Boyfriend And Bestfriend

By : Razux

Dedicated to Icha Yukina Clyne, Daiyaki Aoi, Thi3x, Kuroichibhineko dan Mochiizuki

(Thx utk dukungan kalian selama ini ^^ )

.

.

.

Disclaimer : Gakuen Alice belong to Higuchi Tachibana


Baiklah. Setelah sempat terhenti sejenak, mari kita lanjutkan lagi fic ini.

Bila cerita ini di mulai dari pagi yang sangat cerah, maka kelanjutannya, di mulai di malam yang sunyi senyap.

Tokoh kesayangan kita, Mikan Sakura a.k.a Mikan Yukihira duduk termenung di tempat tidurnya.

Dia tidak bisa menutup matanya atau dengan kata lain, dia tidak bisa tidur. Setiap kali dia menutup mata. Ucapan gosip yang tadi pagi didengarnya terus terulang di dalam kepalanya. Lalu, wajah Natsume dan Hotaru yang saling menatap bagaikan di dunia milik berdua terbayang dengan jelas.

"Tidak. Tidak. Itu semua hanya khayalanku saja. Itu tidak mungkin terjadi!" Ujarnya sambil menggeleng kepalanya dan segera berbaring sambil menarik selimut menutup badannya.

"Sudah! Tidak ada yang perlu ku pikirkan lagi! Tidur! Tidur!" Ujarnya lagi dan menutup matanya untuk tidur.

Namun, dia tidak berhasil, sebab ketakutan yang memenuhi hatinya membuat matanya terus terbuka lebar. Bagaimana jika itu memang benar? Bagaimana jika Natsume dan Hotaru benar-benar seperti yang dipikirkannya sekarang?

Aku tahu, semua pembaca sedang memikirkan satu kalimat sekarang. Yaitu "Mikan. Kau idiot sekali! Kau salah paham."

Tapi, Mikan yang tidak perlu kita ragukan lagi keidiotannya itu, mana tahu? Dan aku juga tidak mau memberitahunya. Karena itu, mari kita biarkan dia terus berpikir seperti itu hingga tidak bisa tidur semalaman untuk kelangsungan fic ini.

.XOX.

Well. Kita lanjutkan lagi fic yang aku tahu sangat ngawur ini.

Pagi pun akhirnya tiba ( Skip time yang sangat cepat, ya? ) Mikan yang tidak bisa tidur semalaman gara-gara keidiotannya sendiri bangkit dari tempat tidurnya dengan pelan.

Dia melakukan semua runititas paginya seperti biasa dan berangkat ke sekolahnya dari asramanya seperti biasanya.

Ya. Seperti biasanya. Namun ada beberapa hal yang tidak biasa, dan itu adalah :

1. Mikan tidak terlambat seperti biasanya.

2. Mikan masih sempat sarapan ( Walau bengong-bengong terus karena pikirannya penuh dengan sesuatu yang kita semua ketahui adalah sebuah kesalah pahaman ).

3. Mikan tidak tersenyum saat berjalan di koridor menuju kelasnya seperti biasanya.

Nah! Saat Mikan masuk ke dalam kelasnya. Semua penghuni kelaspun segera menolehkan kepala mereka menatapnya. Kenapa? Jawabannya :

1. Mikan tidak terseyum dan menyalami semua penghuni kelas seperti biasanya.

2. Mikan tidak berlari memeluk Hotaru yang mana artinya Mikan tidak menerima peluru Baka-gun dari Hotaru hari ini seperti biasanya.

3. Mikan tidak memberikan senyum terbaiknya yang bisa membuat siapapun tersipu melihatnya ( Penyakit lebay-ku lagi kambuh, jadi please, don't mind it. ) pada pacarnya a.k.a Natsume Hyuga seperti biasanya.

Tiga hal itupun menyebabkan beberapa hal yang tidak biasanya ( wah! Banyak sekali kata biasanya ), yaitu:

1. Suasana kelas yang biasanya ( lagi-lagi biasanya ) ribut menjadi tenang, damai dan tentram.

2. Hotaru Imai berhenti mengerjakan proyeknya.

3. Ruka Nogi berhenti mengelus Usagi, kelinci kesayangannya.

4. Natsume Hyuga berhenti membaca komiknya.

Stop! Makin lama makin ngawur fic ini. Back to main story.

Natsume, Hotaru dan semua yang ada di kelas menatap Mikan dengan penuh kebingungan.

"Ada apa, Polkadot?" tanya Natsume dengan wajah tanpa ekspresi walau sesungguhnya dalam hatinya dia sangat khawatir saat Mikan duduk di sampingnya.

Namun, bersamaan dengan saat itu juga, Hotaru yang sudah berjalan mendekati Mikan juga bertanya padanya dengan wajah tanpa ekspresi yang sama dengan Natsume "Ada apa, Baka?"

Seperti biasanya ( aku memang suka sekali pakai kata biasanya di fic ini ya? ), Natsume menatap Hotaru dengan tajam dan Hotaru membalas tatapan Natsume dengan sama tajamnya.

Semua orang yang ada di kelas, hanya bisa ber-sweat drop ria ( ini pertama kali aku pakai kata ini di ficku )melihat sikap Natsume dan Hotaru. Mengapa? Karena mereka bisa merasakan percikan api yang membara diantara mereka.

Jangan salah paham ya! Kalian memang tidak bisa melihat sebab tidak ada gambarnya. Jadi bayangkan saja gambarnya. Percikan api di antara Natsume dan Hotaru itu memang sangat membara, tapi itu bukan percikan api yang bisa menghangatkan badan. Percikan api itu adalah percikan api yang bisa membakar hangus semuanya menjadi debu dan kemudian dibawa hilang oleh angin. Dengan kata lain, itu adalah percikan api permusuhan, percikan api neraka.

Nah! Jika semuanya sudah tahu, mari kita kembali lagi ke main story.

Ops! Perlu ku koreksi tulisanku di atas. Tidak semua orang di kelas tahu itu. Ada satu orang yang tidak tahu sama sekali akan apa sebenarnya api membara yang sedang menyala di antara Blackcat dan Queen of Blackmail. Dan kurasa sudah tidak perlu ku jelaskan lagi siapa orang itu.

Ya. Orang itu adalah Malaikat dengan IQ terendah alias tokoh kesayangan kita a.k.a Mikan Sakura atau Mikan Yukihira.

Mikan yang menatap mereka berdua juga bisa merasakan api yang membara itu. Namun, ada satu perbedaan yang sangat besar. Percikan api yang dirasakannya bukanlah percikan api neraka melainkan percikan api surgawi alias percikan api yang bisa menghangatkan badan ( mungkin karena nullification alicenya kali, ya? ).

Mikan.. Mikan... Kenapa kau begitu idiot... ( Kalian semua mau bilang begitu kan? )

Ehm! Ku lanjutkan lagi.

Mikan yang tidak tahu harus berbuat apa segera menundukkan kepalanya ke bawah. Dia takut sekali, sebab dia merasa apa yang ada dipikirkannya hingga tidak bisa tidur itu adalah kenyataan ( Dasar idiot! Sorry ya, tidak tahu kenapa, aku sama sekali tidak bisa menghentikan kebiasaanku menulis kata idiot pada nama Mikan dalam fic ini ).

Natsume dan Hotaru yang melihat Mikan menundukkan kepalanya ke bawah segera menolehkan wajah mereka menatapnya.

"Ada apa denganmu, Polkadot?"

"Ada apa denganmu, Baka?"

Tanya Natsume dan Hotaru bersamaan sehingga api neraka yang sempat padam itu menyala kembali.

Mikan tidak berani mengangkat kepalanya. Dia tidak mau melihat api surgawi ( menurut penglihatannya ) di antara mereka lagi. Dia menggeleng kepalanya dengan pelan "Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa."

Mikan bukan orang yang bisa berbohong. Semua yang ada di sana tahu, dia sedang berbohong. Memangnya dia pernah berhasil membohongi orang? Tidak'kan? Terutama Natsume dan Hotaru, dua orang jenius yang sudah mengenalnya dengan baik, terlalu baik malahan.

Natsume dan Hotaru ingin membuka mulut untuk memaksanya Mikan menjelaskan apa yang terjadi padanya. Namun, belum sempat mereka bertanya guru mereka telah masuk ke dalam kelas.

Dengan sikap Natsume dan Hotaru yang kurang ajar... Eh! Salah! Maksudku kurang sopan dan tidak pernah menghormati guru. Ada guru atau tidak ada guru, itu sama saja, sebab mereka berdua sama sekali tidak mempedulikan guru mereka.

Natsume dan Hotaru tidak akan mungkin membiarkan sesuatu hal membuat Mikan kehilangan senyumnya. Mereka berdua terlalu menyukai senyum Mikan. Jadi dengan kata lain mereka tidak akan membiarkan Mikan sebelum dia menjawab pertanyaan mereka.

Mikan mungkin memang idiot. Tapi, kadang dia lumayan pintar juga ( untuk saat-saat seperti ini saja ). Dia tahu, Natsume dan Hotaru tidak akan mungkin membiarkannya sebelum dia menjawab pertanyaan mereka. Karena itulah dia akhirnya mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar menatap mereka "Benar! Aku tidak apa-apa. Aku hanya bermimpi buruk. Duduklah Hotaru, pelajaran sudah dimulai."

Well, apa menurut kalian Natsume Hyuga dan Hotaru Imai akan percaya dengan jawaban Mikan itu?

Tentu saja mereka tidak percaya. Tapi dengan kekerasan kepalanya itu. Natsume dan Hotaru tahu, Mikan tidak akan menjawab pertanyaan mereka itu dengan jujur sekarang.

Well, jika Mikan tidak mau menjawabnya, mereka akan mencarinya sendiri.

Dengan pikiran seperti itu Natsume kembali mengangkat komik ditangannya menutup wajahnya. Dan dengan pikiran seperti itu juga, Hotaru kembali ke tempat duduknya.

Jika kalian berpikir Natsume dan Hotaru akan duduk manis mengikuti pelajaran. Maka itu salah besar. Natsume duduk diam, berpura-pura tidur padahal sebenarnya sedang mengamati Mikan yang ada di sampingnya. Sedangkan Hotaru memang telah kembali ke tempat duduknya dan mulai lagi mengerjakan proyeknya seperti biasanya. Tapi, jika kau memperhatikannya baik-baik sekarang, maka kau akan melihat dia melepaskan seekor kumbang kecil temuannya untuk mengintai Mikan.

Yeah.. Dasar dua orang kurang kerjaan.

.XOX.

Kurasa para pembaca sedang berpikir apa yang akan dilakukan Mikan'kan? Nah, jawabannya mudah. Dia mau mencari kepastian atas apa yang dipikirkannya.

Caranya? Ya. Cara yang sama dengan gosip yang didengarnya itu. Melihat reaksi dari kedua orang Bf-nya ( Boyfriend dan bestfriend ).

Pertama, Mikan mencari Hotaru yang saat itu sedang memakan kepiting di kantin Middle school seorang diri.

Hotaru yang menyadari kedatangan Mikan sama sekali tidak mengatakan apapun. Dia hanya diam meneruskan makannya.

"Hotaru..," panggil Mikan pelan "Boleh aku duduk di sampingmu?"

Hotaru merasakan keanehan dari sikap Mikan. Memangnya sejak kapan dia perlu meminta ijin darinya jika ingin duduk di sampingnya? Biasanya dia akan tetap memaksa duduk di sampingnya walau dia mengusirnya.

"Ada apa, Baka?" tanya Hotaru tanpa menatap Mikan.

Mikan hanya tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Hotaru. Dengan pelan dia duduk di sampingnya.

"A-Anu... Itu... Begini... Aku... Tidak..Bukan begitu..." Ujar Mikan terbata-bata. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana memulai rencananya itu.

"Katakan langsung to the point, atau kau akan merasakan baka-gun yang sudah ku upgrade ini." Perintah Hotaru tiba-tiba sambil menyodorkan Baka-gunnya kepada Mikan ( Hei! Hei Hotaru! Dari mana kau mendapatkan Baka-gun itu? )

"NATSUME." Jawab Mikan tiba-tiba ketakutan begitu melihat baka-gun di tangan Hotaru hingga membuat semua yang ada di dalam kantin itu menolehkan kepalanya menatap Mereka berdua.

Wajah Hotaru memang tetap tenang tanpa ekspresi, tapi jika kita teliti baik-baik, kita bisa melihat alis matanya terangkat sedikit saat mendengar nama yang disebutkan Mikan itu.

"Kenapa dengan dia?" tanya Hotaru lagi.

"A-Anu.. Natsume dan aku kencan ke center town dua hari yang lalu." Jawab Mikan terbata-bata.

"Lalu kenapa?"

Semua yang ada di kantin sekarang menatap Mikan dengan penuh penasaran. Ya, siapa yang tidak akan penasaran dengan kencan pasangan paling terkenal di academy ini.

"Natsume mentraktirku Howalon dan dia mengajakku nonton film horor."

"Lalu?"

"Dia memanggilku penakut saat aku menangis ketakutan pas adegan hantunya muncul. Tapi, dia memelukku dan menghapus air mataku dengan tangannya."

Jika kita lihat baik-baik sekeliling mereka, kita bisa melihat semua murid cewek sedang menghela napas sambil membayangkan merekalah yang ada di posisi Mikan, sedangkan murid cowok hanya bisa mengigit bibir mereka mengutuk Natsume karena dia bisa melakukan itu semua kepada Mikan.

Namun, karena para murid itu bukanlah tokoh penting dalam fic ini, mari kita tinggalkan mereka dan kembali ke Hotaru dan Mikan.

Dari luar Hotaru memang kelihatan tenang dan tanpa ekspresi, namun di dalamnya, sebenarnya dia sangat marah. Memeluk Mikan dan menghapus air maatnya saat ketakutan adalah sesuatu yang dilakukannya dulu, bukan Hyuga.

"Lalu dia juga mentraktirku makan di restoran di center town, setelah itu dia mengantarku sampai di depan pintu kamar asramaku. Aku mengundangnya masuk ke kamarku sebagai ucapan terima kasih, kami mengobrol tentang film yang tadi kami nonton hingga larut malam dan tiba-tiba dia… dia…" lanjut Mikan lagi dengan wajah merah padam. Dia sama sekali tidak sanggup melanjutkan kata "Dia menciumku dan menyuruhku tidur sambil tersenyum menyeringai sebelum keluar dari kamarku"

(Ps. Para pembaca juga, jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan ya! Fic ini ratingnya T bukan M )

Nah! Wajah Mikan dan ceritanya yang tidak terselesaikan itu benar-benar mengundang kesalapahaman. Bayangkan Mikan Sakura atau Mikan Yukihira yang begini polos dan innocent itu berduaan dengan Natsume Hyuga, pacaranya yang terkenal tangkas dan selalu bergerak cepat itu ( Ku tambahakan satu lagi, selalu di panggil mesum oleh Mikan ) di dalam kamar special starnya.

Dengan kata lain, satu cewek polos dan innocent, satu cowok muda yang sedang dalam masa-masa pemberontakkan hormonnya di dalam kamar yang kedap suara dan memiliki tempat tidur king size. Di tambah perubahan sikap gadis innocent itu dan wajah merah padamnya sekarang. Menurut kalian apa yang ada dalam pikiran semua yang ada dalam ruang kantin itu?

Mulut semua yang ada di dalam kantin itu ternganga sekarang. Pikiran mereka semua sekarang setelah mendengar cerita Mikan hanya satu.

Bagi cowok "NATSUME HYUGA SUDAH MENGKLAIM MIKAN SAKURA ATAU MIKAN YUKIHIRA SEPENUHNYA."

Bagi cewek "NATSUME HYUGA SUDAH BUKAN NATSUME HUYGA MEREKA YANG DULU LAGI."

"TIDAK!"

"INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!"

"INI HANYA MIMPI!"

Inilah teriakan-teriakkan dari semua murid yang ada di dalam kantin itu. Ada yang berlari keluar sambil menangis, ada yang pingsan, ada yang menangis histeris, bahkan ada yang membenturkan kepala mereka ke tembok.

Sedangkan penyebab semua ini yang terlalu polos atau idiot itu hanya bisa menatap semua yang murid yang histeri dengan penuh perasaan terkejut dan kebingungan.

"H-Hotaru.. Ada apa dengan mereka semua?" tanya Mikan terbata-bata sambil menatap sekelilingnya.

Well, Hotaru yang baru saja tersadar dari shocknya ( Walau wajahnya tetap saja tanpa ekspresi ) begitu mendengar pertanyaan Mikan langsung menatap Mikan dengan tajam.

"Dia apa? Apa yang dilakukannya terhadapmu?" tanya Hotaru dingin dengan wajah tanpa ekspresi dan sikap yang tenang, walau matanya berkata lain. Dia sama sekali tidak bisa tenang saat membayangkan Mikan, sahabatnya yang paling dicintainya telah kehilangan kepolosan dan kesuciannya di usia begini muda oleh Natsume Hyuga alias Black cat a.k.a musuh besarnya.

Mikan yang ditanya tiba-tiba oleh Hotaru hanya bisa menatapnya sambil mengedip-ngedipkan matanya dengan pandangan tidak percaya.

Nah! Mari kita lihat isi pikirannya sekarang.. Pikirannya sekarang begitu melihat sikap Hotaru adalah "Sejak kapan Hotaru jadi khawatir seperti itu terhadapku? Mata Hotaru sekarang sama sekali bukan mata Hotaru yang seperti biasanya. Sikapnya langsung berubah begitu aku menyebutkan nama Natsume. Ternyata benar... Ternyata Hotaru memang mencintai Natsume..."

Kesabaran seorang Hotaru Imai ada batasnya, karena dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Mikan yang masih space out, dia segera mengeluarkan Baka-gunnya dan menembak Mikan.

Well, Mikan memang terkena peluru itu dan terjatuh ke bawah. Namun, ada yang aneh, dia tidak berteriak kesakitan ataupun menangis. Dengan pelan dia bangkit dan menatap Hotaru dengan matanya yang penuh kesedihan.

Hotaru hanya bisa tertegun melihat kesedihan di mata Mikan itu dan sebelum dia bertanya lebih lanjut Mikan telah membuka mulutnya.

"Tidak apa-apa, Hotaru.. Maaf ya, aku ada urusan, aku pergi dulu." Ujar Mikan pelan dan berlari keluar dari kantin yang penuh keributan itu ( tambahan ya, tidak ada seorangpun murid dalam kantin itu yang melihat apa yang terjadi pada Mikan dan Hotaru setelah mereka semua salah paham dan histeris sendiri) sendirian.

Hotaru Imai a.k.a Queen of Blackmail benar-benar kebingungan dengan sikap sahabatnya ini sekarang. Dia sama sekali tidak mengerti sikap sahabatnya hari ini. Namun, dia tahu satu hal yang sangat pasti.

Natsume Hyuga a.k.a Black cat-lah penyebab Mikan bersikap seperti ini.

.XOX.

Oke. Setelah misi penuh kebodohan dan keidiotannya yang pertama berhasil ( menurutnya ). Mikan, si tokoh utama kita yang idiot.. up sorry! Kebiasaan. Maksudku tokoh utama kita yang manis, lugu dan tidak tahu apa-apa ini berjalan mencari pacarnya alias Natsume Hyuga a.k.a Black cat.

Natsume Hyuga sedang berbaring di bawah pohon sakura tempat favoritnya dan Mikan sambil membaca manganya dengan tenang. Walau dalam hatinya, dia sedang berpikir kenapa Polkadot atau pacarnya itu masih belum datang.

Seperti menjawab pertanyaannya itu, dia tiba-tiba mendengar suara langkah kaki ringan dan sangat dikenalnya mendekatinya. Tanpa melihatpun dia tahu siapa itu, siapa lagi kalau bukan pacarnya.

Mikan yang berjalan mendekati Natsume sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, dengan pelan dia duduk di samping Natsume. Dan hal ini membuat Natsume menghentikan aktivitas membacanya, karena selama ini, Mikan itu sama sekali tidak pernah bisa diam. Dia hanya akan diam jika ada masalah dan sikapnya tadi pagi di kelas sudah menunjukkan dengan jelas ada yang mengganggu pikirannya.

"Ada apa, Polka?" tanya Natsume sambil menatap Mikan.

Mikan menolehkan kepalanya menatap Natsume tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Jawab pertanyaanku!" perintah Natsume dengan nada suara agak tinggi untuk menutupi perasaan khawatirnya saat dia melihat kesedihan di mata hazzel Mikan yang selalu penuh kegembiraan dan kebahagian itu.

Well, dia tidak akan mungkin mananyai Mikan dengan lembut'kan? Itu sama sekali bukan sikapnya, Natsume di sini tidak-lah begitu OOC.

Sorry, back to our story.

Dengan pelan Mikan membuka mulutnya "Natsume, Hotaru…"

Nah! Sama seperti Hotaru, wajah Natsume memang tetap saja tenang dan tanpa ekspresi, tapi jika kita teliti baik-baik, kita bisa melihat alis matanya terangkat sedikit saat mendengar nama yang disebutkan Mikan itu.

Dan celakanya lagi, jaringan kepala Mikan yang biasanya lemot kayak kartu telkomselku ternyata sangat baik hari ini. Dia tidak gagal menangkap perubahaan wajah Natsume Hyuga sang pacarnya itu.

"Ada apa dengan freak inventor itu?" tanya Natsume lagi.

"Tidak apa-apa.." Jawab Mikan pelan sambil menundukkan kepalanya ke bawah. Dia sama sekali tidak berani mengucapkan sepatah katapun lagi, ketakutan dalam hatinya semakin membesar. Sikap Natsume sekarang mirip sekali dengan sikap Hotaru tadi.

Di lain pihak, Natsume yakin seratus persen sekarang, penyebab perubahan sikap Mikan hari ini tidak lain adalah Hotaru Imai. Gadis penemu itu pasti telah melakukan sesuatu yang menyebabkan Mikan berubah seperti ini.

"Hn. Kalau tidak apa-apa, jangan membahas cewek aneh itu di depanku." Balas Natsume dingin.

Well, Natsume mengucapkan kalimat seperti itu karena dia tidak ingin Mikan terus memikirkan sesuatu yang akan membuatnya terus bersedih. Mikan pasti sedang bertengkar dengan Hotaru, sikap cewek memang seperti itu'kan? Namun, jika kalian mau tahu, alasan dia tidak mau membahas Hotaru lagi sebenarnya adalah harga dirinya tidak mengijinkan Mikan bersedih seperti itu karena Hotaru. Itu seakan menunjukkan dengan jelas posisinya di dalam hati Mikan lebih rendah dibandingkan Hotaru.

"Tapi, Natsume.. Hota.." Ujar Mikan lagi setelah memberanikan dirinya. Namun, ucapannya itu segera terhenti karena Natsume telah menutup mulutnya dengan tangannya.

"Jangan membahas cewek itu saat kau bersama denganku." Perintah Natsume dingin. Dia sama sekali tidak suka Mikan membahas orang lain selain dia saat mereka bersama apalagi Hotaru yang sangat tidak disukainya. Dia ini terlalu posesif kepada Mikan.

Mikan tidak mengatakan sepatah katapun lagi, dia kembali menundukkan kepalanya ke bawah. Dia tidak berani menatap mata Natsume sekarang, matanya pasti sama dengan cerita gosip yang di dengarnya, mata Natsume sekarang pasti penuh dengan kesedihan. Ternyata apa yang dipikirkannya benar, Natsume dan Hotaru saling mencintai.

Yah, aku tahu! Semua orang pasti sedang tersenyum dan berkata dalam hati "Salah paham kamu, non."

.XOX.

Malamnya, suasana tenang, sejuk dan damai saat semua penghuni asrama Middle school sedang menyantap makan malam mereka di kantin khusus murid Middle school langsung berubah menjadi sangat panas membara saat Natsume Hyuga dan Hotaru Imai bertemu.

Seperti biasa, Natsume Hyuga bersama dengan Ruka Nogi, sahabatnya. Sedangkan Hotaru Imai bersama dengan Mikan. Mereka berempat bertemu saat duduk di atas kursi makan yang telah disediakan secara khusus untuk mereka berempat yang merupakan siswa dengan bintang tertinggi di Middle school.

Kurasa kalian semua juga sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi Natsume dan Hotaru saat bertemu'kan? Ya. Pertandingan adu ketajaman mata yang menyalakan api neraka.

Sikap Mikan masih seperti tadi pagi tanpa senyum, serta kesalah pahaman mereka berdua membuat api yang berkobar itu makin berkobar. Namun, ada satu yang lucu loh? Sebab meski mereka menyalahkan api neraka wajah mereka tetap saja dingin dan tanpa ekspresi.

Ruka yang boleh dikatakan sudah terbiasa dengan sikap Natsume dan Hotaru itu hanya bisa menggeleng kepalanya dan duduk menyatap makanannya. Begitu juga dengan Mikan, dia menundukkan wajahnya dan menolak melihat api neraka yang menurutnya adalah api surgawi antara Natsume dan Hotaru.

Namun, kobaran api itu juga tidak berlangsung lama, sebab mereka berdua tersadar dengan sikap Mikan yang diam membisu. Biasanya, mulut Mikan pasti sudah berkomat-kamit mengucapkan sesuatu yang bodoh.

Ruka yang juga menyadari keanehan tersebut menatap Mikan dengan kebingungan dan bertanya padanya "Apa ada sesuatu yang menganggumu, Mikan?"

Mikan mengangkat wajahnya menatap Ruka dan memaksakan sebuah senyum "Tidak apa-apa, Ruka-Pyon. Aku sama sekali tidak apa-apa."

"Cukup dan hentikan sandiwaramu, baka. Apa yang sesungguhnya terjadi padamu?"

"Apa yang sesungguhnya menganggu pikiranmu, idiot?"

Tanya Natsume dan Hotaru bersamaan dan sekali lagi menyalakan api yang sempat padam.

Mikan tetap tidak menjawab pertanyaan mereka. Dia hanya menundukkan kepalanya ke bawah.

"Bukan'kah kau yang paling tahu, apa yang terjadi padanya, Hyuga?" tanya Hotaru dingin.

"Oh, ya! Itulah yang ingin aku tanyakan padamu?" balas Natsume sama dinginnya.

"Gosip sudah menyebar dengan luas, Hyuga. Walau aku masih belum mempercayainya sebelum mendapat bukti nyatanya?"

"Gosip? Memangnya gosip apa?"

Sesungguhnya Natsume benar-benar tidak tahu dengan gosip tentangnya dan Mikan yang sedang beredar ( Kalian tahu gosip apa'kan? ). Dia menghabiskan waktunya bersama Mikan saja di pohon sakura itu terhitung sejak gosip itu menyebar ke seluruh sekolah. Dan juga, tidak ada seorangpun yang mau mencari mati dengan menanyai masalah pribadinya dengan Mikan.

Untuk tambahan, Ruka juga tidak tahu, sebab dia sedang menghabiskan waktunya dengan piyo saat itu.

"Jangan berpura-pura bodoh di depanku, Hyuga."

Sumbu kesabaran Natsume dan Hotaru menang lebih pendek jika bersangkutan dengan Mikan. Semua murid yang ada di dalam kantin itu sudah mulai ketakutan saat melihat mereka berdua hampir meledak.

Ya, siapa yang tidak takut jika dua orang yang paling ditakuti di sekolah ini bertarung.

Para murid yang ada di sana bisa merasakan suhu yang tiba-tiba naik dratis tersebut. Mereka semua sudah mulai berdoa semoga mereka bisa selamat melihat matahari besok sampai suara teriakkan malaikat idiot itu berkumandang memenuhi ruangan kantin tersebut.

"SUDAH CUKUP! HENTIKAN!"

Ya. Itu suara melengkingnya Mikan Sakura alias Mikan Yukihira kok.

Suhu yang meninggi itu tiba-tiba menurun dan kembali menjadi suhu biasanya. Mata semua yang ada di ruangan kantin tersebut termasuk Natsume dan Hotaru tertuju pada Mikan yang berdiri dengan wajah berurai air mata.

"Aku sudah tahu, semuanya. Maafkan aku.. Maafkan aku Natsume, Maafkan aku Hotaru.." Ujar Mikan sambil terisak-isak.

"Apa maksu.." Ujar Natsume dan Hotaru bersamaan. Namun ucapan mereka itu langsung dipotong Mikan dengan kalimat yang mengejutkan seluruh orang yang ada di ruangan kantin itu, eh tidak, kurasa lebih tepat mengejutkan semua penghuni Alice Academy ini.

"Kita putus saja Natsume. Maafkan aku karena aku sangat egois. Aku tahu, kau dan Hotaru saling mencintai."

Tahu'kah kalian apa yang terjadi pada semua yang ada di sana? Pisau dan garpu yang ada ditangan Ruka ( menu makan malamnya steak kok ) jatuh ke bawah, makanan yang ada dalam mulut semua murid di kantin itu menyembur keluar secara bersamaan. Sedangkan Natsume Hyuga dan Hotaru Imai terduduk dengan mata terbelalak bagaikan berada di dunia lain tidak mempercayai apa yang baru saja mereka dengar.

"Kalian tidak perlu mempedulikan aku yang egois ini. Aku tidak akan muncul lagi dihadapan kalian. Aku mendoakan kebahagiaan kalian dari dalam lubuk hatiku." Lanjut Mikan lagi dan berlari meninggalkan ruangan kantin yang telah senyap bagaikan di kuburan, tidak, lebih senyap dari pada kuburan.

Setelah Mikan menghilang dari pandangan semua orang, seluruh penghuni sekolah inipun bisa mendengar dengan jelas teriakkan-teriakkan histeris para murid yang ada dikantin itu

"APA!

"BANGUNKAN AKU! BANGUNKAN AKU! INI HANYA MIMPI BURUK!"

"TIDAK! TIDAK! TOLONG!

"APRIL MOP! APRIL MOP!

"KIAMAT! KIAMAT AKAN SEGERA TIBA!"

Dan banyak lagi jika kalian mau tahu ( Tidak aku tulis karena bakal membuang waktu saja )

Lalu sedetik kemudian, dua orang tanpa ekspresi yang baru saja kembali ke dunia ini setelah space out segera bangkit dan berteriak secara bersamaan

"WHAT THE HELL!"

"APA-APAAN INI!"

To be countinue ( Aku tahu, fic ini semakin hancur diau -_-" )


Author'note : well akhirnya setelah sekian lama, aku update lagi fic ini, maaf karena aku tidak bisa membalas review yang diberikan dalam chapter ini sebab aku tidak punya banyak waktu. Dan aku janji satu hal deh! Soal banyak yang nanya, aku pasti akan menupdate TODAL akhir minggu ini, so see you soon ^^