LUCKY GUY
Title : Lucky Guy
Author : aninsj13 / aninkyuelf
Main Cast : Choi Siwon and Cho Kyuhyun
Pairing : WonKyu
Genre : Romance.
Ratting : T
Lenght : Chapter
Discover : Asli deh WonKyu itu milik WonKyuShipper bersama, FF inipun milik para Reader yang menyukainya tapi ceritanya berasal dari imajinasi Author.
Warning : GS, OOC, typo(s).
Summary : Kisah perjuangan seorang Choi Siwon sang lucky guy untuk mengatasi satu-satunya kesialan dalam hidupnya dibantu oleh Cho Kyuhyun, gadis manis yang jahil. Tanpa mereka sadari solusi masalah yang mereka tangani itu ada begitu dekat dengan mereka tapi berdampak sangat besar bagi hubungan mereka.
Jangan Baca jika Tidak Suka. Jangan Menghina Jika Kau Tak Sesuai Harapan. Kita Sama-Sama Hidup Atas Kuasa Tuhan.
Chapter 1
Cho Kyuhyun adalah seorang gadis biasa. Tak ada yang istimewa darinya selain wajahnya yang manis dan imut, suaranya yang merdu, otaknya yang sangat cerdas sehingga mampu lompat kelas dan sikapnya yang tidak bisa ditebak. Selain itu dia sama seperti gadis kebanyakan. Menyukai roman dan segala yang berkaitan dengan itu.
Oh jangan lupa, sejak lahir gadis manis ini menderita asma. Jadi jika dia beraktivitas berat dan stress asmanya bisa kambuh dengan mudah. Itulah yang terjadi 3 hari lalu. Ketika sekolahnya mengadakan 'Hari Kebersihan ELF High School' asmanya kambuh saat membersihkan gudang yang berdebu sangat tebal. Seorang teman-mantan pacar-nya dengan panic menggendong Kyuhyun yang sudah tak sadarkan diri dan membawanya ke rumah sakit. Kakak perempuannya yang menjabat ketua osis di sekolah itu kaget setengah mati. Sudah lebih dari 2 tahun asma Kyuhyun tidak pernah kambuh separah ini.
Jadi disinilah dia sore ini. Berniat melihat langit senja yang indah di atap rumah sakit malah bertemu dengan namja tampan yang berkeras mengatakan dirinya roh. Jujur, pertama kali melihat sosok namja itu Kyuhyun tak bisa mengalihkan pandangannya dari namja itu. Meski pernah berpacaran dengan namja tak kalah tampan dari orang itu, tapi entah kenapa Kyuhyun begitu terpukau seolah baru melihat betapa ajaibnya kekuatan Tuhan yang bisa menciptakan manusia sempurna seperti namja itu.
Namun sungguh malang. Ketika tangan namja itu mencoba menyentuh tangan kakak Kyuhyun, tangannnya salah tembus. Melihat itu, entah kenapa kepala Kyuhyun terasa pusing. Nafasnya yang semula lancar jadi terengah-engah.
"Kyunnie gwencanayo?" Heechul menatap wajah pucat adiknya cemas.
Kyuhyun dan Siwon masih saling menatap dengan kesan berbeda. Siwon dengan kawatir. Kyuhyun dengan ketakutan.
Tiba-tiba tubuh Kyuhyun oleng dan membentur lantai seandainya Heechul tidak menahannya. Heechul memeluk tubuh Kyuhyun yang lemas di lantai atap itu.
"Asmamu kambuh?" sungguh Heechul sangat panic mendengar suara nafas adiknya yang terburu-buru.
"Eonnie… a…aku ta..kut" suara Kyuhyun yang tersendat-sendat malah membuat kedua orang –walau satunya masih diragukan kehidupannya- makin cemas.
"Please Kyu jangan pingsan disini. Bagaimana caranya aku membawamu nanti" Heechul mengusap keringat yang mengalir di dahi adiknya.
"Kau tidak apa-apa kan?" Siwon ikutan berjongkok di sebelah Kyuhyun.
Suara Siwon malah membuat nafas Kyuhyun tambah sesak. Dia memang bukan penakut. Tapi dia lemah terhadap makhluk halus yang tidak bisa di lawannya. Apalagi yang hanya bisa dilihat olehnya.
"Kyu kau masih bisa berjalan? Kita harus kembali ke kamarmu. Aku akan memanggil dokter Kim untuk memeriksamu" Heechul mencoba membantu Kyuhyun bangun.
Kyuhyunpun walau lemas setengah mati, dia berusaha bangun. Tapi ketika tangan es Siwon menyentuhnya –berniat membantu gadis itu bangun-, tubuh Kyuhyun langsung kaku dan pingsan di pelukan Heechul.
Heechul menatap nanar tubuh adiknnya yang pingsan "Astaga Kyu. Sepertinya asmamu makin parah"
~~)WKS(~~
Kyuhyun POV
Mimpiku sangat aneh. Bertemu dengan namja tampan yang sepertinya berotak kurang waras karena mengaku dirinya roh. Bayangkan saja, bagaimana mungkin namja itu roh jika aku bisa melihat, mendengar dan menyentuhnya? Padahal demi Tuhan, aku tidak punya ilmu gaib atau apalah sebutan masyarakat untuk itu.
Begitu terbangun dari mimpiku yang pertama kupikirkan adalah: Sial sekali bagi kami kaum yeoja karena kehilangan salah satu stok namja tampan di dunia ini. Bagaimanapun wajah namja itu sangat tampan. Aku sering berinteraksi dengan namja tampan tapi harus kuakui kalau namja dalam mimpiki itulah yang paling tampan.
"Kau sudah bangun Kyu? Semalam tidurmu nyenyak? Eh tapi kau pingsan kan bukan tidur? Aduh aku jadi bingung" itu bukan suara Heechul eonni.
Aku menoleh ke arah sumber suara dan langsung merasa dadaku terhimpit. Jangan kambuh lagi please.
"Hey jangan takut. Aku tak akan menyakitimu" aku melihat namja dalam mimpiku yang duduk di kursi tempat Heechul eonni biasanya menjagaku selama 4 hari di RS ini.
"Tapi kau hantu" aku duduk dan mundur sejauh yang kubisa karena ada dinding yang menahanku di belakang.
"Aku roh bukan hantu dan hanya kaulah yang bisa menolongku kembali ke tubuhku" namja itu berkata yakin padaku.
Aku? Memangnya aku bisa apa? Melihatnya saja aku sudah takut setengah mati "Kau pasti salah orang. Aku tak bisa membantumu. Aku hanya seorang gadis biasa. Harusnya kau mencari bantuan ke paramormal"
Namja itu menggeleng. Wajahnya terlihat putus asa. Mau tak mau aku merasa sangat kasihan padanya "Hanya kau yang bisa menolongku. Karena hanya satu orang di dunia ini yang bisa melihatku. Aku sudah mencoba pergi ke paranormal tapi tak ada satupun dari mereka yang bisa melihatku"
Aku tahu namja di depanku ini tidak mungkin berbohong tapi tetap saja aku takut. Aku sering menonton film horror dan si hantu pasti akan membunuh sang korban dengan sadis "Tapi bukan aku yang membunuhmu. Aku bersumpah. Bahkan kita tidak pernah bertemu semasa hidupmu"
Namja itu mengerang frustasi. Dai berdiri dan berjalan mondar-mandir di dekatku "Aku tahu kau bukan pengendara mobil bodoh yang membuatku jatuh ke jurang. Aku tahu kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Tapi kuharap kau tahu. Hanya kau yang bisa menolongku agar aku bisa hidup kembali. Aku tidak boleh mati sebelum berterima kasih pada ayahku karena merawatku dengan baik walau setelah ibuku meninggal. Aku tak bisa pergi meninggalkkan ayahku sendiri dengan keadaan seperti ini. Kumohon, tolonglah aku dewi" kalimatnya yang terakhir diucapkan dengan nada memohon yang bahkan lebih menyedihkan dari meongan kucing Heechul eonni yang dibuang appa karena membuat eomma alergi.
Sungguh aku sangat kasihan melihatnya. Apalagi ketika dia menyebutkan tentang ayahnya. Aku tahu bagaimana rasanya tidak dihiraukan orang tua. Aku dan Heechul noona sudah lebih dari 3 tahun hidup tanpa orang tua. Appa dan eomma memilih tinggal di Paris mengurus perusahaan desainer mereka daripada menemani kedua anak gadis mereka. Jika ayah namja ini sangat perhatian pada anaknya, dia berhak mendapatkan anaknya kembali.
Lagipula apa sih yang menakutkan dari namja di depanku. Well, walau statusnya roh tetap saja dia tampan. Matanya yang hitam sekarang sedang menatapku pasrah. Aku ingat kedua lesung pipi manisnya ketika tersenyum sangatlah indah. Bibirnya yang tipispun mau tak mau membuatku salah tingkah setiap melihatnya. Tidak ada darah. Tidak ada luka menganga seperti hantu dalam film horror.
"Baiklah" jawabku. Mata hitamnya langsung berubah cerah. Sial. Kenapa roh bisa setampan ini sih "Walau aku masih takut padamu, aku akan berusaha menolongmu Sigon"
Wajah cerah namja itu langsung cemberut. Eh memangnya aku salah bicara ya? Aku kan mau menolongnya kenapa dia cemberut begitu. Tapi walau dia cemberut, wajahnya tetap saja tampan
"Namaku Siwon bukan Sigon" ralat namja itu.
Oh aku salah menyebutkan namanya. Aku tertawa "Mianhae"
"Yak, jangan tertawa terus dong" Siwon memperlihatkan wajah ngambeknya. Sungguh dia terlihat sangat imut.
"Aku kan sudah minta maaf. Lagipula aku hanya salah satu huruf saja" belaku berusaha menahan tawa.
"Tetap saja kedengarannya aneh" jawabnya masih cemberut lalu sedetik kemudian wajahnya kembali cerah. Namja ini memang unik. Ekspresinya cepat sekali berubah-ubah "Kalau kau bisa tertawa seperti itu di depanku, itu berarti kau sudah tidak takut padaku"
Aku terdiam memikirkan kata-katanya "Benar juga. Kurasa aku sudah tidak takut lagi padamu. Kau tidak akan membunuhku kan?"
Dia menggeleng yakin "Aku tak akan menyakiti dewiku"
"Yak berhenti memanggilku dewi atau aku akan memanggilmu Sigon" kataku kesal. Aneh sekali rasanya dipanggil dewi.
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Kyunnie?" Tanya Siwon.
"Namaku Cho Kyuhyun. Panggil saja Kyu" jawabku sambil tersenyum. Tak ada salahnya bersikap ramah padanya "Lalu apa yang harus kulakukan untuk bisa menolongmu?"
Siwon terlihat berpikir keras. Seperti berusaha mengingat-ingat sesuatu. Dia melakukan itu cukup lama. Sekitar 5 menit sampai akhirnya dia membuka mulut dan menjawab "Aku tidak tahu"
Aku menatapnya dengan mulut menganga "Jadi kau tidak tahu kita harus melakukan apa? Lalu bagaimana caraku menolongmu?"
Dia langsung memasang wajah minta maaf "Maafkan aku. Waktu ibuku bilang aku harus menemukan seorang gadis yang bisa melihat mendengar dan menyentuhku agar bisa kembali ke tubuhku aku terlalu shock. Jadi aku tidak menanyakan apapun saking kagetnya"
Aku menghela nafas pasrah. Mau bagaimana lagi? Siapapun pasti shock jika jadi dirinya "Baiklah. Kita mulai dari bagaimana kau bisa jadi roh. Semua ada awalnya kan?"
Siwon langsung menceritakan semuanya. Dari perjalanan pulangnya dari Panti Asuhan yang dibangun ibunya sampai dia tenggelam dalam lautan setelah kepalanya terbentur karena guncangan keras saat menghindari tabrakan.
Jujur, aku tak pernah menyangka namja seperti dia mau mengurus panti asuhan. Jika melihat radius ketampanannya dan cara bicaranya, namja itu pasti berasal dari keluarga kaya raya. Sungguh langka, seorang namja tampan yang kaya berhati mulia.
"Kau tidak sedang mabuk ketika mengendarai mobil itu kan?" aku bertanya untuk memastikan.
"Aku bahkan tak pernah menyentuh minuman beralkohol sekalipun" Siwon berkata yakin "Tapi pengemudi mobil yang hampir menabrakku pasti mabuk. Aku melihatnya sekilas sebelum terjun ke laut"
Malang benar nasip Siwon "Ah~ andai saja kita bisa melihat tubuhmu. Mungkin saja kau bias masuk ke tubuhmu jika datang bersamaku"
"Aku dirawat di rumah sakit ini kok" kata Siwon semangat "Kau benar juga Kyu! Ayo kita coba kesana"
Aku melirik jam dinding di ruang inapku "Tapi sekarang masih jam 6 pagi. Jika rohmu sampai keluar dari tubuhmu, berarti keadaanmu sangat parah. Memangnya boleh kita masuk jam segini?"
Siwon mengangguk semangat "Bisa saja. Appaku sedang ke Jepang. Dia menjemput seorang dokter terbaik disana. Kata informan ayahku, dokter itu mungkin bisa meyembuhkanku. Jadi disana hanya ada bodyguard saja yang menjaga di depan pintu"
"Bodyguard?" tanyaku bingung. Sebenarnya siapa sih Choi Siwon itu sampai ada bodyguard segala yang menjaga tubuhnya?
Seolah tak memperdulikan pertanyaanku, Siwon menarik tanganku dan menuntunku ke ruang tempat tubuhnya berbaring. Tempatnya di ujung lorong lantai 1. Kupikir dia bercanda soal bodyguard, tapi ternyata dia serius. Di depan kamar itu ada 2 namja bertubuh seperti raksasa menjaga pintu itu.
"Password?" Tanya salah seorang namja berjas hitam padaku dengan nada dingin saat aku berdiri di depan pintu itu.
"Passwordnya sexy, free and single" bisik Siwon di telingkau. Apa dia lupa? Dia kan hantu oh maksutku roh meski teriakpun hanya aku yang bisa mendengarnya.
Meski bingung aku mengucapkan kata-kata itu juga. Seorang lagi pria besar berjas biru dongker membukanku pintu.
"Kenapa pakai password segala sih?" tanyaku pelan pada Siwon saat pintu tertutup.
"Appaku yakin ada saingan bisnisnya yang berniat jahat padaku saat keadaan kami sedang krisis seperti ini. Karena itu dia menempatkan bodyguard disini" jawabnya.
Aku hanya geleng kepala "Memangnya ayahmu bisnis ap.." aku tak melanjutkan perkataanku karena kaget. Ketika pertama kali aku mengedarkan pandangan di ruangan yang lebih besar dari kamar rawatku itu aku melihat berbagai karangan bunga baik kecil maupun besar disana. Tulisannya rata-rata sama. Mengharapkan kesembuhan namja yang dirawat di kamar ini. Selain itu ada banyak hadiah dan banyak barang lainnya sampai membuat hampir setengah dari kamar itu penuh oleh barang-barang yang seharusnya hanya berada di kamar seorang artis Hollywood.
"Karangan bunga dari Ibu Negara? Astaga Siwon. Kau apanya istri presiden kita? Lalu ini kan boneka panjang umur yang ada di China, kau kenal keluarga kaisar disana?" aku melihat beberapa kumpulan karangan bunga terbesar yang diberikan oleh orang-orang berpengaruh dari Korea, ah bahkan ada dari orang penting di luar negri.
"Aku pernah bertamu ke rumah presiden saat beliau mengundang ayahku. Kata Ibu presiden, dia menyukaiku. Entah apa yang kulakukan yang membuatnya terkesan. Padahal aku hanya bersikap biasa saja disana" jawab Siwon.
Apa dia tidak sadar, dengan berdiri seperti patung saja dia bisa membuat semua orang yang melihatnya langsung menyukainnya? Aku menggeleng menepis pikiran itu. Aku tidak menyukainya. Aku hanya ingin membantunya.
Untuk menghilangkan pikiran aneh itu aku melihat sekeliling dan lagi-lagi aku terkaget. Bukan karena melihat hadiah aneh tapi karena melihat sosok tubuh yang terbaring di ranjang itu. Wajah yang sama dengan wajah namja yang berdiri di sebelahku. Perlahan aku melangkah mendekati tubuh itu. Sungguh menyedihkan. Wajah orang yang terbaring disana pucat tak berwarna, jika melihatnya sekilas tak terlihat gerakan dadanya naik turun untuk bernafas, berbagai alat yang ruwet terpasang pada tubuhnya yang meskipun berotot, terlihat lemah dan rapuh. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar 'pip pip' pelan tanda jantung namja tersebut masih berdetak walau pelan dan lemah.
Tanganku bergerak sendiri. Membelai pelan pipi pucat namja itu. Seolah wajah itu akan retak jika aku menyentuhnya lebih keras lagi. Tak tahu apa yang terjadi padaku. Nafasku sesak saat melihat ketidakberdayaan namja itu. Padahal aku bahkan tidak mengenalnya. Tapi kenapa ada perasaan sedih yang teramat dalam ketika melihat tidak ada aura kehidupan pada tubuh itu. Kenapa aku begitu ingin memeluk tubuh itu dan menjaganya sampai matanya terbuka.
"Hey, kenapa kau menangis Kyu?" jari-jari sedingin es menghapus air mataku yang jatuh membasahi pipiku.
Meski tangan roh Siwon dingin, berbeda dengan tangan tubuh Siwon yang hangat, tapi roh Siwon jauh terlihat lebih hidup dari tubuhnya. Aku berbalik menatap roh Siwon yang menatapku cemas. Kedua tanganku mengatup pipi roh yang dingin itu menyalurkan kehangatan yang kuharap bisa dirasakannya. Aku menyadari detik itu juga. Aku harus menolong namja ini untuk kembali ke tubuhnya. Aku harus melakukannya.
"Percayalah padaku. Aku memang tak tahu apa yang harusnya kulakukan untuk membantumu. Tapi aku bersumpah akan melakukan apapun agar kau bisa kembali ke tubuhmu dan hidup seperti dulu lagi. Aku berjanji Wonnie" aku menatap mata kelamnya dengan pandangan seyakin kubisa.
Dia tersenyum. Tangannya mengelus tanganku pada wajahnya "Aku tak pernah meragukanmu Kyunnie"
Mungkin aku sudah gila. Tapi tak bisa kupungkiri senyum namja-roh- itu mampu membuat jantungku beraksi 3 kali lebih cepat. Membuat aliran listrik manis mengalir dalam setiap aliran darahku. Aku tak tahu apa itu. Tapi yang jelas, aku tak akan membiarkan namja itu berjuang sendirian. Kami akan berjuang bersama.
~~)WKS(~~
Chapter 2
Kyuhyun bersorak bahagia ketika menginjakkan kakinya di apartemen yang ditinggalinya bersama kakak perempuannya. Sorakannya itu membuat Heechul menjitak pelan kepala dongsaengnya karena merasa terganggu,
"Jangan berlebihan deh Kyu. Cepat bawa tasmu yang berat ini ke kamarmu" Heechul melampirkan tas selempang yang berisi barang bawaan Kyuhyun ketika dia dirawat di rumah sakit.
"Aish! Eonnie jahat sekali sih. Aku kan sedang sakit jadi harusnya diperlakukan dengan manis dong" protes Kyuhyun.
Heechul memutar matanya malas "Jangan banyak protes. Aku akan ke mini market, bahan makanan kita sudah habis. Kau tidur saja di kamar nanti setelah makan malam jadi aku akan membangunkanmu"
"Iya deh Miss Cho Cerewet" jawab Kyuhyun berlajan menuju kamarnya.
"Kalau sampai aku menemukanmu bermain PS atau PSP aku akan mematahkan gamemu. Arra?" Heechul memperingati dongsaengnya.
Kyuhyun makin cemberut. Dia mendumel pelan dan membanting pintu kamarnya. Heechul tidak ambil pusing tingkah ngambek adiknya. Dengan pelan di tutupnya pintu apartemennya meninggalkan adiknya seorang diri.
Opss sepertinya Cho Kyuhyun kita tidak sendiri, seorang namja tampan bertubuh atletis dan berlesung pipi menawan menemaninya. Dengan setia dan tanpa protes Choi Siwon mendengarkan dumelan tak tentu arah Kyuhyun. Bahkan Siwon tertawa pelan saat melihat sikap kekanak-kanakkan Kyuhyun yang berguling-guling di kasurnya.
"Kau hanya tinggal berdua dengan kakakmu Kyu?" Tanya Siwon saat Kyuhyun sudah berhenti berguling.
Kyuhyun duduk di kasurnya lalu menangguk menjawab pertanyaan Siwon.
"Dimana orang tuamu?" Tanya Siwon.
Kyuhuyun mengangkat bahu cuek "Mereka tinggal di Paris sejak 3 tahun lalu"
"Eh Paris? Kenapa mereka meninggalkan 2 anak gadis mereka seorang diri?" Tanya Siwon lagi. Kata ayahnya mengurus anak perempuan lebih kompleks daripada anak laki-laki karena anak perempuan perlu penjagaan extra 24 jam sehari.
"Pekerjaan mereka lebih penting daripada anak mereka" jawab Kyuhyun. Walau dia terdengar tidak peduli, Siwon bisa mendengar nada sedih dalam suara Kyuhyun.
"Tidak ada yang lebih berharga daripada buah hati mereka Kyu. Aku yakin orang tuamu juga berpikiran seperti itu. Mereka kan juga bekerja demi kehidupanmu dan kakakmu" SIwon mencoba bijaksana.
Kyuhyun mendengus "Mereka bekerja demi kepopularitasan mereka. Mereka sudah berlimpah harta jadi untuk apa mencari harta lagi. Lain halnya jika merk desain mereka yang terkenal itu ditinggalkan. Kepopularitasan yang sudah dibangun sejak dulu akan pudar"
"Merk? Memangnya mereka desainer?" Tanya Siwon lagi. Aduh si Choi Siwon ini bosan hidup rupanya. Untung Kyuhyun sedang tidak keberatan diwawancarai, jika tidak, ucapkan selamt tinggal pada duniamu Tuan Muda Choi.
"Kau tahu merk pakaian dan aksesoris 'Super Junior'? merekalah peciptanya. Pakaian, tas, sepatu dan lainnya berasal dari pikiran mereka terjual ludes. Entah apa istimewanya" jelas Kyuhyun dengan nada sarkatis.
Siwon menatap gadis di depannya takjub. Jadi sekarang dia berhubungan dengan anak desainer terkenal? Wah hebat! Saking hebatnya Siwon sampai lupa siapa dirinya. Bukankah dia juga anak dari pengusaha mobil kaya terkenal yang bahkan menjadi Pengusaha Paling Kaya di Korea?
"Kalau orang tuamu adalah pemilik merk 'Super Junior' yang terkenal, kenapa kalian tinggal di apartemen ini?" Siwon tidak menganggap apartemen tempat Kyuhyun dan kakaknya tinggal sebagai apartemen kumuh, malah bisa dibilang apartemen ini cukup mewah, tapi bagi seorang anak desainer terkenal sebuah rumah mewah bukan pilihan sulit.
"Ketika orang tua kami akan tinggal di Paris, Heechul eonnie bersikeras tetap tinggal di Korea, karena selama ini hanya dia yang menemaniku jika aku sakit tentu saja aku lebih memilih Heechul eonnie. Apalagi dia berkeras membawaku karena takut aku tidak diurus saking sibuknya mereka. Akhirnya dengan syarat tinggal dan sekolah di tempat yang kami mau, orang tua kami megizinkan kami tinggal berdua" jelas Kyuhyun.
Siwon manggut-manggut mengerti.
"Kau sendiri bagaimana? Ceritakan tentang hidupmu" kata Kyuhyun saat dia merasa Siwon tidak akan bertanya lagi.
Siwon memberi senyuman manis berlesung pipinya yang membuat Kyuhyun tidak bisa berkedip "Tidak ada yang istimewa tentang hidupku"
'Well, kecuali wajahmu yang kelewat tampan dan ayahmu yang terlalu kaya raya' batin Kyuhyun.
"Ibuku meninggal ketika aku kecil. Sejak itu ayahku mengurusiku dengan baik. Karena itu aku tak bisa pergi meninggalkannya seperti ini. Dia pasti menyalahkan dirinya karena tidak bisa menjagaku" lanjut Siwon.
"Kau sangat beruntung memiliki ayah yang sangat perhatian padamu" komentar Kyuhyun.
"Kau lebih beruntung masih memiliki ibu. Kau juga masih memiliki tubuh. Sedang aku? Hanya roh tak bertubuh yang terlunta-lunta" jawab Siwon dengan nada sedih.
Kyuhyun langsung menghampiri Siwon dan memegang bahunya penuh tekat "Kau lupa? Aku kan sudah berjanji akan menolongmu. Tak akan kubiarkan ayahmu yang baik itu kehilangan anaknya. Akan kupertaruhkan nama Cho Kyuhyun demi misi kita"
~~)WKS(~~
"Ingat, jangan mengajakku bicara saat ada orang di dekatku atau mereka akan mengira aku orang gila" Kyuhuyun memberi wejangan pada Siwon saat mereka berjalan bersebelahan menuju kelas Kyuhyun. Ini hari pertama Kyuhyun masuk sekolah setelah tumbang oleh penyakit asmanya.
"Aku tahu. Aku juga tak boleh melakukan hal aneh yang tertentangan dengana akal sehat" jawab Siwon walau namja itu sama sekali tidak mengerti tentang apa saja hal aneh yang tidak bertentangan dengan akal sehat itu.
"Bagus" Kyuhyun tersenyum puas. Tangannya lalu membuka kenop pintu kelasnya dan begitu pintu terbuka tubuhnya langsung diseruduk seseorang.
"Kyunnie! Senangnya kau masuk sekolah lagi" seorang namja dengan tinggi hampir mengalahkan tinggi pintu berkata semangat.
"Yak! Shim Changmin! Kau mau membuat asmaku kambuh ya? Cepat lepaskan pelukan maut ini" protes Kyuhyun kesal.
"Bener tuh. Padahal dia bukan penghuni kelas ini tapi dia yang datang paling pagi dan mengganggu acara penyambutan kembalinya magnae kita Cho Kyuhyun" Lee Hyukjae sang ketua kelas menggetok kepala Changmin yang belum juga melepas pelukannya pada Kyuhyun.
"Aissh sakit tahu! Dasar monyet rakus!" ejek Changmin.
"Selamat datang kembali Kyunnie, kelas sepi tanpamu EvilMagnae" Sungmin, seorang yeoja manis berbandana pink memeluk Kyuhyun lembut tanpa memperdulikan kedua namja berisik yang sedang berperang mulut.
"Gomawo Minnie" balas Kyuhyun dengan senyuman manisnya.
"Wahhh! Aku kangen dengan senyuman itu" Minho salah satu teman sekelas Kyuhyun berkata sambil mencubit pipi chubby Kyuhyun.
"Wah tak disangka kau popular juga" suara Siwon yang terdengar jengkel masuk dalam pendengaran Kyuhyun.
Kyuhyun yang saat itu dikerumuni teman sekelasnya pura-pura tidak mendengar suara Siwon dan hal itu membuat Siwon makin kesal. Siwon kesal melihat Changmin dan beberapa namja teman sekelas Kyuhyun memeluk, mencubit dan berskinship dengan Kyuhyun. Padahal Siwon sendiri tidak tahu alasan apa yang membuatnya begitu kesal. Dia kan bukan namjachingu Kyuhyun.
Pesta Penyambutan itu berakhir saat Kim songsaengnim datang.
~~)WKS(~~
Kyuhyun POV
Aku tak tahu apa yang terjadi pada Siwon. Kenapa namja itu sedari tadi cemberut. Padahal tadi pagi moodnya bagus kok. Aku harus bicara padanya. Siapa tahu dia punya masalah dan mungkin aku bisa membantu mengatasinya.
Bel istirahat yang kutunggu akhirnya datang juga. Aku menolak semua ajakan temanku untuk kenatin. Dan saat kelas hanya tinggal aku seorang, aku menghampiri Siwon yang memilih duduk di bangku dekat jendela paling belakang yang biasanya kosong.
"Apa terjadi sesuatu Siwon?" tanyaku.
Siwon menggeleng.
Aku menatapnya heran. Tidak biasanya dia sependiam ini. Aku ingat namja akan jadi pendiam jika dia marah "Hey, apa kau marah?"
"Memangnya aku berhak marah?" dia bertanya dengan nada datar.
Wah sepertinya ada masalah serius ni "Apa yang membuatmu marah Siwon? Apa pelajaran matematika tadi membuatmu mual? Atau pelajaran kimia membuatmu pusing?"
Dia menatapku seolah aku adalah manusia terbodoh di dunia "Daripada mengurusku bukankah kau lebih baik makan bersama namjachingumu yang tinggi itu"
Namjachingu? Apa yang dia maksud Changmin "Kau ini bicara apa sih. Aku dan Changmin hanya…"
"Memangnya itu penting untukku?" dia berkata dingin "Aku akan ke rumah sakit. Kau bisa pulang sendiri kan? Atau kau bisa minta digendong namjachingumu itu"
Belum sempat aku mengatakan apapun, sosok Siwon langsung menghilang. Dasar roh! Seenaknya saja dia menghilang sebelum orang selesai bicara. Aku kan masih belum mengerti apa yang membuatnya marah sebegitunya.
"Kau sedang bicara dengan siapa Kyunnie?" Sungmin tiba-tiba ada di belakangku.
Aku menatapnya gugup "Ah, aku barusan bicara di telepon"
"Ohh. Kupikir kau sedang latihan acting" Sunny, salah satu teman sekelasku berkata.
Aku hanya menggeleng.
"Aku membawakanmu roti. Kau belum ke kantinkan? Kau harus banyak makan" Sungmin menaruh roti melon di mejaku.
Aku menatapnya dengan pandagan penuh terima kasih "Kau memang terbaik Minnie eonnie"
"Aissh. Kau hanya memanggilku eonni saat ada maunya saja" dia mengacak rambutku.
"Hey, Jess. Kau kelihatan tidak bersemangat sekali hari ini" Luna menepu pelan pundak sahabat yang duduk di sebelahnya.
Jessika menghela nafas berat "Aku sedih karena Pangeranku belum juga sadar dari komanya"
Aku menatap Jessika yang terlihat melangsa. Ahh, setiap mendengar kata koma entah kenapa pikiranku tertuju pada Siwon.
"Maksutmu Pangeranmu si Choi Siwon itu?" Tanya Sungmin.
Tubuhku langsung menegang. Mereka membicarakan Siwon. Tapi apa Siwon yang sama dengan Siwon yang saat ini sedang kupikirkan? Ayolah Kyu, nama Choi Siwon tidaklah terlalu pasaran.
"Siapa lagi Pangeran tampan yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati kecuali Choi Siwon pewaris Hyundai Corp" Sunny menghabiskan softdrinknya dalam sekali teguk "Aku sampai menangis saat tahu dia kecelakaan"
"Aku bersumpah akan membunuh siapapun yang membuatnya terbaring koma seperti sekarang!" Jessika menggebrak keras meja tempat kami berkumpul.
"Tunggu, tunggu. Apa kalian mengenal Choi Siwon?" aku bertanya pada mereka.
Tatapan yang sama seperti yang Siwon berikan padaku oleh semua yeoja yang berkumpul disini. Seolah aku adalah manusia berotak paling bodoh di dunia.
"Hanya kau yang tidak tahu siapa Choi Siwon itu Kyu. Entah bagaimana kau menjalani hidupmu" Luna menatapku prihatin,
"Bahkan Luna saja yang kuper tahu kok" Sunny menatapku kesal tanpa sadar bahwa Luna tengah melemparkan deathglare tajam dari balik kacamatanya "Kau sih terlalu memikirkan Changmin"
"Aku tahu kau masih punya perasaan pada Changmin walau kalian sudah putus, tapi kau harus mencari cinta lain Kyu. Changmin sudah punya pacar sekarang" Sungmin memberiku saran.
"Aish! Jangan bawa-bawa nama Changmin sekarang. Siapa juga yang punya perasaan padanya. Di sudah selingkuh di belakangku saat kami pacaran. Dia harus berlutut jika mau kumaafkan" aku memutar mataku malas. Apa kelihatan sekali ya aku memiliki masih menyukai Changmin? Dasar Changmin phabo! "Kita kembali ke topik tentang Choi Siwon. Apa saja yang kalian ketahui tentang dia?"
Dan mulailah para yeoja itu berceloteh riang tentang Choi Siwon. Tak kusangka Siwon memiliki begitu banyak kehebatan yang tak bisa kujelaskan jika tidak menghasilkan kitab saking tebal kehebatannya. Bahkan Sungmin yang kusangka hanya melirik si Hyukjae namjachingunya tahu banyak hal tentang Siwon.
"Kalau kau mau tahu lebih banyak lagi, sebaiknya pergi saja ke sekolahnya. Disana ada perkumbulan fans club Siwonest yang bisa menjelaskanmu semua tentang Siwon sampai upil-upilnya" saran Luna padaku.
"Tapi tidak sembarangan orang bisa masuk Star Musium High School" Jessica memperingatkan.
"Tenang saja. Aku punya seseorang yang bisa membawaku tour kesana" aku menatap mereka dengan senyuman evil.
Mereka hanya meringis. Sunny bahkan tergidik "Evil Kyu mulai beraksi"
~~)WKS(~~
Author POV
Begitu bel pulang berdentang, Kyuhyun bergegas melampirkan tas selempangnya. Dia berpikir Siwon pasti masih marah tapi alangkah kagetnya Kyuhyun saat melihat Siwon menunggunya di depan gerbang sekolahnya dengan pakaiannya yang biasa. Sikapnya seolah sedang menunggu yeojachingunya pulang sekolah. Memikirkan itu membuat pipi Kyuhyun merona merah muda.
"Kau sudah tidak marah?" Tanya Kyuhyun pada Siwon sambil berjalan menuju halte bis.
Siwon terdiam tidak menjawab. Ah sepertinya namja tampan itu masih marah.
"Aku dan Changmin memang pernah berpacaran tapi itu dulu. Sekarang Changmin sudah punya pacar baru. Namanya Victoria, dia lebih tua 2 tahun dari Changmin tapi badannya luar biasa seksi dan dia sangat cantik"
"Kau juga cantik kok" kata Siwon tanpa sadar. Siwon segera mengutuk mulutnya yang kelepasan. Dia tidak suka Kyuhyun memuji gadis lain seolah dia tidak cantik. Padahal menurut Siwon, Kyuhyunlah yang tercantik.
Kyuhyun tersenyum manis mendengar perkataan Siwon. Tak ayal pipinya yang tadi sudah normal kini kembali bersemu dan parahnya jauh lebih merah dari yang tadi "Gomawo"
Siwon jadi salang tingkah "Mianhae karena tadi aku bersikap kasar padamu" Kyuhuyun langsung menggeleng "Aniya. Kau tidak perlu minta maaf. Perasaanmu pasti sedang sensitive karena masalah berat yang sedang kau hadapi" Kyuhyun lalu mengingat rencananya "Ah! Aku sekarang akan ke sekolahmu. Siapa tahu solusi masalah kita ada disana"
Siwon tersenyum semangat karena Kyuhyun serius berniat membantunya bahkan kini masalah Siwon adalah masalah Kyuhyun juga "Ide bagus!"
~~)WKS(~~
Jadi disinilah Kyuhyun sekarang. Di depan gerbang Star Musium High School yang besarnya luar biasa. Dia memencet tombol merah di tengah-tengah gerbang lalu tiba-tiba terdengar suara dari gerbang itu.
"Kami satpam SM High School, Anda siapa dan ada keperluan apa kemari?" suara yang terdengar berat itu membuat Kyuhyun agak kaget. Dia tak menyangka sistem keamanannya secanggih ini. Dia bersyukur tidak menuruti tuntutan orang tuanya yang memaksanya sekolah disini.
"Namaku Cho Kyuhyun dan aku kemari ada keperluan dengan Zhoumi" jawab Kyuhyun.
"Tunggu sebentar kami akan mengkonfirmasi pada Zhoumi-ssi" kata suara itu lagi.
"Kau kenal Zhoumi?" Siwon bertanya kaget.
Kyuhyun ingin menjawab tapi nanti dia malah gagal masuk ke Sekolah Siwon karena dianggap orang gila yang bicara sendiri, tapi dia mengangguk samar untuk menjawabnya.
"Silahkan masuk Miss Cho" setelah suara itu terdengar, gerbang besar itu terbuka lebar. Kyuhyun melangkah masuk dengan langkah ragu saat melihat pemandangan halaman luas di depannya.
"Aku tak tahu sekolahmu semegah ini" Kyuhyun berbisik pada Siwon.
Siwon tersenyum "Aku lebih tak menyangka kau kenal dengan Zhoumi. Entah ini takdir atau kebetulan"
Sebelum Kyuhyun merespon, sosok namja tak kalah tingginya dengan Changmin dengan jambul rambut berwarna merah berlari menghampiri mereka.
"Kyunnie! Dewi fortunakukah yang membawamu kesini? Senangnya!" Zhoumi memeluk Kyuhyun erat "Kau tambah kurus. Kau sakit?"
"Kau jahat gege. Aku sampai dirawat di rumah sakit tapi kau sama sekali tidak pernah menjengukku" rajuk Kyuhyun pura-pura kesal.
Mata Zhoumi langsung melotot "Kau masuk rumah sakit? Bagaimana bisa? Asmamu kambuh? Aigoo! Kenapa kau tidak menghubungiku? Astaga Kyunnie! Lalu bagaimana keadaanmu sekarang? Kau baik-baik saja?"
Kyuhyun tertawa merdu melihat kecemasan Zhoumi "Aku sudah baik-baik saja Zhoumi gege. Kau tak perlu sepanik itu"
"Ah! Kau membuatku jantungan Kyunnie" Zhoumi mengacak rambut Kyuhyun "Lalu keberuntungan apa yang kau bawa untuuku kesini?"
"Aku hanya ingin mengunjungimu" jawab Kyuhyun. Dia sebenarnya ingin bertanya tentang para Fans Siwon tapi berhubung sepertinya Zhoumi bukan salah satunya dia mengurungkan niatnya.
"Kalau begitu ayo kita ngobrol di ruanganku" kata Zhoumi menggandeng Kyuhyun.
"Kau tidak ada kelas lagi ge? Bukankah jam pulang sekolah ini lebih telat sejam dari sekolah umum lainnya?" Tanya Kyuhyun melihat Zhoumi yang kelihatan santai.
Zhoumi mengangkat bahu "Saat ini aku sedang mengurus tentang Pesta Ulang Tahun Sekolah Ke-100. sebenarnya aku wakil ketua osis tapi karena ketua osisnya berhalangan jadi aku yang mengurusnya"
Kyuhyun menatap Siwon yang berjalan di sebelah kirinya. Tampaknya namja itu sedang menatap kesal Zhoumi. Tapi Kyuhyun tidak mau berpikir terlalu jauh tentang mood Siwon yang cepat berubah. Dia tahu ini kesempatannya.
"Memangnya Ketua Osisnya kemana?" Tanya Kyuhuyun.
Wajah Zhoumi berubah muram "Dia kecelakaan seminggu lalu. Sampai sekarang kedaannya masih kritis"
"Gege teman baik orang itu?" Tanya Kyuhyun lagi.
Zhoumi tersenyum pada Kyuhyun "Ne. aku dan Siwon teman sejak kelas satu. Aku sudah menganggapnya sahabat baikku. Karena itu aku sangat sedih saat melihat keadaannya sekarang. Padahal dia anak yang baik"
Kyuhyun tersenyum sambil sedikit melirik Siwon yang sedikit terperangah mendengar pujian dari sahabat yang tadi membuatnya kesal karena seenaknya menggandeng Kyuhyun "Kudengar dari teman-temanku dia memang orang yang istimewa"
Tak terasa mereka sudah sampai di depan pintu yang lumayan besar dengan tulisan 'Ruang Osis' di atasnya. Zhoumi membuka pintu itu dan Kyuhyun melihat sebuah ruangan dengan meja panjang berbentuk U seperti ruang rapat. Zhoumi membawa Kyuhyun ke pintu yang ada di ujung sebelah kanan.
"Ini ruangan Siwon ketua osis kami. Aku yang sekarang menempatinya sampai Siwon kembali" Zhoumi mempersilahkan Kyuhyun masuk.
Kyuhyun menatap ruangan itu dengan seksama. Dia tersenyum kecil melihat ruangan itu lebih mirip ruangan direktur perusahaan daripada ketua osis SMA. Foto Siwon dan ayahnya terpajang di meja.
"Kyu, aku ke toilet sebentar. Kau tunggu disini sebentar ne?" apamit Zhoumi.
Kyuhyun mengangguk. Sepeninggal Zhoumi, Kyuhyun mendekati Siwon yang terpaku menatap rak kaca di pojok belakang ruangan.
"Ini piala saat aku menang Lomba Piadato. Ayahku sangat bangga ketika aku memenangkannya. Dia bahkan memujiku dan bilang akan menyerahkan perusahaannya padaku setelah aku lulus SMA" Siwon menatap piala besar di dalam rak kaca itu.
"Kau sangat berprestasi ya" Kyuhyun berkata sambil ikut melihat piala-piala yang terpajang disana.
"Ayahkulah yang mendekor ruangan ini. Kadang-kadang aku berpikir aku terlalu manja padanya. Apapun yang kulakukan pasti akan ada sangkut pautnya dengan appa. Tapi aku tidak keberatan. Toh akulah yang mengambil semua keputusan tentang hidupku" lanjut Siwon.
Kyuhyun bisa mendengar nada sedih dalam suara Siwon. Ingin rasanya Kyuhyun menenangkan roh namja di depannya itu.
Sebutir air mata lolos dari mata Siwon "Aku takut Kyu. Aku takut tidak bisa kembali. Aku takut membuat ayahku sedih. Aku takut meninggalkan dunia ini. Siapa yang akan menemani appa jika aku pergi? Siapa yang bsa menjaganya jika dia kelelahan? Aku sungguh takut Kyu"
Kyuhyun tidak sanggup melihat betapa sedihnya Siwon. Dia memeluk tubuh dingin Siwon. Mengusap punggung besar namja itu dengan penuh kasih sayang "Kau tak perlu takut. Aku akan menemanimu. Aku akan membantumu Wonnie. Tak akan kubiarkan kau meninggalkan dunia ini. Semua pasti akan baik-baik saja. Kau tak perlu takut"
Siwon yang semula terpaku dalam pelukan Kyuhyun sekarang malah membalas pelukan yeoja manis itu dengan erat. Meraskan betapa hangat dan nyamannya pelukan gadis itu. Siwon menghirup aroma apel dari rambut panjang Kyuhyun. Rasanya tak ada yang lebih menenangkan daripada berada di pelukan gadis itu. Hal itu membuat Siwon merasa lebih baik.
Sayang, WonKyu moment itu terhenti saat pintu ruangan itu terbuka dengan keras. Dengan cepat kedua insan itu melepas pelukan mereka. Kyuhyun menoleh pada seorang gadis berambut hitam dan berkulit seputih salju yang berdiri di depan pintu itu.
"Zhoumi oppa! Tadi ayah Siwon oppa meneleponku. Katanya tangan Siwon baru saja bergerak! Apa kau mau ik…" pekikan gadis itu terhenti saat yang dilihat di ruangan itu adalah Kyuhyun hukannya Zhoumi "Siapa kau? Mana Zhoumi oppa?"
Kyuhyun membungkuk canggung "Kyuhyun imnida. Aku temannya Zhoumi gege"
"Lho Kibum. Ada apa kesini? Kau belum pulang? Sekolah kan sudah berakhir lebih cepat karena ada guru yang menikah" Zhoumi yang baru saja muncul menghampiri Kibum.
"Zhoumi oppa!" pekik Kibum –yeoja berkulit seputih salju itu- lagi "Aku mendapat kabar Siwon oppa menggerakkan tangannya. Aku yakin itu pertanda baik"
"Wah! Itu berita bagus" Zhoumi berkata senang. Lalu dia mengalihkan pandanganya pada Kyuhyun yang masih berdiri diam di dekat rak kaca itu "Oh ya Kyu, nama gadis ini Kim Kibum"
Kibum segera membungkuk sopan pada Kyuhyun "Kim Kibum imnida. Senang bertemu denganmu Kyuhyun-ssi" lalu dia kembali menoleh pada Zhoumi "Aku akan ke rumah sakit sekarang. Apa oppa mau ikut?"
Zhoumi menggeleng sedih "Ada beberapa urusan yang perlu kuurus sekarang. Kau kelihatan tak sabar menemui namjachingumu itu"
Seolah disambar petir Kyuhyun langsung menatap Siwon yang saat itu memandang lekat Kibum dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Jadi Siwon sudah punya yeojachingu?" Tanya Kyuhyun entah ditujukan pada siapa. Zhoumi, Kibum atau Siwon.
Zhoumi tersenyum lebar saat menepuk bahu Kibum "Ne. dan Kibum inilah yeoja beruntung yang menjadi pacar Choi Siwon itu"
TBC
Mumpung lagi mood, mari kita sajikan 2 chapter sekaligus.
Jika masih ingin dilanjutkan di FFN, Author boleh kan minta reviewnya…
Wink
Anin :3
