Chapter 2: Clown or Gambler?

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T

Warning: TYPO(S), Abal, AU, OOC, Boys Love, Strange, Devil!Kyuubi, Bad!Naruto, and many more.

Sedikit penjelasan dari Author:

Disini Naruto dan Sasuke sama-sama sedang kuliah (umur mereka 18 tahun). Kyuubi disini ikut sekolah percepatan dan lulus pada saat umurnya 16 tahun. Saat ini Kyuubi menekuni dua jurusan kuliah (umur Kyuubi 20 tahun). Itachi disini lebih tua dua tahun dari Kyuubi. Setelah lulus sekolah, Itachi kuliah dan masuk dalam satu jurusan yang sama dengan Kyuubi. Itachi juga mengurusi perusahaan bersama Sasuke (umur Itachi 22 tahun)

DON'T LIKE DON'T READ~

Sasuke is falling in Love with a Clown

.

.

Suasana siang ini begitu terik akan sinar matahari. Matahari yang mulai dengan angkuhnya menampakkan diri di langit biru luas tampak sangat bersinar cerah. Derap-derap langkah manusia yang mencoba mempercepat langkahnya terdengar mengisi suasana siang yang panas ini. Sebuah café dengan dekorasi yang minimalis namun terkesan mewah tampak begitu ramai. Suara-suara pesanan dan derap langkah pelayan yang sedang melayani pelanggannya menambah suasana ramai café ini.

Tampak dua orang pria sedang bercengkrama sembari sesekali menegak minuman yang ada di hadapan mereka masing-masing. Pria dengan rambut pirang dan mata biru bak langit itu tampak sedang mendengarkan orang di hadapannya dengan seksama. Pria yang ternyata bernama Namikaze Naruto itu tampak sesekali mengangguk menanggapi omongan orang di hadapannya.

Sosok berambut merah kejinggaan dengan mata merah tajam dan kulit putih yang halus di hadapannya tampak menggerak-gerakkan tangannya sembari berbicara kepada lawan bicaranya. Namikaze Kyuubi nama orang tersebut yang tampak dengan cerianya menunjukkan gerak-gerik tangannya yang begitu lincah. "Hahaha, Naru, kau mengerti tidak? Jangan mengangguk-angguk saja." Ucapnya sembari melemparkan sebuah kertas ke arah Naruto yang merupakan adik kandungnya.

"Hehehe, entahlah. Aku sedikit bingung dengan cara membaca tingkah seseorang yang Kyuu-nii jelaskan tadi. Sulit sekali, terlalu banyak yang harus di perhatikan." Jawab Naruto sembari menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Sebelah tangannya digunakannya untuk mengaduk jus jeruk di hadapannya sembari nyengir lebar ke arah kakaknya. Kyuubi hanya tersenyum mengejek sembari mengalihkan pandangannya ke lain arah.

"Ah! Naru! Coba kau perhatikan orang yang di sebelah sana. Apa yang dapat kau simpulkan dari membaca gerak-geriknya? Apa kau tahu apa maksud dari tatapannya?" ucap Kyuubi sembari menunjuk seorang pria dengan topi hitam dan baju kemeja kotak-kotak hijau yang sedang berbicara kepada seorang wanita berbaju merah di hadapan pria itu. Pria itu tampak tersenyum saat berbicara pada wanita tersebut. Kyuubi menyeringai menatap Naruto yang tampak mengernyitkan alis saat melihat orang tersebut.

"Hm … sepertinya dia baik-baik saja. Buktinya dia tersenyum senang saat berbicara dengan wanita itu. Memangnya apa yang salah dengannya?" tanya Naruto sembari memiringkan kepalanya tak mengerti. Matanya menatap Kyuubi dengan seksama sembari menyenggol-nyenggol tangan Kyuubi, menyuruhnya untuk menjawab pertanyaannya. Kyuubi hanya menggerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Naruto hanya memanyunkan bibirnya.

"Perhatikanlah Naru, orang itu berbicara sembari sesekali menutup hidung dan mulutnya. Lihat juga caranya berbicara, jika kau perhatikan dengan seksama, pria itu seperti sedikit meninggikan nada bicaranya. Lalu matanya, aku mellihatnya terlalu sering melihat ke arah bagian kanan atas. Kau tahu, fungsi otak kanan?" ucap Kyuubi panjang lebar sembari mengetuk-ngetuk kepala bagian kanannya. Matanya terlihat begitu antusias.

"Imajinasi?"

"Yap! Dia mencoba memunculkan imajinasi. Dan kau tahu apa itu maksudnya? Dia … sedang berbohong. Ha—ah, Naru. Semestinya kau membayangkan pria itu menjadi dirimu. Agar kau bisa sedikit mengerti apa yang di lakukannya. Ha—ah, kau payah, Naru." Ucap Kyuubi sembari tersenyum mengejek ke arah Naruto sembari menatapnya lekat. "Kau tahu apa arti tatapanku ini?" tanyanya pada Naruto.

"Kau sedang mengejekku, kan?" jawab Naruto tidak niat sama sekali. Kepalanya diletakkannya di atas meja tersebut sembari melirik Kyuubi yang masih saja menatapnya sembari tersenyum.

"Salah! Tatapan ini berarti bayarkan-minumanku." Jawab Kyuubi seenaknya sembari ngacir keluar dari café tersebut. Tak memperdulikan teriakan kesal Naruto. Kyuubi hanya terkekeh pelan sembari masuk ke dalam mobil sport hitam metalik miliknya. Naruto yang melihatnya dari dalam café hanya mendumel tak jelas sembari memanggil seorang pelayan. Setelah membayar semuanya, Naruto menyusul Kyuubi ke dalam mobil.

Naruto is a Clown

Seorang pria dengan rambut hitam panjang yang dikuncir ke belakang tampak menatap orang di hadapannya dengan kesal. Uchiha Itachi, sosok yang begitu tenang namun memiliki otak yang mampu membunuh sekawanan manusia di sekitarnya dalam sekejap. Pria yang selalu menganggap bahwa orang di sekitarnya hanyalah pionnya untuk mencapai tujuannya ini tampak sedang kesal. Kepalanya mendongak, melihat warna langit yang sudah mulai redup—menjelang sore. Matanya menatap sosok di hadapannya sembari berkata, "Sasuke, bukannya kau hari ini kuliah. Kenapa malah duduk disini? Kau sudah telat setengah jam." Ucapnya sembari menatap adiknya yang sedang duduk di bawah pohon dengan santainya. Matanya terpejam … sedang tertidur. "Sasuke, hoi!"

"Aniki … kau tahu apa kegunaan tidur? Tidur berfungsi untuk merilekskan seluruh otot tubuh … termasuk wajah. Jika seseorang kekurangan tidur, maka dapat dipastikan kerutan di wajahnya dapat timbul dalam waktu dini. Sepertinya itu baik untukmu." Jawab Sasuke acuh sembari bangkit dari acara santainya dan melalui Itachi begitu saja. Itachi yang mencerna kata-kata Sasuke hanya diam sembari memegang wajahnya, 'Keriput.' Batinnya miris.

"Kuharap kau mengingat pertemuan malam ini." Ucap Itachi saat Sasuke masih berada tak jauh dari tempatnya berpijak.

.

.

Sasuke berjalan dengan perlahan menuju sebuah taman yang selalu di kunjunginya selama beberapa hari ini. Untuk apa? Tentu saja untuk melihat atraksi badut yang menarik perhatiannya. Namun, seorang Sasuke tidak akan mengakuinya dengan mudah. Sasuke sedikit tersenyum saat melihat sosok itu. Ya, Sasuke sedang bolos kuliah. Dia pamit ke kampus, namun malah pergi ke taman ini. Matanya memperhatikan gerak-gerik badut itu dengan seksama.

Sasuke mendengus saat melihat trik kali ini. Badut itu membawa sebuah gelas plastik besar yang berisi bola-bola plastik beragam warna. Badut itu tampak bergerak dengan lincah sehingga menyebabkan bola tersebut berjatuhan. Anak-anak yang melihatnya hanya tertawa sembari terus memperhatikan tingkah badut tersebut. Badut itu mencoba mengambil bola-bola tersebut. Namun, ukuran tubuhnya yang besar membuatnya sedikit kesulitan untuk menunduk.

Dia berusaha untuk mengambil bola-bola itu. Dengan susah payah, akhirnya badut itu dapat mengambil sebagian bola-bola tersebut. Namun, dahinya tampak mengernyit bingung sembari menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Padahal dia sudah mengambil bola-bolanya, tetapi kenapa bola-bola tersebut tak ada habis-habisnya di tanah. Ternyata yang menyebabkan hal itu adalah pada saat dia menunduk, gelas yang berisi bola yang digenggamnya ikut miring dan menumpahkan sebagian bola-bola di dalamnya. Hal tersebut membuatnya menjadi berputar-putar untuk mengumpulkannya kembali.

Sasuke yang tahu bahwa hal itu hanyalah kesengajaan semata hanya mendengus sembari tetap menatap badut tersebut dari kejauhan. Matanya beralih pada jam yang melingkar manis di tangan kirinya. Jam tersebut menunjukkan pukul enam sore. Sasuke baru saja ingin beranjak dari tempat itu, namun kegiatannya terhenti saat matanya bertemu pandang pada si badut. Badut tersebut melambai dan tersenyum ke arah Sasuke. Sepertinya badut itu sudah menyadari kehadiran Sasuke daritadi. Sasuke menatap badut itu datar tanpa membalas sedikitpun sapaan badut tersebut

Sasuke memalingkan wajahnya dan berlari dari tempat itu menuju mobilnya. Badut tersebut tersenyum sembari menatap anak-anak di hadapannya, "Aku akan kembali lagi besok. Hari ini aku ada urusan penting. Bermainlah sendiri. Ini bolanya." Ucapnya sembari memberikan gelas berisi bola tersebut kepada salah satu anak yang ada di sana. Badut itu segera pergi dari tempat itu. tangannya bergerak mengambil sesuatu dalam kantongnya, "Halo! Kyuu-nii, ikuti dia. Dia menuju pertokoan di sebelah timur." Ucap badut itu melalui telepon. Setelahnya, dia memutuskan panggilan tersebut dan kembali ke dalam mobilnya. Orang-orang yang melihatnya sedikit heran. Sejak kapan seorang badut mempunyai mobil mewah?

Naruto is a Clown

"Dei, kau tahu kenapa bumi memiliki dua aliran? Karena … jika hanya satu, maka semua ini tidak akan semenarik ini. Ternyata kita membuntuti seorang Uchiha Sasuke yang notabene adalah adik dari Uchiha Itachi. Aku akan membuat bumi ini memilik aliran yang seimbang, tidak seperti Uchiha keriput itu. Dia selalu mencoba untuk membuatku menjadi tawanannya. Lihat saja … siapa yang akan tertunduk lebih dulu. Kau … atau sang Leader of the Devil." Ucap Kyuubi kepada Deidara. Matanya tetap terfokus pada moobil sedan berwarna biru tua di hadapannya. Seringaian tipis terpampang jelas di wajahnya. Tak sadar bahwa ucapannya tadi tak kalah egoisnya dengan Itachi.

"Kyuu, aku mempunyai kabar baru. Bacalah!" ucap pria berambut pirang panjang dengan mata biru laut yang duduk di sebelah kursi kemudi. Sebuah laptop di arahkannya ke pandangan Kyuubi. Kyuubi membacanya dengan perlahan sembari sesekali melihat ke depan. Kembali, seringaian lebar kini terpampang di wajah itu. mata merahnya berkilat senang. Sepertinya di mendapatkan berita baru yang mengejutkan. Tidak ada salahnya memiliki sepupu seorang hacker seperti Deidara. "Oh ya, apa Naruto masih bekerja di bar itu? Sepertinya aku jarang melihatnya lagi."

Kyuubi tampak berpikir sejenak. Sepertinya dia juga jarang melihat Naruto keluar malam, "Entahlah, sepertinya dia lebih memilih menjadi badut ketimbang menjadi seorang bartender. Dia terlalu banyak profesi. Aku terkadang bingung dengan tenaganya yang super. Dia tak pernah lelah kalau kuperhatikan." Ucap Kyuubi sembari membelokkan mobilnya ke sebuah perumahan mewah. Kyuubi tampak menghentikan mobilnya sejenak. Mencoba mengelabui Sasuke. Setelah Sasuke memasuki halaman rumahnya, barulah Kyuubi kembali menjalankan mobilnya. Matanya melihat rumah besar di hadapannya dengan senyuman manisnya, "Dei … kita buat rumah ini menjadi sarang neraka."

Deidara hanya tersenyum senang. Tangannya mengepal dan meninju bahu Kyuubi pelan. Kyuubi tersenyum lebar sembari menjalankan mobilnya kembali. Jarinya bergerak mengetuk-ngetuk kemudinya seirama dengan musik yang dimainkan Deidara. Tangan kanannya bergerak mengambil handphone yang ada di hadapanya. Dengan lihai tangannya mengetikkan kata-kata dan mengirimkannya pada seseorang, 'Misi dimulai.' Batinnya senang sekali.

"Kyuu? Apa saja yang kau ketahui tentang pekerjaan Naruto?" tanya Deidara memecah kesenangan tersebut. Mata biru lautnya menatap Kyuubi dengan lekat. Dilihatnya Kyuubi tempak berpikir sejenak.

"Hm … badut, bartender, dan pemegang kuasa di perusahaan. Ya, meskipun sebagian besar aku yang mengurusi perusahaan. Tapi, dia lebih bekerja pada hal yang bersangkutan dengan kenyataan. Tugasku … membuat orang-orang yang berani mengganggunya menjadi tak berkutik." Ucap Kyuubi sembari terkekeh. Kyuubi tertawa semakin nyaring saat mengingat dua orang pemegang saham yang dia masukkan ke penjara melalui sebuah e-mail, dua tahun yang lalu. Deidara yang mendengarnya hanya dapat merinding mendengar tawa Kyuubi.

"K-kyuu … kau serius tidak tahu pekerjaan Naruto yang lain lagi?" tanya Deidara mencoba memastikan bahwa Kyuubi hanya bercanda tak mengetahui pekerjaan Naruto 'yang satu lagi'. Deidara menatap Kyuubi dengan pandangan katakan-jika-kau-hanya-sedang-bercanda.

"Eh? Memangnya ada lagi, ya? Setahuku pekerjaan Naruto hanya itu." Jawab Kyuubi santai tak terlalu fokus dengan omongan Deidara barusan. Pikirannya sudah melayang-layang memikirkan berjuta-juta rencana untuk membuat Uchiha itu tak berkutik. Kyuubi saat di kampus, bukanlah orang yang dengan senang hati meladeni Itachi. Kyuubi lebih sering menghindarinya. Belum saatnya … itulah yang ada dipikiran Kyuubi.

"K-kau bercanda Kyuu. Curiga kau bukan kakaknya, ya?" tanya Deidara sedikit menggoda Kyuui—wajahnya sedikit mendekat ke arah Kyuubi. Kyuubi hanya menatap Deidara singkat dan menjedukkan kepalanya ke dahi Deidara. Deidara hanya mempu meringis memegangi dahinya.

"Memangnya, dia kerja apa lagi?"

"Gambler … sebagai ketua di balik layar dan ... dia juga sering turun tangan melalui penyamaran."

Hening.

Hening.

Hening.

'CKITTTTT'

"A-APAAAA?"

Deidara hanya mmmpu menutup kupingnya sembari menghela napas lelah.

Naruto is a Clown

"DEI! TUNJUKKAN AKU TEMPATNYA SEKARANG JUGA!" teriak Kyuubi pada Deidara. Deidara hanya mengangguk sembari tersenyum manis. Sepertinya jika Naruto tahu dia memberitahukan Kyuubi, Naruto akan membotakinya. Deidara membatin miris menatap gedung yang tak terlalu besar jika dilihat dari luar di hadapannya. Matanya beralih pada Kyuubi yang sudah berapi-api. "Ayo masuk, Dei! Aku mau menggantung anak itu jika aku menemukannya." Ucap Kyuubi marah sembari menyeringai.

"Tetapi … aku kurang tahu soal penyamarannya. Aku hanya tahu dari … Kakuzu." Ya, Deidara tahu dari Kakuzu yang merupakan langganan tempat yang ternyata di bangun oleh Naruto ini. Dengan semua uang hasil kerja kerasnya, Naruto membangun gedung yang tidak terlalu besar ini … hm, mungkin. Dan … masuklah Deidara dengan Kyuubi ke dalam gedung yang ternyata … sangat mewah di dalamnya.

Sesampainya pada ruangan utama, mereka disambut dengan dua orang pemuda yang memakai pakaian bak seorang butler profesional. Pemuda yang memiliki wajah manis dengan dua tato segitiga terbalik di kedua pipinya, Inuzuka Kiba. Dan … pemuda dengan senyuman yang selalu bertengger di wajahnya, berambut hitam dan kulit putih pucat, Sai. Yang ternyata mereka berdua adalah teman kuliah Naruto.

"Apa? Kenapa senyam-senyum? Gila, ya? Aku psikolog, mau aku obatin?" taya Kyuubi tidak jelas saat melihat Sai yang terlalu sering tersenyum. Sai masih tersnyum sembari mengatakan selamat datang kepada Kyuubi dan Deidara. Deidara hanya mengangguk dan segera menarik Kyuubi ke dalam. Menyisakan dua orang penjaga tadi dengan tatapan bingung.

.

.

Seorang pemuda menatap para lawannya dengan malas. Matanya terlihat bosan dan mengantuk. Di kiri dan kanannya terdapat dua orang gadis yang sibuk menuangkanya sebuah minuman berwara biru. Gadis tersebut tampak tersenyum manis saat digoda oleh pemain lain. Bandar mulai membagikan dua buah kartu pada masing-masing pemain. Pada meja tersebut terdapat enam orang pemain. Dua orang wanita dan empat orang pria.

Mereka membuka kartu mereka masing-masing. Pria dengan rambut hitam dan mata perak itu menatap kelima lawannya dengan malas. Dapat ditangkapnya mimik-mimik para manusia di hadapannya. Ada yang tampak gugup, tersenyum, mencoba biasa saja namun terlihat gugup, dan bahkan ada yang berpura-pura tak melihat kartunya. Pria bermata perak itu membuka kartunya secara perlahan. Mukanya terlihat begitu datar tanpa ekspresi sedikitpun. Matanya menatap manusia di hadapannya dengan biasa.

Taruhan pertama dengan US$3000.

Seorang pemuda di sebelahnya tampak mengangkat papan bertuliskan 'CALL' dan meletakkannya kembali. Orang kedua setelahnya tampak melakukan hal yang sama. Orang ketiga mengangkat papan bertuliskan 'FOLD' sebagai tanda dia keluar dalam ronde ini. Orang keempat tampak mengangkat papan bertuliskan 'CHECK' sebagai tanda dia meminta kartu bandar untuk dibuka. Dan … kartupun dibuka ….

Jack speed, 10 heart, dan As diamond.

Orang kelima tampak mengangkat papan bertuliskan 'RAISE' dan meletakkan kepingan yang berjumlah US$1000. Pria berambut hitam itu menyeringai dalam hati, tangannya mengangkat papan bertuliskan 'ALL IN' dan mendorong semua kepingan yang ada dhadapannya. Semua mata tertuju padanya, namun dia masih menggunakan poker face andalannya. Orang yang disebelahnya nampak sangat percaya diri dan mengangkat papan bertuliskan 'CALL' pertanda dia mengikuti permaian pria berambut hitam itu. Orang kedua tampak 'FOLD' dan orang kelima 'CALL'.

Bandar menyuruh untuk membuka kartu dan …

"Six Straight." Ucap pria berambut hitam tersebut sembari memperlihatkan kedua kartunya yang terdiri dari Queen heart dan King clover. Semua mata yang ada disitu tercengang dan memandang pemuda dengan rambut hitam dan mata perak tersebut. Sementara yang diperhatikan hanya diam dengan ekspresi datar seperti biasanya, padahal dalam hati dia berteriak, 'AKU KAYAAA.'

"Maaf, sepertinya tuan ini yang memimpin." Ucap sang bandar sembari tersenyum tipis. Pemuda dengan rambut hitam berdiri dan kacamata hitam bulat itu hanya mempersilahkan sang pemenang untuk mengambil kepingan ditengah-tengah meja. Pemuda berambut hitam dengan mata perak itu hanya mengangguk pelan dan mulai menggerakkan tangannya untuk mengambil kepingan tersebut, namun gerakannya terhenti saat tiba-tiba …

"NARUTO! KELUAR KAU, SIALAN … JIKA TIDAK, KAU AKAN TAMAT."

'K-kyuu-nii!' batinnya terkejut.

Naruto is a Clown

Pemuda berambut hitam dengan mata perak yang ternyata adalah Naruto yang menyamar hanya dapat menelan ludah mendengar suara yang begitu dikenalnya. Semua orang yang ada disana memandang Kyuubi dengan heran dan menyelidik. "Apa kalian lihat-lihat? Sudah bosan punya mata, ya? Sini biar kucolok!" teriak Kyuubi saat menyadari tatapan mata tertuju padanya. Orang-orang tersebut langsung mengalihkan pandangannya.

Seorang pemuda berambut hitam panjang diikat ke belakang tampak menyeringai puas. Ini akan menjadi tontonan gratis baginya. Dengan perlahan tangannya menekan beberapa digit nomor pada ponselnya dan mulai menunggu nada tersambung. Setelah beberapa detik, barulah ponsel tersebut diangkat, "Sasuke, stalker kita sudah mulai memasuki masa perang. Apa kau siap untuk memasuki medan perang?" tanya pria tersebut yang ternyata Itachi. Itachi duduk pada meja No. 23 yang berada di sebelah Naruto tadi.

Naruto yang hendak beranjak dari kursi tersebut tiba-tiba terkejut saat sebuah kaki menyandungnya sehingga membuat dirinya terjatuh. Orang-orang yang ada disana terdiam memandang Naruto yang sedang terjatuh. Rambut yang awalnya hitam kini berubah menjadi pirang. Kyuubi menyeringai, "NA-RU-TO~ KEMARI KAU BOCAH SIALAN!" teriak Kyuubi ngamuk sembari mencoba mengejar Naruto. Naruto buru-buru berdiri dan mulai berlari menuj ruang pribadinya.

"Ah, maaf. Kakiku tak sengaja berada di sana." Ucap orang yang menyandung Naruto tadi yang tenyata adalah si Uchiha Itachi. Deidara hanya geleng-geleng pasrah melihat kelakuan kedua saudara sepupunya itu. Entah kenapa, mereka berdua seperti kucing dan tikus.

Naruto is a Clown

Sebuah mobil mewah berwarna biru cerah memasuki kawasan rumah besar Namikaze. Mobil itu berhenti tepat di depan sebuah kolam kecil. Seorang pria keluar dari mobil itu sembari memegang sebuah benda berwarna oranye di tangannya. Matanya menatap rumah di hadapannya dengan senyuman tipis. Sepertinya dia sudah tak pernah menginjak rumah ini selama satu setengah tahun. Kakinya melangkah mendekati pintu berukuran besar—pintu utama kediaman tersebut. Tangannya bergerak hendak menekan bel tersebut, belum sempat dia menekannya, seorang pemuda berambut pirang panjang sudah membukanya lebih dulu, "Sudah kuduga kau akan datang." Ucapnya menyambut pria di hadapannya.

"Haah, menyebalkan. Dia ada di dalam mobil. Urus dia sementara, dimana Naruto?" tanyanya sembari menunjuk mobilnya yang berada tepat di belakangnya. Matanya menatap malas pemuda di hadapannya. "Sepertinya dia sedang kurang sehat. Kau dokter, bukan?"

Deidara mendengus sebal sembari berjalan menuju mobil itu, "Dia ada di kamarnya, sedang dimarahi habis-habisan oleh Kyuubi. Dan … aku bukan seorang dokter untuk manusia. Tepatnya untuk computer." Ucapnya sembari menyeringai ke arah pria yang mulai melangkah meninggalkannya. Deidara terus berjalan menghampiri mobil tersebut dan membukanya dengan perlahan.

Naruto dan Kyuubi sedangn sibuk perang mulut. Namun sepertinya yang lebih mendominasi adalah Kyuubi. "Ck! Siapa yang mengajarimu seperti itu, hah?"

"Tidak ada! Aku melakukannya atas keinginanku sendiri. Jangan coba-coba untuk mengganggu mainanku." Ucap Naruto tak kalah nyaring dari Kyuubi. Pria yang daritadi memperhatikan kegiatan itu hanya berdehem dan menginterupsi perkelahian itu.

"Sepertinya aku diabaikan." Ucapnya sembari tersenyum tipis. Naruto yang melihat orang tersebut langsung berteriak dan menghambur ke arah orang itu.

"Kyaaa, penyelamatku datang. Selamatkan aku!" ucap Naruto dengan mata kucing yang tertukarnya. Orang itu hanya mengelus rambut Naruto pelan sembari menatap Kyuubi yang sedang kesal.

"Dia ada di bawah. Sepertinya … sedang sakit. Temuilah!" Kyuubi hanya mengacuhkannya dan berjalan meninggalkan kedua orang tersebut. "Jangan mengganggunya lagi!" teriak pria itu saat Kyuubi sudah menjauh. Dilihatnya Kyuubi hanya melambaikan tangannya.

"Ne~ aku punya pekerjaan untukmu. Kau mau ikut?"

"Jika menyenangkan dan tak merepotkan … aku akan ikut."

Naruto hanya tersenyum ke arah orang itu sembari mengeratkan pelukannya. Naruto yakin, jika orang ini ikut campur, maka semua rencananya menjadi semakin berwarna. Naruto tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Yah, kita tunggu saja cerita selanjutnya.

To Be Continued

Yaa, begitulah ceritanya di chapter dua ini. Semoga para reader-san dapat menyukainya, ya? Heheheheh. Oha ya, minggu depan bakalan ada Gambler baru yang masuk. Siapakah orangnya? Ada dua orang dan salah satunya yang bakalan jadi orang ketiga mereka(Sasuke dan Naruto). Hem, tidak! Sepertinya keduanya akan menjadi orang ketiga, hahaha #ketawa nista

Saa, Mind to Review, Minna-san?