Uchiha's Dating Agency © Eternal Dream Chowz
Naruto © Masashi Kishimoto
Pairing: Sasuke Uchiha x Hinata Hyuuga
Rate: T
Genre: Romance, Humor
Warning: Out Of Character, Typo(s), Alternate Universe
.
.
.
Chapter 1. Annoying Time, I'm Getting In!
Kediaman Hyuuga …
"A-ayah, aku kan sudah b-bilang aku tidak mau dijodohkan apalagi dipaksa masuk ke dating agency tidak jelas itu!"
Masih dengan pakaian berlatihnya Hyuuga Hinata mengomel dengan bibir mengerucut pada ayahnya tercinta, Hyuuga Hiashi. Wajar saja, karena saat ia baru kembali dari dojo, semua pakaian, alat rias dan perlengkapan mandinya telah hilang tanpa jejak dari kamarnya, sungguh mengeherankan. Dan setelah dicari ke seluruh rumah, ia melihat koper pakaian dan tas ransel miliknya sudah mengemas barang-barangnya yang sudah bisa dipastikan pasti berasal dari lemari, meja rias dan kamar mandi khusus yang ada di kamarnya.
Barang-barang itu tanpa seizinnya langsung dimasukkan ke dalam bagian belakang mobil pengangkut berlabel Uchiha's Dating Agency dengan slogan anehnya, 'Only One Week and Get Your Prince/Princess'. Absurd. Hell. Hinata minta penjelasan! Hiashi pun menghela napas mendengar penuturan putri nya.
"Hinata, kau sudah berumur 28 tahun dan masih tidak punya pacar atau teman pria, Ayah mau kau memilih salah satu pasangan hidup yang sudah terdaftar di map itu. Mengerti?" jelas Hiashi, gemas dengan sikap putrinya yang benar-benar keras kepala. Tidak mau berpacaran atau bertunangan, malah dengan gamblangnya pernah berkomitmen bahwa ia tidak mau menikah. Hiashi jadi pusing tujuh keliling.
"T-tidak mau, tidak ada yang ku s-suka, lagi pula aku punya t-teman pria kok," sergah Hinata cepat sambil menggeleng cepat.
"Sudahlah Hinata. Kau bahkan belum melihat isi map itu dari kemarin. Dan kau malah menaruhnya di kamarku. Kalau Kiba dan Shino sih, maaf saja, itu namanya sahabat tapi gender-nya saja laki-laki," sela Neji, kakak lelaki Hinata yang sedang teramat kesal karena mendapati map berisi tumpukan foto cowok berwajah cantik akibat ulah iseng adiknya.
Neji berpikir bahwa map itu adalah dokumen penting yang dikirim salah satu bawahannya. Map coklat polos yang tergeletak rapi di meja kamarnya, malah berisi malapetaka, isinya membuatnya muak dan hampir kejang-kejang.
Aku masih straight tahu, pikirnya kesal
"T-tidak mau … Neji-nii saja yang ikut! Bukankah Neji-nii mirip perempuan?!" cetus Hinata dengan wajah inosen ditambah bibir mengerucut sebal sebagai tanda penolakan. Pada saat bersamaan, Hiashi terkejut dan Neji pucat pasi. Neji mendelik kesal setelah menarik napas lelah karena mendengar jawaban Hinata.
"Hei, Hinata, aku ini pria tahu! Masa kau suruh ikut dating agencydi golongan wanita? Lalu Tenten bagaimana, hah?" sahut Neji dengan wajah masam. Di dahinya terukir urat-urat persimpangan pertanda kekesalan yang memuncak.
"Ukhh … t-tapi kan … . Ah! Hanabi juga bisa, dia lebih cantik dariku. Ide yang bagus kan, Ayah?" elak Hinata sambil mengeluarkan puppy eyes no jutsu andalannya yang biasa dipakai untuk merayu Kiba dan Shino agar ikhlas menemaninya ke tempat-tempat yang ia inginkan. Hah, dasar.
"Nee-san, apa maksudmu dengan aku mengikuti dating agency, hah?! Aku masih SMA tahu?! Lebih baik Nee san ikut saja dan jangan banyak mengeluh!" labrak Hanabi dengan suara melengking. Raut wajah Hanabi saat itu tak kalah menyeramkan dengan sosok hantu di film horror kesukaan Tenten.
Hinata mengkeret. Padahal adiknya tak kalah cantik dengannya. Dengan iris mata yang berwarna sama, rambut coklat yang lembut dengan wajah ceria pasti membuat Hanabi laku keras di dating agency itu. Ups! Hinata menepuk kepala, sejak kapan dia sangat tega pada adiknya sendiri?
"H-habisnya ..." Hinata kembali mencari-cari alasan.
"Sudahlah, Hinata. Jangan membanding-bandingkan dirimu dengan mereka terus. Kau ini ada-ada saja, Hanabi masih 15 tahun dan kau tega menjodohkannya. Neji juga sudah punya tunangan, apa kau rela memisahkan mereka? Jangan menolak lagi, atau kau mau Ayah tunangkan dengan Gonzaburou? Dia anak relasi Ayah." kata Hiashi tenang sambil menjulurkan sebuah foto pria bongsor dengan wajah yang err … . Berumur 45 tahun, berstatus single, jangan lupakan kaca mata minus tebal yang dipakainya. Bahkan Hinata tidak tahu lagi berapa ketebalan kacamata itu.
"Y-yang itu lebih t-tidak mau. Ya sudah, a-aku ikut."
Dengan berat hati Hinata menyetujui dengan tatapan berkaca-kaca menatap foto nista andalan ayahnya untuk mengancam dirinya. Ckck, kasihan Hinata.
"Baiklah, cepat mandi dan bersiap-siap. Neji akan mengantarmu ke tempat pembukaan acara itu diadakan," perintah Hiashi pada Hinata yang berjalan dengan langkah lemah.
"B-baiklah," Hinata mengangguk lemah dan bergerak menuju kamar Hanabi untuk meminjam peralatan mandi dan sekalian menumpang di kamar mandinya.
…
Fix, mulai hari ini gadis cantik berumur 28 tahun, beriris amethyst dengan rambut indigo sepinggang yang indah, tertanda, Hyuuga Hinata, resmi terdaftar masuk dalam Uchiha's Dating Agency atas paksaan tiga Hyuuga yang mengantarnya menuju pintu neraka imajiner.
Yosh, a-aku akan berusaha kabur, batin Hinata dengan penuh semangat. Ia hanya belum menyadari betapa ketatnya acara yang akan diikutinya nanti.
.
.
.
Saat yang bersamaan di Uchiha Corp. …
"Apa-apaan ini, Baka Aniki?!" teriak Sasuke penuh emosi pada Itachi sambil menggebrak meja kerjanya. Bahkan para pegawai di luar pintu berjengit kaget mendengar suara pukulan pada meja yang terdengar di luar pintu bertuliskan 'Direktur'.
"Tenanglah, Otouto. Kau tidak akan mati hanya mengikuti dating agency selama 1 minggu," ucap Itachi santai sambil menyumpal kedua telinganya dengan jari supaya gendang telinganya tidak rusak mendengar suara Sasuke yang mengaum bak harimau yang dibangunkan paksa dari tidurnya
"Aku tidak mau. Batalkan!" tolak Sasuke sesegera mungkin.
"Ck, tidak bisa. Karena Ayah yang mendaftarkanmu," balas Itachi. Ia mulai kesal menanggapi sikap temperamental adiknya.
"Walaupun Ayah yang mendaf—Ayah?!" tanya Sasuke sambil menahan amarahnya.
"Iya, lihat ini." Itachi menyodorkan ponselnya. Layar ponsel menunjukkan pesan dari kontak bernama 'L0V3Ly T0u-$4n MuAchhh' yang membuat Sasuke hampir muntah tapi ditahannya mati-matian.
From: L0V3Ly T0u-$4n MuAchhh
Hei Itachi, tolong daftarkan adikmu ke acara dating agency-mu. Kalau dia tidak mau, katakan padanya dia PASTI AKAN aku jodohkan dengan saudara sepupu Naruto yang sangat tergila-gila padanya.
"Mungkin saja yang dimaksudkan Ayah adalah Sai bukan?" sangkal Sasuke dengan pandangan jijik.
"Aduh, kau bodoh atau apa Sasuke? Jelas-jelas Sai sudah bertunangan dengan Yamanaka Ino, lagipula Sai itu sepupu kita. Dan jangan katakan bahwa yang dimaksud Ayah adalah aku. Aku sudah punya Konan, mengerti?" tegas Itachi kepada adiknya yang keras kepala itu.
Sasuke terdiam memikirkan isi pesan ayahnya. Kalau tidak salah tadi ia menyebutkan saudara sepupu Naruto? Ck, pastilah yang dimaksudkan adalah Karin dan Shion. Naruto adalah sahabatnya. Relasi dengan keluarganya juga cukup dekat sehingga ayahnya yang tua bangka itu pasti tahu jelas bahwa saudara dari temannya yang berisik itu menyukainya sejak dulu.
Aku tidak minat pada gadis-gadis berisik dan manja. Hm, baiklah akan kuikuti permainan ini, tapi ingat saja aku akan keluar tanpa satupun gadis-gadis tengil itu! pikir Sasuke sambil menyeringai licik.
"Fine. Aku akan ikut karena Ayah yang menyuruh. Tapi ingat, jangan pernah berusaha menjodohkanku dengan saudara baka dobe, deal?" Sasuke berkata sambil tersenyum picik. Sempurna sudah rencana yang ia susun baik-baik di kepalanya.
"Oke, deal. Ini foto gadis-gadis yang ada, lihat saja kalau mau." Itachi pun melemparkan sebuah map berisi foto-foto peserta wanita ke meja Sasuke. Itachi mengerling nakal sejenak sebelum beranjak ke pintu dan pergi dengan tawa karena Sasuke menatapnya dengan tatapan tajam.
Jangan harap aku mau melihatnya, desis Sasuke dalam hati.
Sasuke meraih map itu, meremasnya kasar dan membuangnya ke dalam keranjang sampah tanpa menyadari ada satu foto yang keluar saat Itachi melempar map itu ke mejanya. Sasuke memutuskan untuk segera keluar dari kantornya. Kedatangan Itachi benar-benar membuatnya kesal.
Tetapi, sebelum map itu bernasib malang di keranjang sampah, foto gadis berambut indigo dan bermata amethyst yang tengah tersenyum manis menghadap kamera dengan tulisan print berlabel 'Hyuuga Hinata' jatuh tergeletak dengan manis di atas meja kerjanya.
Nah, Uchiha Sasuke, 29 tahun, direktur sukses yang tampan dan keren. Dipuja-puja kaum hawa namun masih tetap single, akhirnya berhasil dijebloskan ke dating agency oleh sang aniki tercinta.
Aku akan keluar sesegera mungkin!
Ya, mungkin saja.
.
.
.
To Be Continued
A/N: Oke itu chapter 1! Gimana? Sesuai harapan gak? Tolong review yaaa… Oh ya bagi yang punya fb boleh add saya (Gina Atreya) yaaa… maaf ya kalo fict ini singkat, maafkan jari-jari saya yang mogok gak mau ngetik . HUUUWWAAAAA! #nangis gaje #di geplak readers #ribut loe. Makasih buat yang udah review prolog nya….#babak belur
Mind to RnR?
