Yo, Minna-san!
Kembali lagi dengan FF gaje Shei-chan yang berjudul "Doushite, Sakura?"
Nggak nyangka, Shei bisa buat cerita bersambung! Kyaa! _
Dan inilah chapter 2 "Doushite, Sakura?" :3
R&R! :) ;)
Doushite, Sakura?
Naruto © Masashi Kishimoto
Doushite, Sakura? © Shei-chan
Akh, akhirnya datang juga saat yang tepat untuk Sasuke membicarakan sesuatu yang rahasia dengan Sakura. Kemarin Sasuke memang belum bisa membicarakannya dengan Sakura karena Sakura terlalu sibuk. Namun sekarang?! OKE! Waktu yang tepat! Apalagi cuma berdua. Sasuke jadi lebih PD membicarakannya.
"Uumm.. Sakura-chan, bisa kita bicara sebentar?" tanya Sasuke pada Sakura saat pulang sekolah. Tangannya mengayun-ayunkan sebuah tas kresek yang berukuran sedang.
"Yaa! Soal apa?" Sakura penasaran.
"Aku malu ngomong disini. Kan banyak anak-anak cewek yang melotot ke aku karena aku terlalu keren." Kali ini Shei-chan gak tahu Sasuke ke-PDan atau malu. Yang jelas dua-duanya
"Baik, kita bicarakan di atap sekolah aja. Yuk!" Sakura menggandeng tangan dingin Sasuke menuju lantai paling atas di sekolah itu. Dan sampailah mereka berdua di tempat tujuan dengan selamat sentosa.
Mereka duduk di bangku yang telah di sediakan. Sambil melihat pemandangan yang indah dari atas sana. Atap sekolah memang yang paling TOP! ^w^
"Nah, kamu mau bilang apa? Buruan, ya! Aku mau les soalnya." tegur Sakura.
"I..itu..." DEG. Sasuke berdegup kencang saat mengatakannya dengan gugup. Sakura makin penasaran. Ia tak sabar mendengar apa yang sebenarnya ingin Sasuke bicarakan.
"CEPET!" bentak Sakura. Sasuke merinding. Keringat dinginnya mulai bercucuran.
"Rantang ibumu ketinggalan di rumahku saat memberi jenang. Sama ibuku sudah dicuci bersih dan kembali diisi dengan soto ayam. Jadi ibuku berharap kau yang akan mengambilnya. Soto ayam buatan ibuku bersih higeinis dan aman tanpa boraks!" jelas Sasuke panjang lebar. Ia mengatakan 4 kalimat itu dengan sangat cepat sehingga suaranya hampir seperti alien di telinga yang mendengarkannya.
"Baiklah, tapi aku mengambilnya setelah les saja, ya!" Sakura mengedipkan sebelah matanya kearah Sasuke dan berlari entah kemana. 'Begitu cantik'
Kini tinggal Sasuke sendiri yang ada di sekolah. Tunggu, mungkin Kabuto, Tayuya dan cleaning servis lainnya masih berada disana. Tapi tetap saja Sasuke kesepian. Ia pun bergegas pulang kerumah menaiki sepedanya yang telah menunggu lama di tempat parkir sepeda yang bersih kinclong.
Di tempat les Sakura yang begitu serius, Sakura terus memikirkan tentang Sasuke. Mikirin apanya? Soto ayam, lah! "Haa.., lama sekali, sih, selesainya. Dasar sensei gondrong!" pikir Sakura. Ia menengok Orochimaru yang menjelaskan berbagai hal tentang bawang merah. "Bawang saiki larang! Mangkane ojo masak nggawe bawang ben irit! (Bawang sekarang mahal. Jadi jangan memasak memakai bawang agar hemat!)" Ckckck... pelajaran macam apaa itu..
Akhirnya kegiatan les Sakura berakhir juga. Sakura berlari menuju rumah Sasuke yang tak jauh dari tempat les nya. Disana sudah nongol Sasuke yang duduk di garasi depan dengan membawa rantang ibunya.
"Sasuke!" sapa Sakura (sok) ramah. Tangannya melambai-lambai kearah Sasuke. Sasuke memukul jidat nya dengan sangat keras "PLAK" ada nyamuk soalnya.
"Hei, Sakura-chan! Mari masuk, sudah ditunggu ibuku!" jawab Sasuke dengan senyum dingin yang mengembang menjadi panas *Haha*
"Ngapain masuk? Kan rantangnya sudah kau bawa keluar?" tanya Sakura. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat menambil rantang itu dan segera makan tuh soto ayam.
"Eh? Rantang ibumu ada didalam, kok. Yang ini rantang Alda-chan. Isinya lontong." jelas Sasuke. Sakura memasang wajah curiga.
"Siapa Alda?" tanya Sakura. Wajahnya seakan berkata 'AKU MARAH!'
"Alda itu.. temannya author jelek ini, nih!" Sasuke nunjuk-nunjuk Author yang lagi main ponsel. (Author: "Sasuke.. akan ku nista kan engkau di fanficku berikutnya") Sakura lega. Sasuke sibuk jambak-jambakan sama Author.
"Udah, deh, jangan berantem. Kita masuk, yuk, Sasuke! Nggak usah sungkan-sungkan!" seru Sakura seakan ia yang menjadi tuan rumah. Ia pun menendang Author hingga Author nyangkut di pucuk monas. Kemudian Author diterbangkan angin ke Korea Utara. Sial! Ternyata sedang perang.
Udahan, ya gaje-gajeannya..
Sekarang Sakura sedang menyeret seorang manusia menuju rumah Sasuke. Dengan kata lain manusia yang diseretnya adalah Sasuke.
"Waa! Sasuke-kun.. siapa dia? Manisnya..!" cewek rambut abu-abu nunjuk-nunjuk Sakura tepat didepan mata Sakura sehingga cewek itu hampir menculek mata Sakura.
"Dia sahabatku. Mau ngambil rantang. Namanya 'Sakura'" jelas Sasuke.
"Kyaa! Sakura-chan! Idolaku! Oi, katanya kamu ketrima di program excellerasi. Kenapa kok ditolak? Padahal itu kesempatan besar, lho!" cewek rambut abu-abu itu tanya dengan nada yang sangat sopan, lembut dan anggun... *Hehe*
"Karena aku selalu ingin bersama dengan sahabat-sahabatku. Aku menyayangi mereka. Dan aku tak mau lulus mendahului mereka." jawab Sakura seperti biasanya.
"Dhe.., ibu dimana?" Sasuke mencoba mengalihkan perhatian. Kalau topiknya itu terus nanti dia bisa ketahuan kalau dia nggak lolos program itu. Bagi Sasuke yang jenius, itu hal yang memalukan!
"Dibelakang, sedang cuci celanamu. Tadi pagi kau ngompol, ya?" cewek itu tanya lagi.
"Eh, tidak, tuh!" Sasuke bohong. "CKIIITT" Sakura mencubit tangan Sasuke.
"Siapa orang itu?" bisik Sakura.
"Dia juga teman Author jelek. Kata Author jelek itu, dia tuh orang yang baik hati!" bisik Sasuke. Sakura ber-Ooowwhh.. ria. "Namanya Dhea Emilia Susanti" tambah Sasuke.
"KLONTANG" "PYAR" "JDUAAKK"
Suara apakah itu? Author juga tak tahu. Setelah suara itu berbunyi, muncullah ibu Sasuke dengan tampang yang babak belur di ruang tamu tersebut. Ia membawa rantang ibu Sakura yang masih bersih berkilau. Rupanya ia telah mencucinya dengan Sunlight#PLAK! GOMEN, IKLAN!
"Sakura-chan.. I..ini rantang yang.. uhuk! kupinjam dari ibumu. Uhuk!" Ibu Sasuke menyodorkan rantang itu pada Sakura dengan tangan yang gemetar karena sakit.
"Ta..tante kenapa? Mau aku panggilkan ambulance?! Kayaknya parah banget, lho!" Sakura panik. Sebenarnya ia ketakutan. Di tangan dan badan ibu Sasuke banyak darah yang keluar. Sasuke ikutan panik. Panik banget malahan. Ya iyalah, orang ibunya sendiri!
"Uhuk! Ti.. tidaak perlu, Sakura.. Tante seperti ini.. Uhuk! Gara-gara mencuci celananya Sasuke.. uhuk! Terimakasih atas tawarannya.. Saku..." BLUK! Ibu Sasuke pingsan di tempat. 3 orang gaje yang berada di ruangan itu mulai merasakan keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Ng.. A.. aku udahan dulu, ya! Sa.. sampai besok, Sasuke!" Dhea kabur sebelum Sasusaku meminta bantuan.
"Sasuke.. bagaimana inii..?" Sakura khawatir. Sasuke memandangi wajah ibunya yang sedang pingsan. Dan...
.
.
.
TBC
.
.
.
Ini pertama kalinya Shei-chan buat cerita bersambung. Ternyata enak juga, ya! :3
Soalnya nggak perlu buru-buru nentuin endingnya.
Masalah Alda dan Dhea yang ada di cerita.. mereka teman-teman Shei-chan yang baik hati 3 3 3
Mungkin sudah dulu, ya! Jangan lupa baca kelanjutannya. Jika ada salah Shei-chan minta maaf! *bow*
Arigatou!
~Shei
