Say I Love You
Disclaimer: Sorachi Hideaki-Sensei
Waring: Ooc,Typo
.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Okita Sougo Kapten divisi satu Shinsengumi, kini tengah menyusuri jalan utama Kabuki-chou tampa seragam kebanggaannya. Hari ini ia libur dan ia pun tidak tau apa yang harus ia lakukan, yang ada di otaknya sekarang hanyalah strategi untuk membunuh Hijikata dan juga si gadis China yang tidak kelihatan selama beberapa hari ini.
'Apa ia segitu marahnya? Ini semua gara-gara Hijikata sialan!'
Pikir Sougo yang menuduh Hijikata sembarangan.
Ini sudah yang dua puluh kalinya ia bolak-balik antara taman dan jalan menuju Yorozuya dan saat ia berhenti sesaat di depan rumah warga, ia melihat seorang pria yang tak asing baginya tengah berjalan bersama seekor pinguin putih besar menuju rumah atau kantor Yorozuya.
'Itu kan!' pikirnya sambil menyeringai dan langsung mengambil basokanya.
"Katsura! Mati kau!" teriak Sougo sambil menembakan Khatsura dengan membabi buta.
"Nani?! Shinsengumi! Lari Elizabeth!"
DUM!
DUM!
DUM!
.
.
.
.
.
"Ha'i, Hijikata Toshiro desu." kata Hijikata saat menjawab telepon.
"Oh, Tenpaa kah?"
"Ha'i, Ha'i dia memang bocah merepotkan."
"Nani?!"
"Yosh, kami akan bertangung jawab tentang ini." kata Hijikata dan memutuskan sambungan telpon.
"Ada apa, Toshi?" tanya Kondo yang baru saja mendudukkan dirinya disamping Hijikata.
"Sougo konoyaro!"
"Eh? Kenapa Toshi? Apakah Sougo berulah lagi?" tanya Kondo dengan panik.
"Cih! Kondo-san aku akan pergi untuk memberi bocah itu sedikit pelajaran." katanya sambil berlalu dari samping kondo.
"Toshi! Aku mohon jangan terlalu keras dengan Sougo."
"Eeeh, jangan terlalu keras kah? Tenang saja, Kondo-san." kata Hijikata sambil tertawa menyeramkan.
"Eh! Tapi raut wajah mu tidak mencerminkan itu semua!" teriak Kondo.
.
.
.
.
.
"Jadi? Apakah kau akan bertanggung jawab dengan semua ini, Mayo-kun?!" teriak pria berambut keriting berwana perak dengan nyaring.
"Cih! Jangan panggil aku Mayo! Dasar kau kuso Tenpaa!" sahut Hijikata tak kalah nyaring.
Dan jauh di belakang mereka ada seorang yang digantung dengan kepala dibawah. Dengan tatapan mata membunuh dan aura biru yang keluar dari dalam tubuhnya.
"Hijikata teme! Berani-Beraninya dia menggantung ku seperti ini!" gumamnya.
"Hohoho! Jadi bagaimana rasanya dipermalukan, nee Baka Sadis?" kata seorang gadis dengan angkuhnya sambil mengisap Chuubert -nya.
"Diam kau, Gadis Monster! Kenapa kau mendekati ku kau mau ku cium lagi?" kata Sougo.
"Huh? Kepala mu sudah rusak, aru! Kau ingin otakmu keluar dari kepala mu, huh!"
"Cih, lebih baik kau ambilkan aku minum, aku sangat haus sekarang."
"Kebetulan sekali aru, Chuubert punya ku mulai mencair." kata Kagura sambil mulai mendekati Sougo.
"Ahksss!" Sougo pun berteriak saat cairan Chuubert masuk kedalam hidungnya.
"Saaa, bagaimana rasanya minum dari hidung? Hehehe." ujar Kagura sambil menumpahkan cairan Chuubert kedalam hidung Sougo.
"T-Teme!"
"Uaaaaaaa! Kagura-chan apa yang kau lakukan!" teriak Kacamata yang melihat apa yang dilakukan Kagura.
"Jangan memanggil ku 'Kacamata' Author-san! Apa kau tidak membaca saran dari Sh*un-san! Aku harusnya dilindungi bukan di bully!"
"Kau berisik Shinpachi dan kau juga menghancurkan kesenanganku, aku!"
"Tapi itu sudah keterlaluan Kagura-chan!"
"T-Terimakasih Megane."
"Lihat betapa Sadis-nya dia aru, ia tidak menghabiskan apa yang telah ku berikan kepadanya."
"Sekarang yang Sadis itu dirimu Kagura-chan." kata Shinpachi dengan malas menatap Kagura dan melepaskan ikatan Sougo.
"Oi, China! Kau membuat ku marah tau."
"Lalu? Apa peduli ku?" jawab Kagura sambil bersedekap dada.
"Oh." tanggapan Sougo sambil menyeringai.
"Ano, Kagura-chan aku pergi dulu." kata Shinpachi sambil berlalu.
"Oi, kau mau kemana? Aku ikut." teriak Kagura.
HUP!
"Kenapa kau menahan ku aku? Aku ingin ikut Shinpachi."
"Kau, ikut aku besok." ujar Sougo sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Huh?! Untuk apa? Kau mau aku menjadi budak mu aru? Tidak, tidak!" protes Kagura.
"Chi! Berisik, tunggu saja besok di taman jam empat sore."
"Memang kau mau kemana?"
"Menemui seorang." jawab Sougo sekedarnya sambil berlalu.
"Seorang? Dare, aru?" gumam Kagura tanpa menyadari tatapan kedua pemuda di belangnya.
"Eeeeeh, apakah Sougo akan membawanya berkencan?" komentar Hijikata sambil menghisap rokoknya.
"Gawat, kalau sampai Kagura berkencan dengan Soichiro-kun." kata Gintoki sambil mengorek telinganya.
"Huh? Bukankah itu wajar untuk gadis seusianya pergi berkencan."
"Tidak, kata orang kalo anak gadis mu mulai berkencan dengan seorang pria maka ia tidak akan pernah lagi mendengarkan kata-kata mu."
"Mana ada yang seperti itu! Kau hanya melebih-lebihkan saja." ujar Hijikata yang meninggalkan Gintoki begitu saja.
"Mungkin ini yang sering orang sebut sebagai kekhawatiran orang tua-ttebayo." ujar Gintoki.
.
.
.
.
.
.
TO BE COTINUED
.
.
.
.
.
.
.
Author's Note:
Yosh! akhirnya selesai juga chapter 2. karena ada yang bilang lanjut saya jadi semangat deh melanjutkan fic abal-abal ini.
dan juga maksud saya 'tergantung review' waktu chapter 1 itu bukan mengharapkan review yang banyak. cuma mau tau aja apakah para readers suka sama fic saya dan mau diteruskan.
dan makasih yang sudah review! :D
.
.
.
.
.
` Mind to Review?
