Chapter 2

Pasukan Armada yang bertugas dalam patroli berlabuh dengan perasaan berkecamuk, Zuikaku yang menantikan kedatangan mereka segera berlari menghampiri. Seketika air matanya pecah saat melihat sosok tak sadarkan diri itu digopoh oleh saudaranya, seolah menyesali perbuatannya yang egois selama ini.

"K-kenapa ini bisa terjadi?!" ucapnya dengan nada garau, Akagi hanya bisa menggeleng pasrah, Shoukaku juga hanya bisa menenangkan adiknya itu dengan merangkul adiknya didada.

"Tidak apa-apa Zuikaku, Kaga-san hanya pingsan saja.. Tidak apa-apa.." hiburnya, tapi Zuikaku masih terisak-isak melihat Kaga yang dikenalnya kuat kini terkulai lemas dengan keaadan rusak berat itu.

"Kami permisi dulu, Shoukaku-chan, Zuikaku-chan.." Akagi berpamitan untuk mengantarkan Kaga ketempat perbaikan, Zuikaku hanya meratapi kepergian mereka itu dengan pasrah.

~~o0o~~

3 hari semenjak itu, Kaga yang sudah diperbaiki dengan raiper instan tetap masih belum bangun dari tidurnya, tentu hal ini membuat Admiral, Akagi, Shoukaku dan Zuikaku sangat khawatir. Mereka bergantian menemani Kaga yang terbaring dikamarnya, berharap gadis itu siuman dan bisa berkumpul lagi. Zuikaku menggenggam serangkai bunga tulip ditangannya lalu memasukannya kedalam vas diatas meja. Ia hanya tertegun dengan sorot mata yang kosong saat memandangi sosok Kaga yang terbaring diatas ranjang itu. Ia meraih sebuah kursi yang berada dekat dengannya, lalu mendudukkan dirinya diatas kursi tersebut.

"Kaga-senpai.. Aku akui kau sangat kuat dan tak kenal rasa takut, tapi kenapa kau bisa sepeti ini?! Dan kenapa aku sedih saat kau terbaring tak berdaya disini?! Kau sungguh misterius Kaga-senpai.." gumamnya lirih lalu mengepal kuat-kuat tangannya hingga memutih dan menggigit bibir bawahnya. Ia sungguh tidak terima jika Kaga yang sejujurnya ia sayangi kini terbaring lemah, ia rindu akan Kaga yang suka menyindirnya, rindu akan Kaga yang suka menjahilinya, dan juga rindu akan Kaga yang menerbangkan pesawat tempur dengan indahnya. Ia mencoba maraih tangan yang dingin itu lalu menggenggamnya kuat.

~~o0o~~

Kaga merasakan tangannya berat dan hangat, ia mencoba membuka matanya yang sudah lama tertutup dan melirik sekeliling. Ia dapat melihat sosok gadis kepang dua yang terlelap di sampingnya sambil terus menggengam tangannya, Kaga hanya mengendus kecil akan tingkah gadis itu, lalu mengelus pucuk kepala Zuikaku yang tenang dalam tidurnya.

"Dasar..." ucapnya pelan, ia pun melepas genggaman Zuikaku tersebut lalu menyelimuti punggung gadis itu agar tidak kedinginan.

Seculas senyum terpancar dari wajah tidur Zuikaku saat merasakan hangatnya selimut pemberianya. Kaga yang melihat senyum tersebut hanya mengendus kecil.

"Kenapa sekarang kau ganti wajah huh?!.." ujarnya dengan sudut bibirnya yang mulai menaik. Ia segera bangkit dari ranjangnya dan segera meninggalkan Zuikaku diruangan itu sendirian, walau ia sendiri ingin lebih lama dengan junior yang diam-diam ia sayangi itu.

Zuikaku tersentak dari tidurnya, betapa kagetnya ia saat ranjang yang seharusnya ada Kaga kini pergi entah kemana. Dengan cepat, ia segera beranjak mencari sosok senpainya itu. Ia mencari ke lorong-lorong Naval Base, asrama, tempat pemandian, bahkan kafe Mamia, tapi Kaga tidak ditemukan.

"Kaga sialan! Kalau sudah bangun bilang dong!"ujarnya sambil memanyunkan bibirnya. Ia merutuk-rutuk dalam hati, betapa kejamnya Kaga meninggalkannya sendirian, padahal semalaman suntuk ia berjaga menemaninya kemarin.

Bisingnya bunyi pesawat tempur membuatnya mendongak menatap langit, alangkah terkejutnya Zuikaku saat itu melihat pesawat tempur yang biasa dipakai Kaga terbang dengan indahnya. Diekor pesawat itu, ada pita yang dirakit berbentuk kelinci yang cantik. Zuikaku terkagum-kagum, ia pun segera berlari mencari kapal induk yang menerbangkan pesawat tersebut, Ya, siapa lagi yang biasa merakit sesuatu yang berbentuk kelinci selain dirinya.

Sesampainya di tempat pelatihan, ia dapat melihat Kaga yang sedang membersihkan busurnya dengan kain bersih. Zuikaku sumringah senang karena ternyata Kaga baik-baik saja. Ia pun melangkah ingin menghampiri, tapi langkahnya terhenti karena Kaga mengambil anak panah dibelakang punggungnya, ia segera menarik busur dan menembakan anak panah tersebut hingga mengeluarkan pesawat tempur yang juga diekornya juga ada pita yang serupa. Zuikaku tersenyum kecil, seperti biasa, Kaga selalu melakukan hal-hal yang aneh saat dirinya terluka parah.

"Sampai kapan kau mau berdiri disana?!" Zuikaku tersentak saat Kaga menyadari keberadaannya, ia pun segera menghampiri Kaga dengan berakting kesal.

"Senpai bodoh! Kenapa meninggalkanku sendirian dikamarmu huh?!" ujarnya kesal, Kaga mengendus kecil tidak menjawab, lalu meletakkan busurnya.

"Kau sendiri juga kenapa tidur disampingku?!" seperti biasa Kaga pandai dalam melawan Zuikaku, Zuikaku jadi kesal beneran.

"Tentu saja! Karena aku mengkhawatirkanmu tahu!" sanggahnya spontan. Sadar akan ucapannya, Zuikaku pun segera memalingkan wajahnya yang merah sempurna. Kaga terkejut dengan sikapnya itu.

"Hei!? Apa benar kau mengkhawatirkanku?! Kenapa?!" ujar Kaga penasaran sambil mencari wajah Zuikaku yang berpaling itu, Zuikaku terlanjur malu untuk menajawab dan malah mendorong Kaga menjauh darinya. Kaga terkekeh pelan, terbesit di otaknya untuk menjahili kouhainya itu. Ia meraih bahu gadis itu dan menghadapkan wajah malunya itu padanya dengan paksa. Zuikaku terperanggah akan kejahilan Kaga kali ini, wajah merah padam bak kepiting rebus itu cukup menyakinkan bahwa gadis itu benar-benar mengkhawatirkannya.

"Kaga bodoh.." ucapnya lirih, Kaga tertegun akan wajah Zuikaku yang begitu dekat dengannya. Tanpa dipikirkan terlebih dahulu, Kaga lansung mengecup dahi gadis itu lembut.

Zuikaku yang merasakan kecupan itu hanya terpana, seolah otaknya tak dapat berfikir jernih lagi. Perlahan kaga melepaskan kecupannya.

"Terima kasih.." ucapnya dengan senyum tulus, Zuikaku dapat merasakan detak jantungnya yang memompa darah dengan cepat, kecupan Kaga barusan terasa lembut dan hangat, bahkan lebih hangat dari selimut manapun.

"Lalu kau sendiri.. Kenapa memperlakukanku dengan lembut?.." ucapnya lirih kemudian. Waktu itu, Kaga hanya tidak menjawab dan tersenyum.

~~o0o~~

Zuikaku menyeruput jus kotak didekat pelabuh, ia tepian pembatas laut sambil menikmati hangatnya air laut. Ia melamun, sangat ingin mengetahui perasaan Kaga terhadapnya, apakah perasaannya selama ini terbalaskan? Ia tak tahu.

"Zuikaku-senpai!" teriak seseorang memanggilnya dari arah laut. Zuikaku terkaget dari lamunannya, ia pun menyipitkan mata melihat seseorang yang memanggilnya senpai itu. Seseorang gadis berambut hitam lurus yang memakai pita dibelakang rambutnya dan memakai pakaian yukata bewarna hijau sedang berlanyar sambil melambai-lambaikan tangannya kearah Zuikaku, ia sendiri sangat asing dengan gadis itu.

"Loh?! Siapa dia?!" gumanya sambil mengerinyit dahi, gadis yang belum diketahui namanya itu lengkap dengan persenjataannya yang sepertinya adalah tipe kapal induk berlabuh dan lansung menjabat tangan Zuikaku girang.

"Perkenalkan! Namaku Katsuragi dari Unryuu class! Aku selalu mengagumimu Zuikaku-senpai!"

TBC