Bales dulu review ya? Nggak apa-apa kan? Hehe.

Li-chan SasuSaku: Hehehe iya cinta segi 4.

Ini udah apdet tapi maaf yah nggak cepet updetnya huhuhu.

Yosh! Review lagi yah?

zetta hikaru: salam kenal juga zetta-san iya ini bersambung kok! Review lagi yah.

Lucy Uchino: Makasih lucy-senpai udah mereview fic aneh buatan aku ini hehe yang bergaris bawah itu saya maksud untuk hal-hal yang pentingnya. Tapi ntar diperbaiki lagi kok Review lagi yah! Ditunggu.

Huicergo Montediesberg: iya saya author baru di sini jadi masih banyak penulisan yang salah hehe. Saya akan mencoba untuk memperbaikinya sebaik mungkin. Dan terimakasih buat review dan kritikannya yah senpai

Voila Sophie: iya boleh kok panggil gitu juga . Makasih sarannya yah senpai. Itu sangat membantu lho….

Dan review lagi ya ya ya?

Lina sukma sensasi: Linaaa akhirnya kau review juga fic ku ini makasih yah kawan review nya. Review lagi ya?

junjun yupps: iya junjun-san makasih udah review. Ini udah dilanjut. Review lagi yah!

cn blue 330: Ya dilanjut lagi kok ini kikin bukan?

Review lagi yah?

Juna-The dark of devil: Iya juna-kun ini fic buatan aku hehehe akhirnya orang sibuk kayak kamu mau jug abaca fic aku … makasih yah dan review lagi ya?

Okay.. Arigatou buat yang udah pada review review kalian sangat membantu saya untuk bisa melanjutkan fic gaje ini.

Author: Chintya Hatake-Chan

Disclaimer: NarutoMasashi Kisimoto

Pairing: Sasusaku, SasuHina, Narusaku, NaruHina, SaIno, NejiTen

Genre: Romance/Friendship/Angst

Original Idea By Chintya Hatake

Have you Enjoy It ….

Chapter 2: Club Jurnal Ilmiah

Sumarry: Sakura Haruno yang mencintai sasuke uchiha namun sasuke mencintai Hinata hyuuga dan hinata yang sejak kecil sudah menaruh hati begitu dalam pada namikaze Naruto sedangkan Naruto sendiri malah mengejar-ngejar cintanya Sakura. Bagaimana kelanjutan cerita mereka?

.

.

.

.

.

"Hati-hati nona." Orang yang bertubrukan dengannya tadi beranjak dari tempatnya dan menghampiri sang penabrak. Ia tersenyum memperhatikan deretan gigi rapihnya seperti biasa.

"Naruto!" Sakura berkacak pinggang kepada orang yang ditabraknya itu. Lelaki bertubuh atletis dengan kulit Tan dan berambut pirang bermata blue sky, mahasiswa jurusan psikologi sekaligus sahabat sakura sejak sekolah menengah pertama.

.

.

.

.

Naruto melambaikan tangannya di depan gadis berambut permen kapas tersebut. Sakura menepis lambaian tangan naruto.

"Kau menganggetkanku, Naruto." Ucap sakura seraya mengembungkan kedua pipinya dan itu malah terlihat semakin menggemaskan di mata Naruto.

"Nyehehehe Gomenne sakura-chan. Tadi aku terburu-buru jadi tidak melihatmu. Lagian kau juga tidak melihat jalan sakura-chan." Naruto berucap tanpa menghilangkan sedikit cengiran khasnya.

Sakura berjinjit untuk mencubit pipi naruto, naruto merintih kesakitan. "A..awhh saku..ra-chan …"

"jadi kau mau menyalahkanku naruto?" Tanya sakura galak.

"N…nggak sakura-chan.. a..aduh lepas sakura-chan! Tenaga mu besar sekali sih sakit tahu." Sakura pun melepaskan cubitannya dipipi naruto. "Huh! Kau menyebalkan naruto."

"Ehehehe ne ne Sakura-chan presentasimu bagus sekali." Ucap Naruto seraya tersenyum tulus. Mau tak mau sakura pun ikut tersenyum. "Arigatou…naruto".

March 06(Di belakang Taman Universitas)

13.25

Haruno Sakura tengah sibuk menerima beberapa telepon dari ponselnya. Sambil berbicara, ia memandang foyer di hadapannya. Setelah pembicaraan berakhir via teleponnya dengan Temari rekan di Club jurnal Ilmiah, ia memandangi jauh foyer luas di hadapannya. Sebuah hamparan bukit yang penuh dengan jajaran pohon dibawah sana.

Angin yang berhembus mengibarkan rambutnya. Ia merasakan kesejukan yang berbeda. Secara geografis, taman belakang konoha university terletak didataran tinggi dan memiliki cuaca terbaik dijepang-tidak pernag terlalu panas atau terlalu dingin-

Cuacanya sangat konstan dalam atmosfer yang menyejukkan.

Namun lagi-lagi acara pandang memandang foyernya harus terganggu dengan pemandangan yang baru saja terlihat oleh matanya. Seorang pria tampan berkulit putih dengan atasan kemeja putih dengan dua kancing atasannya yang dibiarkan terbuka, serta celana jeans berwarna hitam yang dikenakannya tampak indah dipakai oleh tubuh atletisnya tengah bersama seorang gadis cantik, berprawakan lembut dan dikaruniai mata bagaikan padang lavender memiliki rambut hitam kebiruan yang tergerai panjang dengan indah ditubuhnya.

Mereka nampak serasi sekali. Terlihat seorang pria sedang mencoba untuk membuat wanitanya tersenyum. Mereka terlihat sangat akrab. Yah mereka Uchiha Sasuke dan Hyuuga Hinata.

Sakura merasa sangat sakit melihat pemandangan di depannya. Seorang pria yang secara diam-diam ia kagumi, tengah bermesraan bersama gadis lain, yakni sahabatnya sendiri. Yah, sakura menyadari ia bukan apa-apa dibandingkan hyuuga hinata. Hinata mahasiswi cantik jurusan sastra, anak sulung dari keluarga ke-tiga terkaya setelah namikaze dan uchiha.

Gadis yang selalu mengejar-ngejar cintanya Naruto

"Damn…Damn…Damn… What I'd do to have you"

"Here…..Here….Here…. I wish you here…"

"Damn….Damn…Damn…. what I do to have you"

"Near….Near….Near… I wish you were here"

Sakura terlonjak kaget begitu ponselnya berdering. Ia melihat siapa ID Yang menelponnya.

Ino Calling…..

'Oh god! Ino pig.. Oh dia pasti ngomel nih' batin sakura. Ia pun menekan tombol Answer di Iphone Applenya itu.

"Halo, Pig?"

"FOREHEAD! KAU DIMANA? MAU KABUR HAH?"
'Tuh kan ngamuk' batin sakura. "Aku ada di taman belakang kok ino. Tenang saja aku tidak akan kabur kok. Okay aku kesana sekarang. Bye." Sakura cepat-cepat mematikan sambungan telephone dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut sekaligus meninggalkan 'pemandangan' yang bisa membuat dadanya sesak.

Sakura berjalan disepanjang koridor Konoha University, Sakura melewati sebuah pintu besar. Ia sekarang tengah berada di sebuah ruangan bergaya Khas Romawi. Langit-langit berupa panel-panel bertingkat dengan dua kaca yang bisa digerakkan secara otomatis sebagai ventilasi. Lantainya dari marmer berwarna natural. Pada sisi terjauh ruangan terlihat sebuah pintu lain yang menghubungkan dengan sebuah ruangan yang menghadap halaan belakang.

Sakura mengedarkan pandangan berkeliling. Funiture ruangan itu: satu set meja kursi dari bahan kayu berukir, sebuah meja sudut berbentuk oval dengan televisi sebesar 42 inci dan telepon disebelah kirinya. Sebelah kanannya ditempati oleh sebuah sebuah kalender duduk dengan lingkaran merah pada tiga tanggal yang tertera dan sebuah bendera jepang; berbentuk panel kecil, bawahnya berupa besi atau alumunium bundar. Sebuah almari kaca dengan deretan buku-buku dan sebuah meja bertingkat berbentuk setengah lingkaran. Tingkat satu terdapat tiga patung kecil, di tingkat dua berisi sebuah vandal.

Sakura berjalan menuju kursi kayu yang berukir tersebut dimana di sana telah duduk 8 orang teman-teman club Jurnal Ilmiahnya.

Di sebelah kiri terdapat neji yang sedang asyik membaca sebuah novel, di sisi kanannya ada shikamaru yang sudah terkantuk-kantuk dan nyaris akan tertidur jika saja temari tidak memukul kepala nanasnya itu.

Di bawah kursi tepatnya di atas karpet berwarna biru tua bermotif awan dan bintang ada kiba yang sedang menggaruk-garuk kepalanya akamaru, anjingnya. Di sebelah neji ada sai yang sedang asyik melukis dengan ino sebagai modelnya dan di sebelah temari ada naruto yang sedang mengutak-ngatik ponselnya Nampak serius sekali dan di sebelahnya ada shino yang asyik mendengarkan musik lewat headseat yang dikenakannya.

Semuannya terlihat dengan aktivitasnya masing-masing hingga suara teriakan ino mampu membuat mereka mengalih kan aktivitasnya sejenak. "Forehead! Akhirnya kau dating juga." Teriak ino dengan lantangnya, sakura hanya senyuman menanggapi teriakan sahabatnya itu. "Sakura-chan! Kau kenapa lama sekali sih? Aku bosan tahu!."

BLETAK..

"Berisik baka.!" Temari dengan sangat santainya memukul kepala naruto tanpa ada rasa belas kasihan sama sekali. Naruto mendengus kesal karena temari memukul kepalanya.

"Kau kenapa sih senang sekali memukul kepalaku? Kalau aku geger otak bagaimana hah?" naruto mengerucutkan bibirnya dan berdiri dari kursinya, berkacak pinggang di hadapan temari. Temari menjulurkan lidahnya kepada naruto.

Tanpa memperhatikan naruto lebih jauh lagi, mereka pun langsung berunding mengenai masalah yang terus-terusan terjadi akhir-akhir ini di club jurnal. Berlangsung hingga sore hari.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"kau yakin tidak mau pulang bersama kami, sakura?" Tanya temari sambil memasukan buku-bukunya yang berserakan itu kedalam ranselnya. Sakura tersenyum dan menggeleng lemah. "Gomen. Aku harus ke supermarket dulu, persediaan bahan makanan di apartemenku sudah menipis. Yah kalian tahu lah bagaimana tinggal seorang diri itu kan?" temari berjalan menghampiri sakura dan menepuk pundaknya gadis berambut permen kapas tersebut dan menyunggingkan senyumannya.

"Ya sudah kami pulang duluan yah? Tidak apa-apa kan sakura-"

"sakura-chan aku temani kamu yah? Boleh kan? Ya ya ?" belum sempat temari menyelesaikan ucapannya naruto sudah memotongnya membuat temari mendelik kesal kea rah bocah rubah itu.

"Ng.. tidak usah naruto, aku sendirian saja lagian bukannya sekarang kau ada acara naruto? Dan kalian gak apa-apa kok pulang duluan saja." Sakura tersenyum setelah mengucapkan kalimat tersebut. Sakura bukannya tidak senang bila teman-temannya mengkhawatirknannya hanya saja ia tidak bisa pulang bersama teman-temannya sekarang.

"ya sudah sakura-chan. Kalau ada apa-apa beritahu aku yah? Janji?" naruto mengacungkan kelingking di tangan kanannya dan sakura dengan senang hati mengngaitkan kelingkingnya.

"Ya janji."

Matahari sudah hampir tenggelam di upuk barat sana, suasana yang awalnya ramai kini menjadi hening dikarenakan teman-teman club jurnalnya sudah pulang sejam yang lalu meninggalkan sosok seorang gadis bermata emerald yang sedang mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen yang selalu telat tersebut seorang diri. Ia menggedarkan pandangannya ke seluruh penjuru , "Huh serem juga yah sendirian." Sakura pun membereskan berkas-berkasnya dan memasukannya kedalam tasnya. Saat sakura melangkahkan kaki keluar dari pintu besar ruangan tersebut, ia merasakan kegelisahan yang entah kenapa.

Husshh..

Brakk…

'Deg'

"Siapa di sana?"

-To Be Continue_

Next Chapter.

"Woy tunggu! Arghh"

.

.

"Kau kenapa?"

"Aku Mencintaimu, hinata."

"….."

"Jadilah kekasihku"

#Hihihihihi… gimana chapter ke duanya ini? Ngebosenin nggak? Apa masih ada penulisannya yang salah? Kasih tahu yah!

Yosh! Biar menanbah semangat masa mudanya Review Please?