Disclaimer: Lapor pak! Manga ini adalah miliknya Masashi Kishimoto

Tania-chan: makasih ya udah review dan nge-fav fic ini. Uhm iya, bakalan aku baca ulang lagi sebelum update biar gak misstypo. Hehe...^_^

Oh-chan: makasih udah review dan nge-fav fix ini. Trus thanks buat sarannya bakalan kuubah di sini^o^

Azuka: makasih buat sarannya. Hehe...^^ bakal aku perbaiki lagi. Maaf kalau alurnya kecepetan, aku kurang bisa buat deskriptif. Kali ini aku usahain buat alurnya lebih lambat.

Me and My Brother

Chapter 2

Sakit. Badanku sakit sekali. Lelah. Itu yang kurasakan setiap hari dalam hidupku. Setelah aku meninggalkan Konoha 3 tahun yang lalu. Kini aku tak selemah dulu lagi. Aku telah lebih kuat dari dulu. Aku takkan kalah darinya lagi. Dari siapapun. Aku akan mencapai ambisiku. Aku akan membunuhnya. Pasti. Untuk itu aku harus lebih kuat lagi. Kumulai lagi latihan setelah istirahat sejenak. Terus-menerus aku latihan hingga tubuhku berteriak meminta istirahat.

"Cukup untuk hari ini Sasuke. Beristirahatlah," kata Orochimaru.

Aku mengangguk. Kemudian kembali ke kamarku. Langsung terbaring di tempat tidurku.

Kadang aku berpikir apakah keputusanku meninggalkan Konoha adalah benar. Aku rindu teman-temanku. Guru Kakashi. Naruto. Sakura. Dan teman-teman dari tim yang lain. Aku rindu saat-saat berkumpul bersama mereka. Bercanda, latihan bersama, menjalankan misi. Meskipun terkadang aku bertengkar dengan mereka. Terutama dengan Naruto. Tapi kami selalu dapat menjadi rekan tim yang baik pada akhirnya. Ia adalah sahabatku. Sahabat terbaikku. Aku telah mengkhianati mereka demi ambisiku. Apakah mereka mau memaafkanku? Apakah aku salah karena mengejar kekuatan? Tapi kini semuanya sudah terlambat. Ini adalah keputusan yang kuambil. Aku tak bisa melupakan dendamku. Agar tujuanku tercapai, aku harus membuang segala yang kumiliki. Menetapkan hatiku pada satu-satunya tujuanku.

.

..

...

"Sasuke-kun," kata perempuan itu serak.

Tak lama setelah itu muncul anak laki-laki berambut orange. Sama seperti anak perempuan itu ia juga memanggilku dengan serak. Menahan emosinya untuk tak keluar, "Sasuke."

Aku menatap ke bawah, kulihat ada Sakura dan Naruto. Serta Sai. "Naruto, jadi kamu disini juga? Berarti kakashi juga ada?"

"Maaf mengecewakanmu. Aku bukan Kakashi. Aku menggantikannya. Aku akan membawamu kembali ke Konoha," ucap seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul.

Aku diam saja mendengarkannya. Lalu aku melihat Sai mengacungkan pedangnya ke arahku. Aku berkata lagi, "Jadi, kamu yang menggantikanku? Orang yang mengatakan ingin menjaga ikatan antara aku dan Naruto." Ikatan. Tawaku dalam hati. Sama sekali tak ada artinya. Aku telah menghancurkannya tiga tahun lalu. Apalagi yang akan berubah. Tak ada. Yang hancur tak bisa lagi diperbaiki. Semua sudah berakhir. Ikatanku dengan Naruto. Dengan Tim Tujuh. Sudah tak ada harapan lagi.

Aku muak mendengarnya mengatakan tentang ikatan. Huh. Aku benci. Apanya yang ikatan? Saat aku mempercayai Itachi, pada akhirnya ia mengkhianatiku. Aku takbisa mempercayai iktan itu lagi.

Aku berpinadah tempat ke sebelah Naruto. "Kamu ingin menjadi Hokage bukan? Kalau begitu aku akan membunuhmu dengan kekuatanku." Aku menarik pedangku bersiap menusuk Naruto. Tapi tanganku ditahan oleh Sai. Naruto yang melihat hal itu sebagai kesempatan. Menggunakan tanganku yang memegangnya untuk berputar dan menjatuhkanku. Sedangkan laki-laki yang menggantikan Kakashi itu ia mulai menyerangku. Aku mengeluarkan sharingan. Kemudian mengeluarkan Chidori Nagashi. Dengan jurus ini, aku dapat, mengeluarkan listrik dari seluruh tubuhku.

Mereka semua terkempar karena seranganku. Sakura yang melihat hal itu. Mencoba menyerangku. Tapi, aku sudah bersiap. Kuarahkan pedangku ke arahnya. Bersiap menyerangnya. Tiba-tiba orang itu menghalangi seranganku. Menahan pedangku dengan tubuhnya. Sementara itu, kuperhatikan Naruto terlihat aneh.

'Apa yang terjadi?' pikirku. Apa ini kekuatan yang dikeluarkan Naruto saat pertarungan terakhir kami. Sepertinya itu kekuatan rubah ekor sembilan. Aku masuk ke dalam dunia pikiran Naruto.

Aku melihat sesosok rubah yang sangat besar. Jadi ini rubah ekor sembilan. Kusentuh dia. Kukeluarkan chakraku. Kuhancurkan rubah itu.

Aku merasa laki-laki itu sedang bergerak. Bersiap menyerangku. Aku segera kembali ke tubuhku. Kutarik pedangku dari tubuhnya. Dan mundur.

"Sasuke, kumohon pulanglah bersama kami. Tinggalkan Orochimaru ia hanya menginginkan ragamu. Kemudian ia akan membunuhmu."

"Aku tak peduli," kataku. "Aku akan memberikan apapun. Asalkan aku bisa mendapat kekuatan untuk membunuh Itachi. Termasuk nyawaku. Akan kuberikan nyawaku berkali-kali."

Aku bersiap untuk menyerang. Mengeluarkan jurus yang baru kupelajari. Sayangnya, Orochimaru muncul dan menghalangiku.

"Ini belum saatnya, Sasuke."

Aku menurutinya. Aku tak jadi menyerang mereka. Kuikuti Orochimaru dan Kabuto. Kemudian menghilang dari tempat itu.

.

..

...

"Sasuke, datanglah padaku. Sekarang berikan ragamu untukku," kata Orochimaru.

"Jangan bercanda. Siapa yang mau memberikan raga ini padamu? Aku sudah tak memerlukanmu lagi."

"Sa...su...ke. Beraninya kamu." Ia bergerak dengan tubuh setengah manusia setengah ularnya dan menyerangku.

Aku berhasil menghindari serangannya. Kutarik pedangku. Kuserang ia. Tapi ia berhasil mengelak. Kemudian ia melilit tubuhku dengan badan ularnya. Lalu aku masuk ke dunia lain.

"Haha... Di dunia ini kamu tak bisa apa-apa," katanya. "Akhirnya aku akan memiliki mata itu. Sharingan. Aku akan mendapatkannya."

Aku hanya menatapnya. Kutatap ia dengan mata sharinganku. "Kamu tak bisa apa-apa di bawah tatapan mata ini." Kuserang dia. Kuambil kekuatannya. Sehingga ia sekarang ada dalam tubuhku. Tapi ia berada di bawah kekuasaanku.

Aku berjalan keluar dari ruangan itu. Aku bertemu dengan Kabuto. Ia terlihat ketakutan. Meskipun begitu ia memberanikan diri bertanya.

"O..Orachimaru-sama?," tanyanya.

"Bukan Kabuto. Ini aku Sasuke. Orochimaru sudah mati."

Ia terkejut mendengar pernyataanku. Sejenak ia tertegun tak percaya. Kemudian berjalan ke ruangan yang baru kutinggalkan untuk membuktikan perkataanku.

Aku berjalan melintasi lorong yang gelap itu. Aku keluar dari tempat ini. Tempat yang menjadi tempat tinggal bagiku selama 3 tahun ini. Serta merupakan tempat yang kubenci karena telah mengurungku. Aku berjalan menuju kebebasanku. Menuju tujuanku. Dan itu semua dimulai dengan mencari rekan seperjalanan untuk membantu mencapai tujuanku.

Aku akan membuat sebuah tim. Tim yang akan membantuku untuk mengejar Akatsuki. Tempat orang itu berada.

Pertama-tama aku harus pergi ke tempat Suigetsu lalu Karin dan terakhir Juugo. Mereka akan menjadi rekan yang baik buatku. Mereka dapat membantuku untuk mencapai tujuanku. Ambisiku.

Kulangkahkan kakiku keluar. Setelah sekian lama aku terkurung di tempat ini. Tempat yang gelap dan sumpek. Akhirnya aku akan mendapatkan kebebasanku setelah sekian lama. Bebas. Sekarang aku memulai hidupku yang baru. Tanpa Orochimaru yang mengekangku. Hidup di dunia yang penuh cahaya yang menyilaukan. Kini aku akan memulai perjalananku. Perjalananku untuk mencapai ambisiku.

Satu chappie lagi berhasil kuselesaikan. Hehe... Gimana? Bagus gak?

Maaf ya buat yang baca fic ini. Aku gak bisa buat adegan pertarungan. Hiks... Jadinya rada-rada kacau deh.

Trus jangan lupa kasih saran dan kritikan buat aku yah. Aku terima semuanya kok^^