Disclaimer : Aoyama–sensei dan Oda-sensei
Random : One Piece
Note : Geje dkk (kata-kata dari huruf G), OOC, OC (kalo ada), dan Miss Typo
Petualangan Dc di OP
Karangan Raissa The Author geje's
.
Chap sebelumnya...
"Terima kasih, Kak Robin." kata Conan sambil melangkah ke arah pemuda berambut ijo itu.
"Sama-sama, Conan." gumam Robin melihat ke arah Conan. Robin ingin tau reaksi anak itu jika dia sudah mengetahui nama anak itu. Sesuai dugaannya.
Tep. Conan menghentikan langkahnya. Dia berpikir, bagaimana Robin bisa mengetahui namanya. Aneh. Dia juga kaget (untuk yang kedua kalinya eh maksudnya ketiga). Dari mana dia mengetahui namaku? Aku kan hanya memberi tahu hidung panjang itu? Tunggu.. Tadi aku sammar-samar melihat telinga diantara pagar. Jangan-jangan.. Ah, tapi gak mungkin. Itu robot bikinannya kali. batin Conan menganalisa. Setelah itu, dia meneruskan langkahnya. Langkahnya yang tertunda menuju pemuda ijo yang sedang tertidur sambil bersandar ke tiang kapal.
.
"Hei, aku ingin tau apa yang terjadi sewaktu pingsan? Lalu, siapa kalian? Dimana kita?" tanya Conan menuntut penjelasan.
"Hm.." gumam Zoro sambil menutup mata. Dia masih di posisi tidurnya.
"Hei, jawab aku, Kakek hijau!" kesal Conan gak terima tak dihiraukan.
"Apa katamu?" tanya Zoro membuka sebelah matanya. Dia mengeluarkan aura mencekam karena dipanggil seperti itu.
"Jawab pertanyaanku, Kakek hijau." jawab Conan tak gentar dengan aura mencekam yang dikeluarkan Zoro.
"Cih. Kau tanya saja kepada Nami. Aku mau tidur." bales Zoro mencari posisi enak untuk tidur.
"Huh! Mentang-mentang kakek-kakek, jadi butuh tidur.." celutuk Conan.
"Kau mau bertarung, Kacamata Boncel?" Zoro membuka sebelah matanya lalu mengambil pedangnya.
"Aku tak ingin bertarung. Aku hanya mau info kok. Repot bertarung sama kakek-kakek.." remeh temeh (bahasa apa itu?) Conan.
"What? Sialan, kacamata boncel! Hah... Baiklah kalo kau begitu inginnya." seru Zoro yang akhirnya menyerah.
"Ha? Yey!" kata Conan kegirangan dan segera berlari ke Zoro karena tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Ha! Aku menang dari orang ini. Skor imbang nih! batin Conan bersorak penuh kemenangan.
"Ok, kita mulai dari dimana kita.." kata Zoro sambil mendelik ke Conan. Sialan ni anak. batin Zoro kesal kuadrat.
"Kita ada di Grand Line. Lautan terganas di dunia. Lautan dibagi menjadi 4, yaitu : East Blue, West Blue, North Blue, dan South Blue . Grand Line adalah penyambung lautan (maap kalo penjelasannya salah)." jelas Zoro.
"Lalu, kalian siapa?" tanya Conan yang merasa infonya belum lengkap.
"Ka-" omongan Zoro terputus.
"Robin-cwan~~ Waktunya makan.." beritahu Sanji dengan gaya gejenya.
"Terima kasih, Tuan koki." kata Robin sambil memberikan senyum mautnya. Lalu berangkat menuju ruang makan.
"Heh, Marimo! Ayo, makan!" ajak Sanji kasar. Lalu pergi ke ruang makan.
"Cih, Alis Pelintir itu." gumam Zoro.
"Hoho.. Ternyata punya banyak julukan ya?" tanya (–ralat-) ejek Conan sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Iya. Banyak julukan tapi satu nama. Daripada kamu, lebih dari satu." Jawab (–ralat lagi-) bales ejek Zoro sambil tersenyum serupa. Darimana dia tau namaku ada dua? batin Conan bertanya.
Oke, sekarang Conan tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.
.
..
KRYUUK
..
.
"Hei, makan yuk!" ajak Conan karena perutnya sudah panduan suara-ria (?).
"Ya." jawab Zoro. Mereka pun melangkah ke ruang makan.
"Hwai, Zworo, Cwonan. Jwatah kalwian bolweh kwu ambwil?" tanya Luffy sambil memanjangkan tangannya. Kok namaku jadi melenceng sih? Lalu, kenapa tangannya bisa MELAR! batin Conan sweatdrop.
.
..
BUAGH
..
.
"Jangan mengambil jatah orang lain, Kapten sarap!" seru Sanji sambil menendang kepala Luffy. Waktu menendangnya saat Luffy nyaris mengambil makanan jatah Zoro dan Conan.
"Mwaap.."
"Hai, Conan. Kamu sudah bangun?" tanya Nami sambil menatap Conan.
"Ya." jawab Conan singkat. Daritadi kale... batinnya sweatdrop kuadrat.
"Ayo, makan! Setelah itu, kau harus istirahat. Tubuhmu masih lemah." beritahu cerpelai *DUAG* alias rusa kutub. Huwa! Sejak kapan cerpelai bisa ngomong? komentar batin Conan. Conan bisa (–bahkan-) selalu sweatdrop dan jawdrop di kapal anggota Mugiwara.
...
5 menit setelah bercerita...
...
"Jadi tanganmu bisa melar, anggota badannya bisa tumbuh dimana pun, dan cerpelai itu bisa ngomong karena kalian memakan buah setan?" tanya Conan sambil mengingatnya di otak.
"Hei, aku ini RUSA KUTUB! Bukan CERPELAI!" teriak Chopper kesal karena dianggap cerpelai. Lalu, badannya berubah menjadi besar.
"Eh? Iya.." Conan sweatdrop (–lagi-). Tempat ini aneh. Aku pengen pulang.. batin Conana merana.
"Lalu, kalian di sini untuk mencari harta karun One Piece?" tanya Conan lagi.
"Ya." jawab anggota Mugiwara (-terutama Luffy-).
"Kalian tau letak One Piece?" tanya Conan.
"Katanya sih, ada di ujung Grand Line." jawab Nami semangat.
"Jangan mengalihkan pembicaraan terus, Kacamata cebol!" seru Zoro sambil minum sake 'curian'-nya. Aku tak mengerti, kenapa Sanji tidak marah? Biasanya kan marah-marah mulu. Jangan-jangan..*BUAGH*
"Sekarang, ceritakan kenapa kamu bisa ada di sini!" seru Luffy dengan semangat '45-nya.
"Hn" jawab (–yang sebenernya gak bisa dibilang jawaban-) Conan.
"Jadi begini ceritanya.." mulai Conan.
Semoga berlanjut
Sanji: 'Lu ngira apa waktu saya gak marah sama Marimo di sana?' /marah\
Rais: 'Hehehe... Ya-ha! Akhirnya saya mengupdet ni fanfic. Maaf lama dan lebih sedikit dari yang chapter 1, abis..' /bobo\
Conan: 'Yah, malah tidur!' /nunjuk Author\
Luffy; 'Shishishi.. Saatnya bales review.' /semangat\
Sanji: 'Yap! Untuk L-ThE-MyStEriOuS. Thanks ya sudah mereview ni fanfic.' /sok cool\
Ace: 'Buat NekoLover-Nyan. Thanks ya sudah mereview ni fanfic.' /senyum\
Sanji: 'Enaknya kau, Ace. Bisa dapat yang perempuan.. Mana aku dikacangin sama author bodoh itu. *#$#!' /merana dan menyesali nasib\
Ace: 'Yohoho.. berarti saya hebat!' /pede\
Luffy: 'Ace, kenapa ketawamu jadi kayak Brook? Nge-fans?' /nunjuk Brook\
Brook: 'Yohoho..' /keketawaan geje\
Ace: 'WHAT? Ogah saya!' /pergi\
Hiruma: 'Kekeke... Author sialan itu minta direview. REVIEW! YA-HAA~~' /nyasar\
CLS (Conan, Luffy, dan Sanji): /bingung\
Review Pliss
V
V
