REMAKE DYING EXHORTATION DOCUMENT

By Ifu Uchiha

Disclaimer : Masashi Khisimoto

Rate : T

Pair : SasuxNaru

Genre : Romance

Warning : YAOI, M-preg, Lime(?), OOC, Geje, Abal, typos berterbangan.

.

.

Chapter 2

.

Naruto sedang asyik menonton TV sementara Mikoto menyiapkan makan malam. Pakaiannya tadi sudah diambilkan oleh Iruka. Sehingga Naruto tidak erlu merepotkan keluarga Uchiha lagi. Kegiatan menonton TV nya harus terhenti saat mendengar seruan di luar rumah.

"Tadaima!"

"Okaerinasai." Sahut Mikoto. Menghampiri ayah dan 2 anak yang baru saja pulang bekerja. Naruto mengikuti dari belakang.

"Okaerinasai Tou-chan, Ita-nii." Sahut Naruto. Tanpa memperdulikan bahwa ia tidak menyebutkan nama Sasuke di dalamnya.

Fugaku menepuk puncak kepala Naruto, kemudian masuk ke dalam rumah. Menuju dapur. Hendak makan malam.

"Harimu menyenangkan, Ne Naru-chan?" tanya Itachi. Sembari merangkul calon adik iparnya itu.

"Membosankan Ita-nii." Balas Naruto malas. Melipat kedua lengannya di depan dada serta menggembungkan sebelah pipinya.

"Hn?!" Itachi hanya mampu menaikkan sebelah alisnya. Bingung.

"Aku hanya duduk menonton TV, berguling-guling di lantai sepanjang hari. Bukankah itu membosankan?" balas Naruto. Ia melirik ke arah Sasuke yang tak menghiraukannya dan masuk ke dalam rumah.

'Huh... si Teme itu memang menyebalkan ttebayou!' batin Naruto. Mencak-mencak di dalam hati. Menyumpahi Sasuke agar jadi ayam sekalian.

Hai Nak! Orang yang kau sumpahi itu adalah calon suamimu...

"kau benar-benar berguling-guling di atas lantai?! Yang benar saja?!" Itachi menatap tidak percaya ke arah Naruto.

"tentu saja benar. Habisnya Kaa-chan sibuk sendiri huh." Naruto hanya mampu merenggut kesal, sementara Itachi, terkekeh.

"Ini sudah malam. Kau tidak pulang?" tanya Itachi. melepas rangkulannya dari Naruto kemudian merenggangkan dasi yang terasa mencekik lehernya.

"Kaa-chan menyuruhku untuk menginap." Balas Naruto. Mengikuti Itachi menuju dapur.

"Dan kau setuju?"

"Tentu saja aku setuju. Kaa-chan yang meminta. Bagaimana aku bisa menolak?" Naruto sewot. Mereka sudah mencapai dapur. Naruto mendudukkan dirinya di samping Sasuke. Di depannya ada pasutri Uchiha. Di sebelah Sasuke ada Itachi.

"Hn." Balas Itachi singkat.

Keluarga Uchiha memulai makan malamnya. Terkadang diselingi canda tawa yang dilontarkan oleh Naruto. Meskipun yang merespon hanya Itachi dan Mikoto. Sedangkan Fugaku, sesekali tersenyum tipis. Kalau Sasuke, jangan tanya...

.

.

.

Naruto mendudukkan dirinya dilantai ruang keluarga. Dengan laptop yang menyala di hadapannya. Mengerjakan tugas sekolah yang diberikan oleh senseinya.

Sasuke datang dari arah dapur. Membawa secangkir kopi dan sebuah novel di tangannya. Mendudukkan dirinya di sofa dan mulai membaca. Tidak memperdulikan Naruto sama sekali. Seolah bocah itu tidak ada di sana.

"Ne, Sasuke." Panggil Naruto. Masih belum mendapat respon.

"Sasuke..." panggil Naruto sekali lagi. Namun, lagi-lagi diacuhkan oleh Sasuke yang masih sibuk membalik halaman novelnya.

"Sasuke..." menghela nafas. Naruto mengumpulkan tenaganya untuk memanggil Sasuke sekali lagi.

"TEME! KALAU DIPANGGIL ITU JAWAB DONG!" panggil Naruto kalap. Sudah cukup ia diacuhkan si Teme itu seharian. Apa sih maunya.

"Berisik Dobe!" balas Sasuke tanpa memandang ke arah Naruto.

"TEME!" Narutopun berlari meninggalkan Sasuke sendirian di ruang keluarga.

.

.

.

"Naru-chan, kenapa teriak-teriak." Suara Mikoto terdengar sampai telinga Naruto. Mikoto masih membereskan makan malam.

"Sasuke jahat, Kaa-chan." Naruto mengadu ke arah Mikoto. Dengan wajah cemberutnya yang sangat imut itu.

"Jahat kenapa Naru-chan? Dan apa-apaan itu? Panggilan kasar?" tanya Mikoto beruntun. Sedangkan yang ditanyai malah cengengesan. Bingung mau menjawab apa.

"Habisnya... Te-maksudku Sasuke itu dipanggil gak nyaut-nyaut. Naru kan jadi sebel." Uh... Naruto benar-benar Kawaii. Menggemaskan sekali di mata Mikoto. Membuat Mikoto mencubit gemas kedua pipi Naruto.

"Itaii... Kaa-chan. Huh, ternyata Kaa-chan sama jahatnya kayak Sasuke." Naruto mengelus-elus pipinya. Tapi bibirnya menyunggingkan senyum. Agaknya ia rindu saat dulu ibunya dengan gemas mencubiti pipinya.

"Iie... Kaa-chan ini baik hati. Mana ada orang jahat jadi ibu hebat kayak Kaa-chan. Ne?" balas Mikoto telak. Naruto pun memberikan cengiran lima jarinya pada Mikoto.

"Ne, Kaa-chan..." ucap Naruto.

"Hmm?" balas Mikoto. Membawa piring kotor ke bak cuci.

"Naru sayang banget sama Kaa-chan." Ujar Naruto kemudian memeluk leher Mikoto dari belakang. Mikoto pun tersenyum. Mengelus lengan Naruto yang mengelilingi lehernya.

"Kaa-chan juga sayang banget sama Naru-chan." Balas Mikoto menuai isakan lirih dari Naruto. Pemuda itu ingin sekali mengucapkan kalimat tadi pada ibundanya, Kushina. Sayang beliau telah tiada.

"Jangan tinggalkan Naru, ne Kaa-chan."

"Tentu..."

.

.

.

Hari sudah semakin larut. Pukul 9 malam. Waktunya untuk beristirahat. Tapi tampaknya pemuda berambut pirang dan pria berambut hitam itu masih belum bisa mendapatkan istirahatnya.

Awalnya, Naruto sudah nyaris tertidur. Setelah capek menangis di pundak ibunya. Tapi niatan untuk menjelajah alam mimpi itu harus sirna saat Sasuke datang dengan tidak berperikemimpian. Membentak Naruto dan menyuruhnya untuk tidur di sofa.

"TEME! Naru tidak mau tidur di sofa ttebayou! Nanti punggung Naru sakit." Naruto berusaha untuk membela diri. Kalau begini caranya, bagaimana ia bisa istirahat dan fit keesokan harinya agak bersemangat ke sekolah.

"Seharusnya kau sadar diri Dobe! Ini kamarku. Artinya, aku yang berkuasa di sini. Kau jangan seenaknya ya!" Sasuke balas membentak. Tetap kukuh bahwa harus Naruto yang tidur di sofa.

"Pokonya Naru nggak mau tidur di sofa." Narutopun tetap kukuh membela dirinya. Menjatuhkan tubuhnya di kasur Sasuke. Merentangkan kedua tangan dan kakinya lebar-lebar. Mendominasi kasur king size itu.

"Lagian kasurnya luas kok. Kau tidur saja sama Naru."ujar Naruto tanpa mencerna kalimatnya barusan. Menuai kedutan di dahi Sasuke.

"Terserah kau saja. Aku mau mandi dulu." Ujar Sasuke kemudian masuk ke kamar mandi.

Naruto menatap ke arah Sasuke.

"Kalau kau mandi nanti masuk angin ttebayou." Balas Naruto yang tidak digubris oleh Naruto.

Narutopun menghela nafas. Kemudian masuk ke dalam selimut. Menutupi tubuhnya sebatas dada dengan kedua lengan yang berada di luar selimut. Naruto mencoba untuk tidur.

.

.

.

Sasuke baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan celana pendek sebatas lutut yang menutupi tubuhnya. Hanya celana, yang artinya Sasuke bertelanjang dada. Ia melihat ke arah Naruto yang tengah tertidur. Tapi, dahi bocah itu berkeringat. Tubuh itupun tampak menggigil. Beberapa kali Naruto merancau. Memanggil nama ayah dan ibunya. Tampaknya mimpi buruk.

Tak tega melihat wajah Naruto yang begitu tersiksa. Sasuke pun menghapiri ranjang. Ikut masuk ke dalam selimut bersama Naruto. Menjadikan lengannya sebagai alas tidur Naruto. Membelai rambut pirang itu. Lembut. Penuh perasaan.

"Sssttt... tidak apa-apa Naruto. Aku ada di sini." Bisik Sasuke di dekat telinga Naruto. Membisikkan kalimat penenang bagi Naruto.

"Kaa-san, hisk.. ja-jangan uuhh.. pergi hisk..." Naruto kembali merancau. Sasuke pun semakin erat memeluk Naruto sembari mengelus surai pirangnya.

"Tidak apa-apa sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Aku di sini. Bersamamu." Suara lembut Sasuke mampu menenangkan Naruto. Pemuda pirang itu mulai tenang. Mendengkur halus menandakan bahwa ia tertidur lelap. Sasuke mengelus dahi Naruto. Menyingkiran poninya yang basah karena keringat. Menyapu bersih keringat di sana dan mengecup kening itu.

"Oyasuminasai Dobe."

Kemudian ikut menutup mata. Menyusul Naruto ke alam mimpi. Masih dalam keadaan berpelukan.

.

.

.

TBC

.

.

.

Gomennasi Minna~~

Ini pendek TAT

Sebenarnya ide sudah ada di otak. Tetapi entah mengapa Tuhan berkehendak membuat jari-jariku kram hingga tak sanggup mengetik lagi.

(*BHUUUUU... ALASAN*)

Ifu Mohon ampun.

Ifu seneng nih fic dapet tanggapan positif. Maaf yang dulu nunggu-nunggu fic ini...

Oh ya.. ada yang tanya soal umur. Kurang lebih...

Naruto : 18 tahun.

Sasuke : 23 tahun.

Itachi : 25 tahun

Mikoto : 45 tahun.

Fugaku : 47 tahun.

.

.

Oh iya. Naruto itu manggi Kushina dengan sebutan 'Kaa-san' Kalo Mikoto 'kaa-chan'

Tapi jangan sampai gak review ya...

.

.

Bye... ^_^d