: Bungou Stray Dogs Asagiri Kafka, Harukawa35
Nacchan pinjem Chuuya dan Dazai juga beberapa chara lain ya Asa senpai, Haru senpai
Kalo ada yang sama itu ketidaksengajaan yang murni atau kebetulan. Selamat menikmati...
Warning: Cerita ini ada unsur Boyslove. Yang tidak suka lebih baik diteruskan :v Tidak sesuai EYD, ada typo, OOC banget
chpt2
Costum and Mask
Osamu Junior mendapat kabar dari anak sebaya nya di rumah sakit kalau festifal kostum sudah dekat. Dan ia ditanya mau pakai kostum apa. Semakin ia diberitahu semakin penasaran sampai akhirnya ia bertanya pada Chuuya.
"Mama, festifal kostum itu apa sih?" tanya Osamu Junior.
"Eh? Itu lho, acara yang diadakan setiap tahun dimana tamu nya memakai kostum yang mereka sukai" jelas Chuuya. Osamu Junior mengangguk mengerti.
"Festifal kostum itu kapan?"
"Besok malam, kalau kamu mau pergi, pergilah dengan Papa mu" jawab Chuuya sambil mengelus kepala Osamu Junior.
"Kalau gitu Mama harus ikut juga!" bantah Osamu Junior.
"Mama masih sakit gini mau diajak, kamu aja pergi bareng Papa"
Osamu Junior memasang wajah cemberut, ia menggembungkan pipi kirinya dan menopang dagu nya dengan kedua tangannya "Mama malu ya?" tanya Osamu Junior sambil memasang ekspresi tadi.
"Eh? Enggak kok"
"Mama masih belum sembuh" sahut Dazai dari kamar mandi.
"Mandi yang benar dan jangan ikut campur!" seru Chuuya. Osamu Junior hanya bisa mengangguk mengerti yang dikatakan oleh Dazai. Padahal tadikan udah dibilangin-,-
"Jadi, kapan Mama sembuh?" tanya Osamu Junior polos.
"Ng... entahlah" jawab Chuuya Mungkin... aku..." lanjut Chuuya pelan dan tak jelas.
"Huh? Mungkin apa?" teriak Dazai dari kamar mandi.
"Lupakan"
"Aku pengen tau!"
"Ku bilang lupakan ya lupakan saja!" seru Chuuya. Dazai hanya bisa menghela nafas sekeras kerasnya sampai terdengar ke luar kamar mandi "Dasar pms" gerutunya.
"Aku denger lho"
"Lupakan" tiru Dazai.
"Lupakan apanya? Aku dengar apa yang kau katakan tadi"
Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya, Dazai pun duduk disamping Chuuya. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Chuuya "Aku berharap kedamaian ini tak pernah berakhir" gumamnya.
"Aku juga berharap begitu, tapi..." Chuuya tak melanjutkan kata katanya.
"Tapi?"
"Tapi apa ya?" tanya Chuuya lugu (pura - pura gak tau :v)
"Kalimat setelahnya pasti lebih penting, kan?"
"Tapi... apa ya?" ulang Chuuya.
"Beritahu Aku atau bakalan ku cium nih" ancam Dazai sambil mengangkat dagu Chuuya.
"Tapi, entahlah, kurasa akan sulit! Ya! sulit!" jawab Chuuya berbohong sambil mencoba buang muka. Dazai yang tau Chuuya berbohong langsung mempertemukan bibirnya dengan bibir Chuuya selama 5 detik. Selama 5 detik pula Chuuya membatu.
"Baka jisatsu mania! Apa yang kau lakukan barusan huh?" bentak Chuuya sampai membangunkan Osamu Junior yang tertidur di pangkuannya.
"Mama ama Papa, Tsukioka mau tidur" keluh Osamu Junior.
"Maaf ya, ehehe" kata Chuuya sambil menidurkan Osamu Junior kembali kepangkuannya. Dalam sekejap Osamu Junior kembali tertidur. Tak lama, Chuuya menguap pertanda kalau ia juga mengantuk.
"Istirahat sana, biar Osamu Junior aku yang jagain" perintah Dazai sambil ingin menggendong Osamu Junior.
"Aku masih ingin berada didekatnya, sebentar lagi" pinta Chuuya. Aneh, kan tiap hari juga ama Osamu Junior, kok hari ini Chuuya rada aneh-tanya Dazai dalam hati.
Tiba - tiba dokter masuk (kek jelangkung, datang gak diundang, pulang gak diantar :v)
"Permisi"
"Doushite sensei?" tanya Dazai penasaran.
"Ada kabar baik untuk... enaknya manggil apa ya?"
"Chuuya saja tak apa" kata Chuuya santai.
"Baiklah nak Chuuya. Hebat sekali, kemampuan tubuh nak Chuuya untuk menyembuhkan diri tergolong cepat. Tubuhmu sudah kembali normal sekitar 60% sungguh menakjubkan. Padahal baru dua hari disini. Hm... kalau dilihat dari hasil diagnosa, besok sudah boleh pulang" jelas dokter tersebut.
Spontan Dazai melompat sambil teriak - teriak "Yeah, sankyu sensei, sankyu!! Berkat anda Chuuya ku cepat sembuh"
"Dazai tenang sedikit!" perintah Chuuya. Dokter tersebut tertawa kecil melihat tingkah Dazai seperti anak kecil.
Keesokan hari nya, dengan keadaan yang sangat membaik, Chuuya dibolehkan pulang oleh dokter tersebut.
Dijalan...
"Dazai, Aku ada satu permintaan"
"Permintaan apa?" tanya Dazai penasaran.
"Besok, Aku ingin pergi ke festifal kostum bersama Osamu Junior" kata Chuuya.
"Huh? Dalam kondisi seperti ini sangat berbahaya untukmu pergi ke tengah keramaian begitu" bantah Dazai.
"Anggap saja itu permohonan terakhirku" gumam Chuuya. Dazai mengernyitkan dahinya pertanda kebingungan.
"Bicara apa barusan?" tanya Dazai.
"Nandemonai" ucap Chuuya sambil terus berjalan.
Dirumah, Chuuya meminta Dazai untuk terus bersamanya dan Osamu Junior. "Aku tak ingin melewatkan sedikit pun waktuku tanpa kalian" ujarnya. Dazai semakin bingung akan ucapannya.
Hingga malam tiba. Malam yang dianggap Osamu Junior adalah malam special dimana kedua orangtua nya ikut bersamanya di sebuah festifal. Kali ini, Dazai memakai kostum seorang pangeran, lengkap dengan mahkotanya, diikuti Osamu Junior yang berpakaian sama seperti Papanya. Kalau Chuuya? Jangan pikir ia pake kostum seorang princess atau apalah itu. Ia lagi kepingin pake kostum maid manis ala Rem (nyasar ke anime tetangga)
Jadi pas jalan iringan, kesannya Dazai dan Osamu Junior adalah majikan, Chuuya adalah maid nya :v (maafkan authormu ini)
"Chuuya kemarilah" seret Dazai sambil menggandeng tangan Chuuya. Tak ingin kejadian yang sama terulang kembali (jiyah lagunya n*ah :v) ia menggendong Osamu Junior.
"Kenapa memangnya?"
"Jangan berjalan jauh dariku, nanti orang pikir kau adalah maid nya" jawab Dazai.
"Hm... tak apa, Aku akan melayani pangeranku" bantah Chuuya dengan nada yang lemah lembut sambil memeluk tangan Dazai. Tiba - tiba Chuuya merasakan sesuatu menetes "Eh? Darah? Hwa! Dazai?"
Dazai mimisan :v bayangin aja, Chuuya cuma bilang gitu aja Dazai mimisan, apalagi... ahlupakan :v ... Chuuya pun mengeluarkan saputangannya dan menyeret Dazai ke bangku taman. Ia membersihkan darah dari mimisan Dazai.
"Bisakah kau untuk tidak berlebihan begini?" tanya Chuuya sambil membersihkan darah mimisan Dazai, sementara Osamu Junior masih dalam gendongannya.
"I cant, because you are my tiny shortcake baby whom I love" jawab Dazai agar Osamu Junior tidak mengerti apa maksudnya.
"Tch, kau menyamaiku dengan shortcake?" Chuuya pura - pura kesal.
"Enggak, hanya perumpamaan" ucap Dazai. Chuuya pun tertawa kecil.
"Bercanda kok, I love you to the moon and back" rayu Chuuya. Dazai pun mengecup kening Chuuya.
Dari kejauhan, kelihatan Ranpo dan Tanizaki berjalan - jalan. Mereka memakai pakaian biasa, kecuali Ranpo. Ia memakai kostum untuk regu pembasmi iblis bulan (nyasar ke anime tetangga :v) mereka yang melihat Dazai dengan Chuuya di taman segera menghampiri.
"Yo Dazai, ngapain disini? Mojok?" celetuk Ranpo.
"Ahaha kelihatannya begitu" jawab Dazai santai.
"Gadis ini manis juga, hm... namae wa?" puji Ranpo.
"Ano... Ranpo san, itu, tolong buka dulu mata anda sebelum memuji dan bertanya" pinta Tanizaki.
"Oh iya lupa, whoa! Chuuya? Si boncel dari Port Mafia ya?" Ranpo spontan kaget :v
"Tch, boncel apanya huh?" Chuuya mulai berapi - api.
"Tapi begini - begini kau manis juga" puji Ranpo sambil hendak mencium punggung tangan Chuuya.
Spontan Dazai langsung menarik tangan Chuuya yang hendak dicium Ranpo ke atas "This is mine" ucap Dazai lalu mengecup pipi Chuuya. Pipi Chuuya merona.
"Heeee? Padahal Aku baru saja mau merayunya tadi, udah keduluan" ketus Ranpo kesal.
"Cari yang lain aja Ranpo san" saran Tanizaki. Ranpo pun pamit bersama Tanizaki :v (wat de fak, author minta dibacok nih)
TBC (To Be Continued)
Pojok Author
Nacchan desu yo! Fyuh akhirnya kesampaian juga update nih chpt 2, adakah yg salah - salah nebak kelanjutan cerita kmaren :v
Nih vonus buat yg salah :v
Chuuya : Bro, lu klo mau nyuruh orang main peran, kasih yg bagus kek perannya, masa maen ma nih bocah mulu *jitak pala Dazai*
Author : Lu tuh imut, manis pula, cocok ama dia
Chuuya : Eh iya gw udh imut, manis, idaman pula, kurang apa coba? (Elah belagu lu)
Author : Kurang tinggi :v *dikejar Chuuya sambil bawa golok*
Gomen ne minna telat update~ Abis kmaren materi banyak, kuota gak ada :v
O iya lupa ngasih tau, update new chapter itu tiap hari Rabu dan Jum'at untuk After Story Ditunggu review nya ya minna san~
