Naruto : Miko

Disc : Masashi Kishimoto

Rated : maybe M, but not lemon hehe

Pair : ...femNaru

Genre : supranatural, drama, dll

Warning : OOC, typo and Miss typo, bahasa amburadul

"Naruto..." / (Percakapan dalam bentuk Monster or Hewan)

'Naruto...' / (Inner bentuk Monster or Hewan)

"Naruto..." / (Percakapan dalam bentuk Human)

'Naruto...' / (Inner bentuk Human)

(1412 present)

"Naruto diserang Shikigami buatan?! Bagaimana bisa?! Tori!'

Seorang pria berpenutup mata dan bermasker muncul segera didepan wanita bernama Senju Tsunade -Kepala Sekolah Konoha Academy-

"Kenapa Kau yang muncul Kakashi?" Tanya Tsunade.

"Ahh. Saya hanya ingin memberitahu bahwa Tori ditemukan tewas di hutan kematian dekat dengan tempat Naruto diserang. Kematiannya masih dirahasiakan karenanya tak ada didalam laporan yang Anda baca." Ujar pria bernama Hatake Kakashi itu tenang.

"Begitu. Jadi Anbu yang bertugas mengawasi Naruto tewas. Ini akan rumit jika Dewan tahu." Gumam Tsunade khawatir.

"Kakashi. Kuperintahkan Kau untuk mengawasi Naruto. Selidiki orang-orang yang selalu berada didekat Naruto, semuanya, tanpa terkecuali, termasuk teman-temannya." Perintah Tsunade.

"Sesuai keinginan Anda Tsunade-sama. Kalau begitu Saya permisi." Kakashi menghilang dalam kepulan asap.

(1412)

-Naruto pov-

Uzumaki Naruto. Itu adalah namaku, sejujurnya Aku tak terlalu yakin itu adalah namaku. Karena, Aku tak punya ingatan sebelum Aku di adopsi keluarga Yamanaka. Aku tak ingat wajah orang tuaku atau kapan Mereka mati, Aku tak tahu Mereka benar-benar telah meninggalkan dunia ini atau belum, Aku hanya tahu dari keluarga baruku bahwa Mereka sudah tiada, entah kapan, sebelum atau saat bencana 9 tahun yang lalu bersama musnahnya keluarga besar Uzumaki. Hal yang paling kuingat sampai sekarang adalah Salju putih yang berubah menjadi Merah serta Panasnya api.

Namun, baru-baru ini Aku selalu memimpikan hal aneh, seorang wanita cantik berambut merah memegang katana, lalu Yukata yang Dia kenakan berlumuran darah, Dia tersenyum kearahku. Lalu semuanya gelap. Aku ingin tahu siapa wanita itu, maksud dari senyuman itu.

-Naruto pov end-

"Naru... Naru... Naru... " panggil Ino khawatir.

"Uggh.. I-ino, Ini dimana?" Tanya Naruto saat membuka matanya.

"Wokatta. Kupikir Kau akan mati. Hiks... Baka-Naru, Kau membuatku khawatir.." Ino memeluk erat Naruto. Meski Ino terkenal akan kejailannya pada Naruto tapi Dia sangat menyayangi Naruto,Naruto adalah adiknya, adik yang harus Dia jaga, karenanya Dia akan marah saat ada orang lain yang menjahili Naruto.

"I-ittai Ino, terlalu erat." Protes Naruto.

"Ahaha Gomen." Ujar Ino tanpa rasa bersalah.

"Kami mengkhawatirkanmu Naru. Ah dan ini patnermu bukan." Hinata menyerahkan Kyuubi chibi yang ada diatas kursi dekat tempat tidur Naruto.

"Ha'i. Dia adalah patnerku namanya Kyuu-chan." Ujar Naruto memperkenalkan patnernya. Kyuubi hanya mendengus mendengar nama panggilan yang disematkan Naruto untuk dirinya, padahal harusnya Naruto tahu nama aslinya saat Dia menulis digulungan kontrak.

"Kau merubah nama patnermu. Dasar dobe." Komentar Sasuke dengan nada mengejek.

"Diam teme. Urusi saja urusanmu. Senang sekali mengganggu kebahagiaan orang." Ujar Naruto kesal.

"Kau! Dasar silau."

"Suram."

"Dasar kuncir kuda."

"Pantat ayam."

"Khem. Ini Unit kesehatan. Dan banyak orang yang sedang istirahat. Bisakah kalian tenang?" Shizune, kepala dari Unit kesehatan Konoha Academy sudah mulai mengeluarkan aura keunguan.

"Ha'i. Gomenasai." Sesal Naruto, Namun Sasuke tak terlalu peduli, dengan seenaknya Dia meninggalkan ruangan itu.

"Nah Naru. Sekarang Kau bisa kembali ke asrama, dan banyaklah istirahat disana, lukamu belum sembuh to... tal." Shizune sedikit tertegung. Dia sangat yakin dipunggung Naruto tadi ada banyak memar. Lalu kemana memar itu pergi?

"Shizune-sensei daijobou?" Tanya Sakura melihat Shizune yang melamun.

"A-ah Daijobu desu. Sensei tak bisa mengantarmu ke asrama. Tolong Kalian antarkan Naru." Shizune bergegas meninggalkan Unit kesehatan.

"Nah sekarang Ayo ke asrama. Bisa berdiri?" Tanya Ino. Naruto tersenyum sedikit menyeringai, menunjuk Shikamaru yang berbincang dengan Kiba.

"Shika, gendong Aku!" Pinta atau lebih tepat disebut perintah Naruto pada Shikamaru.

Shikamaru menghela nafas, menggaruk kepala belakangnya, dan mendekat kearah Naruto. "Ayo naik." Shikamaru berjongkok didepan Naruto. Senyum Naruto makin melebar.

"Ayo berangkat!" Teriak Naruto semangat. Kyuubi berlari mengikuti Naruto dan Shikamaru.

"Terkadang Aku betanya-tanya kenapa Shika yang pemalas selalu mengabulkan permintaan Naruto."tanya Sakura lebih tepatnya bertanya pada diri sendiri.

"Mau bagaimana lagi. Kami bertiga teman masa kecil, karena Naruto paling kecil maka Shikamaru selalu memanjakannya hingga tak bisa menolak permintaan Naruto. Benar-benar adik manja. Aku terkadang sedih kenapa Naruto harus dewasa." Ino menjawab pertanyaan Sakura.

"Kata-katamu seperti Nenek tua yang khawatir akan cucunya Ino." Komentar Kiba.

Bletak.

"Bilang apa Kau Anjing Kampung!" Teriak Ino.

"Ma~ ma~ I-ino-chan. Jangan terlalu keras. Nanti Sensei memarahi Kita, Ayo lebih baik Kita menyusul Mereka." Hinata menghalangi Ino yang mencoba untuk menjitak kepala Kiba lagi.

(1412)

Shizune berjalan tergesa-gesa menuju tempat Tsunade, 'Aku yakin memar itu beberapa menit yang lalu ada. Tapi tadi saat kuperiksa... Memar itu seharusnya tak akan hilang beberapa hari kedepan. Mu-mungkinkah Naruto itu...' batin Shizune berkecamuk.

Brukk.

"A-aduh." Ringis Shizune saat menabrak sesuatu didepannya.

"Daijobou desu Shizune-san." Ujar seorang pria mengulurkan tangan bantuan.

"A-ah Arigatou Itachi-san." Shizune menerima uluran tangan dari pria bernama Itachi. Lebih tepatnya Uchiha Itachi, Ketua Anbu termuda dalam sejarah. Umurnya sekarang 20 tahun.

"Mau kemana Shizune-san?" Tanya Itachi ramah.

"Ah. Aku harus melaporkan sesuatu yang penting tentang..."

"Naruto." Potong Itachi.

"Ha'i. Bagaimana Itachi-san tahu?" Tanya Shizune tak mengerti.

"Tentu Aku tahu. Aku tahu semua tentang Naruto. Jadi Shizune-san, maaf tapi didunia ini ada hal yang tak boleh Kau ketahui." Jawab Itachi, tangannya dengan cepat menyentuh dahi Shizune.

"Kau tak melihat apa-apa. Naruto adalah gadis normal, lupakan semua hal yang ingin Kau laporkan pada Tsunade-sama." Bisik Itachi, Shizune ambruk setelah Itachi menyelesaikan kata-katanya.

"Ah Ototou-kun. Sedang apa Kau disini?" Tanya Itachi menatap Sasuke yang berdiri tegak tak jauh dari tempat Dirinya dan Shizune yang terbaring.

"Apa yang coba Kau lakukan pada Shizune-Sensei? Apa yang sebenarnya Kau lakukan belakangan ini?! Terlalu aneh seorang dengan pangkat Kapten Anbu berkeliaran di sekolah?! Siapa yang sedang Kau selidiki?! Apa Hinata, Renkarnasi dari Miko legenda itu?! Tidak, Hinata bukanlah Miko legenda itu .Naruto! Kau dan Sensei menyebut nama itu tadi. Mungkinkah?!"

"Oh~ oh~Ototou. Kau terlalu banyak bertanya, hmm tapi akan kujawab semua pertanyaanmu satu persatu, ini adalah perlakuan khusus dari seorang Kakak. Yang kulakukan pada Shizune-san adalah melindunginya. Jika seseorang terlalu banyak tahu akan kebenaran maka Dia akan menjadi taget. Yang kulakukan belakangan in? Hmm. Melakukan yang terbaik untuk dunia Mungkin. Aku disini hanya mengantar Dewan untuk bertemu Tsunade-sama. Yang sedang kuselidiki? Semua Manusia yang berada dilingkungan sekolah termasuk dirimu Ototou. Nah Apa yang akan Kau lakukan setelah mengetahui ini?" Itachi meatap Sasuke, senyu tak lepas dari bibirnya.

"Kau masih belum menjawab satu pertanyaan lagi. Naruto apa mungkin Dia?"

"Ya. Sesuai perkiraanmu. Dia adalah sebuah harapan sekaligus bencana."

"Bencana? Apa maksudmu?"

"Ahh~ sesi tanya jawab sudah habis, Aku perlu mengantarkan Shizune-san ke kantornya. Jaa Ototou." Itachi membopong Shizune dan menghilang dalam kepulan asap.

"Aniki! Tunggu! Cih.. sial!" Sasuke meninju diding didekatnya kesal.

(1412)

-Ruang Tsunade-

"Sudah kuduga akan terjadi hal ini. Jika saja gadis itu berada dibawah pengawasanku hal ini tak akan terjadi." Ujar pria yang memiliki bekas luka silang didagunya, Salah satu matanya ditutupi perban -Shimura Danzo-

"Dan Aku tak akan pernah mengizinkan hal itu. Jangan lupa jika Aku masih terikat darah dengan Naruto. Anda jangan lupa bahwa hukum darah nasih berlaku. Jika Aku tak setuju maka Naruto akan tetap disini!"

Danzo menatap Tsunade tajam. Tsunade balik menatap Danzo tak kalah tajam, Dia tak rakut pada Dewan, karena Dia masih bisa menang melawan Mereka, Dia dan Naruto terhubung pertalian darah tak langsung.

"Suatu saat Aku akan kembali dan mengambil gadis itu." Danzo keluar dari ruangan Tsunade.

"Ahh. Kepalaku pusing. Kuserahkan segala hal mengenai Danzo padamu Itachi." Gumam Tsunade.

Danzo terus berjalan menuju tempat mobil yang menunggunya, wajahnya masih terlihat memendam kesal. Langkahnya terhenti, melirik kearah sudut gelap.

"Apa Kau disana?" Tanya Danzo entah pada siapa.

"Ha'i." Jawab suara laki-laki dari sudut gelap.

"Aku mengandalkanmu untuk mengawasi pergerakan orang-orang disini. Anakku, Sai."

"Ha'i Tou-sama." Sai keluar dari sudut kegelapan, tak lupa memamerkan senyum palsunya.

(1412)

"Yosha! Aku bisa mengambil Misi C-Rank. Ayo Kyuu Kita cari Misi mudah dengan bayaran mahal, dan membeli ramen Paman Teuchi!" Teriak Naruto terlalu bersemangat.

Bletak.

"Dobe. Jika ingin melakukan Misi C-Rank Kau harus membuat kelompok dan mencari pembimbing dari jajaran Sensei." Jelas Sasuke.

"Aku tahu. Jangan seenaknya memukul kepala orang teme." Naruto mengusap kepalanya dan menatap Sasuke sebal.

"Tapi siapa yang mau jadi teman sekelompokku?" Gumam Naruto menatap teman-temannya yang sudah membuat kelompok.

"Tidak ada pilihan lain. Kau denganku dobe. Aku juga belum mendapatkan kelompok." Sasuke menawarkan diri.

"Ehhhhh..." siswa dan siswi 2-1 menatap Sasuke dan Naruto tak percaya. Karena yang Mereka tahu, keduanya jika bersama maka akan perang mulut.

"Kau yakin teme. So-soalnya, Aku lemah, mantra saja belum becus, Aku akan jadi beban." Naruto menunduk, wajahnya sedikit bersemu merah, Dia malu jika dibandingkan dengan Sasuke yang jauh lebih kuat.

"Karenanya Kita harus mencari pembimbing yang bisa melatihmu." Ujar Sasuke, matanya melirik Naruto,

Deg.

Entah kenapa jantungnya berdetak cepat.

"Aku boleh bergabung dengan Kalian bukan? Kalian kekurangan orang. Kelompok dibentuk minimal 3 orang." Ujar Sai.

"Eehhhh?" Kembali para siswa siswi kembali memandang Mereka. Pasalnya Sai dan Sasuke tak bisa akrab. Entah apa jadinya kelompok itu.

"Kalau begitu Aku akan mengajukan diri sebagai pembimbing Kalian." Ujar pria bermasker entah darimana munculnya.

"Kakashi-sensei?" Tanya Naruto tak yakin.

"Bagaimana Naru. Atau Kau lebih memilih Anko-sensei. Atau Ibiki-sensei jadi pembimbing. Well itu tergantung Kalian." Kakashi memberi pilihan.

"Aku memilih Kaka-sensei saja, bagaimana teme, Sai?" Naruto menatap Sasuke dan Sai. Meminta pendapat.

"Hn."

"Aku setuju saja." Jawab Sai.

"Sudah diputuskan. Tim Kakashi terbentuk." Ujar Naruto riang.

'Mereka benar-benar membuat Tim.' Batin para siswa tak percaya akan kombinasi tim nyentrik itu.

"Kalau begitu Aku akan lapor pada Baa-chan, dan mendaftarkan kelompok Kita ke devisi Misi. Jaa." Naruto berlari meninggalkan teman-temannya, Ahh Dia ingin cepat-cepat menjalankan Misi pertama dengan kelompoknya.

"Suatu saat Kau akan tahu Misimu yang sebenarnya."

'Si-siapa? Akhh Kepalaku.' Keseimbangan Naruto perlahan goyah. Kyuubi cepat-cepat mengambil bentuk Humannya.

Grep.

"Naruto!" Panggil Kyuubi khawatir. Yatsufusa menampakan wujudnya.

"Naikkan Dia ke punggungku. Cepat!" Ujar Yatsufusa.

"Biar Aku yang bawa, Akan aneh jika Kalian berkeliaran berdua. Terlebih Kalian makhluk legenda yang sudah lama menghilang." Kakashi datang dan langsung mengambil Naruto dari tangan Kyuubi.

"Kupercayakan padamu Manusia." Yatsufusa kembali menghilang. Kyuubi mengangguk dan berubah kembali menjadi chibi Kyuubi

"Nah. Nah. Sekarang Aku harus ketempat Shizune." Ujar Kakashi ringan dan menghilang dalam hembusan angin.

"Naruto-chan. Kenapa lagi Kakashi-san?" Tanya Shizune khawatir.

"Aku menemukannya pingsan dikoridor saat akan mendaftarkan kelompok baru. Tolong tangani Dia Shizune, Aku harus pergi ketempat Tsunade-sama." Kakashi berjalan keluar pintu.

"Se-enaknya saja." Gumam Shizune kesal.

-Naruto dream-

(Naruto dream 7 years ago)

"Kau adalah anak yang diberkati Kami-sama Naru. Suatu saat Kau akan mengerti akan tugasmu, dan kenapa Kau dilahirkan."

'Siapa? Siapa Kau? Kenapa Aku tak dapat melihat wajahmu? Ini Aku? Apakah Aku bermimipi?' Batin Naruto menatap dirinya dipantulan air.

"Kau permata Uzumaki. Simbol keabadian."

Naruto menatap orang yang berbicara itu. Namun tetap wajahnya tak terlihat.

Hah

Hah

Hah

'Dingin. Si-siapapun tolong A-aku.' Naruto terus berlari diatas tumpukan salju tanpa alas kaki.

Crasss

"Gomenasai Naru. Ini untuk kebaikanmu."

'Sa-sakit. Ke-kenapa Ka-kau menusukku.' Naruto memegang dadanya. Yukata putihnya berubah menjadi merah. Matanya menatap orang yang menusuknya, Dia mencoba melihat sekelilingnya, Api berkobar dimana-mana, suara teriakan disegala penjuru.

"Permata? Simbol keabadian? Bukankah Aku hanya manusia yang tak diinginkan." Gumam Naruto.

"Apa Kau ingin mati seperti itu? Atau hidup dan mencari alasan kenapa Kau bernasib seperti ini?" Tanya seorang wanita. Naruto memfokuskan matanya mencari tahu siapa wanita itu.

"Pilihlah. Mati tanpa tahu apa-apa. Hidup untuk mencari alasan kenapa Kau dibunuh. Pilihlah." Wanita itu mengajukan pilihan.

"A-aku ingin hidup!"

"Kontak terpenuhi. Aku akan hidup dalam dirimu. Kau sekarang mengemban tugas berat. Misimu jauh lebih rumit. Pilihan yang bagus Uzumaki Naruto."

-Naruto dream end-

Naruto membuka matanya, nafasnya memburu. Mimpi itu, mimpi yang sangat mengerikan. Sekarang Dia ingat, seharusnya Dia sudah mati 9 tahun lalu.

"Sebenarnya Aku ini siapa? Aku ini apa?"Naruto meremas rambutnya frustasi.

"Naruto-chan. Kau sudah sadar? Eh kenapa Kau menangis?" Tanya Shizune menatap mata Naruto yang sembab.

"A-ah ti-tidak Sensei. Hanya mimpi buruk. Aku sudah merasa baikan, Aku akan ke Asrama." Naruto berjalan keluar ruangan dengan sedikit sempoyongan.

"Hime. Kau terlihat murung. Ada apa?" Tanya Kyuubi.

"Kyuu. Bagaimana perasaanmu jika Kau seharusnya mati?" Naruto balik bertanya.

"Tentu saja terkejut. Dan mencari tahu alasan kematianku." Jawab Kyuubi. Naruto mengangguk mengerti.

"Kyuu-chan. Siapa patnermu sebelum Aku?" Tanya Naruto! Mengganti topik pembicaraan.

"Patnerku dulu seorang ksatri pemberani. Namun Dia mati karena kesalahanku. Karena Aku tak becus sebagai patner. Lalu Aku mengasingkan diri kesebuah hutan. Hingga 1 bulan yang lalu, Aku bertemu seorang Malaikat utusan Tuhan. Dia berkata untuk menebus semua kesalahanku Aku harus melayani seorang Miko dari klan Uzumaki, dan itu Kau Hime. Aku tak akan membiarkanmu terluka. Aku akan selalu menjagamu." Naruto tersenyum kecil. Mengusap kepala Kyuubi sayang.

"Pasti berat menanggung rasa bersalah selama ribuan tahun. Kau kuat Kyuu-chan." Ujar Naruto.

"Kalau Kau Yatsufusa? Siapa patnermu?"

"Patnerku seorang pendeta." Jawab Yatsufusa.

"Are? Yang kutahu Kau hanya melayani wanita klan Satomi. Kenapa Kau memilih pria?" Tanya Naruti tak mengerti.

"Dasar Ero-Inu. Hanya memilih wanita, dan terakhir pria. Kau pastinya Gay." Komentar Kyuubi.

Bugh

Dengan entengnya Yatsufusa meninjak Kyuubi versi kecil, "Pendeta itu memiliki Aura yang sama dengan Miko Klan Satomi yang pernah menjadi Masterku. Namun setelah klan Satomi hancur Aku mengasingkan diri di Kuil yang berada di puncak gunung." Jawab Yatsufusa.

Naruto sweatdrop melihat Kyuubi yang masih diinjak, "Ano.. Yatsufusa, Kyuu-chan bisa mati jika seperti itu."

"Ah. Aku tak sadar ada rubah kecil disini." Yatufusa menyeringai, menampilkan taringnya, kyuubi menggeram kesal.

"Lalu kenapa Kau memilihku menjadi patner? Aku bukan dari Klan Satomi."

"Aku juga didatangi Malaikat sama seperti rubah itu hanya saja bukan untuk menebus kesalahan, melainkan agar keberadaannku tetap ada."

"Oh jadi Kalian memilihku karena memiliki alasan tersendiri. Aku tak masalah dengan alasan Kalian. Aku senang ada Kalian disampingku." Ujar Naruto, langkah Kakinya sekarang ringan. Beban difikirannya sedikit terangkat karena bercerita bersama 2 Makhluk legenda itu.

'Dan alasan satu lagi. Karena Kau adalah amanat orang itu, yang harus dijaga dari berbagai hal meski harus mengorbankan nyawa.' Batin keduanya berbarengan. Menatap Naruto yang bersenandung riang

"Ah. Aku lupa mendaftarkan kelompok baruku!" Teriak Naruto.

"Hooo. Jadi Dia memiliki 2 kontrak dengan makhluk Legenda itu. Menarik." Gumam seorang pria dari jauh, menatap 2 makhluk yang tengah berinterkasi dengan 1 Manusia.

"Yatsufusa. Jangan terlalu sering menampakan diri. Orang-orang hanya tahu Akulah patnernya. Kau tahu apa akibatnya jika ada orang yang tahu bukan? Dan lagi Aku merasa Naruto sedang diawasi." Ujar Kyuubi.

"Hn. Aku juga akan sering berjauhan dengan Naruto sekarang. Karenanya kutitipkan Dia. Aku akan menyelidiki orang-orang dan sekolah ini." Yatsufusa kembali menghilang. Kyuubi mengangguk dan berlari menyusul Naruto yang sudah lari terburu-buru untuk mendaftarkan kelompoknya.

(1412)

Sudah 1 Minggu Naruto membentuk Tim. Dia sudah beberapa kali menyelesaikan Misi C-rank. Namun Dirinya sudah bosan. Karena Misi C-rank yang diambil Pembimbingnya hanya yang didalam desa. Setidaknya Dia ingin menjalankan Misi keluar desa, misalnya, Suna, Iwa, Kumo, Kiri, atau desa kecil lainnya.

"Ahh. Menyebalkan sekali Ero-sensei itu. Lebih baik Aku makan Ramen Paman Teuchi saja." Gumam Naruto. Hari ini Dia dan timnya telah menyelesaikan Misi C-rank dan mendapat bayaran yang lumayan. Meski Dia tak puas karena masih diwilayah Konoha.

"Aku akan prots nanti." Tekad Naruto.

Singgg

'Kekkai?' Batin Naruto. Mataya menatap kesana kemari, orang-orang yang tadi berlalu lalang menghilang. Jadi benar, Dia diseret paksa memasuki Kekkai yang dibuat seseorang.

Kyuubi bertransformasi menjadi besar, Yatsufusa menampakan diri dan langsungmengambil posisi siap menyerang, "Naruto, hati-hati." Yatsufusa menatap Naruto yang langsung waspada.

"Ah. Jadi gadis ini yang diinginkan Master. Hmm cantik juga." Seorang pria berjubah dan bertopeng berdiri diatas rumah penduduk.

"Jangan main-main. Master tak suka menunggu." Tegur seorang wanita memakai jubah dan memakai topeng yang sama seperti pria pertama.

"Siapa Kalian? Ada urusan apa denganku?" Tanya Naruto lantang. Dia sudah siap menyerang dengan jarum beracun dan beberapa kertas mantra.

"Gadis pemberani." Pria berjubah itu melemparkan beberapa mantra sihir.

Jduar

Naruto berhasil menghindar dengan membuat Kekkai pelindung, 'Penyihir?' Batin Naruto.

"Dengar Naru. Ini pembelajaran dari Penyihir hebat Sakura-sama. Jika Kau tiba-tiba diserang oleh penyihir. Kau harus melihatnya dulu jika Dia membawa tongkat sihir, rebut tongkatnya atau jauhkan Dia dari tongkat sihir, karena penyihir dengan tongkat sihir berarti Dia masih dalam metode latihan. Dan jika penyihir itu menyerang tanpa tongkat sihir Kau harus mencari benda bernama Batu sihir, Dia pasti memilikinya entah disembunyikan dimana yang pasti dengan menghancurkan batu sama dengan Kalah. Dan Jika penyihir itu tak memiliki keduanya maka Dia penyihir murni. Penyihir yang terpilih. Namun penyihir seperti itu jumlahnya tidak banyak lagi, dan Aku tak tahu cara mengalahkan penyihir terpilih Hehe." Jelas Sakura

"Kalau Sakura-chan? Jenis penyihir seperti apa?" Tanya Naruto penasaran

"Tentu saja penyiir terpilih. Hebat bukan." Ujar Sakura bangga.

Naruto mengangguk saat mengingat penjelasan Sakura. Tak sia-sia Dia menanyakan kelemahan para pemilik kekuatan superanatural.

'Tanpa tongkat sihir. Kalau begitu Aku perlu mencari batu sihir.' Batin Naruto meneliti pria itu.

'Ck. Memakai jubah, itu sulit.'

"Kalau begitu 'Aku Uzumaki Naruto, pemilik kontak dari Dewa Angin memerintahkan para Angin berhembuslah,'." Gumam Naruto.

Wussshhhhh. Wussshhhh...

Angin berhembus sangat kencang. Menerbangkan jubah pria itu. "Ketemu." Ujar Naruto melemparkan sebuah jarum yang dibalut dengan kertas mantra.

Prang

Batu sihir yang ada dipergelangan kaki pria itu pecah, pria itu kaget, "Gadis sialan!" Geram pria itu marah.

"Ck. Kau mundur. Biar Aku yang hadapi gadis itu." Ujar wanita yang sedari tadi menonton Mereka.

"Keluarlah tombak pemusnah iblis!" Teriak wanita itu.

Tombak berwarna hitam panjang muncul entah darimana.

'Sekarang Exocist. Tidak bisakah Aku beristirahat sebentar?' Batin Naruto menjerit.

Bagaimana tidak, Dia baru saja pulang dari Misi bahkan Dia belum minum air. Ya Tuhan.

"Hmm jika Kau melawan exocist. Kau harus perhatikan patnernya bergerak kearah mana. Senjata pemusnah iblis biasanya bereaksi pada pergerakan sang patner. Tapi tergantung kelihaian si pemilik juga."

"Jadi yang perlu kulakukan hanya mencari patnernya." Gumam Naruto mengingat perkataan Kiba.

Duarr

"Na-nani?!" Untung saja Kyuubi mendorong Naruto kearah Yatsufusa jika tidak Dia mungkin mati akibat serangan itu.

"Hime. Hati-hati, patnernya Bunglon," teriak Kyuubi.

"Oh bagus. Sekarang Aku harus bagaimana?!"

Deg.

Ngingggg

"Akkhhhh..." Naruto berteriak kencang. Kepalanya berdenyut sakit.

"Cih. Jangan lagi," geram Yatsufusa. Naruto sudah ambruk tak sadarkan diri disamping Yatsufusa.

"Hari keberuntunganku." Ujar Wanita itu senang, Yatsufusa bertransformasi menjadi manusia membopong Naruto untuk melarikan diri. Dan Kyuubi melindungi Mereka dari depan.

Bugh.

"Jangan lupakan Aku rubah. Memang benar batu sihirku hancur namun patnerku masih ada." Ujar pria yang dikalahkan Naruto.

Kyuubi meringis saat seekor banteng hitam menghantamnya. 'Ck. Sihirku masih belum pulih meski bertapa. Tapi Aku harus melindungi Hime-sama.' Batin Kyuubi.

Jduar

Cahaya hitam dari tombak menghantam Kyuubi, "Kyuubi!" Teriak Yatsufusa khawatir. Bagaimanapun disini Mereka yang dirugikan. Yatsufusa tak mungkin meninggalkan Naruto dan bertarung dengan Mereka.

"Aku tak apa. Cari cara saja untuk menghancurkan Kekkai." Ujar Kyuubi.

"Kekuatanku tak sebesar dulu. Namun Aku akan menyelamatkanmu Naru." Gumam Yatsufusa.

(1412)

Sasuke benar-benar kesal sekarang ini. Si Naru-dobe dengan seenaknya meninggalkan dirinya. Bukankah Dia berjanji akan meneraktir ramen? Bukan Dia tak punya uang atau apa hanya saja janji tetaplah janji bukan?

"Master. Didepan sana ada Kekkai. Hati-hati."

"Kekkai? Ditengah pertokoan seperti ini?" Tanya Sasuke memastikan.

"Ya. Dan yang tengah bertarung disana adalah teman satu tim Kakashi. Uzumaki Naruto." Ujar Sou.

"Naruto? Ck si dobe itu sedang cari masalah? Sou cari celah, Aku ingin masuk. Akan kutagih janji teraktiran ramennya." Perintah Sasuke.

Kyuubi sudah tak kuat lagi, melawan Mereka cukup sulit, terlebih wanita bunglon itu. Dia seperti tahu saja bahwa sihir Kyuubi masih dalam tahap pemulihan.

"Oya. Oya. Lihat siapa yang babak belur." Ujar Sousuke menatap Kyuubi dengan pandangan mengejek..

"Naruto! Ck. Guren!" Panggil Sasuke, Sesosok iblis muncul.

"Tangani Mereka, dan Sou bantu Guren." Perintah Sasuke.

Guren adalah Shikigami milik Sasuke. Iblis yang pernah Dia kalahkan dan membuatnya menjadi Shikigami.

"Kau pria berambut putih. Serahkan si dobe padaku, jadi Kau bisa fokus untuk memecahkan Kekkai."

Yatsufusa mendelik tajam. Hanya Naruto yang bisa memerintahnya, namun kali ini sepertinya Dia harus menurut. Diapun menyerahkan Naruto pada Sasuke.

"Perlu bantuan Kyuubi?" Tanya Sou dengan nada menyebalkan.

"Hn." Jawab Kyuubi. Dia tak ingin tapi keadaan harus membuatnya menerima bantuan dari Sousuke.

Kraakk.

Prang.

Kekkai hancur. Kyuubi dengan cepat berganti wujud menjadi Chibi dan Yatsufusa menghilangkan keberadaannya.

2 orang penyerang tadi menghilang saat Kekkai hancur, "Kembalilah Guren." Perintah Sasuke.

Pertokoan yang tadi hancur kembali seperti semula. Begitulah kineja Kekkai, waktu seakan terhenti saat Kekkai di aktifkan.

Orang-orang menatap aneh pada Sasuke yang membopong Naruto yang pingsan. Namun Dia tak memperdulikannya. Sekarang yang penting Naruto segera dibawa ke tempat Shizune.

(1412)

"Bagaimana Kakashi?" Tanya Tsunade.

"Naruto diselamatkan oleh Uchiha Sasuke." Jawab Kakashi.

"Baguslah. Kita tak bisa terus melindungi gadis itu, Dia harus bisa melewati segala bahaya, karena Kita tak selamanya dapat membatunya." Ujar Tsuande merasa lega.

'Gomen Naru. Semuanya untuk kebaikanmu.' Batin Tsunade.

TBC

A/N : Makin Gaje. Maafkan author stress ini Minna. . Jangan kecewa akan ceritanya ya. Karena ini cuma ide yang melintas dalam sehari (: jaa nee

-Aurora out-