Author Note
Mungkin banyak yang mengatakan jalan/alur ceritanya terlalu cepat. Itu karna memang karakterku yang tidak suka basa-basi (Cek Profile/Bio) yang penting ceritanya 'mengena' itulah prinsipku!
Tapi akanku coba membuat lebih panjang di chapter 2 (Walau sepertinya tak akan berhasil xD)
.
.
Balasan Review
Arunasachi-chan: Soal alur itu sudah kujelaskan diatas. Maaf kalau tulisanku jelek atau acak-acakan :D terimakasih sudah me-review! Ini chapter 2nya silakan dibaca
Nazu-kun: Pengenya sih update kilat tapi ga bisa maaf ya :D Terimakasih sudah meninggalkan jejak
Nara Tsutsukara: Sebenarnya si Natsu juga ngenes nanti lihat saja! Untuk endingnya maaf aku tidak bisa beritahu #smirk
Momo Katsuhira: Kecepetan? Alasanya ada diatas dibawah juga ada lengkaplah pokoknya wkwk Lanjut? Iya ini masih lanjut kok ini chapter 2nya selamat membaca
Minako-chan Namikaze: Terimakasih karna sudah diijinkan remake. Terimakasih sarannya dan sepertinya otakku tidak bisa menerimanya maafkanlah otak author chapter 2 ini udah dipublish maaf lama :D
synstropezia: Jerza ya... sebenernya aku ingin sekali membuatnya (Yang nggak OOC) Tapi ternyata susah banget dan ujung-ujungnya malah buntu xD
Oh ya. ini chapter 2nya maaf lama hehe
DragoonAcaly: Ini udah lanjut maaf ya lama. terimakasih sudah me-review :D
Information
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Title: Hate This and I Love You
Chapter 2: Kematian
Rated: T
Genre: Hurt/Comfort. Drama Romance.
Pairing: Natsu D x Lucy H
Summary: Menceritakan tentang penderitaan seorang Lucy Hearfilia
Description: AU. Typo (Maybe) OOC
Italic/Miring = Berkata dalam hati
HURUF BESAR = Berteriak
.
XXXXXXXXXX
.
Lucy P.O.V
Aku menandangi kota Magnolia yang mulai menjauh jujur berat sekali bagiku untuk meninggalkan kota Kelahiranku ini terlalu banyak kenangan di kota Magnolia ini. Senang sedih. Bahkan aneh seperti pertarungan tidak bermutu Natsu dan Gray. Dan hanya Erza satu-satunya yang bisa melerai mereka bahkan seorang guru pun tak mampu memisahkan mereka. Aku terkekeh geli mengingat itu. Kenapa si pinky bodoh itu selalu ada dipikiranku? Aku hanya bisa tersenyum pahit sulit sekali menghapus perasaanku ini padanya. Kulihat hujan mulai turun dengan derasnya. Pas sekali dengan suasana hatiku saat ini...
.
XXXXXXXXXX
.
Memandangi hujan sepanjang perjalanan itulah yang kulakukan dan saat kereta berhenti aku pun berjalan dengan lemas keluar kereta tanpa menggunakan payung karna memang tidak ada di koper yang kubawa hanya ada baju uang dan beberapa foto. Dan yang terpenting 'Laptop' Karna tanpa benda itu aku tidak akan bisa bekerja. Tapi utunglah hujannya sudah reda saat aku berada diluar stasiun
"Crocus..." Gumamku pelan. Ya dikota inilah sekarang aku akan tinggal kuharap kau tak tak akan bisa menemukanku disini Natsu dan kuharap kita juga tidak. tidak akan pernah bertemu lagi selamanya aku membencimu! Aku berjalan keluar stasiun dan mulai menjelajahi kota ini. Mengapa tak naik taksi saja? Oh ayolah itu membuang-buang uang! Aku harus mencari apartemen sekarang! Dan menyewa apartemen itu butuh uang itulah alasanku jalan kali saat ini. 3 Jam berjalan aku mulai lelah dan sialanya hujan mulai turun lagi aku mulai lapar. Dan betapa bodohnya aku tidak mampir saat melewati cafe tadi. Kembali? mustahil! cafe itu sudah jauh dan lagi aku tidak ingat harus kembali kearah mana! Pikiraku sedang kacau saat ini! Mengingat jalan saja tidak bisa sial! Hari semakin sore hujan semakin deras. Dan aku mulai lemas berjalan mencari tempat berteduh. Aku kelelahan kelaparan dan ini semua gara-gara pria brengsek itu! Makanan terakhirku adalah siang kemari. Ya tadi pagi dan kemarin malam aku tidak makan karna sibuk menangis dan meratapi nasib dan betapa bodohnya aku langsung saja pergi ke stasiun pagi tadi dan saat melewati cafe mengapa aku tak mampir dan makan disana? Salahkan pria brengsek itu! Ya dialah yang membuatku memiliki beban pikiran yang sangat banyak ini dan jangan lupakan rasa sesak didadaku ini!
.
XXXXXXXXXX
.
Setelah sekitar 15 menit berjalan aku melihat halte bus. Walau langkahku ini mulai melambat aku tetap berjalan menuju halte bus itu. Aku harus tetap berjalan harus sampai dan berteduh si sana aku tidak akan menyerah! Semua ini untuk anakku! Aku akan bahagia disini tidak! Kami berdua akan bahagia disni di kota ini...
.
XXXXXXXXXX
.
Pandanganku mulai kabur aku sangat lelah kelaparan kedinginan hingga tubuhku bergetar! Ingin sekali kuambil jaket di koper besarku ini tapi hujannya sangat deras sekarang jika kubuka koperku air pasti akan masuk semua isinya akan basah dan itu sama saja bunuh diri! Bahkan untuk mengambil satu langkah saja sangat sulit! Tapi... AKU TIDAK AKAN BERAKHIR DISINI! Dengan sekuat tenaga aku mengangkat kaki kananku
.
.
.
BRUK!
.
Aku ambruk di terotoar sial padahal tinggal sidikit lagi! Bergerak BERGERAKLAH! ARRGGGHHH SIALAN! Aku begitu lemas sampai tak bisa bergerak! sial sial SIAL! Kenapa ini harus terjadi oadaku? Inikah akhirnya? Padahal aku belum memberikan kebahagiaan untuk anakku. Ah tidak bahkan dia masih belum lahir! Aku mulai menangis sungguh menyedihkan! Tubuhku lemas tak bisa bergerak. Mataku mulai berat. Siapa saja tolong aku. aku tidak mau berakhir disini! Tuhan tolonglah setidaknya biarkan aku melahirkan bayi diperutku ini!
"Tolong..." Kelopak mataku mulai menutup
"Nat...suuu..." Entah kenapa itu keluar begitu saja dari mulutku. Dan aku kehilangan kesadaranku sepenuhnya
.
Pemakaman
.
Normal P.O.V
Natsu memakai baju serba hitam. Tidak semuanya memakai baju hitam. Natsu berjalan dengan lemas dan menatap kosong semua orang yang ada disana ada beberapa diantara mereka yang menangis. Ya menangis lebih tetapnya menangisi kepergian seseorang. Menyedihkan memang ia mati diusia muda 18 tahun Ia pergi begitu cepat! Semuanya bersedih tapi tidak untuk Natsu pikiranmu kosong ia benar-benar shock mengetahui kenyataan pahit ini!
"Aku tak menyangka kau akan pergi secepat ini..." Natsu sudah sampai didepan kuburannya
"...Akan kuingat semua kenangan yang telah kita lalui bersama meski hanya sebentar... Aku senang bisa mengenalmu... Terimakasih sudah menyayangiku atau mungkin mencintaiku? Menemaniku menjalani hidup walau hanya sebentar tapi itu sangat berarti untukku! Sekali lagi terimakasih... Terimakasih untuk semuanya!" Ia tidak menangis masih tetap dengan tatapan kosongnya. Erza datang menepuk pundaknya pelan lantas ia berbalik dan berkata
"Aku tidak apa-apa Erza" Ujarnya
"Tersenyumlah! Kita antar kepergiannya dengan senyuman!" Kata Erza sambil tersenyum tulus
"Kau benar!' Natsu pun ikut tersenyum setelah meletakan bunga ia mulai berjalan menjauhi kuburan itu. Tak ada lagi beban dipikiranya ia tersenyum iklas
"Aku masih tidak percaya ia sudah meninggal" Gumamnya
"Aku juga tidak percaya dia akan pergi secepat ini Natsu"
"Mati di terotoar dengan keadaan tubuh masih utuh tanpa luka?" Tanya Natsu
"Ya. Aku sudah menjelaskannya tadi pagi bukan?"
"Ya"
.
Flashback
"Halo Lis aku-"
"Natsu ini aku Mira"
"Oh Mira? Dimana Li-"
"D-dia sudah meninggal!" Ucapnya gemetar
"Apa!?"
"A-aku menemukannya mati dengan tubuh utuh tanpa luka di terotoar dekat bar"
"T-tidak mungkin" Kaget Natsu
"Dia akan dimakamkan sore ini"
"Ya aku akan datang..."
.
End of Flashback
.
"Dokter mengatakan dia meninggal karna terlalu banyak minum!..." Air mata Mira mulai keluar
"A-aku bahkan tidak tahu k-kalau dia meminum minuman berbahaya itu hiks..." Karna sudah tak kuat lagi menahannya Mira pun menangis
"...Aku benar-benar tidak berguna! Jika aku menjaganya dengan baik dia... Dia tak akan pergi secepat ini"
"Sudahlah itu sudah terjadi Mira!" Kata seseorang yang tiba-tiba muncul
"Laxus..." Mira menoleh kearah Laxus
"Kematian memang tak bisa dicegah!... Tapi kematian pula yang dapat merubah orang lain! Kuharap dengan kematian Lisanna ini kau menjadi manusia yang lebih baik lagi!" Kata Laxus panjang lebar
"Kau seharusnya memeluknya Laxus!" Usul Natsu
"Baik baik" Laxus pun memeluk Mira. Bukanya berhenti tangis Mira malah makin menjadi-jadi
"Oi oi. Dia jadi semakin parah!" Laxus mulai panik
"Biarkan dia seperti itu Laxus!" Kata Erza yang datang tanpa diundang(?) Laxus hanya bisa menghela nafas
"Haaahh... Wanita memang merepotkan!"
"Oh ya. Ngomong-ngomong ada yang melihat Lucy?" Tanya Erza
"Dia pergi..." Jawab Natsu
"Apa!?"
"Aku pergi kerumahnya tadi pagi..."
.
Flashback
.
Natsu menggedor-gedor pintu rumah Lucy
"LUCE BUKA PINTUNYA! ADA HAL PENTING YANG HARUS KUSAMPAIKAN! LUCEEEE..." Natsu berteriak-teriak tangannya mulai meraih gagang pintu
"...INI SANGAT PENTING LUCE KUMOHON BUK-"
.
.
CKLEK!
Teriakan Natsu terhenti karna pintunya terbuka
"Tidak dikunci?"
"Luce?" Natsu mulai berjalan masuk
"LUUUUUCEEE KAU DIMANA? KENAPA PINTUNYA TIDAK DIKUNCI?" Natsu mulai berpetualang didalam rumah(?) hingga ia sampai di depan pintu kamar Lucy lalu..
.
.
CKLEK!
"Luce apa kau didalam?" Tanya Natsu yang entah pada siapa
"Tidak ada... Mungkin dia sedang lari pagi dan lupa mengunci pintunya" Natsu akhirnya memutuskan untuk menuggu Lucy pulang. Saat akan duduk disofa ruang tengah matanya menangkap(?) sesuatu di meja
"Surat?" Gumamnya seraya mengambil benda di meja itu yang ternyata adalah sebuah surat
"..." Natsu mematung saat membacanya. Ia mengambil satu lagi surat yang tersisa di atas meja surat yang berbeda dengan surat yang sebelumnya yang berwarna putih. Surat ini berwarna pink
"..." Natsu kembali mematung membacanya
.
TES Air matanya keluar dengan sendirinya
.
Ia langsung keluar dari rumah itu menutup pintu dan berlari entah kemana. tak memperdulikan mobilnya yang ada didepan rumah Lucy. ia berlari dengn air mata yang mengalir di kedua pipinya
"Tidak... tidak... ini bohong 'kan?" Ia tak menghiraukan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh
"Dia pasti masih ada di kota ini... ya... itu pasti! aku akan mencarinya ya... dia pasti masih disini... aku akan menemukannya! Tak perlu mobil aku akan berlari saja agar lebih mudah mencarinya!" Natsu pun mulai mencarinya keseluruh kota Magnolia
.
End of Flashback
.
"...Aku sudah mencarinya dari tadi pagi keseluruh kota Magnolia"
"K-kau mencarinya tanpa kendaraan?" Tanya Erza
"Ya" Jawabnya enteng
"Mustahil!?"
"Aku mencarinya keselruh kota Magnolia dari tadi pagi dan baru saja selesai 1 jam lalu..."
Semuanya tersentak kaget mendengar apa yang Natsu katakan
"...Ini surat yang ia tinggalkan" Ucap Natsu mengeluarkan surat berwarna putih dari kantongnya. Erza mengambilnya lalu membacanya
"I-ini!?"
"Tidak mungkin..." Kaget Mira yang sudah mulai tenang sejak menangis tadi
"Apa maksudnya ini?" Tambah Laxus
"Aku juga ti-" Omongan Natsu terpotong karna Gray memukul punggungnya
"HEY! Kenapa disini terlihat tegang begini? Setidaknya terse-"
"Ini bukan soal Lisanna Gray!" Potong Erza
"Oh jadi apa?" Tanya Gray
"Juvia rasa Natsu-san sedang sakit hati" Sahut Juvia yang entah datang dari mana
"SEJAK KAPAN KAU ADA DISINI!?" Kaget Gray
"Kau sendiri sejak kapan kau bertelanjang dada?" Tanya Laxus
"Sudahlah itu tidak penting..." Jawab Gray enteng
"...Jadi apa yang terjadi disini?" Tanya Gray
"Juvia rasa Natsu-san sedang sakit hati" Ujar Juvia
"Oi Juv-" Omongan Gray dipotong Natsu
"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Natsu
"Karna Juvia sering mengalaminya misalnya saat Gray-sama-" Gray membekap mulut Juvia
"Apa yang Lucy lakukan padamu?" Tanya Gray
"Bukan Lucy Gray tapi Natsu" Sahut Erza
"Maksudmu?"
"Ini surat dari Lucy dengarkan baik-baik!" Setelah berdehem Erza mulai membaca
.
Jika ada yang membaca surat ini berarti aku sudah pergi dan tak akan kembali lagi. aku tak punya pilihan lain selain pergi. aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri. maaf untuk Erza Gray Juvia Mira-san dan semuanya aku menyayangi kalian semua! maafkan aku aku harus meninggalkan kalian semua. maaf kalau aku pernah berbuat salah pada kalian. oh ya. jika kalian mencariku dan tak menemukanku mungkin aku sudah pergi untuk selamanya. mati menyusul orang tuaku. dan satu lagi siapa saja yang membaca surat ini tolong berikan surat yang satu pada Natsu! Terimakasih
.
Hening!
.
.
.
Semuanya membeku mendengarnya hingga Erza memecah keheningan
"Lalu dimana surat untukmu Natsu?" Tanya Erza
"Ini..." Natsu mengeluarkan surat berwarna pink itu dari kantongnya lalu menyerahkannya pada Erza. Erza bersiap membaca sementara yang lain menajamkan pendengaran mereka
"Baik aku mulai..."
.
Natsu aku pergi terimakasih untuk semuanya aku senang memiliki kekasih sepertimu aku mencintaimu dan kau? apa kau juga mencintaiku? namun pada akhirnya kau membuatku hancur! hatiku sakit! sangat sakit! aku akan pergi mencari kebahagiaanku sendiri. jadi jangan cari aku! aku tak mau bertemu denganmu lagi! aku berharap kita tak akan pernah bertemu lagi untuk selamanyah! selamat tinggal aku membencimu Natsu
.
Juvia Mira dan Erza hanya menunduk diam
"Juvia pikir Lucy-san menyukai Gray-sama tapi ternyata d-dia mencintai Natsu-san hiks m-maafkan Juvia sudah menganggapmu sebagai Love Rival selama ini. hiks..." Juvia Mulai menangis
"Dia terlihat sangat membencimu Natsu sampai tak mau bertemu denganmu lagi!" Kata Laxus
"Aku tahu aku memang pria brengsek!" Jawab Natsu
"APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA BODOH!?" Gray yang emosi meraih kerah baju Natsu
"Aku..." Natsu hanya menunduk sedikit. agar poninya menutupi matanya. lalu ia tersenyum pahit
"...Menyakitinya atau bahkan mungkin sudah menghancurkannya dan itu juga berlaku untukku..." Ucapnya pelan
"KAU! AKAN KUBERI KAU PELAJARAN!" Gray bersiap memukul Natsu
"CUKUP!" Suara mengerikan Erza seketika menghentikannya
"Aku tidak peduli dan tidak mau tahu apa yang kau perbuat padanya Natsu..." Suaranya terdengar dingin dan menusuk
"...Tapi KAU HARUS MENCARINYA DAN MEMBAWANYA KEMBALI!"
"M-mengerikan!" Gray langsung gemetar ketakutan mendengarnya. Natsu masih tetap dalam posisinya ia terlihat biasa saja mendengar bentakan Erza
"Tanpa kau suruh pun aku akan melakukanya..." Masih menunduk dengan senyuman yang entah apa artinya
"...Bukankah sudah kukatakan aku sudah mencarinya keseluruh kota Magnolia!"
"Dia pergi keluar kota!?" Ucap Gray tak percaya
"Lucy-san..." Gumam Juvia sedih
"Akan sangat sulit mencarinya jika sudah keluar kota" Kata Erza
"Kenapa tidak biarkan saja dia pergi..." Saran Laxus
"Laxus! Lucy itu teman kita!" Protes Mira
"Kita harus bisa menghargai keputusannya" Laxus tak mau kalah
"Tidak bisa kita ha-"
"Dia benar Mira..." Potong Erza
"...Kita harus bisa menghargai keputusannya! Ia ingin mendapatkan kebahagiaannya sendiri. kita tak boleh menghalanginya. jika ini yang membuatnya bahagia kita tak perlu khawatir bukan? tak perlu mencarinya aku yakin kita akan bertemu lagi dengannya. atau dia yang akan kembali kesini setelah ia cukup tenang dan mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan!" Kata Erza panjang lebar
"Aku akan tetap mencarinya!" Sahut Natsu. semuanya menoleh kearah Natsu
"Aku akan menemukannya lalu meminta maaf padanya... aku tak akan berhenti sampai ia memaafkanku!"
"Natsu... Kita tak tahu dimana dia dan harus kemana mencarinya!" Kata Erza
"Aku tidak peduli..." Natsu mengangkat kepalanya. dan yang mereka lihat bukanlah Natsu yang bodoh ceria dan penuh semangat seperti biasanya
"...Aku akan tetap mencarinya bahkan jika membutuhkan waktu bertahun-tahun. aku tak akan pernah berhenti mencarinya! aku akan berhenti sampai aku mati!" Semuanya diam membeku terkejut melihat Natsu. matanya menatap tajam menusuk. auranya begitu dingin menyeramkan. tak lupa senyuman yang entah apa artinya menambah kesan seram pada Natsu.
.
Bersambung
.
.
Author Note
Jadi bagaimana? masih pendek bukan? salahkan otak author ini yang tidak bisa membuat cerita panjang! tapi ceritanya 'mengena' bukan?#NgarepBanget haha
Oke sebelum menyudahi catatan ini author mau minta maaf yang sebesar-besar karna updatenya lama. alasannya karna ada masalah di dunia nyata dan Leppy berada dirumah sakit! Maaf juga kalau banyak typos ketahuilah manusia tak luput dari kesalahan hehe
Oh ya satu lagi
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa *telat woi
.
.
.
HARGAILAH KARYA DAN KERJA KERAS ORANG LAIN DENGAN MEMBERIKAN REVIEW! ENTAH ITU KRITIKAN/PUJIAN PANJANG/PENDEK KARNA DENGAN REVIEW PENULIS AKAN MENGETAHUI ADA YANG MEMBACA CERITANYA!
