Hohoho terima kasih sudah mereview, saya jadi malu *ditendang sampai kutub selatan* Err, karena ada beberapa yang bilang baca fic ini kayak baca cerita Detektif Conan, jadi anggap aja aku Aoyama Gosho (-_,-) *Amit-amit..!! –dilempar ke sawah*

Aaah sudahlah, aku ini gaje sekali *baru sadar..??* aku balas review dulu yaaa...!! ^^

UchiHAruno Sasusaku : Hohoho jangan bilang senpai ah, aku kan jadi ma- *dikeplak* hehe, panggilnya De-chan aja, atau Kuroi atau Kuroi De-chan atau- *dibekep perban* hmm, tapi lemonnya di chapter 3 atau 4 sabar ya kak *_* (puppy eyes?) sekarang baru ketahuan dulu hehe, thanks ya dah review..!!

Chiwe-SasuSaku : Hoho, nggak perlu aku deskripsiin juga udah ketahuan kalau Chiwe anak Jiraiya dari penulisannya, cara bicaranya, cara membacanya caraMMMPH *disumpel rumput laut gara-gara sotoy* nggak kok Sasuke belum 'itu' sama siapa-siapa ntar ketahuan di next chapter :p terus... MANA BISA AKU UPDATE 1 HARI 1 CHAPTER..!? *teriak stress –dikarungin readers* ini udah update, gomen kalau lama hehe thanks ya dah review..!! ^^

Airyuu no Uzumaki : Hohoho iya dong *eksis –ditendang ke laut* hehe di chapter ini kok Sasuke munculnya, baca ya ^^ thanks dah review..!!

Nakamura Kumiko-chan : Nggak kok, Gaara dan Sasuke cocoknya sama De-chan *narsis lagi –dibantai SasuGaa FG* hehe bercanda, Sasuke muncul di sini kok baca ya Kumiko-chan ^^ hehe thanks ya dah review..!!

Akinayuki nyo males login : Yup bener, Sasuke muncul di chapter ini jadi murid SMA Konoha no Aoi hehe. Iya betul sabar ya Akina, orang sabar disayang De-chan *he? –ditendang rame-rame* hoho thanks dah review..!!

Shena blitz : Huwooo sabar nona (-,-'') hehe ini udah update, gomen telat ya terus thanks dah review..!! ^^

Fuyuki Namikaze : Hoho iya dong, aku kan duplikat Aoyama Gosho *ha!? –dibantai readers termasuk mas Aoyama (?)* hehe, chapter 2 dulu ya, 3 sama 4 nyusul aja *innocent* ok, thanks dah review..!!

Maiyashiro Ai : Waah jadi Sakura Megumi-chan itu Ai? Baru ngeh *bersungut-sungut –dilempar sandal* hehe, boleh di fave dong, malah aku seneng ^^ jadi bisa lebih semangat untuk ngelanjutin fic ini hoho. Nggak akan ada lemon GaaSaku, paling kalo ada GaaSaku cuma sebatas sampai ya... baca aja deh hehe *ditendang* ok, thanks ya dah review..!!

Haruchi Nigiyama : Ping pong, tepat sekali *pose nice ala Guy* ntar Gaara gimana yaaa..?? Mati aja deh *dibunuh duluan sama Gaara FG* hehe bercanda, ok thanks ya dah review..!! ^^

Enda-chan : Hoho ok, ini dah dilanjutin kok ^^ heem, karena keadaan ceritanya kayak gini makanya lemonnya jadi agak lama, gomen ya… *meringkuk di pojokan* ok, thanks ya dah review..!!

Pikopikopururun : Iya nih, aslinya nggak tega milih shizune sebagai korban pembunuhannya tapi yang pas Cuma dia sih jadi ya begini deh, padahal aku juga fans Shizune *mengais pasir di pojokan* iya hehe habis aku gak ada ide lain gimana cara dibunuhnya, ya jadi gitu deh *innocent* ok, ini udah update. Thanks ya dah review..!!

Kakkoii-chan : Iya nih kak, habis lebih enak aja bikin lemon SasuSaku tapi sebenarnya aku juga GaaSaku fans kok *siapa yang nanya? –meringkuk di pojokan* iya dong kak, rate M itu De-chan banget..!! *Omes mode : ON –ditampol sebelum over limit* hehe bercanda, biasa aja kok *ketahuan banget ngelesnya* ok, thanks dah review ya kak..!!

Aira Akachi : Iya beres, ini udah update thanks dah review ya..!! ^^

KuroShiro6yh : Hahaha, jangan terburu-buru semua ada proses jalan ceritanya, oke..!? Jadi biar ntar begitu ada lemonnya, ceritanya jadi bisa dimengerti dan gak molor kemana-mana hehe *ngeles* Terus pelakunya emang ada kemungkinan tidak ada di daftar yang dicurigai Ibiki, tapi belum tentu Sasuke dan Gaara ya, pokoknya baca yaaa..!! ^^ ok ini udah update, thanks dah review..!!

Amethyst is Aphrodite : Pingin request? Boleh aja sih, tapi mungkin agak lama dibikinnya soalnya aku juga masih banyak request yang belum dikerjakan hehe *dilempar pasir* iya, nunggu lemonnya sabar ya, tapi pasti ada kok :3 ok, thanks ya dah review..!!

Naara Akira : Hoho penasaran yaaa..?? *nari gaje –dilempar batu* hehe ok, ini udah update, tapi gomen telat ya =3 terus pelakunya emang ada kemungkinan nggak ada di daftar, jadi baca ya hehe terus, emang banyak yang bilang GaaSaku di sini cocok hoho *narsis –dilempar ke laut* thanks dah review..!

Furu-pyon : Hieee, gomen kalau kecepatan m(_,_)m habis gimana ya soalnya aku memang nggak bisa basa-basi kalau bikin fic hehe, thanks dah review ya..!!

hehe : Hohoho saya jadi malu, *ditendang ampe kutub selatan* ok ini udah update gomen kalau telat ^^ thanks dah review ya..!!

uso : Ok beres bos, ini udah kok tapi gomen telat hehe thanks dah review yaa...!! ^^

Ichigo Cha-Chan : Hohoho selamat datang lagi Cha-Chan ^^ *cipika cipiki -ditendang* hehehe yang bikin ficnya kan aku, berarti yang puinter DeMMMMPH *disumpel rumput bekas makan kambing* hoeeek, hehe thanks dah di fave ^^ ok, thanks dah review juga..!!

Err, sudah ya? Ok, selamat membacaaa…!!



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto…

Genre : Romance/Mystery

Pairing : GaaSaku, SasuSaku

DETECTIVE GIRL



CHAPTER 2 : SMA KONOHA NO AOI

"Semua persiapannya sudah siap?" tanya seorang laki-laki berambut merah dengan tanda 'Ai' di dahinya. Dia berdiri di depan kamar seorang perempuan cantik berambut pink yang ternyata kekasihnya, perempuan bernama Sakura Haruno itu baru saja selesai membereskan bajunya dan menatap Gaara, dengan senyuman.

"Ya, tenang saja," jawab Sakura mantap, ketika dia akan mengangkat kopernya, Gaara menahannya.

"Sudah, cukup aku saja yang bawakan," gumam Gaara lalu mengangkat koper Sakura. Gadis itu tersenyum senang.

"Hehe makasih Gaara," gumam Sakura, Gaara hanya menjawab 'Hn'.

Akhirnya setelah berjalan beberapa saat dan menuruni tangga, sampailah mereka di depan mobil Gaara. Laki-laki itu memasukkan koper Sakura di bagasi belakang dan menutupnya, lalu kemudian dia menyuruh Sakura untuk masuk di bangku kemudi. Mereka menuju salah satu target tempat penyelidikan mereka, SMA Konoha no Aoi.

Selama perjalanan, Sakura merasakan kejanggalan. Gaara tidak biasanya sediam ini, apalagi kalau sampai mendiamkan kekasihnya selama perjalanan. Tapi Sakura tidak ambil pusing, dia mengira Gaara sedang sibuk memikirkan kasus lain. Apalagi kalau diingat, tahun ini Gaara baru naik sebagai opsir di divisi satu, bidang kekerasan.

Sakura segera memakai dandanan khusus untuk tempat tujuan dia sekarang. Ya, pertama dia memakai kontak lens berwarna hitam untuk menutupi mata emeraldnya, lalu memakai rambut sedikit jabrik model anak-anak zaman sekarang berwarna hitam, sedangkan untuk mentupi dadanya yang menyembul, Sakura sudah memakai rompi tebal di dadanya agar kelihatan rata di kamar mandi tadi. Sesekali Gaara melirik pada kekasihnya itu...

"Yak, sudah selesai..!! Giaman Gaara? Apa aku sudah terlihat sebagai cowok?" tanya Sakura saat lampu merah. Gaara melirik lalu berkedut.

"Ya, cowok cantik," gumam Gaara pelan lalu tertawa kecil, Sakura menyikut Gaara lalu ikut tertawa.

"Huuuh dasar, Gaara bercanda terus nih," gumam Sakura sambil menggembungkan pipinya. Gaara mencubit pipi itu dengan gemas, membuat Sakura memukul kecil lengan Gaara. Sampai akhirnya mobil mereka berhenti tepat di depan gedung yang sangat besar...

"Nah kita sudah sampai," gumam Gaara lalu menoleh ke Sakura.

"Waaah, gedung ini besar sekali..!!" gumam Sakura terkagum-kagum melihat gedung besar di depannya. Gaara tersenyum kecil lalu dia memegang lengan Sakura, membuat gadis itu berbalik untuk melihat kekasihnya.

"Sakura," gumam Gaara, lalu dia menarik wajah Sakura untuk mencium bibir mungil gadis itu.

Sakura awalnya kaget, tapi akhirnya dia menikmatinya. Ciuman yang biasa itu lama-kelamaan semakin ganas, Gaara memasukkan lidahnya melumat semua yang ada di mulut kekasihnya. Sakura yang memang tidak lebih kuat dari Gaara, hanya pasrah saat Gaara menjelajah semua yang ada di dalam mulutnya itu, keadaan berubah jadi hangat. Gaara memeluk Sakura semakin kencang hingga dada mereka bersentuhan. Tapi Gaara agak kecewa, karena Sakura memakai rompi sehingga Gaara tidak bisa merasakan gesekan lembut dari dada Sakura yang harusnya bulat dan kenyal itu.

"Ga.. Gaara," gumam Sakura terputus-putus setiap Gaara melepaskan ciumannya. Tapi stelah itupun Gaara tetap menyerang mulut Sakura dengan lidahnya. Gaara semakin mempererat pelukannya, membuat Sakura nyaris tidak bisa mengeluarkan tangannya yang diapit antara dadanya dengan dada bidang Gaara.

Entah apa yang merasuki Gaara. Laki-laki yang biasanya diam dan tidak pernah macam-macam pada kekasihnya itu semakin berani. Bibir Gaara mulai semakin turun, awalnya cuma sekedar ciuman dan sedikit menjilat, tapi akhirnya Gaara sudah berani menggigit sehingga meninggalkan tanda di leher Sakura. Gadis itu segera sadar apa yang sudah dilakukannya, dia mendorong tubuh Gaara dan tersenyum kecut kepada kekasihnya itu...

"Go.. Gomen Gaara, tapi aku..." Sakura bingung harus berkata apa, tapi akhirnya Gaara tersenyum dan membelai rambut Sakura.

"Tidak, aku yang salah. Gomen, karena tiba-tiba saja aku kalah dari nafsu ini," gumam Gaara lalu kembali duduk di bangku kemudinya. Dia membukakan pintu Sakura, agar dia bisa keluar.

"Semoga sukses dan... hati-hati ya, Sakura," gumam Gaara lagi, terdengar dari nadanya dia sangat khawatir. Sakura tersenyum dan mengangguk sebelum akhirnya menutup pintu mobil..

"Ya, serahkan saja padaku," jawab Sakura yakin "Jaa ne Gaara..!!" ucap Sakura lalu berlari memasuki gedung. Gaara menatap punggung gadis itu dengan kecemasan yang amat sangat.

Di bagian Sakura...

"Huff, berusahalah Sakura," gumam Sakura pada dirinya sendiri sambil sesekali menampar pipinya. Sakurapun melangkah maju dengan mantap ke depan ruang guru...

TOK TOK

"Pe.. Permisi..." gumam Sakura sambil sedikit membungkuk. Terlihat di situ seorang laki-laki yang sepertinya guru sedang berbicara dengan murid laki-lakinya.

"Ah, kau pasti anak baru itu kan? Silahkan duduk," gumam laki-laki yang sepertinya guru itu dan memakai masker. Sakura pun duduk di samping murid laki-laki yang sedang diajak bicara oleh gurunya itu.

"Baiklah, sebelumnya salam kenal. Aku adalah Kakashi Hatake, sebenarnya aku guru bela diri, tapi berhubung Jiraiya-sama selaku kepala sekolah di sini sedang ada keperluan, jadi aku yang menggantikannya untuk menyambutmu," jelas Kakashi yang kelihatannya tersenyum walau tidak kelihatan karena memakai masker.

"Jadi, dia Kakashi Hatake,"batin Sakura dalam hati kemudian tersenyum kecil.

"Kau akan sekamar dengan Sasuke. Ayo Sasuke, perkenalkan dirimu pada teman sekamarmu ini," gumam Kakashi pada laki-laki di sebelah Sakura.

"Sasuke Uchiha," gumam Sasuke tanpa sedikitpun melirik Sakura.

"Aku..." Sakura tidak melanjutkan kata-katanya. Dia lupa belum menyiapkan nama laki-lakinya. Sakura menelan ludah dan berpikir keras untuk menemukan nama yang bagus.

"Namamu?" tanya Kakashi sambil mengangkat alisnya.

"Aaa... Ki.. Ki..." entah kenapa kata-kata itu yang keluar dari bibir Sakura. Sasuke dan Kakashi yang bingung melihatnya langsung mengangkat alis.

"Ki...??" tanya Kakashi lagi. Tiba-tiba Sakura berteriak..

"KIRA..!!" teriak Sakura spontan. Sasuke meliriknya dengan malas.

"Kira..??" ulang Sasuke lagi sambil tertawa meremehkan.

"Ya, namaku Kira Kudo," gumam Sakura lagi dengan senyum lebar berbinar-binar. Sasuke memutar matanya bosan.

"Wah wah, namanya seperti dipaksakan," sindir Sasuke yang melihat ke arah samping. Sakura menelan ludah berharap Sasuke tidak menyadari kenyataan sesungguhnya.

"Hmm, baiklah Kira. Sasuke, kau antar Kira ke kamarmu untuk menaruh barangnya. Ingat, setelah itu ke lapangan untuk pelajaranku," gumam Kakashi. Sasuke berdiri dari bangkunya dan melangkah pergi ke luar ruangan diikuti Sakura.

Selama perjalanan menuju kamar, Sakura eh Kira dan Sasuke berjalan dalam diam. Sasuke tetap menatap lurus ke depan sedangkan Kira asyik melihat keadaan di sekelilingnya. Ada yang belajar di dalam kelas juga ada yang belajar di luar kelas. Kira terkagum-kagum melihat sekelilingnya, maklum lha sekolah mahal. Sampai Sasuke berhenti di depan kamar dengan tulisan 'Kakashi VII' Sasuke memasukinya tanpa bilang permisi.

Sakura tertegun melihat 4 laki-laki yang ada di dalam kamar itu. Ya mereka semua telanjang dada tanpa memakai baju atasan. Apalagi, tubuh mereka semua bagus terlihat dengan bentuk six pack. Rata-rata tubuh seperti itulah yang jadi idaman seluruh wanita. Tentu saja hal ini membuat Sakura memanas kemudian memerah.

"Teme, darimana saja kau..!?" tanya salah satu di antara mereka, dia berambut kuning jabrik dan tersenyum hingga memperlihatkan deretan giginya yang putih dan bersih.

"Bukan urusanmu dobe," jawab Sasuke cuek lalu berbaring di kasurnya yang paling dekat dengan pintu kamar.

"Siapa dia Sasuke?" tanya laki-laki berambut panjang berwarna coklat. Dengan mata lavendernya, dia menatap Sakura yang sudah menjadi Kira.

"Hmm, salam kenal aku Kira Kudo, kau?" tanya Kira dengan senyum canggung, berusaha terlihat biasa.

"Hoo, aku Neji Hyuuga," jawab laki-laki itu dengan tenang. Tiba-tiba laki-laki berambut jabrik berwarna kuning yang tadi merangkul Kira. Karena tubuh Kira yang memang lebih pendek, menyebabkan wajah Kira bersentuhan dengan dada bidang Naruto.

"Dan aku Naruto Uzumaki, hei anak baru," gumam Naruto sambil mempererat rangkulannya. Membuat Kira salah tingkah, wajahnya kembali memerah.

"A.. A.. Naru.."

"Lalu yang menggantung handuk di lehernya itu Kiba Inuzuka dan yang lagi molor itu Shikamaru Nara. Hafalkan ya..!!" gumam Naruto dengan lancar tanpa membiarkan Kira bicara. Kirapun hanya mengangguk-angguk saja.

"Huh, kau selalu SKSD ya Naruto..!! Lihat, dia sampai ketakutan begitu," sindir Kiba sambil terkekeh.

"Huh, dia takut melihat taringmu itu..!!" balas Naruto. Belum sempat Kiba membalasnya....

TING TONG

"PELAJARAN KEDUA DIMULAI, PELAJARAN KEDUA DIMULAI," teriak seseorang yang kelihatannya berkeliling.

"Haaah, pelajaran si Kakashi ya," gumam Sasuke yang bangkit dari pembaringannya di tempat tidur. Yang lain langsung memakai baju olahraganya.

"Hoaaah, mendokusai..!!" keluh Shikamaru sambil meregangkan tubuhnya. Diapun ikut memakai baju olahraganya seperti yang lain.

Kelima cowok itu ditambah Sakura yang sudah menjadi Kira, keluar bebarengan dari kamar. Entah Cuma perasaan saja atau bukan, Kira merasa setiap dia dan kelima teman cowok sekamarnya lewat, pasti menjadi pusat perhatian. Sepertinya murid-murid cowok yang lain terkagum-kagum dengan lima cowok itu entah karena apa. Ya itu setidaknya, saat mereka semua sampai di lapangan dan Kira disapa oleh seorang anak laki-laki bertubuh gemuk...

"Apa kau anak baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," sapa cowok gemuk itu, Sakura kaget dan membalasnya dengan senyum.

"Ya, aku Kira Kudo, salam kenal," gumam Sakura sambil membungkuk sedikit.

"Heee, aku Chouji Akimichi dari 'Kakashi VIII' kau dari 'Kakashi VII' ya?" tanya Chouji yang mulai memakan kripik kentang yang tadi dibawanya. Kira mengangguk.

"Wah kau beruntung ya, bisa sekamar dengan cowok-cowok paling populer di sekolah ini," gumam Chouji lalu tertawa sedikit.

"Eh, maksudmu?" tanya Kira bingung.

"Kau tahu? Setiap ada cewek dari sekolah lain, pasti mencari mereka berlima. Haha kadang ada yang sampai menangis supaya diperbolehkan masuk hanya sekedar untuk melihat mereka, terutama yang bernama Sasuke Uchiha," jelas Chouji lagi.

"Haaa? Memang apa istimewanya mereka?" tanya Kira lagi sambil mengangkat alis.

"Entahlah, aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti, Sasuke adalah kapten klub bela diri, Naruto kapten klub sepak bola, Kiba kapten klub basket, Neji kapten klub kendo, dan Shikamaru tidak ikut klub apa-apa tapi dia anak paling pintar di sekolah ini dan sejujurnya dia jago aikido," jelas Chouji panjang lebar sambil sesekali mengunyah kripik kentang.

"Waah, mereka sehebat itu? Nggak nyangka ya..." gumam Kira terkagum-kagum dan tersenyum. Beberapa saat kemudian, Kakashi datang dengan peluitnya...

PRIIIIT PRIIIT

"Baiklah kumpul, guys..!!" gumam Kakashi sambil menepuk-nepuk tangannya. Kira, Chouji, dan lain langsung berkumpul di depan Kakashi.

"Kalian tahu? Kita mendapat teman baru kali ini," gumam Kakashi sambil tersenyum pada Kira. Sakura yang lupa kalau dia sekarang adalah Kira diam saja saat Kakashi memanggilnya...

"Kira, majulah,"

"...."

"Kira..??"

"...."

"Kira..!?"

"...."

"KIRA KUDO..!!" teriak Kakashi akhirnya di telinga Kira. Sakura langsung gelagapan ketika sadar dia sudah menjadi Kira sekarang, dia tersenyum gugup.

"Ah, i.. iya, gomen sensei," gumam Kira dengan keringat dingin. Dia bisa mendengar beberapa anak lain menertawakannya.

"Haaaah dasar kau ini, baiklah Kira apa kau pernah mempelajari bela diri sebelumnya?" tanya Kakashi sambil memegang kepalanya. Kira mengangguk.

"Kalau begitu, coba tunjukkan," pinta Kakashi yang terlihat dari matanya dia sedang tersenyum.

Kira pun maju dengan degup jantung yang tidak menentu. Di depan sekitar 30 anak laki-laki lainnya, Kira beraksi. Semua terkagum-kagum melihat gerakan Kira yang sangat sempurna begitu pula Kakashi. Semua memberikan tepuk tangan meriah saat Kira melakukan aksi tendangan salto di udara. Itu tendangan yang cukup sulit karena saat melompat, dia mulai melakukan tendangan dengan arah berlawanan. Yaah, itu tidak bertahan lama karena setelah itu Sasuke maju ke depan dan menatap mata Kira dalam-dalam dengan mata onyxnya...

"Hebat juga kau, mau bertanding denganku..?" tanya Sasuke dengan senyum liciknya seperti biasa. Kira mengingat perkataan Chouji tadi, bahwa Sasuke memang kapten klub bela diri.

"Sasuke jangan keterlaluan," gumam Kakashi memperingatkan, tapi sayangnya tak diindahkan Sasuke. Kira yang memang tak suka ditantang hanya mengangguk dan memasang kuda-kuda.

Permainan dimulai, Sasuke menyerang Kira tidak tanggung-tanggung. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi dikeluarkan Sasuke dengan mudahnya. Wajah, perut, kaki semua diserang hingga Kira tidak tahan lagi untuk merintih kesakitan. Sampai pada akhirnya Sasuke mengeluarkan tendangan terkuatnya pada perut Kira. Membuat Kira terdorong jauh, dia terhempas hingga meabrak tembok di belakangnya...

"KYAAAAA...!!" teriak Kira spontan. Kiba, Naruto, dan Kakashi langsung berlari menghampirinya, berbeda sekali dengan Sasuke yang langsung berbalik mengejek.

"Huh, teriakannya saja seperti perempuan. Memalukan," gumam Sasuke dan tersenyum licik. Kakashi hanya geleng-geleng kepala dan menggendong Kira yang terus memegang perutnya.

"Kau selalu saja seperti itu Sasuke, baiklah aku bawakan dia ke ruang kesehatan, kalian berlatih jurus yang baru kemarin aku ajarkan. Setelah aku kembali, kita langsung test," gumam Kakashi tanpa dosa. Yang disambut keluhan kecewa dari beberapa murid lainnya.

Malamnya...

"Yaaah, tak kusangka aku sampai ketiduran di ruang kesehatan," gumam Sakura eh Kira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Permisi..." gumam Kira lagi lalu membuka pintu kamarnya. Di dalam, Naruto, Kiba, Shikamaru, dan Neji sudah tidur duluan, tapi anehnya tidak ada Sasuke. Tapi Kira tidak peduli akan hal itu.

"Baguslah, mereka semua sudah tidur. Dengan ini, aku bisa tenang membersihkan diri," gumam Kira yang sekarang sudah kembali menjadi Sakura karena melepas wig dan kontak lensnya. Dia bergegas menuju kamar mandi dan menyalakan shower.

"Cih, sial. Gara-gara anak baru itu aku jadi harus diceramahin sampai malam," decih suara dari sosok laki-laki yang baru saja masuk kamarnya tanpa permisi, siapa lagi kalau bukan Sasuke. Laki-laki berpantat ayam ini melirik kasur di sebelahnya lalu kamar mandi yang terdengar suara shower.

"Sepertinya anak baru itu lagi mandi," batin Sasuke dalam hati. Tapi apa pedulinya? Sasuke membuka baju seragamnya, dan saat akan memakai baju tidurnya...

"Ah..!! Sial, kenapa aku bisa lupa meninggalkan tasku di kamar mandi," gumam Sasuke sambil memukul kepalanya sendiri. Dengan masih telanjang dada, Sasuke bergegas ke kamar mandi. Karena dia pikir, Kira dan dia sama-sama cowok, Sasuke tidak ambil pusing untuk mengatakan 'permisi' saat membuka pintu geser kamar mandi.

SREEEEEG

Sasuke tertegun dan membelalakkan matanya melihat pemandangan di depannya. Bukan laki-laki berambut hitam jabrik yang dia lihat, tapi seorang perempuan cantik dengan rambut pink panjang dan dengan tubuh telanjang tanpa ditutup sehelai kainpun. Ya, saat ini Sakura sedang membilas rambutnya di bawah shower. Sakura tidak sadar karena saat ini dia masih membelakangi Sasuke.

Merasa ada sesuatu yang memperhatikannya, Sakura menoleh ke belakang. Dia sangat terkejut dan nyaris saja berteriak kalau saja Sakura tidak ingat berada di mana dia sekarang. Sakura mematikan showernya dan berusaha mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya yang basah. Tapi niat itu dia urungkan saat menyadari ternyata handuknya ada di belakang Sasuke. Alhasil, Sakura hanya menutupi kedua bukit dan daerah kewanitaannya dengan tangan.

Sasuke masih terdiam tidak tahu harus melakukan apa. Seketika suaranya tidak mau keluar saat melihat Sakura berusaha melindungi tubuhnya dengan gemetar, terlihat dia menggigit bibir bawahnya tanda kedinginan. Begitu yakin, Sasuke melangkah maju mendekati Sakura hingga gadis itu terpojok. Sakura yang pasrah, menunduk takut dan mempererat tangannya yang melindungi kedua bukitnya....

"Aduh, mati aku..!!"

"Kau... perempuan..??"

To Be Continued



Ngggg, perasaanku saja atau endingnya ngegantung..?? *bersungut-sungut -dibakar*

Hehe di sini, Sakura belum memulai penyelidikannya dan kemungkinan besar di chapter berikut juga belum mulai. Jadi yang penasaran siapa pelakunya, nunggu yang sabar ya hohoho *dikubur hidup-hidup*

Ok, revieeeeew please...??