Hai, Yume-chan disini! Meneruskan fanfic pertama Yume-chan! Langsung aja ya!
DISCLAIMER: I don't own Naruto or Harvest Moon!
Rating : K
WARNING : OOC, Gaje, abal, dan lain – lain, ini fanfic pertamaku di chapter ke dua! Pairing : Will tell you on the next chapter! Hehe ..
Oke, Here it is!
Inn 6 : 00 am
SAKURA's POV
Perlahan kubuka mataku yang masih terasa berat, terlihat Hinata masih terlelap di tempat tidur sebelahku, jika mengingat kejadian kemarin, untung Ann datang untuk menawarkan penginapan disini.
Aku berjalan keluar pintu perlahan, agar tidak membangunkan Hinata. Aku turun ke bawah, disitu sudah ada Ann. "Pagi,emm…maaf namamu siapa kemarin?"tanyanya,"Sakura, Sakura Haruno."jawabku sambil tersenyum, "Kalau begitu pagi Sakura-chan!"sapa Ann lagi,
"Pagi,"
"Kau ingin apa untuk sarapan?"tanyanya,
"Kau tidak perlu repot – repot untukku, mungkin Naruto yang ingin sarapan pagi, Oh iya..Ann kalau sarapan untuk Naruto, buatkan sajadia Mie rebus, dengan telur dan di beri potongan daging diatasnya."ucapku.
"Oke, Sakura-chan!"katanya.
Akupun melangkah keluar, berkeliling desa sebentar, pemandangan disekitar sini sangat indah, dan asri, jarang sekali aku bersantai seperti ini semenjak kepergian Sasuke dari Konoha.
GUBRAKH!
Aku terjatuh, sepertinya menabrak seseorang, topinya bertuliskan UMA,
"Ma- maaf..Aku tidak melihat.."
"Jelas sekali."tanggapnya dingin,
"Hei, aku 'kan berusaha minta maaf!"bentakku, aku mendongak ke atas,….Oke aku tidak bisa berbohong ,dia memang tampan, tapi dingin seperti Sasuke.
"Lalu,"
"Kau harus menghargainya! Oke, maaf soal yang tadi, aku sedang berkeliling kota ini,"kataku, aku coba menaikkan wibawaku, agar tidak terlihat seperti cewek yang suka menggoda orang lain.
"Hn, ngomong – ngomong topiku sedang kau pegangi."
Hah! Aku lupa sekali, benar juga aku sedang memegang topinya. "Nih,"dia menjulurkan tangan-nya, terlihat luka memar di tangan-nya, aku pegang tangan-na, "Apa yang kau lakukan?"tanyanya,"Diam dulu, aku sedang berusaha menyembuhkan tanganmu."kataku.
BUSSSSHH….
"Nah, sudah selesai… "kataku.
"Terimakasih,"jawabnya dingin.
"Kau…mengingatkanku pada seseorang, seseorang yang sangat spesial.."gumamku,
Aku berlalu…berjalan lurus, jika mengingat sikap dingin-nya, aku jadi teringat Sasuke..
Kapan kau akan kembali ke konoha? Kapan aku bisa melihat tim 7 bersatu kembali?
Tiba – tiba ada seseorang yang menepuk punggungku, "Yo! Sakura-chan!"
"UWAA!", ku tonjok perut orang itu sekeras – kerasnya,
BUGHHH!
"Duh, Sakura-chan..sakit tau,"keluh Naruto,
"Maaf Naruto, kukira semacam stranger gitu…."kataku, "Iya , iya..lagi apa? Perasaan dari tadi kelihatan murung terus, sampai tabrakan dengan laki – laki dingin seperti Sasuke.."goda Naruto, "Apa sih? K – KAMU MELIHAT KEJADIAN ITU?"teriakku,
"Iya..semuanya.."dia tersenyum licik, benci sekali aku melihat senyumnya seperti itu.
"Huh…Ngomong – ngomong… Hinata-san udah bangun belum?"tanyaku,
"Udah, err….malah dia yang bangunin aku.."kata Naruto dengan pipi yang agak merona.
"Ciee… Dibangunin sama Hinata-san…"
"Apasih Sakura-chan! Orang kita Cuma temen! Lagian, Hinata juga gak nyimpen perasaan sama aku Weee!"kata Naruto sambil menjulurkan lidah. Huh, bocah ini memang…dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah…. "Sakura-chan, soal Sasuke, kurasa dia masih disekitar sini, nggak mungkin bisa lebih jauh lagi, dia saatkita kejar kakinya luka."tutur Naruto.
"Benar juga, mungkin kita bisa tanya penduduk sekitar sini,"
Kami berduapun mulai melangkahkan kaki kearah selatan,
"CLAIRE!" terdengar suara teriakan seorang laki – laki…
Segini dulu yah! Yume bakalan ngelanjutin chapter kalau ada reviewers minimal lima orang!
Maaf ya kalau ada kesalahan penulisan kata, kalimat, dan lain – lain, soalnya yume kan masih junior, belom senior seperti kakak – kakak yang sedang membaca fanfic yume ini!
Baiklah R&R ^_^!
