Secret Garden
Disclaimer: "Remake story" drama Korea Secret Garden. Gara-gara keinget Kyuhyun pake jaket biru bling2 ala Kim Joo Won jadi pengen bikin ke versi KyuHyuk.
Warning: Genderswitch for Eun, Hee
Casts :
Cho Kyuhyun (Kim Joo Won)
Lee Eunhyuk (Gil Ra Im)
Leeteuk/Park Jungsoo (Oska/Choi Woo Young
Kim Heechul (Yoon Seul)
Lee Donghae (Im Jong Soo)
& other casts
Happy reading
"Ah, kau masih kelihatan keren, Nona Lee Eunhyuk."
Kyuhyun tidak percaya ini, "kau bahkan tahu namanya Hyung?"
"Kau sendiri bagaimana caranya bisa tahu namaku?" Sindir Eunhyuk
"Apa kau bisa diam." Ujar Kyuhyun.
"Bagaimana kau bisa memanggilnya dengan kata "kau" begitu saja?" Leeteuk lalu lebih perhatian dengan lengan Eunhyuk yang luka, "ada apa dengan lenganmu? Kau terluka ya?"
"Apa kau tidak bisa melihatnya?" ujar Kyuhyun.
"Mungkin lukamu akan segera sembuh kalau aku meniupnya." Ujar Leeteuk manis.
Eunhyuk tertawa geli dan Kyuhyun sangat sebal.
Lalu Kyuhyun menyinggung tentang Chae Rin, "bukankah kau kesini karena Park Chae Rin?"
Leeteuk langsung waspada. "Ya, bagaimana hasilnya? Apa kau bisa membungkamnya?"
"Kalau begitu cepat masuk mobil, dalam hitungan ke 3 kau harus masuk, apa kau tahu, Park Chae Rin punya banyak foto-foto bagus."
Leeteuk langsung panik dan berpamitan pada Eunhyuk, Kyuhyun menghitung, 1, 2, 2 seperdelapan, lalu Kyuhyun menoleh dan belum juga ia selesai berhitung, Eunhyuk sudah lenyap.
Eunhyuk jalan ke halte membuat Kyuhyun teriak "ya! kau mau kemana? kembali kesini!"
Tapi Eunhyuk cuek dan masuk ke bis, meninggalkan Kyuhyun di trotoar sendirian dengan kesal.
Leeteuk keluar lagi dari van-nya dan mengejar Kyuhyun, "hei, apa kata Park Chae Rin, apa foto-fotonya banyak, apa katanya ke reporter?"
Tapi sekarang giliran Kyuhyun yang cuek dan jalan pergi.
Dalam bis, Eunhyuk tersenyum sendiri mengenang pertemuannya dengan Leeteuk, ia memasang headphone-nya lagi, sambil mendengar lagu-lagu Leeteuk. Lalu ingatannya melayang saat beberapa waktu lalu ia harus menjadi stunt dalam satu film.
Flashback
Saat di lokasi syuting, Eunhyuk membantu Sutradara Donghae memasang baju dan peralatan stunt untuk Donghae, Donghae akan syuting sebagai stunt. Lalu para wanita di set teriak-teriak, "Leeteuk Oppa.. Leeteuk Oppa."
Semua lari sambil membawa kertas, notebook, pena, kamera, untuk minta TTD dan foto dengan Leeteuk. Eunhyuk juga ingin dan Donghae tahu itu. "Pergilah. Bukankah kau fans Leeteuk-ssi?"
Tapi Eunhyuk menggeleng, "tidak aku bukan bintang, aku hanya stunt, dia tidak akan ingat. Nah, selesai!"
Eunhyuk beres-beres. Donghae hanya memandangnya saja.
Flashback end
Eunhyuk sampai ke apartemen-nya dan curhat tentang pertemuannya dengan Leeteuk pada Jinhee teman sekamarnya, pelayan di lounge exclusive itu. "Benarkah?" kata Jinhee.
"Benar! dia jelas ingat aku, dia bahkan ingat namaku, bukannya berkata, "kau cantik seperti dulu", tapi berkata "kau keren seperti dulu." aku benar-benar menyukainya."
"Aku heran, bukankah dia punya banyak gadis cantik di sekitarnya, apa mungkin ia mabuk?"
"Tidak, dia tidak mabuk!" Lalu Eunhyuk menyadari kalau kaus kakinya lenyap.
"Ah mungkin kau lupa mengenakannya."
"Aku yakin tidak lupa."
"Orang seperti apa Leeteuk itu, katanya ia punya reputasi buruk dan kasar."
Eunhyuk berbaring dan memeluk bonekanya, "aku tidak peduli, aku juga tidak akan ketemu dia lagi. Besok pagi, semua ini hanya mimpi. Aku hanya akan menyimpan kenangan manis ini hari ini."
Leeteuk mengikuti Kyuhyun pulang, "ya! bagaimana dengan Park Chae Rin?"
Kyuhyun jalan masuk, "aku kesal sekali Hyung."
"Siapa yang seharusnya kesal?" Balas Leeteuk.
"Aku bilang aku akan mengantarnya pulang, tapi ia pergi dengan sombong seperti itu. Aku bahkan berkata aku akan menutup cover mobil hanya untuk-nya, aish kenapa aku menawarinya tumpangan? ah!"
Leeteuk tidak mengerti, "kau ini mengoceh apa. Kau bukan tipe orang yang bisa tertarik dengan wanita. Kau melakukan ini hanya untuk membuatku jengkel kan? Lalu bagaimana tentang Chae Rin?"
"Chae Rin itu hanya menggertak saja. Aku juga ingin Hyung meneken kontrak, aku lebih baik mati daripada menjadi fans-nya (Chae Rin) hanya demi kontrak ini. Aku akan pastikan kau menerima perhatian terbesar sejak debutmu."
"Apa kau mengancamku?"
"Sudah kuduga, Kau cepat mengerti. Besok adalah hari pertama event di dept. store. Datang dan berdandan dengan bagus. Kita mulai dengan fan-signing."
Leeteuk masih menolak, tapi ia berubah pikiran, "apa kau membeli foto-fotoku?"
Paginya, di Lotte department store. Kerumunan fans memenuhi lokasi Leeteuk fan-signing. Mereka teriak-teriak dan bahkan ada yang menarik tangan Leeteuk. Leeteuk harus susah payah melayani fans yang mengerubutinya.
Di atas, Kyuhyun dan jajaran direksi-nya melihat acara itu dengan puas.
Kyuhyun bahkan nyengir melihat Leeteuk yang kesal ketika beradu pandang dengannya.
Kyuhyun mengadakan makan bersama direksi sambil membahas acara tadi.
Para direksi memujinya, "ini sukses besar, tidak bisa dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Semua ini karena ide dari Sajangnim."
"Jadi aku bisa pulang cepat kan hari ini, tanpa harus digosipkan di belakangku?"
Kata-kata ini membuat semua direksi dan juga GM Park tidak enak.
"Sajangnim boleh pergi. Mungkin sampai Natal."
"Apa GM Park juga akan libur sampai Natal juga? Menunggu Santa Claus? Apa aku boleh istirahat karena CEO-nya juga istirahat? Padahal aku hanya karyawan yang digaji? Karena kau tidak bisa, maka biasanya kau melakukannya tanpa ketahuan aku, kan?"
"Saya punya jantung lemah. Dan saya sudah kerja keras untuk menyiapkan ulang tahun ke-25 perusahaan."
"Aku harap kau berhenti kerja keras tapi semangatmu membuatku ingin tahu rencanamu." Sindir Kyuhyun.
Pada dasarnya Kyuhyun tidak ingin event yang itu-itu saja dan hanya memberinya sakit kepala serta menghabiskan uangnya. Apa tidak lebih baik melakukan sesuatu yang sama dengan acara tahun kemarin?
Kyuhyun jalan pulang dengan asisten-nya. "Apa Sajangnim baik-baik saja?"
"Tidak , aku ingin memecatnya (GM Park)."
"Apa Sajangnim punya rencana?"
"Aku akan mengatakan ini pada Eomma."
Kyuhyun keluar dan menunggu mobilnya. Asisten-nya di belakangnya menelepon. Tiba-tiba Kyuhyun menoleh dan melihat Eunhyuk berdiri di sebelahnya. Kyuhyun lalu mengalihkan perhatian pada hal lain dan tiba-tiba Eunhyuk lenyap ditelan angin.
Di pintu lain, keluar Leeteuk yang masih dikerubuti fansnya. Kyuhyun melihat sambil melambai dan masuk ke mobilnya yang sudah tiba. Leeteuk ingin mengejar Kyuhyun tapi terhalang fans. Ia kesal sekali.
"Dimana manajerku?" Tanya Leeteuk.
"Manajer Kim menemui sutradara video musik, seorang wanita." Ujar asisten Leeteuk.
"Seorang wanita?" Tanya Leeteuk heran. "Apa ia cantik?"
Sutradara itu adalah Kim Heechul.
"Aku yakin, aku bisa mengatasi Leeteuk-ssi. Meskipun biasanya aku membuat iklan, tapi aku bisa juga membuat Music Video."
"Tapi aku tidak yakin." Ujar manajer Kim.
"Hanya aku yang bisa mengendalikan Park Jungsoo. Aku dengar tidak ada sutradara yang mau melakukannya. Meskipun ada yang mau, siapa yang bisa mengalahkan Jungsoo Oppa? Bukankah rekaman untuk album ke-6 sudah dibatalkan ditengah jalan? Biarkan aku melakukan pekerjaan ini."
Heechul tidak ingin mengingatkan Leeteuk akan kisah cinta mereka karena mereka akan segera menjadi keluarga. Heechul ingin menjadi istrinya Kyuhyun.
Sementara itu, Kyuhyun ada di tamannya yang luas sekali sambil menerima undangan kencan buta lagi. "Baik, jam 7 aku mengerti, lokasinya tempat biasa." Setelah telepon ditutup, Kyuhyun mulai membayangkan tentang Eunhyuk lagi. Kali ini Eunhyuk jalan di sampingnya. Langkahnya sama, tarikan nafasnya sama.
Kyuhyun menghela nafas. "Kenapa aku selalu memikirkan wanita itu? Ah! Berhenti berpikir tentang dia, berhenti berpikir tentang dia. Berhenti berpikir tentang dia..." Keluh Kyuhyun
Lalu Kyuhyun mengatakan kalimat untuk terapinya, "Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau, 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika..dll" 'lol'
Saat Kyuhyun di perpustakaannya dan membaca. Tiba-tiba ia menoleh dan Eunhyuk duduk di sampingnya dengan pandangan ingin tahu ke arah buku Kyuhyun.
"Ini benar-benar membuatku gila. Apa kau tidak bisa ganti baju? Baju itu sudah kena noda darah." Kyuhyun lalu bicara sendiri dengan Eunhyuk imajinasinya, "aku tidak tahu kenapa aku terus memikirkanmu, tapi kau bukan tipe wanita idealku. Wanita idealku adalah..."
Dan tiba-tiba Eunhyuk berubah menjadi wanita anggun yang mengenakan busana glamor, berbaring di atas meja di depan Kyuhyun sambil berkedip ke arahnya.
"Kapan aku pernah berkhayal seperti ini? Ok, aku memang berkhayal. Tapi kau jelas bukan wanita idealku. Diatas semuanya kau harus wanita yang pintar."
Dan Eunhyuk berubah menjadi wanita dengan dandanan seperti petugas perpustakaan. Lengkap dengan kaca mata.
"Kau harus dibawah 24 tahun!"
Eunhyuk berubah lagi menjadi gadis belia dengan gaya cemberut sambil memanggilnya, "oppa!oppa!"
"Dan kau paling tidak harus berasal dari 30 keluarga terkaya (Korea)."
Eunhyuk berubah menjadi nona kelas atas.
"Aku benar-benar gila."
"Kim soo ha mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori..wooriwori..woori..oh ah!ah! kim soo ha mu..." Oceh Kyuhyun.
Kyuhyun menyerah dan akhirnya mendatangi Leeteuk, sambil membawa bir. Ia memuji Leeteuk, karena sukses dalam fan-signing.
Leeteuk tidak mau menjawab dan pura-pura tidur.
"Baik aku akan pergi, tapi aku masih usaha, tapi..apa kau tahu? Gadis yang kita temui di dekat Rumah Sakit?"
"Lee Eunhyuk?" Leeteuk langsung semangat. " Dia kenapa?"
"Apa kau punya nomor handphonenya?"
"Aku tidak punya. Aku hanya ketemu Eunhyuk beberapa waktu lalu dan itu sudah lama."
"Aish! jika kau tidak tahu, harusnya bilang." Kyuhyun akan pergi lalu balik lagi, "apa kau punya no. handphone Park Chae Rin?"
"Mau apa kau dengan Park Chae Rin? Apa..kau benar-benar membeli foto-foto itu?"
Kyuhyun bertemu Chae Rin. Chae Rin menyeruput kopinya dengan anggun dan perlahan.
"Apa kau tidak bisa minum kopimu dengan lebih cepat?"
Kyuhyun ingin minta no. handphone tapi Chae Rin salah paham dan mengira Kyuhyun ingin no. handphonenya.
"Aku tidak ingin no. handphonemu. Yang kumaksud adalah no. handphone gadis yang mengenakan baju yang sama denganmu."
"Apa?" Chae Rin heran.
"Dia ..seperti pria. Tapi kalau matanya meredup, ia terlihat anggun. Tapi ketika ia melihatmu langsung, matanya berkilauan. Membuatku terus memikirkannya. Wanita itu. Stuntwomanmu."
"Jadi kau memintaku keluar hanya untuk itu?"
"Lalu kau pikir apa? Aku tidak bisa menemukannya di internet, dan tidak sopan kalau membayar orang untuk mencari tahu. Kau sepertinya adalah cara tercepat."
"Aku bersedia asal dapat imbalan."
"Baiklah, jika ada yang ingin kau temui tapi selalu menghindar, aku akan mengatakan keberadaan orang itu, seperti Leeteuk hyung?" Tawar Kyuhyun.
Bingo! Kyuhyun berhasil mendapat no. handphone Eunhyuk dan ia langsung mengontaknya. "Eunhyuk-ssi?"
Eunhyuk ada di sekolah action, "ya ini siapa?"
"Kau tidak ingat suaraku? bukan suara yang gampang dilupakan."
"Siapa ini?"
"Kita ke hotel bersama, dan meskipun aku biasanya tidak mempedulikan orang lain, aku membawamu ke Rumah Sakit dan aku mencoba untuk mengantarmu pulang? Ayo kita bertemu."
Eunhyuk tidak bisa basa-basi lagi, "Kau... Aku tidak mau." Eunhyuk langsung menutup teleponnya.
Kyuhyun bengong, "Yeoboseyo? Yeoboseyo? Aish! Kenapa ia selalu tidak bisa diprediksi?" Kyuhyun mencoba menelepon lagi tapi suara yang keluar adalah suara dari operator.
Kyuhyun pantang ditolak dan ia berusaha mencari Eunhyuk. Eunhyuk, Sutradara Lee Donghae, dan tim sedang mengadakan audisi untuk stuntman baru.
Banyak sekali yang mengikuti audisi, ada yang bagus, tapi banyak juga yang konyol dan menggelikan. Beberapa kali Eunhyuk tertawa geli melihat aksi mereka.
Kyuhyun datang dengan mobilnya dan melihat antrian banyak orang. Ia tidak peduli dan langsung jalan ke depan. "Eunhyuk-ssi..?"
Eunhyuk kesal, "apa kau tidak lihat? semua antri, ayo kau harus antri."
Semua calon stuntman juga teriak, "orang yang tidak antri adalah brengsek."
Biarpun Kyuhyun berusaha menjelaskan tapi mereka tidak mau tahu. Terpaksa Kyuhyun jalan ke belakang untuk antri. Ketika jalan, Kyuhyun melihat ke kaca dan memandang Eunhyuk yang duduk di samping Donghae, dengan wajah cerah dan penuh senyum. Kadang Eunhyuk tertawa geli, kadang berbisik pada Donghae.
Kyuhyun terpesona. "Itu dia. Tapi, wanita itu bukan wanita yang sama..yang masuk ke dalam pikiranku tanpa diundang dan terus saja melukai harga diriku. Wanita itu yang duduk di depanku sekarang, dibandingkan dengan wanita yang mengusik pikiranku jauh lebih keren."
Semua bengong melihat Kyuhyun berdiri di depan juri. Apalagi Eunhyuk, ia tampak sebal.
"Kau tidak punya resume?" Tanya Donghae.
"Ini bisa disebut pertimbangan, karena kau mungkin akan terkejut jika melihatnya. Aku adalah lulusan luar negeri, jadi pengalaman dan ketrampilanku banyak." Pamer Kyuhyun.
Eunhyuk mendengus.
"Kenapa kau berdiri disana dan diam saja?"
"Karena wanita yang duduk di sampingmu. Aku mengajaknya bertemu, tapi dia berkata tidak. Apa lenganmu sudah sembuh? Apa kau kembali untuk perawatan?"
"Jika kau tidak kesini untuk interview.."
"Apa yang akan kau lakukan nanti? Aku ingin mengatakan sesuatu. Baik, lakukan interview, apa yang harus kulakukan?" Sambung Kyuhyun.
"Apa bakat yang kau miliki?" Tanya seseorang.
"Aku pandai menghasilkan uang."
Semua mengangguk-angguk, "wow..bagus! Tunjukkan pada kami."
Kyuhyun mengeluarkan dompetnya dan mengulurkan pada mereka, "aku punya banyak uang dan hobiku adalah menghabiskan uang."
Para stuntman bersorak."Kau lulus! bagus!"
Eunhyuk mengikuti bossnya ke kantor, "Orang itu salah dan mengira aku sebagai Park Chae Rin, dan akhirnya dia membawaku ke Rumah Sakit."
"Aku mengerti." Ujar Donghae kalem.
"Ini bukan apa-apa, jangan salah paham."
"Aku tidak akan..." (katakan padanya kau menyukainya, sebelum si sparky bling-bling itu mendahuluimu!) ujar Donghae dalam hati.
"Aku tidak tahu mengapa ia datang kesini dan membuat keributan. Dia benar-benar aneh."
"Eunhyuk-ah."
"Ya?"
"Dia sama sekali tidak aneh. Dia seorang pria dan kau...seorang gadis cantik yang hebat."
Joo Won sedang diwawancara oleh rekan-rekan Eunhyuk, "dimana pendidikan tertinggi Kyuhyun-ssi yang kaya ini." Tanya mereka.
"Columbia University in the city of New York." Ujar Kyuhyun.
"Columbia? apa? ah..aku tahu tempat itu, itu yang banyak kopinya kan?" Ujar mereka bingungm
Handphone Kyuhyun bunyi, ia diingatkan tentang kencan butanya. Eunhyuk jalan keluar dan minta Kyuhyun mengikutinya.
Eunhyuk kesal, "ada apa denganmu?" Eunhyuk masih mengira Kyuhyun adalah suruhan Leeteuk dan lebih parah, ia mengira Kyuhyun pengangguran.
"Aku berharap aku bisa menganggur. Aku sudah mencoba untuk tidak bekerja dan hanya main-main saja. Tapi setiap aku membuka mulutku, ide yang bagus selalu keluar...(yang akan menjadi uang)" Ujar Kyuhyun.
"Kenapa kau selalu seperti ini, menggangguku. Apa sebenarnya alasanmu datang ke tempat kerjaku dan menghinaku?"
"Bagaimana seorang wanita bisa berkata seperti itu? menghina? apa itu menghina? "Mengapa kau datang ke tempat kerjaku dan mempermalukanku" itu terdengar lebih manis."
"Katakan kenapa kau datang?" Ujar Eunhyuk tidak sabar.
"Aku sudah mengatakannya tadi, ini karena kau."
"Kenapa?"
"Itu juga yang membuatku bingung. Begini waktu itu akulah yang membayar biaya Rumah Sakit dan kau pergi begitu saja dalam gendongan bossmu, atau siapapun dia. Tanpa kata-kata terima kasih sedikitpun."
"Lalu berapa yang harus aku bayar. Berapa?"
"Apa kau selalu disini kalau tidak main film? Apa aku akan bisa menemuimu kalau aku kesini?"
"Katakan saja berapa jumlahnya!"
"Inilah mengapa aku selalu memikirkanmu. Sebelum ini dan sekarang, apa yang membuatmu menjadi wanita aneh, bagaimana kau bisa terlihat cantik pada saat marah." Kyuhyun meraih lengan Eunhyuk dan ingin membuka jaketnya."
Eunhyuk kaget, "kau mau apa?"
Kyuhyun ingin melihat bekas luka di lengan Eunhyuk. Kyuhyun membuka jaket Eunhyuk dan mengamati lukanya, benar-benar serius. Membuat Eunhyuk salah tingkah.
"Akan meninggalkan bekas, aku pikir kau tidak akan bisa mengikuti kompetisi Miss Korea." Lalu dengan perlahan, Kyuhyun membetulkan kembali jaket Eunhyuk dan merapikannya. "Kembalilah ke rumah sakit untuk merawat lukamu dan telepon aku kalau kau pergi ke rumah sakit. Aku ada janji yang penting." Kyuhyun lalu pergi.
Kyuhyun menjalani perjodohan lagi. Kali ini dengan wanita yang memiliki kakek (dari pihak ibu) adalah President dari Perusahaan pembuatan kapal Daehan dan pamannya adalah seorang Dekan dari Univ. MyungSung. Dia mendapat Master dari Amerika.
Wanita itu Heechul lagi.
"Apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi disini?" Tanya Kyuhyun dingin.
"Waktu itu, kau bertemu dari pihak ayahku, sekarang dari pihak ibuku. Aku benar-benar ingin bertemu Cho Kyuhyun-ssi lagi."
Heechul berkeras dulu ia tidak setuju perjodohan dan sekarang ia sudah menemukan orang yang ditakdirkan untuknya, orang itu adalah Kyuhyun.
"Aku mohon diri sekali ini lagi." Kyuhyun beranjak pergi.
"Apa kau tidak pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? aku yakin kau pernah. Jadi kau seharusnya tahu mengapa aku melakukan ini..."
"Meskipun kau tidak terlihat pintar, kau tidak tampak seperti orang yang mudah dibodohi pria. Jika ada pria yang berkata kalau ia jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, pukul dia! Itu hanya alasannya untuk bisa tidur denganmu dan berhentilah membuang waktu."
Kyuhyun pun pergi.
Heechul tidak percaya ini. Saat Heechul akan keluar dari galery, tiba-tiba langkahnya terhenti. Leeteuk berdiri di depannya. Semua pengunjung sudah ribut, "Itu Leeteuk! Leeteuk!"
"Sudah terlambat untuk saling menghindar, iya kan? Apa berat badanmu turun? Jika aku tahu kita akan bertemu seperti ini, aku akan berusaha tampil lebih cantik." Ujar Heechul.
Tiba-tiba ada petugas membawa barang, "maaf permisi.."
Heechul refleks menggandeng Leeteuk menghindar. "Seharusnya kau tidak berdiri di dekat pintu masuk." Heechul berusaha menutupi rasa gundahnya.
"Bukankah kau di Amerika?"
Seorang reporter datang, dan menyapa Leeteuk, "wah kau sudah datang.."
Heechul mengambil kesempatan untuk pergi. Leeteuk tampak gundah.
"Jika masih ingin bicara..(dengan Heechul)"
"Tidak." Leeteuk menolaknya. "Aku justru senang ia pergi."
Kyuhyun ada di rumahnya dan berbicara dengan ibunya lewat telepon. "Eomma. Aku tidak ingin dijodohkan dengan wanita yang hanya berdasar latar belakang keluarga. Aku ingin wanita yang bisa mengurus anak dan bisa jadi istri yang baik dan wajahnya? Tentu saja harus cantik!" Lalu ia mulai membayangkan Eunhyuk. "Elegan, dengan rambut pendek, kulit putih, tidak sering tersenyum, gampang marah, matanya yang sedikit sedih. Seseorang yang tidak bisa mengikuti kompetisi Miss Korea karena luka pisau."
"Apa kau gila."
"Apa aku gila? Eomma, aku hanya mengatakannya, tapi meskipun aku gila, apa kau bisa tetap memberikan warisanku..."
Ibunya Kyuhyun menutup teleponnya."
"Yeoboseyo?..Yeoboseyo Eomma?"
Kyuhyun berteriak pada Eunhyuk imajinasi yang duduk di sampingnya, "ini karena kau! Apa kau akan bertanggung jawab kalau aku bangkrut?"
"Tanggung jawab apa?" Ujar Eunhyuk imajinasi.
Kyuhyun kaget, "wow! dia bahkan sekarang bisa menjawab? Ini semua imajinasiku..imajinasi. Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika.. Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika.."
Paginya, Eunhyuk siap akan latihan dan terngiang kata-kata Kyuhyun. "Ini akan meninggalkan bekas luka. Aku pikir kau tidak bisa ikut Miss Korea.."
Donghae memanggilnya. Eunhyuk bersiap. Tapi saat latihan, Eunhyuk tidak konsentrasi dan justru ingat kata-kata Kyuhyun, "bagaimana kau bisa terlihat cantik kalau kau marah?" Dan Eunhyuk pun jatuh.
"Apa kau tidak konsentrasi?" Ujar Donghae marah.
"Aku minta maaf."
"Apa karena luka di lenganmu? Jika bukan mengapa kau seperti ini? Awasi sekolah action selama 6 bulan. Tidak boleh syuting dulu." Lalu Donghae pergi. Eunhyuk teriak memanggil Donghae tapi tidak digubris.
Eunhyuk duduk lesu dan salah satu sunbaenya datang membawa minum dan menghibur, "sudahlah hitung saja istirahat. "Aku menyukai anak yang punya banyak uang itu, dia punya reflek yang bagus."
"Darimana sunbae tahu ia punya reflek yang bagus?"
"Apa kau tidak lihat waktu ia bicara? Eh, apa kau menyeretnya keluar dan memukulinya?"
"Tentu saja tidak, apa aku gangster?"
"Pria banyak uang itu sepertinya tertarik denganmu." Ia sangat berusaha untuk menemuimu. Pinjam ponselmu."
Eunhyuk menyerahkannya.
Ia melihat daftar no. teleponnya, "Jinhee, Junghan sunbae, mesin cuci, Han Yoojin, Shim PD, 010, dll.. Ia mengeluh, "kehidupanmu benar-benar..eh ini '1315' apa ini pria yang pintar menghasilkan uang itu?"
"Sunbae mau apa?" Ujar Eunhyuk panik dan ia berusaha merebut ponselnya kembali. "Jangan sunbae! kembalikan!"
Sementara di LOTTE, Kyuhyun sedang meeting dan menerima laporan tentang kekacauan di VVIP Lounge. "Apa pegawai itu wanita?" Tanya Kyuhyun dingin.
Asistennya mengiyakan.
"Apa kau kencan dengannya?"
"Apa?"
"Kalau begitu mengapa tanya padaku hal yang sudah jelas? pecat dia!"
Asistennya berusaha membujuk dan ponsel Kyuhyun berdering, lalu Asistennya menyodorkan ponselnya.
Kyuhyun melihat ponselnya dan tidak percaya siapa yang menelepon. "Yeoboseyo? Yeoboseyo?"
Di seberang sana, Eunhyuk dan seniornya masih rebutan ponsel, "oh! Ayo jawab!"
Eunhyuk akhirnya menjawab dengan suara yang dibuat-buat, "datanglah ke sekolah action. Kau harus segera datang sebelum aku membuat tulang punggung ke-5 mu menjadi yang ke-6. aku tutup!"
Kyuhyun bengong. Ya! Yeoboseyo? Yeoboseyo?"
"Siapa itu?" tanya asistennya
"Siapa lagi? seru Kyuhyun, "orang yang selalu muncul di manapun dan membuatku gila!" Lalu ia mengendalikan diri, "kuharap kau tidak akan pernah bertemu yang seperti itu seumur hidupmu. Tunggu dulu, siapa yang tahu dimana tulang punggung ke-5 itu?"
Anak buah Kyuhyun mengajukan konsep baru untuk ulang tahun ke 25 Departemen Store, "4 hari 3 malam romantis bersama Leeteuk. Tujuannya Jeju. Sajangnim.."
"Ya..?"
"Apa Sajangnim sudah mendengar semuanya?" Bisik asistennya.
"Jalankan saja." Ujar Kyuhyun sambil membayangkan Eunhyuk. "Semua boleh pergi kecuali Manager Choi. Aku minta kau menyiapkan department store ini menjadi lokasi syuting untuk drama atau film."
"Bukankah Sajangnim membenci hal-hal seperti itu?" Ujar Manager Choi heran.
"Aku ingin menjadi sponsor film action dengan banyak pedang dan stunt."
Kyuhyun sampai ke sekolah action. Tapi terlambat karena ia melihat Eunhyuk pergi bersama para stuntman baru. Ra Im membawa mereka ke rumah abu.
"Orang di depan kalian sekarang adalah Ji Jung Hyun sunbae, yang meninggal main film, tahun 2014. Dia adalah guru bagi kami semua, termasuk Direktur Lee Donghae. Seperti yang kalian ketahui, pekerjaan kita tidak menghasilkan banyak uang ataupun ketenaran. Meskipun guru kita bisa memberikan kita kemampuan mereka, mereka tidak bisa memberikan uang ataupun kebanggaan. Beberapa orang menyebut kita "extra", beberapa menyebut kita "stunt". Apapun yang mereka katakan kita adalah aktor, Action Actor. Kebanggaan itu adalah yang kita miliki. Tapi, kita bisa saja menjadi cacat atau bahkan kehilangan nyawa kita, karena kebanggaan ini. Jika kalian tidak yakin dengan panggilan kalian, lebih baik mundur sekarang. Kata-kataku mungkin terdengar ancaman bagi kalian, tapi ini keluar dari hatiku. Apa kalian takut karena apa yang aku katakan pada kalian?"
"Tidak sunbaenim!"
"Maka angkat kepala kalian. Baiklah, ingatlah kata-kataku sebagai sunbae dalam pikiran kalian. Baik, kita akan lihat seberapa kompetitifnya kalian!"
Semua stunt bersemangat. Di atas Kyuhyun mendengar dan menyimak semua kata-kata Eunhyuk. Kyuhyun semakin terpesona dengan stuntwoman Lee Eunhyuk.
Eunhyuk dan para stunt main volly sepak bola. Mereka menyundul dan menendang bola, melintasi jaring di tengah yang tidak terlalu tinggi. Mirip sepak takraw.
Bola keluar dan dihentikan oleh Kyuhyun. Eunhyuk tertegun dan minta salah satu stunt mengambil bola. Tapi Kyuhyun ingin bergaya dan mengembalikan bola dengan kakinya, justru ia terpelanting. Semua termasuk Eunhyuk tertawa geli.
Kyuhyun masih tidak ingin kehilangan muka dan menendang bola dengan keras dan kena kepala Eunhyuk. Kyuhyun kaget ia tidak bermaksud mengenai Eunhyuk.
Eunhyuk menoleh marah. Para stunt mengelilingi seniornya, "senbaenim, kau tidak apa-apa?"
"Kenapa kepalamu ada di jalur bola? ha!"
Eunhyuk jalan menginjak net dengan membawa bola ke arah Kyuhyun, "perhatian!"
"Apa?" tanya Kyuhyun.
"Perhatian!" Eunhyuk membanting bola ke arah Kyuhyun karena kesal. Dan menantang Kyuhyun duel volly sepak bola.
Tentu saja permainan berjalan tidak seimbang. Kyuhyun terus saja menghindari bola dan kalau menendang juga tidak pas. Sampai Kyuhyun mendapat telepon. Ia mengangkat ponselnya dan membuat bola melayang ke arah rekan di belakangnya, kena tepat di hidungnya. Kyuhyun melihat rekannya terluka, "apa kau tahu? wanita itu berbahaya, kau seharusnya menuntunnya. Mengapa ini disebut bola? karena bisa digunakan untuk menyerang."
Eunhyuk mengumpulkan para stunt di lapangan sekolah dan minta mereka latihan 100 kali melompat dan 100 set latihan untuk badan bagian atas. "Jika aku melihat kalian main-main.."
"Laporkan dia!" sahut Kyuhyun.
Eunhyuk mendelik. "Khususnya, jaga si "sparky training suit" ini dan pastikan ia latihan dengan benar. Agar kalian semua tidak perlu menderita karena satu orang."
Eunhyuk pergi. Kyuhyun mengeluh, "aish..ada kesalah pahaman baju ini dari..", dan ia akan menunjukkan labelnya tapi para stunt mana mau mengurus hal seperti itu dan mulai latihan.
Kyuhyun menghentikan mereka dan menyuap mereka untuk pergi minum, "semua aku yang bayar. Minum saja minuman yang paling enak." Tentu saja semua stuntman pergi dengan sukses.
Eunhyuk turun dari atas dan heran, "kenapa sepi. Kenapa kau disini?"
"Kenapa kau mencuci rambutmu?" Kyuhyun merentangkan kakinya untuk menutup jalan Eunhyuk tapi dapat diatasi dengan mudah oleh Eunhyuk.
Kyuhyun masih merasa aneh dan ingin tahu, "ini aneh, kau bisa saja hanya mencuci wajahmu tapi kenapa kau mencuci rambutmu? Biasanya wanita melakukan ini kalau ingin menarik perhatian pria."
Eunhyuk turun ke gym untuk memastikan dan benar saja mereka semua pergi. "Apa ini? kemana mereka semua?"
"Mereka pergi, aku mengusirnya. Karena kupikir kita perlu waktu sendiri."
Eunhyuk sudah tidak tahu lagi mau apa, "apa kau sudah gila?"
"Aku memang sedikit aneh akhir-akhir ini."
"Pergi ke rumah sakit saja." Seru Eunhyuk.
"Ini semua salahmu, kemarin kau akhirnya mengganti baju bernoda darahmu, tapi mulai hari ini kupikir kau akan menghantuiku dengan rambut basahmu. Kenapa?"
"Noda darah apa?" Ujar Eunhyuk bingung.
"Kau tidak perlu tahu. Baiklah, aku akan tanya 2 hal. Kau harus jawab dengan jujur, ok? Apa kau lulusan universitas? di Seoul? di Propinsi? atau mungkin di luar negeri?"
Eunhyuk mendengus. "Apa pertanyaan yang kedua?"
"Dalam keluargamu, dan ini termasuk seluruh keluargamu, apa ada yang pantas untuk dikenal? Misalnya, kakek atau orang tua yang punya perusahaan, atau punya musium atas nama mereka? Atau universitas? sesuatu seperti itu?"
Ini penghinaan untuk Eunhyuk, tapi sebenarnya Kyuhyun benar-benar mulai suka dengan Eunhyuk dan tanpa sadar mempertimbangkan itu semua agar bisa disetujui oleh ibunya. Itu memang cara berpikir putra dari 30 keluarga terkaya di Korea
"Kau pasti punya asuransi kesehatan kan?" tanya Eunhyuk.
"Apa?" Kyuhyun masih tidak mengerti.
Tiba-tiba Eunhyuk langsung membanting Kyuhyun beberapa kali. "Jangan menangis! ini baru permulaan."
Kyuhyun melawan dan ia berhasil menjatuhkan Eunhyuk dan berada di atas Eunhyuk. Bukan posisi yang menguntungkan.
Eunhyuk kaget, ya! Menyingkirlah."
"Tidak mau. Aku hanya ingin kau menjawab siapa nama orang tuamu. Apa itu sulit."
"Aku tidak mau, apa perlunya kau bertanya."
Kyuhyun masih menjelaskan, "ada hal yang perlu kau tahu. Baju ini mahal!"
"Kau benar-benar maniak gila!"
Tiba-tiba Jinhee menyerbu masuk sambil marah-marah, "perempuan brengsek!" Ia membawa dus berisi seragamnya. Lalu tertegun melihat keduanya. Eunhyuk cepat-cepat melepaskan diri dari Kyuhyun.
"Jinhee-ya kenapa kau datang?" tanya Eunhyuk heran.
"Aku sulit menghubungimu. Tapi apa proyek berikutnya melodrama?"
"Bukan! tapi siapa wanita brengsek itu?"
"Itu adalah customer VVIP yang waktu itu (Heechul). Dia ternyata mengadu pada Sajangnim dan Sajangnim langsung memecatku." Jinhee membanting kardus isi seragamnya, "aku akan balas dendam. Sajangnim macam apa itu? Yang langsung main pecat karyawan hanya karena satu telepon saja."
Kyuhyun melongok dan melihat kalau ternyata badge Jinhee adalah dari LOTTE, "jadi Sajangnim itu aku ya.." ujar Kyuhyun dalam hati.
"Aku akan menulis di forum department store itu kalau Sajangnimnya adalah gay."
Kyuhyun kaget, "apa gay?"
"Aku akan mengunci gym dan menemanimu menjelaskan pada kepala sekretaris."
"Tidak perlu, percuma saja."
Tapi Eunhyuk sudah jalan keluar.
Tinggal Jinhee dan Cho Kyuhyun Sajangnim.
"Tentu saja ini tidak ada gunanya." Kyuhyun mengenalkan diri, "aku Sajangnim brengsek yang kau bicarakan tadi."
Jinhee terkejut, "jadi, kau adalah Sajangnim..kau sang Sajangnim! ah benar..dia kelihatan gila dengan tracksuit jelek-nya..." dan Jinhee sadar orang di depannya memang Sajangnimnya.
"Kau tahu kau cukup bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lounge, karena kau tidak memperhatikan peraturannya."
"Tentu saja, aku tahu."
"Jangan mengatakan apapun pada Eunhyuk." Pinta Kyuhyun.
"Kenapa?" tanya Jinhee heran.
"Apa kau tidak pernah lihat film? orang suka memberi kejutan, ta da..!" tanya Kyuhyun balik.
Jinhee tetap tidak mengerti, "biasanya orang yang punya rahasia di film-film biasanya terbunuh atau mendapatkan kembali pekerjaannya."
"Ya! kau tadi mengatakan aku ini gay dan brengsek."
Jinhee minta maaf dan berbalik memuji, "kalau begitu anda adalah seorang yang aristokrat, keren, dan sexy."
"Siapa Sajangnim brengsek yang bisa memecat karyawan sepertimu?" canda Kyuhyun.
Jinhee tertawa.
Akhirnya Kyuhyun bisa membuat Jinhee menyimpan rahasia dan membujuk Eunhyuk pergi minum.
Eunhyuk awalnya heran, tapi Jinhee pintar membujuk dan akhirnya mereka bertiga ke kedai dan minum-minum.
Eunhyuk dan Jinhee sangat menikmati hidangan. Tapi Kyuhyun justru kelihatan ketakutan. Jinhee heran, "kenapa Anda tidak makan?"
"Kenapa sapi dikatakan sapi? Karena seekor sapi itu penuh dengan daging. Tapi kenapa kalian justru makan kulitnya dan bukannya dagingnya?"
Kedua gadis itu heran, "kau belum pernah mencoba ini sebelumnya? Ini benar-benar enak." Ujar Eunhyuk.
Jinhee malah menambahkan usus, atau isi perut.
Kyuhyun benar-benar pusing.
Kyuhyun mengantar kedua gadis itu pulang.
"Kau akan mati kalau menghubungiku lagi besok." Ancam Eunhyuk.
"Ya, Eunhyuk-ah jangan berkata seperti itu." Jinhee memarahi Eunhyuk.
Eunhyuk pun masuk duluan.
Kyuhyun tertegun melihat apartemen keduanya. "Kalian tinggal disini?"
"Ne Sajangnim." Jinhee membenarkan, "sudah 4 tahun."
Kyuhyun yang tidak pernah pergi ke tempat kecil jadi bengong. "Apa kalian menyewanya?"
"Iya, uang sewanya 30 ribu won sebulan, itu kami bagi berdua. Jadi saya berterima kasih karena Sajangnim mempekerjakan saya kembali." Jinhee pun masuk.
Kyuhyun masih tertegun melihat apartemen kedua gadis itu, dengan dinding retak disana-sini dan jendela ditutup triplek karena rusak.
"Cho Kyuhyun, kau gila. Gila." Kyuhyun berkata sendiri.
Kyuhyun pulang dan membangunkan Leeteuk, "Hyung bangun! bangun!"
"Aigoo..apa?"
"Apa kau pernah kencan dengan wanita yang tinggal di rumah sewaan?"
"Pernah, itu model yang namanya Park..siapa, ah pokoknya wanita yang kutemui di bulan Mei, dan seorang presenter. Dia tinggal di Gangnam, jadi menyewa rumah. Bulanan sekitar 3 atau 4 juta Won sebulan."
"Bukan, tempat seperti itu, ini sekitar 30 ribu won, yang seperti itu."
"30 ribu won semalam? kamar hotel deluxe?"
"Bukan!"
"Lalu apa? gambarkan, agar aku bisa tahu apa maksudmu?"
"Kau tahu..seperti yang ditayangkan di National Geographic dimana ada lalat dan anak-anak miskin dan rumah-rumah seperti itu ada di latar belakang?"
Kyuhyun akhirnya tidak sabaran, karena Leeteuk tidak juga mengerti. Kyuhyun akan pergi ketika Leeteuk bertanya, "apa mungkin kau..menemui Park Chae Rin?"
Kyuhyun heran, "dia tinggal di rumah sewaan juga?"
Paginya, Lee Donghae memanggil Eunhyuk dan memberinya pekerjaan sebagai stunt Park Chae Rin di sebuah mall.
Eunhyuk semangat dan pergi.
Eunhyuk bersiap dan Chae Rin menemuinya, "aku hanya ingin kau sebagai stuntku. "Apa kau kenal Cho Kyuhyun?"
"Tidak, aku tidak kenal." Eunhyuk tidak merasa kenal karena memang selama ini tidak pernah tahu nama si training blink-blink.
Chae Rin jadi lega, "nanti kau harus lompat dari situ ke bawah, dan kau tahu, sutradara tidak suka pakai wire. Good luck!"
Syuting mulai. Sutradara teriak, action!
Eunhyuk lompat dan jatuh di matras, tapi sutradara tidak puas dan teriak NG!
Terus saja seperti itu. Action! NG! Sutradara bahkan memperagakan kalau Eunhyuk harus berpose seperti bangau di udara.
Sampai Eunhyuk kesakitan tapi sutradara terus mengulang. Eunhyuk tidak mengeluh dan terus saja minta maaf, bikin gemas. Sutradara mengeluh, "aigoo..cut! cut! kita syuting disini waktunya terbatas."
Asistennya datang, "mereka mengijinkan kita syuting tanpa batasan waktu."
Sutradara heran dan senang, "benarkah?"
"Itu perintah langsung dari CEO-nya. Ah itu dia orangnya!" Asisten itu menunjuk ke satu arah.
Cho Kyuhyun, sang CEO, jalan dengan penuh percaya diri ke lokasi syuting. Hari ini tanpa jaket blink-blink-nya, tapi setelan jas lengkap dan rapi. Kyuhyun jalan langsung ke arah Eunhyuk yang melihatnya dengan tertegun. Tanpa menggubris Chae Rin dan sutradara.
Begitu dekat dengan Eunhyuk, sutradara langsung menyorongkan badannya, mendorong Eunhyuk ke samping dan memberi salam. "Benar-benar suatu kehormatan mendapatkan Anda turun sendiri untuk menyaksikan syuting."
"Aku sudah melihat dari awal dan aku sangat marah, aku tidak bisa diam saja."
Sutradara masih mengira ini pasti karena Eunhyuk tidak bisa menyelesaikan adegan sesuai keinginan-nya, "ya..membuat film memang seperti itu. Tapi saya tidak tahu bagaimana berterima kasih karena mengijinkan kami menggunakan lokasi ini."
Kyuhyun menarik pergelangan tangan Eunhyuk. "Jika kau tidak tahu caranya, biar aku yang mengatakannya. Berhenti berteriak pada Lee Eunhyuk. Dan kau baru saja mendorongnya, kau tidak boleh melakukannya. Dia bagaikan Kim Tae Hee bagiku. Aku adalah fans Eunhyuk-ssi."
Kyuhyun memandang Eunhyuk dan tersenyum.
Sutradara terkejut dan menutup mulutnya. Rekan-rekan Eunhyuk kaget. Apalagi Eunhyuk.
Eunhyuk bingung memandang Kyuhyun.
TBC
ciyee dia bagaikan kim tae hee bagiku. sowswit. maap kalo ada typo. kata2 terapinya kyu/joowon yg kim soo ha mu bla..bla..bla bikin gue melongo. ada2 aja. hahahah
lovehyukkie19: heheheheh iyaa pengen hiatus tapi gatot. yup SG drakor favorit. monggo di bayangkan. thanks dah baca.
anakkyuhyuk: hahahah iya konyol bgt si kyu mah. thanks dah baca.
KHyukHaexx: part 1 emang rada ngebingungin sih hahaha td dah ku edit, kmrn blm edit ulang langsung publish. thanks dah baca
