Dunia Baru
Chapter 2.- Penerbangan yang Mendebarkan
Hey ! Hey ! Akhirnya update juga fic ini ! Scarlet dapat lumayan banyak review buat nge-update fic yang 1 ini nih, kayaknya para pembaca suka banget ya melihat para Goldies di terror teknologi ?Tenang aja deh, fic ini masih panjang banget ceritanya, jadi di fic yang lalu mereka buat keributan di Airport kan ? Kali ini mereka bakal bikin keributan yang lebih Heboh di pesawat ! Read and Review yah !
WARNING : OOC BERAT !
Para Goldies akhirnya boarding juga ke pesawat, walaupun menghadapi sedikit…(pembaca : sedikit ?), iya deh, ngaku…BANYAK kesulitan yang enggak-enggak saja. Misalnya seperti DM yang hampir mengirimkan pemeriksa Bagasi ke neraka karena melarang DM memasuki pesawat karena ranselnya penuh dengan topeng mayat yang dia bawa dengan alasan tak tega meninggalkan maha karyanya di Sanctuary, keributan lainnya adalah saat Aiolia memanjat ke atas pesawat terbang yang baru mau take-off sangkin senangnya, dan Aiolos terpaksa memanggil Security untuk menurunkan adiknya.
Akhirnya mereka masuk juga ke dalam pesawat. Aiolia duduk di bagian jendela dengan kakaknya, Milo dengan Camus, Saga dengan Kanon, Mu dengan Shaka, Aldebaran dengan Shura dan Aphro bersama DM, sedangkan Dokho dan Shion tetap menjaga Sanctuary dengan alasan takut ketinggian.
Pesawat mulai berjalan dan Aiolia langsung teriak-teriak kesenangan " KAK ! KAK ! PESAWATNYA JALAN, KAK ! " Teriak Aiolia bagai anak 3 tahun yang baru pertama kali naik pesawat, semua orang langsung melihat kea rah Aiolia dan Aiolos langsung menutupi mukanya yang bagai tomat dengan majalah.
Tidak lama kemudian, para pramugari mulai menjelaskan prosedur keselamatan, dan dengan sangat tidak segannya, Aphor berteriak " Dandanannya apa ngak terlalu menor, mbak ?". Syukur saja pramugarinya sabar, kalau tidak Aphro pasti sudah ditonjok sampai babak belur biarpun dia adalah seorang saint Pisces.
" Gila, beneren nih, udah mau terbang ?" Kata Milo, mukanya pucat pasi. Dia menoleh ke Camus, yang mukanya bahkan lebih pucat dari bebek yang mau disembelih.
" Ga…Ga " Kata Kanon berusaha memanggil Saga tetapi ngak bisa karena gemetaran.
" Napa sih ? ga-ga-ga melulu ? Mau manggil Lady Gaga ya ?" Kata Saga.
" Siapa tuh, si mbak Gaga ?" Tanya Kanon.
" Ngak tau juga, ini juga baru dapat namanya di majalah" Kata Saga melanjutkan membaca majalah yang didapatnya dari pesawat.
Aldebaran gemetaran sedemikian hebatnya sampai pesawat itu juga bergetar hebat pada saat-saat menjelang take-off, dan pada saat take-off, pesawat berguncang sangat keras dan membuat para Goldies ketakutan, para Goldies dari yang paling culun(Mu) sampai yang paling cool(Camus) menangis meraung-raung dan saling berpelukan bagai dunia sudah mau berakhir.
" SAGAAAA…AKU SAYANG KAMU KAK ! HUAAAAA " Tangis Kanon.
" Kanon…hiks…aku juga sayang sama kamu….tapi sebentar lagi kita akan mati…" Tangis Saga.
" Milo…aku…hiks…sayang sama kamu ! Kamu teman terbaikku !" Tangis Camus(?). Ternyata Es batu telah meleleh karena pesawat.
"…." Milo tak bisa berkata apa-apa lagi sangkin kagetnya Camus bisa berkata begitu.
" HUUUAAAAAAAAAAA…SHAKA ! " tangis Mu.
" OOOOOOOOOOOMMMMMM " tangis Shaka. Wah cara nangis model baru nih.
" MAAAMMMIIIIIIII " teriak DM Sambil memeluk Aphro sekencang-kencangnya.
" HHUUUUAAAA..kosmetikku masi banyak yang belum terpakai ! " Tangis Aphro lebih peduli dengan kosmetik disbanding nyawa.
" ATHENAAAAAAA…! " Teriak Shura sambil berlari putar-putar dari kepala sampai ekor pesawat.
" Ngrookk…zzzz " Ternyata Aldebaran malah tertidur.
" AIOLIIIAAAAA ! AKU SAYANG KAMU ! " Teriak Aiolos.
" KAK ! KIT A TERBANG KAK ! KEREN !" teriak Aiolia kegirangan…Wah, orang pada nangis semua yang ini malah kegirangan.
Seluruh penumpang Pesawat langsung Sweatdrop massal jutaan kali.
Akhirnya mereka semua tenang setelah pramugari pesawat menjelaskan prosedur penerbangan pesawat dari bentuk pesawat sampai fungsi kerja mesinnya semua yang langsung disambut oleh ngorokan para Goldies yang bosan mendengarkannya. Waduh…sabar banget lah, si Pramugarinya itu.
Saat pembagian makanan di pesawat, Aldebaran malah bangkit dari kursinya dan berjalan ke belakang pesawat dan memaksa membantu mereka memasak. Tapi di pesawat kan ngak ada dapurnya ? Tapi karena Alde berjalan ke ekor pesawat, beban di bagian belakang pesawat jadi bertambah banyak dan menyebabkan pesawat jadi berguncang-guncang.
" WAWAWAWA ! " Shura berteriak sangkin kagetnya karena guncangan yang disebabkan Aldebaran. Shura lalu melambai-lambaikan tangannya ke segala arah sangkin paniknya, tetapi sialnya, Shura tanpa sengaja mengeluarkan jurus Excalibur dan memotong salah satu sayap pesawat.
Semua penumpang langsung panik.
" Waduh ! Gila ! Gimana nih ?" Kata Milo panic banget.
" Haduuhh, aku juga ngak tau nih, matilah kita !" Kata Kanon siap-siap menulis surat wasiat.
" Woi ! Cepeten, perbaiki sayapnya !" Kata Saga mengacak-ngacak rambutnya.
" Gimana caranya ? ada yang punya lem ngak ?" Tanya Shura.
" Ini ada lem buat nempel topeng mayat !" DM suka rela memberikan lemnya.
" Sekarang siapa yang bisa perbaiki ?" Tanya Camus agak panic.
" seseorang yang punya kekuatan special yang bisa menghentikan pergerakan pesawat… " usul Aiolia
"… seseorang yang bisa teleport keluar pesawat ini…" sambung Milo.
" ….seseorang yang rela melakukan apa saja bagai domba penolong. " Sambung Kanon.
" Tunggu ! Domba ?" Ujar Aiolos menyadari sesuatu.
" MU ! " Teriak para Goldies serentak.
" Ta-tapi kan…"Mu belum sempat menyelesaikan kalimatnya, dia sudah ditendang keluar untuk memperbaiki sayap pesawat yang rusak dengan lem.
" KALIAN SEMUA INI GILA ! " Teriak Mu marah-marah setelah selesai menempel sayap pesawat tadi walaupun pesawatnya tetap tidak dapat terbang karena mesin di bagian salah satu sayapnya mati.
" Aduuuhhh ! Kalian ini ! tidur aja napa sih ? " Teriak Aphro jengkel sambil melepas timun dari matanya….Astaga Aphro ! di pesawat masih sempat maskeran pula ? Mana pesawatnya udah mau jatuh lagi !
Milo segera melihat ke kiri dan kanan, dan yang dia lihat hanyalah penumpang yang ngorok sangkin asyiknya tidur. Milo langsung mengambil microphone yang tiba-tiba muncul ntah dari mana dan berteriak sekencang-kencangnya " PARA PENUMPANG PESAWAT ! PESAWAT INI AKAN SEGERA JATUH ! JADI SIAP SIAP UNTUK MENULIS SURAT WASIAT…" Saga langsung merebut microphonenya dari Milo setelah melihat tampang horror para penumpang.
"Sini Microphonenya…maaf, silahkan segera memakai parasut dan selamatkan diri kalian masing-masing seperti pilot kalian yang baru saja terlihat dari luar jendela itu…HAH ? PILOTNYA KABUR ?" Saga menempelkan wajahnya dikaca jendela pesawat dan melihat bahwa pilot dan co-pilot pesawat tersebut telah kabur menyelamatkan diri.
" CEPAT PAKAI PARASUT KALIAN !" Teriak Aiolos segera.
" Tapi yang ada Cuma pelampung, ngak ada parasut " Kata salah seorang penumpang.
" KALAU BEGITU TERJUN BEBAS SAJA !" Aiolos pikirannya sudah kacau.
Para penumpang langsung menghilang di tempat.
"Koq…tiba-tiba hilang sih, mereka ?" Tanya Aiolia kebingungan.
" Kuteleport langsung ke Indonesia soalnya kalau mereka teriak-teriak, pasti akan sangat merepotkan. " Jawab Shaka tanpa merasa berdosa.
" Jadi kalau kamu bisa teleport kenapa ngak bilang dari tadi ? " Teriak semua Goldies kepada Shaka serempak.
" Soalnya sayang, sudah beli tiket pesawat mahal-mahal."
Goldies yang lain Cuma bisa menghela nafas, dan meminta Shaka meneleport mereka beserta pesawatnya ke Bandara Polonia Medan, dengan keadaan baik-baik saja…tetapi keadaan pesawatnya benar-benar hancur lebur. Hampir saja mereka tertabrak pesawat lain yang baru saja mau lepas landas, syukurlah Shaka berpikir cepat dan men-teleport mereka ke atas atap bandara. Setelah mereka menghancurkan pintu bagasi pesawat untuk mengambil bagasi mereka, mereka menunggu seseorang yang seharusnya menjemput mereka dari bandara. Tetapi dikarenakan mereka tiba 4 jam lebih awal, maka mereka juga harus menunggu 4 jam.
Akhirnya setelah 4 jam yang membosankan berlalu…
"Ga, itu koq ada spanduk tulisan nama kita, itu jemputan kita ya ?" Tanya Kanon sambil menunjuk kea rah spanduk tersebut.
" Eh, iya yah ! Pasti deh, itu jemputan kita." Kata Saga senang.
" Loh tapi itu kan ? " Shura berusaha melihat siapa yang menjemput mereka.
" LOH ? KOQ DIA SIH ? " Teriak semua Goldies serempak.
Siapakah yang menjemput mereka ? apakah dia adalah Gatot Kaca ? Penari kecak dari Bali ? Ataukah dia seorang orangutan yang kesasar dari bukit lawang ? Nantikan di Chapter berikutnya.
Waduh…gimana ya, kalo naik pesawat bareng mereka ? Senang sih senang, tapi…ngeri juga
wkwkwkw…ditunggu ya Chapter berikutnya ! Jangan lupa Review-nya yah !
