ORE NO KANOJO WA ORE IMOUTO

DISCLAIMER

VOCALOID ONWED/BELONGS TO YAMAHA

(a/n):minna san. konniciwa. setelah menetukan kata-kata yang indah akhirnya aku memutuskan menreplace fanfic sebelumnya dengan ini yang jauh lebih baik olehnya untuk yang ketiga adalah masa kebahagiaan keluarga kagamine. disana nantinya peran akiyuki amamiya(peran author) tidak ada. disana gumi juga akan hadir. djadi tunggu ya chapter 3

Diegem, Machelen, Belgium

''hatchiii…." Akiyuki langsung menganggu suasana tenang taksi yang mengantar mereka ke Brussels airlines home. Tempat dimana dia melakukan perundingan dengan bos dari Lufthansa group. Diapun telah lama belajar bahasa jerman. Meski, logatnya lebih kental swiss. Olehnya dia membawa manajernya yang fasih bahasa jerman standar.

"hountou ni daijobuka, danna-sama"terlihat nada khawatir manajernya saito atsushi

"heki-heki. Aku harus kerja sampai tuntas agar bisa nikmati waktu dengan ponakanku" diapun berusaha menhilangkan kekhawatiran manajernya. Meski sang manajer khawatir karena bosnya tak pernah tidur selama 5 hari demi terbebas dari meja kerjanya .

"demo, danna-sama tak pernah tidur hampir seminggu aku jadi khawatir dengan kesehatanmu" sepertinya akiyuki tak mau dibuat khawatir layaknya anak kecil oleh manejer meski usia sang manajer lebih tua darinya

Taksipun sampai juga ke kantor pusat Brussels airlines. Salah satu mitra dari Lufthansa. Sebenarnya perundingan ini bisa dilakukan di cologne, Frankfurt atau berlin. Namun dia putuskan ke Brussels, alasan yang bisa diterima logika adalah keinginannya membentuk unit joint venture dengan bos flag carrier jerman tersebut dimana CEO Brussels airlines menjadi penegahnya.

Brussels Airlines home

'TING'. pintu lift akhirnya mempersilahkan mereka keluar dari kabinnya. Mereka lalu memasuki ruang rapat direksi. Are! Kenapa mereka malah menikati espresso dan waffle? Inikan diruang rapat! Oh, ternyata sang tuan rumah belum datang. Jadi sambil menunggu mereka langsung diberi makanan

"aku tak menyangka kita ternyata terlalu rajin" dia tak menyangka barusan tamu menunggu tuan rumah disarangnya

"tapi, kopi dan wafflenya enak lho. Kapan lagi bisa nikmati sajian seperti ini danna-sama"

"yare-yare. Disaat seperti ini kamu malah gembul atau memang tak pernah medapat sajian seperti ini?" dia hanya heran melihat prilaku atsushi agak menyimpang

"lebih tepat dua-duanya akiyuki-kun" dia sepertinya bersemangat menikmati hidangan khas belgia itu

"tumben, kau memanggil namaku?" dia menggoda atsushi karena memanggil namanya

"ah aku hanya tak sengaja saja" dia mersa malu karena ketidak sengajaannya

Pada akhirnya tuan rumah masuk juga ke ruang yang penuh dengan kehangatan. Setelah lama berdikskusi. Alasan mereka terlambat karena kemacetan kota Brussels yang nggak pernah berhenti. Mengingat kantor pusat Uni Eropa berada disana. Dia mengerti tentang keadaan ibukota yang memang agak macet menjelang tahun baru dan menjelang penerimaan anggota baru Uni Eropa dan anggota baru NATO. "benar juga sih, inikan kantor pusatnya Uni Eropa dan NATO. Dia mengangguk mengerti.

"für mich, Ihr Unternehmen bekommen maximal nur 10 Prozent (bagi saya, perusahaanmu hanya berhak mendapat 10% saja)" ungkap sang CEO Lufthansa

"warten, das ist nicht fair. avez-vous une raison pour laquelle vous le faire? (tunggu, ini tak adi. Beri alasan mengapa kalian melakukannya?)" dia pun merasa didiskriminasi oleh petinggi perusahaan penerbangan terbesar di eropa itu.

Tangan kiri sang CEO bergetar. Seolah dibaca pikirannya,diapun terdiam. Barusan ada orang asia yang berani berkata seperti itu dihadapan orang blasteran italia jerman itu. Sepertinya dia nggak bisa meremehkan orang yang telah mengambil sarjana hukum diGlasglow, sarjana ekonomi diKopenhangen dan sarjana kedokteran di Munich.

Keadaan ruang terasa hening, sampai

'duar' 'duar' 'duar'

"was ist los?!(apa yang terjadi)" sang CEO terkejut dengan ledakan petasan itu

Entah siapa yang menyimpan petasan itu, namun akibat insiden itu perundingan akhirnya gagal total. Sang CEO Lufthansa dan CEO Brussels airlines langsung berlari keluar gedung. Disusul akiyuki dan atsushi. Namun tindakan konyol lainnya adalah Atshushi, sang manajer perusahaan Kagamine finance group itu malah membuang punting rokok didalam kardus yang berisi tumpukan petasan! itupun tak sengaja. Jangan bilang kardus itu dikira tempat sampah.

Baru saja mereka menyelamatkan diri, gedung megah itu berhasil memecahkan kaca-kaca gedung hingga berkeping keping.

'BOOOOM'

Wow! Pasti orang disekitar bertanya "kenapa gedung itu nyalakan kembang api? Padahal tahun baru tinggal 4 hari lagi." bagaimana keadaan disana? Banyak orang yang berlarian keluar gedung akibat tumpukan petasan yang dibakar rokok.

"bitte helft mir!"seseorang berteriak minta tolong

"wir sind bereit, gerade hier zu springen(kami siap,sekarang lompat kesini)" akiyuki telah meyiapkan matras agar lompatan orang itu tak meyakitkan bersama manejernya dan kedua tuan rumah itu

"help me please!" seorang wanita berteriak minta pertolongan. Dasar aja, baru orang itu melompat, matras langsung berpindah ke wanita itu

"BRUUK"

"apa yang kamu lakukan? Dasar bodoh"akiyuki baru sadar orang yang harusnya dia ditolongi dulu,malah mencium aspal dengan rasa sakit. Dia juag malah memarahi manajernya yang tergoda dengan wanita berpirang itu

"mestinya wanita diselamatkan dulu kan?" ujar manajer terus terang

GUBRAK

Haaah… cukup sudah kekonyolan di Brussels akan ledakan petasan itu. Bagaimana kalau ke rumah sakit ST. Luke. Tempat dimana lenka akan mengeluarkan bayi futokainya .

ST. LIKE INTERNATIONAL HOSPITAL, CHIBA,JAPAN

"eeengh"sepertinya lenka sedang berusaha mem"bongkar mesin"nya,ya. kayaknya perjuangan ini jauh lebih melelahkan dibandingkan mengeluarkan Rinto setahun 2 tahun lalu

"dame da. Aku nggak kuat lagi"lenka benar-benar kelelahan akibat terlalu banyak mengeluarkan bayi kembarnya

"terus, kagamine-san yang kedua hampir keluar"suster pun mulai memberi banyak energi motivasi

Lima menit lalu, bayi pertama yang bergender perempuan telah berhasil keluar. Kira kira apa ya gender bayi selanjutnya

"aaaaaaaagggghhhh" lenka mengeluarkan tenaganya lagi dan benar saja

"oooek" "oooek"

Bayi kedua pun berhasil dikeluarkan dengan sukses.

"omedeto gozaimasta, anata no akachan wa onnanoko to otoko" suster akhirnya memberi ucapan selamat atas perjuangan sudah tenaga lenka dengan kedua bayi yang dominan gen dirinya tersebut. Sementara itu Tamaki alngsung mengirim E-mail ke senpainya bertepatan dengan jam 2 pagi tanggal 27 desember

Brussels,Belgium

"kita harus berterima kasih kepada yang menyalakan petasan itu"

"eh, nande?"manajer bertanya heran

"kalau kita menyetujuinya, pasti mereka lebih untung dibanding kita, aku aja sudah menduga, si pinokio pirang itu tidak menyukai maksud kita ini" sindir akiyuki

Taksi yang membawa mereka itu sedang ke bandara Zaventeen. Bandara utama belgia sekaligus pintu masuk utama ke uni eropa dari atlantik. Mereka daritadi menatap pemadam kebakaran dan ambulans mengebut jalan ke TKP yang tak lain Brussels airlines home. Tak lama kemudian sampaillah mereka ke terminal VIP.

CHIKOKI(PESAWAT)

"aaah owatta-owatta(capeknya)"ujar akiyuki merenggangkan otot tangannya.

"aku heran, nande yukinari ano chikoki ke Tokyo"manajernya heran mengapa dia tiba-tiba menuju Tokyo

"oh,itu karena lenka telah membongkar mesinnnya" kata terakhirnya mungkin kurang dimengerti oleh sebagian orang termasuk manajernya

"apa maksud anda?" dahi manajernya berkerut mnecerna kata-kata bosnya

"maksudku dia telah melahirkan. Lebih hebatnya kembar." Ujarnya dengan semangat yang baru

"wah, selamat ya. Anda mendapat ponakan kembar. Bagaimana kita rayakan dengan sampanye"

"maaf saja, aku nggak suka minuman alkohol. Bagaimana kalau aku jus apel? bukannya warna mirip"

"baiklah kalo begitu. Kampai?"

"KAMPAI"

"your clear to take off!"perintah ATC mempersilahkan pesawat meninggakan Brussels menuju Tokyo. Pesawat Cessna X itu telah mencapa v2 nya dan telah menempuh sekitar 16000 mil menuju Tokyo.

SEMENTARA ITU

11:19 waktu tokyo

Lenka sepertinya sedang melihat butiran salju yang turun dari langit. Dia melihatnya dengan lega, karena kini dia kedatangan anggota baru keluarganya. Ketenangan itu tergangu oleh

"Tadaima, lenka"

"o-oniichan okaerinasai"lenka terkejut kedatangan oniichannya.

"kenapa kakak cepat pulang? nggak memberitahu lagi" lenka menggembungkan pipinya kesal karena kepulangan kakaknya tak diberitahu

"ah, gomen gomen. Aku lupa memberitahumu" dia megggaruk pipinya dengan telunjuknya tanpa bersalah

"soshite, nande oniichan baunya seperti mesiu?" lenka sepertinya punya hidung yang tajam sambil mengejek dia juga menutup hidung.

"ceritanya panjang,aku akan jelaskan setelah kau pulang lusa. Kau akan tertawa kalau mendengarnya. Lalu mana kembar itu?" entah kenapa dia yang tadinya jetlag malah semangat lagi ingin melihat keponakan kembarnya.

"oniichan, jauh lebih semangat dibanding 2 tahun lalu uang langsung pingsan karena kesalahan vonis dokter." Lenka tertawa mengingat kejadian itu

"sudahlah, jangan diingat lagi" terlihat rona merah dipipi pemuda yang berambut hitam dan bermata sama dengan lenka

Akiyuki lalu melihat kedua bayi diinkubator disamping ranjang lenka. Terlihat senyum hangat nan gembira melihat bayi kembar tersebut . siapa yang tidak kembali semangatnya ketika melihat boal mata biru punya kagamine len,"adik" kembar rin. Dia merasa lega karena tidak sia-sia,dia tidak tidur hampir 7 hari demi melihat keponakan barunya. Terlihat niat terbaca dimatanya yang akan menjaga, melindungi, mengajari, memotivasi mereka kelak sambil melihat butiran salju yang berhamburan di tanah matahari terbit. Seolah olah salju juag mendengar apa dia niatkan dihatinya

TSUZUKU