Future Saphire
.
Chapter 2
.
Dislaimer :Masashi Kishimoto.
Chara : Uchiha Sasuke (Female),Haruno Sakura,Uzumaki Naruto.
Pair :NarufemSasu or NaruSaku.
Genre :Romance and Family
Rating :T
Warning :Typo(s),kata-kata yang hilang sendiri,Gender bender,OOC,gaje dan lainnya,dont Like Dont Read!
Balas Review:
Red devils:Sasuke kan menyebalkan jadi walaupun mereka berbeda umur dia akan tetap bertingkah menyebalkan,aku sengaja untuk mendukung cerita,makasih sudah review ya.
Guest(Aicinta):Lelaki berambut merah itu antara Sasori dan Gaara,lihat aja ceritanya,endingnya tetep NarufemSasu kok..tapi pasti ada konflik tertentu pastinya,terpaksa aku hapus soalnya sudah benar-benar habis idenya,sebagai gantinya fic ini saja,makasih sudah mereview fic ku ya
Zhegaa,Guest, :Iya,thanks sudah review.
M-xxxxx:Nanti kalau Sasuke sama Sakura masih kecil,Naruto dikira pedhopil lagi,makasih sudah review ya
Guest:NarufemSasu memang jarang banget,bisa dihitung sama jari malahan,thanks sudah review.
Loveres:Makasih ya.
KirikaNoKarin:Maunya berapa?,10 tahun?,20 tahun?#plakk!,thanks sudah review ya
MORPH:Ada konflik cinta segitiga diantara Naruto,Sasuke dan Sakura biar tambah greget,makasih sudah review fic buatanku ya
Puchan:Maaf updatenya agak lama,ini sudah diupdate kok,makasih sudah review ya
Terminator:Iya dong Sasuke gadis yang cantik,kalau laki-laki jadi ganteng deh,makasih sudah review ya
NamiMirushi:Aku memang tidak bisa jauh-jauh dari Typo -_- , makasih sudah mau meneliti kesalahanku ya,makasih sudah review. X)
Guest(Nura):Antara Sasori dan Gaara,enaknya apa ya?,yang pasti akan ada usaha yang dilakukan Naruto untuk mendapatkan gadis tercintanya,makasih sudah review.
MyAkunIsMine:FemSasu itu jarang banget didunia perFanfiction-an,makasih sudah review ya
Black Lily:Gak OOC ya?*syukur*,femSasu yang aku bayangin itu model rambutnya gelombang,tebel,dark blue dan panjang*Bayangin rambutnya Mikoto aja tapi modelnya ngelombang sama dark blue*.Tapi sama Sasuke suka dikuncir atau digulung,thanks sudah review ya
Guest:Ciri-ciri fisiknya ya...?*semangat*
Uchiha Sasuke mempunyai tinggi 167,5 dengan berat 48,bola matanya hitam*udah tau kalee*dengan bulu mata yang lentik,sorot matanya tajam,kulitnya yang putih bersih walaupun selalu terkena tanah,ini disebabkan karena Sasuke suka sekali memakan tomat,tomat kan manfaatnya untuk menghaluskan kulit,kalau model rambut sudah aku jelasin diatas,sifatnya ya nggak tomboy ya nggak feminim,tapi kalau dibilang tomboy juga nggak apa-apa,yang berambut merah itu antara Sasori sama Gaara,aku masih bingung,enaknya siapa?,thanks sudah review ya
Yosh sudah dibalas semuanya.
Happy Reading...
.
.
.
"Mikoto Ba-san...!"seru Sakura lalu berlari menghampiri Mikoto yang baru saja keluar dari dalam mobil,di ikuti Sasuke,Naruto dan juga Tazaku.
"Sakura...kakimu sudah tidak apa-apa kan?"balas Mikoto lalu melihat lutut Sakura yang masih terbalut kapas,Sakura mengangguk riang.
"Iya sudah tidak apa-apa kok,ini semua kan berkat Ba-san.."ujarnya lalu menarik tangan Mikoto menuju kerumahnya,"Suruhan Tousanku sudah membuatkan makanan yang enak-enak buat Ba-san...ayo cepat masuk"
Mikoto yang ditarik tangannya hanya menurut saja lalu menolehkan kepalanya kearah Sasuke yang memandang mereka berdua datar.
"Ayo masuk Sasuke"ucapnya lembut namun ia tidak bisa menunggu anaknya karena ia sudah memasuki rumah yang ia anggap seperti istana itu.
Sasuke hanya memandang mereka berdua lalu berbalik arah menuju keluar halaman.
"Hey kau mau kemana?,cepetan masuk?"tanya Naruto heran melihat tingkah aneh gadis didepannya.
Sasuke hanya diam lalu mempercepat langkahnya.
"Oi!"Naruto memegang tangan Sasuke menghalangi gadis itu untuk pergi,Sasuke memandangnya tajam.
"Aku tidak mau kenak marah Jisan karena kau tidak datang,cepat masuk!"perintah Naruto,mencengkram tangan putih itu lalu menariknya memasuki rumah bernuansa tradisional itu.
"Lepas!"ujar Sasuke pelan lalu menyentak tangannya yang dicengkram,"Aku tidak mau memasuki rumah ini,lebih baik a-"sebelum ia menyelesaikan ucapannya,datanglah Sakura yang menghampiri mereka berdua.
"Ayo Neesan...eh Niisan juga boleh ikut makan malam kok!"ujar Sakura lalu menggenggam tangan Sasuke yang langsung ditepis oleh sang empunya.
"Tidak..tidak..aku juga masih ada perlu,kalau begitu aku pergi dulu ya Sasuke,Sakura..."Naruto membalikkan badannya lalu keluar dari rumah besar itu,Sakura hanya tersenyum riang lalu memberi isyarat mata pada Sasuke untuk mengikutinya.
Sasuke pun mengikuti Sakura dengan sangat terpaksa,ia benar-benar tidak mau melakukan hal yang tidak penting bagi dirinya,ia lebih suka makan dirumahnya atau makan bareng dengan petani-petani lainnya dari pada dirumah memuakkan-baginya-ini.
"Sasuke..silahkan duduk..."ujar Kizashi setelah melihat Sasuke datang bersama dengan Sakura,Sasuke lagi-lagi hanya menurut lalu mendudukan dirinya di kursi sebelah kursi Sakura yang sudah ditempati.
"Maaf merepotkan Haruno-sama..."Mikoto berujar tak enak,ia pandangi makanan yang semuanya belum pernah ia makan dan ia yakin harganya pasti selangit,ia benar-benar merasa sangat merepotkan sang tuan rumah.
"Tidak apa-apa Mikoto-san,silahkan dinikmati...ini juga sebagai tanda terima kasih atas segala kebaikanmu...ayo cepat dimakan,Sasuke kau juga..jangan sungkan-sungkan"balas Kizashi ramah lalu mengambil lauknya sendiri,di ikuti Sakura,"Ayo dimakan..."ujarnya.
Tidak mau berlama-lama,Mikoto pun mengambil nasi miliknya lalu memilih sup miso sebagai makanannya,"Ayo Sasuke...cepat dimakan"ujarnya pelan pada Sasuke yang hanya diam memandang makanan yang banyak sekali diatas meja,ia mengangkat piringnya lalu mengambil lauknya acak,dirinya yang mau mengambil ayam goreng namun tangannya tidak sampai namun sebuah tangan terulur mengambil ayam goreng itu lalu menaruh dipiringnya.
Sasuke tanpa membalas perbuatan Sakura memakan lauknya dalam diam,Sakura yang menunggu Sasuke mengucapkan terima kasih hanya merengut kesal.
"Kau tidak mau bilang apa-apa padaku?"tanyanya namun ia hanya bisa menahan dirinya untuk tidak memukul gadis disebelahnya karena ucapannya diabaikan lagi oleh Sasuke.
"Setelah makan malam,kau dan Sakura boleh jalan-jalan sebentar mengelilingi rumah ini,ada yang harus aku bicarakan dengan ibumu"ujar Kizashi pada Sasuke.
"Membicarakan apa Haruno-sama?"tanya Mikoto tak tahu,Kizashi hanya tersenyum misterius lalu kembali melanjutkan makannya.
"Ok...!,Neesan nanti aku akan mengajakmu berkeliling rumahku ya...!"balas Sakura semangat,Sasuke hanya memutar bola matanya malas.
Kizashi mengajak Mikoto menuju taman belakang rumahnya,ia tersenyum penuh arti melihat wanita itu berjalan beriringan dengannya.
"Duduklah disini..."pinta Kizashi sambil menepuk bangku taman disebelahnya,Mikoto hanya menurut lalu mendudukan dirinya disamping Kizashi.
"Saat melihat kau memasuki rumahku,aku benar-benar sangat kaget dan sudah memperhatikan dirimu sejak 2 bulan yang lalu"ujar Kizashi membuka pembicaraan.
'Kenapa aku tidak menyadarinya?'gumam Mikoto.
"Sebelumnya aku memang ada perlu dengan pimpinan pasar yang kau tempati,saat melihatmu untuk yang pertama kali entah kenapa hatiku berdetak lebih kencang dari sebelumnya"Kizashi melanjutkan ucapannya,ia pandang wanita disebelahnya yang masih tetap cantik walaupun sudah berumur 38 tahun.
"Sudah 3 tahun aku ditinggal oleh istriku dan anakku membutuhkan sosok figur seorang ibu yang bisa menggantikannya,aku tahu kau memiliki sifat yang sangat keibu-ibuan,kau juga baik hati,kurasa ah tidak aku memang menyukaimu sejak dulu Mikoto..."
Mikoto pun terbelalak .
"Aku semakin yakin saat kemarin malam,Sakura mengatakan kalau ia ingin sekali mempunyai ibu sepertimu,aku tahu kau pasti baru bertemu denganku hari ini...tapi sekali lagi aku menyukaimu..aku ingin kau menjadi ibu untuk Sakura,aku mau menunggu kau menyukaiku Mikoto"Mikoto bangkit dari duduknya lalu memandang Kizashi.
"Aku memang baru saja bertemu dengan anda,aku juga sebenarnya ingin sekali mencari seorang suami yang mampu menjadi ayah untuk Sasuke,aku juga ingin mencari suami yang bisa menghidupi keluarga kecilku,aku kasihan melihat Sasuke yang sudah bekerja sejak kecil.."Mikoto menundukan kepalanya,"Aku ingin sekali merubah hidupnya,aku..aku senang mendengarmu menyukaiku...aku akan berusaha untuk menyukai-mencintaimu...aku akan berusaha..."bahunya bergetar menahan tangis yang gagal ia tahan,Kizashi yang melihatnya dengan segera memeluk tubuh yang lebih kecil darinya.
"Aku janji akan mengubah seluruh kehidupanmu,kau tidak perlu bekerja di pasar lagi dan Sasuke bisa menjalani kehidupannya sebagai seorang pelajar...aku sangat mencintaimu Mikoto..."dan Kizashi membiarkan Mikoto menangis didadanya sembari mengelus pelan rambut hitam milik Mikoto-Nya.
/\\\\
"Menurutmu apa yang dilakukan kedua orang tua kita dihalaman belakang?"Sakura berjalan mendahului Sasuke,ia merapatkan jaket merah mudahnya untuk menghalau udara dingin yang menggetarkan kulitnya.
Sasuke tidak membalas pertanyaan tak penting yang dilontarkan Sakura,ia hanya ingin cepat pulang lalu tidur.
"Kenapa kau dingin sekali sih Neesan?,kau tidak mau menjadi temanku?"tanya Sakura lalu menghentikan langkahnya,ia pandang gadis berambut hitam yang mengalihkan pandangan darinya.
"Kalau sudah tahu kenapa bertanya"balas Sasuke dingin lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Sakura yang memandangnya heran.
"Neesan~ aku tahu kau hanya bercanda...ayo aku ajak ke rumah Niisan...dia mempunyai banyak hewan peliharaan dirumahnya"ujar Sakura dengan polosnya lalu menarik tangan Sasuke.
"Jangan menarikku!"namun Sakura tidak memperdulikannya,ia masih tetap menarik tangan Sasuke hingga sampai didepan rumah sederhana bercat coklat.
"Ayo masuk!,biasanya jam segini Niisan sudah ada dirumah"Sasuke tidak tahu yang disebut Niisan oleh Sakura itu siapa,namun ia sedikit familiar dengan halaman rumah yang ia tapaki.
"Kau tunggu saja disana"Sakura menunjuk taman kecil disebelah barat rumah Niisannya,"Aku dan Niisan akan menghampirimu disana"lanjutnya lalu melangkah menuju teras rumah Naruto.
Sasuke menghampiri kursi taman itu lalu mendudukan dirinya,ia sedikit kaget saat melihat kelinci berwarna putih melompat-lompat melewati dirinya,tidak hanya satu namun lima ekor,ia memeluk dirinya sendiri menahan hawa dingin yang menusuk tulangnya,ia hanya memakai baju berlengan pendek.
"Hey"Sasuke mendongakkan kepalanya melihat pemuda bersurai pirang mendudukan dirinya disamping Sasuke,"Sakura berbaik hati membuatkan teh hangat untuk kita,ia menyuruhku untuk menemanimu"lanjutnya.
Hening menyelimuti mereka berdua,Naruto yang jengah akan keadaan ini memulai pembicaraan.
"Jadi namamu Uchiha Sasuke ya,tidak kusangka kita akan bertemu lagi"ujarnya yang tidak ditanggapi sama sekali oleh Sasuke.
"Aku berbicara padamu,tanggapilah walau sedikit"ujar Naruto kesal.
"Hn"
"Sedikit sih sedikit,tapi tidak 2 huruf juga teme!"Naruto mengacak-acak rambutnya kesal,ia lebih baik menghadapi sikap cerewet Sakura dari pada menghadapi sifat gadis disampingnya.
Kekesalan Naruto sedikit meluntur saat melihat Sasuke yang berusaha menghangatkan dirinya dengan mengosok-gosokan kedua telapak tangannya,giginya gemeletuk menahan hawa dingin yang semakin menjadi-jadi.
"Kau kedinginan?,lebih baik kita masuk saja"tawar Naruto,Sasuke menggelengkan kepalanya.
"Jangan keras kepala,wajahmu sudah memu-"
"Coklat panasnya sudah sampai,Niisan bantu aku meletakkan cangkir ini dong!"dengan perlahan Sakura berjalan menghampiri mereka berdua dengan nampan dikedua tangannya,Naruto yang melihatnya segera membantu Sakura meletakkan ketiga cangkir coklat itu diatas meja taman.
"Oh ya,Niisan camilanmu aku bawa kesini ya!?"pinta Sakura,Naruto hanya mengangguk singkat lalu meminum coklat panasnya,"Ayo diminum,tenang saja tidak beracun kok"lanjutnya bercanda.
Demi menghilangkan rasa dingin ya ia rasakan,Sasuke (agak) terpaksa meminum coklat panas buatan Sakura,rasanya enak tidak terlalu manis juga tidak terlalu pahit,sempurna.
Ia tersentak saat sebuah jaket berwarna hitam tersampir dibahunya.
"Aku tidak tahan melihat gadis tengah kedinginan,kulitmu yang putih menjadi pucat,aku berasa duduk dengan hantu"ujar Naruto.
Sasuke berusaha melepaskan jaket yang tersampir dibahunya namun tangan Naruto yang memegang pundaknya memaksanya untuk membiarkan jaket itu menghangatkan dirinya.
"Ini camilannya,enaknya kita bicarain apa ya?"celetuk Sakura lalu mendudukan dirinya dibangku yang satunya.
"Bagaimana kalau cerita hantu!"Sakura dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Nanti aku nggak bisa tidur Niisan..."rengek Sakura ketakutan.
"Kalau begitu enaknya apa?,Sasuke kau punya ide?"pinta Naruto,Sasuke memejamkan matanya.
"Kau seorang mahasiswa pertanian kan?"tanyanya.
"Benar,memangnya ada apa?"
"Beri tahu aku bagaimana cara memberantas hama tanaman tomat,wortel dan kentang dengan alat tradisional,bagaimana cara membudi dayakan buah semangka dan hal apa yang harus diperhatikan dalam menanam pohon coklat"jawab Sasuke panjang lebar.
"Ah itu ya..bagaiman Sakura?,kau setuju?"dan lagi-lagi Sakura menggelengkan kepalanya.
"Itu membosankan!,bagaimana kalau kita cerita tentang cinta saja...gadis seperti kita memang harus banyak-banyak mengenal tentang cinta dari pada pelajaran membosankan itu"rajuk Sakura.
"Aku tidak tertarik mendengar ocehan mu,kalau kau tidak mau mengatakannya padaku,lebih baik aku pulang"ujar Sasuke datar lalu berjalan pelan menuju pagar pintu keluar.
"Tenang saja aku akan mengajarimu bagaimana cara memberantas hama tanaman tomat,wortel dan kentang dengan alat tradisional,bagaimana cara membudi dayakan buah semangka dan hal apa yang harus diperhatikan dalam menanam pohon coklat kita bisa langsung mempraktekannya,kebetulan satu bulan kedepan aku libur,bagaimana?"tawar Naruto,ia senang sekali saat Sasuke meminta bantuan darinya dan ia tidak mau menolaknya.
Sasuke menimbangnya sejenak lalu menganggukkan kepalanya,"Jam tujuh pagi kau sudah harus berada disawah dekat pasar,aku menunggumu disana"ujarnya lalu ia kembali melanjutkan perjalanannya.
"Loh kau benar-benar mau pulang?"
Sakura menghampiri Naruto lalu menepuk bahunya,"Neesan itu memang dingin sekali,aku jamin tidak ada lelaki yang betah kalau berada didekatnya"ujarnya percaya diri.
Naruto hanya diam"Sebaiknya kau mengikutinya pulang"ujarnya.
"Kau mengusirku?"tanya Sakura pura-pura tersinggung.
"Tentu saja tidak,ayo aku antar"balas Naruto lalu menggenggam tangan mungil Sakura.
'Hangat'batin Sakura tersipu,dan mereka berdua berjalan beriringan dibelakang Sasuke yang sudah jauh didepan mereka.
.
.
.
.
.
"Kalian dari mana saja?"tanya lelaki tua itu pada gadis pirang norak yang tengah berlari kearahnya.
"Aku habis dari rumah Niisan sambil ngajak Neesan kok"jawabnya kekanakan lalu matanya melihat ibuku yang membalasnya dengan senyum,"Ba-san jangan pulang dulu dong..aku masih mau sama Ba-san.."rengeknya sambil memeluk lengan ibuku.
Ibuku hanya mengelus rambut pink tipisnya lalu melihatku dengan senyum penuh arti.
Aku hanya menaikkan sebelah alisku.
Lelaki disebelah ibuku tiba-tiba tertawa tanpa sebab,ia mengacak-acak rambut Sakura.
"Hari ini Mikoto akan menginap dirumah kita,kau bisa memeluknya sepuasmu Sakura.."ujarnya.
Apa maksudnya menginap dirumah ini?,dan kenapa ibuku menurutinya?
"Horeee!,Ba-san mau menginap,nanti tidur dikamarku ya~"mendengar ucapannya saja membuatku ingin muntah.
"Sasuke kau juga akan menginap di rumah kami,ada yang harus aku bicarakan nan-"
"Kalau kau ingin mengatakan sesuatu,katakan sekarang!,aku tidak bisa menginap dirumahmu"balasku dingin,pria itu hanya menghela nafas lalu memeluk bahu ibuku.
"Aku akan menikahimu ibumu"jawabnya tegas,aku membelalakan mataku,tidak mungkin kan?,aku salah dengar kan?
"Tousan mau menikahi Ba-san?"tanya Sakura tak percaya.
"Iya..kau suka kan?"aku menutup kedua telingaku mendengar teriakannya yang memekikan telinga.
"Ba-san akan menjad ibuku...Ba-san akan menjadi ibuku...!"teriaknya senang berbanding terbalik denganku.
Aku mengeratkan kepalan tanganku,gigiku bergemeletuk kesal.
Apa-apaan ini?,kenapa semuanya begitu cepat?,bahkan mereka berdua baru bertemu tadi..tapi kenapa?
Aku yang tidak kuat menahan amarahku memutuskan untuk pergi dari tempat itu,berlari sekencang mungkin tanpa memperdulikan teriakan ibuku,aku tidak tahu harus berlari kemana yang penting aku bisa pergi menjauhi tempat itu.
"Tunggu Sasuke!"aku berdecak kesal saat melihat pemuda itu mengejarku,aku mempercepat lariku memasuki wilayah hutan.
"Jangan masuk kesana!,bahaya Sasuke!"
Aku seperti kehilangan akal,aku terus berlari menghiraukan larangan Naruto,aku terus berlari sampai sebuah jurang yang sangat dalam didepanku seakan-akan siap melahap diriku.
Saat aku akan jatuh kedalam jurang curam itu,ia menggenggam tanganku lalu menarikku menjauh dari tepi jurang.
"Kau orang terbodoh yang pernah aku temui!"teriaknya tepat didepan wajahku,aku memalingkan wajahku darinya,menolak melihat mata birunya yang seakan menarikku kedalam pusarannya.
"Lebih baik kita kembali,ibumu khawatir pada-"
"Biarkan aku pulang kerumahku dan bilang kepada ibu kalau aku baik-baik saja,lepaskan tanganku!"sial!,genggamannya terlalu kuat pada tanganku,aku tidak bisa melarikan diri darinya,sialan!
"Tidak,kau harus mau menginap dirumah Sakura,sebentar lagi Kizashi Jisan dan juga Sakura akan menjadi keluargamu..."aku memandangnya tajam.
"Aku menikmati kehidupanku saat ini,aku tidak perlu mempunyai ayah kaya yang bisa menjamin kehidupanku dan saudara bodoh yang menganggu hidupku,aku bahagia menjadi orang biasa dan kau tahu...ini terlalu tiba-tiba!"teriakku marah,aku menyentak tangannya dan berhasil,aku berjalan melewatinya.
"Kau tidak kasihan dengan ibumu?,dia juga ingin mempunyai seseorang yang membantunya merawatmu,menemaninya sampai akhir berhak bahagia juga Sasuke..."aku menghentikan langkahku.
Kalau dipikir-pikir ucapannya ada benarnya juga,ibuku berhak bahagia dengan lelaki yang dipihnya.
Apa aku harus berpura-pura menerima kalau ibu akan menikah lagi?
Meninggalkan dunia kesederhanaan kami dalam sekejap?
"Temui ibumu dan beri tahu keputusanmu,jangan menjadi egois Sasuke.."ia masih terus saja berbicara,aku berjalan mendahuluinya.
Aku telah sampai dirumahnya kembali,aku merasa bersalah melihat wajah ibuku yang berlinang air mata berlari kearahku dan memelukku.
"Kalau kau tidak ingin ibu menikah lagi,ibu akan menerimanya asal kau nyaman Sasu..."aku menjadi sangat bersalah,aku balas memeluk ibuku.
"Tidak,aku hanya sedikit kaget" memandangku dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah?,kau yakin?"aku hanya menganggukkan kepalaku,memaksakan senyum untuk menenangkannya.
"Kaasan boleh menginap disini tetapi aku harus pulang,masih ada satu hal yang harus aku lakukan,bolehkah?"pintaku.
Kizashi-sama menghampiri kami berdua,"Apakah ada masalah?,kau bisa bilang padaku?"tanyanya.
Aku menggelengkan kepalaku,"Hanya urusan dengan teman"balasku.
"Oh...baiklah kalau begitu,Naruto kau bisa menemaninya pulang kan?,anak gadis seperti tidak baik pulang sendiri"
"Tidak perlu,a-"
"Baik Kizashi Jisan..."balas Naruto lalu ia memandangku,"Tunggu aku didepan halaman ini,aku akan mengambil mobilku"ujarnya lalu meninggalkan halaman rumah Kizashi-sama.
Aku tak menjawab namun mengikuti ucapannya.
"Sasuke kau yakin?,Kaasan bisa menemanimu pulang?"sepertinya ibuku khawatir.
"Tidak apa-apa Kaasan,kalau begitu aku pulang dulu..Jaa Naa..."ujarku lalu kembali melanjutkan langkahku.
"Apa Sasuke sudah mempunyai kekasih?"tanya Kizashi dibalas kedikan bahu oleh Mikoto.
"Mungkin saja,anakku gadis paling cantik didesaku,tapi aku yakin ia bisa menjaga diri"balas Mikoto.
Sakura menghampiri mereka berdua lalu memeluk tubuh Tousannya.
"Huwaa Tousan~,aku belum mempunyai kekasih,masa aku kalah sama Neesan,aku kan juga nggak kalah cantik~"rengeknya.
Kizashi tertawa terbahak-bahak,"Kalau tuhan sudah memutuskan,kau pasti mempunyai kekasih anakku..."ujarnya sambil mengelus rambut anaknya.
"Ayo sebaiknya kita masuk,udara sudah semakin dingin"
"Ba-san eh maksudku Kaasan tidur sama aku ya.."
"Iya sayang..."
...
Hening kembali melingkup kedua orang dengan sifat bertolak belakang.
"Jalananya gelap,kita mengobrol tentang apa gitu untuk mengusir keheningan ini...sumpah aku benar-benar merasa seperti duduk dengan hantu"ujar Naruto memecah keheningan.
"Sudah kubilang kan kalau orang bicara itu harus ditang-"Naruto menghentikan ucapannya saat melihat gadis disebelahnya itu tengah tertidur,ia tersenyum kecil saat melihat wajah 'bobo cantik' gadis disebelahnya.
"Cih,kenapa kau harus mempunyai wajah cantik sih"gumamnya,ia sangat kesal saat mendapatkan tanggapan dingin dari Sasuke namun saat melihat wajah cantiknya,kekesalan itu sirna dari hatinya.
Tangan kirinya ia gunakan untuk menyisipkan poni Sasuke yang ia rasa mengganggu di telinganya,ingin rasanya ia meminjamkan bahunya untuk gadis itu.
"Mungkin setelah berhari-hari bertemu denganmu,aku bisa menyimpulkan perasaan yang aku miliki padamu Sasuke..."dan ia kembali menjalankan mobilnya yang ia hentikan tadi.
Kompleks rumah Sasuke benar-benar sepi padahal waktu masih menunjukan pukul 19.00
Naruto menggoyang-goyangkan bahu kecil Sasuke.
"Maaf mengganggu acara tidurmu,kita sudah sampai"ujar Naruto yang sebenarnya tak kuasa membangunkan Sasuke,ia masih ingin menikmati wajah 'bobo cantik' miliknya.
Kelopak mata itu terbuka menapilkan sepasang onyx yang masih sayu,mata itu memandang Naruto lalu melihat keluar jendela.
"Kau sudah sampai"Sasuke mengangguk,ia akan membuka pintu mobil sebelum seseorang sudah membukakan pintu mobil disebelahnya,ia pun keluar lalu memasuki halaman rumahnya dalam diam.
"Hey tidak adakah kata te-"
"Terima kasih sudah mengantarku"Naruto tersenyum mendengarnya.
"Hati-hati dirumah sendiri ya!"serunya riang namun wajahnya berubah menjadi penuh tanda tanya saat melihat seorang pemuda berambut berlari kecil menghampiri Sasuke.
"Kau dari mana saja,padahal aku sudah membawakan nasi rantang untukmu"
Ia melihat Sasuke menutup matanya,"Maafkan aku,tadi ada sedikit masalah"
Pemuda berambut merah itu membalasnya dengan senyum,"Kalau begitu kau mau kan menemaniku menjaga adik-adikku?,ibuku berada disebrang desa,kau tahu aku tidak bisa menjaganya sendiri"ujarnya lalu menggaruk-garuk kepalanya.
"Kau harus membayarku"ujar Sasuke lalu berjalan memasuki rumahnya,ia melihat pemuda berambut merah itu berlari mengejar Sasuke.
"Ah sudah pasti kau akan berkata seperti itu,ayolah bantu aku menjaga adikku 2 jam saja,aku masih ada urusan di balai desa,kau mau kan?"
Entah kenapa Naruto kesal saat melihat mereka berdua berkomunikasi dengan lancarnya,Sasuke yang selalu diam saat ia ajak bicara mendadak selalu membalas perkataan pemuda berambut merah itu,ia memutuskan untuk memasuki mobilnya lalu melajukannya dengan kencang.
"Eh tadi itu siapa Sas?"tanya pemuda itu.
"Kenalan ku,ingat hanya 2 jam kalau lebih kau harus membayar!"sungut Sasuke lalu berjalan mendahuli pemuda berambut merah.
"Iya..iya..."
"Kuso..!,Kuso!,kuso!,KUSOOO!"Naruto memukul stir mobilnya sendiri,wajahnya memerah karena kesal.
'Hey aku belum menyukainya kan?,kenapa aku bisa sekesal ini?'batin Naruto yang masih tidak mau mengakui apa yang membuatnya begitu kesal.
"Kau aneh sekali Naruto...kami bahkan baru bertemu 2 hari..2 HARI?!,mana mungkin aku menyukainya secepat itu,aku memang tahu kalau ia gadis cantik yang dingin tetapi..tetapi...arghhh!"demi keamanan,Naruto menepikan mobilnya dipinggir jalan,ia menundukan matanya menahan gejolak didalam hatinya.
Hanya karena alasan 'baru bertemu 2 hari'membuatnya tidak yakin akan perasaannya sendiri,perasaan yang sering ia alami disaat masa-masa sekolah dahulu,perasaan yang sudah lama ia buang.
Cinta...
.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
Untuk semuanya,terima kasih banyak sudah menyempatkan diri membaca fic ini dan mereviewnya.
Jangan bosan-bosan membaca fic ini ya
Akasaka Kirachiha
