Awalnya masih bingung mau dibuat seperti apa. Muncul bayangan bakal dibuat fantasy, setelah banyak pertimbangan dan berpikir semalaman akhirnya Kirin putuskan untuk mengambil sedikit tema dari manga karya Yuki Amemiya-sensei dan Yukino Ichihara-sensei.
Dan selamat menikmati ^ ^
This is the real chapter of this ff#tawa nista
Disclaimer
U-Kiss milik NH Media dan KissMe diseluruh dunia.
Dan para tokoh tentu saja milik Tuhan dan orang tua masing-masing ._.
Rate
T
Genre
Humor, Fantasy dan sedikit romance untuk chap ini
Summary
Just read and you will know… (Maaf lagi malas bikin summary)
Pair
Elvin untuk pair utama dan sedikit YunJae
WARNING!
Ini bukan ff yang menggunakan EYD dengan baik dan benar atau bahasa formal. Sho-ai/Yaoi/MaleXmale Yang gak suka tolong tekan back!
NOTE!
Jun : 15 Tahun
Kevin : 19 tahun
Kiseop : 20 Tahun
Elison : 24 Tahun
Hoon : 24 Tahun
Soohyun : 26 Tahun
Yunho : 34 Tahun
Jaejoong : 32 Tahun
******U-KissKissMee******
Tak terlalu jauh dari jantung kota Seoul, diatas pegunungan yang memiliki hutan cukup lebat. Tak akan pernah ada yang menyangka kalau terdapat sebuah rumah yang cukup mewah. Dengan tiga lantai plus ruang bawah tanah.
Rumah besar itu dihuni oleh 6 orang pemuda. Soohyun sebagai leader, lalu ada Hoon, Jun, Kiseop, Kevin dan Eli. Mereka bukanlah pemuda kurang kerjaan yang anti social dan memilih tinggal diatas gunung yang diselimuti hutan lebat.
Ke enam pemuda itu adalah sedikit dari sekian banyak anak (begitulah sebutan mereka 6 tahun lalu) yang terpilih dan memiliki bakat terpendam. Karena itu mereka di didik dan dilatih untuk sebuah misi rahasia.
And here our boys~ (?)
.
.
.
Keadaan rumah sedang damai kalau tak ingin dibilang sepi karena magnae besar kita sedang asik bergerumul dibalik selimut sambil memeluk guling kesayangannya. Hoon pun tak jauh berbeda, pemuda yang cukup kekar itu masih asik tebar iler di tempat tidurnya.
"oh~ cantiknyaa…." Entah apa yang sedang diimpikan oleh sang pemuda, yang jelas dia masih terpejam sambil berguling memeluk bantal.
Duar!
Suara ledakan? Ya itu suara ledakan. Bukan hal yang mengejutkan karena ledakan adalah hal biasa di rumah besar tersebut. Di bagian belakang rumah terdapat laboratorium dan ledakan barusan hasil kerja dari seorang pemuda cantik bernama Kiseop.
"Meledak lagi…. Tapi ada kemajuan. Ledakannya tidak terlalu besar," Ucap seorang pemuda dengan rambut mengacung keatas dan wajah hitam. Seisi ruangan sudah hancur berantakan dan lagi-lagi hanya menyisakan warna hitam.
Sebuah mobil berwarna merah melesat masuk ke halaman rumah dan terparkir dengan rapih di halaman. Pintu mobil tersebut terbuka dan turunlah pemuda lainnya sambil membawa kantong belanjaan di tangan kirinya. Sambil berlari kecil Soohyun segera masuk ke dalam rumah. Dan saat memasuki ruang tamu sang leader menghentikan langkahnya.
"Paginya ribut, siang sudah menempel lagi." Komentar Soohyun saat melihat Kevin yang duduk diatas sofa diantara kedua kaki Eli. Tangan jenjangnya sibuk memainkan sesuatu dengan wajah serius. Dia sedang main game, menggunakan gadget milik Eli. Sementara Eli duduk bersandar di sofa. Sesekali sang beruang menguap, sepertinya acara TV sudah tak menarik perhatiannya lagi.
Menyadari ada seseorang yang memperhatikannya Kevin segera menoleh. "Hyung sudah pulang, bawa apa?" Tanya Kevin.
"Beberapa kebutuhan perut (?) dan sekotak besar ice cream." Jawab Soohyun sambil berjalan menuju dapur.
"Eh!? Hyung bawa ice cream?" Kevin berbalik mengikuti kemana hyung nya berjalan kedua tangannya memegang pundak Eli. Dan gadget masih aman ditangan kanannya.
"Aaargh!" Eli berteriak kesakitan. Bukan karena kedua tangan Kevin yang memegang pundaknya. Tapi karena lutut Kevin berada tepat diantara selangkanganny. Menekan atau lebih tepatnya menindih Eli kecil yang tak berdosa.
"Huh?" Kevin terdiam tak mengerti.
Sring!
Bruk!
Kedua mata Eli langsung berkilat dan dalam sekejap sang beruang menerkam Kevin sampai terhempas ke sofa dan menindihnya.
"Hwaa! Hyung tolooong!" Teriak Kevin histeris. Dia benar-benar terkejut.
"Gyaaa! Ummaaaa! Appaaaa!" Kevin makin histeris saat merasakan Eli menggigit lehernya dengan beringas.
Buagh!
"Ugh.."
Grep!
Eli meringis menahan sakit. Dirasakannya ada yang memukul kepalanya lalu dengan kasar menariknya kebelakang. Membuatnya terpaksa lepas dari Kevin. Tapi dia berani bertaruh kalau yang melakukannya pasti bukan Soohyun.
Saat menyadari Eli sudah menjauh dan melihat seseorang bersiap menghajar Eli, Kevin segera beranjak duduk dan melompat untuk memeluk Eli.
"Jangan dipukul!" Teriaknya menghentikan gerakan orang tersebut yang juga melepaskan tangannya dari koas bagian belakang yang dipakai Eli.
"Sigh.." Orang tersebut hanya mendengus tanda tak rela.
"Jangan dipukul appa…" Rengek Kevin dengan mata berkaca-kaca.
Glup!
Eli yang masih diam dalam pelukan Kevin atau lebih tepatnya Kevin yang memeluknya. Melingkarkan kedua tangannya dipunggung Eli. Menelan ludah dengan susah payah setelah mendengar panggilan yang digunakan Kevin pada tersangka dibelakangnya. Juga seseorang yang kini menatapnya dengan mata berkilat sambil menyilangkan kedua tangannya tepat berdiri dihadapannya yang kini masih duduk di sofa.
"Apa yang kau lakukan pada Vinnie kecilku?" Tanya seorang namja yang kini tengah berdiri menatap Eli dengan tatapan mengintimidasi.
"Lepaskan dia Kevin. Biar ku pukul kepala kosongnya itu." Ucap Pria lainnya.
"Don't wanna! Don't wanna! DON'T WAAANNNNAAAAA!" Teriak Kevin sambil mengeratkan pelukannya dan menggelengkan kepalanya.
Ngiiiiiiing….
Telinga Eli berdenging karena Kevin berteriak tepat ditelinganya. Soohyun berjongkong dan menutup telinganya dengan kedua tangan.
KABOOM!
Terdengar ledakan yang lebih besar dari ruang laboratorium dan asap hitam pekat yang mengepul ke udara. Semoga Kiseop masih memiliki beberapa persen dari nyawanya sehingga kita tak perlu repot-repot mencari anggota pengganti.
"Sigh.." Lagi lagi pria itu mendengus. "Sudahlah Jae, percuma saja. Putri kecilmu tidak akan membiarkan kita memukul beruang mesum ini." Ucapnya sambil mengibaskan tangannya. Kevin langsung mendelik tajam dan menggembungkan kedua pipinya. Tanda kalau dia tidak suka dengan panggilan itu.
"Wahh..lihat betapa imutnya anak ini." Pria tersebut dengan gemasnya memegang kedua pipi Kevin dan sebentar lagi si pria akan menciumi Kevin dengan gemas.
"JUNG YUNHO!" Sebelum itu terjadi. Namja bernama Jaejoong langsung menghajar si pria sampai terpental dan mendarat disamping Soohyun yang masih berjongkok.
"Ugh.." Yunho terkapar.
Soohyun hanya mampu terdiam dengan mulut menganga. Astaga kenapa dia harus melihat kejadian tidak senonoh ini didepan matanya. Dia belum cukup umur untuk itu. Rutuknya dalam hati.
Kevin tertegun dan melepaskan pelukannya. Menatap Yunho yang terkapar dilantai. Sementara Eli langsung bergidik ngeri, membayangkan kalau yang terkena pukulan tadi adalah dirinya. Lain kali dia harus berhati-hati kalau mau menerkan Kevin.
"Kalian berdua sama saja! Beruang! Mesum! Pabbo!" Maki Jae dengan dada yang naik turun.
"Umma seram.." Komentar Kevin.
"EH? Tidak kok.." Jae langsung berdiri tegap dan tersenyum manis.
"Fyuuh…" Eli menghela nafas lega.
Sret!
"Anak manis, apa yang tadi kau lakukan. Ayo cepat jawab." Ucap Jae sambil tersenyum semanis mungkin pada Eli.
"Yah! Awaw..sakit sakit sakit." Protes Eli. Tangannya berusaha melepaskan tangan Jae yang kini tengah menarik telinganya. Membuatnya terpaksa berdiri.
"Jangan umma, kasihan Eli hyung.." Kevin menatap Jae dengan wajah memohon persis seperti kucing di film-film Barbie yang minta diberi susu.
"Aaaaa!" Eli berteriak kencang. Jae menarik dengan kuat telinga Eli sebelum melepaskannya.
"Ssshhh…astaga! Telingaku panas.." Eli berguling di sofa sambil memegangi telinganya. Sementara Jae hanya menatapnya dengan acuh.
"Kau tidak apa-apa Vinnie?" Tanyanya lembut. Jemari jenjangnya mengelus wajah Kevin dengan sayang.
"Tidak apa-apa hyung.. tadi kami Cuma sedang bermain." Kemudian Kevin tersenyum manis. Eli yang sudah berhenti berguling langsung mendelik menatap Jaejoong seolah berkata 'Aku tidak melakukan apapun.'
Jae mengedarkan pandangannya keseluruh sudut rumah. Tak memperdulikan tatapan Eli dan juga penggilan yang digunakan Kevin. Anak itu memang sering memanggilnya umma dan sesekali memanggilnya dengan sebutan hyung.
"Mana yang lain?" Tanya Jae.
"Aku disini?" Soohyun mengangkat sebelah tangannya dan berdiri. "Jun dan Hoon masih tidur. Lalu Kiseop, "Jeda sejenak. Sepertinya Soohyun dengan memikirkan kata yang tepat. "Dia sedang bercinta dengan lab nya."
Jae menghela nafas kemudian duduk di sofa bersebrangan dengan Eli dan Kevin. "Kalian ini, sampai kapan mau terus bermain? Para 'Kor' diluar sana sudah sangat merepotkan." Namja cantik itu bersandar di sofa dan memijit pangkal hidungnya. Sepertinya dia sedang penat dengan berbagai macam pikiran.
Yunho beranjak duduk di lantai. " Kita harus menemukan siapa 'Zehel' nya disini." Komentarnya. Kedua matanya yang tajam menatap Eli dan Kevin kemudian melanjutkan kalimatnya. "Soohyun memiliki kemampuan benang pengikat dan Kiseop kemampuan mengendalikan tumbuhan dan meracik berbagai macam ramuan. Aku sedikit lega karena setidaknya kita punya seseorang yang bisa bertugas sebagai tenaga medis." Sang namja beranjak bangun dibantu oleh Soohyun.
"Sisanya 4 lagi. Jadi kemungkinan kita memiliki 'Zehel' masih ada diantara mereka berempat." Jae menatap serius Kevin dan Eli.
Diantara ke-6 namja yang tinggal di rumah tersebut memang baru Soohyun dan Kiseop yang kekuatannya telah bangkit. Sisa 4nya masih belum diketahui memiliki kekuatan dalam bentuk apa.
"Soohyun cepat bangunkan Jun dan Hoon sebelum mereka ku buat tidak bisa bangun lagi." Perintah Jae pada Soohyun. Sang leader segera berlari menaiki anak tangga dan menyeret kedua temannya turun.
"Apa Zehel itu sangat penting untuk memulai misi?" Tanya Kevin. Eli segera duduk dengan benar.
Yunho berjalan mendekat ke sofa dan duduk disamping Jae. "Zehel adalah perwujudan dari Shinigami penjaga jiwa. Dialah yang memiliki kemampuan untuk mengirim jiwa 'Kor' ke alam bawah. Dia juga akan sangat berguna membantu jiwa-jiwa yang semula dikendalikan oleh kor agar bisa bebas." Jelasnya.
"Aku mau jadi Zehel." Ucap Jun yang baru turun dari tangga. Sepertinya dia dipaksa bangun oleh Soohyun.
"Ummaaaaa!" Teriaknya sambil menghambur kepelukan Jae membuat Yunho terpaksa minggir.
"Baby nya umma sudah besar~" Jae menepuk-nepuk punggung Jun.
"Kalau Zehelnya bayi besar sepertimu aku tidak tahu harus berkata apa." Komentar Yunho sinis.
"Yang cocok jadi Zehel itu aku." Hoon berpose menunjukkan ototnya yang kekar. Otot yang dengan susah payah dibentuknya lewat latihan keras.
"Zehel penebar iler." Ucap Soohyun kemudian menggeser Eli dan duduk diantara Kevin dan Eli.
"Hahahaaa!" Eli tertawa keras disusul oleh protes dari Hoon.
"Aku juga mau jadi Zehel." Ucap Kevin.
Semuanya terdiam memandang Kevin lalu membayangkan sosok dengan jubah hitam sampai menutupi kepala dengan sabit besar berwarna pink.
"Hwaahahahahaaaaaa!" Gelak tawa pun pecah dari semua namja yang ada di ruangan itu, minus Kevin yang bingung. Bahkan Kiseop yang baru masuk juga punya bayangan yang sama dan tertawa sambil memegangi perutnya.
"Sudah pasti Zehelnya itu aku." Seringai muncul di wajah Eli.
…
Hening
Semuanya kembali terdiam.
Dapat dibayangkan Zehel model apa yang akan muncul dari sosok mesum yang setiap hari pekerjaannya itu hanya menggoda Kevin dan Kiseop. Langganan majalah dewasa dengan banyak koleksian foto yeoja yeoja cantik dengan pose tidak senonoh tersusun rapih di lemari yang ada di kamar pribadinya. Memikirkannya saja sudah sukses membuat mereka speechless.
"hey! Hey! Tatapan macam apa itu.." Protes Eli.
Jae menghela nafas. "Entah kenapa mendadak aku putus asa." Ucapnya.
"Jangan begitu Jae, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kita masih punya kesempatan?" Yunho tersenyum pada Jae. Tangannya mengacak pelan puncak kepala namja cantik itu.
Jae mengerenyitkan keningnya. Terpikirkan sesuatu yang akhirnya diutarakan. "Bagaimana kalau kita mengirim mereka dalam misi? Mungkin kalau terdesak kekuatan mereka bisa muncul. Lagipula latihan mereka sudah selesai kan?" Jae menatap Yunho. Meminta persetujuan dari rekan sekaligus kekasihnya itu.
"Ide bagus!" Seru Eli sambil berdiri.
"Ayo kita lakukan." Soohyun merenggangkan tubuhnya.
"Akhirnya.." Hoon tersenyum lebar.
"Kita maaaiiin~" Seru Jun, Kiseop dan Kevin hampir bersamaan.
"Main?" Jae sweatdrop.
Yunho menghela nafas, kemudian tersenyum. "Apa boleh buat."
.
.
.
Dan disinilah mereka sekarang disebuah hutan dipinggiran kota, berbeda dengan hutan yang mereka tempati.
"Kenapa kita kesini?" Tanya Kevin. Mereka ber-enam berdiri dipinggir hutan. Menatap hutan lebat dihadapannya.
"Jae hyung bilang disini ada kor," Jawab Soohyun.
"Tapi disini kan tidak ada manusia, mana mungkin ada kor? Bukankah kor itu memakan jiwa manusia yang rapuh lalu mendiami raganya untuk berbuat jahat?" Tanya Kevi lagi, namja ramping itu menatap bingung pada Soohyun.
"Mungkin dia mendiami tubuh beruang." Komentar Eli tanpa sadar. Membuat kelima temannya langsung menatap curiga padanya.
"Apa?" Tanya Eli.
"Hyung jangan memojokkan dirimu sendiri dong."
"Apa maksudmu Kevin?" Eli sweatdrop.
Bwuuusshh…
Mendadak muncul sesosok manusia tua dengan dua tengkorak putih menyerupai sayap di punggungnya.
"Aaaaaaaaa!" Teriak Kevin dan Jun. keduanya berpelukan erat, sepertinya mereka benar-benar terkejut.
"Astaga…." Eli terperangah menatap sosok yang berjarak beberapa meter diatas tanah.
"Ternyata disini ada manusia," Kiseop, namja yang juga terbilang cantik itu langsung berwajah serius dan memasang kuda-kuda.
"Jadi itu yang namanya kor? Berhati-hatilah teman-teman." Ucap Soohyun yang juga sudah bersiaga.
"Lebih mengerikan dari yang dibayangkan." Hoon menatap sosok yang menurutnya mengerikan itu. Udara disekitar langsung terasa dingin dan langitpun berangsur gelap. Tertutup awan hitam yang mulai menyeruak menutup sinar matahari.
"Hyung aku mau pulang.." Kevin menatap Eli dengan mata berkaca-kaca. Dia sering mendengar cerita dari Jae kalau di dunia ini ada sosok manusia tua yang sewaktu-waktu akan muncul dan membawamu ke dunia kegelapan. Dunia para hantu berada, manusia tua dengan wajah keriput dan mengerikan akan memelukmu. Menyeretmu kedunianya dan menjadikanmu sebagai makanan.
Cerita yang sering diceritakan oleh Jae 6 tahun lalu saat Kevin beruasia 13 tahun. Ketika si bocah tak mau tidur dan merengek ingin ke kamar Eli yang berusia 5 tahun lebih tua darinya.
'Dasar nenek tua, ini gara-gara dia' Ucap Eli dalam hati.
"Hyung awaaas!" Teriak Jun. sang maknae menarik lengan Kevin saat melihat kor yang tengah menguasai tubuh manusia melancarkan serangannya.
"Hyaaaaa! Jangan menyerang sembarangan!" Soohyun mengeluarkan benang energy miliknya. Membelit kor dan menghempaskannya ke tanah.
Srak!
Sosok tersebut terseret beberapa meter tapi kemudia dengan cepatnya kembali melayang. Kiseop tak tinggal diam, melemparkan beberapa buah apel ke arah sosok kor yang kini kembali melayang keudara.
"Merunduk!" Teriak Eli dan ke empat teman lainnya pun segera merunduk sambil melindungi kepala mereka.
Duar!
Duar!
Suara ledakan terdengar beberapa kali dan kepulan asap berwarna kelabu menyebar dengan cepat.
"Ohok..ohok..Kiseop lain kali buat peledak yang tidak mengandung unsur polusi dong." Protes Hoon yang batuk batuk menghirup asap dari ledakan tadi.
"Hehehe…" Kiseop nyengir. Buah yang dilempar Kiseop tadi bukanlah buah sesungguhnya melainkan bahan peledak buatannya.
"Huaaaachim!" Eli menggosok-gosok hidungnya dengan tangan. "Astaga Kiseop. Kau ingin membunuh Kor atau membunuh kami?" Lagi-lagi Kiseop menunjukkan sengirannya.
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Soohyun dari sebrang sana.
Belum sempat mereka menjawab ternyata sosok Kor kembali melancarkan serangannya. Melemparkan beberapa tulang dengan ujung runcing ke arah Kevin dan Jun.
"Kevin!/Jun!" Eli dan Soohyun berteriak. Eli berlari dengan cepat meraih pinggang Kevin dan memeluknya dengan erat lalu berlari menjauh. Dirasakannya gengggaman erat Kevin pada bagian depan pakaiannya.
"Hwaaaa!" Jun berteriak kencang karena mendadak kedua tangannya ditarik oleh Hoon dan Soohyun.
"Hahahahaaaaaa…" Suara tawa kor menggema diudara. "Hanya anak-anak kecil." Ucapnya lalu menyeringai lebar.
"Kau baik-baik saja Kevin?" Tanya Eli pada namja yang kini masih menggenggam erat bajunya.
"Hy-hyung..itukah yang namanya kor?" Terlihat jelas ketakutan diwajah namja ramping itu. Genggaman tangannya berpindah ke lengan Eli. Tubuhnya sedikit bergetar.
Eli mendecih dan menggeretakkan giginya. "Tenanglah Kevin. Tak akan ku biarkan dia melukaimu." Ucapnya sambil memeluk erat Kevin.
"Jun?" Hoon dan Soohyun menatap Jun.
"Aku kaget tahu." Jun yang kini terduduk di tanah mempoutkan bibirnya.'Dia baik-baik saja batin Soohyun'
"Graaawww!" Kor berteriak kencang. Sayap tengkorak yang ada di punggungnya bertambah panjang dan lebar beberapa kali lipat. Kemudian tanpa diduga sosok tersebut melesat cepat ke arah Eli dan Kevin.
"Eli hyung! Kevin!" Teriak Kiseop, segera saja dia mengeluarkan suluran akar untuk menangkap kor dari belakang tapi ternyata dia kalah cepat.
"Hyuuung!" Kevin mengeratkan genggamannya. Matanya terpejam erat.
"Menghindar Eli!" Teriak Soohyun panic.
"Kevin hyung!" Teriak Jun.
"Hyaaaaaa!" Hoon berteriak dan berlari.
Srak!
Jleb!
Terdengar suara jeritan yang memilukan. Gerakan kor terhenti. Sebilah sabit yang sangat besar berwarna hitam pekat menebas sayap berbentuk tengkorak dan membuat bagian kanannya hancur lebur.
"I-itu.." Eli tertegun. Matanya melebar sempurna.
"Ze-Zehel.." Ucap Jun dengan nafas tercekat.
"Mu-mustahil…" Soohyun juga tak kalah terkejutnya. Kedua lututnya terasa dingin.
"Siapa?" Kiseop membeku ditempatnya.
"Sabit…." Gumam Hoon tak percaya.
TBC
Halo… hai Kirin here ._.
Pertama-tama Kirin mau mengucapkan terimakasih bagia readers yang sudah bersedia review. Maaf kalau chapter ini mengecewakan.
Jangan lupa tanggapan, kritik dan sarannya yaaaa 'o'))/
spesial thanks
Kimm bii| YuRhachan | nurul cynkeomma | justnyao
Maaf gak bisa balas reviewnya karena bingung mau balas apa .-.
PS : Ehem! Mana ya yang request ff elvin malah gak nongol.
