Cast: Cho Kyuhyun, Lee Donghae dan masih akan bertambah...
Genre: family, brothership
Rate: K
Disclaimer: Mine
Warning: Bahasa tidak baku, typo(s)dll .
.
Happy reading!
.
Warning tambahan: Pelan-pelan bacanya biar nggak bingung kek Appa dan Donghae ^^
Lala...Lili...Lulu...Lele...Lolo
Hoaam...
Kyuhyun, bocah dengan kadar keimutan luarbiasa itu terbangun lebih pagi dari biasanya. Ia mengerjap beberapa kali, mengucek matanya yang masih mengantuk untuk dipaksanya terbuka. Beberapa detik berlalu seolah ada yang mengingatkan dirinya tentang tujuannya bangun lebih pagi. Balita itu dengan cepat turun dari tempat tidur queen sizenya dan berlari keluar dari kamarnya.
Sementara itu didapur, sedang mempersiapkan sarapan pagi buat anggota keluarganya. Meski bukan ia sendiri yang memasak tapi wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang menginjak 40 tahun itu harus memastikan para pelayannya bekerja dengan baik. Dari mulai kualitas bahan dan kesegarannya cara pengolahannya, tingkat kebersihannya semua dalam pengawasannya. Disamping rasanya yang harus enak, semua itu untuk menjamin suami dan kedua buah hatinya mendapatkan asupan gizi yang baik.
Diruang keluarga nampak dua namja berbeda usia yang tengah asik dengan kesibukan mereka masing-masing. Tn Cho sedang membaca koran hariannya, entah apa yang membuatnya betah mempertahankan tradisi itu. Padahal di zaman modern seperti saat ini koran sudah mulai ditinggalkan. Tapi sepertinya Tn Cho memang lebih suka dengan sesuatu yang klasik.
Sementara namja satunya Cho Donghae putra sulung keluarga Cho tengah sibuk mendalami karakter ikan nemo dari buku yang dibacanya. Bagaimana tidak setiap pagi hari yang dibacanya sambil menunggu sarapan siap adalah membaca buku dengan judul yang sama 'FINDING NEMO'
Mungkin begitulah cara Donghae memahami dunia ikan.
Drap...
drap...
drap...
drap...
Terdengar suara langkah kaki, ah bukan sepertinya itu suara orang yang sedang berlari.
"Kyunie chagi, jangan lari-lari. Nanti kau jatuh." Suara eomma Cho terdengar menggema dari arah dapur. Sang eomma kemudian berjalan dengan para pelayan yang membawa banyak makanan menuju meja makan. Setelah itu ia kembali lagi kedapur untuk mengambil sisanya.
Seolah tak mendengar nasehat eommanya, anak bungsu keluarga Cho itu tetap saja berlari menuju taman belakang. Tapi tak berapa lama kemudian bocah itu kembali lagi dengan langkah pelan, dan jangan lupakan wajahnya yang ditekuk. Bocah gembul itu berjalan dengan malas menuju meja makan. Dilihatnya Appa dan hyungnya kini sudah duduk dikursi milik mereka masing-masing. Entah sejak kapan mereka berdua pindah dari tempatnya semula. Donghae yang lebih dulu melihat kedatangan dongsaengnya segera mendekat dan membantu Kyuhyun naik ke kursi miliknya. Appa Cho merasa ada yang salah dengan Kyuhyun mereka, entahlah. Dari tadi bocah itu hanya diam tidak seperti biasanya yang suka membuat ribut dimeja makan dengan bermain sendok dan garpu atau merengek minta dibuatkan kopi seperti Appanya.
Padahal balita seusianya harusnya banyak minum susu. Alhasil, eommanya memberinya coklat panas yang warnanya mirip dengan kopi milik Appanya. Bersyukurlah mereka karena Appa Cho tidak suka dengan kopi original, jika tidak kemana mereka harus mencari susu dengan warna hitam. Bukankah kopi tidak baik untuk anak kecil.
"Kyunie kenapa?" Tanya Appa Cho yang melihat maknaenya tampak sedih.
"Hiks...Appa, teman-teman Kyunie hilang." Jawab bocah itu. Matanya sudah memerah karena menahan tangis. Appa Cho dan si sulung saling menatap, wae...?
"Teman Kyunie yang mana chagi?" Appa Cho tampak bingung dengan penuturan putranya itu. Pasalnya beliau tidak paham siapa yang dimaksud sibungsu dengan 'teman-teman Kyunie.'
"Teman-teman balu Kyunie Appa, Lala...Lili...Lulu...Lele...Lolo." Appa Cho kembali menatap putra sulungnya.
"Aku tidak mengenal mereka Appa" Seolah mengerti arti tatapan Appanya, Donghae lebih dulu menjawab sebelum Appanya mengulang pertanyaanya itu dengan suara.
"Lala,Lili,Lulu dan ah...itu temanmu yang mana Kyu. Hyung taunya temanmu itu cuma Wookie." Giliran Donghae yang bertanya.
"Hae yung pabbo! Bukan Lala, Lili, Lulu tapi Lala...Lili...Lulu...Lele...dan Lolo. Meleka itu teman-teman balu Kyunie." Jelas sang maknae menekankan kata Lala Lili Lulu Lele dan Lolo.
"Ah ya sepertinya hyung baru pertama mendengar nama mereka, silala...lili...lulu...lele...dan silolo. #benar-benar nama yang aneh.
"Kyunie kenal mereka dimana dan sejak kapan?"
Kyuhyun merengut kesal. Bocah itu rasa-rasanya ingin sekali menangis dengan sangat kencang. Bukankah dari tadi dia sudah bilang nama teman barunya bukan Lala...Lili...Lulu...Lele...dan Lolo...tapi...
"Cudah Kyunie bilang nama teman balu Kyunie bukan Lala...Lili...Lulu...Lele...dan Lolo tapi...LALA...LILI...LULU...LELE...DAN LOLO!" teriak bocah gembul itu. Sudah berapa kali dia bilang, kenapa dua orang dewasa di ruangan yang sama dengannya itu masih belum mengerti juga.
Donghae dan Appa Cho kaget dengan teriakan Kyuhyun. Bahkan Eomma Cho di dapurpun dibuat terperanjat dan segera menghampiri mereka.
Sebenarnya yang pabbo disini itu siapa? Donghae bahkan merasa sudah mengeja nama itu dengan benar berikut dengan titik tiga dibelakang tiap nama, kenapa masih salah juga. Rasanya Donghae tidak terima harus menjadi bodoh tanpa tau yang menjadi penyebab kebodohannya. Tidak butuh waktu lama bagi Eomna Cho untuk memahami apa yang terjadi.
Kkkkkkk...Eomma Cho terkikik dengan situasi yang terjadi dimeja makan itu. Ia tidak tau harus menyalahkan kebodohan suami dan putra sulungnya atau sibungsu dengan kecadelannya.
"Kyunie chagi, jadi teman baru Kyunie namanya Rara...Riri...Ruru...Rere...dan Roro? " tanya Eomna Cho sambil mengelus surai coklat milik sibungsu, memberi kenyamanan agar bocah itu tidak menangis.
PLOK...PLOK...PLOK...
Terdengar tepukan tangan yang tidak begitu keras dari tangan mungil Kyuhyun. Akhirnya ada juga orang dewasa yang pintar dirumah besar ini, dan Kyuhyun bangga orang itu adalah Eommanya.
"YEYYYY...Eomma pintal!" teriaknya senang. Sementara Appa Cho dan Donghae kembali saling pandang. Bukan karena masih belum paham akan situasinya tapi mungkin juga mulai menyadari kepabboan mereka. Kenapa tidak terpikir sampai kesana (kecadelan Kyuhyun).
"Sekarang Kyunie makan dulu ne, nanti Eomma bantu cari teman-teman Kyunie yang hilang. Meski tidak tau teman mana yang dimaksud Kyuhyun, tapi Eomma Cho berjanji untuk mencarinya nanti.
"Cha...makanlah, Kyunie makan yang banyak ne". Eomna Cho segera mengambil duduk disamping balita menggemaskan itu
"Um... !" jawab bocah kelewat imut itu semangat. Eomma Cho mulai membuka satu persatu penutup dari makanan yang sudah tersaji dan-
"Hiks...satu...dua hiks...tiga...hiks...empat...lima.. hiks... Kyuhyun mulai mengabsen teman-temannya sambil terisak membuat penghuni lain meja makan itu waspada.
"HUWAAAAA...EOMMA NAKAL...EOMMA JAHAT...HUWAAAA...TEMAN-TEMAN KYUNIE MATI...HUWAAAAAA...!"
Bocah itu menangis histeris melihat lima lala...lili...lulu...lele...dan lolo yang barusaja diakui teman kini terbujur kaku dimeja makan. Lima ekor ikan warna merah kini tersaji didepannya.
Hei bukankah Kyunie kita tadi mengatakan teman-temannya hanya hilang, tapi kenapa sekarang dia bilang mereka mati. Apa ada yang bisa menjelaskan situasi ini? Karena sepertinya kedua orang dewasa diruang makan itu dan satu orang remaja sudah mulai kebingungan.
"HUWAAAA...EOMMA JAHAT! teman Kyunie mati cemua huwaaaaaa...!"
"Kyunie kenapa chagi, teman Kyunie yang mana yang mati. Bukankah tadi Kyunie bilang teman Kyunie cuma hilang." Tanya Appa Cho mencoba mencari tau masalahnya.
"Itu Appa, itu dicana. Teman Kyunie cemua mati hiks lala...lili...lulu...hiks lele...lolo...cemua mati HUWAAAAA..."rancau bocah itu.
Air matanya sudah mengalir deras membuat wajahnya memerah dan jangan lupakan ingus yang mulai keluar menambah kesan dramatis seandainya ini drama(?)
Kyuhyun menunjuk meja makan fokusnya pada lauk ikan dengan jari mungilnya. Donghae sepertinya mulai paham dengan apa yang dimaksud oleh dongsaengnya. Bukankah cuma dia yang melihat Kyuhyun mengobok-obok kolam ikan kemarin. Kita lupakan dulu sejenak para pelayan saksi hidup yang kemarin juga ikut melihat tuan muda bungsu menciptakan gempa bumi kecil dikolam.
"Jadi teman-teman yang Kyunie maksud Rara,Riri,Ruru,Rere dan Roro itu ikan-ikan hyung yang ada dikolam belakang?" Tanya Donghae kemudian.
"Um..." Kyuhyun mengangguk ditengah isakannya, melap ingusnya asal. Appa dan Eomma Cho saling menatap kemudian tatapan mereka beralih kepada maknae mereka, lalu...
HAHAHAHAHA...
Tawa itu menggelegar dari kedua orang dewasa disana menggema memenuhi seluruh ruang makan tak terkecuali Donghae. Cuma maknae mereka yang masih bertahan dengan aksi menangisnya. Bahkan tangisnya justru makin pecah seolah-olah penderitaannya memang pantas ditertawakan.
Keluarga Cho mulai kalang-kabut dibuatnya. Ketiganya mulai sibuk menenangkan bocah itu. Tangis Kyuhyun baru mereda setelah Eommanya menjelaskan bahwa ikan yang ada dimeja makan bukanlah si Rara,Riri dan seterusnya. Melainkan ikan yang dibeli ahjumma Kim dari pasar. Dan kenapa Kyuhyun kita menyangka teman-temannya hilang?
Karena ahjussi Lee sedang menguras air dikolam dan menggantinya dengan air baru. Itu sebabnya Kyuhyun tampak sedih setelah kembali dari taman belakang karena dia menemukan kolam itu dalam keadaan kosong dan tak mendapati teman-temannya.
Anak itupun akhirnya mau makan tapi menolak untuk mengambil lauk ikannya. Untung saja masih ada daging ayam, tapi akan lebih baik keluarga Cho tidak usah memelihara ayam atau binatang lainnya, kalau tidak lama-lama maknae mereka bakal jadi vegetarian.
Andai saja kamu bisa melihat sedikit lebih jeli Kyunie, kamu pasti tidak akan salah paham begini. Jelas ikan-ikan dimeja makan ukurannya lebih besar dan warnanya merah polos bukan yang bercorak seperti teman-temanmu itu.
Sarapan itu pun akhirnya berlangsung dengan tidak tenang. Masih terdengar bunyi sendok Kyuhyun yang nyaring terdengar merdu seperti alunan lagu dari solo album Japan maknae Super Junior yang sangat terkenal itu -_-
~ Emon204 ~
Kyuhyun dan Donghae berjalan menuju taman belakang rumahnya, lebih tepatnya kolam ikan milik Donghae yang mungkin sebentar lagi akan diklaim sepihak milik Kyuhyun. Tangan mungilnya menggandeng hyungnya. Sesekali ia melompat menandakan bocah itu sedang senang. Tentu saja, dia baru saja mendapati kenyataan kalau teman-teman barunya tidak jadi mati. Apalagi yang bisa membuatnya sesenang ini.
Donghae yang ada disampingnya ikut senang melihat senyum yang selalu mengembang dibibir dongsaengnya. Tapi jika ia teringat kembali kejadian dimeja makan tadi pagi rasanya dia ingin tertawa tapi ia menahannya karena tidak ingin Kyuhyun menangis lagi. Bisa-bisa airmata yang dikeluarkan adiknya cukup untuk mengisi kolam ikan.
~ Emon204 ~
Ikan berjumlah lima ekor yang awalnya berpencar itu tiba-tiba saja berenang saling mendekat setelah kedatangan kedua Cho bersaudara.
"Lala...lili...lulu...lele...lolo...
Apa kalian menunggu Kyunie? Wah kalian pacti cenang Kyunie datang lagi ne, makanya kalian langcung belkumpul menyambut kedatangan Kyunie."
Kkkkkk...Kyuhyun terkikik senang mendapati teman-teman barunya itu sepertinya merindukannya.
Andai saja ia mengenal kata terharu pasti dia sudah mengucapkannya dari tadi. Sayangnya mungkin uri Kyuhyunie belum terlalu banyak menguasai kosa kata.
Kita tinggalkan Kyuhyun bocah menggemaskan itu dengan segala keharuannya (?) dan beralih pada penghuni kolam.
~ Emon204 ~
"Lala...lili...lulu...lele...lolo, wah kalian pacti cenang Kyunie datang lagi ne."
Mendadak ikan yang dari kemarin dan kemarin-kemarinnya lagi hobi melenggak-lenggokkan ekornya sekarang tiba-tiba kelima ekor ikan itu seolah meninggalkan kebiasaan lama mereka dan beralih memiliki koreografi baru. Tanpa disuruh kelima ikan dalam kolam itu saling mendekat dan melenggokkan kepalanya kekiri dan kanan, saling menatap satu sama lain. Tentunya hal itu terjadi setelah kelima ekor ikan itu melihat dan mendengar suara bocah yang baru saja memanggil mereka...lala...lili...lulu...lele...lolo.
"Siapa lala? sejak kapan kita jadi lala...lili...lulu...lele...lolo?" tanya salah satu ikan dengan corak merah hitam kepada ikan lainnya.
" Molla, yang pasti bukan aku. Aku lebih suka lili " Ikan lain menyahut tak ingin ketinggalan musyawarah ala ikan.
" Ck...aku tak suka semuanya, namanya kampungan!" si ikan corak merah putih mengeluarkan pendapatnya.
" Pilih salah satu, setidaknya bocah itu sudah berbaik hati memberikan kita nama. Bukankah itu lebih baik daripada hyung bocah itu yang setiap hari memanggil kita nemo. Memang siapa nemo? Kau...kau...atau kau?" Tunjuk si ikan dengan corak merah keemasan. Yang lain mengangguk, dan entah bagaimana juga cara ikan-ikan itu mengangguk.
" Tapi aku tidak mau. Bocah itu sejak kemarin membuat kepalaku pusing dengan mengejar-ngejar kita. "
" Apalagi aku, kemarin aku hampir saja mati kehabisan nafas karena tertangkap, untung saja ada hyung dari anak itu. "
" Hei...hei...dari tadi kalian cuma menyebut bocah itu, anak itu. Tidakkah kalian lihat anak itu memiliki wajah yang manis."
" Iya, aku suka caranya tertawa "
" Tapi dia seperti gempa bumi dasar laut kalau mengejar kita "
" Aisssh...dari tadi kau selalu mengejeknya!"
" Dan kau kenapa terus saja membelanya! "
" Berisik! gempa bumi dasar laut sudah mulai mendekat, jadi bersiaplah!"
" MWOO..!
Serentak ikan-ikan itu menoleh. Terlambat! Bocah gembul itu sudah menceburkan kedua kakinya kedalam kolam. Kyuhyun mulai berjalan dan terciptalah gempa bumi dasar laut versi si ikan.
" ANDWAEEEEE...!"
Apakah si ikan perlu bersyukur uri Kyuhyunie tidak mendengar teriakan mereka. Jika Kyuhyun mendengar, dipastikan bocah gembul itu akan lebih bersemangat mengejar mereka sambil berteriak-teriak heboh.
Sepertinya jika diteruskan dialog si ikan bakal lebih panjang. Jadi sebaikknya kita akhiri saja sebelum ikan-ikan yang belum jelas namanya itu mulai histeris...
TBC
Ch 2 emang gaje dan monoton karena banyak kata yang diulang.
Saya kok jadi ngebayangin si ikan yang terkhir ngomong itu diperankan sama Kibum. Lihat saja cara ngomongnya...dingin banget kan hahaha...
Yang baca jangan lupa review...
BOW
