Shinmitsu (Misteri)

Cast : tokoh-tokoh Naruto Shippuden

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Warning : OOC, AU, gaje, pendek, Typo, no EYD/?/.

Pairing : Secret

Genre : Adventure-myst-friendship-comedy-romance

Chapter : 2

Author : RisaAtsugata

RECAP

"Apa kalian pikir ini kebetulan?" Sakura merasakan keganjalan yang terjadi.

"Maksudmu, semua ini direncanakan?" Hinata menatap Sakura.

"Mungkin saja begitu" Sakura menambah lagi dengan penuh dengan tatapan adanya kewjanggalan.

NEXT

ooOoo

Mereka memutuskan untuk berhenti memikirkan barang yang mereka temukan untuk melanjutkan membuat laporan. Sekitar kurang lebih dua puluh menit, mereka telah selesai membuat laporan dan membereskan barang-barang untuk kembali ke camp.

Saat di perjalanan menuju camp, mereka bertemu dengan seorang gadis kecil yang sedikit kumuh. Sakura berpikir bahwa gadis itu pasti tinggal di daerah sekitar camp (hutan). Tanpa pikir lagi, Sakura menghampiri gadis kecil itu, bermaksud menanyakan apakah diary dan kalung yang Sasuke milik gadis itu atau kerabatnya.

"Sakura! Apa yang kau lakukan?" Naruto yang menghawatikan temannya yang takut berbuat sesuatu yang aneh untuk memuaskan rasa penasarannya. Namun, Naruto juga penasaran.

"Aku ingin bertanya kepada gadis kecil itu.." Sakura menghampiri gadis kecil kumuh yang ia lihat.

"Tentang apa, Sakura..! Tentang diary dan kalung?!" Sasuke bertanya namun tidak ditanggapi oleh Sakura.

"Maaf, adik kecil.. bolehkah kakak bertanya sesuatu?" Sakura bertanya dengan lembutnya dengan sedikit menundukkan badannya setara dengan tinggi gadis kecil kumuh itu. Namun gadis itu tidak berbalik sedikit pun.

"Dasar tidak sopan! Jika ada yang lebih tua bertanya harusnya kau perhatikan!" Naruto yang geram dengan gadis kecil yang sombong itu tidak bisa menahan amarahnya.

"Naruto! Kau diam dulu!" Hinata yang secara ajaib marah kepada Naruto. Tanpa apa-apa Naruto terpaksa diam. Naruto memang selalu nurut kepada Hinata. Mungkin ada something. :v gak, kok.. gak ada something. Itu karena di dalam diri Hinata yang lembut dan tak pernah marah, ada sesuatu yang menyeramkan yang pernah ditunjukkan kepada Naruto. OOC banget, kan?

"Maaf.. bisa kau membalikkan badan?" Sakura yang masih sabar menangani gadis kecil itu untuk memuaskan rasa penasarannya yang sama seperti teman-temannya.

Dengan cepatnya, gadis kecil itu mengambil buku laporan yang dipegangi oleh Sakura sedari tadi. Karena kejadian itu, Sakura dan keempat temannya mengejar gadis kecil itu masuk ke dalam hutan tanpa aba-aba. Menit ke menit dilalui. Mereka semakin jauh mengejar gadis itu tanpa lelahnya. Dari kejauhan, gadis kecil itu tidak ditemukan, namun ditemukanlah buku laporan Sakura tergeletak di tanah. Mereka yang masih tidak sadar telah masuk ke hutan sangat dalam, masih terengah-engah.

"Hosh.. Ada apa.. Hosh.. dengan gadis aneh itu.. hosh.." Kiba yang sulit mengatur pernapasan bertanya dangan mengelus-elus dadanya yang sesak akibat berlari.

"Hosh.. Kemana gadis kumuh itu?" Sasuke yang sudah dapat mengatur pernapasannya kembali langsung menanyakan pertanyaan yang sudah dipikirkannya dari tadi sambil mengambil minuman dari ranselnya.

"Ki..kita.. Kita ada di mana?" Hinata yang kebingungan tidak tahu keberadaan mereka melihat sekeliling. Namun alhasil yang dilihat hanyalah pohon-pohon.

"Aku rasa.. kita sudah masuk terlalu jauh ke hutan!" Jawab Naruto yang sedikit berteriak ketakutan sambil mengacak rambut kuningnya, menandakan ia kebingungan.

"Maaf.. ini semua salahku." Sakura yang merasa bersalah sedikit menundukkan kepalanya. Kalau bukan karena rasa penasaran yang membara, pasti kejadian ini tidak akan terjadi. Namun, apa boleh buat.. kenyataan berkata seperti itu.

"Ini bukan saatnya sedih! Kita harus segera kembali ke camp! Naruto, kau bawa ponselmu, kan!?" dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai ketua, Sasuke menenangkan temannya dan mencari solusi.

"Ah! Sial!" Naruto kesal dan membanting ponselnya."Sinyalnya tidak ada.."

"Tentu, lah.. kita berada di tengah-tengah hutan!" bentak Kiba yang bermaksud menyindir Sasuke dan Naruto.

"Bagaimana ini.. Sasuke.. apa ada cara lain di pikiranmu?" Hinata

Sasuke langsung memikirkan cara sambil menikmati angin sejuk. Tingg! Sasuke langsung mengambil kompas dari saku celananya.

"Hmm... angin!" Sasuke langsung bangkit dari duduknya dengan memegangi kompas di tangannya. " Sekarang memasuki musim dingin.. jadi otomatis angin berarah ke sana.. Camp kita ada di arah yang berlawanan dengan arah angin.." Dengan cermatnya, Sasuke langsung mengemukakan idenya yang briliant itu.

"Ah.. kenapa tak terpikirkan olehku.. Baguslah, Sasuke.." Kiba yang senang karena ada jalan untuk pulang sambil mengacungkan jempolnya kepada Sasuke.

"Tapi lebih baik kita beristirahat dulu. Lihat disana.. lihat lumbung yang ada di sana.." Sasuke menunjuk lumbung yang ada tidak jauh di sebelah kanan mereka dengan jari telunjuknya.

Mereka langsung menuju ke lumbung yang ditemukan oleh Sasuke. Nampaknya lumbung itu sudah sangat tua namun dapat digunakan untuk istirahat beberapa menit atau jam. Mereka berlima masuk ke dalam lumbung tua satu persatu yang dipimpin Sasuke.

Naruto mengeluarkan emergency light miliknya dan menyalakannya. Nampak seisi lumbung yang dipenuhi jerami dan sarang laba-laba besertakan laba-labanya. Tidak hanya Naruto, Hinata mengeluarkan tikar untuk mereka duduki.

"Sepertinya, yang dikatakan Sakura benar." Hinata memulai pembicaraan.

"Tentang apa?" tanya seorang Naruto sambil melanjutkan baca komik yang dibacanya saat awal perjalanan dan mendaratkan pantatnya di atas tikar.

"Tentang semua ini telah diatur.." Tambah Hinata menjawab pertanyaan Naruto.

"Maksudnya..?" Tambah Naruto yang bingung sambil memiringkan kepala. Naruto itu memang telmi.

"Maksudnya, ini semua pasti sudah direncanakan seseorang, bodoh.." Sasuke mulai menggeram kepada Naruto yang selalu telmi.

"Apa termasuk dengan gadis kumuh yang kita temui itu?" Kiba menambah pertannyaan dengan ekspresi penuh penasaran.

"Ya.. mungkin saja.."

"Tapi, siapa pelakunya.. apa hubungan dengan kita? Apa pemilik diary dan kalung yang kita temu-" Omongan Sakura terpotong dengan terasanya getaran di lantai kayu yang mereka duduki.

Mereka sangat terkejut dan ketakutan dan saling berdempetan. Kesunyian dan ketakutan menyelimuti selama mereka merasakan getaran dari lantai kayu berulang-ulang. Sekiranya, kurang lebih 4 menit lantai yang mereka duduki bergetar berulang-ulang seperti ada yang melompat-lompat di atas lantai itu. Namun itu tidaklah mungkin. Sedari tadi hanya ada mereka berlimalah di lumbung itu. Dan mereka hanya duduk di atas tikar.

"Su..sudah berhenti." Naruto yang sangat yakin getaran yang mereka rasakan sedari tadi telah berhenti.

"Fyuhh.." mereka semua lega karena diselimuti oleh rasa takut sedari tadi.

Baru saja mereka merasa lega. Tiba-tiba angin kencang bertiup dan menutup pintu yang mereka belakangi sehingga membuat suara yang sangat kencang yang membuat mereka terkejut yang mampu membuat serangan jantung.

Lalu terdengar lagi bunyi seperti kayu jatuh di atas kayu. 'Tidak.. tidak mungkin.. apa itu suara pengunci pintu dari luar?' pikir dari masing-masing benak mereka. Konstan mereka langsung berlari ke arah pintu dan dan berusaha membuka pintu lumbung tempat mereka beristirahat. Benar. Mereka terkunci dari luar.

"Tidak...tidak mungkin!" Sakura yang histeris sambil mendorong pintu sedari tadi bersama teman-temannya.
"Tolong! Siapapun, tolonglah! Teriak Kiba yang berpikir barang kali ada seseorang yang lewat di luar.

"Percuma saja.. Kita ada di dalam hutan tak berpenghuni.." Hinata yang mulai putus asa dan berhenti berusaha membuka pintu yang terkunci.

"Ya.. kau benar.." Sasuke yang juga mulai berhenti berusaha membuka pintu dan langsung terduduk di atas tikar.

"Ayolah.. pasti ada cara keluar!" Bentak Naruto yang sangat tidak suka melihat teman-temannya yang berputus asa.

"Percuma saja! Pintunya sangat tebal! Begitu juga penguncinya! Di lumbung ini tidak ada jendela sama sekali dan hari mulai menggelap!" Bentak balik Sasuke.

"Yang dikatakan Sasuke benar. Mengetahui kita belum balik ke camp, pasti semuanya sedang mencari kita. Kita lebih baik beristirahat dulu. Dan harus menghemat persediaan air dan makan." Kiba yang setuju dengan Sasuke dan menambah rencana yang terlintas di pikirannya.

ooOoo

Di camp, semuanya sedang panik dan bingung mengetahui kelompok Sasuke dari kelas 11B belum kembali. Kepala Sekolah, Tsunade dan juga Kakashi Sensei selaku wali kelas 11B kebingungan.

"Kakashi.. Apa kau sudah menghubungi mereka?.." Tanya Tsunade selaku KepSek SMU Havard bertanya dengan tegasnya.

"Sudah.. namun tidak dapat tersambung." Dengan santainya Kakashi menjawab, tetapi dalam hatinya dia sangat khawatir.

"Kakashi sensei.. tadi saya menemukan ini.." Seorang murid 11B lainnya bernama Lee memberikan selembar kertas yang bertuliskan nama Hinata Hyuga.

"Mungkin ini terjatuh saat mereka sedang berjalan menuju camp." Tambah murid yang juga murid 11B bernama Tenten.

"Dimana kalian menemukannya?" Tanya Kakashi.

"Baiklah.. begini saja.. Setiap guru berpencar mencari mereka.. Sisanya tinggal di sini dan jangan berkeliaran." Tsunade memberi perintah kepada setiap guru yang menjadi wali kelas 11.

"Maaf.. Saya juga ingin mencari.. walau saya bukan wali kelas 11, saya ingin membantu mencari karena saya sudah berjanji apapun yang terjadi saya akan membantu Naruto!" pinta seorang guru bernama Iruka.

"Kami juga ikut bersama Iruka Sensei." Lee yang mewakili Tenten, Ino, Shino, Choji, Sai, dan Shikamaru sebagai teman sekelas mengajukan diri.

"Hmm.. aku juga harus ikut?" Tanya Shikamaru dengan santainya seperti tidak ada rasa khawatir.

"Aku juga ikut untuk mencari adikku!" Pinta seseorang kelas 11A bernama Neji.

"Baiklah ada lagi yang ingin ikut?" tanya Tsunade.

"Kami.. Temari, Kankuro, dan Gaara dari kelas 11A!" Temari mengajukan diri bersama 2 adikknya yang seumuran.

"Tunggu.. Tapi bukankah seharusnya kita menelpon orangtua siswa yang bersangkutan dan memulangkan para siswa?" tanya seorang guru berambut mangkok mengkilap bernama Guy yang selalu terobsesi dengan masa muda.

"Tidak. Perkemahan kita ini tinggal dua hari satu malam lagi.. jika sudah melewati hari tersebut baru kita memanggil orangtua dan memulangkan para siswa." Jelas Tsunade dengan bijaknya.

"Oke! Baiklah anak-anak! Kalian jangan menyia-nyiakan semangat muda kalian! Ayo kita cari mereka dengan semangat muda kita!" Guy menyemangati murid-murid yang ingin membantu mencari dengan gairah semangat yang luar biasa dengan kobaran api yang membara.

"Wah.. Baiklah, sensei.. MASA MUDA!" Lee yang terharu dengan perkataan guru favoritnya mengepalkan tangannya ke atas dengan api semangat dan mata yang berbinar-binar.

Tanpa basa-basi ba-bi-bu lagi, mereka memulai pencarian mereka. Mereka berpencar menggunakan senter sambil meneriaki nama-nama murid yang hilang. Di setiap perjalanan dalam pencarian, bukan hanya Naruto, Sasuke, Sakura, Hinata, dan Kiba saja yang merasa diikuti. Mereka merasakan ada sosok yang berlalu-lalang melewati mereka. Ada juga yang merasa diikuti.

Kelompok pencarian Guy juga merasakan hal yang tidak menyenangkan. Mereka sering kali melihat seperti sosok gadis kecil. Apa mungkin gadis kecil yang ditemui Naruto dan kawan saat siang hari tadi? Setiap mereka ingin menghampiri gadis itu, tiba-tiba saja menghilang. Sebenarnya misteri apa yang disimpan di Perkemahan 'S' ?

Di sisi lain. Tsunade, Kakashi, Iruka, dan Jiraiya membentuk satu tim rescue. Mereka juga sering kali mendengar suara-suara yang menyeramkan. Seperti suara tawa bercampur suara tangisan. Mereka berjalan menuju utara dan berhenti sebentar untuk melihat peta. Mereka merasa ada yang mengawasi dari belakang dan dengan perlahan mereka mengalihkan pandangan ke belakang. Tidak terlihat jelas karena kegelapan. 'Badut?' di benak mereka masing-masing berpikir sosok yang seperti bayangan itu adalah badut. Ketakutan mulai menyelimuti suasana. Mereka langsung mengeluarkan senjata yang mereka bawa.

"S..Siapa di sana?" Teriak Tsunade yang tidak ada tanggapan dari sosok yang mereka lihat itu

Tiba-tiba kilat datang memberikan cahaya. Sosok seperti badut itu sedikit terlihat jelas. Ya, itu memang badut. Badut dengan mata yang hampir keluar dengan kostum berlumuran darah dan mulut yang robek itu memberi senyuman kepada Tsunade dan lainnya. Konstan mereka teriak dan Iruka langsung melemparkan pisau ke badut tersebut. Alhasil pisau menembus tubuhnya dan badut itu malah melebur menjadi cairan merah. DARAH./?/

Mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang tersembunyi.

"Kakashi. Coba kau cari di internet tentang tempat perkemahan kita ini." Tsunade memberi perintah dengan sedikit rasa takut dan gelisah

"Baik."

ooOoo

Di sisi lain, di lumbung tua. Naruto dan teman-temannya tidak dapat tidur. Dan mereka memutuskan untuk membahas tentang diary dan kalung kristal yang mereka temukan tadi siang.

Minggu, 4 Agustus 1963

Awalnya aku ingin merelaksasikan diriku. Tapi mereka datang lagi. Mereka selalu ada untuk mengangguku. Mereka sangat rajin. Bahkan di hari Minggu?

Aku sudah tidak tahan. Aku tidak bisa menahannya lagi. Tapi walau begitu.. aku masih mencoba bersabar. Dan akhirnya mereka meninggalkanku.

Tapi saat aku kembali ke sekolah pada hari Senin nanti, aku pasti akan diganggu lagi.

"Tulisan ini ada di halaman 4.." Jelas Sasuke kepada teman-temannya yang tidak ada pikiran selain pikiran untuk menemukan jalan keluar dari lumbung.

"Tunggu.. Apa di setiap halamannya itu sesuai dengan tanggal diary?" Tanya Naruto yang baru menyadarinya.

"Hmm.. Sepertinya begitu." Jawab Sasuke sambil melihat-lihan halaman demi halaman.

"Tapi.. apa maksudnya?" Kiba yang mulai bingung dengan semua itu.

"Sepertinya kalian semua kelelahan. Lebih baik kita tidur dulu. Aku yakin mereka pasti sedang mencari dan akan menemukan kita.." Saran Sasuke yang dituruti teman-temannya.

Hujan tiba-tiba turun dengan sangat derasnya beserta sang guntur. Aroma rumput dan tanah tercium sangat sedap. Tetapi, sedari tadi Sakura tak dapat tidur. Dia masih merasa kalau semua itu akibat ulahnya.

Bau rumput yang dibasahi air hujan mulai menghilang digantikan bau busuk. Sakura yang sangat ketakutan dengan perubahan bau itu langsung tidur membaringkan badan dan menutup mata di sebelah Hinata.

Tiba-tiba cangkir di atas kayu terjatuh di atas lantai kayu. Tidak diketahui sebabnya. Suara kencang akibat cangkir yang jatuh itu terdengar sehingga membangunkan mereka.

"Kalian mendengar suara cangkir yang menghantam lantai kayu itu?" Hinata yang yakin kalau dia memiliki pikiran yang sama dengan temannya yang lain.

"Suaranya seperti ada ruangan di bawah lantai itu." Pikir Kiba.

"Ya. Pikiranku sama sepertimu, Kiba." Lanjut Hinata yang berpikiran sama dengan Kiba.

"Aku juga.. Aku rasa ada ruangan di bawah lantai kayu itu." Prediksi Sasuke yang sepertinya benar.

"Ayo kita periksa saja." Ajak Naruto yang langsung menuju lantai yang dimaksud. Sakura sedari tadi tidak bilang apa-apa. Dia memiliki firasat yang buruk tentang ide Naruto.

"TIDAK!" Bentak Sakura yang membuat teman-temannya berbalik menghadap Sakura dengan bingung. "Apa kalian tidak puas? Apa kalian tidak berpikir kalau kita dipancing untuk ke lumbung ini dari awal? Apa masalah kita ini belum cukup, hah?"

~TO BE CONTINUE~

NEXTCHAP

Naruto, Sakura, Sasuke, Hinata, dan Kiba terpisah? Apa yang terjadi? Apa mereka masuk ke ruang rahasia yang ada di bawah lantai kayu lumbung tua itu?

Ya, mereka masuk ke sana. Bagaimana bisa? Mereka tidak mendengarkan Sakura?

Mereka semua selalu ditunggu grim reaper sepertinya. Pecahkan misterinya! Hindari dia! Temukan jalan keluar dan Temukan jawabannya!

Selanjutna di Shinmutsu~