Title : Bad Boy
Cast : Choi Sulli, Lee Taemin, other...
Genre : angst, hurt/comfort
Rating : NC-17
Length : Chaptered
Summary : seorang Lee Taemin yang dikenal dengan ke bad boy-an nya di jodohkan dengan Choi Sulli, yeoja yang polos. Bagaimanakah dengan hubungan Taemin dan Sulli setelah menikah? Apakah Sulli mulai menyukai Taemin?
Annyeong haseyo :D
Bagi yang baca, Biar ff jelek seperti ini tetapi mohon JANGAN DI Copas tanpa persetujuanku!*readers : siapa jg yang mw copas ff jelek kaya gini :P*
~oOo~
1 bulan kemudian...
Hari ini adalah hari pernikahan Sulli dan Taemin. Acara pernikahan dilangsungkan di Yoida Full Gospel-gereja terbesar di Seoul-.
"Lee Taemin, apakah kau bersedia mencintai Choi Sulli dalam suka maupun duka dan berjanji untuk menjaganya sampai ajal menjemput" tanya pastur.*aku gak tau pastur ngomong apa buat menikahkan. Maklum aku islam*
"Saya bersedia" jawab Taemin lantang.
"Choi Sulli, apa kau bersedia mencintai Lee Taemin dalam suka maupun duka dan berjanji untuk tetap setia sampai ajal menjemput" Sulli terdiam. Taemin melirik Sulli, orang tua Sulli harap-harap cemas.
"Sa...saya bersedia"
"Baik, kalian bisa berciuman sekarang" Taemin dan Sulli saling berhadapan. Taemin memegang pinggang Sulli dan agak sedikit menunduk, Taemin mendekatkan wajahnya. Jujur, jantung Sulli berdetak begitu cepat membuat Sulli agak gugup...
Chu
Taemin menghisap bibir bawah dan atas Sulli secara bergantian. Ia menggigit bibir bawah Sulli membuat Sulli membuka mulutnya, Taemin langsung memasukan lidah. Sulli yang terbawah suasana langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher Taemin. Ciuman mereka semakin panas, Sulli sudah mulai membalas ciuman Taemin. Taemin menjauhkan dirinya dari Sulli lalu menunjukkan smirk nya. Sulli menjadi salting saat menyadari bahwa dirinya membalas ciuman Taemin. Pipi Sulli memerah...
Jujur, ini first kiss Sulli!
Prok! Prok! Prok!
"Kya Lee Taemin!" Teriak Minho. Sulli menunduk menahan rasa malu.
~oOo~
"Huufffft~ melelahkan" Sulli segera membanting dirinya di kasur.
"Cih! Sepertinya kau sangat menikmati ciuman tadi" sindir Taemin.
"Mwo? Cih! Itu hanya acting" Sulli memalingkan wajahnya. Dia tahu wajahnya sekarang pasti sangat merah.
"Hahaha. Jangan mencari alasan" Taemin membuka tuxedo nya.
"Kya! Mau a..apa kau?" Sulli menjadi gugup.
"Hanya ingin mengganti pakaian" jawab Taemin.
"Bergantilah di kamar mandi, jangan disini!"
"Wae? Kau kan 'istriku'. Jadi sah sah saja kalau aku membuka pakaianku di depanmu" Taemin mendapat ide jahil untuk menggoda Sulli. Ia berjalan mendekati Sulli yang berbaring di kasur.
"Kya! Jangan mendekat!" Taemin terus mendekat. Sulli ingin bangkit tapi Taemin duluan menindihnya.
"Y...ya! Jangan macam-macam..." Taemin mendekatkan wajahnya...4cm, 3cm...
Sulli memejamkan matanya. 1...2...3...4...5...
Sulli belum merasakan bibir Taemin, ia kemudian membuka matanya. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kamar. matanya berhenti di pintu kamar mandi saat mendengar suara tawa yang menggelegar dari dalam sana.
"YA! LEE Taemin!" Ia berteriak kesal. Tawa itu semakin terdengar.
"Sulli! Buatkan aku makan malam! Aku lapar" teriak Taemin dari dalam sana.
"Sirheo!" Jawab Sulli.
"Ya! Aku suamimu, kau harus menuruti perintahku!"
Sulli tambah kesal saat mendengar kata 'suami'. Ia kemudian bangun dari tidurnya berniat membuka res gaun pernikahannya.
"Ah, kenapa ini susah sekali" gerutu Sulli.
"Ah, jinjja! Ini tidak bisa terbuka. Aigoo, aku harus bagaimana?" Taemin keluar dari kamar mandi.
"Kau kenapa?" Tanya Taemin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"Kenapa baju ini tidak bisa terbuka" Sulli terus menggerutu.
"Sini, aku bukakan" Taemin mendekati Sulli namun Sulli menjauhinya.
"Tidak usah. Aku bisa buka sendiri" Taemin berjalan kearah pintu bermaksud untuk ke ruangan tengah untuk menonton tv tetapi panggilan Sulli membuatnya berhenti.
"Wae?" Tanya Taemin.
"Bisakah kau...membukakan gaun ini?" Tanya Sulli agak kikuk.
"Ada syaratnya" seru Taemin.
"Sya..syarat? Syarat apa?" Tanya Sulli.
"Uhm... kiss"
"Mwo? Sirheo!"
"Ya sudah" Taemin berjalan keluar kamar.
"Ba...baiklah" Taemin mengeluarkan smirk nya lalu berbalik menghadap Sulli.
"Sini" Sulli membalikkan badannya. Taemin segera membuka res gaun Sulli...
Glek!
Taemin menelan ludahnya kasar. Sungguh, ia terpukau dengan kulit punggung Sulli yang begitu mulus.
'Omo! Dia tidak memakai bra...' Batin Taemin.
"Sudah?" Tanya Sulli.
"Uhm... Kenapa kau tidak memakai bra? Kau menyiapkan untuk malam pertama ya?" Goda Taemin.
"Mwo..mwo? Aniyo! Yak! Sudah apa belum sih?" Kesal Sulli. Sulli menggelinjang kegelian saat Taemin mengelus punggungnya.
"Ah...Ya...hsss...berhenti...Taemin~ah...ssss" Sulli mendesah saat Taemin terus mengelus punggung mulusnya.
"Kau sangat menggoda..." Taemin membisikkan kata-kata itu di tengkuk Sulli. Taemin menyelipkan tangannya di ketiak Sulli lalu meremas kedua payudara Sulli.
"Ah... Taemin,, gumanhae, jebal...ssss" Sulli ingin membalikkan badannya menghadap kearah Taemin tetapi Taemin mengunci tubuh Sulli agar tidak berbalik.
"Kau senangkan?" Goda Taemin sambil mencium tengkuk Sulli.
"Jebal, berhentilah...hhssss..." Sulli berusaha untuk melepaskan tangan Taemin dari tubuhnya.
"Ikuti saja, oke"
Slup! Gaun Sulli terlepas dari tubuh Sulli. Oke, sekarang Sulli setengah naked.
"Aku mohon, berhenti Taemin!" Taemin terus meremas payudara Sulli dan mencium pundak Sulli berulang kali. Ia kemudian mendorong tubuh Sulli ke kasur king size. Ia menindih tubuh Sulli dan mencium bibir Sulli secara ganas. Sulli terus memukul dada bidang Taemin. Oh, tidak! Sekarang Sulli mulai mengeluarkan air matanya. Dia tidak suka hal yang memaksa. Taemin terus mencium tanpa menyadari bahwa Sulli sudah mengeluarkan cairan bening dari matanya. Taemin menjauhkan wajahnya lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Hiks...hiks..." Isakan Sulli membuat Taemin mengalihkan pandangannya kearah Sulli.
"Ya! Gwaencana?" Tanya Taemin yang mulai panik. Sulli terus menangis tak menghiraukan ocehan Taemin. Taemin segera bangkit lalu mencari baju Sulli di lemari. Ia kemudian melemparkannya tepat menutupi tubuh Sulli. Taemin berjalan keluar kamar, ia menuju keruangan tengah. Ia menjalankan tv.
"Ck! Dia itu istriku, kenapa dia seperti itu?" Gerutu Taemin.
"Hiks...hiks..." Sulli mulai memakai baju yang diberikan Taemin, ia duduk di pojokkan dan terus menangis.
~oOo~
Pukul 12 malam, itulah yang Taemin lihat dari jamnya. Ia kemudian berjalan memasuki kamarnya.
"Astaga..." Taemin segera mengangkat Sulli yang tertidur sambil memeluk kedua lututnya dengan kepala yang terbenam di antara lututnya. Ia menaruh Sulli diatas kasur.
"Ck!" Emosi Taemin kembali menguap. Ia segera mengambil jaketnya lalu keluar rumah.
~oOo~
"Hoaaaaaamm!" Sulli menguap sambil membuka tirai yang menutupi jendela. Ia melihat pemandangan di luar rumah. Ia segera keluar kamar. Sebenarnya ia masih bingung kenapa ia bisa tidur di kasur? Padahal seingatnya ia tidur di samping ranjang. Apa mungkin...
Tunggu! Taemin dimana?
Ia kemudian pergi ke lantai bawah tetapi tak ada Taemin, di dapur tidak ada, di kamar mandi pun tidak ada, di kolam renang belakang rumah juga tidak ada...
ah tinggal satu tempat yang belum ia periksa, kamar tamu!
Sulli segera ke kamar tamu, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang saat ingin membuka knop pintu. Kau harus berani Choi Sulli!
Sulli memejamkan matanya sejenak lalu memutar knop pintu...
Ceklek*suara pintu*
Sulli terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya, ia segera menutup kembali pintu kamar itu dan berjalan cepat kearah dapur...
"OMO! Apa tadi?" Sulli mengelus-ngelus dadanya yang agak sesak.
"Aish! Apa dia tidak menganggapku sebagai istri?" Sulli terus mengelus dadanya. Ia kemudian terduduk dilantai saat tiba di dapur, air bening keluar dari matanya, dadanya sangat sesak untuk saat ini. Dia masih shock dengan apa yang dilihatnya tadi.
"Aigoo, kenapa dadaku sesak sekali? Tidak mungkin kan kalau aku mencintai namja menyebalkan seperti dia? Tapi kenapa dadaku sakit seperti ditusuk-tusuk oleh pedang yang amat tajam*lebay*" Sulli memukul-mukul dadanya.
~oOo~
Taemin terbangun dari tidurnya saat mendengar pintu kamar yang terbuka. Ia melihat Sulli yang menutup pintu. Ia segera memakai pakaiannya lalu berjalan mengikuti Sulli.
"OMO! Apa tadi?" Sulli mengelus-ngelus dadanya yang agak sesak.
"Aish! Apa dia tidak menganggapku sebagai istri?" Sulli terus mengelus dadanya. Ia kemudian terduduk dilantai saat tiba di dapur, air bening keluar dari matanya, dadanya sangat sesak untuk saat ini. Dia masih shock dengan apa yang dilihatnya tadi.
"Aigoo, kenapa dadaku sesak sekali? Tidak mungkin kan kalau aku mencintai namja menyebalkan seperti dia? Tapi kenapa dadaku sakit seperti ditusuk-tusuk oleh pedang yang amat tajam*lebay*" Sulli memukul-mukul dadanya. Taemin melihatnya dari cela-cela pintu dapur hanya menampilkan smirk nya.
"Kau akan menyesal telah menyukaiku CHOI SULLI!" Taemin mengangkat sebelah alis sambil menunjukkan seringai nya.
TBC
Aigoo, jujur, saat menulis adegan yang di kamar itu, aku deg-degan bnget. sueer, aku nggak kuat nulisnya...
Kalau kependekan, maaf ya, aku ngetiknya lewat hape.
Aku mw balas review dulu :
LylaAkariN : benar kok tulisannya chingu :) oke, ditunggu ya. Gomawo udah RnR :D
ichaiiank : jinjja? Chingu Gak pernah baca fict yg main cast'y bukan members Suju? Ne, author juga ngerasa nii alurnya kecepatan. Gomawo udah RnR :D
Dianasangadji : oke, ditunggu ya. Gomawo udah RnR :D
Bagi semua yang RnR, jeongmal gomawoyo :)
