Title :

Please, Look At Me

Main Cast :

Luhan and Sehun

Pairing :

Hunhan, Chanbaek etc

[Mungkin ketambahan pairing lain di chap-chap depan]

Genre :

Romance/Drama

T

Gender switch!

[GS For UKE]

Warning :

AU,abal-abal,typo(s),alur gak nyambung,gak sesuai harapan

NB : Ini couple official kok. Kecuali Krisho sama Laytao yang crack. Disini Suho sama Tao gs, oke?

Pls don't jugde my fanfic or my cast!
Thankyou~

BARBXPIE PRESENT!

.

.

.

DON'T LIKE GS? DON'T READ JEBALYOK!

.

.

.

I hope you like it all! Happy reading! Don't forget to review, oke? Lafya!

.

.

.

Luhan mendudukkan badan mungil nya di bangku miliknya. Memasang headshet di kedua telinganya, mendengarkan music dari MP3 nya. Ia tolehkan kepalanya ke arah jendela kelas yang menghubungkan lapangan olahraga.

Mata rusa nya melihat seseorang yang berada di gerombolan pemain basket di bawah sana. Luhan memakan bekal makan siang nya sambil terus memperhatikan gerak-gerik lelaki itu.

"Luhan" panggil seseorang yang membuat gadis rusa itu menoleh. Mendapati seorang gadis ber-eyeliner sedang tersenyum ke arahnya. Luhan tersenyum lebar, menarik tangan gadis itu untuk duduk di sampingnya.

"Baekhyun, kau menyemir rambut mu lagi?" tanya Luhan melihat rambut blonde Baekhyun intenst. Baekhyun menyengir dan menggangguk lucu. Tangan lentiknya membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah.

"kau mau?" tawar Baekhyun menyumpitkan sushi udang miliknya kearah mulut Luhan. Gadis itu mengangguk, memakan sushi milik Baekhyun dengan lahap. Mengucapkan terima kasih.

"Baekhyun, kau tau kan ada siswa baru di kelas ku? Dia sangat tampan kau tau? Astaga, sepertinya ak—"

"menyukainya? Oh my goodness. Kau sudah mengucapkan hal itu berkali-kali untuk laki-laki yang berbeda. Sekarang siapa lagi? Henry Lau? Lee Jongsuk? Kim Myungsoo?" tanya Baekhyun sambil menyebutkan nama siswa di sekolah nya.

"bukan. Namanya Oh Sehun" jawab Luhan menopang dagunya. Mata nya tak pernah berhenti memperhatikan Sehun yang entah kenapa begitu seksi ketika bermain basket dibawah sana.

"oh. Awas saja kalau besok kau naksir lelaki yang berbeda. Ku tonjok baru tau rasa" ancam Baekhyun menunjukkan bogeman tangannya. Luhan tertawa meremehkan. Menvubit pipi chubby Baekhyun dengan gemas.

BRAK

Luhan dan Baekhyun mengadahkan kepalanya. Menampakkan si gadis menyebalkan Namjoo bersama kedua temannya, Naeun serta Hayoung. Namjoo tersenyum manis kearah mereka. Yang malah menurut Baekhyun itu sangat menjijikkan.

"hei gadis jalang" sapa Namjoo memainkan beberapa helai rambut blonde Baekhyun. Gadis mungil itu menepis tangan kotor Namjoo. Menatap tajam gadis didepannya sambil bersendekap.

"apa masalah mu, huh?" tanya Baekhyun dingin. Ingin rasanya ia menghajar gadis sok cantik didepannya ini dengan jurus hapkido nya. Ugh, tapi rasanya itu sangat berat. Gadis sok didepannya ini masih menjadi pacar Chanyeol, lelaki brengsek yang ia cintai namun menyakitinya.

"aku hanya menyapa teman. Tak boleh?" tanya balik Namjoo dengan nada meremehkan.

"Ha-ha? Teman?" tawa remeh keluar dari mulut Baekhyun, "aku tak pernah mempunyai teman seperti mu, jalang" bisik Baekhyun membelai pipi Namjoo lembut. Menyeringai lalu menjauhkan wajahnya. Memakan bekal nya yang tertunda.

"kau menyedihkan, Kim Namjoo" desis Luhan. Menopang dagunya sambil menatap gadis itu dengan tatapan polosnya. Namjoo menghentakkan kakinya sebal. Meninggalkan kedua gadis yang sedang tertawa lepas dengan wajah memerah.

"Lulla, aku pergi ke perpustakaan sebentar. Mau membaca buku baru disana" pamit Baekhyun sambil membereskan bekalnya. Bermaksud meneruskan makan di perpustakaan nanti. Melihat Luhan mengangguk, gadis itu segera berlari keluar kelas.

BRUK

Baekhyun bersama orang yang menabraknya pun terjatuh bersama. Baekhyun mengaduh, mengelus pantatnya yang terasa panas karena berbenturan dengan lantai yang dingin. Mengumpat lantai dingin itu tanpa suara.

"apa kau baik-baik saja?"

DEG

Baekhyun terdiam. Suara ini. Suara bariton ini. Hanya ada satu orang disekolah ini yang mempunyai suara seperti itu.

Siapa lagi.

Baekhyun mengadahkan kepalanya. Mata sipitnya membesar. Lelaki yang menabraknya juga melebarkan matanya, terkejut siapa yang ditabraknya. Jantung Baekhyun berdegup tak karuan. Sedangkan lelaki itu merasakan desiran aneh di dalam tubuhnya.

"a–ah, aku tak apa. Kalau begitu aku permis—"

GREP

Tangan Baekhyun ditahan oleh lelaki itu. Gadis mungil itu menggelengkan kepalanya, berusaha untuk tidak terlalu menyedihkan didepan lelaki itu, Park Chanyeol. Baekhyun menepis tangan Chanyeol dan berlari meninggalkan lelaki itu dengan tangan yang menggantung.

Bahkan Baekhyun lupa bahwa kotak bekal miliknya tertinggal tak jauh dari Chanyeol. Lelaki jangkung itu mengambilnya, membukanya perlahan. Matanya berbinar karena sushi udang adalah menu favoritnya.

Namun, pikirannya tak tenang.

Ia bahkan tak mengerti apa itu. Beberapa hari ini, pikiran Chanyeol selalu dipenuhi wajah Baekhyun. Saat ia sedang menulis, di setiap lembaran putih itu selalu dipenuhi wajah Baekhyun. Entah itu wajah Baekhyun yang sedang menangis, merajuk, bahagia maupun mengeluh.

Ia menundukkan kepalanya, "aku tak mungkin menyukainya. Tak mungkin"

.

.

.

TEENGG

Bell tanda sekolah berakhir pun berbunyi. Siswa-siswi yang awalnya tegang langsung menghempuskan nafasnya sangat lega. Akhirnya mereka bisa bernafas dengan benar. Luhan, gadis itu bahkan menidurkan kepalanya diatas meja. Menutup mata indahnya.

"Hannie, aku pulang duluan ya" pamit teman sebangkunya.

"Eunji-ya, hati-hati ya" pesan Luhan membuka matanya. Eunji mengangguk. Menepuk kepala Luhan lembut. Melambaikan tangan sambil berlalu pergi. Luhan kembali menutup matanya. Ia sangat mengantuk sekarang.

Dengkuran halus dari bibir Luhan pun terdengar. Baekhyun yang melihat Luhan tertidur itu pun langsung mendudukkan badannya di bangku Eunji. Mengelus punggung Luhan teratur.

Tak jauh dari tempat Luhan Baekhyun, dua lelaki menatap mereka dari pojok. Satu nya menatap Luhan, satu nya menatap Baekhyun dengan tatapan tak mengerti.

"Baekhyun-ssi" panggil salah satu dari dua lelaki itu. Baekhyun menoleh ke belakang, mengangkat alisnya seolah bertanya. "kau tak membangunkan Luhan? Bagaimana caranya ia pulang? Apa ia dijemput supir?" tanya lelaki itu.

"aku tak tega membangunkan nya, Sehun-ssi. Entahlah. Mungkin aku akan mengantarnya pulang. Tidak, uncle Kim sedang cuti sebulan ini" jawab Baekhyun menatap Sehun. Mata nya tak ingin menatap Chanyeol yang berada di samping Sehun.

"eungh~" lenguhan Luhan membuat Baekhyun memutar kepalanya. Luhan mengangkat kepalanya. Mengucek mata serta menguap beberapa kali. Walaupun matanya masih berat.

"Lulla, kau bangun?" tanya Baekhyun menangkup pipi tembam Luhan. Gadis rusa itu menggangguk lucu. Terlihat sangat menggemaskan.

"ku antar pulang ya" lanjut Baekhyun.

Luhan menggeleng keras, "tidak usah, Bebbi. Aku bisa pulang sendiri naik bis. Rumah kita beda arah. Aku tak ingin merepotkan mama mu" tolak Luhan halus. Baekhyun memandang Luhan intenst.

"kau yakin? Apa kau mau ditatap lapar lagi oleh om-om mesum itu?" tanya Baekhyun memastikan. Luhan menegang, menggeleng sambil merengek dipelukan Baekhyun. Sehun yang berada dipojok ruangan pun hanya bisa tertegun.

"tapi aku tak mau merepotkan mama mu, Baekhyun~" rengek Luhan menggoyangkan kepalanya di bahu sempit Baekhyun. Baekhyun terkekeh geli, memainkan rambut coklat-kehitaman Luhan.

"aku akan mengantar mu" suara lain membuat Luhan menegakkan badannya. Menoleh dan menemukan Sehun dan Chanyeol yang tinggal beberapa langkah darinya.

Baekhyun sumrigah, "benarkah? Terima kasih, Sehun-ssi. Aku jadi tak cemas kalau begitu. Baiklah Luhan, aku pulang dulu. Mama ku sudah menunggu" pamit Baekhyun menepuk pucuk kepala Luhan berkali-kali. Berlari pergi keluar kelas. Dirinya tak tahan kalau sudah ada Park Chanyeol didekatnya.

"ugh, aku mengantuk" lirih Luhan sepeninggal Baekhyun. Meletakkan kepalanya lagi diatas meja. Menutup matanya yang terasa lebih berat. Tak lama, dengkuran halus terdengar.

"dia memang tukang tidur, Hun. Jadi maklumi saja" ucap Chanyeol terkekeh.

Sehun mengangguk, "kau tak pulang? Bukan nya kau berencana pulang dengan Jongin?"

"tidak. Si hitam itu sedang berkencan dengan Kyungsoo. Tak mungkin aku mengacaukan nya lalu Kyungsoo akan menghajar ku dengan jurus cubitannya. Itu sangat sakit kau tau" celoteh Chanyeol bergidik ngeri.

"lalu? Bukan nya kau punya kekasih? Kenapa tidak pulang dengan kekasih mu saja?'

"entahlah. Hari-hari ini aku ingin menjauhinya saja. Aku juga tak mengerti kenapa" jawab Chanyeol bimbang.

"mungkin kau sudah bosan dengannya" ucap Sehun ngawur. Chanyeol mengedikkan bahunya, tak peduli.

"Sehun, seperti nya kau mempunyai banyak fans. Lihatlah jendela kelas kita. Para gadis mengintipmu" bisik Chanyeol. Matanya tak pernah berhenti melirik ke jendela kelas. Dimana para gadis itu mengintip.

"aku tak peduli. Aku tak akan meladeni mereka. Lagipula aku hanya meladeni gadis ini" ujar Sehun menunjuk Luhan yang sedang tertidur dengan nyaman. Chanyeol menyeringai.

"kau menyukainya? Ya kan ya kan?" goda Chanyeol menaikkan alis nya bergantian. Sehun mengelos, mengibaskan tangannya kearah Chanyeol. Mengusir pemuda peri itu.

Tak menggubris protesan Chanyeol, Sehun mendekati Luhan. Berjongkok membelakangi gadis itu. Ia taruh tas Luhan di pundaknya. Melingkarkan tangan kurus Luhan di lehernya. Melingkarkan kaki Luhan di pinggang nya.

Berdiri pelan sambil menyangga tubuh Luhan agar tidak jatuh. Para gadis diluar langsung berteriak tak terima. Mengumpat dan mencaci maki Luhan yang bahkan tertidur. Sungguh malang.

"Chanyeol, mau pulang bersama? Kau bawa motor kan?" tawar Sehun berubah pikiran. Dasar labil.

Chanyeol mendengus, "tadi mengusirku, sekarang menawari ku. Maksud mu apa, huh?"

Sehun mengedikkan bahunya. Tangannya masih setia menyangga paha Luhan yang sedikit terbuka akibat rok nya tersingkap. Ah, kesempatan dalam kesempitan rupa nya.

Berjalan keluar kelas diikuti Chanyeol dibelakangnya. Menulikan pendengarannya karena gadis-gadis itu menjerit dengan nada yang menggelikan bagi Sehun. Seorang lelaki menatap mereka dari kejauhan.

"aku harap kau tak menyakiti Luhan seperti aku menyakitinya. Kalau kau membuat Luhan menangis, kau tak akan tenang, Oh. Sehun."

.

.

.

Sehun menaiki motornya dengan Luhan di punggungnya. Lelaki itu melepaskan dasi dari lehernya, melingkarkan tangan Luhan di perutnya. Melilitkan dasi di pergelangan tangan gadis itu.

"kau aman sekarang" ucap Sehun tersenyum. Memakai helm miliknya. Dan itu tentu saja membuat gadis-gadis yang lewat disitu berteriak terpesona. Menghidupkan mesin lalu mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi.

"aku benar-benar tak mengerti. Park Chanyeol dijadikan incaran si jalang Baekhyun. Sekarang Oh Sehun si lelaki tampan juga dijadikan incaran si sok cantik Luhan? Mereka benar-benar tak tau malu"

"kau benar. Lihat saja. Aku akan merebut Sehun dari Luhan"

"kau harus melakukannya. Karena aku, Baekhyun dan Chanyeol berjauhan. Dan kau, harus seperti aku. Membuat Luhan dan Sehun berjauhan"

"bisa diatur"

.

.

.

TOK TOK TOK

Sehun mengetuk pintu rumah Luhan dengan susah payah. Tangannya sibuk menyangga badan gadis itu yang tak pernah bisa diam. Tak lama, seorang gadis mungil yang wajahnya hampir mirip seperti Luhan membukakan pintu.

"kau kan laki-laki bersama Taehyung kemarin kan?" tanya gadis yang bernama Jungkook. Sehun mengangguk.

"nama ku Oh Sehun. Ah begini, sebenarnya aku kesini untuk mengantarkan Luhan" jawab Sehun maksud dari kedatanganan nya ini. Jungkook menyerngit bingung.

"Lulla unni?!" pekik Jungkook kaget karena wajah Luhan menyembul dari balik bahu Sehun. Luhan yang terganggu dari tidurnya pun membuka matanya perlahan. Mengucek mata indah nya itu lalu tertidur kembali.

"maafkan aku, oppa. Unni memang orang yang menyusahkan" sesal Jungkook membungkukkan badannya. Sehun tersenyum, mengucapkan tidak masalah pada adik dari gadis di gendongannya kini.

"boleh kah aku masuk?" tanya Sehun. Jungkook tersentak, mengangguk cepat dan membukakan pintu lebih lebar. Sehun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah mewah Luhan. Menaiki tangga menuju lantai dua, yang ia yakini kamar gadis rusa itu.

Sehun mendekati kamar dipojok lorong, menahan tawa ketika membaca kata-kata yang bertengger di pintu berwarna coklat keemasan itu.

Lulla's room.

Dilarang masuk! Ketuk dulu! Kecuali Eomma, Appa, Kookie dan Woonie oppa!

Peace sign, Luhan /love emoticon/

Membuka kenop pintu itu dan melangkah masuk. Berdecak karena semua isi dari kamar Luhan ber-tema bambi dan hello kitty. Merebahkan badan mungil Luhan di atas ranjang, menyelimutinya. Mengelus pipi tembam Luhan lalu melangkah keluar.

"Sehun?"

Lelaki itu tersentak. Melihat ke arah bawah dari tangga, mencari sumber suara yang tadi memanggilnya. Matanya melebar ketika menemukan sosok itu. Sosok itu tersenyum lebar dan melambaikan tangan.

"Joohyun nuna" ucap Sehun. Berlari menuruni tangga. Tak memperdulikan kalau nanti ia terjatuh dan berakhir badannya sakit semua.

"nuna kenapa disini?" tanya Sehun ketika ia sudah berhadapan dengan Joohyun. Joohyun, kakak perempuan Sehun pun tersenyum. Menepuk kepala adik nya dengan sayang.

"nuna sedang main" jawab Joohyun.

"main? Dengan siapa?"

"dengan Seungwan" jawab Joohyun terkekeh.

"yak! Jangan memanggil ku seperti itu! Sudah bagus-bagus nama ku Wendy masih saja dipanggil Seungwan" protes Seungwan alias Wendy mengerucutkan bibirnya.

"hallo. Oh Sehun kan? Adik nya Irene hyperactive ini? Nama ku Wendy. Son Wendy"

"ah. Nde, nama ku Oh Sehun. Salam kenal Wendy nuna"

"Seungwan ini sepupu nya Luhan. Baru pulang dari Toronto" jelas Joohyun. Sehun mengangguk mengerti. "oh iya, kenapa kau tadi menggendong Luhan, huh? Mencari kesempatan dalam kesempitan, Sehun?" curiga Joohyun memincingkan matanya.

Sehun gelagapan, "t–tidak. Tadi Luhan tertidur dikelas. Ya sudah aku mengantarnya pulang" jelas Sehun cepat.

Joohyun angguk-angguk, "ya sudah. Sana cepat pulang. Chanyeol dan Taehyung mencarimu". Bersamaan dengan itu, Sehun mengangguk dan berlari keluar. Meninggalkan Joohyun bersama Seungwan yang sedang tersenyum jahil.

"aku berpikir, Hyun. Sepertinya adik mu itu menyukai sepupu ku"

"kau benar, Wan. Aku tak sabar menggoda nya kalau dirumah"

.

.

.

TEBECE

Hehe, maafkan kalau kurang memuaskan, jelek, seperti barang tak berguna /nda.

Biarpun jelek, saya ingin kalian semua nge-review ;( biar saya merasa tersanjung.

Jadi, dimohon untuk review sebanyak-banyaknya.

Maaf kalau banyak typos atau bahasa yang kurang dimengerti. Males ngedit .nda ;(

Gara-gara review nya dikit, napsu saya buat bikin FF jadi ga ada.

Jadiiii semuanyaaaa reviewwwww juseyoooooooo.

Saya usahain fast update.

Sign by barbxpie!