"Haahhhh, Ok. Tets-chan, Akashi-chan, aku merestui hubungan kalian."

Iris azure itu langsung membesar, begitu juga dengan iris crimson yang sedari tadi menatap inten si pemilik coral.

"Aku sudah berpikir ribuan kali sejak aku memergoki kalian waktu itu. Dan inilah keputusan ku. Tapi Sei-chan, aku tidak mau pertunangan kita…."

WUUUUZZZZZ…! Terdengarlah suara angin yang datang entah dari mana. (di dalam rumah kaca ada angin ya?)


OSIS Vs Daughter of evil

DISCLAIMER

Kuroko no basuke © Fujimaki Tadatoshi

OSIS Vs Daughter of evil © Ka-Chan.G

WARNING

OOC, OC, Typo, Garing, Super duper Gaje, EYD Ancur, Alur secepat 'Aquada', Etc.

.

.

.

Ok, Happy Reading~


Kata-kata terakhir gumi cukup membuat keheningan. Si pemilik iris azure tak henti-hentinya menatap gumi penuh dengan keheranan. Beberapa pertanyaan imajiner cukup memenuhi kepalanya.

Rumah kaca yang sengaja dibuat untuk membudidayakan bunga-bunga langka nan cantik, –dibuat sedemikian rupa dengan bahan-bahan kedap suara–yang baru akhir-akhir ini, dicetuskan oleh ketua osis sebagai–tempat pribadinya itu–menjadi tempat tontonan para penghuni sekolah.

Seringaian kecil terbit diwajah Akashi, menandakan kalau dia siap menjadi salah satu pemain di permainan yang dibuat gumi. Dia sudah cukup tau bagaimana sikap wanita yang telah menjadi tunangannya satu tahun ini. 'Mau membawa aku dan Tetsuya untuk ikut kepermainan kotormu, hah?'.

"Aku mengerti maksudmu, tetapi kenapa kau masih ingin mempertahankan pertunangan kolot itu. Sebegitunya kau menginginkan ku? Atau hartaku?". Pertanyaan yang tiba-tiba dilontarkan Akashi sontak membuat gumi menjadi geli, jijik dan jengkel.

Kuroko yang melihat perdebatan yang pasti tidak ada akhirnya ini membuat dia terdiam mematung, kakinya begetar, tangannya menjadi susah digerakkan, wajahnya terlihat tambah pucat.

Gumi tertawa geli. "Nyahahaha….Akashi-chan, apa kau lupa kalau Fujiwara's Emerald Corporation itu setara dengan Akashi's corporation?. Dan kau ingat, kan?; kalau setiap manusia pasti memiliki 7 kembaran di dunia. Dan jujur saja, sebenarnya aku tidak menginginkan mu Akashi Seijuurou-chan. Dan, aku juga bisa mendapatkan orang sepertimu, kalau aku mau, Akashi-chan." Ungkapan blak-blakan yang dilontarkan gumi benar-benar banyak memberi penekanan.

Kali ini aura gelap benar-benar menguar dari Akashi, menyelubungi disetiap sudut rumah kaca. Semua makhluk yang ada di luar pun dapat merasakan hawa ingin membunuh darinya dan membuat mereka bungkam. Akashi benar-benar marah. Diseberang sana, gumi menunjukkan ekpresi mencemooh yang luar biasa, senang dengan apa yang dia lakukan dan senang dengan apa yang dia katakan.

Sempat hening beberapa detik sampai gumi membuka suara. memecahkan keheningan dan memudarkan aura kelam dan aura ingin membunuh dari Akashi.

"Aku berjanji, demi persahabatan ku dengan tets-chan dan demi kelancaran hubungan kalian. Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian. Tapi kau harus ingat, Akashi-chan. Jangan pernah menghindariku dan jangan menghasut tets-chan untuk menjauhiku", Iris coral-nya yang sembari tadi terlihat berapi-api–karna terbakar semangat untuk mempermainkan Akashi–mulai dipadamkannya. Memperlihatkan iris coral yang begitu lembut namun menusuk.

" Kalau kau tidak mengindahkan peringatanku, kau pasti sudah tau apa yang akan aku lakukan, kan? Itu juga sebagai sumpahku". Jari kelingking sempat teracung di hadapan kuroko dan Akashi, Senyuman miring berganti dengan seringaian yang terlukis diwajah gumi dan menatap iris dwiwarna dengan tajam. Akashi menyeringai lebar.

Menghina, membantah, memerintah bahkan memperalat. Seumur hidupnya, baru kali ini, akashi menemukan wanita yang mempunyai nyali besar seperti gumi yang dapat melakukan itu semua terhadap dirinya. Akashi sempat merutuki dirinya dulu, karna dia menyetujui acara perjodohan yang disarankan oleh orangtuanya, dan yang sampai sekarang tidak bisa dia batalkan. Wanita yang selalu setara dengan dirinya dalam segala hal itu, benar-benar membuat akashi harus berfikir ribuan kali, sebelum Akashi mengatakan setuju dengan perkataannya.

Kuroko benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa kali ini, dia benar-benar ingin menjelaskan semuanya pada gumi, tapi entah kenapa, bibir mungilnya terasa terkunci rapat. Dia terbungkan sejak awal perdebatan kedua orang penting disekolahnya.

.

.


BRUK

Pemuda mungil bersurai babyblue sukses terpelanting sejauh dua KM–Eh, maksudnya terpental sejauh dua M dari tempatnya berdiri sebelumya dan sukses membuat pantatnya serasa memar karna membiarkannya mendarat duluan.

"Oi, Kuroko apa kau tidak apa-apa? Maaf, aku tidak melihatmu." ujar sipenabrak sambil mengulurkan bantuan pada orang yang ditabrak.

Kuroko menatap datar pria yang telah menabraknya. Pantesan aku terpental sejauh ini, yang menabrakku gajah afrika sih!, seru kuroko dalam hati dan langsung menerima bantuan dari sipenabrak.

"Kebetulan sekali. Apa kau tau dimana si wanita iblis itu, kuroko? Aku sudah mencarinya dimana-mana tapi tidak aku temukan. " Sipenabrak–Kagami Taiga–menggaruk tengguk lehernya yang tak gatal dengan wajah yang sedikit kesal.

Kuroko menatap tajam si alis double yang ada dihadapannya walaupun masih dengan wajah datar kebanggaannya. Tak punya niatan untuk memjawab pertanyaan beruang kutub didepannya, kuroko langsung melenggag kangkung untuk menjauh secepatnya dari kagami.

"O-oi. Kuroko, kau belum menjawab pertanyaanku." Kagami–dengan secepat kilat–langsung menarik tangan kuroko dan membuat kuroko menghentikan acara melenggang kangkunya–yang seper-empat detik lalu baru dinikmatinnya.

"Oi kuroko, aku bertanya padamu."

"Maaf, kagami-kun. Aku tidak tau siapa yang sedang kau cari." Seru kuroko dengan tatapan tajam yang sukses membuat kagami bergidik ngeri.

"M-maksudku, I-tu." Saking mengerikannya melihat kuroko yang–selalu berwajah datar–membuat exspresi yang bisa dikatakan limited edition ini, membuatnya benar-benar tidak bisa bernafas dan menelan saliva-nya secara sembrono sehingga membuatnya tersedak tak karuan.

"Maaf kuroko, maksudku wanita yang sering bersama denganmu."

"Gumi-san? Aku tidak tau, mungkin dia ada kegiatan klub."

"Klub?"

"Dia masuk ke klub Judo dan Silat sekitar 4 bulan lalau, mungkin gumi-san sedang berada disalah satu klub itu." Jawab kuroko dengan datar.

"Ck. Wanita iblis itu, selalu saja membuatku repot." Decak kagami kesal. Mungkin kuroko terlihat sedikit bingung, tumben banget makhluk astral didepannya ini mencari teman masa kecilnya. Yah, walaupun dia sudah tidak heran kalau gumi selalu dicari-cari sama orang. Tapi kali ini dia penasara, Antek dari Akashi-eh, maksudnya salahsatu anggota osis mencari gumi–dengan…wajah yang begiru marah(?)

"Kagami-kun, kenapa mencari Gumi-san?".

"Aku tidak tau, aku cuma disuruh si iblis merah untuk mencari si wanita iblis itu ". Jawab kagami sembari menggaruk tengkuk lehernya yang kali ini memang gatal –karna kurap(?).

"Hm, memang ada apa?"

"Mana aku tau, kau tanyakan saja pada si iblis merah itu. Kalau tidak ada pertanyaan lagi? Aku mau pergi dulu. Jaa." Belum sempat kuroko mejawab, kagami udah benar-benar melesat jauh.

'Akashi-kun memanggil gumi-san? Tumben sekali.'

.

.

.

TBC


Ndeeehhhhh….kok ceritanya gaje banget, yak. Mata Ka jadi perih karna baca ulang tuh cerita diatas /nyakar atap/

Maaf yak, kalau lama banget nih publish-nya, soalnya laptop ama komp Ka disita ama ayah pas 5 hari dari awal puasa...Rencananya Ka mau lanjutin pake Komp adek, tapi file-nya gak Ka copy ke flashdisk….jadi terpaksa gak dilanjutin ampe laptop Ka dikasih ama ayah 2 hari sebelum lebaran…tapi saat dikasih, Ka malah gak punya niatan untuk ngelanjutin…T^T /curhat/

Ka benar-benar gak tau harus nulis apa lagi untuk chap ke-3 nya…benar-benar gak punya ide untuk ngelanjutin. /gigit beton/

Udah lama banget publish chap 2, sekarang gak punya ide untuk kelanjutannya. Benar-benar gak–E tu de TI tu de S…T^T

.

.

.


.:: OMAKE ::.

JDAAK

"Oh. Tetsu, maaf aku tidak melihatmu. Mau aku bantu berdiri?" Tanya seorang berkulit tan yang tengah terengah-engah.

"Tidak perlu A-O-M-I-N-E-kun."

Aura kelam yang menguar dari makhluk mungil didepannya suskes membuat si kulit tan bergidik ngeri. GLUP. A-apa yang akan tetsu lakukan dengan kuda-kuda seperti itu? Bukankah itu, kuda-kuda untuk ignite pass andalannya? Apa salahku?

"T-Tetsu, apa yang mau kau lakukan?"

WUUUZZZZ

"Ck, tadi gajah afrikan sekarang malah beruang afrika. SEKARANG SIAPA LAGI YANG INGIN MENABRAKKU? TUNJUKKAN DIRIMU SEKARANG JUGAA..." Teriak kuroko dengan OOC-nya.

.

.

Review?