Yosh! Saya balik lagi! :3 ano.. doakan saya ya, mau menghadapi UN :3 *bukannya belajar lu tong!*

Well, mari kita lanjutkan fanfict ini~ Balasan review di akhir cerita

Disclaimer: Fire Emblem bukan punya saya, melainkan Nintendo/Intelligent System

Chara: OC, Marth, Shiida, dan karakter-karakter lainnya.

Warn: Macem-macem OOC, bahasa jepang bertebaran, OC sedikit 'frontal'.

So, enjoy it! :D


OC POV

"Jadi, kau ingin ikut akhirnya, ya?" kata Marth, sedikit tertawa. "Kalo begitu, bersiap-siaplah."

"Wah, siapa ini?" tanya perempuan itu. "Manis sekali dirimu."

Manis? Baru kali ini aku dipuji seperti itu.

"A-ah...," aku sedikit tersipu. "A-atashi wa Aria desu."

"Ahh.. Aria-chan, nee?" kata perempuan itu, tersenyum. "Atashi wa Shiida desu, Taris no oujo[1]."

"Yoroshiku...[2]," kataku, agak sedikit menunduk.

"Saa, kita mulai berangkat," kata seorang paladin, kepada Marth.

"Yokai[3]," kata Marth. "Ayo."

Aku mengangguk, lalu berjalan mengikuti kuda yang ditunggangi Marth.

Normal POV

Beberapa mil dari kota itu, Aria mulai kelelahan. Namun, apa boleh buat, batinnya. Ia harus kuat.

"Aria-chan?" kata Marth, melihat Aria agak tersengal-sengal nafasnya. "Kau tidak apa-apa?"

"Ak-aku?" Aria menyadari perasaan lelahnya ketahuan. "Aku tidak apa-apa kok!"

"Hmm...," Marth kemudian memfokuskan dirinya lagi kedepan.

'Untung saja...,' batin Aria.

"Kyaaaa!" sebuah teriakan berasal dari suatu desa yang tidak jauh dari Aritia's army berjalan.

"Apa itu?!" Marth terkejut.

"Desa itu... diserang oleh sekelompok bandit!" kata Shiida, dari atas sana. "Ayo kita bergegas!"

"Aria! Ikut aku!" Marth menarik tangan Aria untuk menunggangi kudanya.

"Apa? Hey!" Aria terkejut, karena baru kali ini ditarik tangannya seperti itu.

Ketika beberapa prajurit kemudian masuk ke wilayah desa itu, mereka menghadapi beberapa bandit-bandit yang hendak merampok. Tebasan pedang, tusukan tombak, dan luka dari kapak, mulai meramaikan suasana perang.

"Marth! Biar aku cek rumah itu apakah masih ada korban yang selamat!" Aria langsung turun dari kuda.

"Baiklah! Jangan lama-lama!" kata Marth.

Aria berlari ke arah rumah yang setengah terbakar, dilihat ada seorang perempuan tua bersimpang darah di perutnya.

"Obaa-san! Bertahanlah!" kata Aria, sambil mengeluarkan sebuah vulnerary.

"Tidak...," kata perempuan itu. "Selamatkan... semuanya..."

"Tapi, luka ini parah!" kata Aria. "Bertahanlah!"

Namun, perempuan itu sudah tidak kuat, dan ia meninggal, tak lama.

"Sial... seandainya aku cepat bertindak...," kata Aria, menyalahkan dirinya. "Bandit-bandit itu.. aku akan membunuhmu!"

Sementara itu, Marth sedang berurusan dengan bandit yang paling kuat.

"(hah) Tangguh sekali...," kata Marth, agak kelelahan. Dirinya mendapatkan luka pada pinggang sebelah kiri karena terkena kapak.

"Ada apa, nak? Kau kelelahan?" kata bandit itu, terkekeh-kekeh. "Baiklah, dirimu sudah tidak layak hidup lagi! Rasakan ini!"

"Kkhh!" Marth menghindar dari serangan itu. "Kaulah yang tidak layak lagi!"

"Marth!" teriak Aria, sambil berlari ke arah bandit itu. "Biar kubantu!"

"Hah? Apa masalahmu, kusogaki[4]?" kata bandit itu.

"Kusogaki?! Dasar badan bongsor!" teriak Aria, merasa dihina. "Baiklah! Kalau itu maumu!"

Aria mengeluarkan killing edge-nya, bersiap untuk menyerang.

"Aria! Kau tahu kalau itu sangat berbahaya?!" kata Marth, yang masih mengaduh kesakitan.

"Seberapa bahayanya ketika aku membiarkan temanku diserang dan mati terbunuh?!" kata Aria. "Biar aku mengurus si bongsor ini!"

"Aku suka semangatmu, nak," kata bandit itu. "Rasakan ini!"

Aria berhasil menghindari serangan lawannya. Ia menyerang beberapa kali, sampai akhirnya ia terkena serangan bandit tersebut.

"Ugh!" Aria terkejut, ketika menyadari lengan kanannya terluka.

"Rasakan ini! Haaaahhh!" Bandit itu mulai menyerang lagi Aria.

Crash! Crash! Aria mulai terkena pada perut, dan juga kakinya. Ia sangat kesakitan. Pada akhirnya, Marth membantunya dengan menyerang dari belakang.

Jres!

Ia menusuk rapier-nya ke dada sang bandit.

"Jika kau hendak melawan, maka jangan menerima tawaran dari seorang gadis yang inosens!" kata Marth, dengan nada rendah.

"Ugh... kkhh..." bandit itu akhirnya tewas. Darahnya banyak mengalir.

"Marth... arigatou," kata Aria. "Augh..."

"Tenang, biar aku bantu," kata Marth, mengangkat Aria dengan berlahan. "Gegabah sekali kau! Beruntung ada aku disini!"

"Hehe," Aria tertawa kecil. "Aduh duh!"

"Marusu-sama!" Shiida menghampiri Marth dan Aria. "(gaps!) Apa yang terjadi?!"

"Kecelakaan," kata Marth. "Aria lah yang menolongku, sedikit.."

"Baiklah! Biar kurawat, sini!" kata Shiida, menggendong Aria. "Kasihan, umurnya terlalu muda untuk merasakan seperti ini..."

"Daijoubu[5]... aku sudah pernah seperti ini," kata Aria, dengan berlahan. Ia akhirnya tertidur.

Suasana hening ketika Shiida mendengar kata-kata Aria sebelum tertidur. Sudah pernah?

"D-Dono iu koto[6]...? kata Shiida, agak pucat.

"Aku tidak tahu," kata Marth. "Yang penting, kita bawa dia dahulu ke markas."

=o=o=o=o=o=o=o=

"Lukanya lumayan, namun dapat sembuh dalam beberapa hari," kata Shiida, sambil memberi perban pada luka ditubuh Aria.

"Syukurlah," kata Marth. "Aku senang kau membantunya."

"Ngomong-ngomong, kau kapan bertemu dengannya?" tanya Shiida.

"Aku bertemu ketika ia hendak mencuri," kata Marth. "Sebenarnya ia anak yang baik, mungkin ada sedikit masalah..."

"Aku paham maksudmu," kata Shiida. "Ayo kita jalan-jalan sejenak."

"Baiklah...," kata Marth. Shiida membantunya berdiri.

Saat Shiida membuka pintunya, Aria terbangun. Shiida cepat-cepat balik lagi dimana Aria tertidur.

"Ah, Aria-chan," kata Shiida. "Kau sudah sadar rupanya.

"Aku bersyukur kau kembali bangun," kata Marth, dengan tersenyum.

"Di-dimana aku?" tanya Aria.

"Kau dirumah salah satu penghuni desa ini," kata Shiida.

Aria mengangguk. Ia agak murung.

"Ada apa?" tanya Marth.

"Aku bermimpi buruk. Ini adalah mimpi terburuk yang pernah aku alami," kata Aria.

Marth dan Shiida terdiam.

"Bisa kau ceritakan kepada kami?"


[1] Atashi wa Shiida desu,Taris no oujo = Namaku Shiida, putri dari Talys
[2] Yoroshiku = Salam kenal
[3] Yokai = Baiklah
[4] Kusogaki = bocah sialan ; dapet dari anime 07-Ghost
[5] Daijoubu = Tidak apa-apa
[6] Dono iu koto = Apa maksudmu

Fiuh. Capek juga ngetiknya.

PhiRadian: Aku sebenarnya baru prolouge 3 main fe yang itu T.T netbooknya gak kuat main DS.. mau beli DS gak punya duit *pundung* aku suka pairing MarthxShiida, pasangan sejati dari awal soalnya :D apalagi EphraimxTana :D

Kritikannya? Maybe RnR :D