Waa…tak menyangka ini terjadi…

Chap 2 ternyata udah selesai lebih cepat dari perkiraan nih…

Langsung aja…

Disclaimer : NARUTO milik Bang Masashi Kishimoto..tapi kalau buat saya boleh..kok…*di geplak*

Warning : Masih Gaje,OOC,Yaoi,Shounen-Ai,Alur Kecepatan,Typo(s) dll…DON'T LIKE DON'T READ!

Rate : masih T jadi aman aja…

Genre : Romance,Supranatural,Mistery,Drama,humor,General..dan masih banyak lagi..tapi ntar aja deh…

Pairing : SasuNaru, sligh NejiGaara… tapi mungkin ntar ada yang baru lagi…khu..khu…

By IZA_TWINSDEVIL

To present…..

Chap 2 : PAST MEMORIES

Chapter sebelumnya

" Dasar dobe.." desis Sasuke namun masih bisa terdengar oleh Naruto.

" Dasar kau TEME!" balas naruto dengan ucapan yang di tekankan, namun tetap dengan suara pelan, dan kesunyian pun terjadi kembali. Namun berbeda dengan pemuda yang di sampingnya.

' Akhirnya ku temukan juga kau,Naruto..' kata Sasuke dalam hati dan ia pun fokus kembali dengan pelajarannya.

Normal pov

Di pagi yang sangat tenang begitu pula yang terjadi di sekolah konoha gakuen ruang-ruang kelas tampak begitu tenang terlihat dari lorong-lorong yang sepi dan terlihat murid-murid yang sedang fokus dengan pelajarannya masing-masing salah satunya di kelas 2-1 .

Terlihat begitu penuh konsentrasi dalam pelajarannya selain dikarenakan pelajaran yang sangat sulit tetapi juga karena guru tersebut dijuluki guru yang paling mesum di sekolah ini, siapapun pasti tak ingin menghadapi guru mesum ini tapi tak semua murid fokus akan pelajarannya salah satu diantaranya adalah sepasang murid yang baru saja menjadi teman baru. Masing-masing pemuda itu terlalu sibuk dengan pemikiran mereka sendiri.

Naruto pov

" Ha…kenapa aku bisa sebangku dengan Si Teme ini," gumamku. Ah daripada memikirkannya lebih baik aku lihat pemandangan di luar saja, apalagi hari ini sangat cerah.

Entah sejak kapan aku memperhatikan langit biru yang luas ini, namun tak lama aku merasa ada seseorang yang berbicara

' Akhirnya ku temukan juga kau, Naruto..'

Apa..siapa…yang berbicara… ku arahkan pandanganku kedalam kelas namun aku tak melihat seseorang yang sedang memanggilku aneh mereka masing-masing dengan urusan mereka sendiri kok.

Jadi siapa yang tadi memanggilku, apa Si Teme itu..sekarang ku arahkan pandanganku kepadanya tapi sepertinya ia sedang menulis pelajaran didepan kelas jadi siapa..siapa yang memanggilku.

Arrrgh

Kenapa sih beberapa hari ini aku seperti ini..mulai dari mimpi hingga ada seseorang yang memanggilku padahal tidak ada.

Arrgh aku bisa gila kalau begini.

Namun tak lama lamunanku pun sirna karena ada suara yang memanggilku.

" Hoi, dobe berhentilah melihatku…" ucap Si Teme itu kepadaku dan aku pun sadar bahwa aku sudah melihatnya teru-menerus.

" TEME, siapa juga yang melihatmu dasar pantat ayam.." balasku dengan suara yang cukup nyaring hingga semua mata pun tertuju kepadaku.

" Naru-koi, ada apa sampai-sampai mengganggu pelajaranku ini?" ucap Si Bakoro errr Orochimaru dengan sangat lebay namun dari gerak-geriknya ia seperti sedang geram kepadaku.

" Ah..em..tidak ada apa-apa kok pak guru…he..he.." kataku dengan diikuti tawa renyah.

" Oh ya sudah, baiklah Naru-koi sekarang kau perhatikan pelajaran dan nanti temui bapak di ruang guru saat istirahat dan ah..Sasu-chan juga ikut ya.." ucapnya dengan nada yang sangat manja aku hanya bisa bergelidik ngeri membanyangkan hukumanku nantinya sedangkan aku lihat Sasuke tak begitu terlalu memusingkannya.

" Baiklah pak," balasku lalu aku pun berkonsetrasi lagi dengan pelajaran. Namun tak lama si Teme itu pun angkat bicara.

" Dasar utsuratonkachi.." ucapnya dan aku pun hanya bisa mengepalkan tanganku kalau saja ini tidak dalam pelajaran pasti sudah aku pukul kepalamu Teme. Aku pun tak membalas ucapannya..ya daripada nanti aku terkena marah lagi sama si guru mesum itu.

Normal pov

" TEME, siapa juga yang melihatmu dasar pantat ayam.." balas Naruto dengan suara yang cukup nyaring hingga semua mata pun tertuju kepada teman di sebelahnya.

" Naru-koi, ada apa sampai-sampai mengganggu pelajaranku ini?" akhirnya suara Orochimaru pun mengintrupeksi keduanya.

" Ah..em..tidak ada apa-apa kok pak guru…he..he.." kata Naruto dengan tawa renyah.

" Oh ya sudah baiklah, Naru-koi..sekarang kau perhatikan pelajaran dan nanti temui bapak di ruang guru saat istirahat dan ah..Sasu-chan juga ikut ya…." ucapnya dengan nada yang sangat manja aku hanya bisa bergelidik ngeri membanyangkan hukumanku sedangkan murid-murid lain sudah dipastikan sweatdrop mendengarnya.

" Baiklah pak," jawab Naruto lalu dia pun berkonsetrasi kembali dengan pelajaran. Namun tak lama teman di sebelahnya itu pun angkat bicara.

" Dasar utsuratonkachi.." ucap sasuke sedangkan naruto hanya bisa mengepalkan tangannya.

" Kalau saja ini tidak dalam pelajaran pasti sudah ku pukul kepalamu Teme.." pikir Naruto namun ia tak membalas ucapan tersebut.

Akhirnya setelah beberapa kali belajar bel pun berbunyi.

Drrt…drrrtt…drrt….

Semua murid berjalan kearah kantin untuk mengisi perut masing-masing, namun tak begitu dengan naruto dkk.

" Naruto, cepat sana ke Pak Orochimaru jangan sampai terlambat," ucap Kiba dan menepuk pundak dan menenangkan teman masa kecilnya ini.

" Terima kasih Kiba, aku berharap setelah ini aku SELAMAT melewati si guru mesum itu lagi..dan kalau aku tak selamat tolong antarkan semua tugas ke rumahku ya?" jawab Naruto dengan wajah memelas dan putus asa, sedangkan Kiba cuma bisa pasrah jika temannya berkata seperti itu.

Kiba pov

Masih tersimpan dimemoriku ya..bagaimana dahulu sahabatku ini sampai setrauma ini dengan guru kimia itu.

Dulu waktu umur Naruto 14 tahun, ia pernah membuat kesalahan dengan gurunya satu ini saat itu ia ingin mempermainkan guru barunya dengan menaruh ember berisi air diatas pintu kelas jadi siapapun yang akan masuk pasti akan terkena guyuran air dari naruto.

Tapi ternyata saat itu Orochimaru masuk ke kelas kami dengan maksud memberitahukan bahwa guru baru kami hari ini tak masuk karena sakit akhirnya saat ia akan membuka pintu ember yang ada diatas pintu itu pun jatuh namun bisa dihindari oleh pak guru entah dengan gaya apa..err kalau tak salah katanya sih kungfu ular meliuk-liuk, kami yang pertama ingin tertawa karena ada guru baru yang terkena kejahilan Naruto pun sirna karena yang masuk adalah guru termesum di sekolah ini namun setelah itu membuat kami semua bersweatdrop ria karena baru pertama kalinya kami mendengar jurus aneh bin ajaib itu.

Akhirnya Pak Orochimaru pun bertanya kepada kami siapa yang menaruh ember itu tapi kami hanya bisa diam tapi tak lama ia berkata

" Kalau tidak ada yang mau mengaku maka kalian semua akan mendapat hukuman.." dengan senyum palsunya sehingga membuat kami hanya bisa menahan napas tapi tak lama Naruto pun mengaku kalau dialah yang melakukannya, aku sangat terkejut dengan sikapnya inilah Naruto yang kukenal bertanggung jawab atas semua perbuatannya, setelah ia mengaku Si Orochimaru pun menyuruhnya datang ke kantornya, kami tak tahu apa yang terjadi tapi keesokan harinya.

Dan keesokan harinya aku pun bertemu dengan Naruto yang lebih dahulu pergi ke sekolah dengan cepat dan tergesa-gesa, aku sempat heran kenapa ia tidak mau berjalan bersamaku seperti setiap harinya. Dan saat pelajaran mau dimulai aku pun belum melihat Naruto ada di kelas padahal bukannya tadi ia sudah duluan daripada aku. Dan bunyi bel pun berbunyi akhirnya aku melihat si pak guru Orochimaru datang ke kelasku aku sempat heran kenapa ia masuk ke kelas kami namun tak lama itu pun terjawab.

" Baiklah anak-anak kalian sudah tahu bahwa kemarin Naruto telah membuat kesalahan kalian ingin tahu hukumannya bukan?" Tanyanya kepada kami dan dijawab anggukan anak-anak seluruh kelas.

" Baiklah, kalau begitu Naruto silakan masuk…" ucapnya mungkin kepada Naruto kami juga tak tahu soalnya Naruto belum terlihat tapi tak lama masuklah seorang gadis berambut pirang panjang yang diurai dengan mata sapphire dan memakai pakaian gotich hitam putih yang sangat bagus sehingga membuatnya semakin imut..dan manis.

Kami hanya bisa terbengong dengan mulut yang membuka lebar bagaimana makhluk didepan kami ini sangatlah menarik perhatian kami, tapi yang membuat kami heran kemana Naruto bukannya Pak Orochimaru memanggilnya jangan-jangan, kami mulai memproses kejadian ini tapi tak lama lamunan kami pun sirna.

" Baiklah silakan Naru-koi maju kedepan dan perkenalkan namamu sekarang," ucapnya dengan sangat lebay tapi kami tak menghiraukannya sekarang kami fokus dengan seseorang yang di depan kami ini.

" Baiklah Pak…ohayou perkenalkan aku Naruto," ucapnya dengan wajah yang sangat merah dan tertunduk sedangkan kami hanya bisa melongo.

" Apa benar ini naruto tapi kok bisa.." itulah pemikiran kami semua.

" Ehem..baiklah saya jelaskan karena ini adalah hukuman bagi Naru-koi karena telah membuat saya tertarik jadi saya menyuruhnya untuk menyamar jadi wanita selama satu minggu penuh jadi selama itu jangan ada yang membantunya kalau ada maka saya akan membuat hukuman yang lebih jauh lebih buruk daripada ini," ucapnya lalu ia pun keluar dari kelas kami dan meninggalkan Naruto yang masih berdiri di depan kelas dengan wajah menunduk tak lama kelas pun menjadi riuh.

" KAWAIIIIIIIIIII.." itulah kata-kata yang keluar dari para murid di kelas. Ada juga yang berkata

" NARU-CHAN mau nggak jadi pacarku," ucap seorang laki-laki berambut coklat.

" NARU-KOI bersediakah engkau menjadi istriku…" ucap semua murid laki-laki di kelasku.

" MANIS…" ucap semua anak-anak cewek bahkan ada yang sampai pingsan, nosebleed, hingga terkena mimisan angkut dan serangan jantung.*lebay*

Mulai dari saat itu mulai banyak anak-anak khususnya cewek-cewek di kelasku yang salah satunya ku ketahui adalah Sakura, Ino, dan masih banyak lagi dari kelas lainnya yang menjadi fujoshi dan bahkan membentuk naru lovers.

Sedangkan bagi para cowok yang melihat penampilan Naruto saat itu menjadi menyimpang dari jalur..errrr bisa dibilang kalau mereka semua menjadi penyuka sesama jenis tentunya tak ada aku disitu.

Dan Naruto hanya bisa menahan malu aku tahu dari gerak-gerik tubuhnya yang mulai gelisah dan seperti ingin keluar dari sini secepatnya.

Sejak saat itu Naruto tak mau masuk sekolah satu minggu setelah menjalani semua hukumannya. Dan ia pun sepertinya berjanji kepada dirinya sendiri untuk menjadi murid yang baik walaupun masih ada kejahilannya namun tak separah seperti dahulu dan tak akan berbuat macam-macam lagi khususnya dengan Orochimaru guru kami.

End kiba pov

" Baiklah,Naruto sebaiknya cepat sana pergi dan kau sasuke semoga beruntung," ucap Kiba. kepada temannya ini.

" Baiklah Kiba, dah.. " balas Naruto.

" Hn " balas Sasuke.

Lalu keduanya pun pergi meninggalkan teman-temannya dengan wajah yang menyeringai bukannya khawatir tapi mereka semua ingin melihat bagaimana hukuman bagi Sasuke dan Naruto nantinya sedangkan Kiba hanya bisa menghela napas melihat kelakuan teman-temannya ini.

Di tempat lain

" Nih teme ayo cepat.." ucap Naruto lalu mereka berdua mempercepat langkahnya. Dan sampailah mereka didepan pintu meraka pun mengetuk pintu tersebut.

Tok…tok..tok…

" Masuk," ucap seseorang dari dalam yang bisa dipastikan itu adalah guru mereka Orochimaru, keduanya pun masuk.

" Baiklah karena kalian tadi membuat pelajaran saya menjadi tergangggu maka hukuman kalian adalah.." ucap orochimaru kepada kedua muridnya dan meninggalkan kerjaannya sedangkan Naruto hanya bisa berkeringat dingin dan Sasuke tetap dengan gaya coolnya.

Deg..deg…deg..

" Baiklah karena Sasu-chan masih anak baru maka hukuman kalian hanya membersihkan toilet selama dua hari penuh dan kalian bisa mulai dari besok saja, nah sekarang silakan kalian bedua keluar," ucap Orochimaru dan dijawab dengan anggukan oleh keduanya.

Di lorong kelas

" Haa…syukurlah tak terlalu berat," ucap Naruto dengan wajah lega.

" Hn " jawab sasuke.

" Apa tak ada kata lain yang keluar dari mulutmu itu teme? " ucap Naruto dengan nada yang sangat kesal dengan perilaku rivalnya ini, ya sejak pertama naruto sudah mengganggap sasuke menjadi rival abadinya soalnya entah mengapa ia memang sudah memiliki perasaan ini tapi ia tak tahu kenapa itu terjadi yang dia rasa hanya sebatas itu saja.

" Dasar dobe.. " balas sasuke dan membuat Naruto semakin kesal.

" Arrrrgh teme kau membuatku tambah marah saja dengan kelakuanmu itu," ucap Naruto dan mengembungkan kedua pipinya sehingga membuat dia menjadi tambah imut.

' Manis' batin Sasuke, lalu keduanya pun berjalan menuju kelas mereka dan saat tiba mereka berdua disambut oleh pertanyaan-pertanyaan oleh teman-teman mereka dan dijawab dengan senyum dari naruto dan satu kata dari sasuke. Pelajaran pun mulai berjalan dan tak menyangka bel pulang pun berbunyi.

Drrt….drrrt…drrrrttt…

Semua anak-anak pun pulang ke rumahnya masimg-masing begitu pula dengan kibba dan naruto.

" Gimana Naruto.." tanya Kiba.

" Gimana apanya…" balas Naruto dengan wajah polos.

" Maksudku, gimana hukumannya?" tanya Kiba sekali lagi.

" Oh..itu aku dan teme hanya disuruh membersihkan toilet selama dua hari penuh saja kok," Jawab Naruto.

" Syukurlah kalau begitu, ah sudah sampai sini dah…Naruto, " ucap Kiba.

" Dah Kiba…" balas Naruto lalu ia pun berjalan menuju rumahnya dengan santai sebab ia tahu pasti tak ada orang di rumahnya karena paman Iruka sendirilah yang bertemu langsung dengannya tadi di sekolah bahwa dia mungkin pulang ke rumah agak malam. Naruto sendiri sudah biasa dan memakluminya, ya karena paman iruka sendiri adalah guru pastinya ia akan disibukkan dengan tugas-tugas muridnya.

" Ha…hari ini pasti sepi lagi, " gumam Naruto ia pun memutuskan untuk mampir sebentar ke danau sesukaannya lagi berjalan dan terus berjalan akhirnya Naruto sampai juga di sebuah danau dengan rumput yang agak tinggi, ya mungkin karena tempat ini sangatlah tersembunyi.

Naruto pov

Ha…indahnya tempat ini.

Memang tak gagal juga usahaku untuk mencari-cari tempat yang bagus.

Kalau dilihat dari manapun memang tak berubah sejak dua tahun yang lalu hanya saja rumputnya semakin tinggi, ya karena tempat inikan tersembunyi dan tak dikatahui orang banyak.

Coba saja mereka semua melihat keajaiban alam ini pastilah mereka semua akan terpesona dengan pemandangan ini dengan matahari sinar matahari senja yang terpantul di permukaan air.

Ha..lama-kelamaan aku bisa tertidur disini, tapi tak apalah hanya sebentar sajakan.

Tak lama aku pun tertidur dengan menyandarkan punggungku di pohon sakura ini dan kesadaranku pun semakin hilang hingga aku pun tertidur.

Dalam mimpi.

Ha…mimpi ini lagi, kenapa sih mimpi ini lagi.

Arrrgh

Aku pun terus berjalan mengikuti cahaya kecil yang selalu ku lihat sejak kemarin tak lama aku pun berjalan dan akhirnya samapailah aku disini.

Tapi kenapa ini berbeda dengan mimpiku kemarin, bukannya kemarin aku bermimpi disebuah padang rumput tapi kenapa sekarang.

Aku melihat sebuah errr sepertinya sebuah negeri tapi kenapa bisa…aku pun terbang melewati beberapa orang dan sampailah aku disebuah istana yang terlihat kokoh dengan orang-orang yang berjalan-jalan melewati istana ini.

Setelah sekian lama aku melihat tak sengaja aku melihat sesosok gadis cantik berambut pirang panjang dengan mata berwarna sapphire milikku sekilas akau lihat ia seperti diriku tapi bedanya ia tak memiliki garis dikedua pipinya seperti aku ini, namun ia terlihat begitu cantik…anggun…apalagi dengan pakaian yang berwarna biru seperti langit itu.

Tak lama aku memperhatikan sosok gadis yang sedang duduk disamping kolam itu datanglah sesosok pemuda tampan berambut..errr seperti pantat ayam dengan mata berwarna onyx, aku perhatikan sosok itu seperti sangat familiar..ah iya dia mirip dengan si teme itu. Dia pun duduk di samping gadis itu.

" Sayang sebaiknya kamu masuk, ntar kalau kamu sakit lagi bagaimana," ucap pemuda itu kepada sang gadis.

" Tenang saja suamiku, aku baik-baik saja kok..aku hanya ingin melihat pemandangan dari sini soalnya dari kamar tak terlalu kelihatan," balas sang gadis. Aku pun dapat mengambil fakta ternyata mereka berdua adalah suami istri pantas saja, tapi memang sih mereka sangat serasi kalau dilihat seperti ini.

" Baiklah kalau begitu aku temani.." Ucap sang pemuda itu lalu mereka pun saling diam dan menciptakan kesunyian tapi sangat romantis.

Arrrgh

Aku bingung kenapa aku berfikiran seperti ini.

Ah tapi sekarang aku nikmati saj pemandangan ini lumanyankan, he..he..lalu aku pun memejamkan mataku untuk menikmati hal ini dan saat ku buka mataku, aku hanya bisa menatap dengan wajah yang sangat terkejut kenapa aku bisa berada disini..bukannya tadi akau ada didekat kolam itu.

Namun tak lama aku pun mendengar seseoran memanggilku.

" NA..RU..TO.."

*Siapa..siapa yang memanggilku..? dan ini dimana, apa yang terjadi di sini kenapa semua terbakar * Pikirku*

" Akhirnya kamu kembali ke sini juga Naruto kami telah lama menunggu kedatanganmu," ucap seseorang.

" Apa maksud kalian aku tak mengerti dan kenapa aku bisa ke sini dan tempat apa ini!" teriakku histeris sedangkan orang tersebut hanya dapat menyunggingkan senyum errr seringai di wajahnya.

Lama-kelamaan tubuhku semakin panas dan rasanya aku akan terjatuh, namun setelah aku menunggu kenapa tubuhku tak merasakan sakit, aneh akhirnya aku merasa kalau dia sedang menggendongku ala bridal style dan sempat ku lihat ia menyunggingkan senyum tipis namun tak lama kesadaranku pun hilang sepenuhnya.

" Ternyata cepat sekali dia ingat aku harus tambah berhati-hati kalau begitu," ucap pemuda itu dan tubuh mereka berdua pun menghilang di kegelapan.

Normal pov

Terlihat seorang pemuda berambut pirang a.k.a naruto yang sedang tidur dibawah pohon sakura namun tak lama ia pun terbangun dari tidurnya dengan keringat yang meluncur dari wajahnya.

" Ah…apa tadi itu..apa itu nyata, tapi kenapa seperti itu," gumamnya lalu ia pun melihat disekitarnya ternyata matahari sudah tenggelam dan ia pun memutuskan untuk kembali pulang setelah merapikan pakaiannya dan memeriksa barangnya agar tak ada yang ketinggalan.

Tak lama ia pun tiba di rumahnya.

" Aku pulang.." ucapnya namun tak ada jawaban dari dalam, ia pun menghembuskan nafas lega karena tak ada orang di rumahnya ia pun memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan segera membersihkan diri dan mulai menyiapkan makan malam.

Di tempat lain

" Aku harus cepat bertindak," ucap pemuda berambut seperti model pantat ayam dengan pakaian serba hitam, namun tak lama ia pun menghilang di kegelapan malam tapi niat itu diurungkannya karena mendengar seseorang memanggilnya.

" Kau memang harus cepat bertindak Sasuke, sebelum dia mengingat kejadian itu semuanya atau kau ingin dia pergi lagi dan tak kembali pada kita.." ucap seorang pemuda berambut panjang kepada sang pemuda yang dipanggil a.k.a Sasuke.

" Aku sudah tahu akan hal itu neji tapi tetap saja aku belum menemukan waktu yang tepat untuk mengatakannya dan membawa dia kembeli ke dunia kita lagi," balas Sasuke kepada pemuda itu yang baru diketahui namanya adalah Neji lalu muncullah seorang pemuda dengan rambut merah bata dihadapan mereka berdua.

" Sebaiknya kita harus membicarakan ini terlebih dahulu," ucap pemuda itu

" Benar kata Gaara-koi Sasuke kita harus membicarakan ini dengan serius baru kita bisa memutuskan bagaimana cara membawa dia kembali," ucap Neji lalu merangkul pemuda yang bernama gaara itu dengan sangat mesrah sedangkan gaara hanya bisa menggeram.

" Neji, sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu…atau kau mau besok tidak bisa melihat matahari terbit lagi… " kata Gaara yang langsung membuat neji melepaskan tangannya dari pundak gaara.

" Gaara kenapa kamu bisa berada disini bukannya kamu tadi masih mengikuti Naruto ? " tanya Sasuke.

" Tadi aku sudah melihatnya sepertinya dia sudah melupakan hal tersebut, namun aku tak bisa memastikan kalau dia besok akan baik-baik saja.. " balas Gaara.

" Ya sudah sekarang kita pulang saja, percuma disini terus tak akan membawa jalan dan sebaiknya kita harus membicarakan hal ini besok pagi," ucap Sasuke dan dibalas dengan anggukan oleh keduanya.

Akhirnya mereka bertiga pun hilang dibalik angin malam dan terangnya rembulan malam itu.

TBC

Maafkan atas fic saya…..kali ini saia berharap ini bisa memuaskan para readers sekalian….

Dan untuk chap ini mungkin baru sedikit rahasia yang terungkap soalnya saya masih agak ragu menulisnya jadi nanti di chap selanjutnya saja rahasia naruto dan sasuke mulai banyak terlihat…

Authors note :

Mungkin untuk chap selanjutnya lebih lama di upadate soalnya…*ngelirik tugas liburan yang menumpuk di kamar *

Ha….tahukan sebabnya..jadi mungkin kalau nggak satu atau dua minggu lagi baru saia update tapi tidak menutup kemukinan saia membuat fic baru….khu..khu..khu…* di geplak pakai sandal*

Kalau masih ada yang salah tolong dimaafkan ya…soalnya masih dalam proses belajar…jadi mohon dimaklumi..oke…

Dan sekarang balesan review…

To : chippyu

Makasih ya..udah ngereview..dan terima kasih atas sarannya…

Review lagi ya…^_^

To : Sasunaru's lover

Waa…banyak mistery yang belum terungkap ya…

Emang mauku begitu..khu…khu…membuat para readers penasaran*di geblak pake sepatu*

To : Naruels

Nggak apa-apa kok telat yang penting ngereview….

Dan terima kasih atas saran ya…dan kasih tahu aku yang mana yang salah..

Emang aku author payah…tapi aku akan terus semangat untuk lanjutkan cerita ini…

Ntar review lagi ya…^O^

Wa….ternyata ada yang review tak kirain nggak ada…..terima kasih udah ngreview ya….

Sekali lagi…Minna-san review …

OKE...REVIEW…