Cerita sebelumnya

"Baiklah perkenalan nama saya Shun Uchiha dan sekarang mulai mengajar pelajaran seni di SMP ini." ucap sang guru tersebut. a.k.a Shun Uchiha.

My Teacher is Assassint

Desclaimer: Ini Cerita original buatan ku tapi karakter aku pinjam dari Masashi Kishimoto

Genre: Romance, Gore, School of life

Pair: Shun x FemNaruto Slight FemNaruto x Prince

Typo, Au, Oc dan sebagainya

Summary: Guru baru yang menyamar masuk ke KHS yang sebenarnya adalah Assassint. Siapa yang dia incar dan apa yang akan terjadi KHS.


Chapter 2

Para siswa pun langsung terkejut atas kepindahan guru tersebut karena siapa yang sangka guru pelajaran seni mereka seoreng Uchiha

'Ck menyebalkan.' Batin Naruto

"Sensei a..ano apa kau kenal dengan Uchiha Itachi-senpai dan Uchiha Sasuke-senpai." Kata Ino sambil mengangkat tangannya

"Saya tidak begitu mengenalnya karena aku sendiri baru pindah kesini, awalnya aku dari Negara bagian Utara." Ucap Shun tersenyum

"A..ano Sensei apakah yang anda maksud adalah Negara Kiri sensei yang berada disebelah utara Rusia." Kata Kiba

"Benar, oh iya jangan terlalu gugup. Santai saja." Kata Shun dan mulai menerangi soal pelajaran seni

'Hei Kiba apa maksudmu menanyakan hal itu?' bisik Naruto

'Kau itu payah ya, di Negara utara ada sekolah yang khususkan para muridnya menjadi assassin. Mereka dilatih dengan keras sampai menjadi seorang hitman kelas wahid. Dan itu berada di Negara Kiri, Negara kecil yang ada di utara Negara Rusia.' Bisik Kiba dan setelah itu Naruto hanya mengangguk saja.


Naruto POV

Aku penasaran dengan guru ini walau aku tahu dia Uchiha bahkan ada kemungkinan dia seorang pembunuh tapi apa tujuannya dan kenapa menjadi seorang guru. Bahkan saat Kiba ingin melempar penghapus kepadanya dia dapat menghindar dengan terus menerangkan pelajaran.

"Baiklah semua kelas seni hari ini cukup sampai disini dan untuk Naruto-chan jangan terlalu keras berpikir dalam dunia mu ya." Ucap Shun

Yang benar saja kenapa dia bisa tahu soal itu bahkan aku tidak mengubah ekspresi serius ku ke papan tulis. Siapa sebenarnya dia apakah dia benar-benar assassint dan kenapa dia masuk sekolah dan apakah dia punya target di sekolah ini.

"Hei Naru-chan guru tadi bukan Cuma keren ya tapi juga hebat." Ucap Ino

"Aku tidak suka dengannya." Kata Kiba

"Aku akan mencari tahunya tenang saja kalian semua." Ucap Takeru selaku ketua kelas bahkan disebelahnya ada Hikari yang juga merupakan wakil ketua kelas

"Sepertinya ini akan menarik." Kata ku sambil berdiri

"Baiklah semua kita sekarang harus mengetahui siapa Shun-sensei sebenarnya dan apa tujuannya." Kata Takeru

Naruto POV end


"Baiklah semua kita sekarang harus mengetahui siapa Shun-sensei sebenarnya dan apa tujuannya." Kata Takeru. Tapi siapa yang sangka bahwa Shun-sensei mendengarnya dari luar kelas dan dia hanya tersenyum

'Rasa keingintahuan yang kuat kah. Kalau begitu aku akan bermain dengan kalian sebelum mengincar target ku.' Batin Shun yang mulai pergi meninggalkan lorong sekolah

Tidak lama berselang bel istirahat pun berbunyi, para anak kelas 3-C tidak ada yang keluar untuk menyusun rencana dan itu diperhatikan lewat teropong dua lensa oleh para Prince.

"Sepertinya anak SMP itu tertarik dengan guru baru itu." Ucap Neji

"Kalau begitu kita juga melakukan hal itu, benarkan Sas." Ucap Sai

"Merepotkan saja." Kata Shikamaru

"Kita akan mencari tahu siapa guru baru itu dan jika tidak bisa di sekolah, kita cari tahu saat pulang sekolah." Kata Itachi dan disetujui oleh Sasuke

Dan kegiatan para prince itu diketahui oleh Shun-sensei dan kembali tersenyum mengetahui hal itu dari dahan pohon yang ada dihalaman SMP. 'Sepertinya ini sekolah akan menarik. Akan aku uji kemampuan yang disebut-sebut sebagai para siswa terbaik.' Kata Shun 'Tapi setelah aku mengurus beberapa siswa yang kelasnya baru aku datangi.' Tambahnya yang mengetahui ada yang mengawasinya.


Shun POV

'Sepertinya ini sekolah akan menarik. Akan aku uji kemampuan yang disebut-sebut sebagai para siswa terbaik.' Kata ku 'Tapi setelah aku mengurus beberapa siswa yang kelasnya baru aku datangi.' Tambah kusaat ada yang mengawasi ku.

Aku pun turun dari pohon dan berjalan santai menuju sekolah tapi saat melewati rerumputan "Aku tahu kalian disana Naru-chan dan Ino-chan." Ucap ku dan sepertinya tepat dan membuat mereka keluar dengan tertawa yang dipaksakan dan aku juga melihat keringat yang keluar dari pori-pori tubuh mereka yang mungkin saja mereka cukup terkejut bahwa aku mengetahuinya.

Mereka berdua pun langsung pamit dan masuk ke sekolah, dan sepertinya habis ini aku mangajar kelas A ya, aku pun tersenyum karena sepertinya disana aku bisa sedikit santai. Tapi saat aku ingin masuk sepertinya aku dipanggil oleh kepala sekolah.

Saat aku masuk ruang kepala sekolah disana sudah ada wali kelas murid 3-C dan wali kelas murid 3-A. "Ada apa ini kepala sekolah?" tanya ku

"Mulai besok kau akan bertukar menjadi wali kelas 3-C, wali kelas 3-C akan menjadi wali kelas 3-A dan wali kelas 3-A akan menjadi guru seni." Ucap kepala sekolah

"Sepertinya anda ingin smeua kembali ke awal ya." Ucap Kakashi-sensei selaku wali kelas 3-C yang kembali menjadi wali kelas 3-A.

"Anda sepertinya ingin mengganggu kelancaran semua siswa ya." Ucap Wali kelas 3-B, 3-D dan 3-E yang sudah ada dibelakang ku

"Kalian juga kembali lah ke awal." Ucap kepala sekolah

Kepala sekolah SMP KHS disebut-disebut sebagai kepala terjenius yang pernah dilahirkan dijepang, bahkan dia melebihi kejeniusan kepala sekolah SMA KHS tapi sifatnya yang penuh ambisi dan muedah memanipulasi pikiran orang lain adalah sifat berbahaya dirinya dan dia adalah target ku yang harus ku kalahkan. Tapi sepertinya dia sudah tahu tujuan ku dan kemungkinan dia menjadikan wali kelas 3-C kemungkinan saat aku mengincar dirinya. Dia bisa membuat kelas 3-C menjadi target untuk membuatku tidak berkutik. Mulai besok semua kembali keposisinya dan aku akan menjadi wali kelas 3-C.

Shun POV End


Kelas 3-C SMP KHS

"Ck…sial kita ketahuan." Ucap Naruto yang lumayan kesal

"Jadi bagaimana selanjutnya?" ucap Kiba

"Sepertinya dia bisa merasakan keberadaan seseorang disekitarnya. Kalau begitu kita gunakan cara ninja saja." Ucap Takeru dan sukses membuat sekelas melempar apapun yang bisa dilempar kearah Takeru

"Hei…..hei apa aku salah." Ucap Takeru

"Kau kira ini zaman apa hah." Kata Hikari yang melempar botol minum milik teman sebangku dan sukses buat sebangkunya protes

"Tapi sekarang juga masih ada ninja." Bela Takeru terhadap dirinya

"Tapi kau pikir gimana dengan resikonya apa kau punya pelatih atau kau ingin kita semua mati." Kata Ino kali ini dengan melempar sapu yang ada dikelas.

"Baik…baik… aku minta maaf." Ucap Takeru

'Dasar ketua kelas yang menyusahkan.' Batin Naruto


Ruang Guru

'Sepertinya ini akan menyusahkan untuk menjalan kan misi ku.' Batin Shun sambil membereskan tugasnya untuk memasukinya ke tas dan segera pulang.

"Hei Shun-sensei, bagaimana jika kita minum dulu sebelum pulang." Ucap Kakashi sensei

"Ah maaf lain kali saja Kakashi-sensei." Kata Shun dengan hormat


Shun pun meninggalkan sekolah karena memang sekolah telah usai. Setelah itu Shun dengan mobilnya menuju apartemen miliknya, saat di jalan Shun melihat salah satu siswinya yang berambut kuning bersama dengan dua lelaki yang kemungkinan dari sekolah lain.

"Hei maaf ini ada apa ya?" ucap Shun pura-pura tidak tahu

"Oh tenang saja, kami hanya ingin bermain dengannya." Ucap salah satu dari mereka

"Tapi sepertinya itu salah satu siswi ku, jadi mohon maaf ya." Kata Shun yang membawa Naruto

"Jangan bercanda kau." Ucap yang sepertinya pemimpinnya

Shun langsung menarik lengan Naruto dan dengan tandangan memutar berhasil menghajar pipi yang kemungkinan ketua dari tiga anak sekolah tersebut

"Kurang ajar kau."ucap kedua temannya

'Lebih baik kamu duluan ke mobil ya.' Bisik Shun sambi mengelus rambut Naruto. Naruto pun langsung ke mobil dan menguncinya. Shun pun hanya tersenyum kepada Naruto sambil menghndari kedua serangan dari kedua penyerangnya. Disaat ketuanya kembali bangkit Shun sudah ada di depannya.

"Kalian boleh menghajar bahkan menyerang juga membunuhku. Tapi aku tidak akan siapapun melukai para muridku, walau itu adalah dunia sekali pun." Kata Shun sambil menepuk pundak ketuanya sambil mengeluaran aura pembunuh yang juga bisa dirasakan oleh kedua temannya. Itu pun sukses membuat ketiga siswa itu lari dengan kecepatan super.

Setelah itu Shun pun masuk ke mobil dan duduk dibangku pengemudi. "Baiklah aku antar kamu ke rumah mu Naruto-chan." Kata Shun dan Naruto hanya mengangguk

Selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, sampai akhirnya Naruto membuka pembicaraan. "Sensei." Ucap Naruto

"Hm." Balas Shun

"Sensei, kamu ini siapa?" tanya Naruto

"Belum saatnya kau tahu sekarang Naruto-chan." Balas Shun sambil mengelus rambut Naruto dan itu pertama kalinya wajah Naruto memerah.

"Baiklah kita sudah sampai." Kata Shun

"Hheee... sejak kapan dan aku kan tidak menujukkan jaaln kerumah ku." Kata Naruto

"Soal itu juga rahasia."kata Shun yang membuka kan pintu untuk Naruto dan setelah Naruto keluar dari mobil Shun, dia langsung menunduk sebagai tanda ucapan terima kasih dan hanya dibalas senyum oleh Shun

Setelah itu Shun pergi setelah mengantar Naruto menuju rumahnya. Tapi Shun tidak pulang melainkan menuju tempat ketiga anak berandal itu berkumpul. "Wah sepertinya ada pesta ya." Kata Shun

"Kau kan." Ucap salah satu dari ketiga anak yang bertemu dengan Shun

"Kau menuju kuburan mu sendiri sensei." Ucap anak yang paling besar

"Kalau begitu kalian semua boleh menyerang ku bahkan membunuhku tapi aku juga boleh menyerang kalian walau begitu aku dilarang membunuh kalian." Ucap Shun santai

"Kau kira bisa mengalahkan kami yang berjumlah sekitar dua belas orang." Ucap salah satu dari mereka

"Walau kalian menang jumlah tapi itu belum tentu menang." Kata Shun yang mulai berjalan

Saat itu ketiga anak langsung menyerang Shun dengan pisau dan Shun hanya tersenyum sambil menghindar, ketiga anak itu terus menyerang dengan memutar badannya tapi itu masih bisa dihindari oleh Shun. Tanpa Shun sadari anak yang paling besar itu langsung mengarahkan pipa besi yang dipegangnya kearah kepala Shun. Walau sedikit terlamabat Shun berhasil menahannya tapi akibat Shun sedikit terlambat membuat dirinya terlempar kearah kotak kayu.

"Hahaha... rasakan itu." Ucap salah satu dari mereka.

"Kalian memang benar-benar kuat, tapi sayangnya kekuatan itu salah kalian gunakan." Balas Shun yang keluar dari kumpulan asap tanpa terluka bahkan tangannya juga tidak kanapa-kenapa. "Baiklah sekarang giliran ku." Kata Shun yang dalam sekejap telah ada di depan orang memukulnya dengan pipa besi.

"Jagan menggunakan ini untuk menyerang itu akan berakibat buruk terhadap orang kau lukai." Kata Shun sambil mengelus pipa besi tersebut

"Kkk...kau.." ucap naka besar tersebut sedangkan Shun hanya tersenyum dan PLOK. Hanya dengan menepuk tangannya Shun membuat anak besar itu langsung duduk terjatuh

"Liat hanya dengan ini kita bisa membuat mental lawan takut atau jatuh." Kata Shun dengan nada menasehati. "Jadi siapa lagi yang ingin melawan." Tambahnya sambil menengok yang rupanya para anak-anak itu telah menerjang Shun dari depan belakang dan atas


Kediaman Namikaze

"Kau kenapa Naru-chan." Ucap Kushina yang melihat Naruto dengan ekspresi bahagia.

"Ah tidak apa-apa kok kaa-chan, aku pergi main basket dulu ya." Kata Naruto

"Jangan terlalu malam ya." Balas Kushina

"Ha`i" balas Naruto yang segera menuju tempat tetangga-tetangganya untuk bermain basket.

"Dia menjadi lebih ceria ya kaa-san." Ucap sang kakak laki-laki

"Iya, tapi kaa-chan senang Naru-chan bisa tersenyum kembali." Balas Kushina. "Jadi besok kau jadi menjadi guru di SMP Naru-chan? Menma-kun." Kata Kushina

"Tentu saja kaa-san, lagi pula Menma sudah janji dengan teman Menma." Kata Menma


kembali kepada Shun yang telah berhasil mengalahkan para berandalan tersebut tanpa terluka parah padahal lawannya hampir mencapai sekitar lima puluh anak berandalan. "Hhhaa…. Dengan ini lebih baik kalian bubar dan jangan membuat onar lagi." Kata Shun

"Ba…baik…" jawab para anak-anak berandalan secara bersamaan. Setelah mendengar hal itu Shun langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju apartemennya


Kembali kepada kediaman Namikaze. Menma terlihat memasuki kamarnya dan menyalakan lampu lalu menuju meja belajar miliknya. "Sebentar lagi kita bertemu Senpai." Ucap Menma sambil tersenyum melihat foto dirinya dan seseorang yang merangkul pundaknya

To Be Continue


Keterangan karakter OC:

Shun Uchiha, laki-laki berumur 20 tahun, tinggi 185 cm, penampilan: rambut seperti Itachi dan wajah seperti Toneri

Hikari Shota, perempuan berumur 14 tahun, tinggi 155 cm, penampilan: rambut berwarna biru cerah, wajah seperti miyuki Shiba dari anime Mahouka Koukou no rettousei

Takeru Sugiyama, Laki-laki berumur 15 tahun, tinggi 160 cm, penampilan: rambut berwarna merah darah, wajah seperti ryouta kise dari anime kuroko no basuke


Baiklah mohon Reviewnya

VVVVV

VVVV

VVV

VV

V


Balasan review:

Nelsonthen52: Penasaran guru barunya itu siapa sih? Fast update ya!

A: di chapter ini dikasih tahu kok