Title : The Last Flower

Author : Raichi KrisTaoKaiSoo Fujoshi

Rated : T

Pairing : All Official couple.

Genre : Romance and Drama

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Di seluruh dunia, ada berbagai kisah cinta yang tak akan pernah kau ketahui seperti apa cerita itu. Ada yang berakhir bahagia, ada yang tidak. Hanya pada sebuah bunga terakhir, kisah itu akan terungkap. Dan aku akan memperlihatkannya padamu.

YAOI, FICTION. DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

CERITA INI BUKAN FIKSI SEPENUHNYA. DIMOHON PEMIKIRAN YANG DEWASA KETIKA MEMBACA CERITA INI.

ENJOY IT ^^

Kate membaca sebuah buku catatan miliknya kali ini. Tersenyum sedikit sesekali. Ia hanya memandangi gumpalan awan disampingnya yang terlihat bagai gelungan kapas.

Kate berada disebuah pesawat kali ini. Pesawat yang membawa dirinya menuju sebuah salah satu tempat eksotis di Asia, Korea Selatan.

Korea Selatan entah bagaimana bertransfrosmasi menjadi sebuah Negara Yang sangat hebat. Menurut kabar, perkembangan Korea Selatan menjadi seperti ini dikarenakan fakor musiknya yang mengalami peningkatan luarbiasa hingga musiknya disukai oleh seluruh dunia.

"K-pop…eh..?" bisik Kate sambil terkekeh kecil. Ia mengambil MP3 player miliknya dan menyetel lagu yang direkomendasikan salah satu temannya dari Seoul.

Kate memiliki banyak teman diseluruh Negara. Selain saat masih SMA sekolahnya sering mengadakan acara menulis surat untuk mencari sahabat diseluruh dunia, pergaulan keluarganya juga sangat baik.

Ia memiliki satu teman di Seoul. Nama panggilannya adalah Sulli.

Kate diam dengan tenang mendengarkan 3 buah lagu rekomendasi temannya ini. 2 diantarnya ini membuat Kate tersenyum cerah dan berprasangka baik. Perasaannya juga jadi hangat. Namun ketika lagu terakhir, Kate diam.

Perasaannya seperti tersayat-sayat. Ia memang tak bisa bahasa Korea, tapi ia merasakan pesan lagu ini.

Tangannya ditepuk dari samping. Kate menoleh dan menemukan seorang gadis cantik yang tersenyum juga padanya. Kate melepas earphone miliknya dan tersenyum.

"Ya?" tanya Kate dengan nada ramah.

"Kau fans Baekhyun oppa? Kulihat kau menyetel 3 lagu andalannya dalam albumnya." Tanya gadis itu. Kate sedikit mengerjapkan matanya.

"Eh? Baekhyun? Ah..tidak. Aku direkomendasikan oleh temanku untuk mendengarkan lagu ini. Dan aku suka sekali meski yah…aku tidak paham artinya apa..hahaha.." jelas Kate sambil tertawa canggung. Gadis disampingnya mengangguk sejenak.

"Ku kira kau adalah salah satu fansnya. Aku fansnya. Dia penyanyi yang sungguh berbakat." Puji gadis disampingnya ini. Kate ingin sedikit bertanya. Biasanya seorang fans paham makna lagu artis yang diidolakannya.

"Um…aku tertarik dengan salah satu lagu Balladnya. Aku tidak begitu paham artinya apa…tapi..aku begitu suka lagu ini" ucap Kate. Gadis itu melirik MP3 player milik Kate.

"Ah…yang kau maksudkan pasti lagu berjudul Last Love, kan? Memang lagu ballad yang sangat bagus. Aku sempat menangis ketika memahami makna lagu ini." Ucapnya. Kate merasa tertarik.

"Seperti apa?"

"Lagu ini, menceritakan sosok seorang yang mengorbankan jantungnya untuk seseorang yang dicintainya. Dan oh! Bagian lirik yang paling menyentuh adalah 'Terima kasih sudah berdetak bersamaku, aku mencintaimu'. Translatenya, pasti..hahaha.." gadis itu begitu semangat menceritakannya. Mungkin sampai lupa kalau ia membangunkan beberapa penumpang pesawat.

Kate mulai berpikir sejenak. Dan ia teringat pada sebuah kata-kata di sebuah buku Seni yang pernah ia baca di sekolahnya.

'Lagu yang bisa membuat seluruh pendengarnya mengalir dalam lagu itu, biasanya adalah lagu dari kisah nyata. Tak perduli apapun bahasa lagu itu.'

Kate mulai menatapi layar MP3 player miliknya. Ia tersenyum. Mungkin ia bisa minta bantuan Sulli, nanti.

Good morning Ladies and Gentlemens, This is your captain. I am glad to report that we are in Seoul, South Korea right now. We will landing soon.

Kate tersenyum mendengarnya. Dia mulai mempersiapkan diri untuk berpetualang sekali lagi.

.

.

Kate terlihat berjalan di Bandara Internasional Incheon kali ini. Matanya mencari-cari sosok Sulli diBandara ini.

"KATE….!" Panggil sebuah suara. Kate menoleh dan menemukan sosok gadis tinggi berkulit putih susu Asia. Nyaris sama sepertinya.

"Sulli..!" pekik Kate. Mereka berpelukan dibandara dengan sangat erat.

"Bagaimana perjalananmu? Menyenangkan? Biasanya kita hanya akan melakukan telefon luar negeri, atau sesekali Face call. Ternyata kau imut sekali..!" puji Sulli pada Kate. Kate tertawa.

"Ayolah, Sull. Jangan begini. Bagaimana bisa kau mengenaliku?" tanya Kate. Sulli kali ini tertawa kecil.

"Aku sahabatmu, bagaimana mungkin sahabat tak mengenali sahabatnya?! Ayo kita cari penginapan untukmu. Sebelumnya, ayo kita cari sarapan dulu. Aku yakin kau lapar." Ucap Sulli. Kate mengangguk dan menyeret 2 koper miliknya. Satu dipegang oleh Sulli, dan satu lagi dipegang olehnya.

"Oh iya, bukankah kau bekerja sebagai artis disini?" tanya Kate memulai obrolan keduanya hari ini. Sulli menoleh dan tertawa sedikit.

"Ya, aku adalah salah satu member dari Girlband disini..F(x)." jawab Sulli dengan nada sedikit tertawa dan bercanda. Kate tertawa pelan.

Dan keduanya tertawa kembali.

.

.

Kate dikenalkan dengan member F(x) disini. Ada seorang gadis Tomboy yang Kate berani sumpah mengiranya laki-laki sungguhan bernama Amber. Ada Luna, Victoria, dan Krystal.

Mereka terlihat menikmati makan pagi dengan Kate yang men-traktir mereka. Setelah sejumlah uang Kate ditukar di Money changer, pastinya.

"So..you are a novelist?" tanya Krystal. Kate mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Krystal.

Kate sedang menyantap menu sarapan pagi ala Korea. Seperti Asia kebanyakan, Korea terkadang tetap makan pagi dengan nasi dan lauk lengkap, namun ringan. Kate baru pertama kali merasakan Kimchi itu seperti apa rasanya.

"Oh ya….Sull…aku ada sedikit pertanyaan." Kate kali ini menatap Sulli. "Saat dipesawat, aku mendengarkan lagu rekomendasimu. Kau tahu? Lagunya sangat bagus." Puji Kate. Sulli tertawa.

"Sudah pasti, suaranya juga sangat bagus. Suara Baekhyun memang sangat bagus." Puji Sulli. Sedikit senang juga teman luar negerinya ini menyukai lagu rekomendasinya. Kate tersenyum.

"Dan…Aku tertarik untuk bertemu dengannya." Ucap Kate langsung. Kali ini, Luna yang tersedak.

"Kau jadi fansnya?" tanya Sulli heran. Kate menggeleng.

"Tidak…aku hanya…begini..aku mengobrol dengan seorang fansnya dipesawat. Dia mengatakan kalau lagu Last Love itu sangat terkenal…kau tahu kan apa tujuanku ke sini?" tanya Kate. Sulli mengangguk.

"Kau bisa mengobrol dengannya kalau kau mau. Kebetulan dia satu manajemen dengan kami." Ucap Luna. Kate tersenyum. Dia sungguh beruntung!

"Atau, kau bisa ikut dengan kami besok. Bukankah Baekhyun akan menyanyikan lagu Last Love itu di Music Bank, besok? Kami bisa minta tolong untuk berbicara denganmu sebentar." Tawar Amber. Krystal langsung mengangguk.

"Itu ide yang sangat bagus." Puji Krystal. Kate menimbang-nimbang.

"Sounds great.." bisik Kate. "Oke, jadi kapan aku bisa kesana besok?"

.

.

Kate sudah ditelefon dengan Sulli. Katanya, Baekhyun bersedia ditanyai sedikit pertanyaan dengan Kate. Sulli sudah memberitahukan apa tujuan Kate pada Baekhyun.

Saat ini, Kate sedang duduk diruang make up untuk F(x). Mereka sedang perfom, saat ini. Kate masih mengecek perlengkapan dalam tasnya. Termasuk voice recorder miliknya.

Setelah beberapa lama, pemenang sudah diumumkan. Sulli sudah kembali bersama teman-temannya yang lain.

"Ah~ lagu Last Love sudah keberapa kali ini menang, kan? Hebat sekali..~!" ucap Luna sambil merenggangkan badannya. Ia tersenyum senang ketika merenggangkan badannya. Meskipun F(x) kali ini tidak juara, ia senang salah satu rekannya berhasil kembali merebut hati penggemar dengan lagunya.

"Kita akan bekerja keras lagi.." ucap Amber menyemangati mereka. Tak lama, Krystal masuk bersama seorang pria manis berpostur mungil namun tetap lebih tinggi.

"Um…inilah yang dinamakan Kate." Ucap Krystal pada soson pria mungil berwajah manis yang diyakini Kate bernama Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

"Hei, Kate. Nice to meet you." Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya. Kate tersenyum.

"Hello, Baekhyun. Please to meet you too..um..mungkin sebaiknya, aku tidak usah banyak basa-basi…aku yakin, Sulli sudah mengetahui maksudku, bukan?" tanya Kate tanpa basa-baso. Baekhyun tersenyum, tapi dimata itu terlihat begitu banyak kesedihan dan…penyesalan..?

"Tentu…aku punya banyak waktu…bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat? Aku sedikit lapar..mungkin menikmati sup rumput laut hangat akan membantuku lancar dalam menceritakannya.." saran Baekhyun. "Jangan khawatir, aku akan mentraktirmu." Ucap Baekhyun. Kate tersenyum.

"Sure…aku juga sedikit lapar." Keduanya berjalan keluar ruangan makeup ini. Dan Kate sudah mulai siap untuk menanti…bagaimana bisa Baekhyun menciptakan lagu itu, dan menyanyikannya dengan begitu penuh makna.

Keduanya berjalan kaki dalam diam. Angin malam sedikit membuat Kate menggigil. Baekhyun menatap kosong kedepan. Tatapan yang kosong.

Setelah sampai pada sebuah restoran sepi, keduanya duduk berdua. Saling berhadapan. Setelah memesan makanan, keduanya saling menatap.

"Kau yakin fans atau para pemburu berita tak akan berpendapat miring kalau melihat kita?" tanya Kate. Baekhyun tersenyum. ia meminum air putih setengah gelas dan menggeleng.

"Setelah kau mendapatkan cerita yang kau inginkan, kau akan langsung pergi dari Seoul. Mereka pasti akan melupakannya." Jawab Baekhyun cepat. Kate mengangguk mengerti. Setelah makanan keduanya sampai, Baekhyun menghela nafas.

"Kau sudah siap? Pelan-pelan saja…" bisik Kate yang entah kenapa suaranya berubah menjadi pelan seolah menenangkan Baekhyun. Baekhyun menatap voice recorder yang menyala merah yang artinya sudah merekam.

"Itu..terjadi ketika tahun lalu…aku masih merasakan penyesalan itu..masih merasakan kepedihan itu…" Baekhyun meremas dadanya. Airmatanya keluar. Makanan itu tak ia sentuh. Sup ini diletakkan didalam sebuah wadah terbuat dari keramik yang dibawahnya ada bara api yang hangat. Jadi, makanan ini akan tetap hangat.

"Penyesalan..?"

"Aku yang harusnya meninggal…bukan dia…" bisik Baekhyun. Kate semakin penasaran.

"Siapa?"

"Park Chanyeol…"

"Seorang pria?" dan dibalas hanya anggukan oleh Baekhyun. Kate terus menunggu Baekhyun menceritakannya.

.

Seoul, 17 Februari 2013

.

.

Baekhyun memandang langit biru dengan hiasan lembut. Pagi yang biasanya. Seperti biasanya pula, ketika keluar dari mobil ini ia harus memasang wajah ramah penuh senyum dan melupakan semuanya, termasuk rasa sakit ini.

"Baekhyun-ah, jangan pasang wajah masam seperti itu, tersenyumlah." Ucap manejernya. Baekhyun mengangguk. Ia menarik nafas perlahan dan membuka pintu itu.

Suara pekikan, jeritan yang mengelukan namanya terdengar begitu jelas. Pagi ini, ia akan bernyanyi disebuah acara, dan seluruh fansnya datang untuk menontonnya.

Byun Baekhyun adalah seorang penyanyi solo yang saat ini sangat terkenal di Seoul bahkan menarik perhatian dunia. Dengan suaranya yang khas, wajah yang charming, dan skill lainnya yang sangat menarik.

Baekhyun tersenyum ramah pada seluruh fansnya. Mata mungilnya ditutupi oleh kacamata hitam yang elegan. Bila saja kacamata itu dibuka, kalian akan melihat sinar mata yang berkata seolah ia tak butuh kehidupan.

Setelah masuk gedung, dirinya dan manejernya berjalan menuju ruang makeup yang sudah disediakan untuk dirinya.

"Baekhyun-ah, setelah acara ini, kau harus menghadiri talkshow dan akan syuting sebuah iklan produk skincare dan terakhir pemotretan untuk iklan jam tangan." Ucap manejernya. Baekhyun hanya mengangguk.

Sesampainya diruang makeup, ia meletakkan tasnya dan membuka kacamatanya. Manejernya tahu, Baekhyun jenuh dengan kehidupan artis ini, jenuh dengan bosannya semua ini.

Sang stylist sepertinya sibuk mendesak Baekhyun mengganti pakaian dan sibuk dengan menangani hairstyle Baekhyun. Salah seorang stylist lagi sibuk memoleskan makeup untuknya. Setelah selesai, Baekhyun menunggu gilirannya untuk bernyanyi.

Dipikirannya, sambil menunggu, ia iseng membuka akun Instagram miliknya. Banyak yang memuji wajah charming miliknya, atau suaranya. Dan, sebuah komentar menanyai kapan ia akan membuat lagu baru karyanya sendiri.

Ide bagus, memang. Tapi apakah Baekhyun punya waktu untuk tenang dan menciptakan lagu di antara kesibukannya. Ia belum tentu libur di hari minggu. Setiap hari, ia harus bekerja dan jujur ia jenuh dengan hidupnya. Meski ia punya segalanya. Ia punya uang, ketenaran, dan ia di elu-elukan. Tapi jauh, ia kesepian.

.

.

.

Selesai dengan nyanyiannya dan acara itu selesai, ia langsung menjadi bintang tamu khusus di sebuah acara talkshow. Meski ia tertawa kecil, meski ia tersenyum, di dalam hatinya ia memaki MC dan pertanyaan-pertanyaan yang menanyai dirinya di dalam hatinya.

Ia benci bila seseorang menanyai atau seolah mencari tahu kehidupannya.

"Ah…pertanyaan terakhir, Baekhyun-ssi…Kau sangat terkenal, apa terbesit dipikiranmu untuk merasakan cinta dan punya kekasih? Bila iya, kau ingin cinta yang seperti apa..?" tanya sang MC. Baekhyun diam. Apa dia harus berdusta?

"Cinta..um..aku belum memikirkannya. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, bahkan kadang manejerkulah yang harus mengajakku makan..hahaha..! bila ditanya seperti itu, aku tidak bisa jawab. Biar saja mengalir apa adanya." Jawab Baekhyun seadanya. MCnya tertawa kecil.

Mungkin, sang MC bisa merasakan aura Baekhyun yang jenuh dengan pertanyaan sang MC.

Setelah selesai dengan talkshow yang memakan waktu 1 jam itu, ia langsung melanjutkan perjalanannya sebagai bintang tamu di sebuah radio. Kembali, Baekhyun memaki pertanyaan-pertanyaan sialan yang dilontarkan padanya di dalam hatinya. Benar-benar benci dengan pertanyaan soal tipe ideal, aktifitasnya dan sebagainya.

Bagi Baekhyun, pasti semua orang sudah tahu aktifitasnya. Ia sulit mendapatkan libur, ia selalu menghadiri berbagai acara, menyanyi disetiap acara. Dirasa Baekhyun, pasti tanpa bertanya sudah tahu, kan? Dan finalnya yang membuat Baekhyun nyaris naik pitam adalah pertanyaan:

"Baekhyun-ssi, ada pertanyaan dari penggemarmu yang sangat penasaran seperti apa tipe idealmu. Wah… bagaimana jawabanmu, Baekhyun-ssi?" tanya pria itu. Baekhyun menghela nafas kecil. "Hey..hey, kenapa kau menghela nafas, Baekhyun-ssi?" tanya pria itu dengan nada bercanda. Baekhyun tersenyum.

"Aku hanya berdebar saja kalau mendapat pertanyaan seperti itu..hahaha..! tipe idealku? Yang bisa membuatku jatuh cinta dengan caranya sendiri." jawab Baekhyun asal. Karena sejujurnya, ia tak memiliki tipe ideal. Karena memang Baekhyun belum memikirkan soal cinta.

Dan sekali lagi, jawaban Baekhyun membuat para pendengar radio itu hanya mengigit jarinya. Antara bingung, penasaran dan sangat ingin menanyai Baekhyun.

"Ah, pertanyaan terakhir, Baekhyun-ssi aku akan bacakan pertanyaannya..um..'Oppa, apa hal yang paling mengganggumu..?' nah, apa jawabanmu, Baekhyun-ssi?" tanya pria itu. Baekhyun terkekeh kecil.

"Apa aku harus jujur?"

"Tentu, kau harus jujur. Ini adalah pertanyaan dari fansmu.." jawab pria itu dengan nada lucunya. Baekhyun tersenyum yakin. Ia tidak perduli akan dikecam oleh public. Ia sudah jujur.

"Ada banyak hal yang bisa menggangguku, tapi aku yang paling menggangguku salah satunya adalah diberi pertanyaan yang terlalu menanyai kehidupanku. Rasanya, yang memberiku pertanyaan, pasti tahu batasan, kan? Hahaha…" jawab Baekhyun. Dan seluruh Seoul yang mendengarnya hanya diam mendengar penuturan Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun menyelesaikan seluruh kegiatan hari ini jam 10 malam tadi. Kini, dia sedang menikmati makan malam bersama manejernya. Saat sedang menyeruput segelas Green tea hangat, seorang pelayan pria datang dan memberikan semangkuk sup yang sepertinya pesanan manejernya. Ia diam, membungkuk lalu pergi.

"Tidak sopan, tidak mengucapkan selamat menikmati seperti pelayan kebanyakan." Komentar Baekhyun pedas ketika pelayan itu sudah menjauh. Manejernya memelototi Baekhyun.

"Jaga bicaramu. Kau tidak tahu? Dia itu bisu, Baekhyun-ah. Dia adalah cucu pemilik restoran ini." Ucap manejernya pelan. Baekhyun diam. Kaget. Menyesal juga sudah berkomentar pedas. Untungnya ia baru berkomentar saat pelayan itu sudah menjauh.

Baekhyun menatapnya.

Sayang sekali ia bisu…padahal, dia punya wajah tampan yang lucu, dan bertubuh tinggi semampai. Bisa saja ia jadi model. Tapi memang dasar sial, model harus sempurna fisik. Termasuk tak boleh cacat..

"Kau sudah selesai makan? Kau harus tidur segera." Ucap manejernya. Baekhyun mengangguk. Baekhyun berjalan keluar menuju mobilnya sementara manejernya membayar tagihan makanan yang mereka makan.

Saat menunggu di mobil, Baekhyun menyentuh dadanya. Ah..kambuh lagi…

Baekhyun segera mengambil sebotol kecil obat-obatan berwarna kuning. Ia mengambil 2 pil dan meminumnya bersama air mineral yang ia teguk rakus. Setelah menunggu reaksinya, ia mulai merasakan dunia mulai tenang.

.

.

.

TBC

.

.

Maaf telat lanjut. FFn baru bisa kebuka.. mau nyoba buka FFn malah kebuka Internet positif -_-

Dan maaf sekali lagi karena sangat terlambat untuk update. Baru bisa megang laptop. :'D

Maklumlah, sibuk dengan kelas tugas, les di sekolah dan bimbel di tempat bimbingan belajar -_- UN, please be kind to me -_-

Sekali lagi, saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya ^^

Well, mind to review? ^^

Saran diperbolehkan, tapi dengan nada bersahabat ^^

RAICHI