Summary : Hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh orang bodoh seperti mereka adalah jatuh cinta. Why? Karena hal itulah yg mbuat beberapa anak manusia ini terjebak dalam sebuah hubungan rumit bak benang kusut. Dapatkah mereka menemukan jalan keluarnya? Kyumin/Haehyuk/Kyuhyuk/X. GS. RnR ya n,n

A/N:

Annyeoong ! Ini chapter satunya dataaaang~ Mian kalo lama dan hasilnya mengecewakan. Sebenernya susah setengah idup bikin chapter ini karena penyesalan saya yang paling paling paling dalam. Mau tau apa? Yak, Saya nyesel bikin prolog kepanjangan. Ah, si okta genit banget sih -_- #jedukin pala ke ketek kyuhyun.

Mungkin emang chapter ini dan chapter2 lainnya bakal sedikit beda sama prolog. Tapi cuma sedikit kok, kan seiring ide yang berdatangan, mungkin juga bakal ada sedikit perubahan, hoho. Nah, buat konflik perjodohan KyuMin sendiri dan konflik yg agak berat lainnya mungkin akan dimunculkan di chap 2.

JEONGMAL GOMAWOO YAA buat yang review kemarin ^^,(review lagi dong sekarang :D) sebagian besar FB kalian udah aku add. Cuma ada beberapa akun yang gabisa aku search euy~ jadi kalo ada yang mau bermurah hati, add aku yak. Nicknya Cho Eunhee, PPnya si Kyuhyun yang lagi senyum damai indonesiaku pake jas putih. Ah, ganteng banget dah itu orang #plakoktasarap

Nah, waktunya bales review :D

Kazuma B'tomat : Kyumin ama Haehyuk ya maunya? Hehe liat nanti yaaa~ ^^ #minta ditabok. Ini udah update, thanks for review ya :D

Kirei-ka : Thankyou bibeh dibilang kocak :*. Gue 4D? enak ajee.. gue 7D kalee #jiahmakinparah. Cherrynya belom mateng bu makanya warna pink dah tuh #ngeles #pundung U~U. Btw thanks for review ya :D

Shynta : Thank you berat yaa , dibilang keren jadi malu hihihi~ *silahkan muntah* XD Untuk pairing liat nanti ya~ kemungkinan besar gak crack pair sih. Fb kamu udah aku add deh kayaknya~ thanks for review ya :D

Ceekuchiki : Sip, udah dibales pmnya ^^. Thanks for review ya :D

KyuMinRing : Okesip liat nanti yaa ^^. Thanks udah review :D

Jewelfishy : Haenya gak dianggurin kok, kan ada akuuuu~ #ngedipindonghae #diceraikyuhyun XD Fb kamu ga ketemu pas aku search. Mian ya U_U.. Btw thanks for review~ :D

KMS kyuminshipper : Bikin penasaran? Hehe gomawo ya~ Kyuhyun tetep sama Sungmin atau gak, liat nanti yoo.. huehe xD Btw thanks for review :D

haehyukshyndrom : Annyeooong yuniii~, okta imnida. Salam kenal juga ^^. Ceritanya top? Wah aku maunya beng-beng aja deh *krikjayuskrik -_-' Ditungguin aja ya ujungnya Hyukkie ama siapa. FB kamu udah di add dh kyaknya . Hehe thanks for review ya:D

Haehyuk : Pada idiot ya? Emang tuuuuh pada pentium satu semua kepalanya! *ditimpukhaehyukyumin xD Itu udah dilanjut, thanks for review ya :D

Moon Hae Rin : Kyu sama min? Liat nanti yaaa.. *senyum2gaje* XD. Gomawo ya udah di fav, gomawo juga udah review :D

Jotha Aurigth : Fb kamu ga muncul jotha-ssi. Nama Fb aku Cho Eunhee, yang ppnya kyuhyun jas putih yaa. Soal judul.. Ehm, iya aku salah pilih judul. Gara2 suka denger lagunya jadi dipilihnya itu deh buat judul. Dan pas dicari translate liriknya, huweee kenapa jadi sedih banget. Fuh, saya jadi pundung seminggu gara2 itu X_x. Mungkin nanti aku ganti deh judulnya~ Ada saran gak? #plak! Hehe thanks for review ya :D

NadKyuMin : Sorry ya kalo updatenya gak kilat :D Untuk pair liat nanti ne? Huehe thanks for review :D

Kyuhaefangirl : Sorry ya kalo updatenya gak kilat :D, ngakak bacanya? Huehe thanks for review ya :D

Kyukyu : Thankyou banget yaa, mian kalo chapter satunya gak lucu U~U. Ini udah dilanjut, thanks for review ya :D

Syahita ehs : Asyik? Hehe gomawo yaa. Udah aku add deh kayaknya fb kamu. Thanks for review ya :D

ressijewelll : annyeoong, salam kenal juga ^^. Hmm, cemburu gak yaa? *ditimpuk. Udah di add sepertinya fb kamu.. thanks for review ya :D

9yurea : Okeey ini udah lanjut. Panggil okta aja, ne? Hihi dibilang baik euy~ Fb kamu udah di add sepertinya, cek aja ya~ thanks for review :D

Lee MinMi : Annyeoong.. makasih ya udah suka sama ceritanya soal pairing liat nanti yaaa.. huehe ini udah dilanjut. Fb kamu kayaknya gak ketemu deh, ganti pp ya? Btw thanks for review ya :D

HyunMing : Yap, tergantung umin berani nyogok berapa ke aku biar kyunya gak berpaling, huehehe xD. Fb kamu udah di add kayaknya, thanks for review ya :D

RararaKyu : Iya baru awalan doang, mian ya gak kilat apdetnya ^^. Salam kenal jugaa, thanks for review ya :D

Henry Park : Waaah ada Kyuhyuk shipper satu, hehe thankyou ya dibilang lucuuu :D. Hmm liat nanti yah ujungnya Hyukkie sama siapa ^^ . thanks for review :D

Chokirakyu : makasih dibilang menarik ^^ Fb kamu udah di add sepertinya. Thanks for review ya :D

Done, sekali lagi untuk semua terimakasih ya sudah mereview.. Jangan lupa review lagiii #plaak

Enjoy ^^

oOoOo

CHAPTER ONE

Di sebuah cafe kecil bernuansa ungu muda, tampak seorang gadis bermuka jengah sedang mengetukkan jarinya di atas meja. Di depannya tergeletak beberapa gelas kosong tanda ia sudah diam di tempat itu untuk waktu yang tidak sebentar. Berkali-kali manik matanya melirik layar ponsel hitam yang tak kunjung menunjukkan tanda yang diharapkan. Beberapa menit lagi mungkin ia akan segera tewas karena bosan.

"Hosh.. Hosh.. Mian Seo-ah, lagi-lagi aku terlambat." Seorang namja dengan napas tersengal menduduki kursi kosong di depannya. Yeoja bernama Seohyun itu memutar matanya malas, ia tahu kalau namja berambut ikal itu hanya berakting . Pasti dia baru mulai berlari saat mencapai pintu depan cafe dan berlagak kelelahan seperti pelari marathon ratusan meter.

" Tadi Shindong hyung memintaku melakukan sesuatu. Jadi yaa.. begitulah~" Namja yang diketahui bernama Kyuhyun itu menggaruk tengkuknya. Tak terlihat lagi jejak kelelahan di wajah stoic-nya; memperjelas kalau yang tadi itu memang sekedar akting belaka.

'Setidaknya pertahankan aktingmu sedikit lebih lama agar meyakinkan, bodoh!'

Seohyun menahan diri untuk tidak melempar gelas kosong ke wajah Kyuhyun.

"Alasan yang sama untuk keempat kalinya. Apa kau pikir itu masuk akal?"

"Kali ini kau marah?" Namja berkemeja hitam itu memasang wajah minta ditimpuk. Dia bersikap seolah menunggu sendirian selama dua jam adalah suatu hal yang manusiawi untuk dilakukan seorang wanita setiap ada janji berkencan. Kalau biasanya Seohyun akan diam dan melupakan kemarahannya begitu saja, kali ini ceritanya kan berbeda. Gadis itu sudah tak tahan dan siap untuk meledak sekarang.

"Dua jam aku menunggu disini; sendirian dan kedinginan! Kalau mau datang terlambat setidaknya kau bisa menghubungiku dulu kan? Apa perlu menyiksaku terus seperti ini? Apa kau tidak kasihan padaku? Huh, mana mungkin. Yang ada di kepalamu itu kan cuma teman-temanmu!" Seohyun tertawa miris kala mengingat nasibnya yang tak kunjung berubah semenjak berpacaran dengan Kyuhyun. Sementara gadis itu sedang menahan tangisnya sekuat tenaga, manusia di depannya justru mulai menusuknya dengan sebuah pandangan tajam.

"Jadi maumu apa sekarang?"

Seohyun terperangah, hidungnya mulai berasap sekarang. Dengan penuh emosi tangan mungil itu mengambil sebuah gelas berisi lemon tea yang tinggal setengah dan langsung menyiramnya ke wajah Kyuhyun.

"Kita putus! Kau memang brengsek, Cho!" Seohyun menyambar tas jinjingnya dan melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang basah kuyup.

Setelah kepergian Seohyun, namja itu malah menyeringai dan mengambil ponselnya kasar. Rupanya dia sedang menghubungi seseorang sekarang.

"Yeobose–"

"YAA Noona! Gara-gara kau dan Shindong hyung mengajak nonton DVD aku jadi lupa kalau hari ini ada kencan. Barusan Seohyun marah dan minta putus. Parahnya lagi, gadis manja itu juga menyiramku dengan teh segala. Ah, kondisiku mengenaskan noona! Kau harus tanggung jawab! Cepat jemput aku di cafe miracle sekarang!" Entah hilang kemana sosok Kyuhyun yang dingin bagaikan es tadi. Kalimat omelan sepanjang itu saja ia semburkan dalam satu kali napas. Sungguh hebat bukan?

"HUAHAHA~ Kau disiram teh? Selamat ya~ aku turut bahagia. Eh, aku tidak bisa menjemputmu, Kyu. Aku akan pergi dengan Jongwoon oppa sebentar lagi."

"Lalu Shindong hyung?"

"Dia sedang sibuk tertawa sekarang, jadi tidak bisa juga."

Kyuhyun mendengus.

"TIDAK MAU TAHU POKOKNYA JEMPUT AKU SEKARANG ATAU KALIAN AKAN MATI!~"

"Aish berisik sekali! Arrasseo,aku segera kesana!"

oOoOo

Di sudut lain kota Seoul

"Namamu Lee Sungmin?"

Gadis berpenampilan serba pink itu mengangguk canggung. Mata kelincinya berkelana kesana-kemari untuk menghindari benturan langsung dengan tatapan intens seorang pria tampan di sampingnya. Yak, ini adalah hari pertama Lee Sungmin di universitas dan sepertinya dia sudah mendapat seorang 'pengganggu' sekarang.

"Aku Jungmo. Kau pindahan dari Jepang kan?"

Lagi-lagi hanya sebuah anggukan. Sungmin bergerak gelisah, lidahnya terasa kelu. Kepalanya dipenuhi sugesti kalau setiap kata yang akan meluncur keluar dari mulutnya pasti salah dan akan menimbulkan kesan buruk terhadapnya. Maka dari itu Sungmin lebih memilih bungkam dan gemetar ketakutan. Tanpa gadis itu sadari keningnya sudah dibasahi keringat dingin sekarang.

"Hei, kau kenapa? Apa kau sedang sembelit? Kalau kau masih belum tahu letak toilet aku bisa mengantarmu kesana." Jungmo bertanya hati-hati. Pasalnya wajah anak baru di sampingnya ini benar-benar memprihatinkan. Dia seperti sedang tersiksa akan sesuatu, dan harusnya Jungmo sadar kalau "sesuatu" yang menyiksa Sungmin adalah dirinya sendiri dan tatapannya yang begitu mengintimidasi.

"ANNIYO~" Teriakan Sungmin melengking, membuat banyak mata di sekitarnya tertuju pada satu titik dimana dia berada. Sungmin pun menunduk minta maaf ke sekelilingnya dengan wajah merah padam.

"Aku.. aku tidak.. aku tidak sembelit, Jungmo-ssi. Aku hanya-" Sungmin berhenti bicara saat Jungmo menangkap tangan mungilnya. Namja itu kini sedang memandangi cincin pink kecil yang melingkar di jari manisnya.

"Cincinmu manis. Apa ada artinya?" Sungmin langsung menggeleng setelah menarik kasar tangannya dari genggaman Jungmo.

"Yaa! Kau itu kenapa sih? Tanganmu dingin dan kau gemetar. Kau terlihat ketakutan seperti mau dirampok. Apa aku se-menyeramkan itu ya? Padahal aku cuma mencoba bersikap ramah dan menjadi temanmu."

"JaJangan mengangguku.." Salah! Bukan itu yang sebenarnya ingin Sungmin ucapkan. Tapi ia tak punya cara lain agar lelaki itu mau membiarkannya sendiri. Kepala gadis kelinci ini benar-benar kosong sekarang.

"Mwo? Cih, dasar! Wajahmu manis tapi kelakuanmu sombong sekali, Sungmin-ssi!"

Hati yeoja itu tertohok. Sombong katanya? Sungmin bukannya tidak mau beramah-tamah terhadap sekitar, tapi masalahnya memang ia tidak bisa. Sungmin tidak dianugerahi keterampilan untuk itu.

"Bubukan seperti itu maksudku. Tapi.. tapi.. Ah, sudahlah!" Sungmin menyerah. Ia memasukkan semua buku dan peralatan tulis lain yang sudah ia siapkan untuk memulai pelajaran dengan tergesa. Melihat hal itu Jungmo jadi heran setengah mati dan melupakan aksi ngambeknya.

"Kau mau kemana?"

"Aku mau pulang."

Setelah mejanya bersih, Sungmin melangkah keluar kelas dengan buru-buru. Tak ia hiraukan sang dosen yang berpapasan dengannya di depan pintu. Satu-satunya hal yang ada di kepala Sungmin saat ini adalah rumahnya.

'Eomma.. Aku mau kuliah online sajaaaa!'

oOoOo

*Hyukkie pov*

Depan apartemen Shindong.

"Sekali lagi mianhae Hyukkie-ah, kau pasti bisa mendapatkan namja yang lebih baik dari oppa nanti.. Sekarang masuklah, kau bisa kena flu kalau terlalu lama di luar."

Dia mengusap rambutku sebelum kembali masuk ke mobilnya dan pergi. Udara di luar memang sedang dingin-dinginnya sekarang, bahkan mungkin sebentar lagi akan turun salju. Tanpa sempat merutuki audi hitamnya yang semakin menjauh, aku pun segera masuk ke apartemen Shindong oppa yang kode pintunya sudah kuhapal di luar kepala. Sesampainya di ruang tengah, sudah ada dua namja yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Aku pun melempar tas jinjingku ke sembarang arah dan membanting bokong di atas sofa sambil menghela napas berat.

"Bagaimana hari ini?"

Shindong oppa bertanya sambil menghayati kunyahan keripik kentangnya. Sedangkan Kyuhyun masih memelototi PSPnya di atas lantai dengan kaki bersila. Lagi-lagi aku menghela napas. Mendengar pertanyaan barusan membuat dadaku tambah sesak, bahkan mataku mulai memanas sekarang. Aku hanya diam, takut kalau membuka suara nanti air mataku malah meluncur keluar. Mungkin karena suasana yang mendadak hening, Kyuhyun meletakkan PSPnya dan mulai ambil posisi di sampingku. Aku berani bertaruh kalau anak ini pasti mau menggodaku. Aish, andai saja telinga bisa dilepas-pasang seperti kaki barbie, pasti telingaku sudah kucopot sekarang.

"Auranya muram sekali. Gagal lagi eum?"

Benar kan dugaanku, mulut Kyuhyun memang beracun. Aku men-deathglarenya tanpa berniat buka mulut sedikitpun.

"Kali ini apa lagi kisahmu? Ayo cerita, noona! Kebetulan aku sedang butuh hiburan."

Anak ini memang minta dilempar sendal! Menyebalkan sekali ucapannya itu, menjadikan kisah sedihku sebagai hiburan? Aigoo.. Tapi melihat Shindong oppa yang merapat ke arah kami dengan antusias, kurasa aku memang harus membuka mulut sekarang.

"Kelakuannya itu aneh sekali, rasanya aku seperti sedang mengencani pasien keluaran rumah sakit jiwa. Kalian tahu? Saat di kedai kemarin bahkan dia menantangku lomba makan jajangmyeon lewat hidung. Bukannya itu sinting? Ah, pokoknya dia itu terlalu mengerikan, makanya aku pergi."

Aku bicara sekenanya, berharap racauanku barusan bisa membuat mereka paham akan kondisiku lalu diam. Tapi sepertinya aku salah, karena mulut Kyuhyun sudah membulat sempurna sekarang.

"Tidak mungkin begitu! Dari awal kalian bertemu kan sudah kubilang berkali-kali kalau Kim Jongwoon itu aneh! Peliharaannya saja kura-kura! Tapi waktu itu kau tidak peduli dan tetap melakukan pendekatan dengannya. Kalau tiba-tiba sekarang kau bilang dia aneh, itu mencurigakan sekali, noona!"

Shindong oppa mengangguk sambil membuka bungkusan keripik kentang yang baru. Mereka mungkin benar-benar penasaran sekarang, mengingat pagi tadi aku sangat bersemangat untuk sesuatu yang kubilang 'kencan' hari ini. Baiklah akan kuceritakan yang sebenarnya, kalau dengan mereka berdua mana pernah aku bisa bohong? Itu sangat mustahil mengingat kami sudah saling mengenal dan bersahabat sejak kecil. Aku berdehem sebentar sebelum membuka suara.

"Dia.. Dia.. Dia lebih memilih temannya yang bernama Kim Ryeowook itu dibanding aku.." Suasana tiba-tiba sunyi, mungkin mereka sedang prihatin denganku. Tetapi entah kenapa tiba-tiba emosiku malah mendidih tidak karuan.

" HAISH! MENYEBALKAN SEKALI SI KEPALA BESAR ITU! DIA PIKIR UNTUK APA MENDEKATIKU KALAU UJUNGNYA BEGINI! DASAR BODOH! BODOH! BODOH! HUWEE~"

Srakk!

Aku menendang tas Kyuhyun yang tergeletak di lantai sambil terisak dan melempar beberapa bantal sofa yang ada di sampingku ke arah TV besar milik Shindong oppa. Melihat tasnya bergeser jauh secara mengenaskan, Kyuhyun mendelik angker ke arahku.

"HIYAAA NOONA~ KENAPA HARUS MENENDANG TASKU SEGALA? KALAU SAMPAI KASET LIMITED EDITIONKU HANCUR KUBUNUH KAU!" Kyuhyun menunjuk-nunjuk mukaku dengan penuh emosi, sedangkan aku menahan diri untuk tidak menggigit jari telunjuknya yang mengacung persis di depan mataku.

"Kyuu, aku sedang patah hati begini kenapa kau masih tega? Hiks.. Lagipula siapa suruh tasmu ada disitu.. Hiks.."

"TIDAK PEDULIII! KASETKU HANCUR = KAU TAMAT, NOONAA!"

"Kyuuuuu~~"

"Aigoo, Hyukkie-ah.. Berhentilah bersikap seolah kau akan mati bulan depan. Tanpa dicari pun nanti pasti ada namja baik yang menghampirimu. Tenang saja sih! Dan Kyuhyun, tutup mulutmu atau kau akan dinner dengan 'ini'!"

Shindong oppa menunjukkan kepalan tangannya yang besar ke arah Kyuhyun yang langsung bungkam dalam sekejap. Aku sendiri hanya bisa sesenggukan dengan napas tersengal. Ah, mengamuk sepertinya bukan ide yang bagus untuk dilakukan. Lalu aku harus apa sekarang? Mabuk berat lalu menceburkan diri ke sungai Han? Cih, kampungan sekali. Lebih baik aku mengajak Kyuhyun mabuk bersama lalu mendorongnya masuk ke jurang. Kurasa itu tiga strip lebih baik dibanding ide sebelumnya.

"Apa yang salah dengan nasibmu, noona? Setiap berkencan bukannya mendapat kekasih, selalu saja mantan-calon-kekasih yang kau dapat. Sekedar informasi, ini sudah kegagalan ketujuh dalam bulan ini. Wah,kau bisa dapat rekor kalau begini terus. Daebak!"

ANAK INI MEMANG SETAN! Dia bersikap seolah kehidupan asmaranya sendiri berjalan semulus jalan tol. Memuakkan!

"Kau.. Kau.. Kau mau mati YA? Mati kau! Mati! Mati!"

Aku memiting lehernya sambil menggetuk kepalanya berkali-kali; tanpa peduli raungannya yang meminta pengampunan. Cih, rasakan! Ini hukuman untukmu, setan!

Hyukkie pov end

oOoOo

Lotte Dept. Store

"Hmm.. Yang ini warnanya menarik, Kyuhyun pasti lucu kalau memakainya. Hihihi~ baiklah, aku ambil yang ini saja."

Sebuah celana pendek berwarna pink cerah ditarik dari dua arah berlawanan. Saat kedua pasang mata itu membentur satu sama lain, keduanya membelalak hebat.

"Ommo, Kau.. Park Leeteuk kan? Yang waktu itu aku antar operasi hidung saat SMA dulu?"

Hening sejenak.

"YAA! Sekarang margaku Lee, Cho Heechul!" Leeteuk sweatdrop, lalu entah apa yang lucu kedua yeoja paruh baya itu langsung tertawa heboh.

"Maklum saja kalau aku lupa, ini kan sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu!"

"Ne, kau benar. Terakhir kita bertemu waktu kau sedang hamil tua dan anakku masih berumur dua tahun. Tempatnya di taman, tepat sehari sebelum aku pindah ke Jepang. Iya kan?"

Leeteuk meringis kala mengingat pertemuan terakhirnya dengan sang teman lama. Waktu itu, saat Leeteuk dan Kangin mengajak gadis kecilnya ke taman kota, mereka terperangah melihat seorang yeoja dengan perut super buncit sedang tertawa girang di atas ayunan. Di belakangnya tampak seorang namja yang mengayun yeoja itu dengan tampang cemas setengah mati. Dalam hitungan detik Leeteuk langsung tahu kalau yeoja hamil itu adalah Heechul. Apalagi saat dia terus berteriak minta diayun lebih kencang. Di dataran Korea ini tidak ada yang level ketidakwarasannya melebihi Kim Heechul, begitu pikirnya. Dan yang paling membekas di pikiran Leeteuk adalah fakta bahwa pertemuan itu berakhir dengan Sungmin yang menangis keras karena tidak mendapat giliran main ayunan.

"Ah benar, kelinci manis yang berebut ayunan denganku waktu itu. Dia masih hidup kan?"

Dan Leeteuk pun menahan diri untuk tidak menyambar kepala Heechul dengan tas mahalnya.

"Tentu saja masih! Anakku tumbuh jadi gadis yang luar biasa cantik sekarang, persis seperti eommanya. Anakmu bagaimana? Yeoja ya?" Mengingat tadi mereka sempat mengambil celana pink yang sama, wajar saja kalau Leeteuk menebak gender anak Heechul itu yeoja.

"Eh? Anakku namja tau! Teuki-ya, bagaimana kalau mengobrolnya kita lanjutkan di cafe saja? Sudah masuk jam makan siang kan sekarang? Kajja!"

Heechul menarik tangan Leeteuk sambil tertawa ramai. Oh, lihatlah.. Mereka sudah seperti dua gadis remaja yang sedang kasmaran saja.

"Eh chakkaman.." Heechul berhenti di tengah jalan, sedangkan Leeteuk menatapnya bingung.

"Celana yang tadi, untukku saja ya?" Sesaat setelah Leeteuk mengangguk, Heechul langsung melesat ke dalam toko tadi guna mengambil celana untuk Kyuhyun-nya.

oOoOo

Di Ruang Latihan Flawless University.

"Si Kepala besar yang biasa mengawalmu mana?"

"Jong Woon? Dia mati!"

Hyukkie menjawab pertanyaan tak penting itu tanpa selera. Gadis itu memang sedang dalam status berbahaya sekarang. Karena tak ingin menanggapi Donghae lebih lanjut, yeoja berkaus putih longgar itu pun menyingkir ke pojok ruangan tempat dimana tasnya berada. Dia mengambil sebotol air dan menenggaknya.

"Mati? Lalu yang tadi bermesraan dengan gadis mungil di parkiran itu bukan dia ya? Ah, apa mungkin aku salah lihat?"

"Pergilah!"

Ternyata Donghae tak menyerah. Walaupun Hyukkie terus menyingkir, namja yang sedang berkeringat deras itu terus saja mendekatinya tanpa takut dicakar.

"Kudengar mereka pacaran ya? Lalu nasibmu bagaimana? Apa kau dicampakan?"

Kesabaran Hyukkie menipis. Hampir saja ia melempar botol ke muka Donghae kalau saja namja itu tak menghindar.

"Apa itu urusanmu? Hei Lee Donghae-ssi, menjauhlah dariku! Keringatmu bau amis tau!"

Donghae tertawa setan, setelah itu dia malah mengibaskan kausnya secara menggila ke arah Hyukkie. Ya, namja itu memang hanya memakai kaus slaveless hitam sekarang. Tidak seperti anggota klub lain –yang sedang mimisan melihat otot bisep Donghae– Hyukkie hanya bisa menggeram kesal dengan kepala berasap. Kalau saja pelatih mereka tidak segera masuk, mungkin Hyukkie sudah melepas kaus kakinya dan menyumpalkannya ke mulut besar Lee Donghae sampai anak itu muntah.

"YA! BERHENTI BERCANDA! Sekarang waktunya kalian menunjukkan koreo ciptaan sendiri yang sudah kusuruh minggu kemarin!"

Donghae yang menjabat sebagai ketua klub merasa terpanggil. Ia memakai kausnya lagi kemudian maju dengan sukarela. Tak lama ia pun mulai melenggokkan tulang lunaknya mengikuti irama. Setelah selesai, tepuk tangan riuh memenuhi ruangan itu.

"Sekarang kau, Hyukkie-ssi!"

Gadis yang sedang mencepol rambutnya itu terlonjak kaget. Ia menatap ke sekelilingnya dengan pandangan horor.

"Pelatih, aku akan menunjukkannya minggu depan. Kalau sekarang aku tidak bisa."

Bisikan tak enak mulai memenuhi ruangan berlantai kayu itu. Sang pelatih menggelengkan kepalanya melihat wakil ketua yang melalaikan tugas.

"Kau belum membuat koreonya?" Pelatih mulai menyelidik Hyukkie dengan nada tak enak.

"Tentu saja sudah! Hanya saja–"

"Kalau sudah ya cepat tunjukkan pada kami! Jangan bersikap seperti anak baru, ibu-wakil-yang-terhormat!"

Donghae memotong penjelasan Hyukkie yang belum selesai, membuat gadis itu mem-poutkan bibirnya kesal. Hyukkie menghujani sumpah serapah ke namja ikan itu dalam hati. Perlahan ia mulai bangkit dari duduknya dan memutar backsound dari tape besar hingga lagu itu menggema ke seluruh ruangan. Hyukkie pun mulai menggerakkan badan seadanya sampai lagu itu selesai. Beberapa tepuk tangan ia dengar setelahnya. Ya, hanya beberapa tepuk tangan formalitas.

"ASTAGA! Barusan itu apa? Kenapa kaku sekali? Mengerikan!" Donghae berujar tanpa peduli wajah Hyukkie yang merah padam. Pelatih mulai menghampiri yeoja manis itu dan menepuk bahunya pelan.

"Tidak biasanya kau seperti itu. Ada apa, Hyukkie?"

"YA! Pelatih, kenapa Hyukkie tidak dimarahi?"

Gadis itu mendongak, di samping pelatih yang mendadak-baik-hati itu bisa ia lihat tampang Donghae yang benar-benar minta diludahi.

"Sudahlah kalau pelatih tidak bisa biar aku saja. Hei Lee Hyukkie, kau kena rematik ya? Atau semalam kau habis tidur di kulkas sampai badanmu jadi kaku begitu?"

"Aku–"

"Ah, kurasa kau punya penyakit osteoporosis. Kusarankan cepatlah ke dokter atau–"

"AKU HANYA SEDANG DATANG BULAN, IKAN BRENGSEK! Lagipula ini baru hari pertama, apa kau pikir aku masih bisa bergerak dengan celana penuh seperti ini?"

Sunyi, senyap, mendekam.

" Kenapa diam? Kau mau bukti? Perlu aku usapkan ke wajahmu yang menyebalkan itu? HAH?"

Masih sunyi. Bahkan pelatih mereka tak berkedip mendengar ucapan frontal dari mulut Hyukkie. Saat baru saja Donghae mau membuka mulut, Hyukkie sudah bergegas mengambil tasnya dan melangkah pergi. Tapi sebelum benar-benar keluar, Donghae melancarkan serangan terakhirnya sampai gadis itu berhenti sejenak di depan pintu.

"Hyukkie-ssi!"

"APA LAGI!"

"Celanamu.. tembus."

Secara refleks kedua tangan Hyukkie bergerak menuju bokongnya guna menutupi bercak merah yang bertengger disana. Dengan rasa malu yang menggumpal, yeoja itu kembali melangkah keluar dari ruangan terkutuk itu sambil tak hentinya mengumpat dalam hati.

BANG!

Pintu ruangan itu pun menjadi korban kesekian dari keganasan seorang Lee Hyukkie yang sedang PMS.

oOoOo

Starbucks cafe

"Otte? Anakku yeppeo kan?" Heechul mengangguk sambil tak lepas memandangi ponsel Leeteuk yang memajang wajah aegyo Sungmin.

"Dia lebih pantas jadi anakku, Teuki-ya. Hahaha~"

Alis Leeteuk merengut, ia hanya bisa menyesap ice coffe nya tanpa berniat menanggapi ucapan asal yeoja tersebut. Leeteuk lalu meraih ponsel merah Heechul yang tergeletak di atas meja. Alisnya tambah berkerut saat ia hanya menemukan foto-foto anak kecil di dalam sana.

"Di ponselku hanya ada foto Kyuhyun waktu umur delapan tahun. Semakin besar wajah anak itu jadi tidak lucu lagi. Kalau kau mau lihat mukanya yang sekarang buka saja cyworldnya. Eh tapi.. alamatnya apa ya? Ommo, aku lupa Teuki-ya. Sudahlah, biar nanti kukenalkan langsung saja, ne?"

'HUBUNGAN ANAK-IBU MACAM APA INI?'

Batin Leeteuk menjerit. Ia sangat heran, kenapa temannya yang satu ini tidak pernah berubah dari dulu. Tapi Leeteuk memilih tidak peduli dan mulai memakan steak pesanannya. Suasana mendadak hening kala Heechul diam dan fokus dengan ponselnya. Ah, rupanya dia sedang menelepon seseorang.

"Yoboseyo.. Kyuhyun-ah! Eodikka? Kau sedang sibuk tidak? Ah, pasti tidak kan? Yasudah, ppali jemput eomma di starbucks depan supermarket!"

"YA! Eomma sok tahu, aku sedang di kampus! Lagipula eomma ke sana pasti bawa mobil kan? Kenapa harus merepotkanku segala?"

Heechul mendengus sebentar.

"Ada yang ingin kukenalkan padamu. Cepat kesini atau PSPmu kubakar!"

"Aku bisa beli yang baru, eomma."

"Baiklah, kalau begitu uang jajanmu akan kupotong, lalu kau tidak boleh makan masakan rumah. Mobilmu kusita, handphonemu kubuang, credit card mu kubekukan. Otte?"

"Arasseo~ aku segera kesana."

Bip

Heechul menyeringai setan, sedangkan Leeteuk hampir mati tersedak mendengar perkataan temannya barusan. Satu kata untuk Heechul, Mengerikan!

oOoOo

Di taman kampus Flawless University

"Arasseo~ aku segera kesana."

Bip.

Kyuhyun menghela napas berat sambil memandangi sosok yeoja yang masih sesenggukan di depannya. Sudah hampir lima belas menit yeoja ini menangis dan sampai sekarang tidak ada tanda-tanda kalau dia mulai lelah. Hufh, Kyuhyun yang menontonnya saja dehidrasi.

"Noona, geumanhae. Masa gara-gara ikan itu kau menangis begini? Bukannya itu berarti kau kalah?"

"Hiks~ tapi ikan itu benar-benar sialan, Kyu.. Eh, tadi umma-mu minta dijemput ya? Hiks.. Sudah sana pergi kalau masih mau hidup besok. Hiks~"

"Mana bisa kalau kau masih labil begini. Berhenti menangis dulu baru aku bisa pergi. Haish, Shindong hyung kemana sih?"

Hyukkie menarik napasnya dalam-dalam. Gadis itu langsung mengusap pipinya yang basah.

"Aku begini karena hormonku yang sedang tidak stabil. Sudah sekarang pergi sana! Aku sudah berhenti menangis kan?"

"Senyum dulu!" Hyukkie langsung menarik bibirnya ke samping, membentuk sebuah senyuman manis. Sangat kontras dengan kedua matanya yang merah dan berair.

"Kurang kebar!"

Hyukkie kembali menarik bibirnya, kali ini sedikit lebih kuat.

"Sedikit lagi!"

"Masih kurang!"

"Sedik-"

"YAA! Kau mau bibirku sobek ya?" Namja di depannya terkekeh geli, sedangkan Hyukkie cemberut sempurna.

"Belum senyum namanya kalau gusimu belum terlihat, hehehe. Yasudah, awas kalau menangis lagi!" Kyuhyun memandangnya tajam.

"Geokjongma! Pergilah~!"

Kyuhyun mengangguk lalu berjalan meninggalkan taman itu. Kalau bukan karena ancaman eommanya yang kelewat ekstrim, Kyuhyun pasti takkan mau repot-repot menjemput orang yang sudah bawa mobil sendiri.

Seusai kepergian Kyuhyun, senyuman Hyukkie langsung luntur seketika. Matanya merah lagi dan mulai memproduksi air seperti beberapa menit yang lalu. Ya, yeoja itu memang tertunduk dan menangis lagi. Entah apa alasannya, tapi setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Saat dimana saking kesalnya terhadap seseorang sampai hal yang bisa dilakukan –selain memutilasi orang tersebut– hanyalah menangis.

Puk puk

Hyukkie merasakan sesuatu menepuk kepalanya lembut. Saat ia mendongak, seorang namja sedang melempar senyuman sejuta watt ke arahnya.

"Jangan menangis, nona manis~"

"Zhou– Zhoumi?"

" Wah senangnya kau masih mengingatku, hehehe. Apa kabar Lee Hyukkie?"

oOoOo

Di Kediaman KangTeuk

Suasana di rumah KangTeuk malam ini sungguh memprihatinkan. Di ruang tengah tampak seorang yeoja sedang menangis tersedu-sedu di pelukan namja besar yang merupakan suaminya. Beruntung anak gadis mereka sedang tertidur, kalau tidak pasti dia akan menyangka kalau sang eomma menangis karena rumahnya akan disita atau masalah berat lainnya.

"Hiks~ Eottokhe yeobo? Aku takut nanti terjadi sesuatu pada uri Sungmin. Huhuhu~"

Ya, Leeteuk memang sedang paranoid sekarang. Sampai hati ia menyesali keputusannya yang menerima ide gila dari sang teman lama. Tadi siang, sesaat setelah Kyuhyun disuruh pergi lagi oleh eommanya, Heechul mengajak Leeteuk untuk menjodohkan anak mereka. Melihat Kyuhyun yang tinggi dan tampan tentu saja Leeteuk tergiur dengan tawaran tersebut. Belum lagi saat Heechul menceritakan bakat anaknya yang bersuara emas dan berotak jenius, pasti Kyuhyun akan sangat cocok dengan Sungmin. Oleh karena itulah Leeteuk menerima tawaran Heechul.

Bencana baru muncul setelah ia sampai di rumah. Perasaan tak enak mulai menggerayangi kepalanya.

Bagaimana kalau nanti Kyuhyun tidak bisa menerima keadaan Sungmin yang 'agak' berbeda? Bagaimana kalau Sungmin justru akan diabaikan oleh keluarga tersebut? Bagaimana kalau saat mereka bertengkar nanti uang bulanan Sungmin akan dipotong, lalu mobilnya disita, ponselnya dibuang, dan credit cardnya dibekukan?

ANDWAE!

"Yeobo.. Sepertinya aku mau pingsan."

"Geokjongma yeobo-ya~ Semua yang kau takutkan tidak akan terjadi. Kalau perlu aku siap pasang badan untuk melindungi anak kita. Tidak ada salahnya kan kalau dicoba dulu? Siapa tahu mereka memang cocok."

"Menurutmu begitu? Ah, kalau begitu baiklah. Tapi kita tunggu beberapa hari dulu ya sebelum mempertemukan mereka. Batinku juga perlu persiapan lebih sepertinya."

"Ne, terserah kau saja. Sekarang berhenti menangis ya?"

Kangin kembali mengusap kepala istrinya yang masih gemetar. Ya, mereka memang berlebihan.

oOoOo

_SKIP TIME_

"Cih, dasar playgirl! Baru beberapa hari ditinggal si kepala besar sekarang sudah lengket saja dengan tiang listrik!"

Donghae seperti bicara pada angin. Pria berkemeja kotak-kotak itu memang sengaja melengos di depan sepasang manusia yang sedang duduk berduaan di taman kampusnya. Hyukkie memutar matanya malas, ia tahu kalau ucapan pedas ikan tengik itu ditujukan padanya. Yeoja itu lalu berteriak keras sampai Donghae yang sudah beberapa meter jauhnya berhenti melangkah.

"Urusi saja urusanmu sendiri tuan ikan! Yoona, Jessica, Yuri, dan berlusin-lusin yeojamu yang lain bahkan terlantar mengenaskan sekarang. Apa kau lupa, hm?"

Donghae mendengus sebentar lalu kembali melangkah pergi dengan kaki yang dihentakkan keras. Hyukkie pun tersenyum lebar merayakan kemenangannya.

"Kau mengenalnya?" Tanya Zhoumi yang langsung melunturkan cengiran lebar Hyukkie dalam seketika.

"Eh, tidak terlalu. Dia hanya kotoran bandel yang susah dibersihkan. Yang bisa dilakukannya setiap hari hanya mengangguku. Menjengkelkan!" Tanpa sadar Hyukkie memajukan bibirnya, membuat pria berkacamata disampingnya mengulum senyum.

"Lalu... dia mengira kita pacaran ya?"

Blush.

Entah kenapa wajah Hyukkie memanas. Memang belakangan ini dia selalu menghabiskan waktu bersama teman SMA yang dulu sempat dekat dengannya, Zhoumi. Hubungan mereka saat itu tidak mengalami peningkatan karena namja dengan tinggi di atas rata-rata itu harus kembali ke China. Hyukkie sempat kecewa karena Zhoumi hanya memberitahukan kepergiannya lewat sebuah pesan singkat. Tapi sekarang, pria itu kembali dan kebetulan universitas yang dipilihnya sama dengan tempat Hyukkie menimba ilmu. Belakangan ini Zhoumi terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan yeoja manis itu hingga rasa kecewa yang mengendap di hati Hyukkie perlahan luntur dan menghilang.

"Mollayo~ Dia itu hanya ikan gila. Kalau percaya ucapannya itu berarti kau juga gila seperti dia."

Zhoumi tertawa renyah dan mengusap kepala Hyukkie lembut, membuat wajah yeoja itu memerah sampai ke telinga. Hyukkie yang salah tingkah hanya bisa menyesap coffe cream-nya dengan tergesa.

"Salah tingkah ya nona?"

Hyukkie menoleh ke arah namja di sampingnya yang masih tersenyum. Melihat ada sedikit krim tersisa di sudut bibir Hyukkie, tangan Zhoumi bergerak untuk mengusapnya lembut. Membuat gadis itu kaget setengah mati dan–

Bruush~

YHHAAAK~!

–memuncratkan semua cairan yang ada di mulutnya ke kemeja biru laut milik Zhoumi.

"Hiyaaa mianhae. Kau mengagetiku sih!" Racau Hyukkie sambil membersihkan kemeja di badan Zhoumi dengan tissue. Sedetik kemudian tangan gadis itu tidak bisa bergerak, karena dikunci oleh tangan besar Zhoumi yang menangkupnya. Hyukkie pun memandang wajah Zhoumi takut-takut.

"Tanggung jawab! Kau harus ikut ke apartemenku sekarang." Zhoumi kembali tersenyum lembut, sedangkan Hyukkie hanya bisa membalasnya dengan tatapan bingung.

'Ke apartemennya? Untuk apa? Memang apa hubungannya kemeja kotor dengan aku yang harus main ke sana?'

Sementara batin Hyukkie sedang sibuk sendiri, tangan mungilnya sudah ditarik Zhoumi masuk ke dalam mobil dan meluncur ke apartemen pria tersebut. Tak disadarinya seulas senyum mencurigakan yang terpatri di wajah Zhoumi. Sebenarnya apa yang akan dilakukan oleh namja jangkung itu?

TBC

Ayooo di review yaaaa..

Kritik apapun diterima, asal jangan menjurus ke bashing ^^

ThanKyuu^^