Hai, ketemu lagi dengan saiyah YukiHitsugaya15.
Sebelumnya, saiyah mo bilang MAKASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIH yang sebesar-besarnya, seluas-luasnya, dan seikhlas-ikhlasnya kepada yang udah mau mereview fic gaje ini. Jujur, sebenarnya saiyah sempet pundung gara-gara khawatir ga ada yang mau mereview fic ini. Soalnya kan kalo ga ada yang mereview fic ini ga akan jalan.
Reply The Review :
Hikari cresenti : OK. Saiyah bingung mo ngejawab apalagi. Soalnya kadang2 jg klo ngejawab sms 'se-genre' saiyah jawabnya 'Ok' doang.
Red BloodRiver : Makashih banget bwt sarannya. Ntar saiyah coba meminimalisir kom-auth (komentar author)-nya, soalnya ga enak gitu kalo author ga komen.
Gui gui M.I.T : Makashih banget bwt sarannya. Walaupun author (nyaris sama sekali) ga pinter bikin deskripsi, author bakal usahain. Lagian author kalo baca fic biasanya cuma baca dialog ama deskripsi yang paling banyak 3 baris.
Pokoknya, terus beri masukan (maklum, author baru) dan ide yaaaaa! Author tunggu. Karena mulai berbau Parody dari kejadian di dunia nyata, saya ingin mengingatkan readers bahwa fic ini tentunya FIKSI, ga ada hubungannya dengan kejadian-kejadian tertentu.
Happy Reading!
Discaimer : Bleach tetaplah milik Kubo Tite-sensei, bukan milik saiyah. Tapi, Toshiro itu milik saiyah (*digaplok Kubo-sensei). Ga atuh, Toshiro juga milik Kubo Tite-sensei.
Genre : Humor krispi/friendship ga kerasa
Rating : Jelas-jelas T!
Warning : OC, OOC, gaje level dewa, abal, typo bertebaran, fic sampah, berlete-lete, eh salah, bertele-tele, kepanjangan, dll.
P.S : Hurry up! Back button want you to click it!
Summary : Ichigo dkk akan menghadapi MOS di SMA Karakura. Banyak kejadian aneh dan kurang mengenakkan selama MOS. Mulai dari kelas yang tidak diinginkan, dimarahi tatib, sampe jadi orgil. My first fic. Sorry, ga jago bikin summary. Happy reading!
Chapter 2
Penjelasan Persiapan MOS? What the Hell!
Jum'at, 30 Maret 2012 08.00
Sekarang Ichigo dkk sedang sibuk mencari barisan kelas masing-masing. Mereka beruntung karena banyak juga murid baru yang sibuk mencari barisan, bahkan tanpa mereka sadari banyak shinigami level komandan yang sedang sibuk mencari barisan. Lho, mereka 'kan punya reiatsu, kok bisa ga sadar?
Jawabannya mudah, ingat dengan istilah tatib? Tentunya, tatib ini akan menyuruh kita bergerak cepat dalam hal sesepele apapun. Disini, karena shinigami merasa harus bergerak sangat cepat, maka mereka tak punya waktu untuk memikirkan cara untuk menemukan kelas masing-masing.
"AYO, CEPET CEPET CEPET CEPEEEEEET! KOK PADA LELET SEMUA SIH!" teriak salah satu tatib. Gimana mo cepet coba? Barisannya aja ga tau.
"Oi, Rukia, dimana barisan kelas kita?" tanya Ichigo yang mulai panik karena barisan kelas mereka tak kunjung ditemukan. Boro-boro, mereka juga ga kenal sama teman yang sekelas dengan mereka.
Tapi, sepertinya Allah swt. memberikan jawaban pada mereka melalui seruan yang Ichigo kenal. Seruan dari gadis berambut berwarna magenta dikuncir dua dan bertopi putih.
"ICHIGO! BARISAN 1-9 DISINIIII!"
"Tunggu, suara itu, jangan-jangan . . .", Ichigo menengok ke arah asal suara. Dan yang tadi memanggil Ichigo adalah . . . . . . . . . . Dokugamine Riruka!
"INI AKU, RIRUKAAAAAA!"
"Rukia, barisan 1-9 di sebelah sana! Ikuti aku!" Ichigo berjalan menuju tempat yang ditunjuk gadis bernama Dokugamine Riruka tadi. Dan mereka segera berlari ke arah Riruka.
Sementara itu, di tempat shinigami lain . . . . .
"Bu**s**t, dimana barisan bocah 1-6?" kata Ikkaku sembari menggerutu kesal. Maklumlah, baru habis dimarahi tatib.
"Hush, jaga mulutmu, Ikkaku-san! Keceplosan ngomong kasar dikit aja kita bisa kena marah lagi,". Untung Renji mengerti situasi, jadi ia bisa menyuruh Ikkaku agar menjaga omongannya
"Ayo, Abarai, kita pergi! Aku sudah menemukan reiatsu Ishida!" seru Toshiro. Renji beruntung bisa punya teman sekelas yang merupakan shinigami level komandan yang jenius. Di saat genting begini, ia masih sempat mencari reiatsu ras lain.
"Ba-Baik, Hitsugaya-taicho!" jawab Renji.
"Oh, iya. Abarai, selama MOS kuperboleh kau memanggilku Hitsugaya saja," ucap Hitsugaya sembari berlari kecil ke barisan mereka.
"Oke," balas Renji SPJ.
"Ikkaku, kelihatannya barisan kita yang itu. Soalnya, tadi aku melihat Sado-kun," ucap Rangiku.
"Baik, ayo cepat kita ke sana!" seru Ikkaku.
Di tempat lain, Inoue dan Yumichika sudah menemukan barisan mereka setelah diberitahu oleh Hinamori yang (kebetulan) sekelas juga dengan mereka dari tadi. Yah, tentu aja mereka udah ketemu barisan mereka dari tadi, orang barisan mereka tempatnya paling ujung.
Akhirnya, semuanya sudah berbaris di barisan masing-masing. Datanglah seorang senior dengan tinggi badan sekitar 178-an berambut merah tua yang kelihatannya jadi MC karena ia memegang mic. Dan dari raut mukanya, kayaknya dia tidak seseram tatib-tatib tadi
"Oke, semua sudah dapat barisan?" tanya senior tadi.
"JAWAB, DONG! MASA ORANG NANYA DIDIEMIN!?" teriak salah seorang tatib. Dan semuanya pun kaget berjamaah.
"Iya, kak," jawab semuanya.
"KURANG KERAS!"
"IYA, KAAAAAK!"
"Oke, kalo gitu, semuanya duduk. Buat duduknya senyaman mungkin," kata senior yang jadi MC-nya. Semuanya duduk di tempat mereka berpijak.
"Nah, sekarang dengerin penjelasan kakak, dan catat yang perlu," lanjut si pak, eh salah, si kakak MC.
"Sebelumnya, perkenalkan. Nama kakak Hatsuhiro Kyoichi. Tapi, kalo kalian mau, boleh kok manggil aku 'Habanero-senpai'. Malah kakak bangga kok dipanggil Habanero. Toh, kakak itu maniak Habanero. Kakak sekarang kelas 2-4. Lalu, bla bla bla . . . . . . ." lanjut Habanero.
Di sela-sela perkenalan Habanero, Toshiro dan Renji (sorry, Ishida ga disorot soalnya dia baris paling depan, sedangkan mereka baris di belakang) . . .
"Kok mau-maunya sih dipanggil Habanero? Dasar aneh," gumam Renji. Lalu, Renji merasa ada yang bergetar di sakunya. Dan ternyata itu merupakan ponselnya yang menerima pesan dari Toshiro. Walaupun terlihat (sangat) OOC, tapi silakan baca sendiri pesan dari Toshiro.
"Mungkin kalian para shinigami udah tau, tapi disini kita kan cuma manusia biasa. Jadi, kita harus nahan emosi, jangan sampe kita marah-marahin tatib yang lagi ngomelin/ngasih hukuman/dsb, pokoknya turutin aja kata-kata mereka. Ok? Satu lagi, selama MOS, kalian kuperbolehkan memanggilku dengan Hitsugaya. Tapi, hanya selama MOS. Dah dulu, nanti aku kasih info lagi kalo ada apa-apa."
"P.S. SMS ini udah aku share ke seluruh shinigami yang terlibat (kecuali Kurosaki)"
Begitulah bunyi pesannya.
Renji heran lah, masa Toshiro yang duduk di sebelahnya ngomong beginian pake SMS segala. Akhirnya, dengan penuh keberanian Renji bisik-bisik ke Toshiro.
"Hitsugaya, kok ngomongnya pake SMS segala, sih? Kan bisa ngomong langsung ke aku," bisik Renji. Bukannya ngomong pake mulut, Toshiro malah nulis jawaban pertanyaan Renji tadi di halaman paling belakang buku tulis yang dibawanya.
Toshiro : Emang kamu mau, kalo misalnya aku ngomong langsung, habis itu kita dikira ngobrol, terus dihukum tatib di depan umum gini?
Sesaat, Renji baru ingat kalo mereka TIDAK dalam kondisi bisa mengobrol dengan bebas. Untung Renji yang berotak monyet ini masih bisa melihat situasi dan menulis jawabannya.
Renji : Oh iya, aku baru ingat. Lagian, siapa juga yang mau dihukum tatib macam mereka.
Toshiro : Makanya, kalo udah tau, diem.
Tapi, dasar. Ini kan zaman dimana IT terlalu canggih, termasuk di Soul Society. Ada senior tatib yang memiliki ponsel yang dapat melacak pesan yang dikirim oleh shinigami. Jadi, dia tau kalo barusan Toshiro nge-share SMS ke beberapa shinigami.
"Woi, anak-anak 1-6, kakaknya kan lagi ngasih penjelasan. DENGERIN DOOONG! JANGAN MAIN HP! LAGIAN, KITA GA NYURUH KALIAN MAIN HP KAAAAAN!?" seru Katsura-senpai.
"IYA, KAAAK!" jawab anak-anak 1-6 serentak, terutama Toshiro dan Renji. Toh, merekalah penyebab semua anak 1-6 dimarahi.
"Aneh, kok dia bisa tau kalo aku sedang memakai Denreishiki. Tambah lagi, entah kenapa samar-samar aku merasa dia punya reiatsu level pejabat bangku. Tapi, kalo aku saja merasa samar-samar, mungkin saja mereka ga bisa merasakan reiatsunya. Akan kuselidiki nanti malam," pikir Toshiro yang berpikir dengan jeniusnya.
"Nah, sekarang kita langsung lanjutkan lagi dengan properti yang harus kalian pake pas MOS nanti. Pertama, untuk pakaian. Kalian udah punya seragam Karakura kan?" tanya Segawa-senpai.
"PUNYA, KAK!" jawab semua anak serentak.
"Bagus, nanti kalian pake seragam Karakura musim panas. Tapi, dasinya jangan pake yang dari sekolah, tapi dasi segitiga dengan warna sesuai warna kelas, terus properti keduanya yaitu topi. Buat topi, kalian harus bikin topi dari bola futsal plastik sesuai warna kelas. Terus, diatasnya itu harus ada bunga sesuai warna kelas, jenisnya bebas. Tapi, topinya harus pake tali, warnanya bebas," jelas Habanero panjang x lebar x tinggi.
Di sela-sela penjelasan, Rangiku, Ikkaku, dan Chad . . .
"An****, g***ok, t**, kam****, b**i, br****ek, masa nanti kita harus pake properti kayak gitu!? An**** banget lah!" kata Ikkaku dengan kesalnya sampe semua bahasa binatangnya keluar. Hebat! Mari kita bertepuk tangan untuk Ikkaku! (disundul Ikkaku)
"Baka! Harusnya kamu bersyukur, kan topi itu bisa menutupi 'batok bohlam'-mu itu. Kamu ga tau ya kalo kepalamu itu selalu merusak pemandangan? Terus, jaga mulut kamu. Mau kamu dimarahi tatib lagi?" timpal Matsumoto.
"Oi, apa maksudmu batok bohlam, Matsu-" belum sempat Ikkaku selesai ngomong, si Chad udah main sambung lagi.
"Sssst, diam dulu, tadi itu baru sebagian properti. Masih banyak yang perlu dicatat," timpal Chad dengan gajenya.
"Oh iya, kakak hampir lupa. Pakaiannya harus rapi seperti pelajar biasa dan baju di masukin. Soalnya, buat yang pake seragamnya ga bener hari Senin bakal dipakein baju badut. Oke, untuk properti ketiga akan dijelaskan oleh Harukaze Yukina," lanjut Habanero.
"Ya, terima kasih, Habanero-kun. Perkenalkan, nama kakak Harukaze Yukina dari kelas 2-7. Nah, langsung aja ke properti ketiga yaitu sepatu. Pertama, buat cowok sebelah kiri pake waraji (sandal anyaman), . . ." jelas Harukaze, kakak kelas yang tingginya 160-an dengan rambut hitam sebahu diikat.
Di sela-sela penjelasan, Ichigo, Rukia dan Riruka . . .
"Hah, untung aku pernah jadi shinigami, jadi aku udah biasa pake waraji," kata Ichigo.
"Jangan senang dulu, ini kan MOS. Pasti ada yang lebih aneh lagi," timpal Riruka dengan juteknya.
"Iya, Ichigo. Lagian, yang barusan disebutin itu baru sebelah kiri," sambung Rukia.
"Kalo soal itu sih, aku juga ta-" belum sempat Ichigo selesai ngomong, datanglah penjelasan yang lebih aneh dan tidak lazim sepeti yang dikatakan Riruka tadi.
" . . ., sebelah kanannya pake flat shoes, warnanya bebas,"
Ichigo pun tewas seketika (dikasih Getsuga Tenshou+Hollowfikasi), ga atuh, Cuma jawdrop kok, lengkap dengan buku catatan+pulpen yang terlepas dari tangan Ichigo dan kedua benda naas itu jatuh tersungkur ke tanah.
Dan tentunya, ga cuma Ichigo yang yang kayak gitu. Kalo ga ada kakak-kakak tatib di belakang mereka, mereka pasti langsung pingsan berjemaah, bahkan mungkin ada yang mulutnya sampe berbusa.
"Tuh, kan aku bilang juga apa, Ichigo. Pasti properti buat MOS itu aneh-aneh," kata Riruka.
"Ya, sabar aja ya Ichigo," ucap Rukia dengan lembut sembari mengusap punggung dengan belaian penuh cinta dan kasih sayang. Wow, bener-bener SO SWEEEEEEEEETTT banget!
Ingat dengan kakak2 tatib di belakang? Pastinya, tindakan Rukia tadi memancing kemarahan tatib-tatib itu. Karena banyak yang bakal ngira mereka pacaran dan sang cowok meminta si cewek mengelus-ngelus punggungnya.
"WOI, KAKAKNYA LAGI JELASIN. DENGERIN DONG, JANGAN MALAH PACARAN. EMANG KALIAN GA DILARANG PACARAN DI SEKOLAH APA!?" teriak salah satu tatib di belakang. Refleks, Rukia menghentikan elusan anak kucing tadi.
". . .Sekarang, buat ceweknya. Ingat ya, yang kiri pake sepatu tidur yang ada boneka binatangnya, lalu sebelah kanan pake boots sawah. Warna untuk keduanya bebas, bonekanya juga bebas. Nah, untuk properti keempat akan dijelaskan sama kakak Kimidori Ageha, " jelas Yukina. Setelah itu, Yukina pun memberikan mic-nya pada Ageha. Ageha adalah gadis yang terlihat cukup cantik karena rambut coklat ikalnya diikat.
"Makasih, ya Yuki-chan. Nama kakak Kimidori Ageha, dari kelas 2-8. Nah, sekarang kakak bakal menjelaskan tentang properti keempat yaitu nametag, . . ." salam Ageha.
Di sela-sela perkenalan, Inoue, Hinamori dan Yumichika . . .
"Anu, Orihime-chan, nametag itu apa?" tanya Yumichika pelan, karena tidak mungkin ia ngomong dengan suara standar.
"Oh, nametag itu tanda nama yang biasanya jadi salah satu properti utama MOS. Biasanya, kita bikinnya berbentuk persegi panjang, terus ada talinya, habis itu tinggal dikalungi," jelas Orihime lengkap dengan peragaan kecil. Yumichika pun membalas jawaban Orihime dengan ber-ooooooh ria.
"Gitu ya, makasih ya Inoue-san. Habis di Soul Society kita ga pernah punya event yang mengharuskan kita pakai nametag," balas Hinamori menggantikan Yumichika.
"Nah, udah dulu ngobrolnya. Ntar dimarahi tatib lho," timpal Yumichika yang tidak ingin mereka dimarahi tatib lagi.
". . ., ukuran nametagnya 30 x 25, bentuknya sesuai kelas. Lalu, buat namanya pake bold 0,5 cm, tingginya 7 cm. Backgroundnya mejikuhibiniu dan jangan lupa pake tali, bahan sama warna talinya bebas. Jangan lupa, nanti harus pake foto alay pake baju berkabung dengan latar belakang di pusat perbelanjaan. Ukuran fotonya 4 x 6, ya!" jelas Ageha yang bahkan dengan senang hati menekankan bagian foto alay.
Hal ini sukses membuat para peserta MOS jawdrop berjamaah bahkan menggerutu dengan bahasa binatang. Mereka juga sukses membuat para tatib gerah ama gerutuan ga jelas mereka. Dan mereka pun berteriak,
"HEH, KALIAN, DIEM DIKIT BISA GA!? EMANG ADA YANG NYURUH KALIAN KOMENTAR APA!?".
Semua anak pun diam seribu bahasa berjamaah. Walau sebenarnya Ikkaku terus mengumpat "Sialan, awas kalian para tatib-tatib sialan!" pada mereka dan menekankan bagian kata 'sialan'. (Anak baik tidak boleh menirunya, ya!)
"Nah, sekarang pasang telinga kalian baik-baik, ya. Soalnya yang selanjutnya harus bener baik bentuk maupun ukurannya," lanjut Ageha.
"Sekarang, tas yang harus kalian bawa saat MOS adalah tas berbentuk peti mati dengan 'pintu tas' seperti tempat sampah dan terbuat dari kardus (silakan bayangkan sendiri bentuknya kayak gimana)," jelas Ageha panjang x lebar x tinggi sembari menunjukkan peragaannya.
Detail :
Tinggi dari atas sampe bawah 70 cm. Tinggi pintu tasnya 25 cm, jadi otomatis tinggi badan tasnya 45 cm; tinggi sisi miringnya, lebar atasnya, sama lebar bawahnya 20 cm; lebar tengahnya 36 cm, dan tebal tasnya 15 cm. Lengkap dengan gambar kelas di pintu tasnya.
Dan setelah melihat barang jadinya, pikiran semua anak seolah-olah terhubung dan berpikir "Masa' gue harus pake tas kayak gitu pas MOS?". Tiba-tiba, seorang tatib yang sedari tadi hanya mengawasi jalannya penjelasan mengambil mic dari tangan Ageha.
"Ok, sekarang saya akan mengambil alih komando. Dan saya perintahkan pada anak-anak yang warna rambutnya bukan hitam, biru tua, coklat sama pirang, sama cowok yang rambutnya panjang ke depan sekarang juga, dan saya hitung sampe 5 semuanya harus udah di depan," perintah tatib itu.
Sang tatib mulai menghitung.
Hitungan 1 : Semua anak yang non-HBCP(hitam, biru, coklat, pirang)+cowok berambut panjang mulai berdiri, termasuk Ichigo, Orihime, Renji, Yumichika, Toshiro, dan Riruka
Hitungan 2 : Semua anak berlari terbirit-birit secepatnya ke depan
Hitungan 3 : Ada beberapa anak yang sudah siap di tempat
Hitungan 4 : Ichigo, Renji, Yumichika, Toshiro, Orihime dan Riruka sudah siap di tempat
Hitungan 5 : Semua anak siap di tempat, dengan sikap istirahat di tempat
Kakak tatib itu mulai melirik-lirik anak-anak yang (mereka anggap) melanggar peraturan tersebut. Salah seorang tatib pun membentak Ikkaku yang salah dengar mengira dirinya harus maju ke depan gara-gara menggerutu terus.
"Kakak, tadi kakak nyuruh yang botak maju ga?" tanya tatib yang ada di depan Ikkaku. Tingginya paling beda dikit dengan Rukia. Rambut pirang diikat satu menghias kepala gadis bernama Yamanaka Arisa dari kelas 2-3 itu. Yah, setidaknya itulah yang dilihat Ikkaku.
"Ya, nggak lah. Lho? Kok ada yang botak? Mo pamer batok ya?" tanya tatib bernama Kouga Fumihiko yang kira-kira lebih tinggi daripada Ichigo. Pemuda berambut hitam ini adalah murid kelas 3-9 yang barusan memerintah anak-anak itu untuk maju ke depan.
"Bakayaro, Ikkaku. Kenapa malah maju ke sini?" pikir Ichigo + Renji + Toshiro + Orihime + Yumichika yang masih ga habis pikir kenapa Ikkaku malah maju ke depan sedangkan yang disuruh maju hanya mereka yang punya rambut.
"Siapa yang nyuruh botak maju? Ga ada kan?" tanya Kouga dengan tegas. Ikkaku hanya bisa mengangguk. "Kalo gitu sebagai hukumannya, LARI KELILING LAPANGAN 5X SAMBIL TERIAK 'PELIHARALAH KAMI DENGAN BAIK!'! SEKARANG JUGA!" teriak Kouga sembari memerintahkan Ikkaku.
Jelas aja karena Ikkaku ga bisa melawan, jadilah ia berlari seperti yang disuruh Kouga tadi. Bagi yang di barisan belakang ini jadi acara tahan tawa, tapi yang di barisan depan mereka hanya bisa bersweatdrop ria dengan wajah 'kasihan-banget-tuh-orang'.
"Inget ya, yang sekarang berdiri di depan, kita ga mau liat ada yang rambutnya berwarna mencolok kayak gini! Apalagi yang warna putih gini, bisa-bisa malah dikira mo ke panti jompo lagi!" jelas Arisa sambil menjambak keras poni rambut Toshiro. Yang dijambak pun cuma bisa ber 'aduh' ria sambil memegangi bagian kepalanya yang sakit.
"Sabar ya, Hitsugaya," walaupun agak berat mengucapkannya, tapi akhirnya Renji mau menyemangati Toshiro hanya dengan menyebut marganya.
"Dan kita juga ga mau ada cowok yang rambutnya panjang! Apalagi kalo udah dikepang, pake bulu mata palsu gini! Ntar dikiranya mau ngumpul ama banci lagi!" jelas tatib yang bernama Kiminari Ichiro dari kelas 3-5 sambil menarik kepangan rambut Yumichika dengan saaaaaaaangat keras dan saaaaaaaaaaaaaangat kuat.
"Terus, selama MOS ga boleh ada yang bawa HP, jam tangan, dan bla bla bla . . . " jelas Arisa. Karena jika saya tulis semua akan menjadi novel 1 jilid, maka yang saya tulis hanya bagian tadi saja.
Dan karena author udah capek nulis, author sudahi dulu chapter 2 ini. Tapi jangan khawatir. Beberapa akan saya lanjutkan di chapter berikutnya.
TBC
OMAKE
Kelas 1-1 (Warna kelas : biru muda; nama kelas : beruang)
4. Ayasegawa Yumichika; 7. Inoue Orihime; 22. Hinamori Momo
Kelas 1-4 (Warna kelas : putih; nama kelas : kelinci)
3. Abarai Renji; 5. Ishida Uryuu; 21. Hitsugaya Toshiro
Kelas 1-5 (Warna kelas : merah; nama kelas : kucing)
2. Asano Keigo; 3. Arisawa Tatsuki; 9. Kojima Mizuiro
Kelas 1-6 (Warna kelas : pink; nama kelas : nyamuk)
12. Sado Yasutora; 26. Madarame Ikkaku; 27. Matsumoto Rangiku
Kelas 1-9 (Warna kelas : ungu; nama kelas : anjing)
6. Kuchiki Rukia; 8. Kurosaki Ichigo; 13. Dokugamine Riruka
OSIS SMA Karakura :
Katsurazawa Touko 2-3; Hatsuhiro Kyoichi 2-4; Harukaze Yukina 2-7; Kimidori Ageha 2-8; Yamanaka Arisa 2-3; Kouga Fumihiko 3-9; Kiminari Ichiro 3-6
OBROLAN AUTHOR!
Author : TIDAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK! Kenapa cerita dan akhirnya jadi tambah gaje giniiiiiiiiiii!? (nangis bombay)
Ichigo : Ya jangan tanya aku dong! Terus ini kan masih bulan puasa. Jadi jangan nangis author, ntar puasanya batal lho.
Toshiro : Tunggu dulu! Ini udah 5 hari terakhir Ramadhan kan?
Orihime : Iya, malah ntar lagi Lebaran. Dan Lebarannya kira-kira tanggal 19 Agustus.
Hinamori : Ah, aku belum mudik(?) ke Junrinan!
Rangiku : Gawat, aku belum beli baju Lebaran!
Yumichika :Wah, harus nge-share sms Minal Aidin nih!
Ikkaku : Sial, aku belum beli peci baru buat nutupin kepalaku!
Rukia : Agustus ya? Berarti . . . (semua mata tertuju pada Renji)
Renji : Oi, oi, kenapa kalian semua melihatku dengan tatapan itu?
Author : HUWAAAAAAAAAA! Tugas author kok tambah banyak gini? Udah dapet THR dari guru, bikin fic ini, harus nyiapin fic buat si baboon ini lagi! (nangis bombay hingga
Renji : Hei, siapa yang kau maksud ba-
Riruka : Ok, sebagai hukuman karena udah nambahin kerjaan Yuki-san, fic ultah Renji akan berhubungan sama baboon.
Renji : Oi, ngapain kamu asbun gi-
Author : Jangan lupa RnR ya! Saran, kritik yang membangun, dan ide untuk fic ini dan fic HBD baboon author tunggu. Ja na!
Renji : (nangis darah gara-gara dikacangin)
Ishida : Sabar ya, Abarai-kun. Mendingan kita dengerin lanjutan penjelasan tatib.
