I'LL DO THE BEST FOR YOU

Cho Kyuhyun, Lee Sungmin

Genderswicth

Hurt Romance

Story two

"Sungmin-ah cepat turun, makan malam"

"Arasseo" Sungmin sedang mengobrol dengan papa nya lewat skype. Tapi eomma nya sudah berteriak memanggilnya untuk makan.

"Eommamu memanggil?" Dari seberang sana papa nya bertanya

"Iya, eomma menyuruhku makan malam" Sungmin menjawab seadanya

"Pergilah, makan yang banyak putri papa yang cantik" Sungmin tersenyum mendengar pujian dari papanya. Dengan tersenyum lebar Sungmin menjawab

"Baiklah papa, aku tutup dulu. Selamat malam" dan setelah salamnya dijawab Sungmin langsung memutuskan koneksi skype nya.

Eomma dan Papa nya berpisah sejak Sungmin berusia sepuluh tahun. Sungmin sendiri tidak tahu kenapa mereka harus berpisah, yang Sngmin tahu saat itu eomma dan papa nya bertanya padanya. Sungmin ingin hidup dengan siapa. Papa atau eomma nya.

Sebenarnya Sungmin benar-benar tidak ingin memilih. Ia ingin hidup bertiga bersama eomma dan papa nya. Tapi kenyataanya itu tidak mungkin, maka saat itu Sungmin memutuskan memilih tinggal dengan eomma nya. Sungmin tidak pernah bertanya kenapa mereka memutuskan berpisah, Sungmin juga tidak pernah marah akan hal itu. Sungmin sadar dibanding dirinya, kedua orangtuanya jelas lebih mengerti keputusan yang tepat untuk mereka.

Sejak perceraian itu, papa nya yang memang asli orang china memutuskan kembali ketanah kelahirannya. Hidup disana bersama sanak saudaranya.

Sejak kecil Sungmin memang memanggil Hangeng dengan sebutan papa. Walaupun mereka harus terpisah jarak, hubungan mereka tidak pernah pudar. Hangeng begitu mencintai putrinya, setiap tahun Hangeng selalu berusaha menyisihkan sedikit waktunnya untuk mengunjungi Sungmin, dan komunikasi melalui layanan internet seperti beberapa waktu yang lalu sudahlah menjadi rutinitas bagi keduanya.

"Apa kau sedang mengobrol dengan papa mu?" Eommanya, Kim Heechul bertanya saat Sungmin menduduki salah satu kursi dimeja makan.

"Eoh" Jawab Sungmin sambil menuangkan air putih pada gelas bening didepannya, lalu meneguk sedikit untuk menghilangkan serik ditenggorokannya. Mengobrol dengan papanya selama hampir satu jam membuat suaranya agak serak.

"Kau merindukannya?" Heechul bertanya hati-hati sesaat setalah menaruh berbagai macam lauk dipiring Sungmin. Sungmin tidak menjawab, jika ia katakan 'iya' eomanya pasti merasa bersalah. Jika ia katakan 'tidak' jelas saja itu bohong. Biasanya setiap tahun Hangeng pasti datang menjenguknya, walaupun paling lama cuma lima hari itu sudah lebih dari cukup bagi Sungmin. Tapi kali ini sudah satu tahun delapan bulan Sungmin tak mendapat kunjungan dari papa tercintanya. Tentu saja gadis itu merindukannya. Melihat aksi diam Sungmin Heechul kembai bersuara

"Mianhae"

"Ne?" Sungmin tak mengerti kenapa eommanya tiba-tiba mengatakan maaf

"Kami orangtua yang gagal, kami yang egois memilih berpisah tanpa memikirkanmu" Sungmin tahu mereka pasti sudah memikirkannya matang-matang, buktinya meskipun mereka berpisah Sungmin masih bisa memiliki keduanya, dengan cara yang berbeda.

"Eomma bicara apa!. Aku memang tak mengerti kenapa kalian melakukan ini. Tapi aku percaya pada kalian, kalian pasti sudah melakukan yang terbaik menurut kalian. Eomma jangan kawatir" Sungmin tersenyum lalu beranjak, meninggalkan nasi serta lauk-pauk yang belum ia sentuh sedikitpun. Gadis manis itu mendekati ibunya lalu memeluknya dari belakang. Melingkarkan kedua lengannya, lalu menempelkan dagunnya diatas pundak sang ibu.

"Aku bahagia memiliki kalian walau dengan cara terpisah. Percayalah" dan Heechul hanya mampu tersenyum getir. Sungmin begitu memahami mereka, Sungmin adalah malaikat kecilnya. Adaisaja ia bisa melakukan yang jauh lebih baik dari ini untuk putri kecilnya, ia pasti akan melakukannya.

Kyuhyun-Sungmin

Bel istirahat berbunyi, beberapa siswa berhamburan keluar kelas. Entahlah apa saja yang akan mereka lakukan. Yang jelasnya sebagian besar pasti ingin mengisi perut ke kantin sekolah.
Kyuhyun pun akan melakukan hal yang sama. Ia berencana makan bersama Nara, maka sejak bel pertama berdentang mata pria itu tak lepas dari Jang Nara, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang duduk di bangku ketiga dari belakang dan kedua dari kiri. Sedangkan dirinya duduk dibangku paling belakang diujung kiri. Kyuhyun segera beranjak saat melihat Nara berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Tanpa peduli dengan bukunya yang berserakan diatas meja, tanpa sedikitpun berniat merapikannya, ia menghampiri Nara sebelum gadis itu melangkah lebih jauh.

"Nara-ya" Nara menoleh saat Kyuhyun memanggilnya. Kini Kyuhyun berdiri tepat ditengah-tengah pintu kelas. Sedangkan Nara ada didepannya
"Wae?" Nara melihat Kyuhyun dengan tatapannya yang datar
"Bap meokja" Kyuhyun sudah meraih pergelangan tangan Nara dan berniat menuntunnya, tapi gadis itu menahan diri.
"Neo meonjeo ga" Nara melepaskan tangannya dari Kyuhyun lalu berjalan kearah yang berlawanan dengan arah kantin. Kyuhyun berdiri diam memperhatikan kepergian Nara. Adakah yang lebih penting dari makan siang saat ini?

"Ya! Cho Kyuhyun. Mwohae?" Sungmin berdiri tepat dibelakang Kyuhyun. Gadis itu berniat menyusul Eunhyuk ke kantin. Tadinya ia harus menyalin beberapa cacatan jadi ia terlambat menikmati waktu istirahatnya. Tapi Sungmin merasa aneh saat melihat Kyuhyun berdiri bengong ditengah-tengah pintu yang akan ia lewati.
"Eoh. Aniya" Kyuhyun menjawab tanpa menoleh kearah Sungmin.
"Bikhyeo"
"Mwo?"
"Minggir. Aku mau lewat" akhirnya Kyuhyun sadar tempat, dimana ia sekarang
"Eoh. Mian" Kyuhyun menggeser posisinya sedikit agar Sungmin bisa keluar. Sungmin berjalan melewati Kyuhyun. Tapi pada langkah kelima gadis itu berhenti, lalu berbalik menatap Kyuhyun yang hanya diam diposisinya.

"Ya! Cho Kyuhyun mwohaneungeoya?"
"Eoh?" Kyuhyun benar-benar seperti orang bodoh hari ini. Itulah pikir Sungmin. Gadis manis dengan rambut lembut mengkilapnya itu menghela nafas sejenak sebelum akhirnya berbalik lagi
"Bap meokja" Dengan nada ajakannya Sungmin besuara lantang, agar Kyuhyun mendengarnya. Mengingat ia mengatakan hal tersebut sambil berjalan kearah kantin. Tanpa peduli Kyuhyun akan menyusul atau tidak. Yang terpenting sekarang adalah nasib perutnya sendiri.

Dan ternyata kini Kyuhyun mengantri makanan dibelakang Sungmin. Sungmin menyadari itu.
" Disana" Sungmin mengajak Kyuhyun bergabung dengan Eunhyuk yang sudah memakan makan siangnya sekitar saparuh porsi.
"Eoh wasseo?" Eunhyuk menyadari kehadiran Sungmin. Gadis dengan rambut pirang bergelombangnya itu tersenyum lebar-lebar menyambut sahabat cantiknya.
"Kyuhyun juga?" Pertanyaan Eunhyuk hanya dibalas senyum oleh Kyuhyun. Satu meja panjang dengan enam kursi itu kini diduduki tiga orang, yang sebelumnya hanya Eunhyuk seorang diri.

"Kau makan sendirian?" Eunhyuk mengangguk sambil mengunyah makanannya yang tersisa.
"Aku terlalu lapar tanpa peduli dengan siapapun. Selain kau" Setelah makanan yang dikunyah masuk dalam perutnya melalui kerongkongan, Eunhyuk memberikan jawaban atas pertanyaan Sungmin tadi.
"Hehe Mian" Cengir Sungmin menyadari apa maksud Eunhyuk dengan kata 'selain kau' pada kalimat terakhirnya barusan. Lalu setelahnya ia kembali khusuk dengan acara mari makan siangnya.

Kyuhyun-Sungmin

"Lee Sungmin, kau bawa buku-buku ini keruang seonsaengnim. Mengerti?" Sungmin mengangguk setelah mengatakan 'ne'. Sungmin bukan ketua kelas, hanya saja hari ini ketua kelas tidak masuk. Jadi Sungmin yang menggantikan tugasnya hari ini. Bukan keharusan sebenarnya jika saja ia tidak ditunjuk oleh wali kelasnya. Biasanya jika ketua kelas tidak masuk memang ditunjuk secara acak siapa yang bertugas menggantikannya selama satu hari penuh. Dan kebetulan hari ini Sungmin yang ditunjuk.

Sungmin merapikan buku-buku dimeja guru. Setelah yakin sudah rapi semua Sungmin mengangkat tumpukan buku tersebut. Cukup berat ternyata, itu pikir Sungmin. Bukunya memang tak setebal kamus bahasa ingris lengkap satu milyar kata atau apalah itu. Tapi tetap saja walau hanya buku dengan tebal tiga puluh delapan lembar jika semua total 20 buku akan terasa sedikit berat.

Kyuhyun dan Nara sudah berjalan beriringan untuk pulang bersama. Tapi melihat Sungmin yang sedikit terlihat keberatan Kyuhyun berpamitan sebentar pada Nara untuk membantu Sungmin.
Nara merasa sedikit aneh. Sepeduli itukah Kyuhyun pada Sungmin. Seingatnya Kyuhyun tak terlalu dekat dengan Sungmin, atau sejak kapan mereka dekat? Ah nanti ia akan menanyakan langsung pada Kyuhyun.

"Naega halke" Kyuhyun mengambil semua buku ditangan Sungmin
"Eoh. Tidak. Tidak. Ini tugasku " Sungmin merasa tak enak . Ini kan tugasnya bagaimana bisa Kyuhyun yang melakukannya.
"Aku akan bawakan sampai depan pintu. Nanti kau yang mengantarnya masuk. Dengan begitu seonsaengnim tidak akan tahu jika aku yang menyelesaikan amanat ini" Sungmin mencibir kata-kata berlebihan Kyuhyun. Namun Kyuhyun hanya tersenyum sambil berlalu. Sungmin mengikuti Kyuhyun sampai depan pintu ruang guru.
Kyuhyun menyerahkan semua tumpukan buku pada Sungmin kembali.
"Cha! Sekarang lakukan tugasmu dengan baik Lee Sungmin. Na ganda" setelah itu kyuhyun berlari kembali kearah Nara yang masih bediri ditempat yang tadi. Sungmin masuk keruang guru lalu meletakan buku-buku tersebut persis seperti yang diperintahkan gurunya tadi. Gurunya mengatakan terimakasih dan menyuruhnya segera pulang. Sungmin membungkuk memberi salam lalu segera berjalan pulang.

"Kaja" tanpa menjawab Nara berjalan beriringan dengan Kyuhyun menuju halte.
"Sejak kapan kau dekat dengan Sungmin? Kau tertarik padanya ya?" Pertanyaan Nara membuat Kyuhyun sedikit gugup. Bagaimana bisa Nara mengira dirinya tertarik dengan gadis lain sedangan gadis didepannya inilah yang mati-matian ia harapkan.
"Huh aniya. Aku hanya membantunya" Kyuhyun pikir tidak perlu juga mengatakan pada Nara, bahwa Sungmin pernah menolongnya. Mengantarnya kehalte bus dengan payung merah hatinya saat hujan deras beberapa waktu yang lalu. Baginya moment itu cukup ia saja yang tahu.
"Eoh geurae? Jinjja?" sepertinya Nara kurang puas dengan jawaban Kyuhyun, maka dengan sifat jailnya gadis itu mulai menggoda Kyuhyun.

"Ya, mwoya. Anigeodeun anigeodeun" Kyuhyun terlihat kesal dengan godaan Nara. Nara tertawa melihat itu, pasalnya Kyuhyun itu susah sekali digoda. Saking kesalnya Kyuhyun meninggalkan Nara jauh dibelakangnya, berjalan dengan langkah lebar-lebar menuju halte bus. Dasar gadis tidak peka! Kyuhyun mengumpat sepanjang jalan, karena gelak tawa Nara yang masih setia mengganggu indera pendengarannya.

Kyuhyun tersenyum sendiri mengingat moment saat ia membantu Sungmin tadi. Ini sudah benar, ia sudah balas budi. Tapi sepertinya itu saja belum cukup. Kyuhyun akan melakukan yang lebih baik lagi nanti. Baginya apa yang ia lakukan tadi tak sebanding dengan yang dilakukan Sungmin padanya waktu itu. Lagipula Kyuhyun suka-suka saja melakukannya. Menurutnya bisa membantu Sungmin adalah hal yang menyenangkan.

Kyuhyun-Sungmin

Eunhyuk dan Sungmin sedari tadi makan sambil mengobrol, kadang-kadang juga tertawa. Sesekali Nara menimpalinya dan ikut tertawa. Kyuhyun hanya tersenyum melihat ingkah gadis-gadis berisik didepannya tersebut. Mereka benar-benar berisik. Tapi Kyuhyun menyukainya.

Akhir-akhir ini mereka menjadi dekat. Kedekatan Kyuhyun dan Sungmin juga membawa dampak baik bagi Nara. Gadis itu kini juga berbaur dengan Sungmin dan Eunhyuk. Memang hanya kadang-kadang sih. Karena nyatanya belajar masih menjadi prioritas nomer satu bagi Jang Nara.

Lama kelamaan jika dibandingkan dengan Nara, Kyuhyun kini lebih dekat dengan Sungmin. Mengingat Sungmin memiliki kepribadian yang sangat menyenangkan. Sungmin selalu bersikap baik kepada siapapun. Sungmin selalu ada saat Kyuhyun butuh teman. Berbeda dengan Nara yang akan ada untuk Kyuhyun jika semua utusan pelajaran sudah selelsai. Kyuhyun pikir sekalipun ia tenggelam kedalam danau Nara tidak akan menolongnya jika ia belum menyelesaikan apa yang sedang ia pelajari saat itu. Pemikiran yang konyol. Tapi hal itu tentu tak merubah apa yang sudah Kyuhyun rasakan pada Nara. Bagi Kyuhyun, sifat Nara yang seperti itu adalah ciri khas nya yang unik. Dan Kyuhyun tak keberatan sama sekali. Bukankah cinta itu menerima segala kekurangannya juga. setelah semua kelebihan yang orang itu miliki.

Kyuhyun merasa perasaan ini bukan main-main. Sampai nanti Jang Nara adalah wanita satu-satunya untuk Kyuhyun.
Tanpa Kyuhyun menyadari satu hal. Bahwa gadis lain telah jatuh cinta padanya seiring kedekatan mereka. Lee Sungmin, gadis yang baik kepada semua orang, menurut Kyuhyun. Jadi apakah salah disini jika Kyuhyun tidak pernah merasa Sungmin memperlakukannya dengan spesial. Bagi Kyuhyun, Sungmin adalah teman yang baik. Iya teman.

ToBe Continue...

Selamat malam dan terimakasih untuk yang telah baca, terebih yang mereview. Walaupun hanya beberapa aku tak akan berhenti melanjutkan fiction ini. Sekalipun ceritanya aneh. Semoga kalian semua menikmatinya.

Re-Review:

Tika137_ sisi Sungminnya sudah mulai dibuka sedikit-sedikit Dear. Terimakasih dan Selamat menikmati ya.

Orange Girl_ Sebenernya saat itu Sungmin belum punya perasaan apa-apa sama Kyuhyun. tapi sekarang sedikit-demi sedikit perasaan itu tumbuh.

Abilhikmah_ ^^ kita saksikan bersama-sama ya..

Wiprasetyalee_ senang juga masih ada yang review ff KyuMin. hehe. thank you Dear^^

Cho Kyuna_ belum End kok dek. ini kebiasaan buruk aku, selalu lupa nulis mian. kalimat terakhirnya kyuhyun itu artinya 'kedepan aku akan memberikan yang terbaik, lee sungmin' gitu. iya aku sedikit ngerti bahasa korea, jadi kalau gak ganggu aku akan masukin beberapa kosa kata bahasa korea kedalam ff. dan terimakasih udah RnR

nurichan4_ ini cerita bersambung, maaf untuk lupa nulis tbc. dan tolong jangan panggil aku thor ya, gak nyaman banget rasanya. aku 24 tahun, jadi bisa panggil 'Jihae' atau 'kakak, mbak, eonni' aja ya ,thank you

Lee Minry_ thanks suport nya Minry. cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan banget lho, mending cinta bertepuk tangan,kkkkkk #BigHUg uri Minry,

dewi. _ Kyuhyun kan cintanya sama Nara, jadi Sungminnya belum keliiatan. heheh makasih ya review nya. tolong jangan panggil author ya, panggil nama aja boelh kok :D . sabar ya nunggu, sedikit demi sedikit akan aku lanjutin,

PumpkinEvil13_terimakasih, tetep jaga kesehatan juga. dan sabar nunggu tiap story nya ya, soalnya gak bisa janji update berapa hari seali, mungkin cepat mungkin juga molor :D

Note;

tolong beri komentar.

Apakah kalian suka jika aku memasukan beberapa kosa kata bahasa korea dalam percapan di ff ku?

ataukah malah itu sangat mengganggu?

jika kalian suka aku memasukkan beberapa bahasa korea, apakah itu perlu diberi arti atau tidak?

jika perlu diberi arti, bagaimana sebaiknya? didalam kurung seperti pada Story One and two, atau adakah cara lain?

Kebetulan aku mengerti sedikit bahasa korea percakapan sehari-hari, jika tidak mengganggu aku bisa memasukkan beberapa pada ff ku. jadi mohon bantuannya ya . thanks #BIGHUG