ONLY YOU AND ME

Naruto by MASASHI KISHIMOTO

Chapter 2 : His name is Hatake Kakashi

Normal pov

Matahari bersinar begitu terik, membuat atmosfir udara terasa begitu menyengat. Entah mengapa siang ini udara menjadi sangat panas. Tak ada hembusan semilir angin yang biasa menyapa penduduk Konoha. Daun-daun yang biasanya menari diiringi nada sang angin, kini hanya diam membeku, tak bergerak.

Di dalam sebuah toko kue bernama `Kaede-ojisan no mise`, terlihat seorang gadis yang tengah menyapu keringatnya menggunakan sapu tangan kuning bersulamkan bunga dandelion. Terlihat jelas di wajah manisnya gurat-gurat lembut akan suatu kelelahan, rambut hitam kelabu sepunggungnya, terlihat agak sedikit basah oleh keringat. Walau lelah tetapi mata hitam pekatnya, yang menyerupai biji almond tetap bersinar dan penuh kemilau.

"Aylee-chan, kau baik-baik saja?"

Sebuah suara menyentak gadis dengan dua lesung pipit di pipinya, membuatnya menoleh pada asal suara, dan didapatinya seorang gadis berambut coklat pendek dengan kaus merah dan rok berwarna biru gelap, menatap cemas kearahnya.

"Aku baik-baik saja Ikana-chan, hanya sedikit merasa kepanasan."

Sebuah senyum yang segar dan manis, tergambar pada wajah Aylee saat sang sahabat terlihat sedikit cemas kala melihatnya. Aylee seorang gadis yang bekerja di sebuah toko kue yang cukup terkenal di Konoha, dia lumayan cantik tapi yang menonjol darinya adalah wajahnya yang sangat manis. Aylee memiliki mata yang berbeda dari penduduk Konoha lainnya, pada umumnya bentuk mata penduduk Konoha itu sipit tapi mata Aylee lebih lebar dan bulat, hidungnya mancung, dengan tulang pipi yang tinggi. Dan sepasang bibir mungil yang selalu menyunggingkan senyum.

Bukan hanya matanya yang berbeda, tapi warna kulitnya pun berbeda, jika mayoritas penduduk Konoha berkulit putih pucat atau berwarna tan maka kulit Aylee berwarna kuning langsat. Tetapi perbedaan itulah yang terkadang membuatnya semakin menarik.

" Kue dan roti yang kita buat sudah habis, hanya tinggal beberapa cup cake saja, sebaiknya kita segera menutup toko lalu membuat kue dan roti untuk besok."

Sebuah senyuman lebar merekah di wajah Aylee, senyum yang terlihat sangat cerah dan jenaka. Senyum yang membuat sang sahabat Nohara Ikana bertanya-tanya tentang apa yang tengah dipikirkan oleh gadis dengan tinggi 167 cm itu.

"Ikana-chaaannn…..apa kau akan kencan dengan Kotetsu-san nanti malam?"

" Aaaa….itu…itu…"

"Itu apa Ikana-chan….?"

"Itu bukan kencan, Kotetsu-kun hanya mengajakku makan malam saja!"

Rona merah tipis terlihat jelas di wajah gadis bernama Ikana, dan terihat semakin menjadi saat Aylee terus menggodanya. Di dalam sebuah toko kue yang rapi dan bersih, dengan cat berwarna peach yang menambah manis suasana, terdengar suara tawa yang begitu ceria dari dua orang gadis yang tengah berbahagia.

End of normal pov

Tanganku tengah sibuk mencampur adonan sponge cake dengan coklat pasta, mengaduknya perlahan agar tercampur rata, lalu menuangkannya pada cetakan bundar, dan menaruhnya kedalam oven. Aroma wangi kue menguar dari ruangan yang berada di belakang toko. Ruangan yang juga menjadi dapur dari toko kue tempatku bekerja.

Di pagi hari sampai siangnya, aku dan Ikana-chan bertugas menjaga toko dan menjual kue dan roti, lalu pada siang sampai sore harinya, kami berdua membuat kue dan juga banyak roti untuk dijual keesokan paginya. Aku bahagia dengan pekerjaanku, aku merasa bersyukur atas apa yang kumiliki saat ini. Walau tak memiliki keluarga aku senang akan jalan hidupku saat ini. Banyak…banyak sekali yang nasibnya lebih buruk dariku jadi tak sepantasnya aku mengeluhkan hidupku.

Bagiku hidup merupakan pilihan, hanya ada dua pilihan selama manusia hidup di dunia ini. kau boleh memilih antara mensyukuri hidupmu atau mengutukinya, memilih membenci atau mencintai, memberi atau menerima, dan sejuta pilihan lainnya. Tetapi karena hidupku hanya sekali aku tak ingin, dan tak akan mau untuk menyia-nyiakannya, maka dari itu aku memilih untuk bahagia dan mensyukuri hidupku.

"Ikana-chan blackforrest roll-nya sudah dingin, bisa kau Bantu menghiasnya?"

"Baiklah, lagipula aku sudah selesai dengan apple pie ini."

Ikana-chan mengangkat satu nampan yang penuh berisikan apple pie, membawanya ke depan untuk diletakan didalam etalase. Lalu kembali berkutat dengan kue dan krim. Tangannya dengan cekatan mengoles potongan blackforrest dengan krim lalu meletakkan sebuah cherry segar berwarna merah, dan untuk sentuhan akhir sepucuk daun mint segar diletakkannya disamping buah cherry.

Sementara itu aku melelehkan 4 sendok mentega, lalu mengambil dua bungkus biskuit ukuran besar. Tanpa membuka bungkusnya kuremas biscuit-biskuit itu sampai hancur dan halus. Setelah biscuit itu lembut, aku menuangkannya pada mangkuk yang cukup besar lalu mencampurnya dengan susu coklat kental manis dan mentega yang baru saja kulelehkan. Lalu kutambahkan beberapa tetes essence rhum.

Selama 3 menit kuaduk adonan tadi, setelah tercampur rata aku membentuknya menjadi bola-bola yang agak besar, lalu menggulingkannya pada coklat meises, meletakannya pada kertas pembungkus, lalu menghiasnya dengan krim dan potongan strawberry segar. Dan…voila….jadilah evil choco ball.

Hari telah beranjak sore ketika aku dan Ikana-chan akan menutup toko, kami telah menata dengan rapi dan cantik kue-kue yang baru saja kami buat. Mentari telah siap untuk pulang ke peraduannya, membiaskan warna jingga pada bumi yang telah bersiap menyambut sang malam.

"Aylee-chan, itukan kue pesanan yang belum diambil?"

Mataku mengikuti arah yang ditunjuk oleh jemari Ikana-chan, melihat pada sudut etalase paling kanan. Dimana ada sebuah kue tart besar berwarna hijau muda dengan hiasan bunga teratai diatasnya.

"Iya itu kue pesanan yang belum diambil, ini sudah waktunya kita tutup tapi kenapa belum diambil oleh pemesannya."

"Siapa pemesannya?"

"Entahlah…aku agak lupa namanya. Hakata….hataka….."

"Hatake maksudmu…?"

"Aaahhh…iya itu, benar Hatake!"

Aku menepuk dahiku sendiri begitu teringat nama orang yang memesan kue tart berukuran super besar itu. Terkadang aku ingin Kami-sama memberiku ingatan yang bagus. Karena aku memang sedikit pelupa. Kulihat ekspresi terkejut Ikana-chan.

"Kenapa Ikana-chan?"

"Aylee –chan kau tahu tidak siapa itu Hatake?"

Aku hanya menggeleng dan mengangkat bahu, sementara Ikana-chan menatap tajam padaku, dengan pandangan tak percaya dan sedikit bingung. Sementara itu tirai berwarna jingga bias dari mentari yang akan beranjak pergi, semakin memudar. Kilauan jingga itu semakin menghilang tergantikan oleh gelap malam, dan disambut oleh nyanyian indah hewan-hewan nockturno, yang baru saja memulai rantai kehidupannya.

"Dia itu jounin terhebat di Konoha, namanya terkenal di lima Negara besar shinobi. Apa kau tak pernah mendengar julukannya? COPY NINJA NO KAKASHI !"

"Ooohhh…..dia copy ninja yang terkenal itu? Tentu saja aku pernah mendengar tentang kehebatannya. Tapi aku kan tak mengenal langsung orangnya!"

Di konoha tentu saja nama copy ninja itu sangat dikenal, seorang shinobi jenius dan hebat yang konon sudah meniru lebih dari 1000 jurus lawan. Semua orang tahu tentang namanya, kehebatannya, kejeniusannya, tapi tak semua orang bisa mengenal sosok pribadinya secara langsung.

"ya kau benar, tidak semua orang bisa beruntung mengenalnya. Hahhh….sepertinya kita harus menunggunya sampai pesanan kue itu diambil."

Terpetakan dengan begitu jelas pada wajah Ikan-chan, bahwa dia begitu bingung, resah, dan tak tenang. Aku sangat tahu apa yang menyebabkannya jadi seperti itu. Malam ini Kotetsu-san ingin mengajaknya makan malam, bagi seorang gadis yang memiliki kekasih seorang shinobi, meluangkan banyak waktu luang bersama adalah hal yang mungkin bisa dikatakan sebagai sesuatu yang mustahil. Untuk itulah malam ini sangat istimewa dan berharga bagi Ikana-chan.

"Ikana-chan kau pulang saja dulu. Biar aku yang menunggu Hatake-sama!"

"A..apa…tapi kan…"

"Tak apa, jarang-jarang kan Kotetsu-san punya waktu luang seperti sekarang?"

"Tapi…."

"Ayo cepat pergi….aku yang akan menunggu disini. Jangan khawatir, cepatlah…aku tak apa-apa kok. Justru aku senang bisa menolongmu he…he.."

"Hontouni arigato gozaimas Aylee-chan!"

Sosok Ikana-chan perlahan tapi pasti semakin menjauh dari pandanganku. Di dunia ini tak ada hal yang lebih menyenangkan daripada melihat sebuah senyum kebahagiaan yang terlukis indah di wajah seorang sahabat baikmu bukan?.

Sepi. Sunyi. Deretan pertokoan yang selalu ramai di pagi hari, kini telah menjelma menjadi suasana yang begitu berbanding terbalik dengan sebelumnya. Hanya suara detik jarum jam yang terdengar di dalam ruangan toko. 18.45. sudah lebih dari setengah jam aku menunggu. Dan tetap tak ada seorangpun yang datang.

"Permisi aku ingin mengambil pesanan kue atas nama Hatake."

"Selamat malam…Hatake-sa…..kkyyyaaaaaaaaa…..!"

Aku berteriak nyaring begitu melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. bukan sosok manusia seperti yang kuperkirakan, tetapi….sesosok anjing mungil berwarna coklat tua dengan hitai-ate Konoha dan memakai rompi berwarna biru tua. Terlebih lagi dia bisa bicara!

"Sepertinya ini pertama kalinya kau melihat ninken ya, nona? Tenanglah aku ini baik kok!"

"Ma..maaf…aku hanya kaget saja."

Kutarik nafasku panjang-panjang untuk menenangkan diri. Baiklah dia ninken, tak ada yang perlu aku takutkan.

"Mana pesanannya?"

Sejenak kulihat mahluk mungil di depanku, tak mungkin dia bisa membawa kue tart yang besarnya mungkin tiga kali lipat dari tubuhnya. Kami-sama orang seperti apa yang menyuruh seekor anjing kecil untuk mengambil pesanannya?

"Hhhaaahhh….sepertinya kau tak bisa membawanya. Baiklah…akan sekalian aku antar ke tempat tuanmu."

Jalan utama di Konoha nampak ramai dan padat. lampu-lampu telah menyala menerangi jalanan yang telah dilalui banyak orang. Kedai-kedai makan nampak dipenuhi oleh pengunjung, sebagian besar adalah shinobi yang baru pulang dari misi, dan untuk melepas lelah dan lapar mereka menyempatkan diri untuk singgah di kedai favorit mereka.

"Hey nona,…maaf ya telah merepotkanmu?"

"Tak apa, o..ya namaku Aylee, siapa namamu?"

"Pakkun. Nah…kita sudah hampir sampai, hanya tinggal belok kiri dari jalan ini."

"itukan apartement khusus untuk jounin ?"

"benar, ayo cepat ikuti aku."

Tak lama setelah itu, aku telah berada didalam apartement yang sangat mewah. Sebuah apartement bercat putih gading, dengan beberapa tanaman palem hias ditiap sudut ruangannya. Terlebih lagi tempat ini sangat bersih, tenang dan nyaman. Agak sedikit berbeda dengan apartement yang kutinggali sekarang. Sepertinya Godaime hokage-sama benar-benar memperhatikan fasilitas untuk para elite ninjanya. kami berhenti di depan sebuah pintu bertuliskan nama `Hatake` di lantai tiga, lantai teratas karena bangunan ini hanya terdiri dari tiga lantai.

"Haii…Kakashi cepat buka pintunya!"

"sebentar Pakkun…."

Tak lama pintu itupun terbuka. Seorang pria tinggi dengan rambut peraknya, keluar dari pintu. Dia memakai kaos lengan panjang, dan celana panjang dengan warna senada yaitu biru tua. Mataku agak melebar begitu melihat pria yang ada didepanku. Dia yang beberapa hari lalu kutemui di monument pahlawan. Jadi namanya Hatake kakashi.

"Kakashi kau kan tak suka makanan manis, kenapa memesan kue tart sebesar itu?"

"Itu untuk acara di rumah Gai nanti malam."

Dengan tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang dibacanya, pria itu menjawab ninkennya. Wajahnya tetap saja tertutup oleh masker, sama seperti kemarin dulu. Hanya saja kali ini dia tak memakai hitai-ate dan rompi jouninnya. Sementara mata sebelah kirinya tertutup.

"Maaf….ini pesanan anda"

"Eeehh…nani? Ah kau kan yang waktu itu, kenapa…."

"saya mengantarkan pesanan anda Hatake-sama, karena saya rasa Pakkun tak akan bisa membawanya. Nah…ini kue yang anda pesan."

Kusodorkan kotak besar yang sedari tadi kubawa, lalu memberikannya pada sosok tinggi di depanku. Setelah itupun pria yang baru kuketahui bernama Kakashi, seorang ninja hebat yang di hormati dan disegani di seluruh dunia ninja membawa masuk kue pesanannya. Kami-sama aku tak pernah mengira sebelumnya bahwa laki-laki yang kutemui dulu adalah seorang legenda hidup shinobi. Padahal dia terlihat lemah dan biasa saja. Apalagi waktu itu dia terlihat sangat bersedih, sakit dan terluka.

"Maaf ya jadi merepotkanmu!"

Sebuah suara yang berat dan bening, sebening tetes pertama titik air hujan yang jatuh ke bumi, menghentikan segala tanya yang tengah berkecambuk di dalam sel-sel otakku. Sejenak kemudian aku mendongak untuk menatap asal suara yang entah mengapa dan kenapa, yang tiba-tiba saja dapat membuat sebuah riak lembut dalam danau hatiku.

"Tidak apa-apa Hatake-sama, saya senang bisa membantu. Kalau begitu…saya pamit dulu. Permisi…!"

"Tunggu…! Aku akan mengantarmu, lagipula aku sudah merepotkanmu. He..he.."

"Ti…tidak usah, aku bisa pulang sendiri."

"Tak apa kok, lagipula aku juga sedang ingin keluar rumah, ayo…."

Aku menatapnya, dia melangkah perlahan. Aku masih menatap punggung lebarnya, tak dapat berkata apapun. kenapa dia begitu berbeda dari saat pertama kali aku melihatnya. Kini matanya tidak lagi terlihat sedih, dan terlebih lagi senyumnya barusan terlihat begitu tulus. Tangan kananku menekan dada kiriku, entah kenapa detak jantungku menari lebih cepat. Kenapa….apa yang terjadi pada diriku? Kenapa desir darah di dalam tubuhku mengalir begitu cepat? Aku tak pernah merasa seperti ini sebelumnya.

"Kenapa diam saja, ayo jalan!"

"go..gomennasai Hatake-sama."

"-Sama? Panggil aku Kakashi, hei..kita pernah bertemu sebelumnya, siapa namamu?"

"Aylee."

"Hheemm…nama yang cantik."

TBC

Ahirnya bisa selesai juga chapter 2. aku sangat berterima kasih pada semua yang telah mau dan berkenan memberi review. Baik yang login atau tidak. Saya sangat berterima kasih sekali! Untuk yang login aku sudah kirimkan surat terima kasihku. Nah untuk semuanya RIVIEW PLEASE! ^^V