Unn.. by the way, smwa bole ngeriviw kok... walopun ga suka... tapi klo suka, sbenernya hukumnya wajibh..... :D


chapt.2

"Yo! Sakura!" seorang laki-laki tinggi besar dengan rambut spike pirang strawberry melambaikan tangannya dengan bersemangat dan berjalan terburu-buru dari belakang Sakura. Sakura berhenti berjalan dan menyapanya tanpa membalas lambaian tangannya karena kedua tangannya yang sibuk menenteng kantong belanja.

"Hey! Juugo! Apa kabar?! Lama sekali tidak melihatmu.."

"Tetangaaaa.... aku kangen sekaliii......", Sakura dengan malas menjauhkan wajahnya dari pelukan Juugo yang sanggup menenggelamkan dirinya hanya dengan satu rengkuhan.

"Juugooo... Kau berat sekaliii...........", Juugo tersenyum lebar menatap Sakura yang meringis menahan berat tubuhnya. Walaupun mereka tinggal bersebelahan, tetapi karena pekerjaan, mereka jadi jarang bertemu. Padahal sewaktu masih di kampung, mereka adalah teman yang paling sulit dipisahkan. Dan entah karena suatu kebetulan atau memang karena takdir, mereka bertemu di kota yang sama dan apartemen yang sama. Cukup mengejutkan. Sakura bekerja pada sebuah kantor penerbit majalah mode dan Juugo bekerja di kepolisian, keduanya sama-sama mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, dan mereka benar-benar beruntung bisa bertemu lagi.

'i'll be waiting for youuuuuuuuuuuuu............'

suara Celine Dion terdengar dari dalam kantong jaket jeans Juugo dan dengan bersemangat Juugo buru-buru merogoh kantongnya.

"Hai Shizu-chaaaaaaaan.... Kau terima undangan makan malamku??? Mau makan di mana??!!", wajah Juugo terlihat semakin bersemangat mengangkat telepon, tetapi sekejap sebuah teriakan terdengar membuat Juugo cemberut...

'DASAR BODOH!!! TIDAK ADA WAKTU BUAT MAKAN MALAM NGGAK PENTING!!!!'

"Shizu-chaaaaan.... makan malam itu penting untuk membina kerukunan sebagai sesama umat.."

'BERISIK!!!! DIAM DI SITU..'

"eh..?!"

CKIIIIIIT....................

Tiba-tiba sebuah Impreza putih berhenti tepat di samping Sakura dan Juugo, kemudian jendela mobil terbuka dan seorang wanita berambut hitam seleher muncul dengan sebuah senyum....

"Ah! Halo Sakura!"

"Shizune..", dan kemudian senyuman Shizune menghilang digantikan wajah setengah marah secepat matanya menancap pada Juugo..

"Hey Juugo! Cepat naik! Kita tidak ada waktu! Ada kasus baru!!!"

"AAAH!!!! Aku barusan pulang... Aku mau istirahat... Haaaaaah...... iya.. iya.....", akhirnya dengan malas Juugo masuk juga ke mobil setelah menerima sorot mata pembunuh Shizune. Sakura hanya tersenyum menatap mereka... setelah mendengar gerutuan Shizune pada Juugo ('jawabnya sekali saja!!'), merekapun meluncur pergi. Matahari baru saja tenggelam meninggalkan jejak jingga di langit yang terlihat di ujung pertigaan jalan, dan Juugo baru saja berangkat bekerja. Benar-benar pekerjaan on-line 24 jam, apa dulu dia sempat memikirkan hal itu ya sebelum memutuskan untuk menjalaninya ya?, pikir Sakura sambil berjalan masuk mendorong pintu kaca berterali sulur bunga apartemennya.

Sudah pukul 8 malam saat Sakura berdiri dari sofanya sambil membawa piring. Makan malam sambil menonton drama kehidupan para pejabat negara, kriminal, selebritis, penduduk biasa pinggiran kota, petani..... (alias berita malam), mengalihkan pikirannya sebentar dari saus pastanya yang kelewat asam karena terlalu banyak memasukkan saus tomat. Saat Sakura berdiri dan berjalan menuju dapur kecilnya, matanya terhenti saat menatap jendelanya. Ada beberapa mobil berhenti di depan apartemen tetangganya. Salah satunya truk chevy abu-abu-merah yang memang milik penghuni apartemen itu dan satu lagi mobil yang dikenalinya adalah impreza putih milik Shizune dan sebuah mobil hitam-putih polisi.

"He? Ada penjahat ya?" Sakura melupakan piringnya dan hanya berdiri di tempat, kemudian sebuah pemandangan membuatnya menempelkan dahinya di kaca jendelanya.

"EH??!!!"

tampak di jendela apartemen seberang kamarnya yang selalu dipandangi Sakura, Juugo muncul memegangi tangan si cowok asing pemilik kamar itu. Tanpa pikir panjang Sakura berjalan keluar dan dengan sembarang meletakkan piringnya di samping meja di depan pintu keluarnya. Tepat waktu, saat Sakura keluar, Juugo dan yang lain juga barusan keluar dari apartemen. Setelah memasukkan laki-laki berambut ekor ayam hitam ke dalam mobil Shizune, Juugo melambaikan tangannya pada Sakura. Tanpa berpikir Sakura melambaikan tangannya meminta Juugo datang.

"Ya? Kenapa?"

"Dia kenapa?!" Sakura melirik laki-laki berambut hitam yang dengan kesal duduk dengan kedua tangannya di belakang tubuhnya di jok belakang mobil Shizune.

XXXXX

"Hey!!! Sudah kubilang aku tidak ada hubungannya.... Kalian ini kenapa suka seenaknya main tangkap begini sih??!!", Sasuke menggerutu pada Shizune yang tengah mencatat beberapa hal di buku kecilnya, sama sekali tidak menghiraukan Sasuke yang terus saja mendengus dengan kesal.

"AAAAH!!! Berisik sekali!!!"

"Sudah kubilangkan.. aku tidak ada hubungannya!!!!"

"HEY JUUGO!!!!! JANGAN MAMPIR KEMANA-MANA...", Shizune dengan kesal meneriaki Juugo yang terlihat asik mengobrol dengan Sakura, berusaha melampiaskan kekesalannya ke mana saja asalkan jangan pada tersangkanya yang tengah duduk di jok belakang mobilnya. Sasuke menatap Juugo yang berdiri menjulang di hadapan si gadis berambut pink yang.... baru disadarinya hanya mengenakan celana pendek dan kaus baseball bergaris dengan memakai sandal jepit, bukan kostum yang biasanya dipakai gadis itu kalau berjalan keluar dari apartemennya. Juugo melambaikan tangannya sedikit pada Shizune, memintanya menunggu sebentar membuat Shizune semakin kesal.

"Temanmu itu.. apa dia pacar cewek berambut pink itu?!", Sasuke dengan logat malas tahunya iseng bertanya pada Shizune yang tidak disangka dijawab dengan geraman dan wajah penuh amarah dari Shizune, membuat Sasuke menahan tawa geli. Gampang sekali ditebak, pikirnya. Kemudian Juugo menghampiri mobil Shizune dan membuka pintu belakang tempat Sasuke duduk.

"Keluar..", katanya singkat pada Sasuke tanpa menghiraukan Shizune yang memberondongnya dengan pertanyaan...'he?', 'keluar bagaimana?', kenapa?' de-el-el. Sasuke sendiri masih tidak mengerti dan hanya mengikuti kata-kata Juugo dan keluar dari mobil. Kemudian Juugo membuka borgol di tangan Sasuke dan meminta maaf.

"Hey! Ada apa?" Shizune dengan kesal keluar dari mobil dan dengan jengkel menarik lengan Juugo.

"Dia punya alibi!", jawab Juugo singkat sambil memasang wajah agak takut pada Shizune yang seperti siap menelannya hidup-hidup, "Sakura melihatnya ada di apartemennya semalam...", Sasuke tidak lagi mendengarkan debat dua orang yang baru saja menangkapnya. Dia justru menatap si gadis berambut pink yang masih berdiri di seberang jalan. Gadis itu bersiap masuk lagi ke apartemennya saat Sasuke terus menatapnya, tetapi sebelum gadis itu mendorong pintu kaca apartemen, Sasuke sudah berlari menyebrangi jalan..

"Hey!", Sasuke dengan bersemangat menarik tangan Sakura. Sakura yang terkejut berbalik dan hanya menatap tetangga seberang apartemennya yang selalu dilihatnya tetapi tidak pernah dikenalnya sekarang menyunggingkan senyuman berterima kasih padanya.

"...ya..", niatnya Sakura akan mengatakan itu, tetapi bahkan instingnya juga ikut shock tidak bisa menyemangatinya mengeluarkan suara.

"Terima kasih..!!!", Sasuke terlihat sangat senang sampai-sampai tubuhnya bergetar hampir menubruk Sakura sangking senangnya, tapi menahannya karena siapa tahu, pacarnya yang berbadan besar itu akan melemparkannya ke jalanan dengan satu serangan. Senyuman melebar di bibirnya benar-benar ekspresi yang mengatakan... 'uuuh!!! seandainya dirimu nggak ada entah gimana nasib diriku yang malang iniiii.........'.

"... ya... sama-sama....", akhirnya Sakura bisa tenang juga menghadapi kilauan kebahagiaan yang terpancar dari wajah tetangganya.

"ah! Aku Sasuke!", Sasuke mengulurkan tangannya pada Sakura yang disambut dengan sedikit gemetar oleh Sakura.

"Sakura!".

"Jadi.. Sakura, apa pacarmu tidak keberatan kalau aku mentraktirmu makan?!", Sasuke tersenyum sambil memiringkan wajahnya sedikit untuk menunjukkan pada Sakura bahwa orang yang dimaksudkannya adalah Juugo.

"Oh! Tidak... dia tidak akan keberatan.. toh dia bukan pacarku..... ngg....... baguslah mereka melepaskanmu...", Sakura masih mencoba menutupi kepanikannya dengan berbicara sedikit lebih banyak. Sasuke menatap Sakura sebentar dan senyuman licik terbentuk di bibirnya,

"Hmm, ternyata hobi pengamatanmu berguna juga ya...", Sakura menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah padam,

"jadi dia memang tahu ya kalau selama ini kita terus-terusan mengamatinya???!!"

FIN!!!


Slesaaaai................... Udah slesai!!! Skarang tinggal dimintai komen... :D

Ah! Shizune dengan Juugo, lain dari biasanya yaaa....... sempet kepikiran mau make Karin, tapi bisa-bisa malah jadi bahaya.....:D