DisConnect –chapter 2– [are you mad?]

"one! Two! One two three! Hah!" lalu Devi dan Gaby langsung memainkan gitarnya serta Jenny serta Lucy mengikuti, lalu Vivian langsung menggebuk drum nya dengan semangat, saat masuk bagian chika, ia sama sekali tidak bernyanyi, malah diam saja dengan muka kecewa.

"kenapa tidak nyanyi?" Tanya Lucy yang bingung

"tentu saja, permainan kalian masih parah" kata Narukami sensei yang masuk ke dalam ruang klub mereka.

"benar… kalian terlalu nge-rock" kata Chika dan semuanya langsung melihatnya dengan tatapan bingung

"maksud?" Tanya Jenny

"kurang imut…" jawab Chika

"mau bagaimana lagi… manusia-manusia gila seperti kita mana mungkin bisa bermain secara imut, tampil normal aja sudah suatu keajaiban" kata Vivian dan yang lain hanya ngangguk-ngangguk lemas saja

"sensei… ganti lagu saja" kata Chika

"loh? Bukannya kau yang pilih lagu?" Tanya Gaby

"minggu lalu sensei bilang dia saja yang memilih lagunya, jadi aku iya kan saja" kata Chika.

"baik! Ulang sekali lagi! Jangan malas-malasan! Festival 2 minggu lagi!" kata Narukami sensei dan semuanya hanya mengeluh lelah saja.

-malamnya-

"cih… kenapa lagunya tidak di ganti saja sih… mana mungkin kami yang beraliran Rock dan sebagainya bisa memainkan lagu itu… memang POP-ROCK sih… tapi… harus imut…" gumam Chika yang baru saja pulang dari mini market untuk membeli minuman dan beberapa alat tulis serta makanan pesanan Devi.

"miaw" terdengar suara kucing dari arah taman tempat Chika lewat

"kucing?" gumam Chika yang mendatangi kucing berbulu coklat yang ada di dekat bangku panjang.

"hei…kenapa kau di sini sendiri? Mana tuan mu?" Tanya Chka pada kucing itu.

"miaw"

"hee? Kau tersesat saat sedang bermain?"

"miaw miaw mia~w"

"hoooo… kau tahu di mana jalan rumah mu?"

"miaw"

"ah! Aku tahu tempat itu! Ayo aku antar!" seru Chika yang mengangkat Kucing itu dan keluar taman. Sedangkan paman yang kebetulan lewat situ sangat kaget dan bingung. Bagaimana ia bisa mengerti apa yang di katakana kucing itu.

-tak lama setelah itu-

Chika sampai di depan rumah yang lumayan besar tapi berkesan mewah sekali.

"kau yakin ini rumah tuan mu?" Tanya Chika pada kucing itu.

"miaw!" seru si kucing dengan mantap.

"baiklah…" kata Chika yang hendak memencet bel. –greeeeekkkk- . tiba-tiba pagar di depan Chika terbuka dan muncul sesosok lelaki berambut hitam dengan poni menyamping yang panjang, matanya besar dan tajam, dan mukanya tampan.

"e-eto… sumimasen… aku menemukan kucing ini di taman, dan ia bilang kalau ini adalah rumahnya, apa benar kucing ini milik anda?" Tanya Chika pada lelaki itu. Lalu lelaki itu melihat kea rah kucing coklat yang sedang Chika gendong.

"Soraaaaa!" seru lelaki itu tiba-tiba.

"Eh?" lalu lelaki itu mengambil kucing itu dari tangan Chika.

"kemana saja kau? Aku cari-cari seharian!" katanya sambil meluk-meluk kucing itu dan menggosokkan pipinya ke muka kucing itu.

"miaw" hanya itu yang di katakan kucing itu.

"jadi namanya sora… yokatta ne.. sora chan? Kau sudah menemukan rumah mu…" kata Chika pada kucing yang di panggilnya sora itu.

"nah… karena rumahnya sudah ketemu aku pulang ya… teman ku pasti sudah menunggu sambil ngedumel sendiri" kata Chika yang menunduk sedikit pada lelaki serta kucing itu.

-di tempat Devi-

"mana anak itu!? Cuma beli makanan di mini market yang hanya makan waktu 5 menit ke sana bisa sampai selama ini!?" dumel Devi sambil meremas-remas bantal kecil kesayangannya itu.

-balik lagi ke tempat Chika-

"aah.. matte kudasai" kata lelaki itu saat Chika hendak keluar.

"he? Nani?" Tanya Chika yang berbalik arah.

"mampir lah sebentar di sini, aku baru beli cake… ayo makan sama-sama sebagai tanda terima kasih karena sudah menemukan Sora ku.." kata lelaki itu dengan ramah

"e-eh? Ti-tidak usah! A-" ucapan Chika terpotong saat lelaki itu memegang kedua bahunya dan mendorong nya kedalam rumahnya.

"hai hai… jangan sungkan, ayo masuk" kata lelaki itu. Dan tanpa bisa melawan sedikit pun Chika terpaksa menerima ajakannya.

"sebentar ya.. aku siapkan cake nya dulu… kau tunggu di sini saja…" kata lelaki itu yang mendudukkan Chika di ruang TV nya.

"h-h-hai" kata Chika dengan gagap.

"nah… Sora, temani dia ya" kata lelaki itu pada kucingnya dan kucingnya hanya me-miaw pelan dan mendekati Chika.

"miaw" kata kucing itu

"he? Main? Oke! Kau mau main apa!?" Tanya Chika dengan semangat, sedangkan lelaki itu kedapur untuk menyiapkan cake nya.

"hahaha! Kau tidak akan bisa menangkapnya! Ayo! Lebih semangat!" seru Chika yang sepertinya menikmati permainannya bersama Sora.

"ne, Sora chan… aku penasaran dari tadi… apakah kakak itu… Aiji LM.C?" Tanya Chika pada Sora.

"miaw"

"heeee~!? Serius!?"

"miaw!"

"JADI BENERAN TUAN MU ITU AIJI LM.C!?" teriak Chika yang sangat kaget dengan jawaban Sora apapun jawabannya itu. 'pa-pantes saja ruangan ini penuh dengan music dan gitar, di tambah lagi kucing berbulu lembut nan imut berwarna coklat bernama sora ini, di tambah lagi tulang pipi nya yang sangat terlihat jelas karena terlalu kurus dan rambut nya itu serta tato di jari-jarinya' pikir Chika yang panik

"maaf menunggu lama, silahkan menikmati" kata lelaki itu yang meletakkan sebuah cake dengan cream putih yang terlihat lezat dan strawberry yang terlihat segar serta secangkir teh di depan Chika.

"a-a-arigatou gozaimasu" kata Chika dan lelaki itu hanya mengangguk saja sambil mencomot cake nya sendiri dengan garpu.

"a-ano… it's just to make sure" kata Chika tiba-tiba dengan speak English nya yang kumat.

"he? Memastikan apa?" Tanya lelaki itu penasaran.

"a-about what Sora chan told me before" sambungnya dan lelaki itu langsung mematung.

"kau mengerti bahasa kucing?" Tanya nya

"e-eh? More less, like that…. But, I want to ask about something to you" kata Chika yang makin gelisah.

"heeee hebat! Tapi gimana bisa?" Tanya lelaki itu lagi

"ka-kata ibu ku aku punya insting hewan" jawabnya dengan gugup

"he? Insting hewan? Apa itu!? Hahahaha… kau menarik sekali! So, what do you want to ask to me?" Tanya lelaki itu

"a-are you that Aiji LM.C?" Tanya Chika lagi, dan lelaki itu langsung membeku dengan lebih sukses di banding yang tadi.

"ka-kau tahu LM.C?" Tanya lelaki itu.

"tentu saja! Aku sangat sangat suka dengan lagu kalian! Terutama Hoshi No Arika! Hanya dengan membaca lyricnya saja aku hampir menangis! Apalagi Maya yang imut dan Aiji yang sangat keren! Aku selalu lumer saat melihat kalian berdua!" seru Chika dengan semangat.

"e-eh? Te-terima kasih…" kata Aiji yang agak shock dengan reaksi Chika

"ah! Sumimasen! Aku terlalu semangat" kata Chika yang langsung duduk dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"tidak apa-apa… jadi… apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui kalau idolamu ada di depan mu sekarang ini?" Tanya Aiji tiba-tiba

"eh? Tidak ada" jawab Chika singkat yang membuat Aiji shock lagi.

"na-nande?" Tanya Aiji yang bingung

"kalau aku langsung teriak-teriak dan menyerang mu, akan sangat merepotkan anda, jadi aku bersikap biasa saja walaupun dalam hati aku sangat ingin melakukan itu" jelas Chika.

"lagi pula dari dulu yang ku inginkan saat ingin bertemu denganmu adalah hanya berbicara saja dan menjalin pertemanan" sambungnya lagi.

"he? Jadi teman?"

"i-iya… memang agak kurang ajar dan ketinggian, aku yang aneh dan bukan siapa-siapa ini berteman dengan gitaris dari band LM.C yang di kagumi dan di sukai oleh banyak orang"

"tidak, menurutku itu sangat menarik… kau unik, baru kali ini aku bertemu fan yang seperti ini"

"eh? Hontou?"

"ah… perkenalkan… aku Mizui Shinji, kau bisa memanggilku Aiji, senang berkenalan dengan mu.." kata Aiji yang memperkenalkan dirinya

"namae wa… Chika desu. Senang berkenalan dengan mu juga, aku harap kita bisa berteman dengan baik, Aiji-nii!" seru Chika

"apa? Chibiko? Aiji nii?" Tanya Aiji yang bingung kenapa Chika menambahkan kata Nii yang berarti abang di belakang namanya.

"Chika! Bukan Chibiko! Memang badan ku kecil. Tapi nggak usah di ingatkan! ah… maaf, kebiasaan… di Negara asal ku… memanggil orang yang lebih tua harus dengan embel-embel seperti onii san(abang),onee san (kakak) atau paman, pak,atau bu untuk menunjukkan rasa hormat" jelas Chika.

"he? Memang asalmu dari mana?" Tanya Aiji penasaran

"Indonesia, aku belum ada setahun di sini… jadi pelafalan ku agak aneh" jawab Chika dengan santai.

"jauh… ke sini untuk sekolah?" Tanya Aiji lagi

"ya. Begitu mendengar beberapa teman ku pindah ke jepang, aku langsung memaksa orang tua ku untuk menyekolahkan ku di Jepang" jawab Chika sambil garuk kepala.

"hooo…. Begitu" gumam Aiji.

"ah! Sudah jam segini! Devi pasti sangat marah! Aku harus segera pulang!" kata Chika yang melihat jam tangannya, lalu ia langsung melahap cake nya bulat-bulat dan menenggak tehnya hingga habis.

"aku pulang ya! Dadah Aiji nii!" kata Chika yang langsung berdiri dan membungkuk sedikit.

"miaw" tiba-tiba Sora mendekat ke kaki Chika

"Sora chan? Ada apa?" Tanya Chika yang langsung jongkok

"miaw miaw yaw"

"datang lagi ke sini?" Tanya Chika kaget, lalu ia melihat ke arah Aiji.

"yah.. sering-seringlah ke sini…seperti nya Sora akan senang kalau kau datang" kata Aiji.

"eh? Tidak apa-apa nih? Kau kan artis… banyak kegiatan… kalau kau tidak ada saat aku datang gimana?" Tanya Chika pada Aiji

"ah! Kau benar! Kalau begitu minta nomor handphone dan alamat e mail mu" kata Aiji sambil mengeluarkan i-phone nya.

"e-eto… catat sendiri nih… aku gak pande bilang angka" kata Chika yang menyerahkan hape nya pada Aiji dan Aiji mencatatnya sambil ngangguk-ngangguk sendiri

"ah! Benar juga!" kata Chika tiba-tiba hingga Aiji dan Sora kaget

"na-nani?" Tanya Aiji

"mumpung kau professional, bagaimana cara bermain music agar kesan 'imut' nya keluar?" Tanya Chika pada Aiji.

"maksudmu?"

"gini lho…." Chika mulai mengambil nafas dalam

"Chatting Now
Kachi de kashimashi Never Ending Girls' Talk
Shuugyou CHAIMU made matenai
Chikoku ha shite mo soutai ha Non Non Non!
Seiippai Study After School…" dan berakhir lah nyanyian Chika

"oh! Sugoi! Kau tadi lucu sekali! Kayak anak cewek yang centil-centil tapi bodoh itu lho!" seru Aiji dengan semangat

"aku emank bodoh, tapi tak secentil itu" gumam Chika swt, "nah… jadi bagaimana agar bisa seperti itu?" Tanya Chika lagi

"eh? Tadi kan bisa" kata Aiji

"bukan aku! Kalau aku mah udah bisa! Tapi agar bermain gitar,drum,bass dan keyboard dengan imut nan centil gitu gimana?" Tanya Chika yang agak emosi.

"heee? Kau punya band?" Aiji malah balik Tanya

"ya, tapi isinya orang mereng semua" jawab Chika yang masih emosi

"hm… pikirkan apa yang membuat kalian childish" kata Aiji.

"eh? Childish?"

"ya! Misalnya. Saat kau bernyanyi, kau memikirkan Sora yang bermain bersama mu sehingga sisi kekanakan mu keluar" jelas Aiji lagi.

"aaaahhhh! Benarrr! Baiklah! Akan ku beri tahu mereka besok! Daadahh! Makasih ya!" seru Chika yang langsung lari keluar.

"aku lupa Tanya tentang band nya… sudah lah, lain kali saja… tapi orang mereng… apa maksudnya? Apa yang agak autis seperti dia?" omel Aiji sambil membereskan piring-piring yang tergeletak di meja.

-sampai di rumah-

"kemana saja kauuu!?" Tanya Devi yang memiting Chika begitu sampai di depan pintu rumah

"uwaaaa! Tadi ke tempat teman dan ngobrol sebentaaaaarrrrr!" jawab Chika sambil menahan rasa sakit akibat pitingan leher Devi.

"teman? Siapa?" Tanya Devi.

"ah… dia…" 'you've got a mail!' terdengar suara anak perempuan lucu dari hape Chika.

"ah. Sebentar!" kata Chika yang mengeluarkan hapenya dan menolak Devi jauh-jauh lalu masuk ke rumah sambil membaca e mail nya.

'oi Chibiko.. jangan beri tahu siapa-siapa dulu ya kalau aku temenan dan bertemu kau tadi, sampai makan di tempat ku… soalnya kau bakalan repot nanti, aku mah senang-senang saja nunjukkin kau ke tempat umum. A'

Itulah isi pesan tersebut, 'A? Aiji?' pikir Chika sebentar, lalu tak berapa lama akhirnya ia sadar.

"KENAPA TIDAK BERI TAHU DARI TADIIII!? DAN LAGI NAMAKU CHIKA! BUKAN CHIBIKO!" teriak Chika yang langsung panic

"apanya yang tidak bilang?" Tanya Devi dari belakang

"uwaaaaa! Devi! A-ah! Tidak, tadi kata teman ku dia mau memberikan ku sesuatu saat di rumah jadi kelupaan" kata Chika yang menyembunyikan hape nya

"jadi kau di suruh balik?"

"ti-tidak… kapan-kapan saat aku ke sana baru di berikannya"

"hooo… kau ada rencana ke sana lagi?"

"i-iya! Iya!"

"eh, jadi teman mu itu siapa?"

"he? Namanya.. ai.. ah! Sh-shin! Namanya Shin!"

"laki-laki!?"

"nggak, waria…"

"serius! Laki?"

"iyalahh…"

"pacar?" Tanya Devi dan Chika langsung matung di tempat dengan muka merah.

"ba-baka! Tentu saja bukan!" teriak Chika dengan muka merah.

"heee…. Muka mu merah… kau suka dia ya?" Tanya Devi menggoda.

"hah? Suka? Tidak lah! Cuma teman saja kok… nih! Makanan mu! Aku mau mandi!" kata Chika menyerahkan belanjaannya pada Devi dan langsung melesat ke kamar mandi.

'mana mungkin aku sama dia… beda jauh… aku siapa… dia siapa… jadi teman saja udah sukur Alhamdulillah..' pikir Chika sambil membuka bajunya.

"you llllllike him" goda Devi lagi yang mengintip ke dalam kamar mandi dan perempatan muncul di kepala Chika.

"stop it already!" teriaknya sambil melempar baskom kayu ke arah Devi

-esoknya. Selesai sekolah, di ruang club-

"heee? Memikirkan hal childish yang kita sukai?" Tanya mereka semua.

"yap!" seru Chika dengan mantap

"gimana bisa?" Tanya Jenny pada Chika lalu Chika mengeluarkan sesuatu dari tas nya.

"Vivian!" panggil Chika pada Vivian yang sedang bermain hape, saat ia menoleh ke arah Chika matanya langsung bersinar terang!

"PIGGGG!" teriaknya begitu melihat boneka babi yang di pegang oleh Chika, dengan kecepatan cahaya ia mengambil boneka itu dan memainkannya di dekat drum nya dengan muka super senang.

"autis…" kata semua temannya yang ada di situ.

"dengan memikirkan pig, Vivian yang begitu kasar dan tomboy bisa seperti anak-anak… nah… begitulah maksudku…" kata Chika sambil menarik kembali boneka piglet nya dari Vivian.

"hooo! Souka! Aku ngerti!" kata Lucy

"sa, langsung saja kita mulai…" kata Gaby yang memegang gitarnya, Vivian memegang ke dua stick drum nya, dan yang lain ke posisi masing-masing.

"satu! Dua! Satu dua! Go!" seru Vivian dan Devi langsung memainkan gitarnya.

"Chatting Now
Kachi de kashimashi Never Ending Girls' Talk
Shuugyou CHAIMU made matenai
Chikoku ha shite mo soutai ha Non Non Non!
Seiippai Study After School.."

Semuanya bermain dengan baik dan semangat, lalu pak Narukami serta seorang siswa masuk ke dalam ruang klub.

"hooo… sepertinya mereka sudah bisa" kata narukami sensei saat melihat mereka semua

"Dokidoki ga tomannai FURUSUROTTORU na nounai
Kibou・Yokubou・Bonnou RIBON kakete housou
Neta dossari mochiyori New Type Version Uchikomi
Danshi kinsei no PURI chou Koi tsudzutta nikkichou

SUKAATO dake ni SENCHI Tsumetara tobu yo
Kinou yori tooku Ototoi yori OKUTAABU takaku

Jumping Now
Kachi de Uruwashi Never Ending Girls' Life
Hibi maji RAIBU dashi mattanashi
Hayaoki shite mo hayane ha Non Non Non!
Meippai Shouting Wasshoi
Kachi de subarashi Never Ending Girls' Song
Gogo TII TAIMU ni ha mottekoi
Kataomoi de mo gyokusai de Here We Go!
Utaeba Shining After School

Fuwafuwa Ikiteru sei? Jiken Bakkashi EBURIDEI
Bibun sekibun ha tsuishi Toubun ren'ai ha chuushi
Ni ji Genme ni ha naku yo Yojigen dashi ibukuro
Yaba, tsui ni genkai chou UEITO kaita maru hi chou

Maegami san MIRI Kittara mieta
Touan masshiro de mo Mirai ga barairo nara yoku ne?

Chatting Now
Kachi de kashimashi Never Ending Girls' Talk
Shuugyou CHAIMU made matenai
Chikoku ha shite mo soutai ha Non Non Non!
Seiippai Study ENJOI
Kachi de subarashi Never Ending Girls' Song
Gogo TII TAIMU ni ha mottekoi
Katayaburi na KOODO de mo Here We Go!
Utaeba Shining After School

Eien ni RUUPU suru
SAIZU down↑ up↓ down↑ up↓
Demo kibun itsu de mo
up↑ up↑↑ up↑↑↑ & up↑↑↑↑
Atsumeru dake de waraeru nante
Utau dake de shiawase nante
…kanari chikyuu ni yasashii EKO jan

Jumping Now
Kachi de Uruwashi Never Ending Girls' Life
Hibi maji RAIBU dashi mattanashi
Hayaoki shite mo hayane ha Non Non Non!
Meippai Shouting Wasshoi
Kachi de subarashi Never Ending Girls' Song
Gogo TII TAIMU ni ha mottekoi
Kataomoi de mo gyokusai de Here We Go!
Utaeba Shining After School

So
[Shining Shiner Shinyest
Girls be ambitious & shine] X6"

[song title: Cagayake! GIRLS – K-ON opening 1]

dan berakhirlah lagu mereka.

"a-apa itu tadi? Aku melihat sekumpulan murid perempuan yang menghabiskan waktu bersama dengan menyenangkan!?" kata siswa itu dengan muka yang agak pucat.

"itulah kekuatan mereka… aku mengajak kau ke sini agar bisa mengawasi mereka, jangan sampai jatuh ke tangan yang salah… aku tidak bisa menjaga mereka selalu karena pekerjaan ku, jadi ku pilih kau saja…" jelas narukami sensei pada siswa itu, ia berambut hitam, badan tinggi,dan mempunyai mata yang tajam.

"ah… akan saya usahakan" kata siswa itu

"su-sugoi! Bisa! Kita bisa!" teriak Lucy yang terlihat senang.

"benar kan? Kalau di coba pasti bisa!" seru Chika dengan bangga.

"eh? Ketua kelas dan narukami sensei… sedang apa di sini?" Tanya Devi yang menyadari kehadiran 2 lelaki itu.

"oh! Permainan yang bagus! Sepertinya kalian sudah bisa!" kata Narukami sambil tepuk tangan.

"a-ah.. terima kas-" "Riku-kun! Sedang apa kau di sini?" tiba-tiba Jenny memotong perkataan Chika dan menghampiri siswa tsb.

"Narukami sensei mengajakku untuk masuk klub kalian, jadi aku terima saja" jawab siswa yang di panggil Riku oleh Jenny

"mou… kenapa tidak bilang aku dulu?"

"gomen ne.. buat kejutan saja" .

"sa!" seru Chika tiba-tiba dan semua menoleh ke arahnya.

"sudah berapa lama kalian?" Tanya Chika pada Jenny, dan muka mereka berdua (Jenny dan Riku) memerah sekali.

"hush! Apa maksudmu!?" Tanya Jenny yang tidak berani melihat muka Chika.

"hei, ketua kelas… jangan sampai kau buat dia nangis ya! Awas kalau sampai itu terjadi!" ancam Devi pada Riku

"eh!? Maksud nya!?" Tanya Riku bingung

"jangan pura-pura tidak tahu deh… satu kelas sudah tahu kalau kalian jadian…" kata Vivian lagi

"EEEEHHHH!?" teriak mereka berdua yang kaget.

"nah… biarkan pasangan itu shock sepuasnya, jadi sensei, posisi Riku apa di sini?" Tanya Gaby pada Narukami sensei

"lebih kurang seperti manajer kalian, dia yang akan mengurus semua kegiatan kalian dsb" jawab Narukami sensei.

"aku khawatir…" kata Chika swt

"tenang saja, selama ada Vivian mereka tidak bisa mojok di sini" kata Lucy dengan santai

"memang kau kira aku apa!?" teriak Vivian tiba-tiba

"perusuh, godzila betina" Chika yang menjawab pertanyaannya dan Vivian langsung melempar stick drum nya ke kepala Chika hingga mengenai dengan sukses

"ah.. iya.. ada yang ingin kami beri tahu kan…" kata Narukami sensei tiba-tiba.

"apa itu?" Tanya Devi

"guru BP kita, Kitagani sensei… menentang adanya grup band ini… jadi aku dapat informasi kalau dia akan mengacaukan pertunjukkan kita saat festival nanti" jawab Riku dan semuanya langsung mematung di tempat.

"orang ituuuuuu! Aku datangi dia sekarang!" teriak Vivian yang langsung berjalan kea rah pintu keluar.

"hoi… tunggu dulu" kata Chika menahan Vivian

"kita akan membatalkan pengacauan itu, dengan meminimalisir serangan dan mengembalikannya pada Kitagani sensei" sambung Narukami sensei

"caranya?" Tanya Jenny

"kami akan susun rencana hari ini, besok baru kita diskusikan" jawab Riku.

"ohh… baik lah.. kami tunggu besok" kata Chika sambil memainkan hapenya.

"aku mau balik… oh iya Dev, aku ke tempat teman ku dulu ya… kau pulang diluan" kata Chika yang membereskan barang-barangnya keluar.

"Shin?" Tanya Devi

"hm…" hanya itu jawab Chika dan ia keluar.

"dia badmood… jarang amat.." gumam mereka semua

"yah… Riku-san… mohon bantuannya saja ya" kata Lucy pada Riku dan ia hanya mengangguk saja.

-di tempat Aiji-

"kusssooooo! Dasar guru bangsad! Kepala sekolah saja menyetujui masa' dia mau main bubarkan secara diam-diam begitu!?" teriak Chika sambil makan coklat yang baru saja di beri Aiji.

"ma… mau di apakan lagi? Kalian Cuma bisa melawan diam-diam sekarang" kata Aiji yang masih shock karena tadi saat Chika baru datang ia langsung mengangkat Sora dan curhat pada nya sambil teriak-teriak.

"hm… aah! Kau datang ya! Sabtu depan di gym SMA Teito! Ada festival khusus club-club sekolah di sana" jelas Chika

"hm… sebentar ya…" kata Aiji sambil memeriksa i-Pad nya. Tak lama setelah itu ia meletakkannya dan tersenyum pada Chika

"jadwalku tidak banyak pada hari sabtu, jadi mungkin aku bisa datang…" kata Aiji.

"bawa Maya ya! Temanku pasti senang!" kata Chika dengan muka berbinar.

"langsung di jawab tidak" kata Aiji menunjukkan SMS dari Maya.

"aku mau tidur, jadi tidak bisa… dasar! Padahal kan aku mau tunjukkin kalian dua sama teman ku!" kata Chika sambil guling-guling di lantai bareng Sora.

"teman mu yang mana?" Tanya Aiji

"lead gitaris sekaligus teman satu rumah ku… dia itu fans beratnya Maya, hanya dengan memikirkan Maya saja dia bisa gila sendiri" jelas Chika dan Aiji langsung swt.

"awas kau Kitagani! Akan ku balas!" omelnya dengan suara rendah, tapi Aiji masih bisa mendengarnya

"ternyata kau masih belum melupakan soal itu.." gumam Aiji, lalu ia mengambil gitar akustik yang terletak di sebelahnya dan mulai memainkannya.

"I remember how the first time

I laid my eyes on you

It was on a day just like this
You were wearing your black dress
Can I call you tonight
Can we talk for a while
Im sick of living in black and white

I'm getting ready for my sanctuary
I'm feeling unsteady
I'm getting ready for my sanctuary
So hear me say" Aiji bernyanyi sambil memainkan gitarnya lalu Chika mengambil gitar yang entah dapat dari mana dan memainkannya juga.

"Something better is coming up
It caught my eyes
Something brighter is coming up
It hurt my eyes" sambungnya dan permainan gitar mereka berdua terus berlanjut, lalu Chika mengambil nafas sedikit dan mulai bernyanyi juga

"I remember how the first time I laid my eyes on you
It was on a day just like this
I was wearing my black dress
The moment was golden when the days getting colder
so hear me say" Chika bernyanyi dengan santai dan tenang.

'!? Apa ini!?' batin Aiji saat mendapat dirinya sedang duduk di sebuah bangku taman panjang, ia berada di sebuah bukit, pemandangan kota Tokyo yang indah dengan matahari terbenam serta pohon besar yang tidak jauh darinya memukau Aiji.

"I'm getting ready for my sanctuary
I'm feeling unsteady
I'm getting ready for my sanctuary
So hear me say" lalu Aiji menoleh kea rah Chika yang bernyanyi sambil memainkan gitar di bawah pohon itu dengan tenang, jeda beberapa saat Aiji tersenyum dan memainkan gitarnya lagi.

"Something better is coming up
It caught my eyes
Something brighter is coming up
It hurt my eyes

I've been trying a thousand times
To let you know
To let you go
But the phone is dead
I can't reach you"

[title song: on the day just like this – pewee gaskin]

dan berakhirlah lagu mereka berdua.

"akhirnya lagu ini selesai" kata Aiji tiba-tiba

"eh?"

"ini lagu ciptaanku… tadi seharusnya setengah saja, tapi kau menuntaskan lyric nya.. terimakasih ya" kata Aiji.

"e-e-eto… sama-sama" kata Chika dengan muka merah dan tersipu-sipu.

"ngomong-ngomong Chibiko suara mu bagus ya… kau hebat.." puji Aiji dan Chika langsung mengangkat Sora dan pergi ke halaman samping Aiji tanpa permisi.

"kenapa anak itu?" gumam Aiji swt.

-esoknya,ruang klub DisConnect-

"jadi… aku akan usahakan agar dia tidak memadamkan sound system nya" kata Riku pada semua, ia telah menjelaskan semua rencana dan apa saja yang di lakukan oleh Kitagani sensei saat festival nanti.

"baik… jadi kami hanya perlu menyiapkan baju yang sesuai saja kan?" Tanya Jenny

"aku penasaran, kau dapat info itu dari mana?" Tanya Vivian pada Riku

"koneksi itu sangat penting! Begitu pula kekuasaan" jawab Riku

"hebat juga kau…" gumam Chika "lagunya MAD or DIE sama Silly God Disco ya" sambungnya dan semua langsung menoleh mendengar hal itu

"akan kita provoke dia… dan juga… akan kita tunjukkan… kalau kita bisa! Awas saja kau guru brengsek!" omel Chika dengan semangat

"kau memang benci tuh guru ya…" kata Lucy swt.

Dan begitulah! Mereka tidak perlu latihan banyak untuk latihannya, hanya perlu latihan koreografi saja dengan ngebut karena waktunya tinggal sedikit lagi.

-hari H-

'you've got a mail!' terdengar nada dering sms dari hape Chika.

"chibi maruko chan! ganbatte kudasai! Aku akan datang pada pertunjukkan mu nanti. Jadi lakukan yang terbaik ya! A" begitulah isi sms itu.

"namaku bukan maruko… jangan di ganti-ganti seenaknya" omel Chika dengan muka lemas "ya! Aku akan berjuang!" seru Chika dengan semangat.

"hoooiiii… ayo ke depan. Kita harus melihat pertunjukkan klub lain" panggil Devi yang kepalanya nongol dari pintu.

"coming~" kata Chika yang menyusul Devi. Lalu mereka berjalan menuju bangku penonton dan nimbrung dengan yang lain.

"pertunjukkan kita yang terakhir, jadi kalian bisa santai" kata Riku yang memandangi agenda nya.

"make up nya tidak ketebalan nih?" Tanya Lucy yang agak risih dengan make up nya.

"tidak… masih normal nih" kata Devi.

"Cuma Vivian saja yang sepertinya tidak memakai saja ya" kata Chika yang swt sambil melihat Vivian yang terlihat bête. Mereka semua memakai eye shadow hitam dan contact lens hitam juga, Chika memakai kemeja panjang putih yang di gulung se siku dan rompi coklat tua casual panjang melewati pinggul sedikit, serta dasi hitam dan celana panjang hitam serta sepatu hitam. Ia memakai sarung tangan tanpa jari di tangan kirinya, memakai make up eyeshadow hitam dengan foundation natural, rambutnya di biarkannya saja. Devi memakai make up yang sama, rambut belakangnya di naikkannya seperti duri (?) memakai kemeja putih sebahu dan rompi formal coklat tua, dasi hitam dan hotpants hitam dengan knee shock hitam juga, lalu boot berhak sedikit tinggi dan tebal serta wristband hitam putih di kedua tangannya, serta kalung chocker salib. Lucy memakai rok lipit hitam dan kemeja putih panjang di gulung juga serta rompi dan dasi yang sama seperti punya Devi, stiletto boot hitam hampir selutut, make up nya juga sama seperti yang lain, rambutnya hanya di ikat sedikit di atas dan beberapa gelang perak dan hitam di tangan kirinya di tumpukkan. Jenny memakai atasan yang sama seperti Chika, memakai rok span yang di atas lutut dan stocking hitam serta stiletto boot pendek, rambutnya di gerai begitu saja dan memakai sarung tangan fingerless di kedua tangannya. Gaby mengikat rambutnya model ponytail, memakai atasan yang sama seperti Devi hanya ia memakai rok tingkat yang pendek hitam dan sepatu sport hitam putih, serta beberapa aksesoris perak. Sedangkan Vivian … hanya memakai eyeliner sedikit dan rambutnya di ikat dua seperti biasa, memakai hotpants hitam dan kemeja putih sebahu dan wristband yang agak panjang dan knee shock yang sama dengan warna wristbandnya yaitu hitam putih.

"ah… sudah mulai…" kata Narukami sensei yang juga ada di dekat mereka. Dan pertunjukkan pun di mulai, semua klub menunjukkan kemampuan terbaik mereka, club menjahit,soccer,dsb.

"yak! Ini lah pertunjukkan terakhir dari klub music yang baru di bentuk, DisConnect!" seru si pembawa acara dan Chika beserta yang lainnya masuk e panggung diiringi tepuk tangan penonton. Lalu mereka mengambil posisi masing-masing, dan saat Vivian mengangkat kedua sticknya tanda lagu akan di mulai tiba-tiba semuanya gelap.

"ck! Ternyata benar…" decak Vivian

"e-eto… sepertinya ada kesalahan pada sistem penerangan jadi kami akan-" "dame!" Chika memotong perkataan si presenter.

"kami akan lanjutkan" kata Chika dengan mantap lalu ia mengeluarkan stick yang agak panjang entah dari mana , lalu terdengar suara seperti seseorang sedang menyetel gitarnya. Dan Chika langsung mematahkan stick itu hingga cahaya biru yang terang muncul dari dalam stick itu.

"are you mad?" terdengar suara anak-anak mengatakan kalimat itu bersamaan dengan Gaby,Lucy dan Devi membalikkan badan mereka dan di punggung mereka terdapat kata 'are' , 'you' , dan 'MAD' di punggung masing-masing dan music di mulai dengan gebukan drum dari Vivian. Dan Chika langsung membalikkan badan dan kata-kata MAD or DIE di punggung nya. Lalu Devi membuka mulut sambil memainkan gitarnya sedikit.

"Let's get MAD
MAD or DIE !" Devi meneriakkan kata-kata itu selama beberapa kali dan mereka semua kembali menghadap penonton

" Oboeteiru ka Lucy ano koro no OREtachi muteki datta
mukai kaze ni nokkari sora wo tsukinuketa
jiyuuki mama ni wagamama ni kakkoyoku iya setsunateki kikai

soshite aimokarawazu hashiritsudzuketeru

I just wanna know umaretekita imi wo tada shiritai dake na no sa

Say Good Bye, mou modoru ki wa nai yo ikogochi ga yokunaru sono mae ni
furikaeri wa shinai ushinau MONO wa nai
shinogono iwazu futatsu ni hitotsu Let's get imasugu ni MAD or DIE!

Oshietekure yo Lucy doushite AITSU wa kawacchamatta
onaji uta kuchizusami waraiaeta no ni
subete misukasu you na MUUNRAITO kindan no SHANGURIRA Neo Tokyo
soshite itsu no aida ni yara chigau sora no shita

I don't know why ikiteru imi nante yappa shiranai mama de ii

Say Hello, mou todoki wa shinai yo nandomo nandomo sakendemo
kono mama owarenai kagiri aru jinsei
BIBIttetanja hanashi ni nara nee Let's get ima koko de MAD or DIE!"

Lalu Devi mengambil vocal

"Yeah long story short. The past has a future.
But it will never come if you're living in the past.
Stay here forever if you like this place. Haha
We must already change and renew ourselves
Otherwise we harden.
Now is the time. Alright you guys, GO MAD!"

Semua penonton terlihat sangat antusias dan menikmati permainan mereka semua, bahkan beberapa ada yang berdiri sambil mengikuti lagu, untuk menambahkan penerangan beberapa siswa menghidupkan ponselnya dan mengangkatnya ke atas seperti sebuah stick neon.

"I just wanna say hontou ni kidzuiterun darou? Sou sa 'yaru nara ima shika ne'

Say Good Bye, mou modoru ki wa nai yo ikogochi ga yokunaru sono mae ni
furikaeri wa shinai ushinau MONO wa nai
kako ni ikiru nara mirai wa naie Let's get moeagare

Say Hello, mou todoki wa shinai yo nandomo nandomo sakendemo
kono mama owarenai kagiri aru jinsei
kakushita mama no kiba nara ire nee Let's get ima sugu ni
kono me de subete wo tashikameru no sa MAD or DIE!"

[title song: MAD or DIE by LM.C]

Saat lagu berakhir tepuk tangan penonton terdengar dengan sangat kuat didalam aula SMA Teito itu.

"bagus, next song…" gumam Narukami sensei dari belakang panggung dan Jenny membuka laptop dan mengutak-atik keyboard nya dan Lucy memainkan bass nya, lalu semua mulai bermain dan terdengar seperti sebuah lagu disco yang sangat enjoy.

"It is cheesed with power and the morality of which it goes mad
A lot of people became dogs having tied to the chain
Your happy there?

I want to be enjoying the life though it will knock against a high wall hereafter
I'm already dead however I was saved with the rock

I swore I at that time. I will walk life that shines highest
There is no fear. It gets it over though there is a painful day too
Now let's go. The wing expands and goes to look for freedom and the glory
The world that extends to the place waits surely for you

odoranai ka? Real Cinderella kizu darake no GARASU no MAACHIN de

Hey God! Are you ready? 3x

kikasete yo "bodies"

Hey God! Are you ready? 3x
zecchou wo oshiete yaru yo tonight"

Chika dan semua member DC terlihat sangat menikmati permainan mereka, mereka terlihat berdisco ria di atas panggung itu, di iikuti teriakkan penonton yang bergemuruh.

"I swore I at that time. I will walk life that shines highest
There is no fear. It gets it over though there is a painful day too
Now let's go. The wing expands and goes to look for freedom and the glory
The world that extends to the place waits surely for you

odoranai ka? Real Cinderella kizu darake no GARASU no MAACHIN de
Hey God! Are you ready? 3x

hizumi wo agete

Hey God! Are you ready? 3x
hibiki kasetekure tonight

Hey God! Are you ready? 3x
dou ni demo shitekure

Hey God! Are you ready? 3x
kurui dashita yoru ni [DO LUCK] yori mo amai Fuck'n roll buchikondekure"

[title song: Silly God Disco by The GazettE]

dan lagu nya pun berakhir dengan tepuk tangan dan teriakan penonton

"cih!" decak seorang lelaki yang menonton pertunjukkan itu, sedangkan Riku yang melihat lelaki itu hanya tersenyum sinis saja.

"ENCORE!" teriak Riku tiba-tiba dan semua murid menatapnya dengan diam.

"benar! Encore! Encore! Encore!" teriak murid lain dari ujung sana,

"ENCORE! ENCORE! ENCORE!" teriak semua murid yang meminta last song.

"bagaimana?" Tanya Chika melihat semua teman-temannya.

"kau bercanda?" Tanya Vivian dengan senyum iblis,lalu lampu nya hidup kembali menunjukkan semua muka yang ada di sana termasuk semua member DC.

"let's do it!" seru Devi yang memainkan gitarnya di ikuti permaninan gitar Gaby dan drum dari Vivian.

"Sonna nen gara nenjuuttecha DAME sa No No No kata no chikaranuite RAFU ni ikouze CHARAku Day By Day
dakara yaritaku nee koto a yara nee UZEE Boo Boo Boo dakedo yaru toki ya yaruze TEKITOO ni A HA Yeah Yeah Yeah

We just wanna have fun tonight sousa tanoshikerya KOWA ka nee No Fun, No Future.

Maji ni nara kya tonari te nee rashii kara tama nya War War War mendouku sakerya yamerya ii dake jan? kimagure de Yeah
tanoshimi takerya mazu wa BAKA ni nare sakebe Hey Hey Hey kore ga ORE chiga nari no yari kata sa Right now Go My Way

We just wanna have fun tonight tanoshiku nakerya nanmo hajimara nee No Fun, No Future.

Doitsumo koitsumo kudara nee MORARU mo RUURU tsuman nee tanoshiku nakerya warae nee tanoshikunai manmajya oware nee
We just wanna have fun tonight sousa tanoshikerya KOWA ka nee No Fun, No Future.
We just wanna have fun tonight tanoshiku nakerya nanmo hajimara nee No Fun, No Future! For me!"

[title song: no fun no future by LM.C]

lagu di akhiri dengan permainan gitar dan drum mereka, dengan nafas terengah-engah mereka semua maju ke depan dan saling berpegangan tangan.

"arigatou!" seru Chika pada mereka semua dan menundukkan kepala.

"pertunjukkan yang hebat! Mari beri tepuk tangan untuk DC! Sa, tadi kita belum sempat kenalan, karena kalian club baru jadi mohon perkenalkan diri kalian" kata Mc yang naik panggung lagi

"eto.. kami adalah DisConnect. aku Chika kelas 1-2 Vokalis, dan lead guitar di pegang oleh teman sekelas ku, Devi" kata Chika memperkenalkan dirinya dan Devi dan Devi hanya melambaikan tangan saja sementara beberapa siswa siswi sudah teriak-teriak

"guitaris yang lain adalah Gaby, teman sekelas ku juga" sambung Chika dan Gaby hanya menunduk saja.

"hallo…" kata Gaby dengan senyum yang ramah

"dan bassis kebanggaan kami, Lucy… dia di kelas 1-1 loh" sambungnya lagi dan Lucy hanya tersenyum ramah juga.

"lalu drummer kami, Vivian.. dia sekelas juga dengan ku. Dan juga ada Dj sekaligus keyboardis kami, Jenny!" serunya lagi dan Vivian serta Jenny menunduk sedikit dan semua penonton bertepuk tangan dengan meriah.

"well done!" kata Narukami sensei pada mereka semua dengan Riku di sampingnya.

"terimakasih atas kerja keras kalian!" kata Lucy pada mereka berdua dan semuanya mengangguk saja.

"ah.. sudah kewajiban kami… oh iya Chika…" panggil Narukami sensei pada Chika.

"eh? Apa?" sahut Chika

"kalian semua yang memutuskan, seorang produser dari PONY CANYON datang menemuiku saat melihat kalian… silahkan pak…" kata Narukami sensei yang mundur sedikit dan seorang lelaki paruh baya yang memakai jas serta kaca mata hitam maju ke depan mereka.

"aku Jun Furita, direktur PONY CANYON. Ini kartu nama ku…" kata lelaki itu.

"ada keperluan apa anda di sini?" Tanya Chika dengan sopan walaupun logatnya agak aneh karena gugup.

"salah satu bintang ku memberi tahuku tentang kalian, dan seperti.. bahkan lebih hebat dari yang ia katakan… jadi, aku berniat mengorbitkan band kalian… bagai mana? Kalian tertarik?" Tanya lelaki itu dan semua member DisConnect saling tatap begitu mendengarnya.

-to be continued-