Summary : Takdir tak bisa di tebak atau di kira , terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan takdir yang tercipta, garis hidup yang ironi tapi mengandung hikmah tersendiri.

Pairing :HAEHYUK

Rate :T

Gendre : romanc,angs

Warning : ,typos,mpreg, tidak di cek ulang jadi typos bertebaran ,, i warn ya...

Enjoy

FATE

"Hyuk, apa kau sudah meminum vitamin mu?" Tanya Sungmin seraya meletakkan segelas air putih di meja kasir dan tersenyum manis saat ia melihat Eunhyuk tengah menyulam sarung tangan dan sepatu kecil untuk calon bayinya .

"Sudah hyung , aku baru saja meminumnya , Hyung lihat ini?begitu imut kan? Aku sudah membuatnya sepasang" Eunhyuk memamerkan sepasang sepatu dan sarung tangan rajutan bergambar ikan .

"itu sangat imut hyuk , tapi kenapa ikan?" tanya sungmin agak bingung akan pilihan gambar adiknya yang unik.

"Ah itu , aku sedang ingin makan ikan hyung" uajr Eunhyuk tersipu malu.

"Apa? Astaga hyuk , kau harusnya mengatakan pada hyung! Bagaimana jika bayi mu bersedih nanti?kau mau makan ikan apa?" Ujar sungmin seraya mengelus perut buncit Eunhyuk.

"itu, entah kenapa aku ingin makan sushi hyung, aku tau orang hamil tak dapat memakannya karna itu mentah , tapi aku ingin hyung" Ujar Eunhyuk dengan tatapan penuh berfikir sejenak , menatap mata adiknya iba.

"baiklah , aku akan membelikanya , kau Tunggu sebentar ya" Ujar Sungmin sambil memakai jaketnya dan bergegas keluar.

"Waah kau dengar itu sayang? Kita akan makan sushii" ujar Eunhyuk gembira sambil mengelus perutnya ."Omo! Kau bahkan menendang , yaampun bayi manis ku ikut senang "

Ding

"Selamat siang , selamat berbelanja di minimarket saphire Blue"

"aku tak bisa tidur"

Deg!

Jantung Eunhyuk mencelos mendengar suara familiar itu , bahkan bayinya pun ikut menendang , membuat perasaanya kalut.

...

Drrtt..

Drrtt..

Donghae mengambil handphonenya yang sedari tadi bergetar seraya menatap nanar layar handphone nya , panggilan dari Kibum kekasihnya . Jujur fikiranya sedang kalut dan masih enggan untuk berbicara dengan siapa pun, bahkan ia sulit tidur karna selalu terbayang namja manis yang bernama Eunhyuk yang tanpa sengaja bertemu denganya . Bayanganya kembali pada malam 10 oktober itu ,hatinya gundah.

Ia tak bodoh , ia sangat tau malam itu ia adalah laki-laki pertama yang menggagahi Eunhyuk , laki-laki manis itu masih suci dan betapa menyesalnya ia saat ia tersadar pada pagi itu , ketika ia terbangun dan menemukan laki- laki manis itu tak ada di sana . Ia pasti ketakutan , harusnya saat itu setidaknya ia mengantarkan laki-laki manis itu pulang.

Beberapa kali ia berusaha mencari laki-laki manis itu untuk mengucapkan kata maaf namun bagai di telan bumi , tak pernah sekalipun ia bertemu denganya , tapi kemarin entah takdir apa yang membawanya , ia malah bertemu dengan laki- laki itu di tempat yang tak terduga dan dalam keadaan yan tak terduga pula. Namja manis bernama eunhyuk itu hamil.

Semalaman ia tak tidur memikirkan kemungkinan yang ada , sempat terbesit di fikiranya jangan – jangan itu adalah bayinya .Jika demikian kemungkinan terburuk bisa terjadi , pernikahanya dengan Kibum akan hancur , oarang tua nya akan tak bisa terjadi , ia harus memastikannya.

...

"Maaf?"Tanya Eunhyuk tak yakin atas pernyataan yang di ucapkan pria tampan ayahnya bayi yang tengah ia kandung.

"Aku tak bisa tidur" Ulang Donghae gusar , ia agak tertegun dengan mimik lucu Eunhyuk , manis . Seperti gula-gula yang dokter gigi mu larang untuk memakanya.

"Aku rasa kau butuh ke Dokter tuan , ini bukan tempat yang tepat . Ini minimarket tuan. Maaf saya tidak bisa membantu "Ujar Eunhyuk ramah.

"Maksud ku , bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu? Ini sangat mengganggu ku dan membuatku sulit untuk tidur" Ujar donghae menatap intens manik kelam Eunhyuk , ada rasa terkejut di sana , rasa cemas dan anehnya membuat hati donghae teriris.

"a-apa?" tanyanya cemas , apa ia tertangkap basah? Apa pria ini tau jika ia tengah mengandung bayinya? Sejuta fikiran menggerogoti benak eunhyuk , sejujurnya ia tak ingin pria di depannya iani tahu jika ini adalah bayinya . Begitu banyak yang akan terluka nantinya .

"Bayi yang kau kandung , apa ia milik-"

Ding

"Eunhyukieee sushi mu sudah datang , oh kenapa wajah mu tegang sekali hyuk? Apa ada masalah?maaf tuan , ada yang bisa saya bantu?" Ujar Sunjgmin yang agak terkejut melihat suasana di minimarketnya , ia melihat perubahan air muka Eunhyuk saat berbicara pada pria ber jas mewah itu.

"Tak apa Hyung , tuan ini hanya menanyakan rak Shim ramyeon hyung" Bohong Eunhyuk , sedikit merasa bersalah pada hyungnya , tapi demi menghindari masalah Eunhyuk rela melukai kepercayaan hyungnya.

"Ah , Shim ramyeon ada di sebelah kanan sana tuan" ujar sungmin seraya masuk ke counter kasir dan mengecup perut Eunhyuk." Apa kau baik-baik saja bayi?" tambah sungmin yang tentu saja tak luput dari pandangan Donghae , membuatnya berfikir apa bayi itu milik pria itu dan bukan miliknya? Tapi perasaan apa ini? Kenapa bukan rasa lega?

"oh, ya terimakasih " Ujar Donghae memutuskan untuk pergi kearah rak yang di tunjukan Sungmin , untung saja tak begitu jauh dari meja kasir sehingga ia bisa mendengar percakapan namja cantik itu dan pria yang entah siapa itu.

"Waah Hyung , aku membawakan shusi nya,, ini apa hyung? Kenapa sushinya seperti ini?" Tanya Eunhyuk yang sedikit kecewa dengan shusi yang di bawa Hyungnya.

"Oho! Harus di syukuri Hyuk , hyung sulit mendapatkanya , bahkan hyung harus merayu pemilik restourant nya untuk mengukus ikanya hingga masak , kan tadi kau bilang orang hamil tak boleh makan yang mentah" ujar Sungmin panjang lebar

"Arasseo , aku akan memakanya ,, hmmm ini enak hyung. Gumawo hyung" Ujar Eunhyuk memeluk Sungmin , membuat Hyung angkatnya itu tersenyum senang.

"Aku membelikanya untuk bayi manis ini , bukan untuk mu tukang makan!" Goda Sungmin membuat Eunhyuk memajukan bibirnya manja.

Donghae yang melihat kejadian ini merasa semakin yakin saja kalau mereka adalah sepasang suami istri , meskipun ia agak ragu karna, jika memang mereka suami isrti kenapa pada malam itu Eunhyuk masih suci?ini sungguh harus mencari tau.

"Hanya ini tuan?" Tanya Eunhyuk pada Donghae yang menaruh belanjaanya di meja kasir , dengan cekatan ia menghitung semua belanjaan Donghae , dasar orang kaya , baru kemarin ia belanja begitu banyak , kali ini belanja lagi?

"Berapa usia kandungan mu? Eunhyuk ssi?" tanya Donghae tanpa basa basi , membuat eunhyuk menghentikan kegiatanya sejenak , tak menduga pertanyaan seperti itu yang terlontar dari pria tampan yang ada di depanya.

"Maaf tuan , itu bukan urusan tuan" Ujar Eunhyuk tak mau memandang mata sendu pria itu.

"Ada apa Hyuk? Kau kelihatan lelah , kau istirahat saja , biar hyung yang menghitungnya" Ujar Sungmin mendekati Eunhyuk setelah ia melihat Eunhyuk terlihat tak nyaman saat ia tengah menyusun barang di rak.

"Ne hyung " Ujar Eunhyuk sengaja mengelak dari lelaki yang bernama Donghae itu , tanpa kata –kata ia langsung masuk ke kamar istirahat yang tak jauh dari sana meninggalkan mereka.

"Maaf tuan , kau jadi menunggu lama , aku sudah sering menyuruhnya istirahat tapi ia sangat keras kepalaa" Ujar Sungmin membungkukkan badanya tanda ia minta maaf dan mulai menghitung belanjaan Donghae yang tak bisa di bilang sedikit.

"Ah , ne tak apa , sepertinya istri mu sedang hamil , berapa usia kandunganya?" Ujar Donghae basa=basi namun ia sangat berharap agar lelaki ini mau menjawabnya.

"Ne? Ah usia kandunganya sudah mencapai 24 minggu , perutnya sudah nampak membesar , pasti itu sangat berat" Ujar Sungmin tertawa canggung tak mengoreksi pernyataan pria asing ini tentang Eunhyuk yang di sangka istrinya , dari pada dia menjawab tidak pasti pertanyaanya akan semakin panjang.

"Ah 24 minggu ya" Ujar Donghae mengengguk singkat seakan tak tertarik namun didalam kepalanya fikiranya sangat berkecamuk. 24 minggu? Berarti sudah 6 bulan yang lalu , 6 bulan yang lalu kan bulan oktober. Berarti itu adalah miliknya? Benarkah?

"semuanya 30 ribu won tuan" ujar Sungmin menyerahkan belanjaan donghae dan menerima uang cash yang di berikan Donghae.

Dengan anggukan kepla Donghae pergi meninggalkan minimarket itu dan masuk ke mobilnya.

"Oooo , maserati , keren sekali " Gumam sungmin saat dilihatnya pria yang barusan belanja itu masuk ke mobilnya.

Ding

"Selamat siang ,selamat berbelanja di minimarket Saphire Blue"

...

Donghae membolak-balikan badanya tak tenang di tempat tidurnya , sudah pukul 3 dini hari mata nya tak juga terpejam , bahkan ia bertengkar dengan Kibum karna ia mulai tidak fokus. Fikiranya melayang ke namja cantik yang tengah mengandung anaknya. Ya Donghae Sudah mengetahui bahwa anak yang di kandung Eunhyuk sesungguhnya memang anaknya. Percaya? Tentusaja seratus persen , bagaimana tak percaya? Dia yang merenggut kesucianya , dan hitungan bulanya pun sangat tepat.

fikiranya kembali pada sore itu , dimana Donghae yang tanpa sadar bukanya menuju ke rumah kibum malah memutar stirnya menuju Minimarket tempat Eunhyuk bekerja , saat itu ia tak keluar dari mobilnya , hanya melihat dari luar. Bak gayung bersambut ia melihat Eunhyuk keluar dari minimarket tergopoh-gopoh membawa dua plastik besar berisi sampah . Hatinya tergelitik untuk menolong namja yang tengah hamil itu , namun ia menahanya karna berfikir suaminya pasti akan datang menolong. Hingga saatia melihat eunhyuk agak terhuyung , tanpa berfikir panjang ia langsung keluar dari mobilnya danmerebut plastik sampahnya.

"Kau gila? Membawa barang seberat ini dengan kondisi perut membesar mu itu" Ujar Donghae melenggang ke bak sampah yang berada tak jauh dari sana meninggalkan Eunhyuk yang tertegun seraya memeluk perutnya.

"apa yang kau lakukan tuan?" Ujar Eunhyuk panik saat Donghae menyeretnya ke minimarket dan mendudukannya di kursi meninggalkan eunhyuk tanpa kata , masuk ke mobilnya dan kembali mendatangi eunhyuk terbelalak saat di lihatnya Donghae yang berjongkok di nafas pelan Dongha mengapai pergelangangan kaki Eunhyuk.

"A-apa yang kau lakukan tuan?" tanya Eunhyuk kaget dan menarik kakinya ,namun kekuatan donghae bukan main main ,hinggga ia pasrah saja atas perlakuan donghae.

"Kaki orang yang sedang hamil tak seharusnya sedingin ini , kau harus menjaga diri mu jika kau memutuskan untuk mempertahankan bayi mu" Ujar Donghae seraya memasangkan kaus kaki tebal miliknya ke kaki dingin Eunhyuk ,membuat jantung eunhyuk berdebar kencang , jangan-jangan?

"Jangan coba berbohong atau bertindak bodoh , cukup a nggukan kepala mu jika ia dan gelengkan jika tidak , aku sudah mengetahui informasi tentang kehamilan mu ,dokter yang kau kunjungi ,dan informasi lainya ,hanya jawab aku. Eunhyuk ssi , apa bayi yang ada di kandungan mu ini milik ku?" Tanya Donghae menatap mata Eunhyuk dalam dalam ,ada tersirat rasa kaget di sana , rasa tak percaya dan rasa ingin melarikan diri.

"Ku mohon ,aku tak akan menyakiti mu atau menita kau mengugurkanya , demi tuhan aku ini manusia bermoral , hanya jawab aku " Tambah donghae tatkala ia merasakan eunhyuk yang ketakutan dan hendak berlari meninggalkannya.

Dengan rasa takut dan ragu Eunhyuk menganggukan kepalanya pelan , membuat donghae terduduk lemas , dia sudah menduganya , intuisinya tak pernah salah.

"Aku tak akan meminta pertanggung jawaban mu , aku bersumpah , hanya jangan meminta ku untuk menggugurkanya , dia milik ku , aku memutuskan akanmerawatnya , aku bersumpah aku tak kan pernah menampakkanmukaku dan anak ku pada mu , aku mohon tuan , jalani saja hidup mu seperti tak terjadi apa –apa tuan" isak eunhyuk ketakutan , ia tak mau jika Donghae yang takut hidupnya akan hancur karna kehamilan Eunhyuk memaksanya untuk menggugurkan kandunganya.

"Donghae , aku memiliki nama itu , kau panggil aku Donghae . Apa yang kau bicarakan eunhyuk ssi? Sudah ku katakan aku ini manusia bermoral , sedikitpun tak terbesit di benakku untuk mengugurkannya , itu sangat mengerikan ,lagi pula dia milik ku juga ,darah daging ku , bagamana aku bisa berlaku kejam pada bagian dari diri ku?" Ujar Donghae bangkit dan duduk di samping eunhyuk.

"Benarkah ? terimakasih Donghae ssi ,demi tuhan aku tak berniat untuk mengganggu hidup mu , aku bahkan tak berniat memberitahu mu bahwa ini milik mu , aku tak akan menuntu apa apa , aku bersumpah" Ujar Eunhyuk seraya memeluk perutnya yang agak ngilu akibat tendangan dari bayi manisnya.

"Aku tau , kau meman tak menuntut , tapi aku akan bertanggung jawab membantu mu dari segi finansial jika kau mengizinkan " Ujar donghae mantap

"Terimaksih donghae ssi , tapi sebaiknya Kau melanjutkan hidupmu saja , akan banyak yang terluka jika mereka mengetahuinya , orang orang yang kau sayangi lebih berharga" Ujar Eunhyuk tulus tak mau menimbulkan masalah di hidupnya.

"Aku memilih untuk jadi pria pemberani dan idak menjadi seorang pengecut , aku yang berbuat , aku harus bertanggung jawab , jika mereka tulus menyayangi ku maka mereka akan mendukung ku " Ujar Donghae mantap ,membuat eunhyuk tak berkutik.

"Boleh kah , bolehkah aku menyentuhnya?" tanya Donghae ragu akan apa yang di mintannya.

"a-apa? B-bayi ini milik mu , aku izinkan" Ujar Eunhyuk tak mau egois , ia bukan satu satunya orang tua bayinya ,Donghae juga mempunyai hak untuk mengenal bayinya.

"Baby ah , anyeong .. aku Lee Donghae , appa mu" sapanya lembut ke prut Eunhyuk , betapa terkejutnya mereka saat mereka merasakan tendangan kuat dari bayi mereka.

"Yaampun , dia mendang! Ya tuhan , ya tuhan!" pekik donghae semangat , ia tak menyangka ia akan sesemangat ini mengetahui dirinya adalah seorang appa, , sangat bertolak belakang dengan fikiran anehnya waktu itu.

"Kurasa ia mengenal mu , dia juga menendang ketika Sungmin hyung menyentuhnya" ujar Eunhyuk membuat Donghae tersadar jika namja cantik di depanya ini telah bersuami.

"Ah jadi nama suami mu Sungmin" Gumamnya pelan

"Ne?"

"Ah tidak , apakah Sungmin ssi tau bayi ini bukan miliknya?"Tanya Eunhyukmembuat eunhyuk mengernyitkankeningnya bingung.

"Tentu saja , bayi ini bukan miliknya" ujar Eunhyuk membuat Donghae mengenggukkan kepalanya ,ternyata Sungmin laki-laki yang baik dan berhati besar.

"Baiklah ,akalu begitu aku tak khawatir lagi , kau berada di tangan yang tepat" Ujar Donghae tersenyum tulus ." apakah di cukup berbesar hati memperbolehkan ku menjenguk mu Eunhyuk ssi? Maksud ku aku hanya ingin memastikan bayinya sehat " tambah donghae lagi,takut eunhyuk slah paham.

"ah , aku tidak yakin tapi aku yakin hyung bukan orang yang berfikiran sempit" Ujar Eunhyuk .

"kau sangat mencintainya ya?" tanya donghae membuat Eunhyuk melebarkan matanya ,susah payah ia menyimpan perasaanya , tapi semudah itu Donghae menebak perasaanya.

"Aku-"

"terbaca jelas di wajah mu" ujar Donghae tertawa melihat muka Eunhyuk yang tiba-tiba berubah menjadi merah , sangat lucu.

Drrt..

Drrt..

Drrt..

"Ah, princess ku memanggil , kurasa aku harus pamit sekarang jika tak ingin di maki olehnya" Ujar Donghae sambil mengelu perut Eunhyuk . "sudahkah kau memberikanpanggilan untuknya?"tanyanya lagi yang di tanggapi dengan Gelengan kepala Eunhyuk.

"Bolehkah aku yang memberikanya nama?" Tanya Donghae meminta izin pada Eunhyuk yang mengangguk.

"Panggil dia Haru".

...

Tiga minggu sudah Donghae mendatangi Eunhyuk , ia sudah mulai hafal dengan kegiatanya , katakan ia penguntit ia tak akan keberatan. Sejak ia berbicara dengan Eunhyuk ia semakin sering mengunjungi namja itu ,bahkan untuk sekedar menyapa bayinya saja . Bukan tanpa alasan ia melakukan ini , awalnya ia berfikir Eunhyuk pasti akan baik-baik saja dengan kehamilanya karna ia di dampingi oleh suaminya yang sangat perhatian padanya , namun suatu hari saat Donghae berkencan dengan Kibum di bioskop , tanpa sengaja Donghae melihat Suami Eunhyuk tengah bermesraan dengan laki-laki muda , berciuman mesra di bioskop tak tau malu. Hampir saja donghae menghajarnya , namun ia masih menahan dirinya.

Sejak saat itu ia selalu terbayang namja cantik malang itu , mengingat kehamilanya yang mulaimembesar , betapa sulitnya mengandung tapi suami nya berselingkuh adan bersikap biasa- biasa dalam tiga minggu ini Donghae jarang melihat suami Eunhyuk di dekatnya , pasti sedang berselingkuh.

Seperti hari ini ia datang mengunjungi Eunhyuk yang tengah asyik menyulam inisialnama bayi mereka di baju mungil yang kemarin donghae belikan untuknya.

"Mana laki-laki itu?" Ujar Donghae ketus

"Maksudmu sugmin hyung?" tanya eunhyuk bingung kenapa donghae begitu ketus pada hyungnya akhirr akhir ini.

"ia , si tukang selingkuh!" Ujarnya pelan , namun tetap terdengar jelas oleh Eunhyuk.

"apa kau bilang? Hyung berselingkuh?tidak mungkin , kau jangan bercanda Donghae ah , kau tak memiliki bukti" Ujar Eunhyuk menganggap angin lalu perkataan donghae yang memajukan bibirnya tak setuju , akhir akhir ini mereka memutuskan untuk menjadi teman danmenghilangkan kata ssi pada panggilan mereka , bahkan Donghae sering curhat tentang hubunganya yang manis dengan kekasihnya , hanya saja donghae belum mengatakan tentang kehamilan Eunhyuk padanya atau pun pada keluarganya , belum waktunya . Jujur saja Eunhyuk malah merasa lega , ia takut jika Donghae jujur nanti malah menimbulkan masalah besar di hidup donghae.

"Aku Serius hyuk , aku bahkan punya buktinya!" ujar donghae menyodorkan handphonenya pada eunhyuk yang menampilkan foto ciuman mesra Sungmin dengan selingkuhanya di biskop.

"Ini? Kau bercanda? Itu memang pacarnya idiot!" ujar Eunhyuk terbahak ,jujur ada terbesit rasa sakit hati saat melihat foto itu , namun tak ia gubris rasa sakit itu.

"Apa? Jadi kau tau suami mu punya pacar lain?"tanya Donghae tak pecya.

"Suami? Maksud mu?"

"Sungmin ssi suami mu kan? Kalian tinggal serumah dan semesra itu dan fakta bahwa kau mencintainya" ujar Donghae sedikit bingung.

"Kurasa ada kesalah pahaman disini , sungmin hyung itu kakak angkat ku , kapan aku pernah bilang dia suami ku?" Ujar Eunhyuk tak percaya donghae sebodoh itu.

"Apa?saat aku bilang kau istrinya dia tak menyangkal , makanya aku fikir kalian suami istri"

"Hahahha, kurasa hyung hanya inginmelindungi ku , ia tak tega jika orang berfikiran negatif tentang kehamilan ku , hanya saja ia tak menyangka jika kau sering datang kesni" jelas eunhyuk pada donghae yang masih tak percaya.

"Aku merasa seperti orang bodoh" ujarnya lemas.

"aku setuju itu" celetuk eunhyuk

"Hei! Aku tak bodoh! Kau jangan mempermalukan ku di depan Haru " ujar Donghae tak terima yang hanya di balas dengan kekehan lembut eunhyuk.

"ngomong-ngomong hyuk , apa yang membuatmu mempertahankan Haru? Kau bahkan tak mengenalku saat itu" tanya Donghae tiba-tiba , Eunhyuk tersenyum danmengelus puncak perutnya sayang .

"Aku jatuh cinta pada pandangan pertama" ujarnya lirih , seraya menyerahkan handphonenya pada donghae yang tak mengerti akanmaksud eunhyuk.

"mainkan vidio itu" ujar Eunhyuk pada Donghae yang patuh- patuh saja menekan tombol play.

Lub dup

Lub dup

Lub dup

Lubdup

Mata donghae membelalak saat di denarnya suara irama jantung yang teratur bak simfoni dari surga yang mengalun indah di telinganya ,di tambah dengan vidio yang menampakkan gerakan gerakan kecil kehidupan janin eunhyuk yang terlihat jelas masih belum terbentuk sempurna.

"Ini-"

"ya ,itu haru , usianya 12 minggu , pertamakali kau bertemu denganya dan jatuh cinta" Ujar Eunhyuk lirih.

"Ini sangat indah Hyuk , bolehkah aku menemani mu ke dokter nanti hyuk?aku juga ingin ertemu dengan haru ku" Ujar donghae takjub akan vidio yang kembali ia putar ulang.

Eunhyuk berfikir sejenak dan tanpa keraguan mengangguk kan kepalanya.

"terimakasih hyuk " Ujar Donghae tulus .

Sama seperti eunhyuk , Donghae rasa ia juga jatuh cinta pada pandangan pertama pada Haru nya yang berharga.

...TBC...

Fiuhh~ masih kurang panjang? ^^ enjoy

Review nya di tunggu ,gumawo~