Heart Democracy
One Shot Series
by ajibana aiko
Disclaimer : Persona 4 adalah selamanya milik ATLUS dan Heart Democracy selamanya lagu milik Mikito dan sejatinya pertama kali dinyanyikan oleh Hatsune Miku.
Warning: Yaoi, OOC, ke-gajean, typo.
Seperti kata Yu(ko)-senpai, ORE GA MIRU! *nggak nyambung*
Btw, sebelum lanjut, bagi yang nggak suka yang berbau Yaoi jangan baca sebelum anda terkontamitasi lebih lanjut. Makasih!
Shout Box Reviewers : (*akan terus bertambah seiring jumlah review yang ada (=w=)b*)
Sp-Cs : Akan saya pertimbangkan untuk, penggantian genrenya, xD
Nyasararu (Guest) : Hehehe, maaf kalo kayak tiba-tiba gitu nangisnya abisnya saya sudah habis waktu~ #plak! Btw, makasih sarannya ya! Udah saya pake, wkwkwkw~!
Story 1 : Yosuke's Declaration (Part 2)
Yasogami High School, After School, Cloudy...
Seminggu ini adalah minggu yang berat bagi pemuda bernama lengkap Hanamura Yosuke ini. Ia harus berusaha menjauhi seorang makhluk tuhan paling seksi (. . .) bernama Souji Seta (. . . . . . .) yang notabene juga berusaha menghindarinya selama seminggu ini. Selain cowok cantik tersebut, ia juga harus menghindari beberapa makhluk nan berisik lainnya seperti Chie, Yukiko, Kanji, dan si super-duper-kilo(?)-giga-terra-berisik-Teddie.
Ia terus berusaha menghindari semua pertanyaan nan memuakkan yang membuat dia harus selalu mebuat alasan-alasan baru setiap harinya agar mereka diam dan nggak bertanya lebih lanjut. Jujur saja, ini sangat melelahkan dan membosankan. Tiap hari menjawab pertanyaan yang sama dengan jawaban yang berbeda yang akan membuat dia berpikir 2 kali untuk diam di sekolah berlama-lama atau bahkan untuk kerja kelompok sekalipun.
Sebenernya gue aneh kenapa sih?
"Yosuke!" seru sebuah suara yang cukup familier di telingannya.
"Oh, Kou..."
Pasti dia juga mau nanya soal itu...
"Ada apa? Aku sedang buru-buru..."
"Bisa ikut aku sebentar?"
"Mau nanya siapa? Chie? Souji? Kalau Chie tadi udah pergi nggak tahu kemana, kalau Souji, kali ini akan gue tekankan bahwa kami nggak ada apa-apa...udah dulu ya..." jawab Yosuke dingin sambil berjalan berbalik.
Mendadak tangannya di genggam sangat kuat.
"Apaan si-?!"
Sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya, ia melihat ada Kanji yang sedang mencengkram tangannya juga Yukiko, Chie, juga Kou yang senyum-senyum sendiri.
"Senpai, maaf, kali ini kau tidak bisa menghindar." Deathglare Kanji pada Yosuke yang membuat Yosuke mati kutu.
Sementara Yosuke yang tiada hentinya berteriak-teriak kayak banci diseret ke suatu tempat yang tidak bisa Author sebutkan, Souji keluar dari dalam kelas dan melihat partnernya tersebut teriak-teriak begitu.
"Ini melelahkan..."gumam Souji pelan sambil memegang payungnya.
Yasogami High School, Tempat X...
"Ngapain gue diiket dikursi begini?!" protes Yosuke.
Mereka berada di sebuah tempat nggak jelas di sekolah. Or at least Yosuke bisa bilang ini adalah gudang. Setelah diseret paksa tadi, ia pun diikat paksa oleh Kanji dengan tenaganya yang overload itu.
"Nggak ada alasan khusus." kata Chie singkat. "Ayo jangan bertele-tele Yosuke. Kami semua tahu kok..."
"Tahu apa kalian?!" seru Yosuke makin kesal.
"Nggak usah nge-les, Yosuke-kun." Jawab Yukiko sambil membawa baseball bat (?) Dan bergaya ala banchou (. . .).
"Kalian mau ngapain?!" Seru Yosuke semakin keras hingga membuat Yukiko mengeluarkan 'Fan Assault'-nya.
"ITAIII!" Teriak cowok nista itu. "Kalian mau nanya apa lagi sama gue?!"
"Satu saran dariku saja, senpai.."Kanji memulai pembicaraan. "Jatuh cinta itu normal..."
Yosuke terdiam di tempat. Ia mengerti arah pembicaraan ini. Namun yang lebih parah adalah...
MEREKA TAHU GUE SUKA SAMA...!
"Kau lega sekarang, Hanamura?" Kata Chie mendengus kesal. "Ayo jawab!"
"Nggak!" Seru cowok itu hampir menangis.
Yosuke pun di galactic punt Chie.
"APA SALAHKU?!" Tanya Yosuke sok dramatis sambil menitikkan air matanya. "Sakit banget dodol!"
"Senpai berisik..." Gumam Kanji pelan.
Yosuke di Cruel Attack Kanji.
"WHAT THE H*** ARE YOU DOING HUH?! THAT'S HURT, B*****D!"
Akhirnya Yosuke di All-Out-Attack Chie, Yukiko dan Kanji.
"KALIAN GILA! MEMANGNYA SEGITU PENTINGNYA KALIAN INGIN TAHU GUE SUKA SAMA SOUJI?! KA-"
Kok gue merasa ini nggak aman ya? Pikir Yosuke sambil gemetaran.
"W-wow...Yosuke benar-benar...mengatakannya..." Ujar Kou takjub.
"Jadi itu beneran ya?!" Ujar Kanji yang terdengar excited dengan mata bercahaya. («*Author di hajar Kanji tanpa alasan untuk yang ke-empat kalinya*)
"Chie! Chie! Chie! Kau dengar kan?! Dia MENGATAKANNYA lho!" Seru Yukiko senang.
KECEPLOSAN! Seru cowok anak manajer Junes itu dalam hati.
Yukiko terkekeh.
"Oh, she comes again..." Kata Chie sambil berface palm ria. "Dasar fujoshi freak..."
"Tapi kau tahu? Tiap kali Souji mengajakmu pergi...pfftt...wajahmu..pfftt...kelihatan...ppffffffttttt...bahagia sekali~ AHAHAHAHAHA~!"
Semua cuma bisa bersweat drop ria melihat Yukiko yang mulai ketawa-ketawa sendiri kayak nenek lampir.
Kou pun melepas ikatan Yosuke.
"Ne, Yosuke, memang aneh ketika aku mendengar soal ini, tapi menurutku itu kan hak masing-masing." Ucap Kou sambil akhirnya membantu Yosuke untuk berdiri."Let's your heart talks."
Yosuke merenungi kata-kata Kou itu.
"Thanks, Kou." Jawab Yosuke sambil tersenyum tipis.
» End of flashback...
Present, Inaba, Inaba Peak, After school, Raining...
naiteita tada naiteita
I cried, only cried
hitome ni tsukanai sekai de
In a world where strangers don't realize
Yosuke terdiam diantara butiran hujan yang datang beramai-ramai membasahi bumi. Tampak ada butiran air dari pelupuk matanya. Bukan butiran air hujan, namun butiran debu-eh-maksudnya butiran air mata.
Sebenernya gue tuh aneh nggak sih?
"Souji..." Gumam Yosuke pelan. "Cih..."
Hening.
"KENAPA GUE HARUS SUKA SAMA COWOK ITU?! KENAPA GUE BERASA ITU NORMAL?! PADAHAL ITU NGGAK NORMAL KAN?!" Teriak Yosuke hingga menyebabkan bukit di sebrang Yosuke runtuh dan menyelimuti Inaba *nggak mungkin*.
"Jadi?"
"Hah?"
Yosuke melirik ke arah suara itu. Matanya terbuka lebar melihat sosok yang berdiri di situ. Pria yang barusan saja ia mention (#twittermodeon, lol) di teriakan suara hatinya tadi muncul dihadapannya membawa payung dan masih mengenakan seragam Yasogami. Wajahnya nampak kelelahan seperti habis berlari namun ia tetap menjaga ke-dingin(cool)-an raut wajahnya itu.
Oh, wajahnya itu...Kata Yosuke dalam hati sambil mengeluarkan semburat merah merona di pipinya.
"Se-sedang apa kau disini...Souji?"Jawab Yosuke sekasual mungkin.
Souji berjalan mendekati Yosuke perlahan sedangkan Yosuke juga mulai mundur perlahan. Ia masih belum siap melihat wajah nan teduh tersebut.
"Masih berbohong pada diri sendiri?" Kata Souji tiba-tiba. Wajahnya tampak sangat kesal.
"A-apa maksudmu?" Tanya Yosuke gugup.
"Kalau kau nggak berbohong kenapa mundur begitu?"
Yosuke pun berhenti mundur sekalipun Souji tetap mendekatinya.
Apa gue seaneh itu?
Apa ini salah? Apa gue salah? Apa ini nggak normal? Apa gue salah kalo gue mencintai seseorang? Apa itu sebuah kesalahan fatal? Apa itu dilarang? Apa mencintai PARTNERku itu salah? Apa salah? Bolehkah aku menyukainya? Bolehkan aku selalu menantikan orang ini, orang yang ada didepanku ini? Lalu...apa dia mau menerima perasaanku ini? Apa dia punya perasaan yang sama denganku? Setelah apa yang sudah terjadi selama ini...?!
soshite haji o shiri mijime ni nareba
I became ashamed, if I become miserable
subete ga mawari dashite yuku
Everything will begin spinning around
"Yosuke..." Gumam Souji pelan.
Bagaimana ini? Aku tidak tahu harus berbuat apa!
"He-hei..." Panggil cowok itu lagi.
Tapi...ini masalah...
"Hei, Yosuke.."
Sekarang atau tidak sama sekali...
"Yosuke!-"
"Souji. Biar aku yang bicara sekarang..."
Souji pun berhenti dan membiarkan Yosuke memulai.
"Kumohon jangan menginterupsi. Jangan tertawa. Jangan bertanya. Tapi setelah ini kau boleh segera lari menjauhiku..."
"Baik..."
Yosuke membisu sesaat untuk merangkai kata-kata dalam benaknya. Lalu berjalan kembali keposisinya semula di mana hujan benar-benar begitu terasa menyerbunya. Ia memandang cakrawala nan kelabu tersebut sambil menyunggingkan senyum yang tersirat jelas diwajahnya.
"Kenapa ya...rasanya senyummu itu...bikin sesak saja..." Yosuke memulai. "Kau tahu? Aku benar-benar merasa senang ketika kau begitu perhatian padaku. Rasanya kalau bertemu denganmu kadang aku suka salting sendiri." Ujar Yosuke sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut,
kageri yuku datenshi no
senaka o dakiyose
It's all becoming dark, I embraced the
fallen angels' back
"Tiap kau berbuat iseng padaku rasanya aku senang. Lalu...kayaknya...aku ingin kalau waktu berhenti kalau kau ada...aku nggak nggak ingin...pisah denganmu...AH! Astaga! Aku ngomong apa sih?! Memalukan sekali! Ingat Souji! Aku nggak akan pernah mengatakan hal ini lagi seumur hidupku kalau aku...!"
sasayaita mimi no oku de
Then whispered into your ear
"Aku menyukaimu!"
Souji terbelalak mendengar pernyataan blak-blakan Yosuke.
Sotto
Gently
Hening.
"Boleh aku bicara?"
"Terserah kau saja..."
"Kau masochist ya?"
Hening.
"Apa maksudnya itu?!"
Souji tertawa.
"Ka-kan sudah kubilang jangan tertawa, bodoh!" Seru Yosuke yang bersemu merah sambil berusaha menutupi wajahnya dengan susah payah. "A-aku pulang! Memang percuma aku ngomong denganmu, dasar payah!"
Yosuke berjalan berbalik dengan wajah agak marah-yang sumpah kiyut banget (*Author di tebas Yosuke*). Namun Souji-yang setelah melempar payungnya dengan seenak jidat-menarik tangan Yosuke dengan lembut hingga cowok penyuka warna oranye itu (Mungkin...) Bertatapan langsung face to face dengan Souji.
ikanaide mou ikanaide
Please don't leave me, don't leave me anymore
"SO-SOUJI!" Seru Yosuke yang wajahnya sudah merah menyala.
ima yori motto kashikoku narushi
I'll become smarter than anyone
"Yosuke benar-benar manis sampai aku tidak bisa menahan diri lagi." Ucap Souji sambil menatap Yosuke lekat-lekat dengan wajah penuh nafsu (*Author di Megidolaon Izanagi no Ookami*)
yasashiku narushi
I'll be more gentle
"Ha-HAAAHH?!" Seru Yosuke yang sudah tidak bisa menahan debaran jantungnnya yang tak tertahankan ini.
tsuyoku mo narushi
I'll be more strong
Souji menarik Yosuke semakin mendekat padanya. Lalu mendekatkan bibirnya ketelinga pria itu.
"Aku sudah mencitaimu lebih lama, Yosuke-kun."
Yosuke terperanjat ditempat.
jama na mono wa koroshite ageru
If there's anything in the way, I'll destroy them all!
Setelah itu, Souji mendekatkan wajahnya pada Yosuke. Perlahan demi perlahan, dan setiap sentinya begitu dirasakan Yosuke. Desahan nafas Souji yang begitu menggoda iman (wth...) Membuat Yosuke tidak bisa menolaknya.
Souji pun mencium Yosuke perlahan selama beberapa lamanya. Dan mereka tampak SANGAT menikmatinya.
Inaba, Doujima residence, Evening...
naiteita tada naiteita
I cried, only cried
hitome ni tsukanai sekai de
In a world where strangers don't realize
"Oh...pantas aku pernah liat judul itu dimana..." Gumam Yosuke sambil melihat ke layar iPodnya dan mendengarkan lagu dari cover album di layar tersebut.
Akhirnya setelah adegan french kiss tadi (« Kayaknya nggak perlu dijelasin juga ya? #plak!), Yosuke memutuskan untuk ikut kerumah Souji untuk sekedar mengeringkan diri.
Pintu kamar Souji mendadak terbuka. Yosuke melihat kearah pintu tersebut dengan santai, namun mendadak wajahnya memerah hebat.
"Yosuke kau mau pulang jam bera-Yosuke?"
"Pa-pakai bajumu b-bodoh!" Seru Yosuke dengan wajah salting. "CEPAT!"
Souji yang terbengong langsung menyunggingkan seduce smirk nan misterius pada Yosuke.
"A-A-A-A-A-APA?!" Seru cowok yang mukanya sudah penuh dengan warna merah itu.
Tanpa bicara, Souji segera masuk kedalam ruangan itu perlahan lalu menutup pintu dan menguncinya rapat.
"He-hei.."
...Lalu memasukkan kunci itu kesudut meja serta menutup tirai kamarnya...
"So-souji...?" Panggil Yosuke gugup.
...Dan mematikan lampu kamarnya...
"WHAT THE H*** ARE YOU DOING DUDE?!"
soshite haji o shiri mijime ni nareba
I became ashamed, if I become miserable
Souji berjalan mendekati Yosuke dengan masih setengah telanjang sementara Yosuke terus mundur, mundur, dan mundur dan tersudutlah (akhirnya) cowok itu ke sudut ruangan tersebut. (« Entah kenapa sepertinya pernah liat scene ini sebelumnya...)
Souji mendekatkan dirinya pada cowok yang duduk tersudut tersebut.
"You are really DEFENSELESS, Yosuke-kun." Ucap Souji halus sambil mendekatkan wajahnya.
"Apa maksudnya itu, pervert old man?!"
"Jangan keras-keras, Yosuke, nanti kedengaran kebawah..." Souji meletakkan ujung jari telunjuknya di bibir Yosuke.
subete ga mawari dashite
Everything will begin spinning around
Cowok itu menyerah dan hanya diam ditempat membiarkan cowok mesum itu menciumnya. (*Author di Ziodyne Izanagi no Ookami*)
Lalu...
"JANGAN DISITU!" Seru Yosuke ketika Souji mulai mencium lehernya.
"Yosuke...sekarang...atau tidak sama sekali lho~"
"BE-BERISIK! DASAR MESUM!"
Souji melanjutkannya.
"SOUJI!" Seru cowok itu yang wajahnya sudah memerah bagaikan red carpet (?) Namun tampak tidak berusaha kabur sedikit pun.
Dan malam itu adalah malam yang sangat paaaaanjang bagi mereka berdua (« if you know what I mean...*Author dilempar sendal dan dibacok sama pembaca*).
.
.
.
shinzou wa hitotsu ni naru
Our hearts became one
Akhirnya seleseh jugah chapter 2 ini sodarah-sodarah fujoshi dan fujodan sekalian! Awalnya ane rada bingung mau buat chapter 2 ini karena keterbatasan ide, juga biaya (?).
Gimana? Masih nggak nyambung juga? Maap ane masih sangat pemula.
Ngomong-ngomong ratingnya pas nggak sih? Ane jadi khawatir kalo harus dinaikkin lagi~
Waktu nulis ini sebenernya ane salting sendiri (eh?) Sangking terlalu jauh mikirnya (EH?)
Ah, nanti ane malah jadi curhat beneran ini.
Pokoknya jangan lupa review ye! Hehehe~ thank you so much much much! Muah! *ditabok sampe mental ke mayonaka arena (?)*
Inaba, Doujima Residence, Early Morning...
"Onii-chan! Yosuke nii-chan! Sarapannya sudah siap!" Seru Nanako dari bawah.
Maka turunlah kedua orang nista itu dari atas dengan wajah masih sangat mengantuk.
"HOAAAMM!" Yosuke menguap lebar sampai ada nyamuk yang masuk ke dalam mulutnya. "OHOK! OHOK!"
"Kau kenapa Yosuke?" Tanya Souji agak panik.
Nanako tertawa.
"Makanya kalau onii-chan menguap mulutnya ditutup~"
"Baiklah.."Jawab Yosuke lemas sementara punggungnya di tepuk-tepuk Souji.
"Ngomong-ngomong..." Gumam Nanako ragu.
"Ada apa, Nanako?" tanya Souji lembut.
"Kok kayaknya Yosuke onii-chan tampak SANGAT kelelahan? Seperti habis olahraga?"
Souji tertawa sangat lepas dengan sangat nista.
"Kenapa onii-chan tertawa?" Tanya Nanako bingung.
Yosuke bersemu merah.
"DIAM KAU, SOUJI!" Seru Yosuke.
Gue nggak aneh kok. Jatuh cinta itu normal kan?
.
.
.
-end-
Trailer (emang film?)
Akihiko selalu merasa kalau Minato sangat cuek padanya. Namun ia tidak ingin kalau Minato terus bersikap begitu padanya. Bagaimana cara Akihiko mengungkapkan perasaannya tersebut? Tunggu di Story 2 : Akihiko's Determination!
