Summary : Naruto Uzumaki Namikaze baru saja kembali ke Jepang dan dia masuk ke Konoha Gakuen. Bagaimanakah kehidupannya selama di sekolah ketika murid paling popular menyukainya dan dia menjadi orang yang paling di benci oleh seluruh murid perempuan? AU, OOC, Yaoi. Don't like BL, don't read!

Disclaimer: I don't own the series Naruto.

Title: Lost in Love

Pairing: Sasunaru, NejiGaa, KibaHina, ShikaTema, dan yang lainnya

Ranting : T for now

Genre : Romance dan Drama

Warning: YAOI, don't like, don't read.

Here The Story:

"Naruto" – Bicara

'Naruto' – Pikiran

Naruto – Flashback

Chapter 2 "First Day at School"

Pagi itu, Iruka membangunkan Naruto seperti biasanya. Hanya saja, Naruto sama sekali tak bergerak atau menunjukkan tanda-tanda ia akan bangun. "Naruto-sama! Bangun!" kata Iruka.

Reaksi yang Iruka dapatkan hanyalah Naruto yang membalikan badan dan menghiraukan Iruka. Dia sama sekali tak ada niat bangun dan menjalankan harinya seperti biasa. "Hmm, Biarkan aku tidur, Iruka." Kata Naruto setengah sadar.

Melihat kelakuan Naruto, kesabaran Iruka langsung habis. Dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air dingin kemudian menyiram Naruto dengan air itu.

Naruto langsung terbangun dan memandang Iruka dengan ekspresi marah. "Kenapa aku harus disiram dengan air dingin?" Tanya Naruto dengan nada yang kesal.

"Salahmu sendiri. Aku sudah mencoba membangunkanmu, tapi kaunya tak mau bangun juga." Balas Iruka. " Lagipula, hari ini adalah hari penting bagimu."

"Hari penting?" kata Naruto bingung. Dia telah bangun dan berdiri, membuka piyamanya.

"Kau lupa, ya? Hari ini kau mulai sekolah!" Kata Iruka dengan nada suara yang besar.

Mendengar kata-kata Iruka, wajah Naruto menjadi pucat. "Kenapa aku tak dibangunkan lebih awal?" Tanya Naruto. Dengan kesal dia masuk kamar mandi untuk membasuh diri dan mengganti pakaiannya.

Dia memakai kaos berwarna biru dan jeans hitam. Dia mengambil jam tangannya dan berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.

"Selamat pagi, Tuan Muda." Sapa para pelayan yang dia lewati. Setelah menghabiskan sarapannya, Naruto menyambar tas sekolahnya dan berlari menuju mobilnya.

%-%-%

Konoha Gakuen adalah sekolah elite, tempat anak-anak berbakat dan kaya bersekolah. Sekolah ini dibangun oleh keluarga senju dan tewlah berdiri selama bertahun-tahun.

Sekolah ini terbagi atas beberapa unit. Fokus cerita ini ada pada murid unit smu. Setiap unit di konoha gakuen memiliki gedung yang terpisah dan memiliki tempat parkir tersendiri.

Di depan gerbang gedung Smu, telah menunggu beberapa gadis. Mereka adalah Ino Yamanaka, Sakura Haruno dan Karin, siswa junior kelas khusus dan merupakan gadis popular di seluruh sekolah.

Sakura Haruno memiliki rambut pink yang mencolok dan memakai banyak accesoris serta pakaian yang sangat terbuka. Rok mini pink serta topless pink.

Ino Yamanaka adalah gadis yang memiliki rambut pirang yang gelap. Dia memakai kameja putih dengan kancing terbuka lebar untuk memperlihatkan kelebihannya dan jeans panjang.

Karin, gadis berambut merah itu hanya memakai kaos hitam polos dengan rok mini, sama seperti Sakura.

Ketiga gadis ini sedang menunggu pujaan hati mereka, Sasuke Uchiha, anak bungsu pemiliki Uchiha Enterprise.

"Kapan Sasuke-kun akan sampai?" Tanya Sakura.

"Yeah,, dia pasti sudah merindukanku." Kata Karin.

"Enak saja, ia pasti merindukanku, bukan kau! Dasar pelacur!" kata Ino. Dia memandang miring Karin dan Sakura.

Perkataan Ino memancing emosi dari Karin dan Sakura sehingga mereka bertiga bertengkar mulut dan saling melecehkan satu sama lain.

Sementara itu, Sebuah mobil Volvo merah masuk gerbang sekolah disusul Mercedes hitam. Kedua mobil itu mengambil tempat parkir khusus. Dari kedua mobil tersebut, keluar 5 pemuda. Mereka adalah Sasuke Uchiha, Neji Hyuuga, Shikamaru Nara, Gaara no Sabaku, dan Kiba Inuzuka.

Mereka berlima ini merupakan idola di Konoha Gakuen. Dan merupakan sahabat baik dari kecil.

Saat keluar dari mobil, mereka melihat Karin, Sakura dan Ino yang bertengkar seperti kucing. "Apa yang mereka lakukan?" Tanya Gaara melihat ketiga gadis tersebut.

"Mana kutahu." Jawab Neji cuek. Dia menarik Gaara kedalam pelukannya. Mereka berdua merupakan pasangan, dan mereka telah bersama lebih dari 2 tahun.

"Sudahlah, jangan hiraukan mereka. Lebih baik kita segera masuk, aku ngantuk nih." Kata Shikamaru dengan nada malas.

"Benar kata Shika. Aku tak mau mereka mengganguku lagi. Aku tak tahu sampai kapan mereka baru sadar bahwa aku tak tertarik dengan mereka." Kata Sasuke datar.

Saat mereka berjalan masuk gedung, semua mata langsung memandang mereka. (AN: Maklum, orang popular^^) Mereka berlima berjalan dengan cuek, tanpa menghiraukan sekelilingnya.

Di loker sekolah, seorang gadis yang cukup manis menghampiri mereka. Ia adalah Hinata Hyuuga, sepupu Neji. Ia memiliki postur tubuh yang banyak membuat gadis yang lain iri. Dan merupakan pacar Kiba.

"Pagi, sayang." Sapa Hinata. Dia memeluk Kiba. Kiba balas memeluk pacarnya yang manis dan cantik itu.

"Pagi, Hinata" Sapa Neji. Sasuke dan Gaara hanya menanggukan kepala sedangkan Shikamaru hanya memendang Hinata dengan pandangan bosan.

"Oh ya, kalian sudah dengar kabar terbaru?" Tanya Sakura. Dia, Ino dan Karin telah menyusul Sasuke dan kawan-kawan. Hanya saja, tak ada dari kelima pemuda itu yang menanggapi kehadiran mereka bertiga.

"Kabar terbaru? Soal apa?" Tanya Hinata yang penasaran.

"Kau belum tahu, Hinata? Hari ini kita kedatangan murid baru." Jawab Ino.

Mendengar kata Murid baru, Sasuke menjadi tertarik. "Murid baru?"

"Yeah, murid baru. Katanya dia baru pulang dari Amerika. Hanya itu info yang bisa kudapat dari Kakashi-sensei." Kata Ino. Dia memang sangat jago untuk mencari informasi.

"Cewek?" Tanya Karin.

"Bukan. Katanya cowok. Dan umurnya lebih muda setahun dari kita, tapi masuk angkatan kita." Kata Ino.

Tiba-tiba mereka mendengar teriakkan dari parkiran sekolah. Sasuke dan kawan-kawannya tak menghiraukan hal itu, begitu pula dengan Hinata. Sakura, Karin dan Ino penasaran dengan apa yang terjadi segera berlari menuju parkiran sekolah.

"Ayo, jangan hiraukan hal itu. Sebaiknya kita segera masuk kelas." Kata Shikamaru.

"Yeah."

%-%-%

Naruto keluar dari mobil dan langsung menjadi pusat perhatian. "Ukh, this suck! This is why I don't like go to school." Pikir Naruto. Dia mengambil tasnya dan berjalan masuk gedung dengan cuek, berusaha untuk tak menghiraukan suasana di sekitarnya.

"Whoa, dia manis"

"Siapa, ya?"

Semua perhatian hanya tertuju pada , Naruto hanya bersikap cuek, sampai seorang gadis menghampirinya. Gadis itu cukup tinggi dan postur tubuhnya bagus.

"Helo, perkenalkan aku Kirae. Kamu baru disini, ya?" Tanya gadis bernama Kirae itu to the point.

Naruto memperllihatkan senyum bisnisnya. "Ya, aku baru disini. Kalau boleh, bisakah kamu mengantar saya menuju ruang guru. Aku akan merasa tersanjung bila diantar gadis secantik kamu." Kata Naruto ramah.

Semua murid yang ada langsung mencair melihat senyuman manis Naruto. "Aku merasa tersanjung di puji orang secakep kamu. Mari, saya antar menuju ruang guru." Kata Kirae. Dia memandu Naruto menuju ruang guru. Banyak siswa, lelaki maupun perempuan memandang Kirae dengan pandangan membunuh.

Sementara itu, Sakura, Ino dan Karin tak percaya dengan pandangan mereka. "Wow, aku tak percaya… Dia cakep banget!" Kata Karin.

"Yeah.. Kira-kira dia masuk kelas mana?" kata Ino. Pikirannya sudah melayang entah di mana.

Sakura hanya memandang Naruto yang sudah jauh. "Memang dia cakep, tapi masih Sasuke-kun yang lebih cakep." Kata Inner Sakura.

"Hei, kembali ke kelas, yuk. Sebentar lagi bel masuk." Ajak Sakura. Dia sudah berjalan meninggalkan yang lain. Ino dan Karin segera menyusulnya.

%-%-%

Naruto berdiri di luar ruang guru setelah mengucapkan terima kasih pada Kirae. "Sigh… I don't wanna do this.." katanya dengan lirih. Dengan berat hati, dia membuka pintu dan berjalan masuk.

Semua perhatian guru yang ada langsung berada pada Naruto. Dia merasa sangat gugup dan mencoba tersenyum. " Selamat pagi." Sapa Naruto.

Kakashi yang melihat Naruto langsung menghampirinya. "Selamat pagi, Namikaze-san" balas Kakashi.

"Tolong panggil aku Naruto. Aku tak biasa dipanggil dengan marga. Boleh aku tahu, siapa wali kelasku nanti?" tanyanya.

"Oh, aku yang akan jadi wali kelasmu. Sebentar lagi bel masuk. Lebih baik kita segera ke kelas." Kata Kakashi. Dia kembali dan segera mengambil bukunya dan menyuruh Naruto untuk ikut dengannya.

Mereka berdua berjalan dalam diam menuju kelas 2-Z, kelas khusus dengan murid yang sedikit. Anak wali Kakashi hanya ada 9 yaitu Sasuke Uchiha, Kiba Inuzuka, Neji Hyuuga, Hinata Hyuuga, Shikamaru Nara, Gaara no Sabaku, Sakura Haruno, Ino Yamanaka dan Karin.

Di depan kelas 2-Z…

"Yup, kita sudah sampai." Kata Kakashi. Dia segera membuka pintu dan menemukan kelas yang berantakan. Gaara sedang make out dengan Neji, Sakura dan Ino kembali bertengkar, Sasuke hanya diam, Shikamaru tidur, Karin sedang berdandan dan Kiba serta Hinata sedang bermesraan di sudut kelas.

Naruto yang melihat itu hanya menghela nafas. "Sigh.. Kenapa hidupku tak pernah simple?" pikir Naruto. Kepalanya menjadi sakit.

Semua perhatian ada pada Kakashi dan Naruto saat mereka masuk. Semua tak percaya dengan apa yang mereka lihat, Kakashi-sensei datang tepat waktu.

"Apa yang kau lakukan pada Kakashi-sensei? Tak mungkin ia datang tepat waktu, dia selalu terlambat." Tanya Sakura. Dia yang pertama kali sadar dari shoknya.

"Ma… Aku merasa sakit hati, Sakura." Kata Kakashi.

"Maaf, siapa dia, sensei?" Tanya Hinata. Perhatiannya masih pada Naruto yang ekspresi wajahnya sangat bosan.

"Oh, ia murid baru. Namanya Naruto Na…" sebelum Kakashi sempat menyelesaikan perkataannya, Naruto sudah memotongnya.

"Naruto Uzumaki. Salam kenal." Kata Naruto ramah.

"Wow, dia manis." Pikir Sasuke. Pandangannya tak meninggalkan Naruto.

Naruto merasa diperhatikan. Dia mencoba mencari siapa yang memperhatikannya. Pandangannya bertemu dangan Sasuke. Dan dia tak mampu untuk memalingkan pandangan matanya.

"Siapa dia?" pikir Naruto.

Kakashi mencoba meminta perhatian murid-muridnya. "Baiklah, kalian sudah tahu namanya. Dia adalah murid baru yang akan bergabunng dengan kelas ini. Jadi, kalian harus membantuanya."

"Naruto, bila ada yang ingin ditanyakan, silakan tanyakan pada Sasuke. Dia adalah ketua kelas disini." Kata Kakashi.

"Ya." Jawab Naruto singkat. Dia mengambil tempat duduk di bagian belakang kelas dekat dengan jendela.

%-%-%

Break time…

Naruto membaringkan kepalanya di atas meja. "Ini neraka!" teriak Naruto dalam kepalanya. Dia sudah merasa sangat bosan berada dalam kelasnya. Selama belajar, semua perhatian selalu ada padanya.

"Sigh.. Kenapa hidupku tak pernah simple?" kata Naruto lirih.

Sasuke yang sudah sedari tadi memperhatikan Naruto menghampirinya. "Uzumaki-san, kamu kenapa?" tanyanya sopan.

Naruto langsung duduk tegak mendengar suara Sasuke. "Aku tak apa-apa." Kata Naruto. Dia tersenyum pada Sasuke dan bangkit, berjalan pergi keluar dari kelas. Kakinya membawanya ke atap sekolah.

"Sigh.. I wanna go Home!" Kata Naruto frustasi. Dia sama sekali tak mau berada di sekolah. Sangat membosankan dan tak menyenangkan. Sambil duduk di lantai, Naruto mulai tenggalam dalam pikirannya sendiri.

Sementara itu, Sasuke bingung dengan sikap Naruto yang mencuekin dirinya. 'Kenapa dia tak menghiraukanku? Tanya Sasuke pada diri sendiri. Ia sangat penasaran pada Naruto dan sangat ingin mengenalnya lebih jauh lagi.

'Hmm.. Gimana ya caranya?' pikirnya. Dia tenggelam dalam pikirannya sehingga tak menyadari kalau Sakura, Ino dan Karin memanggilnya.

%-%-%

Naruto yang sedang berbaring di atap sedang menikmati udara segar. Dia merasa ngantuk dan tertidur. Pikirannya penuh dengan apa yang bisa dia lakukan selama free timenya. Objek foto yang baru serta mencetak foto yang lama.

Sasuke yang merasa sangat bosan berada dalam kelas bangkit dan berjalan menuju atap. Disana dia mendapati Naruto yang sedang tidur. 'Wow, ekspresinya tenang sekali.' Pikir Sasuke. Dia duduk disebelah Naruto dan memandang wajahnya.

Dia terus saja memandang Naruto dan menyadari beberapa hal. 'Bibirnya kelihatan lembut. Wajahnya imut pula, kayak cewek.' Pikir Sasuke. Pikirannya terus membayangkan bagaimana lembutnya bibir Naruto, dan suaranya saat merasa nikmat di tempat tidur.

Tiba-tiba Sasuke terbangun dati khayalannya. 'Apa yang kupikirkan? Aku bukan gay 'kan… Apa aku jatuh hati padanya?' pikir Sasuke.

Sasuke kembali memandang Naruto. Secara tak sadar, dia mendekatkan wajahnya pada Naruto dan mencium bibirnya. Ciuman yang berlangsung selama beberapa detik itu langsung berakhir saat Sasuke sadar akan perbuatannyanya. Dia langsung cepat-cepat berdiri dan langsung pergi dari tempat itu.

'Apa yang kupikirkan? Menciumnya secara tak sadar? Arg! I don't know anymore.' Pikir Sasuke yang panik. 'tapi, bibirnya lembut sekali. Aku merasa sempurna saat bibirku menyentuh bibirnya.'

"Arg… sudahlah, jangan dipikirkan lagi." Kata Sasuke. Dia segera lari menuju kelasnya. Dan Naruto baru saja terbangun dari tidurnya.

'Mimpiku, kenapa terasa nyata sekali?' pikir Naruto. Dia menyentuh bibirnya dan tersenyum. "Mungkin sekolah tidak membosankan seperti yang kukira." Katanya. Dia bangkit dan berjalan kembali ke kelas.

%-%-%

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Naruto dengan cepat merapikan mejanya. Dia menyambar tas sekolahnya dan segera berjalan keluar dari kelas. 'Semoga Iruka tak marah bila aku pulang terlambat.' Pikir Naruto.

Sasuke yang sedari tadi telah memperhatikan Naruto segera menyusulnya. Di loker sekolah, dia melihat Naruto membuka lokernya dan memasukkan buku-bukunya.

"Uzumaki-san." Panggil Sasuke.

Naruto mengehentikan kegiatannya dan melihat ke arah sumber suara. "Uchiha-san?" kata Naruto dengan nada suara bingung. 'Ada urusan apa dia denganku?'

"Panggil aja aku Sasuke. Kamu sudah mau pulang?" Tanya Sasuke sambil tersenyum manis.

"Umm.. Tidak, aku masih ada urusan di tempat lain." Jawab Naruto kikuk. 'Kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini sich? Apa karena senyumannya?' pikir Naruto.

"Well, sebelum kau pulang, apa kau mau melihat-lihat sekolah ini?" Kata Sasuke. Senyumannya tak hilang.

"Ah, maaf. Aku tak bisa." Kata Naruto sopan. 'Aku tak mau berada dekatmu lebih lama lagi.' Dengan cepat, Naruto menutup lokernya dan berjalan pergi meninggalkan Sasuke. Entah kenapa, Naruto tak mau berada dekat dengan Sasuke.

'Lebih baik aku segera pulang. Keinginanku buat memotret jadi hilang.' Pikir Naruto kesal. Dia segera masuk dalam mobil dan pergi meninggalkan wilayah sekolah.

Sementara itu, Sasuke termenung di loker sekolah. 'Apa salahku pada anak itu? Kenapa dia menghindariku?' pikir Sasuke. Dia sibuk dengan pikirannya sehingga tak menyadari Sakura yang mendekatinya.

"SASUKE-KUN!" Teriak Sakura. Dia langsung mengandeng tangan Sasuke. (AN: -_-) "Apa kau mau pulang bersamaku, Sasuke-kun?" Tanya Sakura dengan suara manis yang dibuat-buat.

Sasuke yang baru sadar segera mencoba melepaskan diri dari pelukan Sakura. "Maaf, Sakura. Aku ada janji dengan Itachi-nii." Katanya.

Begitu lepas dari pelukan Sakura, Sasuke segera berjalan pergi meninggalkan Sakura yang merengek seperti anak kecil. 'Hampir saja.. Kenapa anak itu tak mau menyerah? Sudah jelas aku tak menyukainya.' Batin Sasuke. Dia segera menjalankan mobilnya, meninggalkan wilayah sekolah.

Tbc…

AN:

Yes! Finally the first chapter is finished. Butuh perjuangan yang lama dan berat untuk menyelesaikan chapter yang ini. Hehe Maaf aja kalau fic yang ini agak mengecewakan..

Aku ingin mengucapkan terima kasih bagi mereka yang telah mereview ceritaku ini. Aku mohon bantuan kalian untuk seterusnya ya. Berkat kalianlah aku punya keberanian untuk melanjutkan ficku ini. Tolong dukung aku terus, ya..

So, Don't Forget To RnR, Kay!