Rebirth
Genre : Friendship and Adventure
Rate : T
Main Character : Hashirama S (As Naruto) & Madara U (As Sasuke)
Inspiration from Rebirth : Fire and Wood by Metrnonome I Hear.
Warning : Typo's, [Maybe No pairing] No Yaoi, Hashirama as Naruto and Madara as Sasuke.
Summary : Keduanya berakhir sama di lembah akhir, tempat dimana dua shinobi terkuat bertarung hingga mati. Namun, apa yang mereka tidak sangka ialah fakta bahwa mereka akan terlahir kembali kedalam sebuah tubuh baru, atau yang biasa disebut bereinkarnasi, tanpa tahu kenapa hal itu bisa terjadi. AU!Dimensional-Traveling!Time-Traveling!
Balasan Review :
kainan : Akan kuusahakan untuk konsis up senpai.. yah walaupun tugas di dunia skolah mulai memuncak..hehehe.. makasih sudah mereview :D
Lucifuge : Naru dan Sasu itu tidak mati, lebih tepatnya jiwanya bergabung gitu (kayak di fanfic Birth of the Forest by karldin pas jiwa/chakra hashirama sama Naruto bergabung), masih konsep sekarang seperti itu.. jadi nnt gk usah heran kalau madara/hashirama berkelakuan seperti sasuke/naruto.. hehehe. Misalnya kayak sifat jahil naruto gitu..heheh. untuk urusan identitas akan agak lama ketahuannya dan untuk Hashi ketemu Kyuubi masih menunggu waktu..hehehe..
Arum junnie : Hm.. kalau itu masih 50 banding 50 deh kemungkinannya..heheh.. soalnya kan yg di tubuh sasuke itu madara(madara yg tereinkarnasi) jadi ada kemungkinan iya dan tidak..hehe :D
Hany Hyuuga : Jiwa naru dan sasu sama mada dan hashirama itu bergabung.. itu sih konsep sekarang..hehehe..
NaruHina Legends : Sebenarnya itu memang ide yang bagus, Cuma karena dari awal hanya Hashirama dan Madara, jadinya kemungkinan gak bisa masukin Mito juga. Lagipula Hashirama juga sama kayak Naruto, hidup sendiri, Madara jadi anaknya Fugaku..hehehe.. tapi makasih ya buat idenya.. :D
thiyahrama : Untuk itu, mari kita lihat di chapter ketiga..hehehe.. makasih sudah mereview
Aoi Itsuka : Pasti. Secara jiwa NaruSasu sama HashiraMadara bergabung.. :D
Terima kasih banyak juga untuk review dari : Syiki894, arinasution5, Huang Mingzhu, , Retnoelf, Guestnya guest, Rama Dewanagari, Yuko, and ahmad. .9, Ars528, triple-X, buat dukungan dan juga reviewnya yaa.. :D
Nb : Agar semuanya paham, Naruto dan Sasuke itu sebenarnya satu sama Hashirama dan Madara. Jiwanya bersatu, sehingga nanti karakter mereka bercampur kayak Naruto yang suka jahil gitu.. :D
Here's the chapter two! Enjoy the chapter and don't be shy to give me some review or ideas? I very appreciate it, dattebane! :D
Notes : Hashirama and Madara's Age : 5, At Academy : 6
...
Chapter 2
"Sasuke.. kau.. " Naruto tidak bisa berkata apa – apa lagi saat mendengar sahabatnya itu mengatakan bahwa dirinya menyesal memilih cara yang salah itu, yang pada akhirnya mengakhiri kehidupan mereka saat itu. Beberapa saat kemudian, seulas senyuman terukir di bibir kecilnya dan tatapan mata sapphirenya menatap sang Uchiha dengan lembut.
Dan kemudian, senyuman tersebut berubah menjadi lebih lebar dan akhirnya suara tawa pun lepas dan hal itu membuat sang Uchiha merasa kesal.
"Dasar idiot! kenapa malah menertawakanku, hah? Kau pikir tidak sulit apa bagiku untuk mengatakan hal semacam itu didepanmu? Asal kau tahu, Uchiha tidak pernah melakukan hal seperti itu tahu dan hal ini membuat harga diriku menurun.." Kata Sasuke sembari duduk bersila ditepi sungai dan melipat kedua tangannya didepan dada dan memalingkan wajahnya dari Hashirama sembari menghela nafas kesal.
Naruto pun menghentikan tawanya dan kemudian duduk disebelah sahabatnya itu. "Maa, aku tertawa karena aku merasa sangat senang tahu. Sifat cepat menilaimu yang satu itu tidak pernah berubah, eh?" Kata Naruto dengan nada riang sembari menepuk pundak sahabatnya dengan pelan.
"Kau.. sudah berubah.. hehe.." Katanya tiba-tiba sembari diakhiri cengiran khasnya dan membuat Sasuke memalingkan wajahnya lagi kearah Sasuke dan tersenyum kecil.
"Kau juga sudah banyak berubah, Naruto-teme.." Gerutu Sasuke yang saat ini sedang menggerakan tangannya untuk mengambil sebuah batu yang menurutnya bagus untuk dijadikan batu lempar.
" Dasar Sasuke-baka.." Sahut Naruto dan ia pun melakukan hal yang sama. Keduanya pun melempar batu itu ke seberang sungai dan kali ini... keduanya mencapai sisi seberang secara bersamaan.
[Two months later..]
Naruto atau yang kita kenal dengan Hashirama saat ini sedang berjalan menyusuri tangga untuk menuju kantor Hokage. Ia mendapat pesan dari Sandaime Hokage bahwa dirinya disuruh untuk menghadap sang Hokage saat ini juga dan saat ini ia hanya penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh pria tua yang dulu pernah menjadi muridnya dan adiknya itu.
Naruto cukup kaget saat ia sekarang telah berdiri didepan pintu kantor Hokage yang dulu juga pernah menjadi ruang kerjanya dan ia jadi teringat saat adiknya yang begitu genius itu menciptakan sebuah jutsu yang mampu mengalahkan musuh musuh para Kage.
Heh.. dia tidak sabar untuk melihat seperti apa wajah Hiruzen jika ia tahu bahwa ada satu cara yang sangat mudah untuk mengalahkan musuh tersulit di dunia itu. Musuh para Kage. Sang Paperwork!
"Masuk.." Sebuah suara pun menyuruhnya untuk memasuki ruangan itu, tentunya setelah ia mengetuknya tadi.
Naruto pun memasuki ruangan tersebut dan dengan mata biru sapphirenya yang jernih dan ia melihat sang Hokage Ketiga menyapanya dengan senyuman hangat dan Naruto pun kembali menyapanya dengan senyuman yang hangat pula.
"Konichiwa, Hokage-sama.. apa ada yang bisa kubantu disini?" Hiruzen pun tertawa kecil ketika mendengar penuturan kata yang sopan keluar dari mulut anak yang dianggapnya sebagai cucu kandungnya sendiri itu.
"Maa, tidak perlu terlalu sopan seperti itu Naruto-kun. Apa kau menjadi seperti ini karena Fugaku ya?" Naruto sejenak bingung mendengarnya, namun pada akhirnya ia terkekeh pelan saat mendengar pertanyaan sang Hokage.
Selama dua bulan belakangan Sasuke selalu mengajaknya menuju rumahnya dan berlatih Taijutsu bersamanya sampai malam hari hanya untuk menghindari para penduduk yang akan mereka beri pelajaran suatu hari nanti (Itu pun kalau jadi, tetapi Naruto merasa tidak tega sebenarnya).
Dan Fugaku yang awalnya hanya biasa saja seperti Uchiha pada umumnya menjadi sedikit tertarik dengan Naruto saat dirinya melihat gaya bertarung Taijutsu Naruto yang merupakan gaya bertarung Taijutsu klan Senju. Klan rival Uchiha yang sudah lama tiada. Ia pikir, mungkin karena ia berasal dari klan Uzumaki yang merupakan klan saudara dari Senju.
Saat itu, Fugaku pikir kalau gaya bertarung Taijutsu itu mungkin diajarkan dari Hiruzen, mengingat Hiruzen lah yang menjaga Naruto dan juga ia yang merupakan mantan murida dari Shodaime dan Nidaime. Dan pada akhirnya, ia pun meminta Mikoto untuk mengajarkan sedikit tata krama dan meminta bantuan Itachi untuk melatih Sasuke sekaligus Naruto agar Sasuke bisa memiliki teman yang cukup kuat untuk menjadi rivalnya. Yah.. setidaknya itulah ide yang timbul dari sang istri.
"Tidak kok.. Ah ya, lagipula ada apa Jii-san memanggilku? Apa ingin mentraktirku sup miso jamur dan ramen huh? Kalau iya, ayo kita berangkat sekarang, dattebayo!" Kata Naruto dengan sebuah senyuman yang sebenarnya memiliki sebuah kode itu. Hiruzen pun terkekeh pelan saat melihat senyuman dari sang Uzumaki kecil. Namun kemudian, satu hal pun terbesit dikepalanya saat ia mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Naruto barusan.
"Eh? Sejak kapan kau suka makan sup miso jamur, Naruto-kun?" Naruto membeku mendengarnya. Sepertinya ia tidak sengaja keceplosan saat menyebutkan salah satu makanan favoritnya itu. Ia tahu kalau Hiruzen pasti mengingat makanan kesukaanya itu secara ia adalah senseinya. Ia harus mencari akal.
"Ahh.. tentang itu.. kau tahu Jii-chan? Aku belakangan ini suka pergi ke perpustakaan bersama Itachi-san dan Sasuke dan entah mengapa aku sepertinya tertarik dengan sejarah Hokage pertama dan saat aku melihat biodatanya yang berhubungan dengan makanan itu, aku pergi untuk mencicipinya dan rasanya sangat luar biasa! Kau tahu, rasanya mampu menyaingi ramen, -ttebayo!" Jelas Naruto panjang lebar, tak lupa memakan suffix andalannya itu.
Hiruzen pun mengangguk mendengarnya. Yah, walaupun ia merasa ada sesuatu yang janggal disekitar sini, ia menepisnya jauh-jauh pada akhirnya. Hal itu akan diurus di lain hari.
"Hmm.. baiklah kalau begitu. Aku memanggilmu kemari karena aku ingin kau masuk akademi ninja, mengingat usiamu sudah boleh untuk masuk kesana. Jadi, apa kau mau-.."
"Tentu saja aku ingin memasuki akademi. Bukankah aku sudah pernah bilang kalau mimpiku adalah menjadi Hokage dan mendamaikan dunia shinobi. Dan jika aku ingin mimpiku tercapai, aku harus menjadi shinobi yang kuat dulu seperti Hokage, dattebayo! Lagipula, suatu hari nanti aku akan mendapatkan topi itu darimu, Ojii-san," Jelas Naruto dengan semangat.
Dan saat mereka tengah berbincang, mereka tidak menyadari bahwa pepohonan di Konoha menjadi lebih hijau daripada biasanya. Kecuali hanya untuk satu orang.
.
Sasuke saat ini tengah duduk di teras belakang rumahnya, ditemani dengan sepiring Inarizushi dan juga dua buah tomat dengan segelas ocha disampingnya. Salah satu kebiasan yang sering ia lakukan di kehidupan lamanya. Ia menghela nafas kecil begitu melihat pepohonan yang berada didepan matanya itu tiba-tiba menjadi lebih hijau daripada biasanya dan Sasuke tahu bahwa itu berasal dari Naruto yang sepertinya sedang merasa senang akan suatu hal.
Kemudian, ia menghela nafas kembali. Akademi sebentar lagi akan dibuka untuk tahun ajaran baru dan itu berarti latihannya dengan Itachi dan Naruto menjadi berkurang karena mereka harus belajar cara menjadi shinobi yang loyal pada desanya.
Loyal huh? Mengingat dirinya adalah mantan SSS-rank missing-nin dulu, kata loyal tidak cocok sekali dengannya. Mengingat dirinya juga adalah seseorang yang suka dengan yang namanya menemukan hal –hal baru. Ia ingat kalau ia hampir setiap hari berkelana dari satu kota ke kota lainnya. Merencanakan plot dan mengirim ultimatum ke Konoha. Juga merencanakan untuk menjalankan proyek yang dulu sangat ingin dikerjakannya itu.
Tunggu sebentar.. Ia baru teringat sekarang kalau demi menjalankan proyek itu, ia harus mendapatkan dna milik Hashirama dan saat itu ia berhasil mendapatkan daging dari sahabatnya sendiri dan..
'Apakah.. daging Hashirama yang tertelan..sudah terlanjur menjadi.. ko-..' Sasuke tidak menyelesaikan kata-kata itu dalam hatinya saat ia mendengar pintu menuju terasnya tergeser dan menampakkan Itachi yang saat ini berjalan menuju dirinya.
"Aniki.." Sapa Sasuke sembari tersenyum lebar kearah Anikinya itu. Tetapi dalam hati, ia menganggap Itachi adalah adik kesayangannya yang kedua setelah Izuna, tentu saja karena usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan Itachi. Ia menyayangi Itachi karena Itachi memiliki banyak kesamaan dengan Izuna.
Memikirkan Izuna, ia jadi teringat mimpi buruk yang dialaminya dua malam yang lalu dan hal itu membuatnya membangkitkan Sharingannya untuk kedua kalinya karena mimpi itu membuatnya trauma dan karenanya Sharingannya pun bangkit kembali dan untungnya tidak ada orang yang mengetahui kalau Sharingannya sudah bangkit sampai saat ini. Naruto juga belum mengetahuinya.
"Naruto-kun bilang ia tidak bisa datang hari ini. Ia diundang oleh Hokage-sama untuk makan malam bersamanya jadi kita akan melanjutkan latihannya besok." Jelas Itachi sembari melepas Hitai-atenya dan meletakannya di atas meja. Sasuke menghela nafas kecewa. Satu lagi hari dimana waktu untuk latihannya terbuang sia-sia.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Sasuke pelan. Itachi melihat raut wajah adiknya yang terlihat tidak ceria seperti biasanya itu.
"Kenapa au terlihat sedih, Sasuke? Apa karena kematian Yuki-chan (kucing)? Kalau begitu, nanti Aniki akan membelikkanmu kucing baru lagi.." Sasuke pun tersentak kaget sekaligus sweatdropped mendengarnya.
Ia sempat melihat tatapan kakaknya itu kearah matanya disaat ia sedang memikirkan Izuna tadi karena ia sangat rindu pada adik kesayangannya itu dan Itachi beranggapan bahwa ia masih bersedih dengan kematian kucing itu? Hah.. setidaknya ia aman untuk saat ini.
Namun, mengingat binatang peliharaannya itu, ia jadi teringat dengan Umeko, elang peliharaanya itu. Hah.. ia ingin sekali memelihara elang disini, namun sayangnya itu hanya akan menarik perhatian anggota klannya karena setahunya saat ia masih hidup dulu, satu-satunya Uchiha yang memelihara elang hanyalah dirinya saat itu.
"Hehehe.. arigatou Aniki.." Kata Sasuke sembari tersenyum. Sekarang, ia tidak boleh terlalu sering memikirkan masa lalunya. Masa lalunya sudah mati dan sekarang ia adalah Uchiha Sasuke. Lagipula, jika ia terlalu sering seperti ini, Itachi pasti akan menjadi curiga nantinya.
[Skip Time : A Months Later ]
Naruto saat ini sedang bercermin didalam kamarnya. Ia terlihat mengenakan kaos berwarna putih dan sebuah jaket berwarna merah yang sama seperti warna armornya dulu, sementara untuk bagian bawah ia hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam. Rambut pirangnya ia biarkan acak-acakan karena ia sedang malas menyisir, namun hal itu membuatnya nampak lebih keren.
Ia tersenyum seketika. Ini adalah hari dimana ia akan memasuki Akademi. Tempat dimana anak-anak akan belajar untuk menjadi seorang ninja dan ia akan belajar ditempat yang merupakan hasil ide dari ia, adiknya dan juga sahabatnya. Dan ia pikir,mungkin Akademi ninja hanyalah satu-satunya hal yang Madara dan Tobirama sama-sama bisa setujui.
Naruto sudah terbiasa untuk tidak sarapan pagi dan jadinya ia langsung mengambil tas kecilnya yang hanya berisi buku catatan dan juga pensil untuk mencatat pelajaran yang ada di akademi nanti.
Dan setelahnya ia pun keluar dari apartemennya dan seperti yang ia duga, semua orang memandangnya dengan tatapan seperti itu lagi dan Hashirama kembali menghela nafas untuk yang kesekian kalinya karena hal itu. Sekarang ia sudah tahu bagaimana rasanya dianggap monster di desanya sendiri, sama seperti Madara dulu.
Dan karenanya, ia mempercepat langkah kakinya agar situasinya tidak semakin menjadi awkward baginya dan sesampainya di Akademi, ia merasa ingin sekali kedua orang tuanya, Butsuma dan Nozomi berada disini. Geez, tapi itu tidak mungkin. Lagipula, ayahnya hanya akan membawa masalah besar jika ia tahu anaknya membuat perdamaian dengan klan Uchiha, bahkan sampai membangun desa..
Karena hampir semua murid Akademi diantar oleh orang tuanya dan saat ini Hashirama menjadi seorang anak kecil lagi dan hal itu wajar baginya jika ia ingin seperti itu. Naruto pun menggelengkan kepalanya pelan dan melanjutkan perjalanannya kembali sampai pada akhirnya ia melihat dua orang Uchiha yang dikenalinya. Itachi dan Sasuke.
"Yo Sasuke!" Sapa Naruto dengan nada yang agak lebih keras. Sasuke yang saat itu sedang berbicang-bincang sejenak dengan sang Aniki pun menengokkan kepalanya ke belakang dan melihat sang sahabat sudah sampai disini.
"Hn, Dobe.." Sapa Sasuke dengan tatapan mengejek dan mendengarnya, Naruto pun...
Dong!
Depresi..
Sasuke pun kaget melihatnya. Kaget karena si bodoh didepannya itu melakukan hal seperti itu didepan umum. Geez, sekaran banyak pasang mata memandang kearah mereka bertiga.
"Hoi, Naruto.. berhentilah depresi setiap saat. Aku hanya bercanda tahu.." Kata Sasuke dengan nada sweatdropped. Naruto pun menatap Sasuke kemudian, masih dengan depresinya tentunya.
"Kau itu.. sahabat macam apa kau ini heh? sahabatmu menyapa dengan baik dan kau malah membalasnya seperti itu..." Tutur bocah blonde itu dengan nada depresinya. Sasuke pun menepuk jidatnya kesal sementara Itachi hanya terkekeh pelan mendengar keduanya itu.
"Baiklah..aku minta maaf Naruto.." Kata Sasuke yang pada akhirnya menyerah juga. Naruto pun menyeringai mendengar hal itu.
"Baiklah. Sekarang ayo kita menuju kelas, -ttebayo!" Kata Naruto yang tiba-tiba sudah tidak depresi lagi dan Sasuke pun menatap kesal si dobe didepannya itu. Sebentar depresi dan sebentar lagi ceria dan sebentar lagi Sasuke akan menendang bokongnya jika ia melakukan hal itu lagi.
"Baiklah.. aku pergi dulu, Sasuke, Naruto. Dan juga semoga hari kalian menyenangkan" Kata Itachi sembari tersenyum kecil dan setelahnya ia menghilang dengan menggunakan Shunsin.
Akhirnya Naruto dan Sasuke pun masuk kedalam kelas bersama dan setelah beberapa menit mereka mencari kelas mereka, mereka akhirnya menemukan kelas mereka dan saat mereka memasuki ruangan itu, sudah banyak anak-anak yang ada didalam kelas, dan bahkan beberapa anak kepala klan seperti Nara, Akimichi, Yamanaka, Hyuuga dan Aburame. Sisanya hanyalah anak-anak dari penduduk biasa.
"Kita duduk disebelah sana saja.." Kata Naruto sembari menunjuk sebuah bangku dan meja yang berada dipaling belakang dan juga dekat dengan jendela. Sasuke pun mengangguk karena dengan duduk disebelah sana, mereka bisa mengobservasi anak-anak didalam kelas ini.
Srek!
Baru saja Naruto dan Sasuke duduk di tempat pilihan mereka, datang dua orang berpakaian Chunin yang langsung berjalan menuju meja guru. Chunin yang pertama memiliki ciri-ciri berambut abu-abu dan berkulit putih, juga membawa beberapa buku pelajaran akademi, sementara yang satunya lagi adalah seorang Chunin berkulit coklat dengan rambutnya yang diikat dan memiliki bekas luka melintang dibagian batang hidungnya.
Pria pertama meneliti seisi kelas sebelum kedua matanya tertuju dengan tatapan penuh kebencian kearah Naruto dan Naruto yang melihatnya pun hanya menyeringai dalamm hati. 'Yah.. sepertinya aku juga memiliki 'Fans' tambahan disini..' Batinnya sembari menatap pria berambut silver itu dengan tatapan bosan.
"Perkenalkan, namaku adalah Mizuki dan ini adalah asistenku, Iruka. Aku akan mengajar tentang dasar-dasar shinobi untuk satu tahun kedepan. Juga..." Dan selama Mizuki mencoba menyelesaikan pidatonya tentang apa-apa saja yang akan dipelajari selama mereka belajar di Akademi, tanpa disadari oleh Sasuke dan Naruto, mereka sama-sama menyetujui satu hal tentang Akademi.
'Membosankan..'
.
Dua jam setelah pidato dari Mizuki, seisi kelas memulai pelajaran pertama dengan mempelajari sejarah Konoha yang membuat Sasuke dan Naruto menjadi sedikit tertarik karena mereka menemukan sebuah informasi baru disini. Dikatakan di buku sejarah yang dipegang oleh mereka, pertarungan dari Hokage Pertama dan Uchiha Madara hanya membuat satu orang saja yang mati dan itu adalah Madara. Sementara yang Naruto dan Sasuke ketahui adalah fakta bahwa mereka berdua mati disaat yang bersamaan pula, walau kematian Hashirama hanya berbeda beberapa detik darinya.
"Psst, Naruto," Panggil Sasuke berbisik. Naruto yang berada di sebelahnya pun melirikan kedua matanya kearah sahabatnya itu.
"Kita perlu mendiskusikan banyak hal sepulang Akademi.." Kata Sasuke lagi sambil berbisik. Naruto yang mendengarnya pun mengangguk dan kemudian kembali mendengarkan dengan jelas sejarah di Konoha. Dan sekarang Mizuki membicarakan peran dunia shinobi pertama dan kedua, dimana Tobirama yang menjadi Nidaime saat itu meninggal pada perang dunia shinobi kedua dan hal itu membuat Naruto sedih.
Namun ia kembali merasa senang saat ia tahu cucunya, Tsunade yang baru berusia dua tahun saat ia tinggal untuk bertarung dengan Madara telah mendapat gelar untuk dirinya sendiri sebagai Medic-nin terbaik dan yang paling absurd menurutnya.. dewa judi.
Naruto hampir ingin tertawa saat mendengarnya karena ia mengingat bahwa ia sendiri juga selalu sial dalam bermain judi dan ternyata kesialannya itu menurun pula ke Tsunade. Hm.. sepertinya ia harus menuju perpustakaan Konoha sepulang Akademi bersama Sasuke. Siapa tahu informasi disana lebih banyak.
.
"Aku ingin mengunjungi makam Tobirama dan Mito-chan.." Kata Hashirama sembari menatap sendu kearah Konoha dari patung wajah Yondaime Hokage. Sasuke melihat ekspresi sedih Hashirama. Wajar saja ia merasa sedih. Tobirama adalah adiknya dan mana ada seorang kakak yang tidak sedih saat adiknya meninggal?
Sasuke pun berjalan mendahului Naruto menuju tangga untuk menuju kebawah sana. Kemudian, Sasuke pun membalikkan kepalanya kearah belakang dan menemukan Naruto yang menatap dirinya dengan ekspresi bingung disana.
"Yah.. kau bilang ingin menjenguk makam adik dan istrimu kan? Kalau begitu ayo.." Ajak Sasuke. Naruto pun tersenyum mendengarnya dan mengatakan 'Arigatou' yang dibalas dengan 'Hn' andalan para Uchiha.
Setelah satu jam melihat makan Tobirama dan Mito, Naruto dan Sasuke menemukan sebuah lapangan kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi pemakaman dan mereka pun akhirnya melakukan sparing Taijutsu singkat sampai pada akhirnya mereka mulai mendiskusikan masalah yang dibicarakan Sasuke sebelumnya.
"Tentang sejarah di akademi tadi," Sasuke memulai pembicaraan. "Itu terdengar aneh saat Mizuki bilang kalau hanya aku yang mati sementara kita berdua sendiri tahu kalau kita mati dihari itu juga." Naruto memasang ekspresi berpikir sejenak. Memang hal itulah yang sedari tadi dipikirkannya dan pada akhirnya, muncullan beberapa hipotesa untuk kejadian semacam ini di kepalanya.
"Kau tahu? Aku memiliki beberapa jawaban sementara untuk hal ini. Yang pertama adalah karena takdir.." Sasuke memiringkan kepalanya bingung. "Takdir? Apa hubungannya?"
"Kupikir ini adalah takdir kita berakhir disini setelah pertarungan kita saat itu. Yah, siapa tahu ini pekerjaan Kami-sama?"
"Lalu apa yang berikutnya?" Naruto terdiam sejenak sampai akhirnya dia mengatakan hipotesa keduanya. "Mungkin.. ini ada hubungannya dengan jutsu ruang dan waktu.." Kata Naruto.
"Kalau begitu, jawaban yang paling memungkinkan adalah pertama?" Kata Sasuke, namun dengan nada bertanya. Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Hipotesa pertama?" Sasuke mengangguk.
"Jika bicara soal takdir, kejadian yang menimpa kita juga mendekati hal itu. Lagipula kita berdua tidak ada yang menguasai jurus ruang dan waktu seperti Tobirama yang suka menggunakan Hiraishin. Dan jika itu benar, maka pasti ada hal yang harus kita kerjakan disini.." Opini Sasuke.
"Hum.. kau tahu.. ini terdengar aneh tapi kurasa jawabanmu itu cukup meyakinkan tahu.."Balas Naruto.
"Ah ya," Sasuke yang awalnya sedang menundukkan kepalanya karena sedang berpikir menjadi terarah kembali untuk menatap kearah Naruto saat ia merasa temannya ingin membicarakan suatu hal yang penting.
"Kita butuh ke perpustakaan.." Sebelah alis Sasuke pun naik pertanda ia bingung.
"Untuk apa? Membaca komik?" Tanya Sasuke dan Naruto pun sweatdopped mendengar jawaban yang keluar dari mulut sang Uchiha.
"Tentu bukan bodoh. Kita harus mencari informasi lebih banyak tahu. Kupikir pada awalnya kita ini tetap berada di dimensi yang sama dan-.."
"Tunggu sebentar!" Potong Sasuke sejenak."Apa maksudmu dengan 'dimensi yang sama'? Bukannya kita hanya 'terlempar' ke era yang berbeda?" Tanya Sasuke penasaran. Yah, ia tidak terlalu tahu-menahu tentang jutsu ruang dan waktu atau apapun itu karena ia tidak memiliki kemampuan khusus disana.
"Contoh mudahnya adalah sejarah pertarungan kita berdua. Mizuki bilang kalau hanya Madara yang mati sementara Hashirama mungkin masih hidup beberapa tahun setelahnya sementara kita berdua mati bersama pada hari itu. Jadi, ada kemungkinan kita 'terlempar' ke dimensi juga era yang jauh dari era kita.." Jelas Naruto. Sasuke pun mengangguk pertanda mengerti dengan penjelasan Naruto.
"Heh.. sejak kapan kau jadi pintar seperti ini? Biasanya selalu aku yang mencari jawaban," Kata Sasuke dengan nada setengah mengejek. Naruto hanya tersenyum lebar mendengarnya.
"Tentu saja dari dulu!" Sahut Naruto dengan nada percaya diri.
"Sebenarnya tidak juga. Ini sedikit wawasan yang kuterima dari Tobi. Kau itu tahu sendiri kan kalau ia tertarik dengan hal –hal seperti ini. Bahkan membuat berbagai macam jutsu yang luar biasa.." Kata Naruto. Sasuke pun mendengus geli mendengarnya.
"Tentu saja. Walaupun aku membencinya tapi aku mengakui kalau dia itu jenius jika berhubungan dengan penelitian dan membuat jutsu baru. Tidak seperti kau yang membuat jutsu yang tidak berguna seperti Sennen Goroshi itu"
Dong!
Dan untuk kesekian kalinya, Naruto kembali depresi karena Sasuke.
"Hah.." Sasuke pun menepuk jidatnya sembari menghela nafas lelah. Ia berpikir sampai kapan si bodoh didepannya berhenti untuk depresi setiap saat.
.
"Jadi, apa yang kau temukan disana, dobe?" Sejak siang tadi sampai sore ini, kedua bocah berusia enam tahun itu terus membaca begitu banyak buku yang berhubungan dengan sejarah Konoha sampai-sampai pengurus perpustakaan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kerajinan kedua ana akademi itu.
"Aku baru saja menemukan kalau tempat dimana Shodaime dan Madara bertarung dinamakan Shumatsu no Tani (Valley of The End) dan mayat Shodaime dikubur di tempat yang sama dimana Nidaime dikuburkan. Lalu, Nidaime yang terbunuh karena melindungi pasukannya dan muridnya dai Gin dan Kin bersaudara.. sisanya aku belum baca.." Jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya kearah Sasuke. Sasuke pun menemukan sedikit kejanggalan disana.
"Lalu.." Sasuke mendekatkan mulutnya kearah telinga Naruto untuk berbisik. "Dimana mayat Madara dikuburkan? Apa tertulis disana?" Dan jawaban yang ia dapatkan berupa gelengan kepala.
"Hm.. mungkin karena penduduk Konoha terlalu membenciku.." Gumam Sasuke pelan.
"Sasuke.. mereka itu hanya takut dengan reputasimu.. sebenarnya jika mereka semua mengenalmu dengan baik, pasti semuanya akan berbeda bukan?" Kata Hashirama mencoba menenangkan sahabatnya itu. Sasuke mendengus geli mendengarnya.
"Itu juga berlaku untukmu tahu.." Dan Naruto pun hanya bisa menggaruk belakang kepalanya dengan kikuk
.
[Uchiha's Main House]
Sasuke dan keluarganya baru saja selesai makan malam dan setelah selesai makan malam, tiba-tiba saja Fugaku menyuruh Sasuke untuk tidur lebih awal. Alarm kecurigaan pun berbunyi di pikirannya dan dengan sekali anggukan Sasuke pun pergi menuju kamarnya untuk 'tidur'.
Setelah Fugaku merasa bahwa chakra Sasuke sudah tidak disekitar ruang makan, ia mulai berbicara kepada anak tertuanya, Itachi.
"Bagaimana dengan para tetua dan Hokage?" Tanya Fugaku. Tanpa diketahui mereka bertiga, Sasuke menguping pembicaraan mereka sembari menekan chakranya sampai batas terendah. Sasukemenyipit tajam saat ia mendengar nama peliharaanya disebut-sebutkan. Kyuubi. Dan mungkin yang mereka bicarakan berkaitan dengan penyerangan Kyuubi yang ia dengar ceritanya dan Itachi saat dulu.
"Kalau begitu, aku ingin kau dan Shisui tetap memata-matai pergerakan Konoha. Kita tidak boleh gagal dan tidak boleh ada satupun yang mengetahui ini kecuali anggota klan kita, juga jangan sampai Sasuke tahu. Bersikap saja seperti biasa sehingga ia tidak curiga. Anak itu cukup pandai untuk menganalisa keadaan.." Kata Fugaku.
Sasuke mendengus kesal. Inilah alasan kenapa ia pergi dari Konoha. Dan semua perkataannya saat itu benar, namun anggota klannya yang bodoh tetap menganggapnya sebagai maniak peperangan dan monster yang haus akan darah. Cih.. sekarang semua perkataanya sudah terbukti dan ia tidak akan mau turun tangan dalam masalah ini. Walaupn Naruto mengatakan ada kemungkinan ia dan sahabatnya itu berada di dimensi yang berbeda, namun tetap saja alasan kepergian Uchiha Madara dari Konoha pasti sama.
'Yah.. setidaknya ada berita 'bagus' yang harus kuberitahu pada si idiot itu.' Batin Sasuke sembari pergi kedalam kamarnya dengan santai, namun tanpa mengeluarkan suara.
Keesokan harinya, semuanya pun berjalan dengan seperti biasa. Ketia anggota keluarganya menjalankan semua aktivitas mereka dengan sangat lancar, layaknya pembicaraan semalam itu tidak pernah ada dan dengan pembicaraan yang ia dengar kemarin, sebenarnya ia ingin mematai-matai apa yang akan dilakukan oleh Anikinya, namun karena ia adalah murid Akademi sekarang jadinya ia tidak bisa mengawasi pergerakannya secara penuh.
Lagipula ia ingin melihat seperti apa cara anggota klannya mengurus masalah yang satu ini.
"Ohayou, teme.." Sapa Naruto tiba-tiba. Sasuke pun mengangguk dan bergeser sedikit agar ada tempat untuk Naruto duduk dan setelah Naruto duduk, Sasuke memberikan sebuah kertas kecii kearah Naruto.
Naruto pun mengangkat sebelah alisnya pertanda bingung namun saat mendengar perintah Sasuke untuk membacanya, ia pun mulai membacanya dan setelah selesai ia menengok kearah Sasuke yang hanya memasang wajah datar sembari bersidekap dan menatap lurus kearahnya.
"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan tentang itu, Naruto?"
"Sialan!" Umpat Naruto saat ia mengetahui maksud Sasuke. Di kertas tersebut tertulis beberapa kalimat kode lama yang mereka gunakan dulu dan setelah melihat ekspresi Sasuke, ia menghela nafas lelah.
Apa yang harus dilakukan sekarang?
TBC...
Looking fordward for another review :D
See you next time guys!
