The Water's God Bride

By: Haruno Kagura

Don't like? Then, don't read!

"….." = berbicara

'…..' = berbicara dalam hati

Italic = flashback

Chapter 2:

Yang ia lihat hanya gelap, ia takut dengan apa yang terjadi dengannya. Apakah ia akan mati? Oh, dia tak mengharapkan itu terjadi. Sangat tidak mau. Dia hanya ingin memutar kembali waktu. Tapi, semua sudah terlambat. Dia sudah memutuskannya. Ini adalah takdirnya.

Cip.. cip…

Sinar matahari menyuruh Sakura untuk membuka kelopak matanya yang masih tertutup rapat. Iapun membuka matanya dan memperlihatkan iris emerald yang cantik. Yang ia lihat pertama kali lihat adalah seorang wanita berambut indigo dan bermata lavender, yang sedang melihatnya.

'Cantiknya…' pikir Sakura ketika melihatnya.

"Ahh, kau sudah siuman…" kata wanita itu lembut dan tersenyum.

Melihat tatapan bertanya dari gadis cantik dihadapannya ini, ia melanjutkan,

"Ah, namaku Hyuuga Hinata, aku dokter disini." Kata wanita itu –yang namanya- Hinata sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sakura.

Sakurapun menjabat uluran tangan itu dan berkata, "Namaku Haruno Sakura, senang berkenalan denganmu, Hyuuga-san." Kata Sakura dengan tersenyum manis, sampai Hinata terpaku dengan senyum cantik itu.

"Namamu cantik sekali, Haruno-san. Dan jangan terlalu formal panggil saja Hinata." Kata Hinata sambil tersenyum.

"Kalau begitu, kau panggil saja aku Sakura. Umm, ngomong-ngomong…. Aku berada dimana ya?" tanyannya ke Hinata.

"Tentu saja Istana Dewa Air." Kata Hinata sambil terkekeh, "Aah…, ayo ikuti aku ke sebuah ruangan untuk menemuinya."

Sakura hanya mengangguk dan mengikuti gadis depannya itu. Sakura melihat-lihat dan ia melihat suatu pohon sakura yang sama dengan rambutnya itu. Ia kangen dengan pohon sakura yang selalu ia duduki dengan Kurama. Pada saat ia terbengong-bengong, tiba-tiba ia bertubrukkan dengan punggung Hinata.

"Maaf…." Kata Sakura

"Ah.. tidak apa-apa kok. Hehehehe. Tunggu disini yaa…. Dia sebentar lagi juga datang." Kata Hinata

'Hah? Itu ucapan sampai jumpa?' kata Sakura dalam hati.

Beberapa menit kemudian….

'Sebentar itu kapan, sih?' gerutu Sakura dalam hati.

"Lebih baik aku keluar saja.." gumam Sakura pada dirinya sendiri.

Grekk…

Sakurapun memulai 'petualangan kecil'-nya. Ia menjelajahi setiap istana itu, dan akhirnya ia sampai di sebuah taman yang mempunyai sebuah pohon sakura dan danau kecil dengan air yang sangat jernih. Sakurapun melepas geta1nya dan mencelupkan kakinya di air danau itu dan mulai bermain-main di danau itu.

"Aku tidak tahu, kalau istri yang dipersembahkan kepadaku sangat suka berjalan-jalan." Tiba-tiba terdengar suara dingin dan dalam dari arah belakang Sakura.

Sakurapun menoleh dan mendapatkan seorang pemuda berambut emo dengan warna biru kehitaman dan mata onyx hitam yang datar. Sakura hanya menatap pemuda itu dengan perasaan takut.

'Apakah ini… seiryuu..?' tanyanya dalam hati.

"Ya, aku Seiryuu." Seolah ia bisa membaca pikiran Sakura, ia menjawab dengan datar, "Hahh… mereka mengirmkanku seorang istri yang begini ternyata. Aku tidak usah menurunkan hujan saja selama seminggu lagi." Lanjutnya.

Sakura yang mendengar itupun menjadi marah.

"Apa maksudmu!? Mereka sudah memberikanku kepadamu! Dan sekarang kau, tidak mau memberi mereka hujan selama seminggu lagi!?" kata Sakura dan berdiri, mata besarnya melihat pemuda itu dengan amarah bergejolak.

Set..

"Kau tidak ada urusan dengan masalah itu. Kau hanya manusia biasa dan aku adalah dewa. Kau tidak bisa memerintahku dengan seenaknya saja." Kata pemuda itu dingin dengan tatapan menusuk, tangan sakura dicengkramnya dengan kuat sehingga Sakura meringis.

Seketika itu juga laut air yang tadinya tenang menjadi liar dan guntur-gunturpun bersahutan. Sakura sangat ketakutan sampai tak bisa berkata apa-apa lagi. Mata emeraldnya terbelalak liar melihat pemuda itu.

"Kau mengerti itu, manusia?" Tanya pemuda itu sambil melepas tangan Sakura, dan airpun kembali tenang serta gunturpun mereda.

Sakura tidak bisa berkata apa-apa dan memegang tangan yang dicengkram oleh pemuda itu. Sakura hanya terdiam disana, tak bisa bergerak.

Dia pun melihat punggung tegap pemuda itu yang menghilang di air. Sakura hanya bisa terbengong.

#Tsuzuku-bersambung#

Author's Bacod Idea:

Sori ya, klo pendek… aku soalnya gak tahu idea pa lagi….

Hehehe, soriii…..

Please review^^