A Super Junior Fanfiction
~BROKEN~
Pair : Haehyuk and Other Couple
Warning : Genderswitch, Typo, Tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
.
.
Mata Kyuhyun membulat saat melihat paras yeojya itu. Wajah yang sangat dikenalinya itu. "Hyuk noona." Gumamnya.
Dia segera berlari kearah Eunhyuk saat namja yang menghimpinya tersebut sudah berani meremas kedua buah dada Eunhyuk.
Kyuhyun menarik bagian belakang kemeja namja tersebut hingga Eunhyuk terlepas dan merosot ke lantai. Tanpa rasa segan, Kyuhyun langsung mendaratkan sebuah kepalan tangan diwajah pemuda itu.
"Siwon!" Pekik Sungmin saat melihat tubuh Siwon jatuh ke lantai karena kerasnya pukulan Kyuhyun.
Kyuhyun langsung membantu Eunhyuk berdiri dan memapahnya keluar dari tempat nista itu *Kyu sok suci :D*.
"hei, dia kekasihku, mau dibawa kemana dia?" Pekik Siwon namun Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukannya.
Kyuhyun memapah Eunhyuk lalu memasukannya kedalam mobil Luxury White Audi A1nya. "mengapa kau ada disana noona?" Tanya Kyuhyun to the point.
Eunhyuk menundukan wajahnya dan menangis. Dia terlalu takut jika menjelaskan ini semua kepada Kyuhyun.
"noona, jawab aku! Dan mengapa namja itu menyebutmu sebagai kekasihnya?" Tanyanya lagi.
Eunhyuk mengangkat wajahnya dan menoleh kearah Kyuhyun. Bibirnya terbuka perlahan, dan dia menceritakan semua fakta tidak lupa satu bagianpun dilewatkannya, bagaimana dia bisa menjadi seperti sekarang ini.
Kyuhyun mengangga lebar setelah mendengar cerita Eunhyuk. "kau tau noona? Hae hyung pasti akan sangat kecewa jika noona malakukan hal ini untuk membiayai pengobatannya. Jika aku menjadi Hae hyung, aku akan lebih memilih mati daripada harus hidup dengan uang haram." Ucapan Kyuhyun membuat Eunhyuk terdiam.
"apa yang harus kulakukan sekarang Kyu?" Tanya Eunhyuk, nada suaranya terdengar putus asa.
"berhenti dari pekerjaan ini dan kembali menjadi Hyuk noona yang dulu." Jawab Kyuhyun.
"aku tidak bisa, bagaimana pengobatan Hae jika—
"aku sudah bilang akan membantumu. Jadi berhenti dari pekerjaan itu dan urusi saja Hae hyung." Ucap Kyuhyun dengan nada yang sedikit tinggi.
"maafkan aku noona, aku tidak berniat membentakmu." Ucap Kyuhyun lagi.
Eunhyuk menganggukan kepalanya. "gwenchana, terima kasih juga karena sudah menyelamatkanku tadi." Ucapnya.
Kyuhyun menganggukan kepalanya. "aku akan kembali kerumah sakit, apa noona juga ingin kesana?"
"iya, aku akan menemani Donghae malam ini." Jawabnya.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Eunhyuk mengeliat dalam tidurnya. Dia merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang ada didalam perutnya yang meronta keluar. Dia segera bangun dan berlari menuju westafel yang berada dipojok ruangan tersebut.
"hoek." Dia mencoba memuntahnya segalanya yang membuat dirinya tak nyaman. Namun tidak ada yang keluar sama sekali, hanya cairan bening dan saliva yang keluar.
Kyuhyun yang baru saja membuka pintu ruangan tersebut langsung menghampiri Eunhyuk. "noona? Ada apa?" Tanyanya sambil membantu dengan mengurut bagian belakang tengkuk Eunhyuk.
Eunhyuk membersihkan saliva disekitar bibirnya dengan air. "Gwen—
Ucapan Eunhyuk terhenti saat tubuh tersebut pingsan, dengan sigap Kyuhyun menangkap tubuh kurus Eunhyuk dan menggendongnya keluar untuk diperiksa dokter lain.
Sepeninggalan itu, tangan sebelah kanan Donghae sedikit bergerak. Dan kedua bola matanya bergerak dari balik matanya yang terpejam. Tak lama dari itu, mata indah itu terbuka dan memandang kosong kearah langit-langit rumah sakit tersebut.
.
.
Kyuhyun duduk dengan gusar dikursi yang berada didepan ruang Dokter Kim. Terkadang dia terlihat berjalan mondar-mandir didepan pintu tersebut lalu duduk kembali.
Sudah 15 menit lebih Eunhyuk diperiksa didalam, dan sampai detik ini juga salah satu dari mereka keluar dari ruangan tersebut.
Cklek…
Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan memandang bingung kearah Eunhyuk dan Dokter Kim yang sedang tersenyum. "selamat sekali lagi Nyonya Lee." Ucap Dokter bernama lengkap Kim Ryeowook itu.
Eunhyuk tersenyum dan membungkukan badannya. "terima kasih Dokter Kim," Ucapnya.
Kyuhyun memandang ingin tau kearah Eunhyuk saat yeojya itu berjalan terlebih dahulu didepannya sambil tersenyum.
"apa yang membuat noona tersenyum seperti ini?" Tanya Kyuhyun.
Eunhyuk menoleh dan tersenyum kembali kearah Kyuhyun. Dia menyerahkan sebuah amplop dengan cap stempel rumah sakit ini didepannya.
"Yak! Noona selamat! Kau dan Hae hyung akan punya baby, dan aku akan menjadi paman." Pekik Kyuhyun saat membaca surat yang ada didalam amplop tersebut.
Ternyata didalamnya terdapat keterangan bahwa Eunhyuk sedang mengandung, usianya memasuki 7 minggu.
Eunhyuk tersenyum kearah Kyuhyun. "aku harus memberitahu Hae akan hal ini, kuharap dia senang dan segera bangun dari komanya." Ucap Eunhyuk sambil mengelus perutnya dengan lembut.
Kyuhyun tersenyum dan menangguk. "benar, ayo segera kita beritahu Hae hyung." Mereka berdua dengan semangat berjalan kearah dimana ruangan Donghae berada.
Cklek…
Eunhyuk langsung terpaku saat melihat siluet tubuh Donghae sudah duduk diatas kursi roda. Begitu juga dengan Kyuhyun.
"Hae," Panggil Eunhyuk dengan suara pelan. Namun cukup membuat Donghae menoleh dan memandangnya.
Eunhyuk tersenyum bahagia, saking bahagianya dia sampai meneteskan airmatanya. Dia bersyukur kepada Tuhan karena membuat orang yang disayanginya itu sadar dan bangun dari komanya.
Eunhyuk langsung berlari dan memeluk tubuh Donghae dengan erat dan menangis disana. Kyuhyun yang melihatnya pun tersenyum, namun senyumannya langsung pudar saat melihat wajah Donghae yang dingin, tidak ada ekspresi sama sekali.
"Hae, aku sangat merindukanmu." Ucap Eunhyuk setelah melepaskan pelukannya. Dia bertumpu pada kedua lututnya didepan Donghae.
Donghae memandang Eunhyuk dengan pandangan datar. "siapa kau?" Tanyanya.
Pertanyaan Donghae sukses membuat hati Eunhyuk seperti ditusuk oleh sebuah benda tajam yang kasat mata. Begitu menyakitkan dirinya.
"Hae, ini aku Eunhyuk. Kau tidak mengenaliku?" Ucap Eunhyuk berusaha meyakinkan namja yang ada dihadapannya ini.
"menjauh darinya yeojya miskin." Suara berat tersebut membuat tubuh Eunhyuk menegang.
Dari arah pintu masuk ruang rawat tersebut berdiri seorang namja berjas rapih dan seorang yeojya yang masih terlihat cantik diusianya berdiri dibelakang namja tersebut.
"appa, umma." Bisik Donghae pelan.
Eunhyuk menoleh saat Donghae mengeluarkan suaranya. Dia bisa mengenali kedua orangtuanya disana. Kenapa tidak dengannya? Tanya Eunhyuk dalam hati.
Kangin, nama namja berjas tersebut segera menghampiri Haehyuk. Dia menggeser paksa tubuh Eunhyuk untuk menyingkir dari dekat anak laki-lakinya.
"ah." Pekik Eunhyuk pelan saat dia terjungkal kesamping karena dorongan Kangin yang begitu kuat.
"ahjussi, apa yang kau lakukan!" Pekik Kyuhyun dan menghampiri Eunhyuk. Dia membantu Eunhyuk untuk berdiri.
Kangin mengambil alih dorongan kursi roda tersebut dan mendorongnya.
Eunhyuk tidak menyerah. Dia mendekat kesisi samping kursi roda Donghae lalu memegang bahu namja itu. "Hae, ini aku Eunhyuk, Lee Eunhyuk istrimu. Jangan bercanda sekarang Hae, ini tidak lucu." Ucap Eunhyuk sambil menangis.
Donghae hanya memandang Eunhyuk dengan pandangan datar. Namun hatinya sedikit tergugah entah karena apa saat yeojya yang tidak dikenalnya itu meneteskan airmata.
Kangin kembali mendorong Eunhyuk untuk menjauh dari Donghae. "jangan mendengarkan ucapan yeojya itu. Kau belum menikah sama sekali." Ucapnya pada Donghae.
Eunhyuk menangis hebat saat Kangin yang mendorong kursi roda Donghae keluar dari ruangan rawat tersebut. Kyuhyun yang berada didekatnya tidak tau harus melakukan apa, dia hanya memeluk Eunhyuk dan menjadi sandaran yeojya itu untuk menangis.
.
.
Mata teduh itu memandang kosong kearah jendela luar mobil Hyundai Equus hitam tersebut. Dia menoleh saat merasakan belaian lembut sebuah tangan dikepalanya.
Disampingnya, seorang yeojya dewasa bernama LeeTeuk itu tersenyum kearah Donghae. "kau baik-baik saja Hae-ah?" Tanyanya.
Donghae menanggukan kepalanya. "Gwenchana, umma." Ucapnya dan kembali memandang kosong keluar mobil.
Teukie memandang miris kearah Donghae. Dia tidak tega melihat anaknya seperti itu, terlebih ini karena ulah suaminya sendiri.
Dirinya masih sangat ingat betul bagaimana raut wajah kesedihan dari Eunhyuk saat suaminya membawa Donghae menjauh darinya. Dia ingin menolong Eunhyuk, namun apa dayanya? Jika suaminya itu sudah berujar, dia tidak berani melawannya.
Mobil tersebut mulai memasuki kawasan perumahan megah nan elit. Mobil tersebut memasuki sebuah rumah yang sedikit mewah dari yang lainnya.
Donghae dibantu oleh Kangin dan para pelayannya keluar dari mobil dan mendudukannya kembali ke kursi roda.
"seperti sudah lama sekali aku tidak pernah kesini." Gumam Donghae.
Kangteuk yang memang berada disamping kanan kirinya menoleh. "kau memang sudah lama tidak tinggal disini, kau pergi ke dari rumah ini saat kau berniat mengejar kekasihmu yang sedang belajar di Australia." Jelas Kangin. Tentu berbohong.
Teukie hanya diam mendengar penjelasan Kangin, saatnya tidak tepat untuk mengeluarkan pendapatnya sekarang.
"kekasihku?" Tanya Donghae.
Kangin tersenyum dan menganggukan kepalanya. "ya, kekasihmu, namanya Sungmin. Lee Sungmin." Ucapnya.
"Sungmin." Bisik Donghae.
Kangin terus mendorong kursi roda Donghae hingga kedalam rumah sambil tersenyum penuh kemenangan. Sepertinya, kali ini dia berhasil menjauhkan anaknya dari Eunhyuk.
.
.
Kyuhyun sedang duduk disamping sebuah ranjang pasien, yang dimana Eunhyuk berbaring diatasnya.
Saat Donghae pergi dibawa oleh kedua orangtuanya, Eunhyuk langsung pingsan. Berulang kali Kyuhyun berusaha membangunkannya, namun dia kembali pingsan saat mengetahui kenyataan bahwa Donghae sudah tidak berada didekatnya lagi.
"ngh…" Kyuhyun menoleh kearah Eunhyuk saat mendengar lenguhan yang keluar dari bibir Eunhyuk.
"noona? Kau bisa mendengarku?" Ucapnya.
Eunhyuk membuka matanya dengan perlahan. Mata indah yang biasanya memancarkan kebahagiaan itu sekarang terlihat kosong.
Matanya memandang langit-langit ruang rawat tersebut dengan pandangan kosong. Serta tangan kanannya yang mengelus perutnya perlahan. "Hae." Gumamnya.
Tes…
Setetes airmata meluncur dari mata Eunhyuk saat bibirnya menyebutkan nama seseorang yang dikasihinya tersebut.
Kyuhyun hanya memandangi Eunhyuk dengan pandangan miris. Sungguh, dia begitu tidak tega melihat Eunhyuk yang dianggap sebagai noona-nya sendiri menjadi seperti ini.
"Hae, hiks." Dan lagi, Eunhyuk terisak amat sangat menyedihkan. Membuat Kyuhyun yang ada disampingnya memeluk tubuh kurus tersebut. Berusaha membuat Eunhyuk sedikit tenang.
"noona, berhenti menangis. Ku mohon," Pintanya.
"Hae, hiks." Bukannya berhenti, Eunhyuk semakin terisak hebat sambil menggenggam erat jas dokter yang Kyuhyun gunakan. Tak lama setelah itu, Eunhyuk pingsan kembali.
"ya tuhan." Desah Kyuhyun saat melihat Eunhyuk kembali pingsan.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Donghae duduk diatas ranjang king size miliknya. Mata teduhnya beredar (?) untuk mencoba mengenali sekitarnya. Dia merasa kamar ini begitu asing baginya.
Cklek…
"Hae oppa!" Panggilan tersebut membuat Donghae menoleh kesumber suara. Didepan pintu kamarnya, ada seorang yeoja yang sedang berjalan kearahnya. Siapa dia. Fikir Donghae.
"siapa kau?" Tanyanya.
Yeoja tadi tersenyum, memperlihatkan kedua pipi chubby-nya yang manis. "aku Sungmin, oppa masih mengingatku bukan?" Tanyanya.
Donghae memandangi yeoja dihadapannya itu dengan padangan menilai. "kata appa, kau adalah kekasihku? Benarkah?" Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya. Dia memposisikan dirinya untuk duduk disamping Donghae.
"aku sangat merindukan oppa." Sungmin langsung memeluk Donghae.
Donghae hanya diam, tidak membalas ataupun menolah pelukan Sungmin. 'pelukan ini terasa berbeda, tidak ada kehangatan sama sekali seperti dulu.' Ucap Donghae dalam hati.
~A week later~
Sebuah gedung mewah telah disulap dengan sedemikian rupa. Ornament warna gold dan merah mendominasi ruangan tersebut—seolah memberi kesan wah untuk ini.
Tentu saja, pertunangan dua anak konglomerat terkemuka di Korea Selatan berhasil menyita perhatian public. Dua konglomerat yang sama-sama bermarga Lee.
Tamu-tamu penting Negara, ataupun rekan kerja dari kedua keluarga konglomerat, artis, politikus dan banyak lagi mulai memenuhi ballroom sebuah hotel milik Keluarga sang namja.
Jangan lupakan, para awak media. Cetak maupun elektronik yang akan memuat berita ini. ataupun menyiarkan acara tersebut secara live.
Kyuhyun terlihat berjalan memasuki ballroom tersebut. Agaknya dia sedikit risih dengan suasana ramai, tak jarang beberapa wartawan mendekatinya dan mewawancarainya. Tentu dia menolaknya.
"Selamat malam para undangan yang terhormat." Sebuah suara berat tersebut membuat semua tamu yang berada disana menoleh kearah panggung yang sudah ditata sedemikian rupa.
Kyuhyun pun menengok. Astaga, dia mengenali betul wajah namja yang berbicara tersebut. namja yang merupakan appa dari Lee Donghae yang ditemuinya tempo hari.
"saya berdiri disini, akan memulai acara pertunangan putraku satu-satunya. Lee Donghae."
Tepuk tangan bersahut-sahutan didalam ruangan tersebut. Berikutnya, sosok Donghae keluar dari pintu samping yang berada disamping panggung dengan mengandeng Sungmin disampingnya.
Blitz kamera para wartawan segera mengerubungi Haemin. Sedangkan Kyuhyun hanya terpaku ditempatnya berdiri sekarang.
"Hyuk noona." Bisik Kyuhyun. Dia langsung merogoh ponsel dalam saku celananya dan mendial beberapa digit nomor.
Tut… Tut…
"ayo noona, please angkat telponku." Ucap Kyuhyun tidak sabaran.
Tut… Tut… cklek…
"noona? Kau mendengarku?" Ucapnya cepat.
'hiks…' Tidak ada sahutan yang berarti, hanya sebuah isakan yang membuat Kyuhyun memastikan bahwa Eunhyuk sudah melihat acara pertunangan 'laknat' yang disiarkan di televisi ini.
"shit! Kenapa para wartawan dinegeri ini begitu menyebalkan." Desisnya. Dia segera berlari keluar dari ballroom tersebut. Tidak perduli dia menabrak orang-orang disana. Dan sedikit membuat keributan disana.
Haemin menoleh kesumber suara keributan tersebut. Sungmin dengan jelas bisa mengenali sosok tersebut, walaupun sosok itu membelakanginya. "Kyuhyun." Gumamnya.
"kau berkata sesuatu, Min?" Tanya Donghae kepada Sungmin.
Sungmin menoleh kearah Donghae sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "tidak, aku tidak mengatakan apapun oppa." Ucapnya.
Donghae membalas senyuman Sungmin dan kembali mengandeng yeoja itu untuk naik keatas panggung.
.
.
Disebuah rumah sederhana.
Gambar yang dengan detail menyorot acara pertunangan dua anak konglomerat yang sama-sama bermarga Lee tersebut. Gambar dimana si namja menyematkan cincin ke jemari cantik si yeoja. Begitu juga sebaliknya.
Eunhyuk yang sedang melihat acara tersebut hanya diam. Pandangannya kosong, namun isakan dan airmata tidak berhenti keluar dari mulut dan matanya.
Dia semakin mencengkram bagian dada sebelah kirinya saat melihat adegan dimana si namja mencium bibir si yeoja tepat dihadapan banyak orang. Sungguh, hatinya sangat sakit, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bagaimana tidak? Melihat suaminya mencium yeoja lain didepan matanya.
"Hae, hiks." Lagi, Eunhyuk terisak dalam kepedihan hatinya. Hanya menangis-lah yang dipilihnya untuk mencoba melegakan hatinya, walaupun kenyataannya tidak demikian.
Brak…
Suara pintu yang terbuka dengan sangat keras tidak membuat Eunhyuk sadar. Dia masih menangis di sofa depan televisi.
Kyuhyun berlari kearah Eunhyuk dan langsung memeluknya. Dia mengelus punggung belakang Eunhyuk, guna menenangkan noona kesayangannya itu.
"Kyu, hiks, Hae… dia bertu—hiks nangan dengan yeoja itu… hiks." Suara Eunhyuk bercampur isakan tersebut membuat Kyuhyun semakin memeluk tubuh Eunhyuk dengan erat.
"noona, jangan menangis seperti ini, kumohon." Pinta Kyuhyun.
Bukannya berhenti, Eunhyuk malah semakin terisak hebat dalam pelukan Kyuhyun.
"noona, jangan seperti ini. Perhatikan bayi-mu." Ucapan Kyuhyun barusan membuat tangisan Eunhyuk sedikit mengecil.
Kyuhyun sedikit bersyukur, karena hanya dengan mengatakan kata 'bayi' Eunhyuk akan sadar dan memikirkan kandungannya itu. Tidak hanya terpaku dengan kesedihan yang dialaminya.
Kyuhyun melepaskan pelukannya terhadap Eunhyuk. Dia menyeka airmata dipipi Eunhyuk dengan jemarinya. "noona, kau tidak boleh tertekan. Itu tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan janinmu."
Eunhyuk tersenyum tipis dan menganggukan kepalanya. Nampaknya, bayi dalam kandungannya merupakan satu-satunya harapan hidup dan sumber kebahagiannya saat ini.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
Kyuhyun berjalan dan sedikit tersenyum kearah pasien ataupun keluarga pasien yang ditemuinya dilorong rumah sakit. Dia baru saja selesai melakukan sebuah operasi.
"dokter Cho," Kyuhyun menoleh kesumber suara. Dia melihat seorang suster berjalan kearahnya.
"ada apa Sulli?" Tanyanya.
"Dokter ditunggu seseorang diruangan anda, dia menunggu Dokter sekitar 1 jam yang lalu." Ucapnya.
Kyuhyun menyerengitkan dahinya. "seseorang? Nugu?"
"Sungmin, namanya Lee Sungmin."
Kyuhyun sedikit terkaget saat mendengar nama Sungmin. Dia segera pamit dan berjalan dengan cepat keruangannya.
Cklek…
Yeoja yang berada diruangan Kyuhyun tersebut menoleh. Sungmin tersenyum kearah Kyuhyun yang berjalan kearahnya. "hai," Sapanya.
"apa yang kau lakukan disini Nona Lee?" Tanya Kyuhyun dengan nada yang terdengar datar.
Senyum Sungmin langsung menghilang. "aku? Hanya mengunjungi teman lamaku disini. Tidak boleh memangnya?"
Kyuhyun memilih tidak menjawab pertanyaan Sungmin dan menyamankan dirinya duduk di kursinya. Dia mulai menyibukan dirinya dengan dokumen dan memeriksa beberapa buku pasien yang ditanganinya.
"Kyu,"
Hening.
"Kyuhyun! Aku berbicara padamu!" Pekik Sungmin.
Kyuhyun mendongak dan memandang datar kearah Sungmin. "lebih baik kau pulang saja jika hanya menganggu para pasien yang berada dirumah sakit ini, terlebih lagi mengangguku." Setelah berujar demikian, Kyuhyun kembali tenggelam dengan dokumen-dokumen yang diperiksanya tadi.
"apa kau masih mencintaiku?" Ucapan pelan Sungmin membuat mata Kyuhyun yang sedang membaca sederet kalimat pemeriksaan tersebut terhenti.
"Kyu, jawab aku." Pinta Sungmin.
Kyuhyun memandang Sungmin dengan lekat. "ya, aku masih mencintainya. Mencintai Lee Sungmin-ku yang dulu."
"jika kau masih mencintaiku, kenapa kau tidak menggagalkan pertunanganku semalam Kyu? Kenapa kau malah pergi?"
Kyuhyun masih memandangi wajah Sungmin yang terlihat. Kecewa? Mungkin. "apa hak ku mengagalkan pertunangan kalian. Dan aku pergi untuk menenangkan seseorang yang sudah kalian sakiti." Ucapnya.
Sungmin menyerengitkan dahinya saat mendengar ucapan terakhir Kyuhyun. "seseorang yang sudah kalian sakiti? Apa maksudmu Kyu, aku sungguh tidak mengerti ucapanmu."
"asal kau tau saja, tunanganmu Lee Donghae itu sudah menikah." Sungmin membelalakan matanya saat mendengar ucapan Kyuhyun.
"apa maksud ucapanmu? Jangan bergurau denganku Kyu."
Kyuhyun menatap Sungmin dengan tajam. "dia, Lee Donghae, tunanganmu itu. Dia sudah menikah 2 bulan yang lalu dengan seorang yeoja bernama Lee Eunhyuk. Donghae yang sekarang adalah Donghae yang kehilangan memorinya tentang kehidupan lalu nya dengan Hyuk noona."
Sungmin terdiam mendengar penjelasan Kyuhyun. "kau berbohong padaku bukan?" Ucapnya.
"terserah!" Kyuhyun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya, meninggalkan Sungmin yang terdiam didalam ruangan tersebut.
.
.
Malam ini Eunhyuk sedang duduk disofa yang hanya terdapat diruang tamu. Dia sedang menonton tv sembari meminum susunya.
Tok… Tok…
Eunhyuk menoleh kearah sumber suara. Dia segera berdiri dan berjalan kearah pintu depan dan membukanya.
"hai Eunhyuk." Sapaan orang dihadapannya itu membuat Eunhyuk terdiam.
"Si… Siwon, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Eunhyuk dengan kagetnya.
Siwon menyeringai kearah Eunhyuk. "kau tidak ingin membiarkanku masuk terlebih dahulu?" Tanyanya.
Ingatan Eunhyuk kembali pada kejadian dimana namja itu melakukan pelecehan terhadap dirinya di bar. Dia langsung menutup pintu itu, namun Siwon lebih gesit untuk menahannya.
Siwon langsung masuk dan mengunci pintu rumah tersebut setelah berhasil masuk sepenuhnya kedalam rumah sederhana itu. Dia langsung memojokkan Eunhyuk di tembok. "kau harus membayar perlakuan namja yang menolongmu itu terhadapku." Ucapnya sambil menciumi Eunhyuk.
Eunhyuk tentu berontak dalam kungkungan Siwon. Dia berusaha menolak perlakuan Siwon, namun tenaganya kalah kuat dengan tenaga Siwon. "tolong! Siapapun tolong aku," Pekiknya.
Plak…
Siwon langsung menampar pipi Eunhyuk. Dia segera menarik Eunhyuk yang masih terisak ketakutan kearah sebuah ruangan yang diyakininya adalah sebuah kamar.
Siwon mendorong tubuh Eunhyuk keatas kasur dan menindihnya. Eunhyuk berusaha menjauhkan badan besar Siwon yang menghimpit perutnya. "menjauh hiks, please…" Pintanya sambil terisak.
Seolah tuli, Siwon tidak mengindahkan permintaan Eunhyuk. Dia terus menciumi Eunhyuk tanpa menghiraukan yeoja yang ada dibawahnya itu meronta, memohon dan menangis.
Karena rasa sakit yang mendera perutnya. Eunhyuk langsung tak sadarkan diri. Namun, sebelum kesadarannya benar-benar hilang, dia mendengar suara dobrakan pintu dan beban yang menghimpitnya itu berkurang.
"brengsek! Apa yang kau lakukan terhadapnya Hah?" Pekik seorang namja itu sambil menarik badan Siwon dari atas Eunhyuk.
.
Diwaktu yang sama, ditempat berbeda.
Donghae terbangun dari tidurnya dengan nafas yang memburu. Dia memegangi dada sebelah kirinya yang terasa berdenyut nyeri.
"ada apa denganku?" Gumamnya.
To Be Continue
.
.
Gimana sama Chapter ini? membosankan? Atau gimana? Butuh kritik dan saran dari readers sekalian. Aku sebenernya udah buat ini sampe part akhir, tapi aku masih bingung nentuin endingnya. Jadi apakah kalian mau nunggu? *author kepedean*. Yaudah ah, aku cuma bisa ucapin terima kasih sama kalian yang udah meluangkan waktu untuk baca dan review~
Sampai ketemu di Chapter selanjutnya ^^.
~balesan review~
L.I.M15 : oke, terima kasih masukannya ya chingu. Beneran aku senyum-senyum baca review-an kamu ini.^^
Lee MinMi : engga kok, Siwon kan hanya 'sewa' Eunhyuk. Di Chapter ini dijelasin bahwa Hyuk punya alasan sendiri hingga dia bekerja seperti itu. For Ending, jujur aku belum sampe sama, tapi kamu maunya sad atau happy nih? Gomawo udah mau nunggu^^
9yurea : ini udah dilanjut^^
anchofishy : pertanyaan kamu terjawab di Chapter ini kok, selamat membaca^^
Saftlack : haha, makasih^^. Benarkah? Aku juga berfikir kaya gitu #plak *diplototin Haemin*. Ini udah kilat belum, udah dong, udah kan? #plak.
kyukyu : yah jangan salahin aku dong XD. Kan Hyukie sendiri yang mau XD.
HaeHyuk : hehe, iya ini udah dilanjut^^
han gege : oke, ini udah dilanjutin^^.
Lee Ji MIN : dia kan gak mau terus-terusan bergantung sama Kyu. Oke, semoga ini gak lama^^.
farchanie01 : makasih kamu udah mau nungguin^^. Oke ini udah update .
ressijewelll : ini udah dilanjut^^.
love haehyuk : oke, ini udah dilanjut. Kemungkinan chapter depan baru ada Haehyuk momentnya.
eunhae25 : nyehehe~ oke saeng, ini udah lanjut^^.
Jewelfishy : pertanyaan kamu kejawab di Chapter ini. kamu maunya gimana?
Eun Byeol : hehe, benar. Kedua fict itu aku update barengan sama ff ini. silahkan diliat, jangan lupa review yaa^^. Ini udah dilanjut.
eunhaereal : makasih. Ini udah dilanjut^^
sparkyuminnie : oke, ini udah aku lanjutin^^.
.
.
Read and Review, Again?
.Tania Lee.
