Akhirnya… =3=
Yosh, lanjut
Hetalia © Hidekaz Himaruya
Story of Evil © Mothy (Akuno-P)
Eniwei, saya ga tau "Evil" itu berarti 'jahat' atau 'iblis', jadi…
Kau sang pangeran, aku pelayanmu.
Takdir menyedihkan memisahkan kita berdua.
Jika itu untuk melindungimu.
Aku akan menjadi iblis untukmu.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
-Hari kelahiran-
"Pangeran kembar telah lahiir!" teriak para rakyat di negeri tersebut.
Sang lonceng gereja pun memberkati mereka berdua.
Namun…
"Yang kalah kertas-gunting-batu harus menjadi pelayan." kata sang ratu.
"Eh?" Tanya kedua anak kembar tersebut.
"Kalau begitu, kertas-gunting-batu!" teriak kedua anak kembar tersebut.
Dan…
"Horeee! Aku menang!" teriak Alfred.
"Aku kalaaahhh!" teriak Matthew.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"…Aku hanya ingin burger menjadi makanan khas negeri kita…" pinta Alfred suatu hari, "Kenapa tidak ada yang mengerti perasaanku…"
Beberapa saat kemudian…
"Tuan! Ayo kita cari burger terenak!" ajak Matthew.
"Matt! Kamu memang yang terbaik!" teriak Alfred.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Hei, untuk melindungimu, aku akan menjadi iblis, kau tahu?" ungkap Matthew suatu hari.
"Jadi?" Tanya Alfred, "Apakah kau akan berubah menjadi iblis atau semacamnya?"
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Di negeri tetangga…
"Biirr~" nyanyi Gilbert (?) riang.
"Bir itu… sangat aneh…" batin Matthew.
"Ada yang sedang jatuh cinta~" ucap Gilbert.
"Ketahuan?" teriak Matthew.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Bir negeri tetangga… sangat berbau…" ucap Alfred beberapa hari kemudian.
Kemudian…
"Gil! Serahkan semua birmu sekarang!" perintah Matthew.
"Apa?" Tanya Gilbert.
-Gudang istana-
"Uuhh… Kenapa air mataku tak mau berhenti…" keluh Matthew.
"Mataku terkena cipratan bir…"
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Oke Matt, apa snackku hari ini?" Tanya Alfred.
"Snack anda hari ini adalah…
French Fries."
"Kubilang keluarkan brioche!" teriak Alfred marah-marah.
"Maaaaffff!" teriak Matthew.
"Yah, ini bukan salah French fries-nya bukan?" Tanya Alfred saat akhirnya dia menyantap French fries tersebut.
"I-Iya sih…" jawab Matthew.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Kembalikan vodka-kuu! KolKolKol…" teriak Ivan dari luar istana.
"Berhenti memanggilku idiot!" teriak Arthur.
Matthew hanya menonton para rakyat saudaranya mengamuk di jendela istana.
Dia pun mengambil tindakan.
"Ini, tuan, cepat pakai bajuku." bisik Matthew seraya melepas bajunya.
"Kalau itu sih tak masalah, tapi aku khawatir masalah ukurannya…" bisik Alfred.
"Tidak apa-apa, kita adalah saudara kembar, tidak akan ada yang menyadari." jawab Matthew secara yakin.
"…Kau hanya ingin berpakaian sebagai pangeran, bukan?" Tanya Alfred.
"…Iya." jawabnya.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Aku sang pangeran, kau seorang pelarian.
Takdir pedih memisahkan kita berdua.
"Aku ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi pangeran." bisik Matthew tenang.
"Kita mempunyai darah yang sama, lagipula."
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Waktu eksekusi adalah jam 3 sore.
Dan waktu itu akan semakin dekat.
Matthew dibawa ke arah guillotine.
Tanpa mempedulikan wajah saudaranya di antara penonton.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Akhirnya waktu itu datang.
Dengan wajah (sangat) terpaksa, dia tersenyum, dan berkata:
"Ara, oyatsu no jikan dawa"
"Ini French friesmu."
"Eh?"
"Kena kau!"
Para rakyat bersorak-sorak karena telah berhasil mempermainkan pangeran tercinta mereka.
"Apa ini…" batin Matthew.
"Matt!" panggil Alfred seraya berlari ke arah guillotine.
"Alf!" teriak Matthew.
"Katanya, ini hanya main-main." lapor Alfred.
"Tapi, jika kita terlahir kembali…" harap Matthew, "Mari bermain bersama lagi."
"Tentu." jawab Alfred.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Kebanyakan memakan burger akan menumpuk lemak dalam tubuh dan menyebabkan obesitas." nasihat Ivan.
"Maafkan kami…" ucap dua saudara tersebut.
Selesai! Tungguin Regret Message-nya! Dan berhubung sang pelayan tak mati, tak ada Re_Birthday!
Review!
