Title: One and Only

Author: Yuki Park (Yuki)

Cast: Chanbaek (Chanyeol Baekhyun)

Other cast: dibaca aja yah biar tau hahah

Genre: Romance, Fluffy(?), YAOI, Boys Love

summary: tuan byun dan tuan park berteman baik mereka mempunyai rencana untuk anak-anak mereka tapi anak-anak mereka yang dulu nya musuh malah bersahabat dan sudah ada orang special masing-masing bukan menjadi sepasang kekasih. bagaimana rencana mereka?

WARNING : BUAT YANG GAK SUKA YAOI HARAP JANGAN BACA TAPI JIKA INGIN MENCOBA BACA DIMOHONKAN JANGAN BASH

Kritik & Saran di terima;3

~~~ HAPPY READING ~~~

Malam ini adalah malam kepindahan baekhyun dan chanyeol ke apartement mereka. Bukankah baekhyun menolak? Tentu saja baekhyun terpaksa mengikuti kata ibu dan ayah nya bisa di bilang dia terpaksa.

Sedangkan chanyeol dia memang menolak tapi dia begitu antusias dengan kepindahan ini mungkin untuk mengerjai baekhyun lebih mudah baginya.

Selama perjalanan menuju apartement barunya baekhyun terus mendengus dan mengerucutkan bibirnya itu berarti seorang byun baekhyun sedang kesal atau sedang baekhyun.

Berbeda jauh dengan chanyeol saat perjalanan ke apartement dia terus tersenyum senang bahkan tertawa sesekali ia mengikuti alunan musik yang sedang ia dengarkan. Dan itu mengundangkan kerutan di dahi kedua orang tuanya. Tadi pagi ia menolak tinggal dengan baekhyun tapi sekarang ia sangat bersemangat. Ada apakah?

Sekarang mereka sudah sampai ke gedung apartement mereka. Chanyeol yang melihat baekhyun langsung berlari kegirangan mendekat baekhyun.

"Baekhyun-ah"

Di rangkul nya bahu mungil itu. Dan saat itu juga ia mendapatkan tatapan mematikan dari mata sipit byun baekhyun. Orang tua mereka hanya tersenyum senang.

Mereka memasuki apartement mereka yang begitu rapi, nyaman dan besar. Terdapat 2 kamar tentu saja kamar baekhyun dan kamar chanyeol.

"Berteman baiklah"

Suara ibu baekhyun menghentikan aktivitas chanyeol dan baekhyun yang terlihat sedang memasukkan barang-barang mereka ke dalam kamar. Sekali lagi baekhyun mendengus kesal.

"Ibu byun tenang saja, aku kan baekhyun akan berteman baik bahkan kami akan bersahabat, iyakan baek?"

Chanyeol terlihat senang dengan senyuman happy virus itu. Tak ia hiraukan tatapan tajam dari baekhyun. Baekhyun hanya membuang muka dan menatap ibunya setelah ia menatap chanyeol dengan tatapan tajam nya.

"Terserah ibu saja"

Hanya itu yang di ucapkan si mungil tak ingin berdebat dengan ibu panjang lebar karena akhirnya dia tetap saja kalah seperti sekarang ini untuk tinggal di sebuah apartement sudah bersusah payah ia menolak tapi apa? Tetap saja terlaksana.

Seperti nya rencana kedua keluarga ini akan berhasil kah?

Melihat raut wajah si calon menantu yang terus mengurutkan bibir nya membuat ibu chanyeol hanya tersenyum lembut dan merangkul bahu mungil itu.

"Baek, chanyeol memang seperti itu"

Ucapan singkat mampu membuat seorang byun baekhyun menampilkan senyum manis nya walaupun sedikit terpaksa"

"Iya ibu park aku maklum sama si idi- maksudku chanyeol"

Senyum manis tak lepas dari wajah baekhyun ketika berhadapan dengan ibu park. Senyum manis itu selalu terpancar.

"Kalau begitu kami pulang dulu ini sudah malam, besok kami akan berangkat pagi ke china kalian istirahatlah"

Ujar ayah baekhyun. Di ikuti dengan anggukan oleh ibu ayah chayeol.

"Iya, ayah"

Ucapan lemah dari baekhyun yang sedang berjalan kearah pintu masuk untuk mengantar orang tua mereka yang akan pulang kerumah setelah berpamitan.

sekarang tinggalah dua musuh bebuyutan yang sedang saling menatap tajam satu sama lain. Jadi yang tadi aktingkah park chanyeol? Tentu saja iya.

"Jangan mengangguku"

Ucap baekhyun penuh penekanan di ikuti jari telunjuk yang mengarah pada muka si tampan.
Si tampan hanya mengedikkan bahu tandanya ia tak perduli dengan tatapan dan ucapan dari baekhyun.

"KAU"

Baekhyun yang kesal hanya bisa mendengus dan membanting pintu kamar nya tak perduli dengan wajah keheranan chanyeol.

Ada alasan lain mengapa aku sering mengganggumu baek.

Setelah menatap nanar pintu yang terbanting keras dia berjalan menuju kamar nya, membuka pintu dan mengistirahatkan tubuhnya diatas kasur king size tersebut.

Menatap langit-langit kamar adalah kebiasaan sebelum tidur park chanyeol hingga ia mencapai dunia mimpinya.

Pagi menjelang cahaya matahari perlahan masuk ke dalam kamar yang berbeda.

Si mungil terus mengerjap kan mata sipit nya dan mencoba mengumpulkan nyawanya. Setelah seperkian detik nyawanya terkumpul baekhyun duduk di sisi tempat tidur dan mulai beranjak menuju kamar mandi.

Bagaimana dengan kamar sebelah?

Rupanya chanyeol sudah siap dengan seragam nya yang rapi sesekali ia menata rambut nya. Mungkin biar terlihat tampan di hadapan baekhyun tapi ntah lah.

Setelah merasa selesai keduanya keluar dari kamar masing-masing dan menuju ruang tamu.

"Kau kesekolah naik apa?"

Tanya baekhyun pada chanyeol yang tengah memasang sepatu nya. Jangan lupakan tatapan kesal dari baekhyun.

"Bis"

3 huruf mungkin cukup untuk menjawab pertanyaan dari baekhyun. Baekhyun yang tak terima jawaban seperti itu membuka mulut lagi.

"Kau kenapa?"

"Tidak papa"

"Mengapa kau tak menggangguku?"

Pertanyaan yang di lontarkan baekhyun cukup konyol bukankah tadi malam dia minta agar chanyeol tak mengganggunya? Tapi sekarang pertanyaan macam apa itu baek?.

Chanyeol hanya heran menatap baekhyun serta mencoba menalar ucapan si mungil.
Setelah berkutat dengan pertanyaan konyol baekhyun chanyeol tak ambil pusing dengan cara tak ingin menghiraukan pertanyaan itu tanpa menjawab dan berjalan menuju pintu utama.

Aku ingin kau menggangguku idiot

Setelah menatap punggung yang semakin lama semakin mengecil baekhyun membuang nafas kasar dan mulai menutup bahkan mengunci pintu apartement nya.

Saat di halte bis pun mereka tampak diam tak ada yang berbicara apalagi mengganggu. Mungkin uri chanyeol sedang dalam mood yang tidak baik.

Di sekolah pun sama mereka tak ada yang berbicara dan saling diam. Baekhyun yang merasa itu adalah salah nya hanya merutuki diri sendiri karena berucap kasar pada chanyeol padahal dia hanya berucap "jangan menggangguku" dan kemudian membanting pintu. Apakah ia harus minta maaf?

"Chan"

Panggil baekhyun yang menghadapkan dirinya ke belakang tepat di tempat duduk chanyeol.
Chanyeol hanya berdehem mendengar namanya di panggil dan terus menatap layar ponsel nya.

Uri baekhyun di abaikan

"Maaf" Ucap baekhyun penuh penyesalan. Karena dia rasa ini adalah salah nya yang membuat chanyeol berubah seperti ini.
Sekali lagi chanyeol hanya berdehem menjawab permintaan maaf dari baekhyun.

Baekhyun mendengus kesal merasa di abaikan dia langsung mengambil hp chanyeol yang sedari tadi menyita tatapan chanyeol yang seharusnya menatap matanya tapi malah menatap layar hp.

"Kembalikan" ucapan datar dan tatapan datar yang memenuhi raut tampan park chanyeol. Baekhyun yang melihat itu bergidik ngeri dan menatap dalam mata itu.

"Aku minta maaf"

"Iya, sekarang kembalikan"

"Tidak, kau belum memaafkanku"

"Aish"

Chanyeol hendak berdiri dan meninggalkan tempat duduk nya dan kelas. Tapi dengan cepat baekhyun menggapai pergelangan tangan chanyeol.

"Kumohon"

Nada suara baekhyun begitu memelas. Seperti anak anjing yang meminta makanan pada majikan.

"Kubilang iya baek"

"Jadilah sahabatku"

Permintaan baekhyun kali ini mengundang seribu tanya dari seorang park chanyeol. Mengapa tiba-tiba dia ingin menjadikan chanyeol sahabatnya.

"Maksudmu?"

"Aku ingin kita bersahabat, seperi yang di ingin kan orang tua kita"

Sekarang chanyeol mengerti mengapa baekhyun ingin menjadikannya sahabat itu karena orang tuanya. Yups hanya karena orang tua tidak lebih

Tapi aku ingin lebih dari sahabat

"Hei, kau maukan?"

Lamunan chanyeol buyar seketika karena pertanyaan baekhyun itu. Baekhyun tersenyum manis membuat chanyeol hanya menganggukan kepala nya.

"Terimakasih park"

"Iya byun"

Dan terdengarlah suara tertawa dari kedua orang yang baru menjadi sahabat itu.

Kalau aku ingin lebih apakah kau mau juga?

Ntah lah batin siapa yang berbicara antara dua makhluk tersebut.

.

.

6 bulan kemudian

Hari ini hari kelulusan mereka, mereka memang berteman baik bahkan bersahabat.
Orang tua mereka menghadiri acara kelulusan tersebut dan tersenyum senang melihat anak anak mereka yang tertawa senang dengan teman-teman nya.

Orang tua mereka terus berharap bahwa anak mereka saling mencintai dan menjalin hubungan tapi seperti tidak untuk anak anak mereka yang hanya ingin bersahabat baik saja.
Sempat kecewa tapi apa salah nya berharap?

Hari semakin malam, chanyeol dan baekhyun masij tinggal di apartement mereka karena bagi mereka di apartemen itu mereka sangat nyaman. Seperti sekarang ini.

"Baek, saat kuliah aku mau mencari pacar yang manis. Ah pasti menyenangkan"

Baekhyun hanya tersenyum miris. Tidak ada maksud apapun dari senyuman tersebut.

"Benarkah? Aku juga" ucapan itu seperti semacam ucapan paksa. Mungkin

"Tapi aku ingin mendapatkan orang sepertimu"

Ucapan chanyeol yang santai sedikit membuat baekhyun tersenyum walau hanya sedikit kesenangan itu.

Kalau begitu aku saja

Baekhyun tersenyum sambil terus memakan cemilan nya dan sesekali menatap chanyeol yang duduk di samping nya.

"Aku juga ingin mencari pacar yang tampan seperti mu"

Kata-kata lolos dari bibir tipis nan mungil byun baekhyun. Ucapan nya tanpa sadar memanggil raut wajah keheranan si tampan.

Tidak akan ada selain aku. Dan hanya aku

"Ah ya silahkan baek"

.

.

.

Pagi menjelang membuat matahari dengan semangat menunjukkan cahaya mereka memasukki selasela yang ada di setiap ruangan. Seperti sekarang ini memasukki sela dari sebuah kamar laki-laki mungil. Dengan malas ia menggeliat di kasurnya seperti malas untuk melakukan aktivitas pagi ini.

Disisi lain. Si tampan masih tertidur lelap sepertinya ia tak menghiraukan cahaya matahari mengusik matanya yang enggan terbuka.

Klek

Suara pintu terdengar dari kamar si tampan bertanda ada yang masuk perlahan langkah kaki itu mendekat dan terus mendekat hingga akhirnya ia ikut menidurkan badannya di samping laki-laki tampan itu.

Perlahan ia gerakkan tangannya di pinggang laki-laki itu dengan membenamkan wajah nya di punggung laki-laki itu. Sedangkan si laki-laki masih setia berada dalam posisi nya.

30 minutes later

Masih dalam posisi sama tapi kali ini si lakilaki tampan ikut memeluk si pria mungil. Mereka sepertinya sangat nyaman dengan posisi itu.
Hingga pukul 7 alarm berbunyi membangun kan dua makhluk tersebut tapi masih dengan posisi sama hanya saja malas untuk beranjak dari tempat tidur itu.

"Mengapa kau disini?"

Tanya si laki-laki tampan tersebut kepada si mungil, tapi baekhyun atau si mungil masih mengerjap kan mata sipitnya.

"Aku tanya, kenapa kau disini?"

Tanya chanyeol sekali lagi karena merasa pertanyaan nya tak direspon.
Tapi baeknyun malah makin mengeratkan posisi nya menjadi lebih dekat dengan chanyeol dan menyembunyikan wajahnya di dada chanyeol.

"Aku nyaman seperti ini"

Hanya itu yang di ucapkan baekhyun. Dia merasa nyaman, tapi yang jadi pertanyaan chanyeol kenapa dia bisa ada di sana? Apakah semalam mereka memang tidur satu ranjang tapi seingat chanyeol mereka telah memasuki kamar masing-masing saat hendak tidur tapi ntah lah chanyeol tak ambil pusing dia kembali memejamkan matanya sambil tersenyum manis.

"Chan?"

"Hmm"

"Aku akan bekerja di kantor ayah"

Ucap baekhyun sambil mendongakkan kepala menatap chanyeol yang sedang ia peluk begitu erat. Seperti sepasang kekasih padahal nyatanya mereka hanya sepasang sahabat.

Perkataan baekhyun mengundang tanya dan keheranan dari seorang park chanyeol.

"Bekerja?"

"Iya aku akan bekerja, seperti nya aku tidak akan kuliah"

"Mengapa? Bukankah tadi malam kau akan kuliah?"

"Seperti nya bekerja lebih baik chan"

"Ohh oke kalau begitu, aku juga akan bekerja di kantor ayah"

"Kenapa mengikuti ku?"

"Karena kau sahabatku baek"

Baekhyun menundukkan kepala setelah mendengar ucapan chanyeol tentang alasan mengapa ia mengikutinya bekerja di kantor ayah masing-masing

Hanya sahabat ya?

Tak berapa lama kemudian baekhyun sadar apa yang tengah ia lakukan buru-buru ia duduk. Chanyeol keheranan mengapa baekhyun seperti orang yang baru sadar dari mabuknya. Terlihat baekhyun terus mengusap kasar wajahnya dan sesekali ia menepuk pipi chubby nya.

Chanyeol yang melihat itu langsung duduk dan memperhatikan baekhyun, saat baekhyun menepuk pipinya chanyeol langsung memegang tangan itu.

"Hei, kau kenapa?"

Tanya chanyeol diiringi wajah keheranan dan penuh kebingungan.
Sepertinya diatas kepala chanyeol banyak tanda tanya yang berterbangan.

"Chan, kenapa aku disini? Kenapa aku memelukmu? Kenapa kau juga memelukku? Apa yang kita lakukan?"

Sederetan pertanyaan baekhyun membuat chanyeol menahan tawanya.
Jadi ia tidak sadar apa yang di lakukan nya dari tadi. Itulah pikiran chanyeol.

"Jadi kau tak sadar masuk ke kamarku?"

Baekhyun terlihat bingung dengan pertanyaan chanyeol. Setelah itu ia menggelengkan kepalanya dan saat itu juga tawa seorang park chanyeol pecah membahana di seluruh ruangan.

"Aku tidak tau mengapa kau disini kapan kau datang aku tidak tau, dan kenapa kau memelukku? Itu tadi kau bilang padaku bahwa kau nyaman seperti itu mangkanya aku ikut memelukmu dan pertanyaan terakhir apa yang kita lakukan? Seperti nya kita tak hanya berpelukan, mungkin kita juga berciuman"

Chanyeol tersenyum evil setelah mengatakan kalimat itu, dan mulai beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, masih tersenyum saat melihat baekhyun menyentuh bibirnya, padahal mereka hanya berpelukan. Berciuman? Haha itu hanya mimpi bagi chanyeol.

"Chan benarkah kita berciuman, tapi bibirku tak basah"

Mendengar perkataan baekhyun yang sedikit polos langsung memberhentikan langkah menuju kamar mandinya dan berbalik menatap baekhyun dengan ekspresi yang menggemaskan.

Chanyeol menyeringai dan langsung mendekati baekhyun duduk di samping baekhyun dan membisikan sesuatu di telinga baekhyun.

"Jadi kau ingin berciuman denganku, mari kita lakukan"

Baekhyun sempat merinding mendengar itu sebelum akhirnya ia berteriak.

"Ya! Dasar mesum"

Setelah berteriak cukup keras baekhyun berlari menuju kamar nya dengan wajah yang seperti kepiting rebus terlihat ia sedang mengkipas-kipas kan tangan nya di pipi itu. Merasa sangat panas mungkin.

Chanyeol hanya tertawa melihat baekhyun yang menggemaskan baginya. Saat baekhyun tak terlihat lagi chanyeol mulai melanjutkan jalannya menuju kamar mandi.

Padahal aku sangat ingin

.

.

Saat itu chanyeol dan baekhyun sudah ada di kantor ayah masing-masing karena mereka memilih akan bekerja dari pada kuliah. Pemikiran dewasa mungkin.

"Hai saya baekhyun, saya pegawai baru disini"

Baekhyun memperkenalkan dirinya kepada pegawai lainnya. Walaupun ini perusahaan ayahnya tapi baekhyun tak mendapat jabatan tinggi karena ayah nya bilang baekhyun harus mulai dari awal bukan langsung meloncat tinggi. Tapi itu semua di maklumi baekhyun.

"Baekhyun-ssi ini ruangan anda bekerja"

Tunjuk salah satu pegawai wanita yang terlihat begitu cantik, baekhyun hanya mengangguk melihat ruangan kerja nya itu.

"Terimakasih"

Ucapan baekhyun hanya di balas dengan bungkukan badan dari wanita itu. Setelah itu wanita itu berjalan kembali menuju ruangannya.

Baekhyun memasuki ruangan itu dimana akan menjadi tempat ia bekerja. Setelah terduduk santai dan menghela nafas seseorang datang mengetuk pintu ruangan itu.

"Masuk saja" pinta baekhyun dan langsung merapikan kemeja nya.

"Saya kris, saya atasan dalam pekerjaan mu, semoga kau bekerja dengan baik"

Hanya itu yang di ucapkan oleh orang yang bilang atasan dari pekerjaan baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya tanpa berbicara sedikit pun.

Setelah orang yang bernama kris tadi keluar baekhyun sepertinya masih tetap setia memandang punggung yang berjalan menjauh itu.

"Tampan"

Itulah suara dan ucapan yang keluar dari bibir mungil baekhyun kemudian ia tersenyum senang menampakkan eye smilenya.

Disisi lain chanyeol ditempat kan ayah nya sebagai direktur karena bagi ayah nya chanyeol harus bisa menjaga perusahaan ketika ayah nya harus pergi mengurus perusahaan yang lain, berbeda sekali dengan baekhyun yang di tempat sebagai pegawai biasa.

"Ini park chanyeol anak saya mulai sekarang ia akan memimpin perusahaan ini, karena saya harus mengurus perusahaan lain"

Ayah chanyeol mengenalkan anak nya yang sebagai direktur kepada semua pegawai kantor.
Chanyeol tersenyum manis saat menerima sapaan dari pegawainya.

"Chanyeol ini kyungsoo dia akan menjadi sekretarismu"

Chanyeol tersenyum sekali lagi sambil membungkukan badannya.
Menjabat tangan si sekretaris.

"Hai kyungsoo-ssi semoga kita dapat bekerja dengan baik"

"Ne, direktur"

"Panggil saja chanyeol"

Terkejut dengan apa yang di ucapkan chanyeol tapi kyungsoo hanya tersenyum kikuk.

"Ne, chanyeol"

Chanyeol tersenyum manis sekali lagi dan langsung berjalan keruangan yang akan menemani nya selama bekerja.

Saat sedang duduk mengehela nafas panjang, chanyeol merasa kan handphone nya bergetar tanda ada pesan masuk. Senyuman menghiasi wajah tersebut saat tau siapa yang mengirim pesan singkat itu.

From : byun pendek

"Chan, aku bekerja sebagai karyawan biasa oleh ayah, menyedihkan sekali bukan. tapi tak apalah aku senang karena atasanku sangat tampan"

Senyuman di wajah itu sempat hilang, tapi ditutupi lagi dengan senyum paksa.

To : byun pendek

"Benarkah? Aku sebagai direktur karena ayah mau mengurus perusahaan yang lain, dan kau tau baek sekretaris ku sangat manis. Mata nya yang bulat membuatnya terlihat begitu manis"

Setelah mengirim pesan itu lama tak ada balasan, chanyeol langsung memasukkan hp nya ke saku celana karena merasa baekhyun tak membalas pesannya.

.

.

Hari sudah sore saat nya mereka pulang dari kantor masing-masing
Tapi chanyeol seperti nya sedang menunggu seseorang di dalam mobil.

"Hai chan sudah lama menunggu?"

"Tidak baek, ayo pulang"

"Ayo, aku sudah lelah"

Chanyeol langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan standar, tak ada yang berbicara karena baekhyun tertidur pulas. Mungkin dia memang lelah sampai-sampai terdengar dengkuran halus dari mulutnya.

Chanyeol sesekali menatap baekhyun sambil tersenyum.
Tak memakan waktu lama mereka sampai di apartement mereka.
sebenarnya chanyeol tak tega membangunkan baekhyun tapi dengan berhentinya mobil chanyeol baekhyun terbangun sendiri dan mengerjapkan matanya.

"Sudah sampai ya?"

"Iya turunlah dan tidur lah dikamar mu"

Tanpa menjawab perkataan chanyeol, baekhyun langsung keluar mobil dan berjalan sempoyongan seperti orang mabuk berat padahal ia hanya mengantuk.
Sesekali ia menabrak dinding-dinding gedung dan kemudian meringis kesakitan.
Chanyeol yang melihat itu dari belakang langsung berjalan mendekat baekhyun tanpa meminta izin dari pemilik tubuh mungil itu chanyeol langsung mengendong baekhyun ala bridal style.

Baekhyun meronta minta diturunkan tapi chanyeol menulikan telinganya.

"Kau sangat mengantuk lebih baik seperti ini sampai ke kamarmu"

Barulah baekhyun diam mendengarkan ucapan chanyeol. Malah ia mengalungkan tangan nya di leher chanyeol dan menenggelamkan kepala di ceruk leher chanyeol.

Sampai di depan pintu apartement tanpa aba-aba chanyeol langsung membuka pintu itu dan menuju kamar baekhyun. Tak lupa pula ia menutup pintu dengan kakinya.

Saat dikamar baekhyun, perlahan ia menidurkan baekhyun takut baekhyun akan terbangun dari tidur. Saat posisi nya telah nyaman baekhyun mengatakan sesuatu.

"Aku menyukaimu kris"

.

.

Hari demi hari mereka jalani dengan sibuk bekerja. Baekhyun sesekali mengirim pesan singkat kepada chanyeol saat jam bekerja karena mungkin si mungil merasa bosan dengan pekerjaan nya. Seperti sekarang dia tengah mati kebosanan di kantor ayah nya sendiri sedang mengetuk-ngetukan jari lentik nya. tidak takut patah kah byun baekhyun?
Seakan mendapat ide baekhyun mengeluarkan telepon genggam nya mungkin ingin mengirim pesan singkat ke chanyeol.

Tapi dugaan nya salah baekhyun menempelkan telepon genggam nya di telinga bukan di hidung ya.
Seperti sedang menunggu telepon nya di angkat.

"Chanyeol-ah"

"Kenapa baek? Apakah bosan?"

"iya aku bosan"

"Yasudah, nanti kita makan siang bersama"

"Aku tu-"

"Nanti makan siang kita harus menyelesaikan pekerjaan kita"

Itu kris yang masuk keruangan baekhyun tanpa mengetuk lagi karena baekhyun bawahan nya. Bawahan ya bukan di bawah.

Baekhyun hanya diam menanggapi perkataan kris dan menganggukan kepala nya kecil.
Sepertinya si mungil byun baekhyun sedang terpesona.

"N-Ne"

Setelah mendengarkan ucapan baekhyun. Kris tersenyum tampan membuat baekhyun makin terpesona.

"Baekhyunnn apa kau masih disana?"

Ohhh itu suara chanyeol pemirsahhh. Sepertinya dia sudah di kacangin karena tadi ada tamu tak di undang di ruangan baekhyun. Seakan ada yang memanggil nya baekhyun langsung tersadar dari acara 'mari terpesona dengan kris'.

"Eoh yeol"

"Aku mendengar semua baek. Yaudah kalau kamu ada kerjaan nanti. Sampai ketemu nanti malam baek"

PIP

Belum sempat baekhyun menjawab tapi sambungan telepon sudah di putusankan secara sepihak.

.

Chanyeol masih setia dengan map map dan layar laptop nya sesekali dia melirik arloji nya menunggu jam makan siang siang mungkin.

Tok tok tok (bunyi pintu)

Mendengar seperti ada yang ingin masuk chanyeol sedikit mengalihkan pandangan nya kearah pintu ruangan nya.

"Masuk"

Orang tersebut masuk setelah mendapat izin sang presdir untuk masuk.

Ternyata eh ternyata itu sekretaris nya si mata bulat. Perlahan ia mendekati meja chanyeol sambil membawa map pink. Ingin meminta tanda tangan kepada presdir tampan.

"Presdir tolong tanda tangani ini"

Tanpa membaca chanyeol langsung menanda tangani surat yang di berikan kyungsoo tersebut tanpa ingin tahu apa isi dari surat itu. Apakah surat nikah? Atau surat jadian? Atau bahkan surat cerai?
Jangan ngawur pemirsah chanyeol masih di segel.

"Saya permisi tuan"

Saat kyungso ingin berbalik tapi pergelangan tangan nya di tahan oleh chanyeol. Kyungso kebingungan kenapa presdir tampan ini menahan nya. Mau di ajak nikah kah?

"Nanti makan siang bersama, kau mau?"

Kyungso terkejut dengan ajakan presdir nya. Tanpa mengucapkan kata-kata kyungso hanya menganggukan kepala nya tanda bahwa ia mau. Siapa yang tidak mau?

"Oke, kau bisa kembali bekerja"

"Baik tuan"

Kyungso berjalan meninggalkan ruangan itu dengan senyum yang mengembang tentunya. Ada perasaan yang menyenangkan.

Dia terus menggumamkan kata bahagia dari bibir bentuk hati tersebut senyum tak pernah hilang membuat pegawai lain kebingungan dengan sekretaris presdir tampan itu. Tak kyungso hiraukan tatapan heran dari pegawai-pegawai lain yang pasti sekarang ia sangat senang.

Apakah perasaanku akan terbalas?

Kyungso bahkan sempat membatin setelah mendudukan dirinya di kursi nyaman nya itu.
Mengelus tangan yang tadi sempat di pegang langsung oleh presdir nya. Senyumnya mengembang lagi bahkan tangan nya di cium beberapa kali.

.

Disinilah mereka sedang makan siang bersama.
Chanyeol dan kyungso.

Sesekali kyungso melirik chanyeol yang dengan lahap nya memakan makanannya, merasa di perhatikan chanyeol melihat sejenak ke arah kyungso yang ada di depan nya.
Kyungso terbatuk karena merasa ketauan sedang melirik chanyeol dengan cepat chanyeol memberikan air mineral kepada kyungso dan langsung di minum oleh kyungso.

"Kau baik-baik saja" - chanyeol

"Iya, Terimakasih airnya" - kyungso

"Iya sama-sama" - chanyeol

Kyungso malu menundukkan kepala nya sedikit tersenyum dan melanjutkan acara makan nya. Chanyeol yang melihat itu tersenyum tampan.

Setelah menyelesaikan acara makan nya, mereka tak langsung kembali ke kantor melainkan duduk di taman kota. Romantis sekali.

"Tu-Tuan"

Panggil kyungso sedikit gugup
Chanyeol yang di sampingnya langsung menoleh ke samping diarah kyungso tentunya.

"Jangan panggil tuan, cukup chanyeol bukan kah sudah pernah ku beritahu?"

"Iya, maaf tu- maksudku chanyeol"

"Kenapa kyung?"

Masih menoleh menatap kyungso yang sedang gugup sekarang tapi chanyeol tak menyadari itu.

"Boleh aku memanggil mu hyung?"

Ucap kyungso yang berkeringat dingin tapi tak di hiraukan oleh chanyeol dia hanya tersenyum tampan sambil mengusap puncak kepala kyungso dengan sayang.

"Terserah mu saja"

"Nghh A-nu soalnya aku anak tunggal aku ingin merasakan punya hyung" - kyungso

Dan sekali lagi hanya di ikuti oleh senyuman dan anggukan oleh chanyeol.

.

Lembur lagi itulah yang di rasakan byun baekhyun saat ini, tak jarang lembur menghampirinya. Sepertinya lembur jatuh cinta pada si mungil itu.
Berbeda dengan chanyeol sekarang ia telah bersantai di apartement mereka karena lembur jarang sekali mendekatinya padahal kan chanyeol tampan.

"Ahh kepalaku pecah"

Baekhyun berucap malas sambil meletakkan kepala di atas meja kerjanya sekarang sudah jam 9 malam dan ia masih setia di kantornya karena si lembur. Bahkan ia sudah sendirian di kantor nya tak ada yang mau menemani nya karena mereka sudah terlalu lelah. Tapi ada kok yang menemani baekhyun sedari tadi tapi hanya saja tak di sadari oleh baekhyun.

Perlahan sosok yang menemani baekhyun itu berjalan mendekati ruangan baekhyun sambil membawa segelas coffee mungkin.
Saat sudah di depan ruangan tersebut ia tersenyum simpul.

"Baek ini buat mu"

Baekhyun melongo mendengar nama nya di panggil apalagi memberi nya segelas coffee. Merasa tak di respon lakilaki itu melambaikan tangan nya di depan wajah baekhyun bermaksud menyadarkan si mungil dari dunia berkhayalnya.

"Ini buat mu baek, kau terlihat lelah sekali"

"Eoh? N-Ne"

"Jangan gugup seperti itu panggil aku kris saja"

"Ne kris-ssi"

"Tak usah pake embel-embel baek"

"Ne kris"

Kris tersenyum lalu duduk di kursi yang ada di hadapan baekhyun, baekhyun hanya tersenyum kikuk menyadari itu. Di pikiran nya kenapa kris duduk setelah memberi minum apakah kria akan menemaninya? Ohh wajah baekhyun memerah sekarang liat lah ia tersenyum kecil.

Hening sejenak diantara mereka membuat baekhyun canggung dengan keadaan itu baekhyun juga tak tahan keheningan saat ada orang lain di dekatnya dan ia mencoba membuka suara terlebih dahulu.

"Hmm kris kenapa kau tak pulang? Ini sudah malam?"

"Aku menunggumu"

Singkat jawaban kris hanya 2 kata tapi mampu membuat seorang byun baekhyun terlena dengan ucapan singkat itu. Padahal hanya ucapan singkat 'aku menunggumu' bahkan pipinya bersemu merah sekarang.

Kris yang melihat perubahan warna pada pipi baekhyun tersenyum simpul yang sulit di artikan.

"Tak baik jika pria semanis dirimu pulang malam sendirian"

Baekhyun mendengar itu hanya mengerjap lucu dan jangan lupakan pipi yang merah merona, bagaimana tidak jika orang yang di sukai mengatakan itu sungguh magic bukan. Apa tadi dia bilang? Manis? Lihat lah byun baekhyun tak dapat menghilang rona merah itu di pipi serta senyum manis di bibirnya.

"Ah Ne Terimakasih kris"

"Ne sama-sama"

.

.

Pukul sepuluh malam dan baekhyun baru pulang ke apartement nya dan jangan lupakan fakta bahwa ia dan kris pulang bersama menelusuri kota seoul di malam hari. Seharus nya kan kaki pegal berjalan kaki pulang kerumah tapi berhubung berjalan kaki dengan orang disukai itu tak dirasakan oleh byun baekhyun sekarang ia tengah tersenyum riang memasuki apartement nya meloncat loncat kecil.

Chanyeol hanya memandang heran sahabat nya saat ini, ada apa dengannya? Itu yang jadi pertanyaan chanyeol.
Setelah puas acara meloncat loncat baekhyun menoleh kan kepala nya ke chanyeol yang menatap nya bingung tapi baekhyun hanya memberikan cengiran kuda kepada sahabat tampannya itu.

"Kau kenapa?" - chanyeol

"Chan kau tau tadi aku lembur di temani oleh kris"

Baekhyun berucap dengan wajah yang berbinar binar seperti sedang membayangkan wajah kris dan kejadian di kantor tadi

"Lalu?"
Tanya chanyeol masih dengan wajah datarnya.

"Dia bilang bahwa pria manis tak baik jika pulang sendiri" ucap baekhyun masih dengan wajah berbinar.

"Cih manis dari mananya"

"Yak! Kau sahabat yang jelek"

"Lalu apalagi dia mengantar mu pulang?

Mendengar pertanyaan chanyeol itu baekhyun langsung mengangguk semangat dengan senyum yang manis serta eye smile nya.

"Jangan mudah percaya baek, apa yang terlihat belum tentu baik, hati hatilah sebelum kau menyesal dan patah hati" - chanyeol

TBC

Review juseyoo;3

yuki pamit.. MATANE #ketjupbibir