Disclaimer

A-chan: Hai semua! Uwaawaa.. Gomen saia lupa update chapter 2! Terimakasih buat vic yang udah mengingatkan = =;

Hayate: Hei author, kau membuatku jadi orang terbego di chapter sebelumnya!

A-chan: Er.. Ng.. Em.. Itu nggak penting, yang penting baca ceritanya yah!

Hayate: Baca fic bego mu itu?

A-chan: Rui-chaan~~ Aku mau minta tolo-ubbbh

-dibekep Hayate-

Hayate: Ngapain manggil banci itu?

Rui: Siapa yang banci?~ Semuanya, silahkan baca fic ini dengan chara dari Gakuen Alice punya Tachibana Higuchi, sementara aku yang akan mengurus makhluk menjijikkan ini~

Hayate: !&*%~# -translete: TOLOONG!-

A/N : Di chapter sebelumnya saia telah mengedit dan memasukkan Tsubasa sebagai anggota DAC. Dan ya, sebenarnya Mikan memang anggota DAC juga, tapi kan waktu dikasih tau Mikan lari sama Natsume kan? Jadi masih belum resmi. Jadi nggak papa ya? ^x^

~oOo~

Sore itu adalah sore yang tak akan dilupakan oleh kedelapan orang di sana. Sebuah sore yang awalnya adalah sore yang normal dan penuh kedamaian, berubah menjadi sore yang gila dan kedelapan orang itu menyikapinya dengan luar biasa.

Hayate menjatuhkan pisau yang akan dilemparkannya ke Rui secara diam-diam.

Rui menyemburkan permen yang dikunyahnya sejauh satu meter ke muka Narumi.

Pemuda dengan balutan muminya berhenti bergerak ketika akan menyuap cake yang sudah setengah jalan ke mulutnya, membiarkan lalat sebagai ganti cake yang masuk ke mulutnya.

Nobara yang sedang setengah berdiri kembali terjatuh dengan muka duluan yang menyentuh lantai.

Trio yang ada si pojok ruangan seperti patung yang akan retak saking shock nya.

Persona mengecet background di belakangnya menjadi hitam pekat, mendekati Narumi, lalu..

Teks Drama itu hancur tak bersisa dengan indahnya.

''Jangan bercanda.'' Kata Persona dengan dinginnya.

''Hiks Hiks.. Kau memang tak berubah ya! Tapi jangan khawatir semua, karena Narumi-sensei yang hebat ini tak hanya membuat satu teks penuh cinta~'' Kata Narumi sambil tersenyum.

-bwoosh-braaak-bruuuk-plaaaak-plettaaaak-praaang-duuaagh-

-skip time-

A-chan : Narumi mati! END!

Semua anggota DAC + A-chan : Hohoho..

Narumi : Hoy.. Aku.. masih.. hidup..

DAC : Lho? Kok? -sweatdropped-

'Uhuk.. Uhuk.. Author sialan..' Kutuk Narumi.

''Jadi, sampai dimana kita? '' Kata Narumi, mulai senyum senyum lagi.

Belum sempat ada yang berkomentar, Narumi mengeluarkan suara lagi..

''Aku lupa bilang.. Kelas yang tak ikut serta akan terkena hukuman membersihkan WC se-Academy selama satu bulan, wajib mengajar di divisi SD dengan penuh senyuman selama tiga bulan, dan wajib bersikap ramah pada setiap orang di Academy selama satu tahun.'' Kata Narumi dengan wajah innocent, sambil memberi penekanan pada kata-kata tabu bagi anggota Dangerous Ability Class, khususnya Persona dan Natsume.

''Mana teksnya?'' Kata Persona, akhirnya.

Secara perlahan, anak-anak di sana mulai mendekati tempat Narumi dan Persona, campuran perasaan kesal-ingin kubunuh guru sinting itu, malas-kenapa aku harus melakukan ini, takut-kenapa Persona mau mendengarkan guru sinting itu, dan khawatir-hal mengerikan apa yang ditulisnya.

Teks drama itu berwarna pink. Lebih tepatnya, covernya pink norak, dengan glitter warna pink, tulisan warna pink, ditambah gambar hati dengan warna pink.

'Mengerikan.' Pikir kedelapan orang itu begitu melihat teks drama itu.

''Hayate, kau saja yang membacakan teksnya!'' Kata Rui pada Hayate yang langsung muntah ketika melihat teks-ah, cover teks drama mereka.

''Apaa?'' Kata Hayate sambil melihat jijik ke teks drama mengerikan itu.

''Kenapa nggak-

Hayate melihat ke Nobara, -yang langsung ketakutan-

kemudian mengalihkan pandangannya ke Persona, -pandangan Persona sudah cukup untuk membunuhnya-

mengalihkan pandangan lagi ke Yakumo,pemuda berbalutkan perban itu, -yang membalas menatapnya dengan dingin-

mengalihkan lagi dan lagi ke Youichi, anak kecil yang dipangku Natsume, -'dia tak bisa bicara' Pikirnya-

beralih ke Rui, -langsung membuat background dengan tulisan 'I kill you'-

beralih lagi ke Natsume, pemuda yang memiliki bola mata merah crimson, -langsung membuat api di tangannya-

dan beralih ke Tsubasa, -langsung menulis di kertas 'suruh aku dan aku akan membuatmu menari perut selama satu minggu'-

-aku saja?'' Lanjut Hayate, akhirnya, dengan suara putus asa. Lalu secara perlahan dia mengambil teks drama pinky itu, dan membacakannya..

~* Skip Time : 1 jam berikutnya *~

''A.. Anu, Narumi-sensei.. Seingatku Cinderella itu cewek.'' Kata Hayate setelah usai membacakan cerita.

''Uwaah.. Kan nggak seru kalau ceritanya gitu-gitu aja. Ma~ka~nya~ aku buat begini!'' Kata Narumi dengan suara jailnya.

''LALU KENAPA AKU YANG JADI CINDERELLA BOY NYA? DAN KENAPA PASANGANKU HARUS MAKHLUK MENJIJIKKAN ITU?'' Teriak cowok dengan tato bintang di wajahnya, lalu mengguncang-guncangkan tubuh Narumi dengan penuh emosi, meminta jawaban.

''Tenanglah Tsubasa-kun. Lagipula pasanganmu juga tak keberatan kan? Ya kan, Rui-chan?'' Kata Narumi dengan wajah innocent-nya.

Tsubasa, pemuda dengan tato bintang di wajahnya itu, untuk sesaat lupa sama sekali kalau dia ada di ruang yang sama dengan orang itu. Begitu sadar, dia langsung berlari menuju pintu terdekat yang bisa dilihatnya. Saat jarak Tsubasa hanya tinggal 0,0001 mm lagi dari pintu itu, sebuah tangan memegang pundaknya dengan erat.

''KYAAAAA~ TSUBASA~~ KITA AKAN MENIKAH LHOO! SEMUANYA, KITA AKAN-AH, MAKSUDKU HARUS MEMAINKAN DRAMA PENUH CINTA ANTARA AKU DAN TSUBASA INI! JIKA ADA YANG MENOLAK, AKU JAMIN AKAN MEMBUATNYA TAK BISA MELIHAT HARI ESOK! -(Baca : Blackmail)-'' Kata Rui dengan cute-girl mode on.

''Nah, berarti sudah nggak ada yang protes kan?'' Kata Narumi dengan suara genitnya.

''Kenapa aku jadi pembantu?'' Kata Natsume, siap membakar Narumi.

''Pst.. Natsume, kalau jadi pembantu kamu nggak harus menghafal banyak dialog lho..'' Bisik Narumi.

''Hey hey hey! TUNGGU SEBENTAR! Aku nggak se-'' Sebelum Tsubasa bisa menyelesaikan protesnya, mulutnya ditutup dengan tangan Rui.

''Umppph-'' Tsubasa tak bisa mengeluarkan satu kalimat pun.

''Jadi, aku bacakan sekali lagi ya pembagian perannya!'' Kata Narumi dengan suara yang bersemangat.

''Tulis saja, Baka Narumi.'' Kata Natsume, tak ingin mendengar suara guru berambut pirang itu lagi.

''Terserah Natsu-chan saja deh.'' Kata Narumi. Sedetik kemudian, sebagian rambut Narumi bau gosong. -(baca : terbakar)-

~* Begin Of Writing *~

A Lovely Cindetsubasa Story Presented by Naru-chan

Tsubasa : Cinderella Boy. Menurut teks dia adalah seorang kakak yang sister complex terhadap adik tirinya. Hobinya menyuruh-nyuruh ayah tirinya. Paling benci mengerjakan pekerjaan rumah.

Rui : Cute Princess yang mencari pangerannya. Menurut teks dia adalah seorang putri yang hobi gonta-ganti pacar. Ayahnya sudah beberapa kali jantungan karena tingkahnya. Dikenal sebagai orang aneh yang menyukai baik laki-laki maupun perempuan.

Hayate : Ayah Tsubasa dan Nobara. Setiap hari disuruh-suruh baik oleh anak maupun pembantunya.

Nobara : Saudara tiri Tsubasa. Sifatnya pemalu, lugu dan penurut. Wajahnya sangat cantik.

Yakumo : Saudara tiri Tsubasa. Bersahabat dengan Rui-chan.

Natsume : Pembantu. Menurut teksnya dia adalah seorang pembantu termalas di dunia. Hobinya membakar majikannya.

Persona : Peri yang menurut ceritanya baik hati. Tapi.. Who knows?

Yo-chan : Pembawa kereta kuda paling lambat yang pernah ada.

Narumi : Narator dan pembuat teks tergila yang pernah ditemui anak-anak DAC.

~* End Of Writing *~

''Siapa itu peri?'' Tanya Persona dengan background neraka, suara raja iblis, dan wajah genderuwo.

''Tenang, Persona-sensei. Kalau anda tak mau, anda terpaksa harus membersihkan WC, tersenyum, dan bersikap ramah lho. Lebih baik malu sehari daripada malu setahun kan?'' Kata Narumi, dengan pintarnya sudah memilih kata-kata yang akan membuat Persona mau terlibat.

''...'' Persona tak berkata-kata, ekspresinya blank.

''Jadi, ayo kita berlatih!'' Kata Narumi dengan semangat.

Hari demi hari berganti di Alice Academy.

Tak terasa, seminggu pun berlalu. Hari pementasan yang paling ingin dihindari pun mau tak mau, suka tak suka, cinta tak cinta, akhirnya tiba.

~To Be Continued~

A-chan: Kyaaaaa~ Maaf, maaf, ceritanya emang parah! -nangis biawak-

Hayate: Tuh kan! Dah tau tetep ngotot bikin!

A-chan: Huweeeeeeeeeeeeee... Hiks..

Hayate: Hey hey! Ja-jangan nangis dong!

A-chan: Huwaaaaaaaaaaaaaa... Hiks hiks..

Hayate: oke oke! Semuanya, tolong bilang ke baka- er.. ke author ini supaya jangan nangis nggak jelas lewat REVIEW ya! Inget, REVIEW dia supaya jangan bikin aku menderita di chapter selanjutnya! -sujud-