ke rumah orangtuanya. Ayah dan ibunya baru saja berangkat bekerja, sementara kakaknya masih berada di rumah karena ia mendapat jadwal siaran sore hari ini.
"Lalu apa yang harus kulakukan dengan ponselmu?"
Alis Yoora bertautan melihat Chanyeol yang sibuk memakai topi dan mantel serta meraih tas koper yg berada diatas sofa rumahnya.
"Cukup rekam aku saja sampai aku bilang berhenti"
"Okay.."
Walaupun masih belum mengerti apa yang akan dilakukan adiknya itu, tapi pada akhirnya Yoora menyanggupinya. Ia sudah siap dengan ponselnya saat Chanyeol malah keluar ruangan.
"Kenapa kau malah keluar bodoh?"
"Nyalakan video recordernya mulai sekarang, noona!"
Terdengar teriakan Chanyeol dari luar sana. Sesuai permintaan sang adik, wanita berparas cantik itu menyalakan video recordernya dan mengarahkannya tepat pada pintu dimana Chanyeol keluar.
Sesaat kemudian Chanyeol memasuki kembali ruangan dengan cara.. tunggu, kenapa laki-laki itu berjalan mundur? Yoora semakin dibuat heran saat satu persatu benda yang tadi ia kenakan kini dilepas dan dilempar olehnya. Mulai dari tas, topi, dan yang terakhir adalah mantel. Yoora sebenarnya ingin tertawa, tapi ia menahannya dan tetap merekam adegan demi adegan yang dilakukan pria itu.
"Berhenti, noona"
Sedetik setelah ia men-stop rekaman itu, tawa Yoora meledak. Chanyeol mengacuhkannya dan meraih ponsel itu dari tangan kakaknya. Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa, dalam posisi tengkurap. Kedua bola mata besarnya fokus pada layar smartphone di tangannya.
"Itu yang kau sebut keren huh? Dengan berjalan mundur dan melempar seluruh barang-barang itu? Hahahahah"
Chanyeol melirik Yoora yang tertawa terbahak lalu kembali memusatkan pandangannya pada ponselnya kembali. Ia terlihat mengotak-atik sesuatu.
"Diamlah noona"
Chanyeol bangkit dari tengkurapnya, lalu mendekati kakak perempuan yang duuk di seberang sofanya itu. Ia mendekatkan layar ponselnya pada wajah Yoora, membuat wanita itu refleks memundurkan wajahnya. Mulutnya membulat saat melihat cuplikan video yang menampilkan adiknya itu sedang berjalan maju —tidak seperti tadi— dan tampak mengambil barang-barang di sekitarnya tanpa menyentuhnya. Tunggu, bukankah ini yang tadi direkamnya?
"Waah ini keren sekali. Kau seolah-olah memiliki kekuatan sihir. Bagaimana kau melakukannya?"
Chanyeol tersenyum puas. Yoora terus mengulang video itu, menurutnya itu benar-benar keren. Awalnya ia memang terpesona, tetapi beberapa menit kemudian ia menyadari sesuatu. Sepertinya ada yang aneh, apa kalian juga berpikir begitu?
"HAHHAHA Chanyeol-ah, bagaimana bisa kau menulis caption 'siap untuk pergi' sedangkan dirimu hanya memakai bokser? Kau serius akan keluar rumah dengan keadaan seperti itu?"
Chanyeol mencibir lalu merebut ponselnya dari Yoora. Bahkan Yoora masih saja terbahak saat Chanyeol sudah berlalu dari hadapannya.
.
.
.
Sebenarnya Chanyeol hanya ingin ikut-ikut Sehun saja. Si maknae itu beberapa waktu yang lalu juga mengunggah video dirinya yg seolah-olah memiliki kekuatan sihir. Hanya perlu merekam lalu membalikkan rekaman tersebut menggunakan sebuah aplikasi khusus.
Sepertinya Chanyeol kurang puas jika hanya melakukannya satu kali. Maka dari itu ia berpikir, cara apa lagi yang harus dilakukannya kali ini?
Ia memutar-mutar ponsel di tangannya dan menggerak-gerakkan kedua kakinya yang beralaskan sandal rumah, mencoba berpikir. Oh Chanyeol tahu!
Ia menyalakan video recorder dari ponselnya, mengarahkannya pada kaki kanannya yg menggantung di bawah sofa ruang tengahnya. Chanyeol menyentakkan kakinya, sandal rumah itu terlepas dan terlempar sekitar satu meter didepannya. Chanyeol menghentikan rekaman tersebut kemudian mengeditnya di aplikasi yg sama seperti yg sebelumnya ia gunakan.
Baru beberapa menit diunggah, video singkat itu lagi-lagi mendapat banyak perhatian dari para followersnya. Saking cepatnya likers dan comments bermunculan, Chanyeol tidak dapat membaca komentar-komentar itu satu persatu seperti biasanya.
Pria berambut hitam itu menatap jam dinding yang terpasang di dinding. Sudah waktunya ia kembali ke dorm. Setelah membereskan barang-barangnya, ia kembali menuju dorm dengan menggunakan mobil hitamnya.
Chanyeol berpapasan dengan beberapa member saat ia akan memasuki dorm.
"Aku pulang.. kalian akan kemana?"
"Oh Chanyeol, kau sudah pulang? Kami akan membeli makanan sebentar, apa kau mau menitip sesuatu?"
Chanyeol meneliti satu persatu teman satu grupnya itu. Hanya ada Jongin, Chen, Xiumin, Lay, Sehun.
"Tidak, tapi kemana Suho hyung, Kyungsoo dan Baekhyun?"
"Ada di dalam. Suho hyung hanya menitip pada kami, ia bilang ada beberapa hal yang harus ia kerjakan. Sementara Kyungsoo tidur." Jongin tampak menggaruk kepalanya sebelum kembali membuka suara. "Baekhyun hyung, entahlah sejak tadi ia ada di kamarnya. Saat kami mengajaknya, ia bilang tidak ingin ikut dan tidak ingin menitip apa-apa jadi kami pergi"
Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya lalu tersenyum tipis.
"Baiklah, kalau begitu aku masuk dulu. Kalian berhati-hatilah di jalan"
Ke-empat pria itu menjawab secara serentak dan pergi, sedangkan Chanyeol memssuki dorm dengan alis mengernyit. Ada apa dengan Baekhyun-nya? Setelah melepas jaket, topi, dan meletakkan tasnya, ia bergegas menuju kamar dimana Baekhyun berada. Ia mengetuk pintu itu, tapi tak ada jawaban. Jadi ia memutuskan untuk langsung masuk saja. Beruntung pintunya tidak terkunci.
"Baek?"
Chanyeol kira kekasihnya itu tidur, tapi ternyata tidak. Hanya bagian belakang tubuh Baekhyun yang nampak, karena lelaki itu sedang duduk diatas ranjang dengan menghadap ke arah belakang, membelakangi pintu sekaligus Chanyeol.
"Baekhyun?"
Chanyeol terkejut saat Baekhyun membalikkan posisi duduknya menghadap dirinya. Pria itu memandang Chanyeol dengan bibir mencebik sambil memegang ponselnya yang menyala.
"Baby? Apa yang terjadi padamu?"
"Kau."
Chanyeol mengangkat sebelah alisnya. Ia hampir menyentuh pipi lembut pria bermata sipit itu sebelum tangannya ditahan oleh Baekhyun.
"Kenapa denganku?"
"Kau tidak menjawab pertanyaan dariku.." Baekhyun semakin melengkungkan bibirnya ke bawah.
"Pertanyaan apa, sayang?"
Baekhyun tampak menyalakan screenlock ponselnya lalu mengarahkan layar ponselnya pada wajah Chanyeol.
"Bagaimana kau melakukan itu?" Chanyeol sempat kaget saat melihat postingan video instagramnya tadi di ponsel Baekhyun. "Aku bertanya padamu dua kali, tapi kau bahkan tidak membalas satupun komentar dariku.."
"Oh astaga.."
Chanyeol meletakkan ponsel itu di ranjang lalu meraih tubuh Baekhyun dan mendekapnya hangat. Senyumnya mengembang. Jadi kekasihnya marah karena ini?
"Maafkan aku. Kau tahu, banyak sekali komentar-komentar lain selain darimu. Sangat sulit mengetahui notification darimu, karena pemberitahuannya terus berjalan dengan cepat."
"Kumaafkan." Chanyeol melepas pelukannya lalu tersenyum manis menatap Baekhyun. "Tapi beri tahu aku bagaimana caranya kau melakukan itu"
"Baiklah.."
Baekhyun memperhatikan Chanyeol yang mengambil ponsel dari dalam sakunya, lalu mengarahkan lensa kameranya pada Baekhyun yang menatapnya bingung.
"Chanyeol, aku bilang ingin tahu caranya kau melakukan sihir itu, tapi kenapa kau malah merekamku?"
Baekhyun cemberut saat pria tinggi itu terkekeh. Chanyeol meletakkan kembali ponselnya lalu turun dari ranjang dan berjalan mendekati pintu. Ia mengunci pintu itu dari dalam, membuat Baekhyun mengerutkan alisnya bingung.
"Daripada menjelaskannya padamu, bukankah lebih baik kita mempraktekannya langsung?"
"Begitukah? Lalu apa yang harus kulakukan?"
Chanyeol kembali menaikki ranjang dan kembali menyorot Baekhyun dari lensa kamera ponselnya. Ia menatap Baekhyun dari dalam layar ponselnya, lalu berdehem pelan.
"Kau ingin melakukan seperti yang kulakukan di akun instagramku tadi?"
"Hm-hm" Baekhyun mengangguk dua kali. Tak menyadari seringaian dari balik bibir Chanyeol yang tertutup ponsel di wajahnya.
"Sekarang, lepaskan pakaianmu dan lemparkan ke sembarang tempat."
Baekhyun membulatkan matanya. Melepas pakaian katanya? Memangnya sihir ada hubungannya dengan melepas pakaian?
"M-mengapa harus melepas pakaianku?"
"Memang harus seperti itu, kau mau melakukannya atau tidak?"
"B-baiklah baiklah!"
Chanyeol mulai menyalakan video recordernya saat lelaki manis dihadapannya itu membuka kancing kemeja birunya satu persatu. Chanyeol tersenyum puas melihat seluruh kancing kemeja kekasihnya telah terlepas. Tapi senyumnya seketika menghilang saat Baekhyun dengan wajah memerah melepas kemeja itu lalu melemparnya ke belakang. Chanyeol meneguk ludahnya kasar. Sial.
"C-chanyeol, aku sudah selesai melepaskan pakaianku"
Seakan terhipnotis, Chanyeol masih memfokuskan pandangannya pada tubuh Baekhyun dari layar ponselnya. Kulit putih itu, entah mengapa terlihat sangat menggiurkan. Dan oh, tanpa sengaja matanya menangkap bercak merah yang hampir memudar di perpotongan leher sebelah kiri Baekhyun. Sepertinya itu karena perbuatannya beberapa hari lalu.
"Chanyeol?"
"Apa? Ah! I-iya sudah selesai."
Chanyeol menghentikan rekaman itu lalu bergeser mendekati Baekhyun.
"Cepat! Tunjukkan padaku bagaimana caranya!"
Chanyeol menjelaskan langkah-langkah untuk mengedit rekaman itu dalam sebuah aplikasi. Setelah selesai, Baekhyun hanya dapat melongo melihat rekaman dirinya yang sedang memakai kemeja yang tadi dilepasnya dengan tanpa menyentuh kemeja itu untuk mengambilnya. Seolah-olah terdapat magnet pada telapak tangan Baekhyun hingga kemeja itu datang dengan sendirinya pada tangannya. Wow, jadi ini hanya tipuan? Bukan sihir?
Baekhyun terlalu terpana, hingga tak menyadari Chanyeol yang tengah menatap lapar padanya. Baekhyun tersentak saat merasakan tengkuknya dikecup. Bulu kuduknya berdiri karena geli yang dirasakannya.
"C-chan.."
"Hmm?" Chanyeol tidak berhenti, tapi justru semakin menyerukkan hidungnya di leher Baekhyun, menghirup aroma favoritnya disana. Baekhyun menjatuhkan ponsel Chanyeol begitu saja diatas ranjang saat dengan tiba-tiba nipple kanannya disentuh oleh Chanyeol.
"Nggh apa yang kau lakukan chanyeol.."
Chanyeol menyeringai senang mendengar satu desahan lolos dari bibir Baekhyun. Pria itu dengan tidak sabar meraih wajah Baekhyun dan melumat kasar bibirnya. Chanyeol menelusuri perut rata Baekhyun menggunakan kedua tangannya dari belakang, lalu memainkan pusar lelaki itu menggunakan jarinya hingga membuat Baekhyun menggeliat.
Baekhyun membuka mulutnya, membiarkan lidah Chanyeol berkeliaran di dalam sana. Ia lagi-lagi melenguh saat Chanyeol memainkan kedua telunjuknya di sekitar nipple Baekhyun. Kekasihnya itu memutar-mutar jarinya ke sekeliling nipplenya, desahan Baekhyun tidak terkontrol lagi.
Chanyeol membalikkan tubuh Baekhyun menghadap dirinya. Baekhyun menatap sayu pada Chanyeol yang saat ini membuka kaosnya sendiri dengan tidak sabar.
Pria yang lebih tinggi kemudian meraih punggung yang lebih pendek lalu meraup nipple kanan Baekhyun menggunakan mulutnya. Dihisapnya dengan kuat hingga membuat Baekhyun memekik karena rasa sakit bercampur nikmat yang Chanyeol berikan.
"Ahh.. Chanyeol"
Baekhyun memegangi kepala Chanyeol yang bergerak liar di dadanya. Chanyeol benar-benar lihai dalam hal ini. Baekhyun merasa nipplenya benar-benar basah saat Chanyeol melepaskannya dari dalam mulutnya.
Nafas keduanya memburu dan saling bersahutan. Chanyeol meraih tangan Baekhyun, mengecupi telapak tangannya serta mengulum jemari lentiknya satu per satu. Baekhyun dapat melihat dengan jelas bagaimana Chanyeol menurunkan zipper celananya dan mengeluarkan penisnya yang demi apapun sudah sangat hard.
"Chanyeol.."
"Ya baby.."
Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan meletakkannya pada batang penisnya. Ia menggeram tertahan saat Baekhyun menggenggam penisnya dan meremasnya perlahan.
"Kurasa di kehidupanmu sebelumnya kau adalah seekor jerapah"
Baekhyun memijat penis Chanyeol dengan gerakan memutar, lalu dengan jahil menggelitiki lubang kencingnya menggunakan ibu jarinya.
"Uhh.. hhh beberapa waktu yang lalu kau bilang aku mirip gajah, dan sekarang jerapah? Mmh"
"Ya~ karena seluruh bagian tubuhmu saaangaaat panjang seperti leher jerapah, terutama ini"
"Ahh.."
Chanyeol mendesah saat tiba-tiba Baekhyun menunduk dan mengecup kepala penisnya. Baekhyun mendongak menatap Chanyeol yang juga menatapnya, lalu menyeringai. Dengan gerakan pelan, ia bangkit lalu menurunkan celana jeans beserta underwearnya hingga sebatas paha. Ia kembali menunduk dan sedikit menunggingkan tubuhnya, memamerkan bokong sintalnya.
Chanyeol tidak tahan untuk tidak meremas bongkahan daging menggiurkan itu. Ia meremasnya kuat hingga bokong Baekhyun memerah.
Sepertinya kesabaran Chanyeol sedang dipermainkan oleh Baekhyun. Kekasihnya itu dengan sengaja mengocok penisnya dengan cepat, sedetik kemudian berhenti, lalu kembali mengocoknya dengan cepat, dan sekarang berhenti lagi. Karena kesal, ia mendorong tubuh Baekhyun hingga telentang diatas ranjang.
"Terima hukumanmu karena telah berani menggodaku, Byun."
.
.
.
"Tidak."
"Ayolaaah~ sekalii saja aku ingin duduk disamping jendela!"
"Kubilang tidak. Kau boleh duduk disini, tapi di pangkuanku"
Baekhyun cemberut lalu dengan berat hati mendudukkan dirinya di tepat di samping seat Chanyeol. Tak mungkin kan ia duduk di pangkuan kekasihnya itu? Maksudnya, mungkin saja jika mereka sedang berada di kamar berdua. Ehm, tapi ini di pesawat. Sekali lagi, pesawat. Apalagi bukan hanya mereka yang menumpang di pesawat ini, tapi orang banyak.
Begitulah, kekasih raksasanya itu selalu tak mengijinkan dirinya untuk duduk disamping jendela. Padahal Baekhyun sangat suka melihat pemandangan di luar sana.
Baekhyun melepas sepatunya dengan kesal, lalu menggantinya dengan sandal khusus pesawat. Ngomong-ngomong tentang sandal, Baekhyun jadi ingat postingan instagramnya beberapa minggu yanh lalu tentang kakinya dan kaki Chanyeol yang juga memakai sandal pesawat.
.
.
.
[FLASHBACK]
.
.
Baekhyun memandangi kakinya dan kaki Chanyeol yang menggantung dibawah seat pesawat. Perjalanan udara mereka masih memerlukan waktu cukup lama untuk sampai. Biasanya, ia akan selalu mengganti sepatunya dengan sandal yang disediakan pesawat jika perjalanan yang ditempuh cukup lama. Selain karena gerah, ia juga tak mau kakinya menjadi bau karena kulitnya tidak bernapas dengan baik.
"Chanyeol, mengapa kau tak mengganti sepatumu dengan sandal sama sepertiku?"
Chanyeol menengok pada Baekhyun, lalu beralih ke kedua kakinya. Ia menggeleng dua kali.
"Sandalnya terlalu kecil untukku. Kakiku tidak muat disana"
Baekhyun terkikik. Tentu saja tidak muat, Chanyeol kan raksasa. Ia lalu meraih sandal yang tersedia untuk Chanyeol dan memakaikannya di kaki kekasihnya itu.
"Hahaha bahkan hanya setengahnya yang muat!"
Chanyeol hanya tersenyum menatap Baekhyun yang sedang terbahak. Hanya memandang wajah bahagia Baekhyun, entah mengapa sudah membuat dirinya merasa menjadi pria paling beruntung di dunia. Beruntung karena menjadi seorang kekasih dari pria manis di sampingnya, Byun Baekhyun.
Chanyeol terus menatap Baekhyun yang saat ini mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya. Laki-laki manis itu menarik kaki kiri Chanyeol, menyilangkannya dan kemudian menumpuknya diatas kaki kanannya.
"Silangkan kakimu seperti ini" Baekhyun menunjuk kakinya sendiri yang juga sedang menyilang. Baekhyun mendekatkan kaki kanannya pada kaki kiri Chanyeol yang sama-sama mengenakan sandal lalu memotretnya menggunakan ponselnya.
"Kau mengunggahnya ke instagram?"
Baekhyun menyengir lalu mengangguk. Ia mengaduh dan mengusap kepalanya saat Chanyeol menjitaknya.
"Beberapa waktu yang lalu kau mengomeliku karena terlalu sering mengumbar kedekatan kita di sosial media, dan sekarang kau melakukan hal yang sama. Apa kau mau kita go public sekarang juga? Aku ak—"
"Ssstt" Baekhyun meletakkan telunjuknya pada bibir Chanyeol hingga namja itu terdiam. "Ini lucu sekali, aku tidak tahan untuk tidak mengunggahnya. Tidak apa kan?"
Baekhyun menggunakan jurus andalannya lagi, membuat ekspresi wajahnya seperti anak anjing yang kehilangan majikannya di jalan. Chanyeol menghela nafas dan menatap gambar kakinya dan kaki Baekhyun di ponsel hitam itu. Chanyeol mengangguk. Pada akhirnya, ia kalah lagi.
.
.
.
[FLASHBACK END]
.
.
.
"Kau.. benar-benar seperti seekor gajah kkk"
Chanyeol menatap Baekhyun yang sedang terkekeh. Aneh sekali, beberapa menit yang lalu padahal dirinya sedang merajuk, tapi sekarang?
"Kau bilang aku seperti jerapah, kemudian gajah, lalu jerapah lagi, dan sekarang kembali ke gajah. Apa kau tidak tahu sebenarnya aku ini mirip Chanyeol?" Baekhyun menatap datar pada Chanyeol sebelum pria itu kembali melanjutkan bicaranya. "Ya, kau tahu kan Chanyeol? Idol tampan yang terkenal itu? Dia adal—argh!"
Dan ocehannya terhenti saat Baekhyun menjitak pucuk kepalanya. Well, sekarang impas.
"Adalargh? Apa itu bahasa barumu? Hahaha"
Chanyeol hanya melirik Baekhyun yang tertawa keras. Merasa kasihan, setelah puas tertawa ia mengusap pucuk kepala Chanyeol yang tadi dijitaknya.
"Jadi, aku ini apa?"
"Kau.." Baekhyun terdiam sejenak, berpikir. "Raksasa"
"Raksasa?"
"Ya.. karena kau tinggi dan juga.. ehm besar."
Entah penglihatan Chanyeol yang bermasalah atau apa, tapi ia merasa melihat semburat merah di pipi Baekhyun. Baekhyun, apa kau sedang memikirnya sesuatu yang 'besar' itu?
"Jerapah hanya tinggi tapi tidak besar, sementara gajah hanya besar tapi tidak tinggi. Jadi.. kupikir raksasa cocok untuk menggambarkan dirimu"
Chanyeol terkekeh lalu mengacak gemas surai coklat Baekhyun. Kekasihnya itu, mengapa begitu menggemaskan? Bagi Chanyeol, apa saja yang Baekhyun gambarkan tentang dirinya, semuanya terlihat menggemaskan. Kadang Chanyeol berpikir, apakah Baekhyun adalah seorang siswi taman kanak-kanak yang terperangkap di tubuh pria berumur dua puluh tiga tahun?
"Jika kau raksasa.. lalu aku apa?"
Chanyeol mengangkat kedua alisnya, lalu mengarahkan kepalanya kearah luar jendela.
"Langit. Kau adalah langit."
Baekhyun mengernyitkan alisnya. Chanyeol selalu saja mengatakan jika dirinya adalah langit, tapi apa alasannya?
"Mengapa langit?"
"Karena langit itu indah"
"Chanyeol.. please"
Chanyeol lagi-lagi terkekeh saat Baekhyun memutar bola matanya malas. Ia meraih ponselnya sendiri lalu mengarahkannya pada jendela pesawat, memotret langit beserta gumpalan-gumpalan awan yang terlihat cantik disana.
"Aku serius." Chanyeol tampak melakukan sesuatu pada gambar yang baru saja diambil lewat ponselnya tersebut. "Maksudku.. Langit adalah kehidupan, langit adalah kebahagiaan bagiku. Pernahkah langit terlihat buruk? Semendung dan segelap apapun, langit akan tetap mempesona dan menakjubkan, seperti dirimu"
Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Ia tidak tahu mengapa pipinya memanas hanya karena kata-kata cheesy Chanyeol barusan.
"Aku tidak akan bisa hidup tanpa langit, seperti aku tidak bisa hidup tanpa dirimu"
Baekhyun masih terdiam saat Chanyeol memberikan ponselnya. Disana terpampang akun instagram Chanyeol yang menampilkan foto langit yang barusan pria itu ambil. Baekhyun memperhatikan caption postingan itu yang tertulis di bawahnya. 'Beautiful Sky'. Apakah itu untuk dirinya?
"Jika aku adalah raksasa, maka kau adalah langitnya. Mengapa aku menjadi seorang raksasa? Agar bisa meraih dan memeluk langit, yaitu dirimu."
Kali ini Baekhyun tidak tahan untuk tidak tersenyum lebar. Diraihnya tubuh Chanyeol, lalu didekapnya dengan erat. Baekhyun mencium pipi kanan Chanyeol satu kali dan melepas pelukan mereka saat Chanyeol menepuk-nepuk punggungnya. Sebenarnya kenapa dengan Chanyeol? Bukannya membalas pelukannya, malah ingin melepasnya.
"Kenapa?" Baekhyun bertanya pada Chanyeol yang terus menatap ke belakangnya. Alisnya naik-turun, seperti ingin memberi tahu sesuatu.
Saat Baekhyun berbalik, ia dibuat terkejut dengan seorang pramugari yang berdiri tepat di samping mereka berdua. Dibawah hidungnya meleleh cairan berwarna merah, ia mimisan.
"H-hey, Are you okay?"
Baekhyun melambai-lambaikan telapak tangannya di depan wajah pramugari tersebut. Heran, Baekhyun menengokkan kepalanya pada Chanyeol karena wanita itu tidak juga memberikan respon. Chanyeol pun mengangkat bahunya karena heran pula. Chanyeol dan Baekhyun secara bersamaan tersentak saat tiba-tiba pramugari itu mengulurkan sebelah tangan pada mereka.
"H-hai... perkenalkan a-aku CBSHS"
"CBSHS?"
"ChanBaek Super Hard Shipper."
.
.
.
End
.
.
.
[BONUS]
.
.
"Baekhyun, sebenarnya aku sangat penasaran dengan tingkahmu akhir-akhir ini"
"Eum? Maksudmu tingkah menggemaskanku?"
Chanyeol memutar bola matanya, sedangkan Baekhyun hanya menyengir lucu.
"Pertama, kenapa kau suka sekali dekat dengan sehun? Bahkan kau mengelap keringatnya saat diatas panggung. Apa-apaan itu"
"Eeiiyy kau cemburu?"
"Kedua, tidak bisakah kau tidak memamerkan pada fans jika sedang dalam proses membentuk abs? Aku benar-benar ingin membunuh produser yang memberimu peran manly"
"Hey kau tidak—"
"Ketiga, apa maksudmu mengunggah video 'kursi pijat'mu kemarin? Apa kau ingin menggodaku?"
"Keemp—"
"STOP!"
"Bagaimana aku bisa menjawab jika kau terus mengoceh? Pertama, aku melakukannya karena sehun adik kesayangan kita, kau sendiri juga setuju dengan hal yang satu itu. Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak terlalu memamerkan kemesraan di hadapan publik?"
"Iya, tapi—"
"Kedua, please yeol. Itu hanyalah akting. Aku berjanji akan mengembalikkan tubuhku seperti semula jika proses shooting film ku sudah selesai. Aku tidak mungkin menolak kan? Ini kesempatan besar!"
"Okay, aku—"
"Ketiga, ya. Aku ingin menggodamu." Baekhyun menyeringai padanya sebelum kembali melanjutkan bicaranya. "Dan apa kau bilang tadi? Ada yang keempat? Apa itu?"
"Keempat, kenapa kau berhenti menggerakkan tubuhmu? Jika kau tidak menjalankan hukumanmu dengan baik, kalau begitu.."
"Apa? AKH! Chanyeol.. ahh~"
.
.
.
Waaa xD aku tahu postingan-postingan mereka udah lamaaa banget, sebenernya udah pengen lanjutin FF ini tapi karena kesibukan jadi ditunda dulu
Maaf kalau mengecewakan ^^
Ah iya, ada yang mau berbagi uname instagramnya? Yang mau asik-asikan sharing tentang Chanbaek, follow aku ya? icy_byun
Tenang aja, walaupun postingan aku bukan selalu tentang Chanbaek, tapi aku Chanbaek Super Hard Shipper! /niruin suara pramugari/? Terima kasih buat yang udah berkenan baca, fav, follow, dan review ff ini ya?
Salam CBHS!
